One Hand
Crossovers: NARUTO,. Infinite Stratos
Charakter:[Naruto Uzumaki,.Rin],.Orimura Ichika
Genre: Sc-fi, Mecha, Matrial Arts, School, Romance.
Episode 4:
"Eh?" gumam tanya mereka masing masing melihat Rin berlari melewati Chifuyu sedangkan Chifuyu hanya tersenyum melihatnya.
'Dasar anak muda' batin Chifuyu.
Ichika menatap heran kepergian Rin sedangkan yang lain hanya menganga mendengar ucapan Rin, tumben Rin mau akrab dengan murid baru. Sedangkan Chifuyu hanya senyum senyum sendiri.
"Chifuyu-nee kelihatannya kau seperti sedang mempermainkan Rin" ucap Ichika pada kakaknya.
"Mah aku rasa membuatnya berdebar itu ada baiknya juga" tambah Chifuyu sambil menatap Rin yang sudah keluar dari ruang tamu dan menuju pintu keluar rumah.
Di luar rumah kemudian.
Rin terpaku diluar menatap ada seorang lelaki tampan mengenakan jaket kulit berwarna hitam celana jeans panjang lengan kanan jaketnya terlihat melambai lambai karena tertiup angin, wajah nya yang berwarna tan dengan mata biru tajam menatap ke arahnya di hiasi rambut pirang jabrik, berdiri tepat dihadapannya.
"Na, Na, Naruto" gumam Rin kaget akan kehadiran seseorang yang ia cari ada dihadapannya, jantungnya berdegup kencang wajahnya memerah.
"Ah, Rin Ohayou" sapa Naruto sambil mengeluarkan senyum lima jarinya.
"Naruto apa benar ini adalah kau?" tanya Rin sambil menatap ke arah Naruto dengan tajam dan mengelilinginya lalu memegang lengan baju kanannya yang melambai lambai karena ditiup angin dan tak ada tangan kanan yang mengisinya.
Naruto pun tersenyum canggung melihat kelakuan Rin yang memeriksa dirinya.
"Ri Rin ini benaran aku loh kok kamu tidak percaya" ungkap Naruto sambil Swedrop di tempat.
Rin yang mendengar ucapan Naruto langsung menatap ke arah Naruko lalu tersenyum dan menjawab sambil tertawa aneh.
"E eto tadi Orimura-sensei bilang kamu tidak ikut jadi itu sebabnya aku kira ini bukan kamu" jawab Rin gugup ia bingung kenapa bisa begitu. Naruto tersenyum mendengarnya dan langsung mengelus pelan kepala Rin menggunakan tangan kirinya, lalu Naruto pun mulai bicara sambil menatap ke arah Rin.
"Rin-chan aku dibawa kemari oleh Orimura-sensei bukan untuk liburan melainkan untuk menjalani pemeriksaan oleh Orimura-sensei, jadi mungkin karena itu ia bilang aku tidak ikut karena yang kau tanyakan apakah aku ikut liburan bukan" ucap Naruto sambil tersenyum dan sedikit mencubit pipi kiri Rin, Rin pun langsung menangkap lengan Naruto dan menariknya masuk.
"Pokoknya kau harus ikut liburan bersama kami!" seru Rin sambil menarik Naruto ke dalam rumah keluarga Orimura, Naruto hanya diam dan menurut saja lagi pula tidak ada salahnya berlibur dengan teman temannya yang satu sekolah dengannya.
"Orimura-sensei!" seru kaget Naruto melihat gurunya menatap ke arahnya dengan senyum, ia menjadi sangat tegang.
"Tak apa Naruto kau boleh ikut bersenang senang, karena aku percaya pada mereka, jadi sekarang kau, aku tinggal dulu" ucap Orimura lalu pergi meninggalkan Naruto dan yang lain dari rumah itu.
"Sebenarnya apa yang kau katakan pada Orimura-sensei hingga ia mau mengijinkanku bermain bersama kalian?" tanya Naruto pada mereka yang ada di rumah.
