One Hand
Crossovers: NARUTO,. Infinite Stratos
Charakter:[Naruto Uzumaki,.Rin],.Orimura Ichika
Genre: Sc-fi, Mecha, Matrial Arts, School,
Episode 5:
"Sekarang kita ke arah Naruto Uzumaki, sekarang Naruto sedang, mencoba masakan baru yaitu martabak daging, ia mendapatkan resepnya dari buku yang ia beli dari supermarket, karena malas menggunakan mixer Naruto pun menggunakan ninjutsu miliknya untuk mengaduk adonan, hal ini pernah ia lakukan sewaktu perlombaan memasak dengan koki ninja untuk menyelamatkan Ayame, yah jurus apa lagi kalau bukan Rasenggan.
"Hal tersebut secara tidak sengaja dilihat oleh semua teman temannya kecuali Cecilia yang sedang asik dengan urusannya, Naruto mengeluarkan bola chakra berukuran kecil yang berputar ke segala arah lalu mengarahkannya ke adonan dan dengan cepat adonan itu teraduk rata, setelah sudah cukup lama mengaduk adonan Naruto melakukan langkah berikutnya yaitu memasukan bumbu bumbu sayuran dan dagingnya, semua tahap dilakukan secara hati hati, karena menggunakan tangan kiri, Naruto harus membersihkan lengannya terlebih dahulu, untuk memastikan makanannya tidak terkontaminasi bakteri.
Mereka semua tercengang melihat Naruto begitu serius dengan masakannya hingga lupa sekitar, bahkan untuk mempercepat pekerjaan Naruto juga menggunakan kagebunshin. Singkat cerita Naruto pun langsung menggoreng adonan ke wajan yang ada tentu saja setelah diberikan minyak goreng setelah memasukan adonan, Naruto pun dengan cepat memasukan beberapa sayuran ke adonan yang sedang digoreng dengan tambahan daging yang tadi ia siapkan atau sudah ia cincang abis menggunakan pisau dapur yang ia pertajam menggunakan chakra angin, lalu setelah itu ia menutup daging yang berada di atas adonan yang ia masak dengan adonan yang ada di wadahnya, sekarang ia bukannya membuat martabak malah membuat kue rasa daging tapi asalkan terasa sama ya lanjut.
Setelah itu Naruto pun mencoba untuk membalik adonannya dengan menggunakan Spatula yang ia pegang di tangan kirinya, itu jelas yah karena Narutonya enggak punya tangan kanan, Naruto pun berhasil memasak masakan pertamanya, dan ia meletakan masakannya di piringnya dan akhirnya ia pun selesai, lalu menatap ke arah Rin sambil tersenyum, Rin yang melihat senyum Naruto langsung mengalihkan pandangannya dan memasang ekspresi malu malu, semua orang kembali kaget akan reaksi Rin pada Naruto, kecuali Cecilia yang masih sibuk dan {Duaaar} panci yang digunakan Cecilia pun meledak.
"Gyaaaa apa yang kau lakukan Cecilia!" seru mereka semua yang kaget dengan ledakan yang diakibatkan kelakuan Cecilia saat memasak.
Sementara itu Naruto hanya tersenyum kecil melihatnya, 'Jadi itu alasannya, mah sudahlah aku juga tidak akan terlalu memikirkannya,' batin Naruto yang masih dengan tenang melanjutkan pekerjaannya. Di sela semua orang sedang membereskan kekacauan yang dibuat oleh Cecilia, Fan Rin atau Huang Lingyin, langsung menghentikan kegiatannya dan melihat ke arah Naruto, lalu ia pun tersenyum menghampiri Naruto karena masakannya sendiri juga sudah selesai.
"Yo Naruto," sapa Rin sembari tersenyum.
"Ya ada apa Rin?" tanya Naruto sembari menatap gadis dengan rambut panjang berwarna coklat terikat twintail dengan pita kuning berjalan menghampirinya.
"Tidak ada, aku hanya ingin membantumu saja, yah kebetulan masakanku juga sudah selesai dan aman, jadi aku rasa membantumu untuk melakukan sesuatu yang tak bisa kau lakukan sendiri atau sesuatu yang sangat sulit untukmu juga tidak ada salahnya," ungkap Lingyin atau yang lebih akrab dipanggil Rin.
