Prologue of Story
Resurrection of the Darkness
Disclaimer © Masashi Kishimoto
~ Ditulis tanpa mencari keuntungan karena berusaha mencari kegembiraan ~
Genre : Adventure – Fantasy – Historic – Crime -
Rate : T – M (Untuk kekerasan)
Warning : Typo bertebaran / Alur Berantakan / Ide Pasaran / OOC / DarkNaru / StrongNaru / EvilNaru
~ Don't Like… Don't Read ~
Summary : Gelap.. Dingin.. Hening sekali.. aku tidak bisa merasakan apapun lagi entah sejak kapan (?). Sungguh ini kah yang kau mau.. Kembalilah! Tolong kembalilah!.. Enyahlah kalian semua, keberadaan kalian tidak ada artinya bagiku. Hindari diriku atau kau akan bertemu dengan kematian.
Selisih perbedaan Usia didalam fanfict ini :
Minato & Kushina 25 tahun, Mikoto 27 tahun, Fugaku 32 tahun.
Naruto & Itachi 5 tahun, Kakashi 10 tahun.
~ Resurrection of the Darkness ~
Konohagakure no Sato – After 5 Years Nine Tailed Incident
Nama ku adalah Namikaze Naruto saat ini usia ku 10 tahun, putra dari pasangan pahlawan desa Konoha serta dari kakak dari Jinchuriki yang menyelamatkan desa ini. 5 tahun yang lalu Konoha mengalami insident penyerangan Kyubi yang dilepaskan oleh pria bertopeng misterius.
Dengan mengetahui kapan waktu lemah nya seorang Jinchuriki yang akan melahirkan dan menyerang dengan mudah ke tempat persembunyian melewati kekkai tingkat tinggi. Setelah mendapatkan Kyubi, sosok itu langsung melepaskan Kyubi di tengah desa Konoha. Lagi-lagi dia dengan mudah masuk ke desa tanpa terlacak sedikit pun, tentunya dia pasti sangat berbahaya.
Kyubi pun mengamuk dan menghancurkan apapun yang ada di hadapan nya, di lain sisi ayah ku Namikaze Minato yang merupakan seorang Yondaime Hokage bertarung untuk menghentikan kendali Kyubi yang berada di pria bertopeng.
Dengan berhasilnya kendali di hapuskan, Kyubi terdorong keluar desa cukup jauh oleh pasukan yang dipimpin Hiruzen Sarutobi yaitu Sandaime Hokage. Ayah ku dengan cepat menteleport Kyubi semakin jauh untuk menghindari korban lagi ke suatu rumah rahasia nya yang cukup jauh dari lokasi pertempuran. Ia berharap dengan kematian nya bisa membuat warga Konoha menganggap adik ku sebagai pahlawan sebenarnya, dan itu tidak bisa kumengerti.
Karena ibu ku pernah berkata jika kehidupan jinchuriki sangat lah buruk dengan perlakuan buruk juga. Tapi.. kenapa ia melakukan nya? Walaupun ayahku Yondaime tidak jadi mati dikarenakan menghisap 90% chakranya saja hingga membuatnya sekarat.
Anggap semua berjalan sesuai kemauan Yondaime, Menma telah menjadi pahlawan bagi siapapun di desa ini tapi aku sangat tahu jika ada yang membicarakan nya di belakang realita.
Tapi ada satu yang pasti terlewatkan…
Jika hidup Namikaze Menma mendapatkan segalanya, maka kehidupan Namikaze Naruto kehilangan segalanya demi dirinya.. bayaran setimpal dari pahlawan yang mendapatkan seluruh kepercayaan dan harapan orang lain.
Kehidupan ku berubah menjadi 180 Derajat, anak berusia 5 tahun yang kehilangan rasa kasih sayang dan perhatianorang tua dalam sekejap bagaikan burung yang terbang bebas di tembak dan terjatuh dengan sangat keras. Ditambah kehilangan hak-hak kecil yang seharus nya berpengaruh besar dalam pertumbuhan usia, itu semua karena kehadiran Jiraya dan Namikaze Menma.