"Kami tidak mengatakan apa apa, mungkin kau hanya perlu bertanya pada gadis yang selalu menempel denganmu" jawab Cecilia dengan angkuhnya, Naruto hanya diam dan menatap ke arah Rin karena ia cukup paham maksud gadis inggris itu.
"Anu aku hanya bilang percayakan saja dia dengan kami, aku yakin ia akan baik baik saja, em hanya itu" jawab Rin sambil menatap ke arah lain karena tak berani menatap Naruto, 'Si sial ada apa denganku kenapa jantungku jadi berdebar ketika ia menatapku' batin Rin pada saat ia memalingkan pandangan dari Naruto.
"Kau memang gadis baik, aku jadi suka padamu" ucap Naruto dengan semangat, sontak wajah Rin langsung memerah dan mengeluarkan asap ia tidak menyangka Naruto akan secara terang terangan mengungkapkan perasaannya.
"Su su su su suka!" ucap gugup dan kaget Rin dan gadis gadis lain berserta Ichika mendengar penuturan kata Naruto, bahkan Rin langsung menatap wajah santai Naruto yang sedang nyengir dengan wajah yang memerah hebat.
"Em, aku benar benar menyukaimu, karena kau benar benar baik padaku, sebagai teman aku harap kau bisa mendapat lelaki yang bisa mencintaimu apa adanya!" jawab dan seru Naruto pada saat itu, orang orang disana pada kaget, Rin yang hatinya berdegup bahagaia jadi diam dan menatap heran Naruto, begitu juga gadis gadis lain.
"Heh, teman, suka, suka, teman, jadi kau hanya" gumam pelan Rin.
"Eh ada yang salah, mah aku memang menyukaimu tapi aku tidak bilang mencintaimu, atau lebih tepatnya aku belum bilang karena aku masih ragu" ucap Naruto, ia mulai peka akan ke adaan, salahkan kejeniusan ayahnya dan juga Hokage kedua berserta hokage ke 3 yang menyatu di kepalanya, hingga membuatnya cukup peka terhadap ke adaan hanya dari perkataan yang ia dengar.
"Oh jadi begitu" gumam kecewa Rin.
"Ne Naruto-san, apa kau pernah jatuh cinta kalau ia siapa?" tanya mereka.
"Kalau kalian tanya dengan kata pernah itu memang benar, tapi cinta itu adalah cinta tak berbalas" jawab Naruto sambil tersenyum tipis lalu menatap ke arah lain.
"Tak berbalas, maksudnya?" tanya Ichika.
"Em aku mencintai gadis itu yang merupakan teman satu teamku, tapi ia mencintai lelaki lain yang juga anggota teamku, nama gadis itu Sakura, aku telah berusaha melakukan banyak hal untuknya untuk mendapatkan cintanya, namun sayang aku sama sekali tidak dipandang, aku di anggap sebagai teman yang bodoh, lelaki yang tidak peka dan banyak lagi, akhirnya aku hanya bisa melihat ia bahagia dengan orang lain, sementara aku hanya bisa diam membisu" gumam Naruto sambil menatap wajah teman teman barunya, Ichika dan yang lain nampak kaget dan tidak menyangka terutama Rin, Rin lah yang paling kaget mendengar cerita cinta Naruto yang hanya cinta tak berbalas itu benar benar menyedihkan.
"Na naruto, apa benar hal itu terjadi padamu?" tanya Rin.
"Yah tapi itu sudah lama, aku sudah tidak terlalu memikirkannya lagi, lagi pula aku rasa kehidupanku disini jauh lebih menyenangkan daripada disana" jawab Naruto.
"Kalau boleh tau siapa nama gadis yang kau cintai?" tanya Ichika pada Naruto, semua yang ada disana langsung penasaran terutama Rin, Naruto dengan santainya tersenyum manis dihadapan mereka.
