Chapter One – Kebenaran!

Resurrection of the Darkness

Disclaimer © Masashi Kishimoto

~ Ditulis tanpa mencari keuntungan karena berusaha mencari kegembiraan ~

Genre : Adventure – Fantasy – Historic – Crime -

Rate : T – M (Untuk kekerasan)

Warning : Typo bertebaran / Alur Berantakan / Ide Pasaran / OOC / DarkNaru / StrongNaru / EvilNaru

~ Don't Like… Don't Read ~

Summary : Gelap.. Dingin.. Hening sekali.. aku tidak bisa merasakan apapun lagi entah sejak kapan (?). Sungguh ini kah yang kau mau.. Kembalilah! Tolong kembalilah!.. Enyahlah kalian semua, keberadaan kalian tidak ada artinya bagiku. Hindari diriku atau kau akan bertemu dengan kematian.

~ Chapter Before ~

"Dengan rinnegan, aku memanggil cangkang Juubi yaitu patung gedomazou dari bulan, dan menggabungkan eksperimen dna Hashirama dengan chakra mazou untuk memperpanjang usia ku. Sejak kebangkitan Rinnegan aku telah menyusun rencana ku." Jelasnya dengan rinci.

"Aku mentranplantasikan rinnegan pada bocah uzumaki di amegakure pada saat kecil, bocah tersebut adalah Uzumaki Nagato. Tanpa kalian ketahui aku selalu mengawasi kalian semua melalui ciptaan ku dari dna Hashirama, Zetsu. Perang dunia ketiga terjadi dan aku menemukan anak Uchiha yang hampir mati karena tertindih batu besar di jembatan kanabi. Anak itu adalah Obito Uchiha yang mengantar mu kesini." Jelasnya lagi.

"Jadi benar firasatku selama ini jika dia Obito.." gumam Naruto dengan pelan, Madara pun mengubah lagi dunia genjutsu nya.

"Aku akan melatih mu menjadi shinobi terkuat yang pernah ada.. apakah kau setuju?" tanya Madara padanya.

"Dilatih seorang legenda yang kukagumi kenapa tidak? Terlebih lagi dia adalah kakek ku sendiri.." jawab nya dengan sangat yakin.

"Baiklah mari kita mulai.. Neraka pertama mu."

~ Resurrection of the Darkness ~

After 3 Years

Genap sudah dua tahun sejak pertemuan pertama ku dengan Uchiha Madara yang merupakan kakek ku, dan selama tiga tahun ini aku menjalankan Neraka yang sebenarnya dalam latihan nya.

Sekarang aku mengetahui kenapa setiap generasi pasti akan berkurang kualitas nya. Dimana generasi sebelum nya pasti kita anggap sebagai monster dan legenda karena kekuatan mereka yang diluar nalar bagi generasi baru.

Itu merupakan kesalahan dalam menjalani kehidupan, yaitu perasaan kasihan..

Kasihan karena melihat muridmu kesusahan atau pun meringkan kan latihan mereka karena dalam kondisi tidak berperang itu merupakan suatu hal yang fatal. Kakek ku mengatakan jika diera dimana sistem Negara dan Desa belum tercipta, hanya ada satu saja yang bertarung demi kejayaan.

Yaitu Clan..

Di era sebelum sistem desa ada, masing-masing Clan akan memaksa anak-anak muda menjadi pembunuh berhati dingin yang akan terus masuk ke dalam dunia perang tanpa rasa ampun..

Kakek ku kehilangan 4 adik nya dimasa kecil, serta adik terakhirnya yang mati di tangan Tobirama Senju disaat dewasa, yaitu Uchiha Izuna. Dengan berharap pada satu benang kehidupan dan seakan-akan benang itu bisa putus kapan pun dan dimanapun, itu merupakan kehidupan dimasa kelam shinobi.

Dan itu yang membuat mereka kuat dan kekuatan mereka dianggap sebagai legenda saja..

Kakek ku tidak memberikan sedikitpun rasa ampun dan belas kasih di latihan, dia hanya menjelaskan sedikit dan bertindak lebih banyak.. lalu aku yang harus menemukan jalan keluarnya sendiri.

Rasanya ingin mati selama 2 tahun belakangan ini..

Dilain sisi aku meninggalkan sebuah Kagebunshin di desa untuk melihat perkembangan keluarga ku, tapi hal itu tidak terjadi sama sekali.. berusaha menjadi kakak yang terbaik adalah satu-satunya cara saat ini untuk Kagebunshin ku.

Dan aku pun mengetahui jika Tobi atau nama aslinya Obito Uchiha merupakan dalang dibalik insiden Kyubi, hal itu tidak membuat ku dendam.. karena bagiku Obito malah mempertunjukan sifat asli memuakan dari manusia, terlebihnya lagi keluarga ku.

Prestasi yang didapat dari Kagebunshin ku sudah melebihi prestasi siapapun, menjadi lulusan terbaik di akademi dan lulus ditahun pertama, menjadi Jounin di usia 8 tahun, masuk anbu di usia 9 tahun dan menjadi ketua anbu selama 4 tahun lama nya sampai sekarang.. tapi keluarga ku tidak pernah melihat ke arah ku, dan hanya Menma saja yang mereka lihat.

Kakek ku juga menjelaskan tentang rencana Tsuki no Me karena aku sendiri yang memaksa nya. Kenapa memaksa? Karena Kakek ku tidak ingin aku ikut andil dalam dunia menyedihkan ini dan bergerak semauku saja.. tapi Tsuki no Me merupakan pilihan terakhir untuk ku yang telah membuat suatu keputusan, ditambah lagi aku mempunyai rahasia lain.

