Chapter Two – Pandangan yang berbeda!

Resurrection of the Darkness

Disclaimer © Masashi Kishimoto

~ Ditulis tanpa mencari keuntungan karena berusaha mencari kegembiraan ~

Genre : Adventure – Fantasy – Historic – Crime -

Rate : T – M (Untuk kekerasan)

Warning : Typo bertebaran / Alur Berantakan / Ide Pasaran / OOC / DarkNaru / StrongNaru / EvilNaru

~ Don't Like… Don't Read ~

Summary : Gelap.. Dingin.. Hening sekali.. aku tidak bisa merasakan apapun lagi entah sejak kapan (?). Sungguh ini kah yang kau mau.. Kembalilah! Tolong kembalilah!.. Enyahlah kalian semua, keberadaan kalian tidak ada artinya bagiku. Hindari diriku atau kau akan bertemu dengan kematian.

~ Chapter Before ~

"Sial! Sial!" gumam nya dengan geram.

'Bukan kah cita-cita mu menjadi Hokage! Kenapa kau melakukan hal ini! Tskk! Ini semua karena ayah dan ibu mu yang bodoh,.' Fikirnya terus berjalan dan menabrak semua orang yang menghalangi jalan nya.

"Tsk! Aku akan mencari mu dan akan kuhajar wajah mu itu!" geram Tsunade.

Greb!

Tsunade seketika berhenti ketika ada seseorang yang ingin menghentikan langkah kakinya, dengan sigap pun ia langsung melayangkan pukulan monster nya.

DHUARHHHH!

"Oh heiii! Kau sudah gila kah Tsunade!" Teriak Jiraya yang berhasil menghindari serangan maut tersebut.

"Apa mau mu?" tanya nya pada Jiraya.

Nampak jelas Jiraya mengerti perasaan Tsunade, "Ayo kita bicara sebentar.." ajak Jiraya mendahuluinya.

Resurrection of the Darkness

Akatsuki Hideout

Gelap dan lembap.. hanya itu yang dapat digambarkan dari markas Akatsuki yang berada di perbatasaan Kusagakure dan Sunagakure serta Konoha ini. Naruto dan Itachi nampak nya hanya biasa-biasa saja karena tidak ada kesan lebih dari tempat organisasi gelap seperti ini.

"Itachi-kun rupanya.. sudah kuduga kau merupakan bagian dari shinobi seperti kami." Ujar seseorang dengan suara khas menyeramkan nya.

"Orochimaru-san.." Gumam Itachi cukup terkejut dengan adanya salah satu sannin tersebut, berbeda dengan Naruto yang hanya menatap datar saja.

"Kau.. Namikaze Naruto si Akuma no Konoha, putra dari Kirroi Senkou.. Jangan-jangan!" Ujar Juzo Biwa terkejut bukan main dan merasa aneh dengan keberadaan Naruto.

"Tunggu.." Perintah seseorang dengan mata aneh.

Bagi siapapun yang melihat nya mungkin terkesan cukup menyeramkan, dimana wajah yang penuh tindikan besi hitam serta Doujutsu Rinnegan di matanya. 'Jadi dia Pein Tendou yang menggunakan wujud Yahiko khukhu..' fikir Naruto mengenali ciri-cirinya.

"Dia adalah anggota baru juga.." lanjut Pein pada mereka semua karena bersiaga akan keberadaan Naruto.

"Aku sudah mendengar kabarnya, kau membantai Clan Namikaze serta shinobi konoha dan Anbu ilegal milik Danzo, gaki.. itu misi pengalihan untuk bergabung bersama kami atau apa?" tanya Kakuzu cukup berhati-hati dengan nya.

"Jadi kau, shinobi yang pernah bertarung dengan Hashirama Senju.. kau terlihat lemah." Gumam Naruto memprovokasi Kakuzu.

"Oi bocah, kau bilang apa barusan.."

Kakuzu nampak marah akibat perkataan dari Naruto, sungguh ia tidak suka dibilang lemah oleh shinobi muda. "Cukup hentikan kalian berdua.." perintah Pein menaikan intensitas chakra nya.

