PENEMUAN YANG SUKAR


Naruto berlutut di sepetak rerumputan yang terinjak-injak dan mengamati jejak-jejak itu dengan mata terlatih. Jejak-jejak itu memberitahu dirinya bahwa seekor rusa melewati padang rumput ini sekitar setengah jam lalu.

Ia kemudian berdiri sembari menatap lurus ke arah hutan di depannya. Busur yang ia pegang di tangan kiri, disampirkannya ke belakang pinggang. Setelah itu, Naruto menarik nafas dan menghembuskannya beberapa kali sembari menutup mata.

Langit bersih namun gelap, angin sepoi-sepoi berembus di udara. Awan keperakan melayang di atas pegunungan yang membelakangi tempat Naruto berada, tepi-tepinya kemilau akibat cahaya bulan yang bertengger di sela dua puncak.

Naruto membuka matanya kembali, dengan sorot pandangan yang lebih fokus. Ia menggerakkan kedua kakinya untuk berlari dengan tiba-tiba, mengikuti jejak-jejak yang ia amati barusan.

Ketika langkah-langkah cepatnya telah membawanya ke hadapan hutan, Naruto mengencangkan otot-otot paha serta betisnya. Paru-parunya memompa oksigen yang ia ambil untuk menjadikannya kekuatan. Kemudian, Naruto melompat tinggi.

Ia mendarat di salah satu dahan pohon yang tinggi, dan mengikuti instingnya untuk mencari rusa itu tanpa melihat jejak-jejaknya lagi.

Ketika Naruto memasuki area hutan, cuaca menjadi gelap disertai kabut suram yang merayap menutupi permukaan tanah. Di ujung senja yang matahari hampir kehilangan sinarnya, hutan menjadi kelam pembuka saat hampir malam begini.

Namun, meski cuaca yang gelap sehingga menyulitkan manusia biasa untuk meihat tanpa bantuan cahaya yang cukup itu, Naruto masih dapat melihat dengan jelas. Matanya yang berwarna biru kusam membelalak fokus memperhatikan letak dahan-dahan yang ingin ia tapaki.

Hidungnya mengendus-endus untuk mendeteksi bau yang memiliki potensi bahaya maupun tidak. Saat indra penciumannya menghirup bau yang familiar, ia menghentikan lompat-lompatannya di salah satu dahan pohon yang jaraknya cukup tinggi dari permukaan tanah.

Naruto berlutut dan menundukkan pandangannya ke arah bawah. Ia mendapati seekor rusa yang dicarinya tampak berdiri diam, tak jauh di bawahnya.

Rusa itu menujukkan gelegat gusar, celingak-celinguk ke sekitarannya. Naruto terpesona mengetahui rusa itu berhasil menempuh jarak sejauh ini sendirian tanpa tertangkap serigala atau beruang. Matanya menajam minat, dan bibirnya menarik senyum tipis.

Naruto mengambil busur yang tersemat di belakang pinggangnya, kemudian mencabut dua anak panah dan memasang satu, menaruh satunya lagi pada mulutnya.

Penerangan yang minim tak menjadi masalah untuk Naruto, tampak ia percaya diri dengan penglihatan dan kemampuannya. Kedua matanya menajam fokus, dan ia mulai menarik buntut anak panah yang telah bersanding dengan busurnya itu.

Setelah dirasa pas, Naruto melepaskan anak panah itu dan dengan sigap langsung mengambil satu lagi anak panah yang ia gigit serta memasangkannya. Tanpa bernafas, Naruto kembali melontarkan anak panahnya dengan kekuatan yang lebih.

Rusa itu yang awalnya diam, tersentak ketika ada anak panah yang menancap di pinggangnya, dan langsung kalap saat itu. Belum sempat rusa itu bergerak lari, satu anak panah lagi menembus tepat di lehernya dengan kuat, membuatnya tersungkur ke permukaan tanah.