Rahasia yang sangat besar.. bahkan rikudou sennin pun tidak ada artinya.

Jika kalian bertanya dimana kakek ku, ia sudah meninggal karena usia dan chakra dari mazo yang sudah pada batasnya.. ia mewarisi ku mata dari Tajima Uchiha yang merupakan milik ayah nya, dengan mengimplan nya kepada mata ku itu membuat mataku mencapai tahap sempurna Mangekyo..

Darimana aku mendapatkan Mangekyou? Tentu saja dari kejadian pahit dimasa lalu.. yang membuatku membenci Minato Namikaze.

Sekarang sudah saat nya aku yang asli untuk melihat dunia luar kembali.. aku akan menggemparkan dunia shinobi dan mengukir nama ku melewati Uchiha Madara dan Hashirama Senju, serta Rikudou Sennin sekalipun..

Normal Pov

Disebuah tempat yang merupakan celah masuk dari kekkai deteksi Konohagakure terlihat seorang remaja bersurai pirang dengan poni panjang yang menutupi mata kanan nya. Dengan bagian pada belakang rambut yang sudah ia tipiskan (Note : Seperti Tajima Uchiha)

Dia adalah Naruto yang saat ini memakai pakaian anbu khas milik Konoha nya. ia kini sedang memandang satu sama lain dengan seseorang yang sangat mirip dengan nya, itu adalah kagebunshin nya yang selama ini ia jadikan pengganti nya di Konoha.

"Sepertinya banyak yang berubah padamu master.." ujar Kagebunshin nya.

"Hn kurasa cukup banyak,.. baiklah tugas mu sudah selesai, jadi mari lihat ingatan mu." Jawab Naruto asli.

Nampak dari keduanya sangat berbeda penampilan yang mana Naruto asli kini tingginya mencapai 170cm dengan penampilan dari segi rambut, sorot mata dingin, dan tubuh yang sudah terisi dengan otot baru.

Berbeda dengan Kagebunshin nya yang menjalankan latihan dan misi normal selama 3 tahun ini, tingginya hanya dikisaran 167cm dengan surai rambut seperti Minato dan sorot mata normal, dengan tubuh yang sedikit lebih kecil dari master nya.

BOFT!

Dengan sekejap Kagebunshin itu menghilang dan Naruto mengalami nyeri di bagian kepalanya dalam seketika karena banyak sekali ingatan yang masuk ke dalam fikiran nya.

"Ugh.. jadi kau sudah melebarkan nama kita dengan julukan Konoha no Akaborei , Huh.. kenapa harus ada nama desa menjijikan ini juga.." gumam nya yang mendapati seluruh ingatan bunshin nya.

Akaborei atau Hantu Merah adalah julukan Naruto dalam wujud anbu karena selalu membantai para musuh nya dengan menyebabkan tempat dengan darah korban yang berceceran dimana-mana, terlebih lagi ia sangat senang mempermainkan nya dengan sadis.

"Tapi sepertinya kondisi Uchiha cukup menarik seperti kata Tobi.." gumam nya dengan intonasi sangat rendah membuatnya saja yang dapat mendengarkan ucapan nya sendiri.

Shring!

Naruto menghilang dengan percikan cahaya hitam kemerahan nya meninggalkan kesunyian yang tersisa ditempat kekkai perbatasan Konoha tersebut.

.

Di lain sisi, Itachi kini berhadapan satu sama lain dengan Tobi disuatu tempat dan nampaknya Tobi cukup tertarik dengan permintaan dari Itachi sendiri.

"Apa itu untuk meyakinkan ku?" tanya Itachi.

"Jika memang seperti itu, tidak ada jalan lain selain aku mempercayaimu.." sambung nya dengan sedikit harapan dikalimatnya.

"Jika kau butuh tempat bernaung, bergabunglah bersama organisasi ku.. aku menyebutnya Akatsuki." Gumam Tobi menawarkan nya pada Itachi membuatnya sedikit bingung.

"Akatsuki?"

Itachi sedikit melirik ke arah Tobi, "Ya, sudah ada 3 dari shinobi Konoha yang bergabung di dalam nya, salah satu sannin dan salah satu shinobi genius di era ini.. dia merupakan rekan mu juga dan masih berselimut di dalam konoha." Ujar Tobi membuatnya bingung.

'Ini lebih berbahaya dari yang kubayang kan.. mungkin kah dia?' fikir Itachi

"Baiklah, aku akan bergabung.. tetapi kau harus menepati janji mu." Jawab Itachi dan pergi meninggalkan nya.

Tanpa Itachi sadari di dalam topeng Tobi ia sedang menyeringai tipis, "Mungkin aku tidak bisa menyentuh nya, tapi ada monster yang lebih mengerikan melebihi diriku saat ini." Gumam nya.

.

Di ruangan yang cukup sempit saat ini terlihat jika Naruto sedang berhadapan dengan shinobi yang selalu bergerak dibalik kegelapan Konoha yaitu, Danzo Shiimura.

"Namikaze Naruto, kau merupakan salah satu shinobi yang terbaik di era ini selain Kakashi dan Itachi dan tentu nya kau jauh melebihi mereka semua." Ujar Danzo.

"Arigatou atas pujian nya Danzo-sama, tapi aku tidak sehebat itu.."