Jika bukan karena kehadiran nya membawa ramalan bodohnya mungkin saja kami menjadi keluarga yang bahagia.. andaikan mereka melihat semua yang terjadi selama 3 tahun ini, entah apa yang akan ia katakan, tapi bagiku saat ini aku hanya ingin..
Keluar dari tempat ini.. dan melupakan mereka semua.
Cinta yang ku dapatkan bagaikan cahaya pada akhirnya mengajarkan ku sesuatu.. bahwa ia pun bisa menciptakan kegelapan jika kau kehilangan nya.
Aku yang sekarang dicintai kegelapan setelah kenangan demi kenangan buruk terjadi hal ini membuatku membenci Namikaze Minato ayahku sendiri.
Tapi waktu akan terus berjalan, selama beberapa bulan ini aku mempunyai seseorang kenalan misterius yang mengatakan jika ia adalah hantu uchiha dari masa lalu, aku hanya berhipotesis dan mendapati besar kemungkinan orang itu adalah seseorang kriminal di masa lalu.
Flashback on
Naruto saat ini sedang berlatih mati-matian di dalam area terlarang Konoha, Hutan kematian. Ini merupakan tempat favorit nya untuk menyendiri dan berlatih agar menjadi lebih kuat, bahkan tanpa sepengetahuan shinobi yang menjaga tempat tersebut.
"Katon : Ryuen Hokka no jutsu
BLARHHH!
"Hosh.. hosh.. kenapa susah sekali.." gerutu Naruto yang melihat serangan nya tidak berkonsentrasi pada target yang ia ingin kan.
Prok! Prok! Prok!
Mendengar suara tepuk tangan entah dari mana, dengan kecepatan maksimal nya ia pun langsung melesat kan beberapa kunai ke arah nya.
Stabs! Stabs! Stab!
Sesuatu yang mengejutkan terjadi dihadapan nya yang mana semua kunai itu menembus tubuh dari sosok yang membuat nya bereaksi seperti itu. 'Tidak mungkin..' fikirnya
"Seorang jenius terlahir lagi di desa ini rupanya.. melihat kecepatan dan fleksibelitas mu kurasa kau sudah dalam tingkatan Low Jounin sekarang." Ujar sosok bertopeng tersebut.
"Siapa kau.."
Melihat Naruto tidak mau mengendurkan kesiagaan nya membuat pria bertopeng itu duduk di tempat dengan santai, "Maa~ maa.. aku hanya sedang mengawasi mu saja menggantikan orang yang biasanya." Jawab nya santai.
"Orang yang biasanya? Mengawasiku? Apakah kau suruhan lain dari Hokage tapi itu tidak mungkin karena aku tahu semua shinobi yang tunduk oleh nya.. apa kau dari Ne?" gumam Naruto menajamkan matanya.
'Intuisi yang bagus.. kepekaan dalam mencerna informasi hingga menggabungkan puzzle-puzzle petunjuk, tapi masih kurang berpengalaman..' fikir pria tersebut.
"Tentu bukan dari semua yang kau sebutkan.."
Shring!
Naruto dengan sekejap menghilang dan muncul di atas pria tersebut dengan bola spiral biru, namun yang membuatnya terkejut adalah mata dari pria bertopeng itu yang memperlihatkan sebuah sharingan.
"Rasengan! / Sharingan"
DHUARHH!
Ledakan cukup besar terjadi di area tersebut membuat burung-burung bertebangan karena takut akan terkena imbas nya, di lain sisi Naruto kini berdiri dengan nafas tersenggal-senggal.
'Tsk! Sesaat yang pasti aku terkena genjutsu kuat.. tapi sedetik kemudian aku sadar jika dia terkena rasengan… tapi mengapa? Dia masih utuh tanpa luka sedikitpun?' fikirnya tidak habis fikir.
"Hiraishin diusia semuda ini, ditambah menguasai jutsu A-rank Rasengan.. kombinasi yang mematikan dalam pertarungan, tapi aku datang ke tempat ini bukan demi pertarungan.. Namikaze Naruto." Jelasnya.
'Chakra ku hampir habis.. mustahil aku menang ataupun lari.' Fikirnya yang merasakan sudah hampir tidak bisa mengerahkan chakra demi jutsu lain nya. "Lantas.. untuk apa hosh.. kau mengawasiku?" tanya Naruto tersenggal-senggal.
