Summary: Naruto datang untuk memenuhi panggilan sekaligus menagih janji dari adiknya.
.
.
Rating: T
.
.
Pair: Naruto x Sanae, ... x Fem!Tsubasa
Misugi x Yayoi
.
.
Warning: Pemula, Acak-acakan
.
.
.
Di bagian dalam stadion lebih tepatnya bagian lorong, ada lima remaja yang sedang berjalan menuju ke suatu tempat.
Rombongan itu terdiri dari satu laki-laki dan empat gadis dimana sang laki-laki berada di depan didampingi oleh dua gadis, sisanya berada di belakang mereka.
Mereka adalah Naruto, Sanae, Yayoi, Kumi dan Yukari.
Hanya terdengar suara langkah kaki menghiasi perjalanan. Mereka hanya diam karena fokus di pemikiran masing-masing. Untuk Naruto, ia memikirkan kondisi Imouto nya, sementara Sanae, Yayoi, Kumi dan Yukari juga memikirkan Tsubasa sekaligus meningat kembali kejadian tadi. Jujur saja, empat gadis ini masih merasakan ketakutan akibat satu-satunya lelaki disini.
Tap Tap
Naruto tiba-tiba berhenti membuat semua gadis melihatnya. Mereka tidak berani berbicara duluan. Naruto membuka suara memecah keheningan sambil berputar badan menengok para gadis.
"Apa kalian masih takut karena hal tadi?" tanya Naruto dengan nada ramah.
Perempuan berambut hitam mencoba membuka suaranya "Ha-ha'i". ucap Yukari gagap
Naruto tersenyum membuat rasa takut para gadis hilang bahkan wajah mereka semua merona karena senyumannya begitu indah.
"Daijobu, itu karena hasil latihanku saat menjadi pemain bola di Inggris"
Kumi dan Yukari terkejut saat laki-laki didepan mereka adalah pemain sepak bola di negara jauh.
"EEEHHH? Naruto-san pemain dari Inggris? Apa Naruto-san lahir di sana?" Karena terkejut, Kumi tidak sadar ia berteriak kencang. Tapi yang membuat Kumi bingung, laki-laki ini mempunyai paras orang Jepang dan nama yang khas dengan topping ramen itu. Namun, kalau di lihat dari matanya yang berwarna biru shappire, itu mungkin saja karena rata-rata orang jepang bermata coklat atau hitam.
'Mungkin dia berdarah campuran" pikir Kumi.
Karena gadis ini melihat matanya, Naruto berfikir bahwa Kumi mengira bahwa dirinya berdarah campuran. Naruto tersenyum geli "Tidak, aku asli orang Jepang" bantahnya.
Lagi-lagi dua gadis yang satu sekolah sama Sanae ini kaget bukan main terutama Kumi. Seolah-olah remaja tampan ini bisa membaca pikiran.
"Sungguh!? tapi kenapa mata Naruto-san berwarna biru?" kali ini Yukari yang bertanya.
Mendengar pertanyaan itu, Naruto mengelus dagunya khas orang berfikir. "Kalau tidak salah, penyebab warna mataku ini karena Sindrom Waardenburg di saat aku baru lahir bersama dengan adik kembarku. Umumnya Sindrom ini menganggu pendengaran sang penderita yang menyebabkan perubahan pada warna mata. Tapi entah kenapa, aku sembuh dengan sendirinya namun mataku tidak kembali normal."
Ia mengerakan bahunya ke atas, tandanya sudah tidak perduli lagi. "Yah biarlah, yang terpenting aku masih disini bersama orang-orang yang aku sayangi" kata Naruto.
"Dan ngomong-ngomong, panggil aku Naruto saja. Aku tidak suka keformalan." ujarnya.
"Kami mengerti."
Naruto kemudian berbalik badan "Ayo kita lanjut berjalan, Tsubasa-chan mungkin sudah di ruangan perawatan" ajak Naruto. Lalu mereka melanjutkan perjalanan dengan suasana yang cukup ramah tidak seperti sebelumnya.
"Oh iya Sanae-chan. Bisa kau ceritakan semua hal yang di alami Tsubasa-chan di turnamen tahun ini?"