Danzo hanya melirik ke arah nya yang tidak mempunyai ekspresi apapun, "Kau adalah shinobi yang bergerak di dalam kegelapan sempurna seperti diriku, tapi Yondaime tidak bisa melihat suatu kekayaan di dalam dirimu.. aku turut sedih atas itu." Ujar nya lagi.

"Tidak masalah, aku akan membuat nya melihat pada diriku dengan prestasi ku sebagai shinobi dari Konoha."

"Apakah kau ingin diakui oleh Yondaime?" Danzo seketika menanyakan hal tersebut membuat ekspresi Naruto berubah.

'Kau mungkin jenius dan shinobi sejati, tapi anak-anak tetap lah anak-anak..' fikir Danzo licik.

"Sepertinya ada pengkhianat diantara Uchiha, aku takut dia akan membuat pertumpahan darah di clan nya dan menyebabkan Uchiha punah.. jika saat itu terjadi, aku ingin kau membunuh nya." Ujar Danzo dengan dingin.

"Siapa gerangan yang anda maksud, Danzo-sama?"

"Entah lah, kami pun belum tahu kebenaran dari pengkhianat ini.. Yondaime terlalu meremehkan masalah ini, jadi aku perlu sesuatu yang kuat untuk membawa pasukan ku nanti, dan itu adalah kau.. dengan membunuh pengkhianat itu, kau pasti akan mendapati perhatian dari Yondaime dan keluarga mu.. pasti" Jelas Danzo.

"Ha'I Danzo-sama, saya siap.."

Naruto menghilang dengan kilatan merah kehitaman nya dari hadapan Danzo membuatnya sedikit terkejut. 'Cahaya itu tidak seperti biasanya..' fikir Danzo.

Shring!

"Taichou.. apa perintah anda." Ujar seorang bawahan nya yang kini sudah berada di tempat pertemuan mereka.

"Kalian pergi dan awasi dari kejauhan bersama Anbu Yondaime, aku akan menyusul kalian sebentar lagi.." perintah Naruto pada mereka dan langsung menghilang dengan sekejap.

'Danzo, selicik apapun rencana mu.. aku sudah mengetahui nya dari awal. Ingin menggunakan Itachi sebagai kambing hitam lalu berencana membunuh nya diakhir.. kau berkata jika tidak tahu apapun, tapi sebenar nya kau lah yang memberinya misi ini khukhu.' Fikir Naruto.

"Akan kuberikan sedikit hadiah padamu dan Konoha yang kau cintai.." bisik nya.

Kriet!

Gerbang tempat cabang pintu masuk Anbu Ne kini terbuka memperlihatkan satu batalion Anbu Ne yang sudah siap menuju Uchiha Campound minus dengan Danzo yang tidak bersama mereka.

"Akuma, kenapa kau masih disini?" Tanya seorang kapten anbu dari team yang berbeda.

Syut! JRASH!

Seketika mereka semua terkejut melihat kepala salah satu kapten anbu ne hancur tertembus sebuah kunai dengan aliran chakra angin, "Tsk! Habisi pengkhianat itu!" Teriak Ne yang lain.

WUSHH!

Sedetik kemudian para Ne tersebut sudah melesat dengan cepat ke arah nya, ia pun sudah siap dengan kedatangan mereka dan masih menghitung jumlah mereka. "49 Ne huh.. lumayan untuk berdansa." Gumam nya.

"Katon : Haijingakure!"

DHUARHHH!

Dalam sekali nafas ia pun mengeluarkan debu panas dari mulut nya dan membuat sebagian besar Ne harus mundur untuk menghindari debu panas secara langsung.

'Akan ku lihat hasil latihan ku selama ini..' fikir nya yang sudah mengeluarkan Katananya.

Wushh!

"Sial! Tekanan apa lagi ini!" Gerutu salah satu Anbu Ne yang terkena angin dari kecepatan Naruto.

JRASHH! BUAGHH! JLEBB!

Dalam beberapa detik Naruto sudah melesat ke berbagai arah dengan kecepatan tinggi nya sembari membantai para Ne yang ia lewati, "Sial! Itu kah Hiraishin!?" gumam Ne lain shock.

"T-tidak! Dia tidak memakai Hiraishin! Itu murni kecepatan nya!" Teriak yang lain.

JRASHSHH!

"Hebat juga kau, sampai bisa-bisanya mengetahui hal itu.." Desis Naruto yang kini wajah nya penuh darah setelah berhasil memenggal leher anbu yang berbicara itu.

Stabs! Stabs!

Melihat dua kunai peledak menancap di tanah sekitar ia berdiri pun dengan sigap memakai tubuh mati dari anbu barusan sebagai perlindungan.

Dhuar! Dhuar!

"Katon : Goukakyu no jutsu! / Suiton : Mizudan no Jutsu!"

Tidak berhenti disitu, dua Anbu ne tidak memberikan kesempatan dan langsung mengerahkan bola api dan misil air ke tempat Naruto.

Dhuar! Jruashh!

Shring!

Ledakan dari air dan api itu menjadi awal kemunculan Naruto kembali yang saat ini sudah berada dihadapan Anbu lain nya, "Apa kau rindu dengan ku?" Ujar nya bersiap dengan tebasan cepat.

Trank!

"Hoo~ lumayan.." gumam Naruto dengan seringaian tipis pertanda ia sedang senang karena ada yang bisa menangkis serangan nya.

"Jangan sombong kau bocah!" Teriak anbu yang menangkis itu dengan marah, dalam radius 3 meter ia sudah merasakan jika beberapa anbu lain bersiap menghantam dirinya dengan serangan mereka masing-masing.