"Tujuan Akatsuki adalah membuat dunia shinobi tanpa adanya peperangan, dan dengan 5 desa besar shinobi Akatsuki harus memimpin mereka semua." Ujar Pein memberi tahukan kepada mereka.

"Tujuan yang besar sekali.." Jawab Itachi padanya.

"Uchiha Itachi dan Namikaze Naruto, mulai sekarang tolak lah desa mu demi tujuan seluruh shinobi.." lanjut Pein pada mereka, dengan itu mereka mencoret Hitai'te mereka.

Mereka pun dikasih jubah dan cincin msaing-masing, untuk Naruto cincin ini merupakan cincin yang ke sebelas yang artinya khusus untuk dirinya sama seperti Tobi tapi tidak ada yang tahu akan hal itu.

"Juzo, aku punya misi untukmu dan Itachi, bunuhlah Mizu no Daimyou.. Konan akan memberikan padamu siapa targetnya." Perintah Pein padanya.

"Huh, ayo pergi anak baru." Ajak Juzo pada Itachi dan mereka pun pergi walaupun Itachi masih mengawasi gerak-gerik Naruto yang cukup aneh baginya.

"Naruto kau akan berpasangan dengan Orochimaru, pergilah ke Iwagakure untuk memburu Jinchuriki Gobi.. Kesepakatan dengan Tsuchikage adalah kita bergerak bebas untuk menangkapnya, karena dia juga merupakan Shinobi pelarian dari desanya." Jelas Pein pada mereka.

"Khukhukhu Jincuriki Gobi yah.. kurasa aku mengenal nya, dia bernama Han jika tidak salah." Ujar Orochimaru cukup mengetahuinya.

"Dia berada di kaki gunung shimaoki perbatasan Iwagakure dan Kumo, shinobi yang tidak menyukai keberadaan orang lain." Lanjut Naruto dengan wajah datarnya.

'Anak ini tahu banyak rupanya..' fikir Orochimaru sedikit terkesan.

"Jangan fikir karena kau veteran dan kau lebih banyak pengalaman mengelilingi dunia lebih dari ku.." Gumam Naruto melewati Orochimaru yang masih terdiam.

"Sifat angkuh mu itu akan membunuh mu suatu saat, Naruto-kun fufufu.." jawab Orochimaru sedikit kesal karena tingkah Naruto.

Mereka pun pergi bersamaan sebagai seorang partner, dan dibalik kegelapan ada seoserang yang tak lain adalah Tobi yang mengawasi mereka semua. 'Naruto merupakan jalan pintas namun mematikan untuk ku juga.' Fikirnya

.

"Naruto-kun tak kusangka orang seperti mu memutuskan bergabung dengan Akatsuki.. apa rencana mu sebenarnya?" tanya Orochimaru disela-sela perjalanan mereka.

"Tidak ada hubungan nya dengan mu Hebi-san." Jawab nya dengan datar karena tidak tertarik pada pembicaraan ini.

Deg!

'Anak ini mempunyai chakra yang aneh tidak seperti manusia pada umum nya.. seperti Senjutsu yang kupelajari, tapi lebih liar..' fikir Orochimaru merasakan suatu keanehan.

'Kurasa Ular ini sudah merasakan perbedaan kekuatan nya..' fikir Naruto yang sengaja menaikan intensitas chakra miliknya.

"Jujur saja.. apa kau pernah berlatih Senjutsu Naruto-kun?" tanya Orochimaru agak penasaran membuat nya melirik sedikit.

"Bisa kubilang iya, tapi bisa juga tidak.." Jawab nya dengan santai.

'Khukhu kurasa anak ini lebih merepotkan dari Sasori-kun, tidak masalah.. yang kuincar hanya Itachi, siapa sangka dia bergabung dengan Akatsuki.. ini malah membuat ku menjadi semakin menguntungkan.' Fikir Orochimaru dengan licik.

Wush! Wush!

Mereka merasakan ada hembusan angin cepat yang aneh menurut mereka, "Hunter-nin.." gumam Orochimaru terkekeh pelan.

Shring!

Dalam sekejap Naruto menghilang dari hadapan Orochimaru yang masih memperhatikan gerak-gerik hunter-nin tersebut, 'Dia secepat Minato!' fikirnya.

JRASHH!

