Summary: Naruto datang untuk memenuhi panggilan sekaligus menagih janji dari adiknya.

.

.

Rating: T

.

.

Pair: Naruto x Sanae, ... x Fem!Tsubasa

Jun Misugi x Yayoi

.

.

Warning: Acak-acakan, Pemula.


Riuh terdengar keras melihat pertandingan Nankatsu FC melawan Akademi Toho semakin seru saat memasuki babak tambahan.

Terlihat seorang pemain bertubuh kecil berseragam putih, corak biru di beberapa bagian namun sobek di bagian bahu kiri, berpunggung nomor 10 sedang berlari membawa bola. Tetapi kalau di perhatikan kembali, di bahu kirinya terdapat sebuah perban yang bertuliskan Juara 3x. Nampaknya pemain ini sedang cedera.

[Tsubasa-kun menggiring bola sendirian menerobos wilayah musuh]

Suara komentator menghiasi seisi lapangan.

Pemain yang bernama Tsubasa ini menggiring bola dengan agak melambat. Di depannya, 2 pemain Toho dengan seragam berwarna hitam siap mencegah pergerakan Tsubasa.

"Tsubasa sudah pasti kesulitan untuk bergerak"

"Hentikan dia!"

Tsubasa tidak akan membiarkan dirinya berhenti di sini. Kemudian dengan cepat Tsubasa melakukan Feint ke kiri dan ke kanan melewati mereka berdua

Set

Set

2 Pemain Toho ini kaget saat Tsubasa melewati mereka padahal sedang cedera

""Nani!?""" Ucap mereka bersamaan.

Pemain Toho no 15 bernama Sawada Takeshi juga terkejut 'Bisa lolos dari mereka dalam sekejap!?' Ia mengubah ekspresinya 'Yang artinya Tsubasa-san masih memiliki tenaga'

Dua pemain Toho lainnya mencoba mengambil bola dengan Sliding Tackle "Terima ini!!" seru mereka. Tapi Tsubasa menghindarinya dengan cara melompat ke atas dengan bolanya.

[Tsubasa-kun melompat dan menghindarinya]

Tapi Keluarga Oozora, pelatih dan teman-temannya kaget saat Tsubasa melakukan itu

"Papa, Putri kita sangat memaksakan diri seperti itu" Natsuko sangat khawatir dengan putrinya sampai dirinya sendiri menangis.

Kodai yang melihat istrinya mengeluarkan air mata segera memeluknya "Tenanglah Mama. Yakinlah pada putri kita. Dia kuat. Lagipula Naruto tahu apa yang harus di lakukan demi adiknya. Jadi, percayalah pada anak-anak kita"

"Hu'um..." Natsuko mengangguk sambil sesenggukan.

Dokter yang merawat cederanya juga kaget 'Tsubasa, apa kamu tak punya batas? Kenapa masih punya tenaga buat melompat seperti itu? Apalagi dirimu itu seorang perempuan!' batin dokter tidak mengerti.

Kenapa sang dokter tahu kalau Tsubasa itu seorang perempuan? Awalnya sang dokter kaget kalau ada seorang perempuan menyamar untuk bermain di level sepak bola laki-laki apalagi perempuan itu adalah seorang pemain bintang. Tetapi karena penjelasan dari seseorang membuatnya paham dan dokter siap merawat cedera Tsubasa dan mengajukan syarat agar orang itu membantunya dan orang itu menyetujuinya, serta di saat yang sama orang itu meminta kepada dirinya agar merahasiakan ini sampai waktunya dan disetujui sang dokter.

"Tsubasa-san,"

Tsubasa yang di atas udara merubah arah pandangannya. Ia melihat pemain Toho, Sawada Takeshi sedang berlari ke arahnya.

"Akan ku rebut bolanya" Takeshi melompat dan mencoba mengambil bola. Namun Tsubasa menahan bola dengan kedua kakinya sehingga Takeshi terpental.

[Ah... Tsubasa-kun menahan serangan Sawada-kun dengan sempurna]

Lalu Tsubasa melesat maju ke gawang lawan 'Sebelum mencetak gol, takkan ku serahkan bolanya. Tidak akan kuserahkan kepada siapapun!'

"Hentikan Tsubasa" Pemain bek Toho ingin menghentikan Tsubasa.

