One Hand

Crossovers: NARUTO,. Infinite Stratos

Charakter[Naruto Uzumaki,.Fang Rin/Huang Lingyin,.Orimura Ichika

Genre: Sc-fi, Mecha, Matrial Arts, School,

Episode 7 :

'Tuhan, kalau ini adalah mimpi aku mohon biarkan mimpi ini menjadi nyata saat aku terbangun nantinya,' batin Naruto sembari tersenyum kecil berjalan mengikuti langkah kaki Rin.

Tak lama setelah mereka berlari bersama, akhirnya Rin dan Naruto sampai di sebuah spot yang bagus yaitu tempat yang tinggi dan mereka bisa melihat festival dari bawah, terlihat juga pemandangan kota yang sangat indah membuat Naruto dan Lingyin menikmati pemandangan indah itu.

"Rin-chan, kau kan berasal dari China, kalau boleh tahu, namamu dalam aksara huruf china dibaca dengan apa?" tanya Naruto sedikit penasaran.

Rin yang mendengar pertanyaan Naruto mengenai nama dari Rin di China, "Kenapa kau ingin tahu namaku yang sebenarnya?"

"Karena bagiku itu jauh lebih special dari pada aku harus memanggilmu dengan sebutan yang sama dengan orang lain di tempat ini," tanggap Naruto sembari menghirup udara segar, lalu dengan lembut Naruto kembali menatap ke arah Rin.

"Baiklah, jika kau bilang begitu ... namaku jika kau berada di China, kau nama lengkapku adalah Huang Lingyin, tapi kau bisa memanggilku Ling er," jawab Rin sembari tersenyum lembut ke arah Naruto.

"Ling er, nama yang bagus," gumam Naruto yang ikut tersenyum ke arah Rin.

"Terima kasih pujiannya Naruto," tanggap Rin dengan wajah sedikit bersemu merah.

"Oh iya Ling er kalau boleh tahu, namaku akan dipanggil apa di jepang?" tanya Naruto pada Rin.

Rin pun menatap ke arah Naruto dan meminta Naruto menuliskan namanya terlebih dahulu. Naruto menurut dan nama Naruto pun langsung di translate pakai aplikasi dan hasilnya adalah, [漩涡鸣人/Xuánwō míng rén].

'Kenapa namaku yang hanya ada dua kata menjadi tiga kata?' ungkap batin Naruto kebingungan.

"Kayanya panggilannya akan sangat susah sekali," gumam Lingyin sembari menatap ke arah Naruto.

"Haaah, Ling er, aku rasa kau bisa memanggilku dengan sebutan Naruto jika kau merasa kesusahan dengan arti namaku di negaramu," tanggap Naruto sembari tersenyum lembut.

Lingyin pun tersenyum tipis mendengarnya dan duduk di hamparan rumput bersama dengan Naruto menunggu kembang api yang akan memeriahkan dan menghiasi langit malam hingga menjadi sangat indah, "Kalau begitu Naruto, jika kau tiba-tiba ingin terbawa ke duniamu, mau kah kau membawaku bersamamu seperti yang kau janjikan?" tanya Lingyin pada Naruto.

"Tentu, aku akan berusaha agar kau tidak tertinggal," tanggap Naruto sembari tersenyum.

"Terima kasih Naruto," tanggap Lingyin pada ucapan Naruto yang menyanggupi janjinya.

"Tentu saja, Ling er, aku tidak akan meninggalkanmu tak peduli apapun yang terjadi, aku pasti akan kembali padamu dan kau selalu akan selalu bersamaku di sini," ucap Naruto sembari menyentuh dada kirinya. Dan tak lama setelahnya kembang api meluncur dan meledak membuat percikan api yang sangat indah di atas langit, Naruto dan Lingyin pun menatap pemandangan indah itu dengan senyum manis di wajah mereka.

Suara ledakan keras dari kembang api yang mereka lihat, nampak mengisi malam hari yang kosong dan hampa, dengan warna-warna percikan api yang indah di atas langit membuat pemandangan di atas bukit dimana mereka sedang duduk sekarang menjadi semakin indah dan romantis.

"Waaah, indah sekali ... tak peduli sudah berapa kali atau seringnya aku melihat kembang api di festival tahunan dan musim, tetap saja pemandangan ini menjadi sesuatu yang di rindukan dan tak pernah membosankan," gumam Rin sembari memeluk lengan kiri Naruto.

Naruto tersenyum tipis dan mengarahkan pandangannya ke atas langit di mana kebang api meletus dan terus menghiasi langit malam dengan warna mereka yang indah. "Kau benar, aku senang malam ini aku bisa menghabiskan waktu bersamamu, ini benar-benar menyenangkan," tanggap Naruto yang kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Lingyin, "Huang Lingyin, aku sangat berterima kasih."

"Naruto," gumam Lingyin sembari menatap ke arah Naruto.

"Lingyin," balas Naruto.

