Turnamen musim panas sepak bola tingkat SMP telah sampai ke puncaknya. Yang bertanding di Final kali ini adalah Nankatsu FC melawan Akademi Toho. Kedua klub sama-sama kuat. Terbukti dengan skor 3-3 yang terpasang di papan LCD. Pemain kedua klub sangat ngotot untuk memenangkan kejuaraan ini. Nankatsu FC bertujuan agar 3 kali juara berturut-turut. Sementara Akademi Toho ingin juara untuk pertama kalinya. Yang paling mencolok adalah pertarungan dua kapten dari masing-masing tim, yaitu Oozora Tsubasa melawan Hyuga Kojiro. Riuh penonton sangat besar memenuhi stadion melihat pertandingan kedua tim unggulan ini.
.
.
.
Di salah satu pintu tribun penonton, terlihat pasangan suami istri sedang menunggu seseorang. Nampaknya sang wanita itu sedang gelisah
"Dimana 'dia' ya? harusnya sudah sampai disini dari tadi" ucap sang wanita
Melihat istrinya gelisah, sang pria berkata "Tenanglah, sebentar lagi dia sampai. Harusnya dirimu tahu, dia dari Inggris sampai ke sini itu lumayan lama."
"Tapi-"
"Gomen, aku terlambat datang."
Suara remaja memotong pembicaraan mereka berdua. Pasangan suami istri itu terlihat senang saat yang mereka tunggu telah datang. Terlihat seorang remaja yang mirip dengan kapten Nankatsu FC namun gaya rambut yang berbeda bermata biru shappire dengan santai menghampiri mereka berdua.
( Penampilannya rambutnya sama seperti Kirito di sword art online )
Sang wanita kemudian dengan cepat memeluk remaja itu "Kau lama sekali, Naruto."
Remaja yang bernama Naruto itu membalas pelukan ibunya "Gomen, soalnya di perjalanan macet"
Pria yang jadi ayahnya itu kemudian angkat bicara "Bagaimana kabar dari pamanmu di sana?"
Remaja itu melepaskan pelukannya dan menghampiri ayahnya "Paman baik-baik saja, Tou-san."
Kemudian Naruto memeluk ayahnya yang di balas oleh sang empu.
"Kau sudah bertambah besar, nak."
"Tentu saja"
"Ah, ternyata kamu sudah datang. Uzumaki Naruto, atau bisa ku panggil Oozora Naruto?"
Sekeluarga yang sedang berkumpul ini menengok sang pelaku. Terlihat seorang pria dengan kacamata hitam sedang melangkah ke arah mereka. Naruto kemudian melepaskan pelukannya
"Senang bertemu denganmu, Munemasa Kataguri-san" Naruto mengulurkan tangannya.
Pria yang panggil Munemasa Kataguri oleh Naruto ini tersenyum tipis kemudian mengulurkan tangannya juga untuk berjabat tangan.
"Senang bertemu denganmu juga"
Munemasa Kataguri ini adalah seorang dari Asosiasi Federal Sepak Bola Jepang yang bertugas untuk mencari bakat-bakat sepak bola anak muda Jepang.
Kataguri ini melepas jabat tangan mereka dan berucap serius "Aku memanggilmu atas permintaan dari Asosiasi. Karena karir mu yang di rahasiakan di Inggris membuat Asosiasi Jepang tertarik membawamu ke dalam Timnas Jepang junior. Dengan adanya Oozora Tsubasa, Kojiro Hyuga, dll serta dirimu di dalam squad ini, Asosiasi berharap Timnas junior membawa prestasi yang cukup gemilang"
Kataguri menjelaskan detail penjelasannya dan didengar oleh keluarga Oozora.
"Bolehkah aku meminta sesuatu?" Naruto tiba-tiba membuat permintaan yang membuat Kataguri bingung
"Memangnya apa permintaanmu?"
Naruto menutup mata. Tiba-tiba aura di sekitar sedikit memberat membuat Kataguri berkeringat dingin 'Inikah Oozora Naruto yang katanya di takuti di Inggris? tak kusangka dia mempunyai aura yang mengerikan. Kakak dan beradik ini sama-sama mempunyai bakat yang luar biasa"
Naruto membuka matanya yang tajam sambil mempertahankan auranya. "Hapuskan nama Oozora Tsubasa dari dalam Squad Timnas Junior!"
Seakan di sambar petir, Kataguri kaget bukan main saat mendengar perkataan dari remaja di depannya.
"Apa maksudmu!? Kenapa kau membuat permintaan yang bisa membuat bakat adikmu hancur?" Kataguri tidak habis pikir dengan remaja yang jadi kakak Oozora Tsubasa ini.
Pasangan suami-istri Oozora hanya diam. Mereka tahu apa yang terjadi dari masalah ini.
Naruto menghilangkan auranya dan berjalan sampai di pinggir pagar lalu melihat ke lapangan. "Aku meminta itu karena ada alasan."
"Dan apa alasanmu?" lanjut tanya Kataguri.