"Ha'i, Naruto-kun"
(Cerita alurnya sama di canon)
.
.
Setelah Sanae menceritakan semuanya yang di bantu oleh Kumi dan Yukari, Naruto mengetahui bahwa adiknya ingin menjuarai turnamen untuk ketiga kalinya.
"Ya ampun, dia sangat keras kepala" Naruto pasrah atas kelakukan adiknya yang bebal.
"Hihihi, bagaimana lagi. Memang dia seperti itu kalau menyangkut bola" Sanae tertawa cekikikan.
Kemudian Naruto bertanya kepada Yayoi tentang Misugi Jun yang dengan senang hati di jawab oleh Yayoi. Ia bercerita kondisi Misugi Jun jauh lebih baik dari sebelumnya, yang dulu hanya bisa bermain selama 10 menit, sekarang sampai 30 menit. Misugi baru bermain saat final prefektur Tokyo melawan Akademi Toho. Sayangnya, mereka kalah 3-2 sebab Misugi telah mencapai batasnya.
"Jadi begitu. Kurasa Misugi telah bermain dengan sangat baik. Meskipun kalah, aku yakin, dia sangat puas dengan kondisinya"
Naruto berkata begitu atas dasar instingnya.
"Nii-san benar. Jun tetap tersenyum waktu itu"
Naruto tiba-tiba mempunyai ide untuk mengerjai Yayoi "Nee Nee .. Yayoi-chan." Celetuknya
"Nani?"
Naruto menutupi mulutnya dengan tangan khas tante-tante "Apa kau berpacaran dengan Misugi? Saat kau bercerita tentangnya, dirimu sangat bersemangat. Apalagi saat aku baru datang, aku secara tidak sengaja melihat kalian berpegangan tangan. Wah... Romantisnya..." kata Naruto yang kelewat OOC.
Sweatdrop muncul di kepala Kumi dan Yukari. Mereka tidak menyangka, remaja laki-laki ini memiliki sifat yang seperti itu. Sangat bertolak belakang dengan wajahnya yang tampan. Jangan menilai buku dari sampulnya benar adanya, pikir mereka berdua.
Rona merah muncul di pipi Yayoi saat Naruto menggoda dirinya.
"Itu benar" kata Yayoi malu-malu. Namun saat melihat seringai dari Naruto di sela-sela tangannya, ia baru sadar kalau sedang di jahili "Mou... Nii-san sedang mengerjai ku kan? Nii-san no baka!" kesal Yayoi sambil menggembungkan pipinya membuat ia terlihat imut.
"Hahaha" Naruto tertawa pelan saat misinya sukses. Menjahili sesorang merupakan salah satu sifatnya.
Gadis-gadis lainnya juga ikut tertawa kecil terutama Sanae. Ia pernah merasakannya saat Naruto pindah sekolah ke Nankatsu sebelum mereka berpisah. Bahkan, saat mereka melakukan komunikasi jarak jauh, tidak jarang sang kekasih mengirim video-video kejahilannya di Inggris membuat Sanae geleng-geleng kepala.
Tidak terasa mereka telah sampai ke tujuan. Didepan mereka tertulis 'Ruang Perawatan' di pintunya. Kemudian Sanae mengetuk pintunya.
Tok
Tok
Tok
"Siapa?"
Karena ada suara di balik pintu, Sanae menjawab "Dokter, ini aku, Sanae"
"Masuklah."
Sanae membuka pintunya. Terlihat seorang pria tua dengan pakaian putih khas dokter sedang memeriksa seorang remaja bertubuh ramping dengan seragam bola berwarna putih yang pingsan di atas tempat tidur.
"Tsubasa-senpai!"
"Tsubasa-kun!"
"Tsubasa-chan!"
Sanae, Yayoi, Kumi dan Yukari bergegas menghampiri Tsubasa meninggalkan Naruto di bibir pintu. Dokter itu kaget karena Sanae membawa teman-temannya.
"Sanae-san. Kenapa kau membawa teman-temanmu?" tanya dokter bingung. Padahal kalau Sanae membawa orang lain, ia tidak bisa merawat Tsubasa. Terkecuali Yayoi, gadis yang berbaju merah ini. Karena Sanae sendiri yang membawanya dan menceritakannya.