Shring! DHUARHH!

Sekejap namun pasti ia sudah berhasil menghilang dengan kilatan merah kehitaman membuat mereka hanya menghantam tanah kosong saja. "Hiraishin lagi?!" desis yang lain.

"Salah, ini Hirenyakku!" Desis Naruto yang kini sudah berada di tengah mereka berada dan langsung melakukan manuver secara cepat.

JRASHHHH!

Dalam sekali putaran ia sudah membelah mereka semua menjadi dua bagian antara tubuh atas dan tubuh bawah, para anbu yang tersisa pun marah dan mulai emosi melesat maju tanpa strategi.

"Saa! Majulahhhhhh!" Teriak Naruto kegirangan melihat mereka semua termakan umpan dari nya.

Shring! Shring! Shring! Shring! Shring!

Dalam sedetik Naruto bergerak bagaikan waktu yang terhenti dan ia sudah melewati seluruh anbu yang bergerak maju ke arah nya. Ia pun membuang sisa darah di katananya dan memasukan katana itu ke tempat nya lagi.

Ckrek! JRASHH!

"M-ustahil.. I-inikah perbedaan kekuatan diantara kami semua?" gumam salah seorang anbu jatuh terduduk melihat pembantaian yang sangat cepat tersebut.

"Shakumi."

Seketika dunia pemandangan para Anbu Ne berubah menjadi mencekam yang mana langit berwarna merah gelap disertai hawa dingin mencekam dan tipisnya oksigen, Ya. mereka telah masuk ke dalam ilusi Naruto.

"Hahaha.. kuharap kalian tidak gila, setidaknya ceritakan kengerian yang kuperlihatkan pada mereka semua yang mendengarnya ya khukhu." Gumam nya yang menghilang dengan Hirenyakku nya.

Hokage Place

Saat ini Minato sedang bersama Shikaku dan mereka hendak saja ingin menuju Uchiha Campound bersamaan dengan kedatangan Danzo Shimura yang baru masuk ke ruangan nya.

'Firasat ku buruk bersamaan dengan kedatangan orang ini.' Fikir Shikaku khawatir.

"Apa kau sudah mengerahkan seluruh Anbu untuk ke Uchiha Campound?" tanya Danzo kepadanya, "Ya, sudah kulakukan.. sepertinya ada yang tidak beres." Jawab Minato.

Tap! Tap!

Dua Anbu secara bersamaan tiba dihadapan Minato karena ingin memberikan berita penting, "Yondaime-sama, Uchiha Campound dibantai dengan misterius!" Ujar Anbu bertopeng Kuma membuat nya terkejut.

"dan Kau?" tanya nya berusaha tenang.

"Lapor, Namikaze Campound juga dibantai dan kami melihat siapa shinobi tersebut Yondaime-sama." Lapor Anbu bertopeng Burung atau tori.

"Tskk! Ada apa ini? Siapa yang melakukan nya?" tanya Minato tanpa sadar kehilangan ketenangan, Danzo pun ikut penasaran dalam situasi diluar dugaan nya.

"Namikaze Naruto, putra anda Yondaime-sama." Ujar Tori membuat seisi ruangan sangat terkejut.

"Shikaku, Danzo-sama kalian sebaiknya mengurus bagian Uchiha Campound perintahkan para Anbu dan Jounin untuk menyebar sejauh 1 Km dari desa dan jangan biarkan siapapun lolos." Ujar Minato dingin.

Greb! Shring!

Minato langsung menyentuh Tori dan dalam sekejap mereka sudah menghilang dibalik kilatan kuning, Shikaku pun membawa Anbu tersisa untuk meluncur ke Uchiha Campound.

'Naruto.. jadi dia berkhianat, dan entah kenapa aku merasakan banyak sekali Ne yang hilang dari segel ku.' Fikir nya berusaha menyembunyikan ekspresinya.

'Apa Itachi dan Naruto bersama-sama melakukan nya, mengingat mereka adalah duo jenius bahkan satu team sejak lulus akademi.' Fikir Danzo terus berjalan ditemani dengan dua anbu nya.

.

5 Menit yang lalu Naruto berada di salah satu cabang gerbang menuju Anbu Ne dan membantai mereka namun menyisakan beberapa Anbu yang terkena genjutsunya, dan dalam waktu kurang lebih 10 menit ia sudah membantai habis Namikaze Clan dengan menyisakan Uzumaki Kushina di tempat.

"Hosh.. Kenapa?.. hosh.." tanya Kushina yang sedang terduduk tidak berdaya di tanah.

Kushina menatap dengan beribu pertanyaan yang ada dikepala nya saat ini, pandangan nya hanya berada di atas melihat ke arah seorang remaja dengan surai pirang gelap nya yaitu putra nya sendiri.

"Ke-napa kau laku-kan ini.. hosh.. Naruto?"

Sang putra hanya diam dengan pose tenang sembari menginjak tubuh anak kecil di kaki nya yang tak lain adalah Namikaze Menma, niat hati ingin menolong sang ibu tapi malah membuatnya harus berhadapan dengan genjutsu kejam kakak nya.

"Jika kau ingin mengetahuinya, aku akan memberikan mimpi panjang di malam ini untuk mu." Ujar Naruto menjebaknya dalam genjutsu Shakumi miliknya.

Brugh!