"Namanya Sakura, lebih lengkapnya Haruno Sakura, dia gadis cantik berambut pink, dia juga sangat baik dan juga pintar, ia adalah seorang ninja medis dalam teamku" jawab Naruto jujur ia tidak menutup nutupinya, Naruto memang sangat mengagumi Sakura dari dulu sehingga ia hanya tau kebaikannya saja, dan melupakan keburukannya.
"Benar benar gadis baik, tapi kenapa dia menolakmu, apa ada sesuatu dari dirimu yang tidak ia sukai?" tanya Rin pada Naruto, yang lain ikut penasaran akan jawaban Naruto dan menatap lekat Naruto.
"Karena aku tidak ahli dalam masalah perasaan wanita jadi aku tidak tau pasti jawabannya apa, tapi kalau sekedar menebak nebak maka jawabannya adalah mungkin karena aku adalah orang terbodoh di tempatku ahahahahahahaha" jawab Naruto sambil tertawa garing dan semua orang yang mendengar jawaban Naruto langsung secara serentak swedrop.
{Gubrak} Ichika dan para gadis IS yang bersekolah di IS dan berada di rumah Ichika secara serentak tepar mendengar jawaban Naruto yang di sertai tawa garing, membuat suasana menjadi menjadi aneh saja kerjaannya.
"Mah bagaimana kalau kita lanjutkan saja permainan kita yang tadi tertunda" ucap Ichika lalu semua pun duduk sofa lalu melihat kemeja yang dilengkapi mainan lilin yang bisa dibentuk menjadi apa saja.
"Apa yang akan kita lakukan dengan benda seperti tanah liat ini?" tanya Naruto mengambil salah satu platisin yang ada di meja dan yang ia ambil memiliki warna merah.
"Naruto itu namanya Platisin apa kamu belum pernah memainkannya?" tanya Ichika.
"Seumur umur aku tidak pernah melihat hal semacam ini sekalipun tak pernah, jadi aku tidak tau cara mainnya" jawab Naruto.
"Anu itu mudah, kau hanya perlu membentuknya menjadi apapun yang kau inginkan lalu diletakan di tengah untuk ditebak benda apa yang kau buat" jawab Rin menjelaskan aturan permainannya, Naruto hanya mengangguk mendengarnya.
"Baiklah sekarang giliran Char-san" ucap Ichika.
Charllote pun meletakan hasil karya miliknya dengan hewan berkaki empat dan seperti memiliki ekor yang lebat.
"Apakah itu hewan?" tanya Ichika.
"Yah"
"Pelihataran rumah atau peliharaan kandang?" kali ini Naruto yang bertanya.
"Kebanyakannya adalah rumah, namun juga tidak jarang orang memeliharanya di kandang" jawab Charlotte.
"Aku tau!" seru Houki, semua orang kembali menatap Houki.
"Apa itu?" tanya mereka.
"Kucing!" serunya.
"Hampir benar tapi salah" jawab Charlotte menyalahkan jawaban dari Houki.
"Aku tau itu adalah anjing" jawab Laura dengan nada santai.
"Tepat sekali, ba bagaimana kau bisa tau?" tanya Charlotte.
"Semua orang juga tau, kalau dari bentuknya yang kau gambarkan itu, jika bukan kucing pasti anjing" jawab Laura, {doooong} kata kata laura begitu terasa di hati Charlotte, ia menganggap kalau Laura mengatainya sebagai orang yang tidak pandai membuat tebak tebakan berkualitas.
Naruto hanya tersenyum melihat keceriaan para gadis dan juga Ichika yang memainkan tebak tebakan, Naruto pun mulai mengambil beberapa platisin dan mulai membentuknya menjadi sesuatu, para gadis disana termasuk Ichika melihat Naruto membentuk platisin dengan hati hati dan penuh kesabaran, karena hanya menggunakan lengan kiri makananya Naruto mengerjakannya jauh lebih lambat dibandingkan yang lain, saat sudah selesai Naruto pun meletakan ciptaannya di atas meja, semua orang terkejut karena jerih payah Naruto menghasilkan sebuah karya yang sangat bagus, yah Naruto meletakan 7 patung lilin kecil dengan bentuk yang mirip sekali dengan mereka semua termasuk Naruto sendiri, bahkan memiliki warna yang tepat, atau Naruto tidak menciptakan sebuah karya dengan satu warna lilin saja melainkan mengkombinasikan banyak warna lilin, sehingga warnanya sama dengan mereka.