"Kita memiliki hubungan darah.."
Satu kalimat yang membuatnya hampir mengeluarkan ekspresi diluar batas, "Hubungan darah? Sebagai apa.. aku tidak merasakan kesamaan padamu!" bantah Naruto.
"Bukan kah kau bisa mematahkan genjutsu ku dengan bantuan dari kesamaan kita? Atau mungkin bisa ku sebut sharingan." Jawab nya.
'Tidak.. tidak.. mustahil!' fikir Naruto yang mulai berkeringat dingin ketakutan, "Apa mau mu?" tanya nya.
"Tidak kah kau selalu bertanya-tanya tentang sharingan yang bangkit itu? Padahal kau berasal dari keturunan Uzumaki dan Namikaze.. sesuatu yang mustahil, bukan? Lantas apa kau tidak mau mengetahui jawaban nya sama sekali?" tanya nya.
"Aku adalah seseorang yang hilang termakan waktu yang di selamatkan hantu dari uchiha, kau memiliki sebuah hubungan khusus dengan master ku.. suatu saat nanti kita akan bertemu lagi, Namikaze Naruto." Ujar nya mulai terhisap habis dalam lubang vortex.
Brugh!
Naruto terjatuh karena sudah tidak kuat menahan beban kehabisan stamina dan chakra, pada saat itu ia terpingsan sampai malam hari dan untung nya sudah membuat kekkai agar tidak ada binatang buas masuk.
Flashback Off
Selama beberapa bulan ini aku mengetahui dengan pasti jika aku memiliki darah uchiha dan ayah dari ibu ku merupakan seorang uchiha. Hal ini memperjelas semua nya tentang penguasaan Katon tingkat tinggi serta doujutsu nya.
Tobi adalah nama samaran yang dipakai oleh pria bertopeng itu, dia mengatakan jika kakek ku selalu mengawasi kehidupan ibuku bahkan sampai keturunan nya yang berarti aku dan Menma.
Namun ada dimana dirinya sekarang…? Entah kenapa aku sangat ingin bertemu dengan nya, sebuah rasa yang haus akan keingintahuan jati dirimu..
Fikirkan.. jika anak buah nya adalah sosok yang kuat bagaimana dengan kakek ku yang merupakan master nya? Memikirkan nya pun sudah membuatku sangat merinding.. dan Tobi berjanji akan mempertemukan ku dengan nya secepat mungkin.
Dan dalam beberapa bulan ini aku juga berlatih dibawah bimbingan pria dengan identitas Tobi ini, dia mempunyai dua kepribadian aneh.. yang mana sangat misterius disisi lain dan konyol dalam situasi lain nya.
Entah kenapa rasa nya seperti Obito Uchiha, seorang senpai yang sudah tewas pada misi jembatan Kanabi dalam perang dunia shinobi ke tiga. Berlatih dengan nya cukup membuat ku mengembangkan beberapa jutsu dan kontrol chakra, bahkan sensor ku sudah dapat merasakan keberadaan Tobi jika ia bersembunyi sekuat nya saat ini.
Tobi bilang padaku jika sensor ku merupakan bakat yang paling mengerikan bersamaan dengan kontrol chakra milik ku.. dan mungkin itu adalah sesuatu kelebihan yang harus aku banggakan.
After 5 Month..
Angin sejuk menerpa halus surai pirang Naruto yang cukup panjang, dengan menutup mata dan berusaha merilekskan dirinya di sebuah tebing wajah batu para Hokage yang saat ini sudah sampai pada waktu petang hari.
Tap!
Seseorang dengan jubah hitam dan topeng aneh nya tiba-tiba mendarat di belakang dirinya, akan tetapi ia sudah tahu siapa yang datang. Itu adalah Tobi, mereka memang berniat untuk melakukan pertemuan di sana.
"Lama juga, hampir saja aku tertidur.." gumam nya.
"Maa~ maa~ tidak usah marah.. aku mempunyai urusan diberbagai tempat loh." Jawab Tobi yang berjalan perlahan-lahan ke tempat Naruto.