Kushina tidak sadar kan diri seketika karena terkena genjutsu dari sang anak, ia pun menonaktifkan Mangekyou miliknya. 'Aku sudah terbiasa memakai EMS sekarang, berkat bantuan sel Hashirama ketangguhan fisik seorang Uzumaki yang kuat semakin mengerikan dengan adanya sel darah terbaik dari Senju.' Fikirnya sedikit merasakan sesak.

"Cukup menyayangkan tidak bisa mendapatkan kemampuan genjutsu seperti Shisui-nii, tapi aku telah mendapatkan yang terhebat diantara yang terkuat." Gumam nya sembara menutupi wajah nya dengan tangan.

Whungghhh!

'Huh!?' fikir Naruto merasakan sesuatu yang aneh diatas dirinya dengan tekanan angin berat.

Dhuarh!

Tepat sebelum bola spiral besar mengenai nya, ia kini sudah berpindah tempat tak jauh dari tempat nya berdiri. Naruto kini melihat sang ayah sekaligus Hokage sudah berada dihadapan nya.

Swush! Swush! Swush!

Tiga Kunai melesat ke arah nya bagaikan peluru tanpa suara, ia tidak bisa meremehkan sang ayah dan berpindah tempat sekali lagi cukup jauh.

Whungghh!

Lagi-lagi Minato sudah berada dihadapan nya dengan bola spiral biru dengan ukuran kecil nya, 'Jadi dia sudah menandai berbagai tempat sebelum menyerang, dia memang jenius yang mengerikan.' Fikir Naruto masih tenang ketika Minato hampir menghantam kan Rasengan nya.

Shring!

'A-apa!' fikir Minato ketika melihat Naruto sudah menghilang dari hadapan nya.

DHUAGHHH!

Entah dari mana serangan datang, tapi dalam sepersekian detik Minato sudah terhantam sesuatu yang keras hingga terhempas dan menabrak beberapa rumah Namikaze Campound.

"Uhuk! C-cepat..sekali.." Ujar Minato tidak percaya terkena serangan anaknya.

Shring!

Naruto muncul dihadapan nya dengan pose seperti Uchiha Madara, yang mana tangan bersidekap di dada dan menaikan kepalanya serta memandang rendah musuh dihadapan nya saat ini.

"Ada yang bilang generasi penerus akan selalu melampaui para pendahulu.. itu adalah suatu kenyataan jika mereka tidak menyiksa diri mereka dengan kerja keras, dan hanya bualan jika mereka hanya belajar dari permainan orang tua dan anak saja." Jelas Naruto dengan maksud ambigu.

"N-Naruto.. kenapa kau lakukan.. hal k-keji seperti ini?!" Ujar Minato berusaha menyingkir kan puing-puing bangunan dari dirinya.

Wajah Naruto kini tersembunyi dibalik surai rambutnya membuat Minato tidak bisa melihat apa yang disembunyikan oleh Naruto. "Khukhuhahahaahaha!" Tawa Naruto semakin membesar.

"Kenapa? Tentu saja karena dendam!" Ujar Naruto dengan nada yang kurang waras dengan penampilan nya, hal itu membuat sang ayah terdiam.

"Jangan berpura-pura bodoh Minato.. kau sendiri yang membuat api dendam ku semakin besar tahun 2 tahun lalu, kau ingat?" Sambung Naruto menampilkan EMS nya pada sang ayah.

"Shakumi!"

Deg! Deg!

Dalam sekejap Minato sudah masuk kedalam ilusi mematikan Naruto, dan sedetik kemudian Minato berteriak kesakitan meskipun itu diluar ekspetasi Naruto sendiri.

'Dia bisa mematahkan genjutsu Mangekyou cukup cepat..' fikirnya.

Zruutt!

Ditengah-tengah Minato yang sedang mengatur nafas setelah merasakan dunia genjutsu sang anak, tak jauh darinya muncul separuh tubuh berwarna hitam dan putih dengan tumbuhan seperti venus di tubuhnya. "Ada apa?"

"Dia mengundang kita besok pagi pada sebuah pertemuan.." Ujar Shiro Zetsu menjawab apa yang ditanyakan Naruto, "Ada anggota baru yang bergabung dengan kita, sebaiknya kau cepat." Timpal Kuro Zetsu.

"Baiklah, kurasa cukup bermain-main nya.. tapi aku sudah mengetahui siapa yang akan bergabung, jadi aku akan datang bersama dengan mereka sekaligus." Ujar Naruto berjalan melewati Zetsu yang sudah masuk kedalam tanah.

Tap! Tap! Tap!

Naruto menghentikan langkah kakinya ketika merasakan ratusan puluhan Anbu Yondaime sudah berada di sekitarnya, 'Jadi ada yang mengirim pesan darurat yah..' fikirnya ketika menyadari ada sebuah cahaya merah di atas langit.

"Kalian mendatangi ku dengan berani, berarti kalian semua sudah siap untuk mati bukan?" tanya Naruto menaikan intensitas Ki yang bukan main menekan mental mereka semua.

'Tekanan gila macam apa ini!'

Itulah satu-satunya yang difikirkan mereka dalam situasi ini, Naruto pun mengeluarkan kembali katana miliknya. "Sepertinya ini perjalanan terakhir dirimu dengan ku, kawan." Gumam nya melihat Katana yang sudah hampir retak dibeberapa bagian.

"Saa~ mari berdansa!"

Naruto dan para Anbu saling melesat satu sama lain dengan kecepatan tinggi, dilain sisi beberapa Anbu berusaha melindungi posisi Hokage dan keluarga nya dengan cepat.

.

