One Hand

Crossovers: NARUTO,. Infinite Stratos
Charakter:Naruto Uzumaki,. Orimura Ichika
Genre: Sc-fi, Mecha, Matrial Arts, School, Romance.
Episode 2: Hari libur di Infinite Stratos

{Guk glug glug!}

"Ah Terimakasih Rin" ucap Naruto sambil tersenyum dan mengusap lembut rambut Fan Rin.

"Em sama sama" ucap Rin dengan wajah sedikit bersemu 'Mah meskipun bukan Ichika, Naruto pun tak masalah, kelihatannya dia lelaki yang baik' batin Rin sambil tersenyum.

"Wah kalian kelihatan cocok sekali" ucap Ichika sambil mendekati Rin dan Naruto.

Saat mendengar ucapan Ichika Naruto hanya tersenyum manis, sedangkan Rin wajahnya memerah tanpa sebab ia bingung kenapa hatinya terasa hangat ketika di bilang cocok dengan Naruto, padahal ia baru saja mengenal Naruto beberapa saat yang lalu.

"Hoy hoy tak aku sangka seorang lelaki seperti dirimu itu bisa berkata demikian, padahal kau jauh lebih parah dariku" ucap Naruto sambil menatap ke arah Ichika.

"Maksudmu?"

"Mau kau kemanakan rasa cinta mereka padamu" ucap Naruto sambil tersenyum ke arah Ichika dan gadis gadis disekitarnya.

"A Apa yang kau katakan Naruto aku tidak mengerti" tambah Ichika, sedangkan para gadis yang tadinya tersipu malu langsung cemberut karena mereka menyadari betapa tidak pekanya Ichika pada perasaan mereka.

Naruto hanya tersenyum mendengarnya ia tidak ingin melanjutkannya dengan kata kata yang semakin membawa pengaruh ke arah tidak baik.

"Sudah lupakan, kau tidak akan mengerti, kalau bukan karena kesadaranmu sendiri" ucap Naruto lalu berdiri dan menatap ke arah Rin sambil tersenyum.

"Oh iya terimakasih handuk dan minumannya Rin, aku harap kita bisa saling mengenal satu sama lain" ucap Naruto sambil tersenyum dan memberikan botol mineral yang ada ditangan kirinya yang sebenarnya itu milik Rin, kepada Rin lagi lalu ia pun mengembalikan handuknya Rin sambil tersenyum.

"Em Sama sama, aku sangat senang bisa membantumu" ucap Rin malu malu, muka nya tiba tiba memerah malu, Naruto yang melihat ekspresi Rin hanya bisa tersenyum, meski tidak begitu mengerti dengan seorang perempuan namun karena ia juga bisa mendeteksi emosi orang lain, maka dari itu ia bisa mengetahui kalau gadis didepannya itu sedang bahagia, meski ia tidak tau bahagia karena apa.

{Brak} tiba tiba pintu terbuka mengagetkan semua orang kecuali Naruto yang sejak awal merasakan kedatangan seseorang dari balik pintu itu.

"Orimura-sensei!" kaget mereka semua kecuali Naruto yang hanya menatap guru barunya dengan padangan santai dan senyuman.

"Ternyata kalian disini, cepat kalian menuju ketempat latihan, atau nilai kalian akan saya masukkan dalam nila nol dan kalian tidak akan naik kelas" ancam Orimura Chifuyu pada saat, semua langsung panik dan keluar, saat Rin ingin pergi Naruto langsung menahan bahu Rin dengan tangan kanannya.

Gadis berambut coklat dengan gaya Twintail dari kelas dua itu langsung menatap ke arah Naruto.

"Ada apa Naruto-san?" tanya Rin pada Naruto, Naruto hanya tersenyum dan mengucapkan sebuah kalimat terimakasih pada Rin.

"Ah tak ada apa apa, aku hanya ingin mengatakan terimakasih karena mau dekat dengan orang cacat sepertiku" ucap Naruto lalu pergi meninggalkan Rin, namun tanpa siapapun sadari Naruto menempelkan sebuah segel Hiraishin di tubuh Rin, berbeda dengan milik ayahnya yang dimana segel atau fuin perpindahan Hiraishinnya berupa tulisan rumit, milik Naruto hanya berupa pola seperti milik Tobirama namun dibuat kecil, sehingga tidak terlalu terlihat, entah apa tujuan Naruto meninggalkan segel Hiraishin giri di tubuh Rin.

Rin tersenyum melihat Naruto, ia tidak menyangka akan ada lelaki yang sangat lembut seperti itu, Naruto jauh lebih perhatian dari pada Ichika, yang cintanya terbagi kemana mana, namun meski demikian Naruto tidak seterkenal Ichika karena hanya punya satu tangan dan bukan pengguna IS pribadi melainkan IS latihan yang di produksi masal bernama Uchigane, Naruto juga tidak bergitu dipandang karena Naruto adalah orang pedalaman dan juga cacat, berbeda dengan Ichika yang merupakan adik dari pilot IS terkenal dan terkuat.