"Langsung saja, aku sudah tidak sabar bertemu dengan nya." Ujar Naruto tidak sabaran membuat nya menghela nafas dan langsung memegang pundak Naruto.
"Bersiaplah, untuk menerima realita dunia." Bisik Tobi.
ZRUUUUTTT!
Mereka terhisap sebuah lubang vortex dalam beberapa detik saja, meninggalkan Konoha yang damai tersebut untuk menemui kebenaran yang bersembunyi dibalik bayang-bayang.
.
Di suatu tempat yang merupakan tujuan dari Naruto dan Tobi, tempat yang sangat minim cahaya dan selalu terselimuti kegelapan. Dingin dan lembab menjadi ciri khas tempat tersebut, dan keheningan tiada akhir membuatnya semakin membuat siapapun tertekan.
ZRUUUUTTT! TAP!
Tak lama kemudian Naruto dan Tobi sampai pada tempat tersebut, Namun Naruto langsung menyadari keberadaan mencekam di dalam sana yang sangat kuat tetapi dengan tekanan tipis dan samar.
Satu yang membuat nya takjub adalah peralatan perang yang tergantung di dinding gua tersebut, Namun ada satu hal yang membuat nya tidak habis fikir.
Sebuah patung besar dengan 9 mata yang mengerikan, dan dibawah nya terdapat sebuah singgasana dengan seorang pria lanjut usia yang sedang memegang Kama sebagai pangkuan nya.
'Diakah kakek ku?'
"Akhirnya kau tiba."
Seketika raut wajah nya hampir melepas ekspresi nya, 'Kukira dia hanya gumpalan mayat.' Fikir nya sedikit konyol.
"Ojii-sama.." Sapa Naruto dengan membungkuk kan tubuh nya.
"Kenapa kau lakukan itu, wahai keturunan ku?." Pertanyaan itu membuat Naruto sedikit kikuk karena ini adalah pertemuan pertama mereka. "Jangan pernah tunduk pada siapapun." Lanjut nya.
"Aku Uchiha Madara ayah dari Uzumaki Kushina, sosok yang akan menjadi dewa dan menciptakan dunia ideal bagi seluruh manusia." Ujar nya memperkenalkan siapa dirinya sebenarnya.
"Melihat reaksi mu, sepertinya kau sudah mengetahui nya duluan ya.." timpal Tobi yang berada di dekat nya.
Ia pun sedikit menyeringai, "Ini hanya hipotesis ku semata.. seorang shinobi yang bergerak bebas dan mengetahui seluk beluk Konoha serta dapat keluar masuk ke desa dengan begitu mudah tanpa diketahui.. ditambah dengan julukan Hantu Uchiha, itu merupakan penjelas dari semua nya." Jelas Naruto.
"Seseorang dari masa lalu dan Hantu Uchiha merupakan sesuatu yang tidak dapat dipungkiri dari nama Uchiha Madara rival dari Hashirama Senju.. tetapi, hidup sampai melewati 3 generasi kage merupakan sesuatu yang sangat lama. Aku bertaruh hantu uchiha mempunyai sesuatu yang sangat berharga dan berbahaya untuk memperpanjang usia.." Jelas nya melanjutkan opini nya.
"Dan menurut mu apa itu.." timpal Tobi.
Ia tidak langsung menjawab nya namun berfokus pada sesuatu dan mencari letak nya, "Tempat ini hampir seluruh nya tertutupi oleh sel Hashirama Senju, aku dapat merasakan sesuatu yang lebih kuat dari sel yang dikembangkan Danzo bersama Orochimaru." Ujar nya menekan permukaan tanah.
"Impresif, kau mempunyai bakat sekali dalam ratusan tahun.. tapi itu hanya bagian kecil dari rahasia usia ku." Jawab Madara padanya.
"Hn, ya.. patung besar itu mempunyai banyak warna yang berbeda dan lemah akan tetapi kuat untuk menopang jiwa dalam jumlah besar. Peninggalan Rikudou Sennin kah?" tanya Naruto membuat Tobi tersentak.
"Rupanya kau tahu.."