Disisi lain di tempat Uchiha Campound, Danzo beserta Ne dan Shikaku dengan Anbu bawahan nya kini sudah membereskan mayat-mayat dari hasil pembantaian, akan tetapi perhatian mereka teralih dengan pesan darurat yang berada di langit.

"Team Ro dan Kin tolong kumpulkan mayat-mayat yang ada, sisanya ikut aku! Pesan itu pertanda darurat kita harus segera kesana!" Perintah Shikaku melesat duluan.

"Inu, kau sebaiknya awasi gerak gerik Danzo.." bisik Shikaku padanya sebelum melesat jauh melewati dirinya, Kakashi pun memang selalu curiga dengan Danzo.

Wush!

Danzo pergi meninggalkan mereka berniat pergi ke tempat persembunyian nya, Namun ada yang aneh dengan Ne yang berada di samping nya. "Danzo-sama, jumlah jasad nya tidak pas." Gumam Anbu yang dibelakang.

"Apa.." jawab Danzo sedikit heran dan terkejut,

"Sepertinya mereka menghilang begitu saja.."

Perkataan dengan nada aneh tersebut menarik perhatian Danzo dan melihat ke arah samping nya, "Aku menyaksikan segalanya, dan aku akan terus menyaksikan nya." Sambung Ne tersebut yang ternyata adalah Itachi.

Sangat jelas ekspresi dari Danzo yang cukup kesal dengan perkataan Itachi, "Kalau kau sampai menyentuh Sasuke, aku akan menyebarkan semua informasi rahasia Desa pada negara musuh." Ujar nya lagi.

Kwok! Kwak! Kwok!

Dengan itu Itachi menghilang bagaikan gagak yang terurai terbang ke angkasa, itu adalah shunsin khas dari Itachi. Dan Danzo hanya bisa menggeram kesal dan berkata.

"Keparat kau.. Itachi."

Di malam itu Konoha mendapati tiga tragedi yang sangat suram, Pembantaian Clan Uchiha, Pembantaian Clan Namikaze, serta kekalahan telak dari Yondaime dan pasukan nya untuk menangkap Namikaze Naruto.

Namikaze Naruto mendapati S-rank Missing-nin dalam Bingo Book bersama dengan Itachi yang juga mendapati S-rank diwaktu yang sama.

. .

Keesokan harinya~

Disuatu tempat yang tidak jauh dari Konoha, dua figur sedang berhadapan satu sama lain untuk membicarakan sesuatu yang sangat penting, Mereka adalah Tobi dan Itachi.

"Jadi, apa sebenarnya tujuan akatsuki ini?" tanya Itachi.

Ia cukup penasaran dengan organisasi hitam tersebut karena ketua mereka mengaku sebagai Uchiha Madara, kekuatan nya tidak dapat di pungkiri lagi kehebatan nya.

"Kami akan menguasai dunia.. tanpa mengenal arti Desa, Clan dan sesama shinobi, hanya ada kedamaian saja." Jawab nya.

"Tidak kah tujuan mu terlalu jauh dari realistis?"

Tobi melirik Itachi dari dalam topeng nya, "Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, bahkan Uchiha Madara masih hidup pun sesuatu yang sangat tidak mungkin bagi orang lain." Jelasnya.

"Karena itulah aku mengumpulkan shinobi-shinobi berbakat, yang tidak terikat dengan Desa beserta Clan atau apapun.. hanya shinobi." Lanjut nya lagi.

'Aku merasakan sesuatu yang jauh lebih berbahaya dari peperangan dengan adanya akatsuki ini..' fikir Itachi di sela-sela pembicaraan nya.

"Dan kita juga harus menunggu seseorang yang sangat berbakat di era ini untuk memulai pergerakan." Ujar Tobi yang merasakan seseorang yang ditunggu sudah mendekat.

"Apa kau juga berkaitan dengan tragedi pembantaian Namikaze?" tanya Itachi lagi kepadanya, "…Namikaze?" gumam Tobi.

"Aku tidak tertarik dengan hal diluar sharingan,.. itu murni kemauan nya."

Itachi sedikit bingung dengan kata kemauan nya ditunjukan pada siapa, namun sedetik kemudian ia sadar ada seseorang mendekat ke arah mereka.

Tap!

"Apakah terlalu lama.. aku sedikit tersesat dijalan kehidupan." Ujar seseorang yang baru saja tiba di samping Itachi.

Tobi yang mendengar kalimat tersebut pun sedikit mendeathlare Naruto karena memakai kalimat nya di waktu kecil, Tetapi ekspresi Itachi tidak dapat disembunyikan karena terkejut sosok yang mereka tunggu adalah Naruto.

"N-naruto.." ujar nya.

"Yo, Itachi.. tak kusangka shinobi dengan idealis kedamaian seperti mu melakukan hal keji seperti itu ne Itachi.." Jawab Naruto sedikit memincingkan matanya nya.

"Lalu, bagaimana dengan mu sendiri.." jawab nya berusaha menutupi perkataan Naruto.

"Aku hanya bosan dikelilingi orang-orang menyedihkan khukhu.." Jawab Naruto menaikan intensitas chakra nya.

Kalimat yang dilontarkan Naruto membuat Itachi memandang serius ke arah nya, "Hn kita akan berangkat sekarang." Ujar Tobi pada mereka.

Wush!

.

Konoha Place..

Ruangan serba putih dengan bau obat-obatan merupakan ciri khas dari rumah sakit dan saat ini merupakan ruang dari ratusan shinobi Konoha, Hari ini merupakan suatu pukulan keras bagi Konoha karena kehilangan 2 Clan Besar yaitu Uchiha dan Namikaze, ditambah harus kehilangan ratusan Anbu Ne dan Anbu bawahan Hokage.