Naruto menghela nafas dan berkata yang membuat Kataguri semakin bingung "Tidak ku sangka tidak ada yang menyadarinya selama ini. Yah wajar saja, hanya beberapa orang yang tahu" menjeda perkataannya untuk mengambil nafas, kemudian melanjutkan kembali "Sudah saatnya menunjukkan kebenarannya, Tou-san, Kaa-san"
"Apa ini waktu yang tepat, Naruto?" Pria yang di panggil Tou-san ini bertanya. Nama aslinya adalah Kodai Oozora
Naruto berbalik menghadap keluarganya kemudian mengangguk "Benar, lagipula Tsubasa-chan sudah berjanji kepadaku untuk bermain terakhir kalinya di sini"
'Chan? kenapa Shounen ini memanggil adiknya dengan suffix Chan? adiknya itu laki-laki kan? lalu bermain terakhir? Apa Tsubasa tidak akan bermain lagi?' batin Kataguri bertanya-tanya
"Kalau itu keadaannya, tidak ada pilihan lagi." Natsuko Oozora menyahut
"Apa yang kalian bicarakan? Aku tidak mengerti." jerit Kataguri karena tidak paham yang terjadi.
Semua keluarga Oozora melihat Kataguri yang frustasi. Keluarga Oozora ini saling bertatapan kembali dan mengangguk.
"Aku ada beberapa pertanyaan untukmu, Kataguri-san" kata Naruto.
"Apa yang ingin kamu tanyakan?" Kataguri tidak sabar untuk memahami apa yang terjadi di keluarga Oozora.
"Kenapa fisik Tsubasa lebih kecil dan pendek seperti gadis? lalu apakah Tsubasa sering meminta ganti baju sendirian? dan terakhir kenapa Tsubasa meminta untuk membatalkan kepergiannya ke Brazil?" Naruto bertanya bertubi-tubi.
Kataguri berfikir 'Benar juga, tubuh Tsubasa lebih kecil seperti gadis. Kemudian aku sering mendapat laporan kalau Tsubasa sering datang terlambat masuk ke lapangan dengan alasan ganti baju sendirian. Juga, Tsubasa tiba-tiba membuat keputusan untuk batal ke Brazil'
Kataguri tersentak seolah ada yang aneh 'Tunggu, tubuh seperti gadis?, meminta ganti baju sendirian? Ini...!!!???'
"Jangan bilang kalau Tsubasa!?" Kataguri mendapat kesimpulan yang tidak disangka di pikirannya.
Naruto mengangguk "Apa yang dipikiran mu itu benar. Tsubasa-chan adalah seorang Gadis"
Kataguri syok "Tidak... Mungkin..." Dia tidak mengerti, kenapa keluarga ini bisa merahasiakan indentitas asli Tsubasa.
"Biar aku jelaskan" Nyonya Oozora angkat bicara.
Dan Penjelasan detail dari Ibu anak kembar ini membuat Kataguri mengerti.
"Aku paham yang terjadi. Akan ku hapus nama adikmu dari squad"
"Ku berharap banyak padamu, Kataguri-san" ucap Naruto
Kataguri mengangguk dan pergi dari sana. Kepergiannya di lihat oleh Keluarga Oozora. Naruto angkat bicara "Reaksi satu orang saja seperti itu, apalagi para fansnya. Mungkin ada hari syok se Jepang"
Suami dan Istri ini tertawa kecil.
"Perkataanmu benar sekali nak" Kodai tidak sabar untuk melihat reaksi mereka terutama para lawan yang telah di hadapi oleh Tsubasa.
Naruto kemudian beranjak dari sana "Aku akan menemui Sanae-chan dulu. Dia pasti telah menungguku"
Melihat anaknya mau pergi menemui kekasihnya, Natsuko berkata "Ara, anakku yang ini tidak sabar menemui kekasihnya untuk berkencan." Natsuko menggodanya membuat Naruto bersemu merah.
"Hahaha, rupanya dirimu telah dewasa" Kodai ikut-ikutan menjahili sang anak membuat rona merah di wajah Naruto semakin tebal.
"Urusai, jangan menggodaku. Tou-san, Kaa-san. Ngomong-ngomong, Sanae-chan duduk di mana?
Natsuko menunjuk ke sebuah bangku penonton di sebelah kiri dengan tangannya "Sanae ada di sana bersama teman-temannya dan para pendukung Nankatsu"
Naruto mengangguk. Kemudian Naruto berkata sebelum pergi "Aku akan kesana"
"Selamat menikmati" masih sempat-sempatnya pasangan Oozora ini menggoda anaknya membuat Naruto yang belum terlalu jauh mendengarnya dan bersemu merah kembali.
"Anak kita sudah dewasa ya. Aku merasa sudah semakin tua saja" Kodai berceletuk.
Natsuko menengok suaminya "Ya, kau benar. Dan juga, semoga saja Tsubasa-chan punya kekasih juga"
Penyakit Daughter Complex yang diderita oleh Kodai kumat lagi "Apa? Tidak akan kubiarkan seseorang memiliki putriku"
Natsuko memutar matanya bosan "Mulai lagi..."
Yah ane kembali, di saat aku lagi menulis lanjutan fanfic Akame ga Kill sambil nonton Captain Tsubasa.
Entah tiba-tiba ide datang. Makanya langsung aja aku nulis.
Entah berapa chapter aku akan menulis ini. Ya semoga saja sampai banyak
Oke sampai di sini dulu.
Jangan lupa kritik dan saran di Review nya