Belum genap detik berubah, Orochimaru sudah mendengar suara tebasan di waktu yang bersamaan seakan-akan waktu berhenti sesaat. 'T-tidak! Dia bahkan lebih cepat!' fikirnya terkejut.

"Kau berpindah tanpa media.. bagaimana bisa?" tanya nya lagi.

"Aku seorang shinobi, dan seorang shinobi tidak perlu membocorkan informasi terlalu banyak.. tapi karena Hebi-san rekan akatsuki ku sekarang. Kurasa tidak masalah.." Jawab Naruto yang keluar dari bayang-bayang kegelapan hutan.

"Itu adalah Hirrenyaku, Jutsu ciptaan ku sendiri.. kecepatan nya diatas Hiraishin Minato dan Nidaime serta jauh diatas Raiton no Yoroi Raikage." Jelas nya sembari membersihkan sisa tangan yang penuh darah.

'Dia membantai mereka semua hanya dengan menggunakan chakura saja, bahkan Kabuto saja akan kesulitan membunuh dengan Chakura.' Fikirnya lagi semakin tertarik dengan sosok Naruto.

"Fufufu kau berbicara seperti itu, itu artinya kau sudah melawan mereka dalam kekuatan penuh bukan?"

Pertanyaan tersebut membuatnya menyeringai tipis ke arah Orochimaru, sebuah tanda tanya besar dari ekspresi nya membuat Orochimaru sangat yakin tentang pertanyaan nya sekarang.

"Entahlah, sebaiknya kita cepat.."

Naruto tidak menjawab sama sekali dan meninggalkan Orochimaru yang masih berdian diri dibelakang nya saat ini, 'Secara tidak langsung, kau adalah shinobi tercepat sekarang Naruto-kun.' Fikir nya.

. .

Konoha Place

Siang hari saat ini menunjukan cuaca yang kurang bersahabat bersamaan dengan kondisi desa konoha saat ini. Walaupun aktifitas tidak ada yang berubah, namun suatu perubahan sangat jelas terasa pada desa mereka.

Saat ini pun dua figur Sannin sedang membicarakan sesuatu yang sangat penting. Mereka adalah Jiraya dan Tsunade yang berada di sebuah tempat taman di Konohagakure.

"Jadi, apa yang mau kau bicarakan? Aku sedang tidak mood kali ini, jadi sebaiknya tujuan mu ada manfaat nya.." Ujar Tsunade mencoba merilekskan dirinya.

Jiraya sangat tahu jika Tsunade merupakan dari sekian banyak orang yang perduli dengan kehidupan Naruto, meskipun sang anak tidak terlalu terbuka padanya.

"Ini mengenai Naruto.."

Tsunade nampak diam tidak merespon karena sedang dalam keadaan yang sangat badmood, "Aku tahu kau sangat mengkhawatirkan nya, tapi dia sudah menjadi Missing-nin.. apa yang akan kau lakukan?" tanya Jiraya.

Krek!

Tsunade meremas kayu pegangan dari tempat mereka berbicara, Jiraya hanya sedikit ngeri melihat hal tersebut mengingat betapa mengerikan nya Tsunade.

"Aku akan mencarinya." Jawab nya singkat.

"Lantas, apa yang akan kau lakukan jika sudah menemukan nya?" tanya Jiraya lagi membuat pandangan nya melemas.

Fyuhh!

Tsunade menghela nafas sejenak berusaha mendinginkan isi kepalannya, hal ini merupakan hal-hal yang jarang bisa Jiraya lihat dari emosi Tsunade.

"Kami pernah berbicara panjang pada suatu saat, dan dalam pembicaraan ini aku tidak merasakan sesuatu emosi kebencian dari nya.. dia jelas-jelas mengatakan jika sumber masalah ini hanya satu." Ujar Tsunade mulai bercerita.

"Lalu aku bertanya.. apakah disebabkan karena Kyubi? Dia jawab bukan." Pandangan Jiraya seketika berubah, karena ia berfikir manusia pada umum nya membenci sesuatu perubahan besar.

"Aku pun terkejut, lalu ku tanya lagi.. apakah hal itu karena serangan pria misterius itu? Dan dia jawab juga bukan.." kini Tsunade perlahan-lahan melirik ke arah Jiraya yang mulai kebingungan.