Rin pun pergi menuju kelasnya.

"Fan Rin, kau mau kemana?" tanya Orimura Chifuyu.

"Aku ingin kembali ke kelas" jawab Rin pada Chifuyu.

"Heh, sekarang kelas dua dan satu melakukan latihan bersama jadi cepat ke tempat latihan" ucap Chifuyu lalu pergi meninggalkan Rin yang sedang bingung.

Di tempat Naruto, Ichika, Houki, Laura, Charlotte, dan Cecilia kemudian.

"Anu siapa yang duluan?" tanya Ichika pada para perempuan disana.

"Tentu saja kami yang duluan, karena kami perempuan" ucap Cecilia pada saat itu lalu pergi bersama dengan perempuan lain.

"Haaah, kalau begitu kita tidak punya pilihan selain menunggu" ucap Ichika.

"Em pegang ini" ucap Naruto memberikan sebuah kunai pada Ichika, kunai cabang tiga milik ayahnya.

"Eh untuk apa?" tanya Ichika pada saat itu.

"Sudah pegang saja" ucap Naruto lalu menghilang dalam kilatan kuning, Ichika kaget akan hal itu.

"Na Naruto, dimana dia?" tanya Ichika langsung kebingungan karena Naruto menghilang.

Kembali ke arah Rin

Gadis kelas dua itu berjalan pelan menuju ruang ganti pakaian, ia menghela nafas panjang karena tidak ingat akan hal itu, padahal pemberitahuan kalau kelas dua dan satu akan latihan bersama sudah diumumkan 2 minggu lalu.

{Cling} kilatan kuning muncul di hadapan Rin, membuat gadis itu kaget dan memasang kuda kuda siaga atau bersiap untuk menyerang, namun sikap siaga Rin langsung dihilangkan ketika kilatan kuning itu berubah menjadi sosok remaja berambut pirang gaya jabrik dengan hanya punya satu tangan yaitu tangan kiri, murid baru IS akademy, Uzumaki Naruto namanya.

"Yo, Rin" sapa Naruto sambil tersenyum dan melambaikan tangan kirinya.

"Na Naruto-san, ba ba bagaimana kau ada disini?" tanya Rin.

"Aku tadi melihatmu memasang ekspresi lemas atau gima gitu, makannya aku mendatangimu" ucap Naruto.

"Kamu tidak mau ganti baju?" tanya Rin.

"Sekarang masih giliran perempuan, aku akan mengantarmu ketempat ganti dengan cepat jadi kau tidak perlu terlambat" ucap Naruto pada saat itu.

"Eh"

"Sudahlah, aku sudah tau kalau kelas kita berdua akan berlatih bersama" jawab Naruto, Rin pun tersenyum dan mengangguk, setelah mendapat persetujuan dari Rin, Naruto pun menyentuh bahu Rin dan mereka berdua menghilang dalam kilatan cahaya berwarna kuning dan muncul di hadapan Ichika karena Ichika masih memegang kunai yang Naruto berikan.

"Naruto, Rin darimana saja kalian?" tanya Ichika.

"Sudahlah Ichika, apa para perempuan sudah selesai?" tanya Naruto pada Ichika.

"Belum" jawab Ichika pada Naruto.

"Rin, cepatlah kesana dan ganti pakaianmu, aku dan Ichika akan mengganti pakaian setelah kalian" pinta Naruto pada Rin, Rin yang mendengar ucapan Naruto hanya diam dan akhirnya pergi, menuju loker ganti pakaian.

"Jadi, Naruto tadi kau kemana?" tanya Ichika.

"Menemui Rin" jawab Naruto terus terang.

"Oh, kenapa?"

"Karena kalau tidak aku lakukan dia akan terlambat" jawab Naruto lagi sambil tersenyum ke arah Ichika.

"Kau seperti pacarnya saja" ucap Ichika pada Naruto.

"Itu pujian atau sindiran yang kau berikan padaku Ichika?" tanya Naruto pada saat itu juga.

"Entahlah, itu tergantung pada kau juga menganggapnya sebagai apa" jawab Ichika pada saat itu.

Tak lama kemudian para gadis pun keluar.

"Ichika, Naruto-san, sekarang giliran kalian" ucap Rin sambil tersenyum ke arah kedua lelaki di hadapannya. Naruto dan Ichika ikut tersenyum dan langsung masuk secara bersamaan ke kamar ganti.

Di tempat para perempuan yang menunggi Ichika dan Naruto.

"Rin, bagaimana kau bisa tersenyum seperti itu pada Naruto, bukankah kau menyukai Ichika?" tanya mereka.