"Na Naruto, apa kau mantan seorang seniman?" tanya mereka yang melihat karya Naruto.
Naruto hanya tersenyum mendengarnya dan mengatakan.
"Entahlah, karena ini adalah pertama kalinya aku mencoba" jawab Naruto sambil tersenyum.
"Pe Pertama kali, ya yang benar saja?" ucap mereka tak percaya akan hal tersebut.
"A, Ada apa? Kenapa kalian menatapku begitu?" tanya Naruto pada mereka.
"Kau tidak berbohong kan Naruto, ini seperti pekerjaan seorang profesional kau tau, apalagi kau menciptakannya hanya dengan tangan kiri, kau seperti seorang legenda dari seniman lilin" ucap Rin memuji Naruto dan sekaligus pertanda ia tidak percaya kalau Naruto memang pertama kali melakukan hal itu.
"Ini memang pertama kalinya loh" ucap Naruto lagi "Aku juga baru kenal benda ini, sebelumnya aku hanya menggunakan tanah liat untuk menciptakan beberapa karya seni, mesikipun aku tidak pernah memperlihatkannya pada orang orang, lalu setelah masa kecilku berakhir aku tidak pernah lagi melakukannya sampai saat ini" jawab Naruto sambil tersenyum, Rin yang melihat Naruto tersenyum jadi ikut tersenyum, sedangkan yang lain merasa aneh ketika melihat Fang Rinyin terus berusaha dekat dengan Naruto setelah tak bisa mendekati Ichika.
"Tapi kau tetap bisa dibilang hebat, karena meski tidak pernah melakukannya lagi setelah mengerjakannya kemampuanmu masih sebagus ini meski kehilangan satu tangan" puji Rin lagi.
"Em apa yang Rin katakan itu ada benarnya juga" ucap Ichika ikut memuji Naruto.
"Hm hal itu juga benar, Naruto aku rasa kau tak perlu minder dengan bakatmu, kau hebat sekali" puji Houki membenarkan ucapan Ichika.
"Untuk itu terimakasih" ucap Naruto.
"Kurasa sudah saatnya untuk menyiapkan makan malam. Aku akan pergi belanja" ucap Ichika sambil berdiri.
"Kalau begitu aku akan membuatkan sesuatu!" seru Rin dengan semangat dan mengangkat tangan kanannya ke atas.
"Aku juga!" ucap Houki lalu berdiri dengan semangat disamping Rin.
"Aku juga akan membantu" tambah Charlotte sambil berdiri secara perlahan.
"Tentu saja, aku juga membantu" tambah Laura dengan nada prajurit atau tegas.
"Meski tidak banyak yang bisa aku lakukan aku harap aku bisa sedikit membantu" tambah Naruto lalu berdiri dengan perlahan.
"Tidak ada pilihan lain. Baiklah, aku..."
"Kau diam aja!" perintah semua yang ada diruangan itu tidak setuju saat Cecilia ingin membantu, kecuali Naruto yang hanya diam karena tidak tau kenapa mereka melarang Cecilia.
"Oh?" gumam bingung Cecilia pada saat itu.
Di super market kemudian.
Terlihat mereka bertujuh berada di pusat perbelanjaan bahan makanan, sedang memilih bahan apa saja yang harus di beli untuk dibuatkan bahan makanan.
"Aku jadi ingat waktu aku belanja bersama dengan ibuku" gumam Charlotte sambil tersenyum manis.