"Tidak apa-apa Dokter, lagipula Nii-sannya Tsubasa-chan sudah datang" ucap Sanae membuat Kumi dan Yukari bingung.
"Nii-sannya Tsubasa-senpai?/ kun?"
"Itu aku." Naruto yang di bibir pintu tiba-tiba menyahut.
"E-eh!? / A-apa!?"
Naruto berjalan mendekati tempat tidur Tsubasa dengan pandangan khawatir. Ia kemudian menatap sang dokter dan bertanya "Dokter, bagaimana keadaan dari Imouto ku?"
Kali ini Kumi dan Yukari tidak bisa untuk tidak terkejut. "Na-Naruto-kun adalah kakak dari Tsubasa-senpai!?" ujar Kumi kaget. Pantas saja wajah Naruto sangat mirip dengan Tsubasa-senpai, ternyata dia adalah Kakaknya. Entah sadar atau tidak, Kumi menambahkan suffix -kun saat menyebut nama Naruto.
Naruto tidak menjawab pertanyaan dari Kumi. Ia tetap menatap sang dokter meminta jawaban. Dokter yang di tatap kemudian menoleh ke arah Sanae dan di balas anggukkan.
"Cedera Tsubasa-san semakin parah. Kalau Tsubasa-san tetap bermain, takutnya terjadi hal yang tidak diinginkan" Dokter itu menjelaskan.
"Souka."
Yukari yang dari tadi diam tiba-tiba menyela "Tunggu sebentar!". Semua orang menengok sang pelaku. Yukari kemudian menatap Naruto "Apa benar anda adalah Nii-san dari Tsubasa-kun?" tanya Yukari
"Ya, itu memang benar. Kalau tidak percaya, tanyalah pada Sanae-chan nanti"
Yukari dengan cepat melihat Sanae "Kau harus menjelaskannya, Sanae" tuntutnya.
Sanae menghela nafas "Baiklah, tapi tidak sekarang"
Yukari mengangguk. Lalu sekarang gantian Kumi yang bertanya "Kenapa Naruto-kun memanggil Tsubasa-senpai dengan sebutan Imouto? Tsubasa-senpai kan laki-laki." Ia sangat penasaran tentang ini.
Naruto yang di tanya begitu hanya memberikan senyumannya membuat Kumi merona. Lantas, Naruto mendekati Tsubasa dan duduk di sampingnya. Setelah itu, dengan perlahan Naruto mengangkat setengah badan Tsubasa sambil Naruto bergeser ke belakang Tsubasa dan menyenderkan tubuh adiknya di dadanya. Lalu, remaja ini meraba bagian belakang kepala adiknya.
"Ah, ini dia" katanya. Lalu ia seolah melepaskan sesuatu dari kepala Tsubasa. Dan ternyata itu adalah sebuah rambut palsu di tangan kanannya
"Kalian tahu, Tsubasa-chan adalah seorang Gadis lho..."
Waktu seolah berhenti. Rasa terkejut dan tidak percaya menjadi satu di dalam hati Yukari dan Kumi saat melihat Tsubasa di pelukan Naruto. Tanpa sadar, Kumi bergerak mundur dua langkah.
"Tsubasa-senpai...Kau!?" Jadi selama ini, ia menyukai seorang perempuan!?
Di pelukan Naruto, terlihat Tsubasa memiliki rambut hitam panjang sepunggung bagian atas, lalu beberapa helai rambut panjangnya yang di depan telinga kiri dan kanan sehingga wajah Tsubasa terlihat cantik dan manis.
.
.
Note:
Penampilan rambut Tsubasa sama seperti Mitsuki Nase dari Kyoukai No Kanata.
Lalu tinggi badan Tsubasa hanya sedagu dari Naruto.
Jadi anggap saja tinggi Tsubasa setara dengan Sanae, Yayoi.
.
.
Uwah... Akhirnya selesai juga.
Terima kasih yang telah menunggu fic ini up. Jujur saja, aku sangat senang kalau ada yang suka ini.
Kritik dan saran saya menantikan di kolom review.
Aku sangat menghargainya.
See you next time