"Aku masih tidak mengerti jalan fikiran nya, jadi kutanya kan untuk terakhir kali nya.. apakah karena Menma yang menjadi Jinchuriki? Dan kau tahu apa yang dia jawab Jiraya?" tanya Tsunade padanya memberikan tebakan apakah Jiraya mampu menjawab.

"Kurasa iya.." jawabnya namun mendapati kekehan pelan dari Tsunade.

"Apa ada yang aneh? Dia kehilangan banyak hal ketika Menma lahir dan menjadi Jincuriki bukan? Anak kecil pasti berfikir untuk mengarahkan kebencian nya pada hal mudah.." Sambungnya lagi.

"Kau mungkin ahli dalam mengintai dan mengumpulkan informasi.. tapi hal itu tidak merubah kesalahan mu atas jawaban yang diberikan anak kecil ini, bahkan aku yang salah satu yang terdekat dengan nya pun akhirnya menyadari satu hal." Jelasnya menggantungkan kalimat nya.

"Bahwa aku ini tidak mengetahui apapun tentang nya selama ini.." sambung nya dengan jelas membuat jiraya terdiam karena merasakan kekecewaan pada diri rekan nya tersebut.

Jiraya membuang segala pemikiran mengganggunya, "Lalu apa yang dia anggap masalah terbesar dari semua ini..?" tanya Jiraya tidak habis fikir.

"Ramalan.."

Deg!

Jiraya tertegun seribu bahasa ketika jawaban aneh tersebut seakan-akan menghantui fikiran nya dalam sekejap, "M-maksudmu? Ramalan tetua Myobokuzan?" tanya nya.

Tsunade menghela nafas sejenak lalu memandang ke sisi lain dari tempat tersebut, "Dia mengatakan padaku jika ramalan itu tidak disampaikan maka kehidupan mereka tidak akan berubah dengan suatu kepaksaan atas nama takdir, mereka tetap akan hidup sebagai keluarga shinobi namun dalam keluarga yang bahagia." Jelas Tsunade.

"Aku bertanya sekali lagi, bukan kah hal itu akan membuat ramalan melemah karena tidak melatih dan membimbing anak dalam ramalan sesuai jalan yang benar?"

Wajah Jiraya kini semakin serius menanggapi nya, "Bukan kah kami bisa berlatih bersama? Makan bersama? Berbagi kisah dan pengalaman bersama? Lalu aku juga akan melindungi anak dalam ramalan semampuku jika itu adik ku.. tapi kenyataan nya berbeda, hanya ramalan yang membuat nya berlatih dan mendapat kasih sayang seutuhnya." Jelas Tsunade lagi.

"Mengetahui jika anak dalam ramalan itu belum tentu jelas siapa, kau pertama mengira jika itu adalah bocah dari Amegakure yang memiliki Dojutsu Rikudou, lalu mempercayai anak tersebut adalah Minato, kemudian Minato dan kau percaya jika Menma yang mempunyai kekuatan kunci yaitu Kyubi yang akan menjadikan nya anak ramalan tersebut." Jelas Tsunade lagi.

"T-tapi Tsunade bukan kah tanda-tanda nya jelas sekali?" tanya Jiraya.

"Mungkin iya kali ini anak tersebut adalah Menma, tapi apa kau lupa dengan ramalan mu.. diantara diperjalanan mu akan menjadi penentu anak dalam ramalan berperan sebagai Penyelamat atau Penghancur bukan?" tanya Tsunade mempertegas kalimat nya.

"Kau lupa? Bahwa ramalan yang kau sampaikan tidak dalam kalimat seorang anak ramalan? Tetapi hanya anak dalam ramalan, yang kemungkinan aku berfikir keras dan bisa saja terjadi ada banyak anak dalam ramalan yang akan tercipta saat ini.. untuk sesuatu besar dimasa depan." Jelasnya membuat Jiraya berkeringat dingin karena melewatkan sesuatu yang sepele.

"Jadi menurut mu apakah Naruto akan menjadi penghancur nya suatu saat?" tanya Jiraya mulai mengerti arah pembicaraan Tsunade.