Konoha sedang dalam kondisi jatuh ke posisi merayap..

Hal ini membuat para shinobi yang sedang misi di luar desa harus ditarik kembali secara paksa untuk mempertahankan pelindungan desa dari ancaman luar, Jiraya dan Tsunade adalah salah satu dari shinobi yang harus kembali ke desa secepat mungkin.

Berita tragedi malam itu membuat Perang Dunia Shinobi ke 4 hampir meletus kembali karena situasi Konoha yang tidak dalam keadaan baik-baik saja, namun berkat kembalinya dua dari tiga sannin membuat para desa menahan gairah perang mereka.

Namikaze Naruto dan Uchiha Itachi naik begitu pesat sampai ke desa-desa kecil, namun tak ayal jika nama Naruto lebih dikenal karena aksi brutal nya membantai 1 clan dan batalyon Ne di markas ditambah ratusan shinobi Konoha dibawah perintah Hokage.

Total pembunuhan dari Naruto mencapai kurang lebih 300 lebih jiwa.. yang mana clan Namikaze sebanyak 100 lebih, Ne yang berjumlah puluhan serta shinobi Konoha yang ratusan merenggut nyawa nya. Naruto digaungkan bukan lagi sebagai seorang jenius seperti Kirroi Senkou, melainkan monster baru.

Tapi diantara banyak kebencian yang dilontarkan ke arah nya tak sedikit pula yang mengetahui kebenaran dari kebenaran nya, Keluarga dan orang terdekat nya kini sudah mengetahui kebenaran dari tindakan Naruto.

"Sialan!"

BRAKK!

Sebuah bantingan keras dari suara pintu membuat siapapun pasti akan penasaran dengan apa yang sudah terjadi, dia adalah Tsunade Senju. Tidak ada seorang pun yang berani menegur ataupun membuat masalah dengan nya, bahkan Jiraya yang satu ruangan tadinya.

"Biarkan dia sendiri dulu, ini hal wajar yang harus kalian mengerti untuk nya.. karena dia sudah pernah memberikan kalian peringatan tentang Naruto." Ujar Jiraya pada keluarga Yondaime.

"Hafhh.. aku merasa sangat gagal untuk segala posisi yang kutanggung saat ini." Gumam Minato frustasi menundukan wajah nya.

Berbeda dengan Minato yang masih mencoba menenangkan fikiran nya, Kushina saat ini dalam keadaan yang sangat suntuk dengan kantung mata membengkak karena menangis dalam waktu yang cukup panjang.

Sedangkan Menma, ia mengalami sedikit gangguan mental karena genjutsu yang diberikan Naruto. Hal menyakitkan yang Naruto alami masuk seakan-akan ia sendiri yang berada diposisi tersebut.

'Takdir apa yang sedang kau arah kan padaku, Sannin-sama.' Fikir nya miris melihat mereka semua.

Flashback Menma

Kring! Kring! Kring!

Yosh! Akhirnya bel pulang sudah berbunyi, kulangkah kan dengan cepat kaki ku untuk pulang karena hari ini Nii-chan sudah memberiku hadiah ulang tahun.

Yah, meski ulang tahun ku 1 minggu lagi sih.. tapi karena misi jangka panjang ia harus memberiku hadiah sekarang sebelum melewatkan nya.

Tapi ada syarat nya untuk membuka hadiah ini, aku harus pulang ke rumah dan membukanya bersama Kaa-san.. dasar Nii-chan! Selalu membuat hal aneh hahaha.

Tanpa melihat dan memperhatikan sekeliling aku terus berlari sampai ke Namikaze Campound tempat rumah kami berada, namun ada sesuatu yang membuatku harus merasakan perasaan jijik dan ingin muntah.

Terlebih lagi ini merupakan pertama kali aku melihat hal ini..

Banyak sekali mayat yang bergelimpangan di daerah clan kami, ini merupakan mayat-mayat dari anggota Namikaze.. apakah kami diserang shinobi lain?

Kurasa itu mustahil karena Konoha mempunyai barier kuat untuk mendeteksi dan menahan serangan ataupun penyusup dari luar desa.. Lantas siapa?

Ku langkah kan terus kaki ku semakin dalam untuk menuju rumah kami,.

"Kenapa! Kenapa kau lakukan ini?!" Teriak seseorang yang suara nya sangat ku kenali, ibuku.

Insting ku bergetar untuk segera menolong nya, tapi aku merasakan sebuah perasaan takut mengelilingi ku.

Kakiku gemetar tidak berani bergerak seinchi pun, bergerak lah penakut ucap ku pada diriku agar bergerak. Rasanya sesak sekali bahkan perasaan ini sama seperti dengan berlatih membuka chakra jinchuriki.

"Tidak ada guna nya aku memberitahu pada mu.."

Ini.. suara Naruto-Nii, jangan-jangan yang membuat hal mengerikan ini semua! Tidak-tidak aku tidak boleh berfikiran aneh.

Tanpa sadar aku bisa menggerakan kaki ku dan perlahan melihat ibu ku yang dirantai dengan sebuah rantai hitam gelap, dengan sigap aku langsung melesat dan melemparkan beberapa kunai.

Syat! Syat!

Dia tidak melihat serangan ku tapi berhasil dengan mudah menghindarinya semua dengan mudah, aku pun bersiap memberikan sebuah serangan di tinju ku yang teraliri chakra.