"Entahlah, aku tidak yakin, aku merasa, kalau aku terus berjuang untuk mendapatkan Ichika maka hasilnya adalah nol besar" jawab Rin.

"Jadi kau melarikan diri ke Naruto begitu?" tebak Laura.

"Entahlah, aku hanya merasa nyaman dengannya, tapi bukan berarti aku jatuh cinta padanya" ucap Rin lagi sambil menatap ke arah lain, ia tidak mau terus terusan di desak seperti itu.

"Apa kau akan meninggalkan Ichika?" tanya Charlotte pada Rin.

"Entahlah aku tidak tau" jawab Rin dengan wajah murung.

"Rin!" panggil Naruto ketika Naruto sudah keluar bersama Ichika di ruang ganti.

"Naruto-san" sapa balaas Rin pada saat itu.

"Ichika"

"Orimura-kun!" sapa yang lain pada Orimura Ichika.

"Yo Semuanya!" sapa Ichika.

"Em halo semua!" seru Naruto.

"Yo Naruto-kun"

"Naruto-san"

Dan akhirnya mereka semua berjalan menuju tempat latihan dimana Chifuyu sedang menunggu mereka, terlihat Naruto hanya tersenyum ke arah.

"Baiklah kalian sudah datang ayo langsung latihan" ucap Chifuyu.

Sekarang akhirnya mereka semua berlatih, para gadis langsung mengerumbungi Ichika untuk dilatih olehnya, namun karena dibatasi hanya boleh 10 orang untuk di ajari, maka yang lain terpaksa belajar dengan pengguna IS senior lainnya, karena Naruto orang baru tentu ia masih belum mengetahui betul apa itu IS, Naruto ingin bertanya pada salah satu senior namun ia tidak terlalu mengenal mereka, ia ingin bertanya pada Ichika, namun disana sudah banyak yang ngantri, kalau dengan gadis gadis yang dekat dengan Ichika itu sama saja, sama kakaknya Ichika, dia adalah guru yang ada malah canggung.

"Naruto-san kau tidak bergabung dengan seseorang?" tanya Yamada Maya, guru yang mengajar di kelasnya Naruto dan Ichika selain Orimura Chifuyu.

"Maaf Sensei, tapi aku bingung mau belajar dengan siapa" jawab Naruto.

"Kenapa tidak bergabung denganku saja, Naruto-san" ucap Rin sambil tersenyum, ia terlihat sedang membimbing salah seorang murid perempuan menaiki IS.

"Emangnya tak apa Rin, bukannya aku ini murid kelas satu?" tanya Naruto pada Fan Rin.

"Tak masalah, karena kita kan memang sedang latihan bersama" jawab Rin sambil tersenyum, Naruto pun ikut tersenyum lalu berjalan dengan santai ke arah Rin.

"Em okelah" gumam Naruto lalu berjalan ke arah Rin, Rin pun tersnyum ke arah Naruto.

"Kyaaa, Rin-chan mendekati Naruto-san!" teriak para perempuan pada saat itu, sedangkan Naruto langsung Swedrop mendengarnya, kalau Ichika jangan ditanya ia hanya memberikan senyum semangat pada Naruto.

Setelah beberapa menit kemudian.

Akhirnya Naruto sudah sangat jago memainkan IS meski dengan satu tangan, Naruto berhasil, bergerak dengan cepat dan lincah, orang orang yang ada disana hanya bisa tercengang melihat ada orang yang bisa menggerakan IS latihan biasa yang bukan Unit Special dengan kecepatan yang sangat tinggi bahkan sangat lincah dan begitu terkontrol.

"He hebat, bukannya itu cuma IS latihan?" gumaman gumaman kagum para murid wanita terhadap Naruto pun terus keluar.

"Pergerakanmu bagus sekali Naruto-san!" puji Fan Rin pada Uzumaki Naruto.

"Ah Arigato Rin" ucap Naruto.

"Mau mencoba bertarung menggunakan IS Naruto-san?" tawar Rin pada Naruto.

"Tentu saja, tapi siapa yang mau melawanku?" tanya Naruto pada Rin sambil tersenyum manis.

"Hoy hoy, ucapanmu sombong sekali, seolah kau yang terhebat di antara yang terhebat" ucap Rin pada Naruto, Naruto yang mendengar ucapan Rin langsung bingung sendiri, ia kan cuma bertanya, kenapa malah dianggap sombong, itulah kiranya yang dipikirkan Naruto.

"Eh, a aku sama sekali tidak menyombongkan diri, lagi pula tadi aku hanya bertanya, siapa yang mau melawanku, jadi dimana kesombonganku?" tanya Naruto.