Sang cucu Hashirama Senju tersebut pun hanya menundukan kepalanya dan meneteskan sedikit air matanya, "Kuharap tidak.." jawab nya.

"G-gomen Tsunade.. aku melewatkan hal sepele seperti ini, tapi mari berharap jika firasat mu akan selalu salah dalam bertaruh apapun seperti biasa.." Ujar nya mencoba menenangkan Tsunade.

'Tidak, firasat ku jauh lebih kuat dari biasanya..'

. . .

Disuatu tempat yang cukup jauh dari Iwagakure tepatnya di pegunungan tertutup yang bahkan sangat sulit untuk dimasuki orang pada umum nya karena uap beracun dan kabut panas yang mengelilingi penggunungan tersebut.

Terlihat jika seseorang pria dengan tubuh besar dengan sekujur tubuhnya terdapat armor merah yang kuat dan memakai topi khas nya kini sedang berada dibawah air terjun hangat.

Tap! Tap!

"Siapa kalian..?" tanya nya pada dua figur yang kini mendatangi nya.

Mereka tidak menjawab dan hanya diam saja dan terus berjalan mendekati pria besar yang tidak mau diganggu tersebut, "Pergilah, aku membenci manusia seperti kalian.." Ujar pria besar itu membuka matanya membuat mereka berhenti.

"Jinchuriki no Gobi, Iwagakure no Han. Kau membenci manusia yang menyedihkan tetapi bagian yang paling menyedihkan nya adalah kau seorang manusia khukhu.." Ujar Orochimaru memprovokasinya.

"Kau! Aku mengenal chakra menjijikan ini di perang dunia ke tiga.. salah satu sannin Konoha, mau apa kau datang ke tempat ini? Dunia sudah tidak berperang.." Ujar nya seperti mengintrograsi Orochimaru.

'Ini menghabiskan waktu saja...' fikir Naruto dengan cukup rasa bosan.

Orochimaru hanya menyeringai, "Sepertinya hidup mengasingkan diri dari manusia membuatmu kehilangan informasi sangat banyak ya khukhukhu~" Jawab Orochimaru padanya.

"Sen'ei Tajashu!"

Shyaaa! Wushhh!

Seketika Orochimaru mengarahkan tangan nya dan langsung berubah menjadi ular besar yang sangat banyak hendak menyerang Han.

"Fuuton!"

CSHHHH! Shyaaa!

Namun sangat disayangkan, kadar kabut dan uap ini di pegunungan ini seperti kehidupan dari Han sendiri sehingga ia mampu mengendalikan nya dengan sangat mudah.

"Apapun yang kau lakukan itu tidak akan berhasil, sebaiknya urungkan niat kalian dan pergi dari sini.. terkecuali jika kalian ingin terbunuh!" Ujar nya mengancam mereka dengan menaikan intensitas Ki.

'Seketika Oksigen disini berubah menjadi Karbondioksida.. bertarung dengan seorang pengendali Fuuton, Shoton, dan Jiton merupakan sesuatu yang menyebalkan.' Fikir Naruto merasakan sesuatu yang membuatnya berdesir.

"Naruto-kun sebaiknya kau singkirkan uap ini dengan Futon mu, jujur saja dia berada di tingkatan Low-kage level.."

Mendengar Orochimaru mengucapkan sesuatu yang asing baginya merupakan sesuatu yang baru, "Sannin sepertimu mundur saja, biar aku yang mengurus makhluk menyedihkan ini." Ujar Naruto berjalan maju meninggalkan nya.

'Tsk! Bocah ini tidak tahu diri! Mari kita lihat apakah kemampuan mu sesuai dengan kata-kata mu bocah..' fikirnya dengan licik hendak mundur.

"Silahkan mencoba, tapi aku tidak ikut campur jika kau mati Naruto-kun khuhu.." Ujar Orochimaru lompat menjauh kebelakang.

Wushhh!

"Fungokyaku!"

DHUAGHHHH!

Dalam kecepatan yang tidak bisa diduga Orochimaru kini terkena tendangan telak pada dagu nya oleh Han yang menyerang nya dikala lengah.

'S-sial! Anak ini pintar juga!' fikirnya merasakan tendangan yang mematahkan rahang nya.