"Di Kemiliteran, kami memasak bergantian. Aku akan menunjukan kemampuanku!" seru gadis berambut abu abu dengan kanan yang berwarna merah dan mata kiri yang tertutup oleh penutup mata dialah Laura ia mengatakan hal itu sambil mengambil buah kentang.
Adegan berikutnya adalah terlihat ada tiga orang dimana satu remaja lelaki dan dua remaja perempuan sedang berjalan beriringan dialah, Naruto, Rin dan Cecilia, di sepanjang jalan Cecilia terus saja mengeluh.
"Kenapa aku tidak boleh memasak?" tanya keluh gadis keturunan ingris itu, Naruto hanya diam ia tidak bisa menjawab pertanyaan itu karena ia memang tidak tau alasan teman teman barunya melarang Cecilia memasak. "Aku juga ingin menunjukkan kemampuan orang inggris" tambah Cecilia lagi sambil menatap barang belanjaan yang ada.
"Mungkin karena mereka tidak ingin merepotkanmu" jawab Naruto pada Cecilia sambil mengambil beberapa bumbu makanan.
"Aku sama sekali tidak merasa di repotkan" bantah Cecilia dan Naruto hanya angkat tangan.
"Naruto, apa kau pernah memasak sebelumnya?" kali ini Rin yang bertanya.
"Hm kalau dipikir pikir aku tidak pernah memasak yang aku makan hanyalah Ramen setiap harinya, ah tunggu aku ingat, aku pernah memasak sebelumnya, yah waktu menyelamatkan Ayame dari tawanan seorang juru masak, ia menantang kami untuk bertanding masak, pada saat itu Toekechi mengajarkanku memasak ramen untuk menyelamatkan putrinya, yah sungguh dramatis, aku dan teamku berhasil menciptakan ramen dengan rasa yang lumaian dan Ayame pun di bebaskan setelahnya" ucap Naruto sambil tersenyum.
Cecilia kaget melihat ekspresi Rin seperti orang yang cemburu pada saat kekasihnya menceritakan tentang wanita lain di depannya.
"Ri rin ada apa denganmu?" tanya Cecillia.
"Hem, Anu Naruto, apa gadis yang bernama Ayame itu cantik?" tanya Rin dengan nada berat, dan sekarang ketidak pekaan Naruto pun muncul dengan bodohnya ia menjawab.
"Yah dia cantik bahkan sangat cantik, kalau saja aku dan dia se umuran mungkin aku akan melamarnya ahahahahahahaha!" jawab Naruto di akhiri tawa garing dan aura mengerikan dari tubuh Rin pun tak dapat di tampung lagi aura gelapnya menguar dan hal itu membuat Cecilia ketakutan.
"Jika aku dan dia seumuran denganmu, yang mana yang kamu pilih menjadi kekasihmu?" tanya Rin pada Naruto tentu saja dengan nada dingin.
Naruto yang mendapat pertanyaan tersebut langsung sedikit kaget lalu sedikit berpikir dan kembali bertanya.
"Kenapa kau bertanya seperti itu Rin?" tanya Naruto pada Rin.
"Karena, eee anu, ini hanya se andainya seandainya, jadi kamu pilih yang mana?!" tanya Rin lagi sedikit membentak.
Naruto yang sedikit terdesak akhirnya kembali menggunakan otaknya untuk berpikir dan menjawab dengan tenang.
"Aku memilihmu, yah memilihmu, meskipun aku baru bertemu denganmu namun makanan yang kita sukai itu sama, kau juga sama aktifnya denganku jadi mungkin jika kita atau aku ada masalah aku bisa meminta bantuanmu untuk menyelesaikan masalah itu dan begitu juga sebaliknya, aku merasa sangat cocok bersamamu, bahkan saat kita baru bertemu dan sedikit mengenal dan hubungan kita baru sampai pertemanan saja sudah membuatku bahagia, apalagi kalau kau menjadi kekasihku, namun sayangnya, aku rasa kamu sudah memiliki orang yang kau sukai jadi aku merasa kalau aku tidak mungkin bisa bersama denganmu" jawab Naruto panjang lebar.