Gawang sudah terlihat di mata Tsubasa. Akan tetapi penglihatan Tsubasa mem buram "Sialan, lagi-lagi seperti ini". Sepertinya tubuh Tsubasa sudah mencapai batasnya, namun tekad bisa membuatnya bisa bertahan sampai sejauh ini.

'Tapi, dengan tembakan ini aku akan mencetak gol' batinnya sambil berlari

'Gol terakhirku!' lanjutnya di dalam hati.

Seorang pemain Toho datang dengan Sliding Tackle namun Tsubasa menghindarinya dengan Feint ke kanan.

Satu pemain Toho lagi datang dan lagi-lagi Tsubasa melewatinya dengan cara Mengolongi bola di antara kedua kaki pemain Toho itu.

[Hebat! Teknik yang hebat!]

Tsubasa terus berlari dengan kencang yang di ikuti teman satu timnya sambil berteriak "Tsubasa!"

Seorang pemain Nankatsu bernama Ishizaki merasakan perasaan nostalgia "I-ini?!"

'Saat Tsubasa dan kakaknya baru pindah ke Nankatsu. Yang menemaninya hanyalah bola dan sang kakak. Saat melawan Shutetsu pun dia sendirian membawa bola melewati semua pemain'

Ishizaki melihat punggung Tsubasa yang kecil 'Kenapa Tsubasa melakukan ini? dia seorang gadis, tapi melakukan semuanya seorang diri' Rupanya Ia juga tahu indentitas Tsubasa yang sebenarnya.

Ishizaki mencoba menyadarkan sang kapten "Tsubasa!" namun di abaikan oleh sang empu. Tsubasa terus berlari melewati pemain tersisa dengan men-chip bola keatas dan melompat.

[Meski sudah babak belur karena cedera, dia tidak sama sekali tak menurunkan performanya! Benar-benar si anak sepak bola.]

Tsubasa masih di atas udara tapi ekspresi wajahnya tidak kelihatan.

[Seorang pemain yang serba bisa, Dialah sang bocah kecil sepak bola, Oozora Tsubasa-kun!]

Tsubasa mendarat dengan sempurna

[Akhirnya dia berhasil menerobos pertahanan Toho sendirian!]

Yang di katakan sang komentator memang benar. Tsubasa berhasil melewati semua pemain lawan tanpa mengumpan kepada siapapun.

"Woah"

Pendukung Nankatsu yaitu Urabe dkk dari SMP Otomo kagum atas kemampuan Tsubasa.

'Gawangnya sudah terlihat, aku harus mencetak gol!' Tsubasa mengambil ancang-ancang untuk melakukan tendangan andalannya.

"Haaaaa..."Tapi di depannya, datang seorang pemain Toho bertubuh kekar berkulit kecoklatan.

[Seolah sudah memprediksi nya, Hyuga-kun bersiap di depan gawangnya!]

"Ayo kita duel Tsubasa!" Ia yang di panggil Hyuga menantang kapten Nankatsu itu.

[Apakah Tsubasa-kun yang akan menembak? Ataukah Hyuga yang akan menghentikannya? Siapakah yang lebih cepat?]

Terlihat di belakang Hyuga ada bayangan seekor macan. Dan Hyuga melakukan Tackle sekaligus menendang bola "Sliding Tiger Shot!"

[Sliding nya Hyuga-kun sedikit lebih cepat! Tsubasa-kun gagal menembakkan bola!]

Tsubasa pun terjatuh dan bola dengan aura kuning melesat namun di tahan oleh Ishizaki dengan perutnya. Ishizaki terlihat kesakitan tapi bukan karena bola yang di tendang tapi sakit di hatinya "Tsubasa.."

Tsubasa yang tergeletak di lapangan menengok ke belakang "I-ishizaki-kun..."

Ishizaki merasa kecewa kepada dirinya sendiri. Sebagai seorang lelaki, harga dirinya terluka melihat seorang gadis selalu berdiri di depannya. Ia benci ini, sangat benci. Padahal Ishizaki telah berjanji kepada kakak sang gadis itu agar menjaga adiknya selama sang kakak gadis yang di kagumi nya pergi.

"Aku..." Ingin rasanya Ishizaki memeluk Tsubasa untuk melindunginya, tapi ia tahu, ia hanya di anggap seorang teman. Dan juga tidak ingin membuat Tsubasa kecewa karena ia tahu Tsubasa yang sebenarnya tapi ia tidak menceritakannya kepada Tsubasa sendiri. "Kita..." Karena itu, Ia sudah memutuskan bahwa..