Mendengar perkataan Tobi membuat nya terkekeh pelan, "Aku sudah pernah melihat Kohaku no Johei dari Kumo, sesuatu yang instant untuk menyegel apapun.. dan Gokorakohakou pemakan jiwa serta pembebas iblis dari penjara mematikan semua senjata itu memiliki kengerian nya masing-masing.." Jawab Naruto lagi.
"Lantas apa ini.. Tidak sekuat Gokorakohako dan tidak setangguh Kohaku, tapi aku merasakan sesuatu ruang yang kosong tanpa batas di dalam patung ini." Lanjut nya lagi yang kini sudah mencoba menyentuh nya dan merasakan apa yang bisa ia jelaskan.
Madara tersenyum tipis itu membuat Tobi agak merinding melihat nya, 'Ada apa dengan orang tua ini, tidak seperti biasanya.' Fikir Tobi.
"Sangat mengejutkan kau tidak terkejut dengan keberadaan ku dan malah penasaran dengan Gedo Mazou ini khukhu.." Ujar Madara memberikan apresiasi padanya.
"Sedari kecil aku sudah melihat sesuatu diluar nalar logika.. orang saling membunuh untuk tujuan tidak jelas, manusia yang mengendalikan elemen dunia, hewan yang berbicara.." jawab nya.
"Tapi aku memang tahu kau tidak mati dipertarungan melawan Hashirama Senju, lebih tepat nya kau hanya kalah saja.. meskipun sejarah mengatakan jasad mu dibawa ke desa dan dibawa oleh Tobirama Senju ke suatu tempat yang tersembunyi, tapi kurasa itu hanya bagian dari rencana cadangan mu." Jelas Naruto
"Karena Uchiha mempunyai teknik terlarang yang merubah takdir menjadi kenyataan."
Penjelasan nya menutupi semua yang ingin diketahui mereka, "Kau cerdik, bahkan kau tahu dengan Izanagi dan Izanami.. aku semakin penasaran sebaik apa kau menggunakan sharingan." Ujar nya memuji Naruto.
"Jadi, tolong ceritakan kisah mu wahai legenda yang kukagumi.." Ujar Naruto meminta pada Madara dan hanya dijawab dengan seringaian tipis.
"Aku tidak tewas pada saat Shumatsu no Tani, mereka bilang aku tewas pada kenyataan nya aku hanya kalah.. memang seharusnya di dalam rencana itu aku harus membunuh Hashirama untuk mendapatkan sebuah kekuatan baru." Jelasnya menjebak Naruto ke dalam genjutsu nya.
"Ini adalah dunia genjutsu ku.. akan kujelaskan dari awal agar kau mudah mengerti." Ujar nya yang kini nampak masuk ke usia muda nya.
"Pertarungan terakhir ku adalah Shumatsu no Tani dan aku memang kalah karena mengendalikan Kyubi dan memakai EMS dalam jangka lama ditambah chakra ku tidak sebanyak Hashirama. Tujuan dari pertarungan ini memang untuk membunuh Hashirama dan mendapatkan DNA nya, tapi aku kalah. Walaupun kalah, aku mendapatkan tujuan akhirku karena diakhir pertarungan aku menggigit dan menelan daging Hashirama serta menanam Izanagi selama seminggu." Ujar Madara memperlihatkan ingatan masa lalu nya.
"Aku yang sekarat berusaha pergi dari makam yang disembunyikan Tobirama yang berdekatan dengan Uzushiogakure. Disana aku bertemu dengan Uzumaki Shina, dan aku ditolong oleh nya. Tanpa ia ketahui aku mencangkok DNA hashirama ke dalam tubuhku dan memperoleh kekuatan senju yang mengalir di tubuh ku. Singkat cerita aku dan shina hidup bahagia dengan Kushina yang sudah lahir melupakan segalanya namun karena tubuhku masih lemah aku tidak bisa melindungi nya dari shinobi-shinobi yang berperang kala itu. Sadar jika aku tidak bisa membesarkan Kushina dengan kondisi ku aku menitipkan nya di sebuah penjaga gerbang kaisar uzumaki serta menulis jika kebenaran tentang Kushina adalah keturuna Shina yang merupakan putri tertua dari Uzumaki Arashi yang melarikan diri dari Uzu." Jelas Madara.