Tak disangka Rin langsung tersenyum malu malu mendengar jawaban Naruto dan hal itu benar benar membuat Cecillia kaget bukan kepalang sampai sampai ia tidak ingat untuk protes soal ia tidak di ikutkan dalam hal memasak, namun dalam beberapa saat kemudian Cecilia teringat akan hal yang harusnya ia lakukan dan akhirnya.
Dan akhirnya Cecillia pun mengamuk untuk ikut memasak di rumah Ichika, Rin dan Naruto berserta Charlotte Donoua ikut menghalangi atau menahan si Cecilia untuk melakukan niatnya entah apa yang terjadi tidak ada yang tau, Ichika yang melihat kejadian itu malah jadi pusing dan menghentikan mereka.
Ke sebuah bar kemudian.
Di dalam bar itu terdapat dua orang wanita dewasa satu berambut hitam dan yang satu berambut hijau, mereka adalah guru dari sekolah IS akademy, yang satu bernama Orimura Chifuyu dan yang satu bernama entahlah aku lupa mereka seperti membicarakan sesuatu yang cukup serius namun sebenarnya hal itu hanya masalah keluarga saja.
"Ne apa kau tak masalah meninggalkan Ichika dengan lima orang wanita di rumah?" tanya wanita berambut hijau berkacamata ia merupakan seorang guru yang mengajar di kelas yang sama dengan orang yang disampingnya namanya Yamada Maya.
"Kurasa itu bukanlah masalah karena aku yakin mereka tidak akan melakukan sesuatu yang terlarang apa lagi Naruto ada disana mengawasi mereka" jawab perempuan berambut hitam yang kita tau namanya adalah Orimura Chifuyu.
"Mah kalau kau bilang begitu itu artinya tidak masalahkan" gumam Maya lalu akhirnya mereka berdua pun menikmati hari libur mereka dengan minum minum.
Kembali ke rumah keluarga Ichika sekarang bagian dapurnya.
Sekarang adegan berganti dan terlihat Rin sedang berusaha mengupas kentang berasama dengan Laura dan terdengarlah Rin mengeluh soal kentangnya yang terlalu keras hingga sangat sulit untuk dikupas.
"Aduh, kentang ini susah sekali dikupas. Kamu salah pilih kentang" ucap kesal Rin pada Laura.
"Dasar asal menuduh. Tidak ada yang bisa memilih kentang yang lebih baik saat aku di Jerman" jawab Laura dengan sedikit nada kesal sambil menatap ke arah Rin lalu dilanjutkan dengan menatap ke arah kentang yang ada ditangannya lalu membelah dua kentang tersebut dengan pisau berkelas tinggi yang biasanya digunakan oleh tentara untuk berperang dalam sebuah Game {Tek!}.
Sekarang Scane berpindah ke arah Ichika dan di belakang Ichika ada Houki yang sedang membersihkan beberapa sayuran.
"Houki, di supermarket apa yang ingin kau katakan?" tanya Ichika pada Houki ia sedikit penasaran tentang apa kelajutan dari apa yang ingin dikatakan Houki karena semuanya terpotong karena ia harus menenangkan Cecilia yang hampir saja mengamuk di Supermarket.
"Tidak bukan apa-apa" jawab singkat Houki sambil fokus pada apa yang ia kerjakan "Selain itu, apa kau yakin meninggalkan dia seperti itu?" tanya Houki sambil menatap ke arah kiri, Ichika pun ikut menatap ke arah yang dipandang oleh Houki.
"Eh?"
Dan terlihatlah sebuah panci terisi kuah yang berwarna sangat merah dan merahnya begitu pekat, dan yang bertanggung jawab atas warna itu adalah Cecilia, ia terlihat begitu asik memasukan sambal entah itu tomat atau cabai, saos itu terus dimasukan kedalamnya, kuah mendidih itu dimasukan sambal dan saos yang entah berapa takarannya.