Mereka berdua pun saling menatap satu sama lain dan mendekatkan wajah, hingga akhirnya kedua bibir mereka saling melekat dan itu bertepatan dengan ledakan kembang api yang terakhir dan yang paling keras dan besar.

Setelah Naruto dan Lingyin selesai berciuman terlihat keduanya nampak terengah-engah dengan wajah yang memerah.

"Sampai jumpa di akademi Ling," ucap Naruto sembari tersenyum manis.

Keesokan harinya.

Naruto kemudian terbangun di kamar asramanya, ia tersenyum tipis setelah bangun dan pergi menuju kamar mandi di kamarnya. Setelah selesai mandi, Naruto kemudian merapikan kasurnya, meski hanya memiliki satu tangan Naruto terlihat masih piawai dalam melakukan beberapa hal, meskipun ia terlihat begitu kesulitan, tapi hasilnya cukup sempurna.

Naruto kemudian keluar kamar dengan membawa tas dan buku besarnya, setelah Naruto membuka kamar terlihat Ichika tersenyum di hadapannya dan sudah mengenakan seragam sekolah dan membawa banyak barang, yang menandakan kalau hari ini mereka harus kembali belajar.

"Wah kau juga merapikan bagian atau kasurku, maksudku kenapa kau merapikan semua bagian kamar, bukankah kau hanya punya satu tangan, hal ini pasti akan sangat merepotkan," gumam Ichika melihat kamar tempat ia dan Naruto terlihat masih rapi.

"Tidak masalah, aku hanya melakukan tugasku untuk merapikan kamar yang aku tempati setiap kali aku memakainya ... cepat aku tidak mau kena marah oleh kakakmu yang galak itu,

"Kau benar ayo pergi," tanggap Ichika sembari tersenyum dan berjalan keluar bersama dengan Naruto yang juga mengenakan seragam sekolah IS Akademy, mekipun agak aneh karena Naruto tak memiliki tangan kanan yang utuh, dimana tangan kanannya telah hilang dari siku sampai telapak tangan akibat ledakan granat(versi cerita bohong Naruto).

Di sepanjang jalan banyak para murid perempuan (Calon Pilot IS berbakat) mulai menyapa Ichika dengan senyum, Ichika hanya membalasnya dengan senyum canggung.

"Ohayo Ichika-kun!"

"Ohayo Orimura-kun"

"Selamat pagi Ichika-san" sapa banyak perempuan yang ada.

"Ahahaha, pagi," balas Ichika sembari tersenyum.

Sampai akhirnya Lingyin atau yang lebih akrab di sebut Rin, berjalan melewati mereka, Naruto langsung tersenyum dan menyapanya, "A Ling er!" seru Naruto dan seruan Naruto membuat para murid kaget serta kebingungan dengan siapa yang Naruto sapa dan membuat banyak perhatian terarah pada Naruto yang tersenyum.

Rin pun berpaling lalu tersenyum dan membalas sapaan Naruto, "Ada apa Naruto-kun?" tanya Rin sembari tersenyum malu, karena ini adalah pengalaman pertamanya dipanggil dengan nama panggilannya di sekolah IS jepang, apalagi yang memanggilnya adalah Naruto membuat semuanya terasa istimewa.

Naruto hanya tersenyum dan berlari ke arah Rin lalu menggandeng tangannya dan berkata, "Selamat pagi Lingyin."

"Selamat pagi kembali Naruto," tanggap Rin dengan wajah tersipu malu.

"NANI!" seru semua orang yang kaget ketika mengetahui kalau nama yang Naruto panggil adalah nama lain dari Rin.

Jujur Rin merasa terganggu dengan teriakan keherananan para gadis di sekitarnya, tapi melihat Naruto yang tetap berjalan santai di sampingnya ia pun kembali tenang dan mencoba untuk tidak berteriak.

"N-Naruto, bisakah saat di sekolah kau memanggilku dengan nama Rin?" tanya Rin pada Naruto.

"Kenapa? Aku jauh lebih suka memanggilmu Lingyin atau Ling er loh, kenapa karena itu adalah namamu yang sesungguhnya," tanggap Naruto.

"Bukan apa-apa, aku hanya malu jika orang-orang menganggap aneh nama itu," balas Huang Lingyin(Fang Rin)

"Kau ada-ada saja Ling er, mau bagaimanapun pandangan orang mengenai namamu, bagiku namamu tetap terdengar indah di telingaku," ujar Naruto yang terus berjalan di samping Rin meninggalkan Ichika yang mematung.

'Aku yang merupakan teman masa kecilnya, tak mampu memanggilnya dengan nama itu, tapi dia dengan mudahnya, apakah lidahnya sudah terlatih untuk menyebutkan kosa-kata dari tempat Rin berasal,' batin Ichika yang masih shock.

Singkat cerita akhirnya Naruto sampai di kelasnya Rin, "He... jadi ini adalah kelasmu Ling er, kayanya terlihat bagus," gumam Naruto yang melihat ruangan kelas 2, Rin yang mendengar hal itu hanya tersenyum, "Apa kau ingin masuk Naruto, biar aku kenalkan kau dengan teman-temanku," tawar Rin pada Naruto.