"Bukankah kau bisa membantu mereka?" tanya Naruto menatap Ichika dan yang lain di mana mereka sedang membersihkan kekacauan yang terjadi akibat ledakan masakan Cecilia.
"Ku rasa itu tidak perlu, karena aku ingin bersamamu lebih lama tampa harus dilihat mereka," jawab Rin dengan gumaman pelan. Terlihat wajah Rin juga bersemu merah ketika mengatakannya.
Naruto yang mendengar hal itu hanya tersenyum kecil, ia tak perlu meminta Rin mengulangi perkataannya karena meskipun suara Rin sangat pelan ia bisa mendengarnya dengn baik, karena ia adalah seorang shinobi yang memiliki pendengaran yang cukup sensitive dan ia juga memiliki kekuatan sensor yang tinggi.
"Rin ... kau punya teman yang baik, aku senang bisa mengenalmu," ujar Naruto dan terlihat Rin membantu Naruto dalam memotong beberapa sayur.
"Aku juga," balas Rin sembari tersenyum ke arah Naruto dan nampak pipi Rin sedikit bersemu ketika pandangan keduanya bertemu. Naruto sedikit terkejut, ia mengira kalau gadis itu masih mencintai Ichika. Namun, entah kenapa semakin ia dekat dengan Rin, ia menjadi semakin yakin kalau Rin sudah beralih haluan ke dirinya.
"Rin, setelah ini selesai, maukah kau mengaajakku untuk berkeliling kota, ada banyak hal yang ingin aku bicarakan denganmu," pinta Naruto pada Rin yang merupakan orang terdekatnya di dunia baru tersebut.
"Tentu saja, aku sama sekali tidak keberatan kok," jawab Rin sembari tersenyum manis, Naruto yang melihat senyuman di wajah Rin langsung ikut tersenyum melihatnya.
Singkat cerita.
Setelah mereka sudah memakan masakan mereka masing-masing, Naruto dan para perempuan yang bertamu ke rumahnya Ichika Orimura, langsung keluar dan pulang ke tempat masing-masing atau penginapan yang sudah mereka sewa selama liburan musim panas.
Beda halnya dengan Rin, ia langsung mengajak Naruto berkeliling kota seperti yang ia janjikan, "Jadi Naruto, apa yang ingin kau bicarakan denganku?" tanya Rin sedikit penasaran.
"Setelah aku belajar sejarah dan geografi di tempat ini barulah aku sadar kalau aku adalah manusia yang berasal dari dunia lain, karena peta dunianya sangat berbeda dan kemajuan teknologi di tempatku pun tidak secanggih sekarang," ujar Naruto sembari menatap ke arah Rin dan Rin nampak kebingungan dengan perkataan Naruto, "Aku tahu ini kedengaran aneh bagi kalian, tapi itulah kenyataannya, aku juga tidak tahu kenapa aku terlempar ke dunia ini, karena ini bukan pertama kalinya aku ke dunia lain, maka aku yakin pasti akan ada suatu kejadian yang hanya bisa diselesaikan olehku dan saat masalah itu selesai maka aku akan hilang dan kembali ke dunia asliku," tambah Naruto memberikan penjelasan.
Rin yang mendengar penjelasan Naruto, sedikit kaget ia bingung kenapa Naruto mengatakan hal itu kepadanya, "A-apa maksud perkataanmu itu Naruto! Kenapa kau berkata seolah kau tidak ingin berada di tempat ini?"
"Bukannya aku tidak mau, ini memang kenyataannya, setiap kali aku menyelesaikan masalah, aku akan menghilang dan kembali ke duniaku yang sebenarnya. Dan jujur aku sudah mulai menyukaimu tapi apa boleh buat, cepat atau lambat aku pasti akan kembali ke duniaku, mau ataupun tidak," tanggap Naruto pada pertanyaan Rin.
"Aha, ahahahahahahahahaha!"
"Rin ..." gumam Naruto yang melihat Rin tertawa keras ketika mendengar perkataannya.