"Lebih merah lagi" ucap Cecilia sambil memeras habis botol Saos yang ada ditangannya lalu dilanjutkan dengan mengguncang dua botol sambal kedalam panci itu.
Ichika yang melihat hal itu tak bisa berkomentar apa apa, ia hanya memasang tampang swedrop dengan aura suram dibelakangnya.
"Heeeeeh. Sepertinya sudah terlambat untuk menghentikannya" ucap Ichika ia terlihat tak mampu berbuat apa apa untuk menghentikan gadis inggris itu untuk memasak di rumahnya.
"C-Cecilia, kupikir kamu tidak perlu membantu kita memasak..." ucap Charlotte memberitahukan Cecilia secara halus kalau Cecilia itu tidak perlu ikut memasak.
"Aku tidak bisa membiarkan diriku menganggur sedangkan semuanya bekerja" sanggah Cecilia, lalu setelah itu ia menatap ke arah Charlotte dan menambahkan kata kata "Jangan khawatir. Masakanku pada akhirnya pasti akan menjadi enak" tambah Cecilia dengan percaya diri.
'Memasak itu bukan suatu perlombaan' batin Charlotte.
Sekarang kita ke arah Naruto Uzumaki, sekarang Naruto sedang, mencoba masakan baru yaitu martabak daging, ia mendapatkan resepnya dari buku yang ia beli dari supermarket, karena malas menggunakan mixer Naruto pun menggunakan ninjutsu miliknya untuk mengaduk adonan, hal ini pernah ia lakukan sewaktu perlombaan memasak dengan koki ninja untuk menyelamatkan Ayame, yah jurus apa lagi kalau bukan Rasenggan.
Hal tersebut secara tidak sengaja dilihat oleh semua teman temannya kecuali Cecilia yang sedang asik dengan urusannya, Naruto mengeluarkan bola chakra berukuran kecil yang berputar ke segala arah lalu mengarahkannya ke adonan dan dengan cepat adonan itu teraduk rata, setelah sudah cukup lama mengaduk adonan Naruto melakukan langkah berikutnya yaitu memasukan bumbu bumbu sayuran dan dagingnya, semua tahap dilakukan secara hati hati, karena menggunakan tangan kiri, Naruto harus membersihkan lengannya terlebih dahulu, untuk memastikan makanannya tidak terkontaminasi bakteri.
Mereka semua tercengang melihat Naruto begitu serius dengan masakannya hingga lupa sekitar, bahkan untuk mempercepat pekerjaan Naruto juga menggunakan kagebunshin. Singkat cerita Naruto pun langsung menggoreng adonan ke wajan yang ada tentu saja setelah diberikan minyak goreng setelah memasukan adonan, Naruto pun dengan cepat memasukan beberapa sayuran ke adonan yang sedang digoreng dengan tambahan daging yang tadi ia siapkan atau sudah ia cincang abis menggunakan pisau dapur yang ia pertajam menggunakan chakra angin, lalu setelah itu ia menutup daging yang berada di atas adonan yang ia masak dengan adonan yang ada diwadanya, sekarang ia bukannya membuat martabak malah membuat kue rasa daging, ya sama aja yah.
Setelah itu Naruto pun mencoba untuk membalik adonannya dengan menggunakan Spatula yang ia pegang di tangan kirinya, itu jelas yah karena Narutonya enggak punya tangan kanan, Naruto pun berhasil memasak masakan pertamanya, dan ia meletakan masakannya di piringnya dan akhirnya ia pun selesai, lalu menatap ke arah Rin sambil tersenyum, Rin yang melihat senyum Naruto langsung mengalihkan pandangannya dan memasang ekspresi malu malu, semua orang kembali kaget akan reaksi Rin pada Naruto, kecuali Cecilia yang masih sibuk dan {Duaaar} panci yang digunakan Cecilia pun meledak.
bersambung
Aku harap kalian menyukai kelanjutan ceritanya