"Huoooo!"

Aku berteriak menekan rasa takut yang menghinggapi ku, namun sesaat sebelum mengenai nya waktu seakan berhenti dan ia bergerak sangat cepat.

Normal Pov

Greb!

"Ohoooekhh!" Menma terbatuk kesakitan karena leher nya dicengkram oleh seseorang yang tak lain adalah Naruto itu sendiri.

"Hai, Otouto.." Sapa Naruto dengan seringai tipis mengerikan ditambah mata sharingan nya.

"Sha-ringan! T-tidak mungkin!" gumam nya kesakitan dalam genggaman erat sang kakak, Kushina pun melesat maju karena berhasil memotong jeratan rantai chakra dirinya.

"Lepaskan Menma! Narutooooooo!" Teriak Kushina yang mengarahkan rantai chakra dirinya sebagai serangan balasan, 'Manusia seperti kalian.. aku sangat tau kelemahan nya apa.' Fikir Naruto.

Set!

Dengan cepat Naruto mengarahkan Menma sebagai pelindung nya dari rantai chakra Kushina. Dan benar saja Kushina dalam sepersekian detik bertaruh nyawa dengan sang anak untuk membatalkan arah serangan nya.

Jrashh! Jrashhh!

"Tsk! Huooooooo!' Teriak nya sedikit tidak suka dengan Menma yang membuatnya tidak fokus.

DHUAGHH!

Naruto dengan mudah nya menghantam kan tubuh Menma yang kecil dengan Kushina, hal itu membuat beberapa tulang Menma patah dan Kushina yang harus terlempar beberapa meter.

Brugh! Grrrt!

Belum selesai disitu ia pun membanting Menma ke tanah dan langsung menginjak kepalanya dengan angkuh, Kushina pun menatap nya dengan rasa kesal, marah dan sedih dalam satu kondisi.

"Hosh.. Kenapa?.. hosh.." tanya Kushina yang sedang terduduk tidak berdaya di tanah.

"Ke-napa kau laku-kan ini.. hosh.. Naruto?"

"Jika kau ingin mengetahuinya, aku akan memberikan mimpi panjang di malam ini untuk mu." Ujar Naruto menjebaknya dalam genjutsu Shakumi miliknya.

(Didalam genjutsu tersebut mereka yang terkena genjutsu merasa jika mereka lah yang merasakan nya secara langsung, dan disini genjutsu tersebut menceritakan segala sesuatu yang ia lewati.)

Brugh!

Kushina seketika pingsan tidak kuat menahan genjutsu tersebut, begitu pun dengan Menma yang sudah pingsan duluan.

Flashback Off

Menma membuka sebuah hadiah yang diberikan Naruto sebelum kepergian nya untuk selamanya, Dirinya pun mulai membuka hadiah tersebut dengan perlahan-lahan.

Untuk Namikaze Menma

Mungkin kau sudah melihat aksi ku otouto, Dan alasan ku membiarkan kalian hidup karena ingin membiarkan kalian mencoba apa yang akan kalian lakukan dengan kesempatan di hidup kalian..

Usia mu sudah 7 tahun bukan? Dan kau pun sudah masuk di akademi.. jadi kurasa ini cocok untuk mu suatu saat nanti..

Ini merupakan sesuatu yang spesial bagiku, Hitai'te pertama ku. Ku berikan ini sebagai bentuk ikatan saudara untuk terakhir kali nya. Jadilah shinobi yang kuat dan hebat, karena hanya itu satu-satu nya jalan untuk berhadapan dengan ku..

Dipertemuan selanjutnya, aku akan menghormati kalian sebagai sesama shinobi..

Namikaze Naruto

Menma pun melihat sebuah Hitai'te hitam dengan ukuran yang cukup besar, ia memegang nya dengan erat seolah-olah ia tidak akan pernah membiarkan benda itu hilang.

'Nii-chan! Aku pasti akan membawa mu pulang! Maafkan aku yang selalu menjadi kutukan untuk mu..' fikir Menma dengan tekad yang kuat.

. . .

Disisi lain Tsunade berjalan dengan rasa kesal yang membuatnya tidak bisa berfikir dengan tenang, Tsunade cukup dekat dengan Naruto karena menganggap nya sebagai pengganti Nawaki.

"Sial! Sial!" gumam nya dengan geram.

'Bukan kah cita-cita mu menjadi Hokage! Kenapa kau melakukan hal ini! Tskk! Ini semua karena ayah dan ibu mu yang bodoh,.' Fikirnya terus berjalan dan menabrak semua orang yang menghalangi jalan nya.

"Tsk! Aku akan mencari mu dan akan kuhajar wajah mu itu!" geram Tsunade.

Greb!

Tsunade seketika berhenti ketika ada seseorang yang ingin menghentikan langkah kakinya, dengan sigap pun ia langsung melayangkan pukulan monster nya.

DHUARHHHH!

"Oh heiii! Kau sudah gila kah Tsunade!" Teriak Jiraya yang berhasil menghindari serangan maut tersebut.

"Apa mau mu?" tanya nya pada Jiraya.

Nampak jelas Jiraya mengerti perasaan Tsunade, "Ayo kita bicara sebentar.." ajak Jiraya mendahuluinya.

~ To Be Continue ~

. . .

. . .

. .

.

.

Jangan Lupa RNR Minna-san! Baru up sampe chapter 4 yaaa jangan bablas hehe..

.

.

.

.

.

~ Seeee Youuuuuu! ~