"Heh dimana?, kata *Siapa yang mau melawanku* itu sudah cukup untuk membuktikanbahwa kau itu adalah orang yang cukup sombong, karena pernyataan itu berarti kau telah mengatakan kalau kau itu lebih hebat dan siapa yang mau itu artinya kau telah meremehkan orang" jawab Rin sambil menatap Naruto dengan seringainya.

"Eh kalau begitu aku minta maaf dan bisa katakan aku harus mengatakan apa seharusnya?" tanya Naruto.

"Sudahlah, sekarang aku ingin bertanding denganmu, soalnya aku cukup penasaran dengan kemampuan bertarungmu Naruto-san" ucap Rin sambil tersenyum dan ia pun mengaktifkan IS miliknya yang bernama Senglong dengan warna merah dan bagian bahu yang memiliki meriam udara yang tentu saja tidak diketahui oleh Naruto, bukan hanya itu IS pribadi milik Rin memiliki senjata utama yang merupakan sepasang pedang besar yang bisa disatukan.

{Sring} Rin mengambil satu pedang besarnya dan mengarahkannya ke arah Naruto, Naruto yang melihat hal itu hanya diam dan kemudian mengambil kuda kuda bertarung dengan tangan kirinya memegang sebuah pedang.

"Hoooh" gumam Chifuyu melihat kuda kuda Naruto yang begitu kuat namun kuda kuda itu buka kuda kuda bertarung dengan pedang melainkan kuda kuda petarung tangan kosong, Katana jepang melawan pedang besar China.

{Wush} dengan kecepatan ninja yang ia miliki Naruto melesat ke arah Rin dengan berlari menggunakan kaki robot IS latihan yang di aliri chakra, untuk lebih cepat ia menggunakan roket pendorong yang merupakan fitur dari segala jenis IS dan karena di aliri chakra roket pendorong itu mendorong dengan kekuatan dan kecepatan yang meningkat hingga berkali kali lipat lebih kuat dari sebelumnya.

"Haaaaa"

{Trank}

"Cepat!" gumam kaget Rin yang melihat tiba tiba Naruto muncul dihadapannya dan melayangkan sebuah tebasan mematikan yang benar benar tidak disangka sangka akan didapat oleh dirinya {Trererererererk}

"Rin maaf mengejutkanmu" ucap Naruto.

"Heh apa yang kau katakan?, ini pertarungan jadi serangan kejutan itu memang diperlukan, itu tidak buruk" ucap Rin sambil tersenyum ke arah Naruto {Sring} jarak mereka kembali terpisah karena dorongan kuat Rin pada Naruto membuat Naruto sedikit terlempar ke belakang, namun itu tidak berlangsung selamanya Naruto langsung kembali bergerak cepat dan kembali muncul di dekat Rin kali ini dibelakang, lalu melayangkan tebasan diagonal dari bawah kiri ke atas kanan, Rin yang menyadari hal itu dengan cepat melompat untuk menjauhi Naruto.

{Trank!} Energy pertahanan IS Rin langsung berkurang akibat tertebas katana milik IS latihan yang Naruto gerakan, meskipun tidak banyak karena hanya berupa goresan tetap saja itu namanya kena.

"Cih, Haaaaaaaaaaaaa!" teriak Rin kali ini Rin yang Agresif dia yang datang menyerang Naruto lalu menebaskan pedang besarnya secara Horizontal dari kiri kekanan dan kanan kekiri dan ada pula ia menggunakan tebasan diagonal dan dan menusuk, namun Naruto selalu dapat menepisnya dengan menggunakan pedang di tangan kirinya.

{Teng trang teteteteteteteteng trararaarank Dreng!} serangan cepat dan mengerikan itu terus diberikan oleh Rin ke arah Naruto namun Naruto selalu dapat menepisnya. {Trank!}

"Hebat, tidak buruk untuk pemula kelas satu, bahkan kau dua kali lebih baik dari Ichika" puji Rin sambil tersenyum saat ia dan Naruto saling mengadu tenaga dengan senjata jarak dekat mereka, Rin dengan dua tangan dan pedang besarnya, Naruto menggunakan tangan kiri dan katana IS miliknya.

"Untuk itu terimakasih Rin-chan" panggil Naruto yang juga ikut tersenyum.

"Cha chan!" seru Rin kaget wajahnya juga memerah kaget ketika Naruto memanggilnya dengan embel embel chan.

"Ah maaf apa itu tidak boleh?" tanya Naruto.

"I itu bi bisa dibicarakan nanti, tapi untuk sekarang kita dalam pertandingan, aku tidak akan mengalah meskipun kau adalah temanku" ucap Rin memperkuat dorongannya pada pedangnya.

"Heeeeeeh, oke, jika itu maumu aku juga tidak akan mengalah" ucap Naruto lalu juga ikut meningkatkan kekuatan dorongan pada tangan kirinya untuk mengimbangi tenaga Rin.

bersambung