Naruto mulai memahami kehidupan nya meskipun tidak ingin langsung percaya begitu saja, Madara pun melanjutkan nya pada ingatan saat ia membangkitkan rinnegan.
"Dikala usia ku yang sekarat, tiba-tiba dua kekuatan bersatu dalam satu tubuh Uchiha dan Senju itu adalah yang tertulis di prasasti uchiha untuk membangkitkan kekuatan rikudou sennin.. kukira aku sudah gagal karena tidak mendapatkan apapun saat sebelum ajal menanti, Aku membangkitkan Rinnegan." Ujar nya membuat Naruto terkejut.
'Tidak mungkin! Bukankah rinnegan ada pada Nagato murid dari Jiraiya di amegakure!' fikirnya mengingat yang diceritakan Jiraiya tentang sebuah rahasia.
"Dengan rinnegan, aku memanggil cangkang Juubi yaitu patung gedomazou dari bulan, dan menggabungkan eksperimen dna Hashirama dengan chakra mazou untuk memperpanjang usia ku. Sejak kebangkitan Rinnegan aku telah menyusun rencana ku." Jelasnya dengan rinci.
"Aku mentranplantasikan rinnegan pada bocah uzumaki di amegakure pada saat kecil, bocah tersebut adalah Uzumaki Nagato. Tanpa kalian ketahui aku selalu mengawasi kalian semua melalui ciptaan ku dari dna Hashirama, Zetsu. Perang dunia ketiga terjadi dan aku menemukan anak Uchiha yang hampir mati karena tertindih batu besar di jembatan kanabi. Anak itu adalah Obito Uchiha yang mengantar mu kesini." Jelasnya lagi.
"Jadi benar firasatku selama ini jika dia Obito.." gumam Naruto dengan pelan, Madara pun mengubah lagi dunia genjutsu nya. 'Instingnya sangat kuat..' fikir Madara
Mereka terdiam beberapa saat sembari terhenyak di dalam fikiran nya masing-masing, Madara terkesan karena segala aspek cucu nya merupakan seorang dengan bakat ratusan tahun sekali.
"Aku akan melatih mu menjadi shinobi terkuat yang pernah ada.. apakah kau setuju?" tanya Madara padanya.
"Dilatih seorang legenda yang kukagumi kenapa tidak? Terlebih lagi dia adalah kakek ku sendiri.." jawab nya dengan sangat yakin.
"Huh jadi itu jawaban mu, bersiaplah nak.."
Perlahan namun pasti, sebuah perubahan besar terjadi seiring berjalan nya waktu mempersiapkan masa depan yang sangat tidak terduga pada era shinobi ini.
~ To Be Continue ~
. . .
. . .
. .
.
.
Untuk semuanya mohon maaf karena stories yang awal agak sedikit bikin mata sakit karena typo dan cerita yang timeline nya agak kelepasan makanya saya buatkan dengan gaya cerita dengan penulisan yang baru.
Tenang saja cerita di dalam nya tidak akan berubah banyak, dan hanya akan diperjelas timeline dari hidup Naruto.
Ini sebenarnya Account ke 2 saya, yang pertama sudah lupa pasword hahaha.. dan cerita yang paling terkenal dari karya ku dengan review 4000-an lebih sedikit hehehe. Itu adalah fict pertama saya, clue nya jika kalian ingin melihatnya (walaupun sungguh penataan dan segi penggunaan bahasanya ancur sekali waktu itu).
Clue nya : Filter – Sort by review – mungkin ada di dalam peringkat 5 besar dari atas hehe…
Fict ini sebenarnya adalah inspirasi namun ku improve seperti yang kusuka (Naruto : The next Uchiha Madara)
Author Clairent-san kau sungguh jahat hiatus huhuhu (Kami pernah membuat grub khusus Author walaupun saya ganti nomor dan seperti nya sudah pada lupa ama saya haha) Kalau ga salah yang invite Author Zee-Lazarus dan kalau ga salah Author Emilia yang sering koment juga termasuk hihihi…
Dan baru sampai 3 chapter dengan Prologue ini jadi 4, saya ingin melihat respon teman-teman terlebih dahulu..
.
.
.
.
.
~ Seeee Youuuuuu! ~