"Sepertinya kau berniat mengalahkan sannin terlebih dahulu dibanding diriku?" tanya Naruto sedikit merasa terhina akibat tindakan Han.

Deg! Deg!

'T-tekanan ini! Dari pemuda itu kah!?' fikirnya terkejut merasakan sesuatu yang membebaninya.

DHUARHHH!

Seketika tepat sebelum Han melihat ke arah musuh nya, Naruto sudah menghantam nya dengan sangat kuat. Namun sangat mengejutkan bagi Naruto ketika jinchuriki tersebut bisa menahan serangan nya.

"Daya tahan yang menarik, kurasa kau lebih kuat dari Raikage dalam hal ketahanan." Puji Naruto membuat nya mendesis tidak suka.

Greb!

Han dengan cepat menggenggam kaki Naruto dengan keras, "Simpan kalimat mu untuk kematian mu!" Desis nya berusaha membanting Naruto.

"Fuuton : Jokiheka!"

DHUAMNN!

Gempa berskala kecil terjadi akibat hantaman keras dari pertarungan mereka dan Orochimaru hanya diam dan menonton pertarungan tersebut dengan agak santai.

'Daya hancur yang luar biasa, mungkin setingkat dengan pukulan Shodaime Hokage.' Fikir nya dengan sedikit berkeringat dingin.

Kembali ke pertarungan, Han merasa ada yang aneh dimana target yang harusnya sudah patah tulang kini tidak berada di hadapan nya.

Shring!

"Kau sangat lambat meskipun ketahanan dan kekuatan mu luar biasa."

Tiba-tiba Naruto sudah berada di depan nya dengan sebuah bola hitam kecil ditangan yang nampak sangat berbahaya jika terkena bola tersebut, dengan sigap Han hanya bisa menutupi tubuh nya dengan kedua tangan.

"Rasenringu! / Joki no Yoroi!"

DHUARHHH! CSHHHHH!

Lagi-lagi hal mengejutkan terjadi diantara keduanya, "Tsk! Dia menghempaskan ku menggunakan Fuuton nya yang panas." Gumam Naruto sedikit tidak suka.

'Sepertinya aku harus serius, mengingat si sannin itu tidak ikut campur bisa jadi menguntungkan mereka untuk melemahkan ku.' Fikir Han yang memasuki mode Joki no Yoroi.

Tubuh nya kini dipenuhi uap-uap yang sangat panas bahkan sampai melayukan tumbuhan disekitar dirinya, "Berhati-hati Naruto-kun, dia sudah serius sepertinya." Ujar Orochimaru memperingati nya.

"Kau diam saja, aku bahkan belum mengeluarkan 10% kekuatan ku."

Mendengar nada sarkasme dan arogan itu membuat Orochimaru lagi-lagi menyesal membuka suara demi anak dihadapan nya itu.

Wush!

'Kecepatan nya meningkat!' fikir Naruto melihat Han dengan kecepatan nya.

DHUAGHHRHHHH!

Dalam sekali pukul Naruto sudah terlempar puluhan meter, 'Dengan itu kau pasti sekarat bocah!' fikir Han.

Orochimaru melihat rekan nya dikalah kan dengan satu pukullan pun mulai merangkai handseal nya, melihat hal tersebut dengan cepat Han melesat ke arah Sannin ular tersebut.

"Futon : Daitoppa!"

BWUUUSHHHH!

Lalu terciptalah angin ribut yang mengarah ke jinchuriki gobi tersebut, akan tetapi dengan mudah ia menerobos jutsu Orochimaru. 'Dia memanfaatkan cuaca disini.. ditambah uap yang mengungtungkan dirinya!' fikir Orochimaru berniat menghindar.

"Sudah kubilang, lawan mu adalah diriku!"

DHUAMNNN!

Tepat 3 meter sebelum Han mendekati Orochimaru, sebuah serangan dengan kecepatan gila membuat sang Jinchuriki harus mendapati dirinya terkena hantaman telak.

"Ohoook!"

Dibalik kepulan asap yang menebal akibat serangan Naruto, rintihan Han dengan jelas terdengar mereka dan membuat siapapun mengetahui dengan jelas seberapa parah daya serang tersebut.