"Aku rasa aku tidak bisa Ling er, jam masuk sebentar lagi, kau tahukan betapa galaknya Orimura-sensei. Jadi aku harus kembali ke kelas, maaf yah," tanggap Naruto sembari meninggalkan Rin di depan pintu kelas. Lingyin hanya bisa tersenyum dan melihat kepergian Naruto dilanjutkan dengan dengan melambai sebentar lalu ia pun masuk ke dalam kelasnya dengan kecewa.

'Kayanya Lingyin kecewa pada jawabanku,' batin Naruto yang ternyata mengintip kebelakang dengan cermin dan melihat ekpresi suram dari Rin.

'Mungkin pas istirahat saja kali ya aku masuk ke lokal Ling-er' pikir Naruto karena dia tidak ingin seorang perempuan menangis dan merasa kecewa kepadanya.

Sesampainya di kelas ternyata Naruto malah terlambat, "Naruto bisa jelaskan alasan keterlambatan kamu hari ini?" Tanya Orimura yang berdiri di pintu lokal dengan tatapan datar, tajam dan tegas yang membuat sang reinkarnasi Ashura itu menggigil ketakutan.

"Ehem, tadi aku sedang berjalan mengitari lorong sekolah dan tak sengaja seekor kucing hitam melompat ke arahku, karena tak mau kena sial aku pun mengambil jalur lain dan malah tersesat ke tempat pembuangan sampah dan akhirnya aku terpaksa mencari jalan menuju kemari," jawab Naruto.

Gubraak!

'Jawaban macam apa itu?' tanya orang dalam batin yang alasan Naruto nyeleneh.

"Kau pikir aku anak kecil yang bisa kau bodohi Naruto, pergi dan berdiri di depan pintu! Lalu sesali perbuatanmu bocah berengsek!"

Dooong...

Naruto yang di marahi oleh Orimura-sensei yang mengawasi pelajaran di kelas mereka langsung jokok dengan ekspresi defresi seperti Hashirama.

"Kenapa-Kenapa aku di hukum, padahal aku tidak salah," gumam Naruto sembari menangis. Satu kelas langsung menjadi swedrop di buat lelaki satu tangan itu, jujur saja mereka semua juga sempat tidak menyangka, kalau Naruto yang hanya menggunakan Uchigane mampu bertarung seimbang dengan anak kelas dua bernama Fang Rin, pilot IS China yang mengenakan IS pribadi Senglong dengan kekuatan atau serangan berdaya rusak tinggi. Orimura Chifuyu hanya bisa memijat dahi melihat kejadian Absurb tersebut.

'Haaaah kenapa aku memiliki seorang murid yang sangat sableng sih' ungkap hati Yamada Maya-sensei seketika yang menepuk jidatnya melihat tingkah absurd saat ini.

Ketika jam istirahat berbunyi, ternyata Naruto tertidur di depan pintu dengan cara bersandar di dinding jadi ia sekarang tidur berdiri. Semua orang langsung swedrop melihat Naruto yang masih santai tidur di luar kelas dengan gaya berdiri di saat semua orang menyesali hukuman yang diberikan, ia malah memanfaatkannya untuk bisa tidur siang.

"Entah kenapa aku, menyesal telah kasihan padanya," gumam gadis berambut pirang panjang(Charlotte Donois) dengan bando biru dan gadis berambut perak dengan penutup mata merah di mata kirinya(Laura Bodewig) yang melihat Naruto tidur berdiri di luar kelas.

"Oi.. Naruto, bangun," ucap Ichika yang merupakan adik dari Orimura Chifuyu,"BANGUN KUNING" Maki Ichika karena Naruto nggak bangun

"Berisik sekali, bisakah kau tenang sedikit Ichika, hari ini aku sangat lelah tahu," tanggap Naruto yang baru saja membuka matanya.

'ini orang santai sekali' batin Houki yang melihat kejadian itu.

"Dengaryah Naruto, aku tahu kau itu hebat, tapi ... bukan berarti kamu bisa diam dan tenang lalu memanfaatkan hukuman sebagai sarana untuk tidur, kita tidak tahu hukuman apa yang akan diberikan Orimura-sensei, jika kau berulah sekali lagi, jadi jangan di ulangi," ucap Cecilia Alcott menasehati Naruto.

"Em aku mengerti, karena kalian sudah di luar itu artinya sudah waktu istirahat bukan?" tanya Naruto pada Ichika dan empat gadis yang ada bersamanya.

"Ma aku rasa begitu," tanggap Ichika.

"Kalau begitu aku pergi dulu," ujar Naruto sembari berjalan menjauhi mereka.

Laura yang melihat tingkah Naruto langsung menatapnya penuh dengan kecurigaan, 'Sepertinya dia sedang menyembunyikan sesuatu?' batin Laura sembari memejamkan mata.

Bersambung