Naruto dari atas dahan pohon membesarkan senyumnya ketika melihat dua serangan yang ia lancarkan mengenai sasaran. Ia kemudian melompat dari atas dahan pohon itu, dan berjongkok ketika menapaki permukaan tanah.

Setelah menegakkan dirinya, Naruto berjalan mendekati rusa itu. terlihat rusa yang terbujur di sana mengap-mengap karena anak panah Naruto yang menutup jalur pernapasannya.

Naruto menyimpan kembali busurnya, dan beralih mengambil sebilah pisau berburu dengan gagang tulang yang tergantung di sabuknya dengan tangan kanan. Tanpa basa-basi, ia langsung menggunakannya untuk menikam perut rusa itu.

Rusa itu berjengit ketika perutnya ditikam oleh Naruto. Kedua matanya melotot, dan hidungnya menghembus-hembus keras. Sehingga tak lama, rusa itu tak sadarkan diri dan mati.

Naruto menarik pisaunya dan menyimpan kembali ke sabuknya, serta ia juga memunguti dua anak panah miliknya yang tertancap di tubuh rusa itu.

Setelah menyimpan kedua anak panah itu ke tempatnya, Naruto mengangkat rusanya dan memapahnya ke batang pohon yang berada di sebelah kirinya.

Namun, Naruto tersentak ketika tiba-tiba kaki kirinya menyenggol sesuatu setelah ia menyenderkan rusanya. Naruto pun menoleh ke arah kirinya, dan kontan terbelalak saat melihat seseorang yang tersender kaku di batang pohon tempat ia menyenderkan rusanya.

Kabut sebam yang menyelimuti area sekitarnya ini membuatnya tak menyadari akan keberadaan orang itu. Pandangan Naruto langsung memasat dan kedua tangannya menangkup pipi orang itu.

Kedua mata Naruto melotot,'Seorang gadis?' dan tubuhnya menegang ketika kedua telapak tangannya merasakan suhu yang amat dingin dari gadis itu.

Naruto kemudian menurunkan tangan kanannya, menempelkan punggung tangannya pada tampuk leher sisi kiri gadis itu. Tidak ada denyut tapi Naruto merasakan aliran tipis.

Naruto pun langsung bergerak cepat melepas ransel berbingkai kayu dari punggungnya, membuka dan mengorek-ngorek isinya.

Setelah mendapati apa yang ia cari, Naruto langsung mengambilnya; sebuah botol seukuran genggaman tangan orang dewasa yang terbuat dari batu granit putih.

Naruto membuka penutup botol itu dan memasukkan isinya yang berupa ramuan wärmer ke dalam mulutnya. Ia kemudian menubrukkan bibirnya ke bibir gadis itu, dan meminumkan ramuannya.

Setelah selesai, Naruto menjauhkan wajahnya sembari melepas mantel rajut abu-abunya dan dipasangkan kepada gadis itu.

Naruto kembali menatap gadis itu untuk mengenali wajahnya. Gadis itu terlihat berwajah masih muda dengan rambut pirang panjang tergerai berantakan, dan menggunakan gaun glamor berwarna biru yang lusuh. Di dadanya tersemat sepotong armor perak yang sudah tak utuh.

Naruto berdecak, setelah itu mengambil ranselnya yang terletak di sebelahnya dan mengendongnya pada tubuh bagian depan. Ia mengangkat gadis yang bertubuh mungil itu, dan memanggulnya di belakang punggung.

Ketika menegakkan dirinya, Naruto teringat akan rusa yang tadi ia buru. Sontak dirinya menoleh ke arah rusanya, kemudian berdecih kesal.

"Ah, sial!"

Naruto mengabaikan rusa itu, dan menyesalkan makan malamnya. Ia berlari meninggalkan tempat itu dengan membawa gadis dalam gendongannya, sambil merenungkan apa yang sedang ia alami saat ini.

.