"Kita lihat.. apakah kau memenuhi kriteria untuk menari di pertarungan." Desis nya dengan melakukan handseal cepat.

"Katon : Ryuen Hokka!"

Blarh! Blarh! Blarh!

Enam kepala naga api berukuran sedang namun berkecepatan tinggi siap membumi hanguskan Han.

Dhuarh! Dhuarh! Dhuarh!

Mereka tidak dapat melihat dengan jelas apakah sang Jinchuriki terkena serangan ataupun tidak, 'Katon yang luar biasa..' fikir Orochimaru sedikit kagum.

"Graaaggggghhhhhhhhhh!"

JRASHH! JRASHHHH! JRASHHHHHH!

Seketika kumpulan tangan-tangan besar berbentuk merah terbakar chakra negatif menyerang mereka dengan membabi buta, tentu saja mereka berusaha menghindari nya.

"Butuh bantuan? Dia sudah memasuki transformasi Yokai Bijuu tahap kedua lhoo~" Tawar Orochimaru dengan nada mengejek nya.

"Kutarik ucapan ku.." Jawab Naruto membuat nya menyeringai tipis.

SWUSHH!

Seketika dalam sekali kibasan ekor yokai nya membuat asap dan uap disekeliling bereka mengehilang seketika, ".. Sudah kuputuskan untuk bermain dengan nya sampai berubah menjadi wujud yang sempurna." Sambung Naruto.

"Khukhukhu seharusnya kau tahu..ketika dia sudah berubah seutuh nya, kita tidak akan mampu mengalahkan nya Naruto-kun." Timpal Orochimaru yang masih meremehkan nya.

"Lihat dan perhatikan dengan baik.. tingkatan ku sudah jauh lebih tinggi dari seorang sannin sekalipun."

Naruto menghentikan kalimat nya dan menghilang dalam kilatan merah kehitaman, hal ini semakin membuat Orochimaru kesal dan penasaran disatu sisi yang bersamaan dengan kekuatan nya.

'Wajar jika mempunyai keinginan untuk menaklukan segala hal, saat seusia mu bahkan aku berniat mengendalikan hal-hal yang tak mungkin kau mengerti..' fikir nya masih tidak percaya jika Naruto akan melawan Bijuu sendirian.

"Mari kita lihat, jika kau bisa mengalahkan nya sendirian. Itu artinya kau adalah orang ketiga yang bisa bertarung dengan Bijuu seorang diri setelah Madara, Hashirama dan Raikage." Gumam nya penasaran.

Disisi lain wujud dari Yokai Bijuu Gobi kini sudah melesat berbarengan dengan Naruto yang menatap nya dengan datar, "Akan kukalahkan tanpa Dojutsu." Gumam nya arogan.

Whungg! Wushh!

'Bijuudama!?' fikirnya ketika melihat bola chakra kecil dengan tekanan besar melesat ke arah nya.

Shringg! Dhuarhhhh!

'Ini pertama kalinya aku berhadapan dengan transformasi Yokai Bijuu, ternyata dia juga bisa meniru Bijudama dalam ukuran kecil nya.' Fikir nya lagi yang muncul di tempat lain.

Whungg! Wushh!

Shringg! Dhuarhhhh!

Lagi-lagi Naruto dipaksakan untuk berpindah tempat, namun kali ini ia tahu akan melakukan apa. "Baik dari segi chakra, daya hancur, dan insting liar.. dia bisa menekan ku seperti melawan Minato." Ujar nya.

"Suiton : Tajuu-Suikodan!"

BRUSHHHHH!

Seketika tercipta misil-misil hiu besar dalam jumlah banyak yang akan menghancurkan target nya, Han yang dalam mode Yokai memakai insting liar nya untuk menghindari serangan tersebut.

BRASHH! BRASHH! BRASHHH!

"Raiton : Rainagashi!"

BZTSS! BZTSS!

Aliran listrik yang sangat tinggi seketika menyerembet ke dalam air yang merupakan konduktor nya.

"GRAGGHHHHHHHH!"