"Lucu sekali Naruto, lawakanmu benar-benar lucu, dunia lain katamu, hah... baka kau pikir aku akan percaya dengan hal aneh yang kau sampaikan itu," tanggap Rin sembari tertawa menghibur diri sendiri dan mereka saat ini sedang berada di taman kota yang sepi karena orang-orang sedang berada di rumah masing-masing.
Naruto yang melihat itu, entah kenapa perasaannya semakin sakit, jujur ia tidak ingin meninggalkan Rin dan yang lain, tapi ... Naruto sadar ia tidak mungkin berada di dunia ini selamanya, pasti akan ada satu kejadian yang akan mengembalikannya ke dunia aslinya, hal ini sudah terjadi di kejadian misi reruntuhan Raoran dan Konoha gente tsyukoyomi, di mana ia langsung kembali ke dunia aslinya ketika sudah mengalahkan biang masalahnya.
Naruto pun mengelus kepala dari Rin dan berkata, "Jujur aku tak ingin pergi, aku tak ingin berpisah dengan siapapun di sini aku ingin tetap bersama kalian terutama dirimu, tapi aku tahu itu tidak mungkin terjadi, karena sebelum kemari aku sudah pernah pergi ke dunia dimana ayah dan ibuku masih hidup dan juga terlempar ke masa lalu, tapi hasilnya sama, setelah musuh utamanya aku kalahkan aku secara otomatis kembali ke duniaku yang sebenarnya, tak peduli aku ingin pergi atau tidak aku akan tetap kembali," ungkap sedih Naruto.
"Ini ... ini sungguh tidak adil! Aku baru saja melupakan Ichika karena menemukan pengganti yang lebih baik, tapi sekarang pria yang aku anggap sebagai pengganti Ichika adalah orang dunia lain yang akan kembali ke dunianya, ini benar-benar tidak adil!" seru Rin sembari mengusap air matanya yang terus keluar, Naruto pun langsung memeluk erat Rin dengan tangan kirinya.
"Kalau memang bisa aku juga tidak ingin berpisah darimu, aku tidak mau, aku tidak mau kembali kesana seorang diri, aku ingin terus bersamamu dimanapun aku berada tapi aku tidak bisa, aku sadar hal itu diluar kemampuanku," ucap Naruto dengan tubuh bergetar dan terus memeluk erat Rin.
"Kalau gitu tetaplah disini" ujar Rin.
"Rin, kadang yang kita inginkan tidak selamannya bisa kita raih, jadi jangan terlalu berharap," gumam Naruto sembari memasang segel Hiraishin level dua di leher Rin.
"Mokuton," ujar Naruto sembari mengarahkan tangan kirinya ke kepala Rin dan seketika sebuah ranting kayu melingkar di kepala Rin dan menumbuhkan banyak bunga angrek dengan berbagai macam warna dan aroma yang cukup harum, "Mahkota itu terhubung dengan chakraku, jika bunga di mahkota itu layu, maka ada dua kemungkinan, aku menghilang dan tak bisa kembali atau yang terburuk aku sudah mati," ujar Naruto sembari melepaskan tangannya dari kepala Rin yang terpasang mahkota bunga.
"Kumohon jangan pergi, Naruto-kun" ucap Rin yang sedih jika harus kehilangan Naruto.
"Aku tidak akan pergi jika belum saatnya bodoh," ujar Naruto sembari menyentil dahi Rin dengan telunjuk tangan kirinya.
"Sakit Naruto-kun" ucap Rin yang meringis jika dahinya disentil. Naruto hanya tersenyum dan mengajak Rin menuju festival musim panas yang di adakan di dekat kuil.
"Yuk kita ke festival musim panas" ajak Naruto.
"Em, kurasa hal itu boleh juga, tapi kita perlu memakai Yukata untuk ke sana," ungkap Rin sembari tersenyum.
"Yukata, sayangnya aku tidak punya, kalaupun aku punya, akan sangat sulit untukku mengenakannya," gumam Naruto mengingat tangannya hanya ada satu.
"Tenang saja aku akan membantumu!" seru Rin sembari menarik lengan kiri Naruto dan membawanya ke sebuah toko pakaian untuk membeli Yukata.
Bersambung.
Maaf aku bikin pendek dulu, udah lama aku enggak up makannya aku ingin up cepat