"Apa kita bukan seorang teman!?" Iya, Ishizaki membuang rasa cintanya demi kebahagiaan Tsubasa itu sendiri.

"Benar, Tsubasa!"

"Kamu tidak sendirian"

"Dibelakangmu masih ada kami"

Trio Shutetsu, Kisugi, Izawa, Taki menyadarkan sang kapten. Ishizaki kemudian melambungkan bolanya kepada Tsubasa "Terimalah ini, Tsubasa!"

"I-ishizaki-kun, Teman-teman" Tsubasa sadar kalau dia tidak sendirian. Masih ada teman-temannya di belakang. Ia melihat bola yang melambung. Dengan susah payah ia berdiri 'Operan dari Ishizaki-kun' kemudian Tsubasa berlari 'Operan dari teman-teman'.

Hyuga tidak sempat menyusulnya dan hanya bisa berkata "Tsubasa"

'Benar, di belakangku masih ada teman-temanku. Aku tidak sendirian. Meski ini pertandingan terakhir ku, Aku tidak sendirian!'

Tsubasa berhenti dan berancang-ancang menendang bola 'Demi janjiku kepada Nii-sama. Aku harus mencetak gol. Maafkan aku teman-teman, karena sudah membohongi kalian selama ini' Setetes air mata keluar dari sudut matanya.

[Timing bolanya jatuh dan posisi menembaknya benar-benar tepat]

Kiper Toho yang bernama Wakashimazu berucap "Aku akan menghentikan tendanganmu, Tsubasa!"

Bayangan Elang terlihat di belakang gadis yang jadi kapten itu 'Ini adalah tembakan terakhir' Bola tepat jatuh di bawah Tsubasa.

'Inilah gol terakhir ku!!' Ia menendang dengan sekuat tenaganya.

Bola mengeluarkan aura biru melaju kencang ke sebelah kiri menuju gawang Wakashimazu. Sang penjaga gawang mencoba menghentikan bola agar tidak kebobolan lagi. "Akan ku hentikan bolanya meski hanya dengan satu tangan kanan ini!"

Tiba-tiba bola menukik ke arah tanah.

"Apa!?" Wakashimazu terkejut. Sempat berputar di tanah kemudian memantul ke sisi kanan gawang.

[Me-memantul?] Komentator dan penonton juga kaget melihat bolanya.

Tanpa halangan apapun, Bola masuk ke sisi pinggir kanan gawang Toho.

[G-Gol!! Pada babak pertama perpanjangan waktu, tembakan Tsubasa-kun berhasil membalikkan kedudukan]

Suara bergemuruh dari penonton langsung terdengar merayakan gol dari Nankatsu.

"Berhasil" Tsubasa tidak percaya apa yang dilihatnya.

"AKU BERHASIL" Ia mengangkat tangan kirinya yang cedera. Teman 1 tim Nankatsu FC menghampiri Tsubasa. Mereka bersuka cita merayakan gol ini.. Satu langkah lagi menuju Juara

"Berhasil!"

"Kamu berhasil, Tsubasa!"

[Kesebelasan Nankatsu benar-benar bergembira!]

Papan LCD di stadion menunjukkan skor 4 untuk Nankatsu dan 3 untuk Toho.

[4-3. Baru pertama kali ini, Nankatsu berhasil satu angka dari Toho]

[Yang jelas tembakan tadi benar-benar luar biasa]

"Sialan" umpat Wakashimazu saat kebobolan lagi

[Tembakan yang mengarah diagonal, memantul dari tanah dan berputar tajam ke arah sebaliknya! dan menghujam jaring-jaring samping]

"Maju, Maju, Nankatsu!" Pendukung Nankatsu semakin bersemangat mendukung tim kesayangannya.

Di bench Nankatsu juga terlihat pemain cadangan dan pelatih juga merayakan gol ke empat dari Tsubasa.

[Mungkin Drive Shot-nya memang di tunjukkan untuk ini. Keajaiban yang hanya bisa di ciptakan Tsubasa-kun!]

[Benar-benar Drive Shot yang ajaib]

Hyuga mengertakan giginya melihat Nankatsu sekarang berbalik unggul "Cih..."

[Meski cedera, Tsubasa-kun berhasil mencetak golnya ke empat. Benar-benar luar biasa. Bocah kecil jenius dari Jepang, Oozora Tsubasa-kun]

Ishizaki mengambil tangan Tsubasa dan meletakkan di bahu kanannya agar Tsubasa bersandar ke dirinya. "Kau hebat, Tsubasa. Akhirnya kita memimpin satu gol"

Rambut menutupi ekspresi wajah Tsubasa "Satu langkah lagi menuju impian kita, kan?. Impian kita-" Belum sempat melanjutkan perkataannya, Tsubasa ambruk kedepan karena mencapai batas.

"Tsubasa!?"

Para pemain Nankatsu panik melihat keadaan kapten mereka. Bahkan Hyuga yang merupakan musuhnya juga khawatir dengan Tsubasa.

Ishizaki dan kawan mencoba memanggilnya, namun kegelapan menutupi matanya.

Akhirnya Tsubasa jatuh pingsan di lapangan.

.

.

.


Sebelumnya...

Naruto berjalan di stadion menuju ke tempat Sanae, kekasihnya. Di sela-sela langkahnya, para penonton berbisik-bisik menanyakan tentang dirinya.

"Hei, siapa dia? dia mirip sama Oozora Tsubasa"

"Kau benar"

"Kya... Dia sangat tampan"

"Kya... Mata birunya sangat indah"

Akhirnya dia menjadi pusat perhatian. Naruto menghela nafas lelah 'Hah... tidak di Inggris, tidak di Jepang, aku selalu jadi pusat perhatian. Tapi setidaknya di sini tidak terlalu parah daripada di London' Ia merinding ngeri saat mengingat hal yang buruk di Inggris.

Naruto kemudian turun dengan tangga.

[Tsubasa-kun menggiring bola sendirian menerobos wilayah musuh]

Naruto berhenti sejenak melihat kemampuan adiknya. Ia tersenyum sambil membatin 'Kau hebat Tsubasa-chan. Meski kau seorang perempuan, Kemampuanmu bagaikan seorang pemain pro'. Tapi ia memicingkan mata 'Sepertinya bahu kiri dan kaki kirinya sedang cedera. Kau terlalu memaksakan diri'. Kemudian Naruto melanjutkan langkahnya 'Yah, bila di lihat sifatnya itu, dia memang keras kepala seperti Kaa-san'

Naruto telah sampai di tempat Sanae dan kawan-kawan. Namun mereka tidak menyadari kehadiran dirinya karena masih fokus ke lapangan. Naruto menggerakkan mata melihat di sekelilingnya. Ia tampak mengenal beberapa dari mereka.

Ia melihat seorang remaja dengan gaya rambut lancip di sebelah kiri dan kanan 'Dia kapten dari Nishigaoka yang waktu itu, kah?' Kemudian ia menengok ke sebelah kanan bawah, Naruto langsung tersenyum simpul saat melihat seseorang dulu yang di kenalnya 'Yayoi-chan ya... Dia telah tumbuh menjadi seorang gadis cantik' Nampaknya dia mengenal gadis berambut cokelat sepunggung itu. Gadis itu bernama Aoba Yayoi.

Lalu Naruto melihat ke sebelah kanan Yayoi. Di sebelah gadis itu ada seorang remaja laki-laki berambut coklat. Ia mengingat-ingat informasi dari Kataguri dan cerita dari Tsubasa 'Kalau tidak salah, orang itu sepertinya Misugi Jun. Menurut informasi, dia di juluki Ace of Glass karena kemampuannya dalam membawa bola. Dia juga di sebut Pangeran Lapangan dari fansgirl nya sebab ketampanannya. Namun cerita dari Tsubasa-chan mengatakan Misugi Jun menderita penyakit jantung lemah membuat dia tidak bisa bermain terlalu lama' batinnya.

Naruto tidak sengaja melirik tangan Yayoi dan Misugi saling berpegangan tangan. Kakak kembar dari Tsubasa ini tersenyum tipis 'Sepertinya mereka berpacaran. Heh, kau memilih orang yang tepat, Misugi Jun'

[Tsubasa-kun melompat dan menghindarinya]

Suara dari komentator menghentikan kegiatannya. Naruto melihat adiknya sedang menghindari Tackle dari pemain Toho.

""Tsubasa""

Sanae, Yayoi, Misugi dan kawan-kawan berteriak khawatir.

Naruto melihat langit sebentar dan membatin 'Kau memiliki banyak teman yang perduli padamu. Iyakan? Tsubasa-chan?' lalu melihat lagi ke lapangan.

Naruto meletakan tangan di saku celananya. Sepertinya iya sudah bosan di cuekin, meski ini baru pertama kali bagi dirinya.

"Beberapa tahun tidak bertemu, kalian sudah banyak berubah ya"

Naruto mengatakan dengan cukup keras sehingga orang-orang di sekitarnya. Reaksi dari mereka berbeda-beda. Ada yang bingung karena melihat remaja yang mirip Oozora Tsubasa. Ada yang melebarkan matanya karena mengenal siapa dirinya.

"Kau..!?"

"Na-Naruto-kun?"

"Na-Naruto Nii-san?"

.

.

.

.

.

Disisi lain, Munamase Kataguri sedang berjalan sambil memikirkan informasi yang baru diterimanya 'Sungguh tak kusangka ternyata selama ini Oozora Tsubasa adalah seorang gadis. Aku tidak sabar reaksi apa yang ditunjukkan oleh Pelatih Mikami saat mengetahui hal ini' .

'Meski Tsubasa seorang gadis, kemampuannya melebihi pemain lainnya yang rata-rata lelaki. Bakat yang luar biasa di tempat yang salah, kah?'"

Yo... Kataguri-kun"

Karena asik melamun, Kataguri tersentak saat ada yang memanggil dirinya. Ia kemudian melihat seseorang pria dengan kacamata frame kotak dengan warna cokelat, berambut cepak sedang duduk di bangku penonton dan sebuah laptop di kedua kakinya.

"Ah Mikami-san, maaf aku melamun"

"Tidak apa-apa. Aku memakluminya karena pekerjaanmu"

Lalu Kataguri duduk di samping pria yang bernama Mikami. Melihat laptop yang sedang menyala, ia bertanya "Apa yang sedang anda lakukan?"

Mikami meneruskan pekerjaannya yang tertunda "Aku sedang membuat strategi untuk formasi timnas junior. Bagaimana merurutmu tentang ini?" Mikami meminta saran kepada Kataguri sambil menunjukkan data-data formasi di laptopnya.

Pria yang bertugas di Asosiasi hanya diam, lebih tepatnya bingung mau menjawab apa tentang hal ini. Apalagi dalam matanya, dia melihat data seorang Oozora Tsubasa. Ia harus memberi tahu hal ini, Iya. Harus.

Orang yang melatih Wakabayashi Genzo ini bingung melihat temannya hanya diam tanpa kata "Ada apa? Ada yang salah tentang ini?" tanya Mikami.

Tidak menjawab pertanyaan dari pelatih timnas junior, Kataguri langsung berdiri membuat Mikami semakin bingung.

"Kita harus bicara, tapi bukan di sini" ucap Kataguri serius tanpa melihat lawan bicaranya.

Mikami mengangguk. Kalau partner nya ini berbicara seperti itu berarti ada sesuatu yang penting. "Baiklah... Tunjukkan jalannya"

.

.

.

.

Skip Time

.

.

Di Luar Stadion

Setelah mereka berdua telah sampai di luar stadion, Kataguri dan Mikami berhenti di salah satu bangku di sana dan duduk di bangku itu.

"Jadi, apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Mikami memulai percakapan.

Wush

Suasana hening menyelimuti tempat itu karena yang di tanyai tidak langsung menjawab. Angin berhembus membuat daun-daun yang kering jatuh berguguran.

"Aku ingin anda..." Kataguri menjeda perkataannya membuat Mikami sangat penasaran.

"Tidak memasukan Oozora Tsubasa di dalam timnas junior" Pria Asosiasi menyelesaikan kalimatnya.

Wush Wush

Lagi-lagi hanya keheningan melanda sampai terdengar angin berhembus...

"A-Apa!!???"

.

.

.

To Be Continued...


Yo... Welcome Back...

Hahahaha yah, entah darimana datangnya ide fanfic ini mengalir deras di pikiran saya..

Yah seperti biasa Jangan Lupa Kritik dan Saran di Review

Aku sangat menghargainya...

See You Next Time