Raungan dari gobi membuat makhluk dihutan tersebut harus menjauh sejauh mungkin karena merasakan perasaan berbahaya jika mereka menetap. "Keluarkan lah wujudmu Gobi!" Teriak nya melesat jatuh ke tanah.

"Hyoton : Hyoketsu!"

KRAKKKKKKKKSHHH!

Dalam beberapa detik pergerakan dari Han yang menggunakan transformasi Gobi harus terhentik karena efek pembekuan Naruto yang memanfaatkan kelenngahan nya.

Dilain sisi Orochimaru terkejut bukan main melihat Naruto menggunakan Hyoton yang pada dasarnya merupakan Kekkei Genkai Clan Yuki di Kirigakure. 'Mengesankan..' fikir Orochimaru.

"Katon : Gokkamegyaku!"

BLAAARRRRRHHHHHHH!

"GRAAARGHHHHH!"

Kobaran api dalam intensitas luar biasa besarnya membakar hidup-hidup Jinchuriki tersebut, tapi Naruto jelas sadar jika hal ini tidak terlalu berpengaruh untuk Jinchuriki dalam mode Yokai.

Krak! Krak! Krak!

Menyadari sesuatu yang tidak beres didaratan membuatnya harus melompat tinggi, "Jadi ini kekuatan Gobi, mulai dari sini aku harus berhati-hati."

"Kakanzan!"

DHUARHHH! CSH!

"Ugh!" rintih nya ketika terkena cairan asam dari jutsu Gobi, hal itu hampir membuat tangan nya kehilangan daging jika bukan karena regenerasi tingkat tinggi.

"Tsunori!"

DHUAGHH!

Jelas sekali Naruto yang tengah di udara di hantam oleh tanduk Gobi semakin tinggi, 'Semakin cepat!' fikirnya tidak sadar dibelakang nya sudah ada ekor yang siap menghantam lagi.

DHUAMMNN!

"Grrhh!"

Nampaknya serangan besar itu berhasil membuat Naruto terkena telak, Orochimaru dari jauh hanya berkeringat dingin melihat Bijuu tersebut. "Khukhu jika sudah dalam mode Bijuu ini hanya akan menjadi bahaya bagiku, jika bocah pirang itu mati aku lebih baik membatalkan misinya saja." Gumam Orochimaru tidak mau ambil resiko.

"KhukhukhuahAHAHAHAHAHAHAH!"

Suara tawaan keras membuat Orochimaru tertegun karena dalam kondisi yang mungkin sangat tidak menguntungkan Naruto masih bisa tertawa bak psikopat sejati.

Deg! Deg!

"U-ugh! A-apa ini? Aku merasa takut dalam sekejap.." gumam nya tidak percaya.

WHUNGGGHHH!

Tidak main-main dengan shinobi yang sedang bertarung dengan nya kini Gobi sudah membuat Biju dama asli dalam wujud sempurna nya, sebuah serangan yang bahkan dapat membuat satu gunung hancur.

"Meiton : Hachiryuudan!"

Dalam sekejap terciptalah naga-naga hitam yang melilit tubuh besar Bijuu ekor lima ini bahkan membuatnya harus membatalkan Bijudama, tidak selesai disitu Naruto sudah siap dengan bola spiral hitam dengan cincin chakra terang di sekitarnya.

"Dai Rasenringu!"

BUUUMMMMNNNN!

. . .

Iwagakure – Kantor Tsuchikage

Disuatu desa yang mempunyai lingkup dan daerah penuh bebatuan, tepatnya salah satu dari 5 desa shinobi besar. Salah satu musuh terpanas di perang dunia shinobi ketiga dalam menghadapi Konoha yang dipimpin Kirroi Senkou, desa ini lah yang disebut Iwagakure salah satu desa di wilayah Tsuchi.

Tsuchikage dapat melihat dengan jelas ada sebuah ledakan yang membumbung tinggi di angkasa. Bahkan para rakyat pun dapat melihatnya dengan jelas sekali dan mulai panik.

Tap!

"Tsuchikage-sama!" Teriak salah shinobi yang datang menghadap pria tua kecil yang sedang melayang menatap ledakan tersebut.

"Tenanglah, itu hanya Jinchuriki Gobi yang sedang berlatih saja." Jawab nya mendahului laporan dari Shinobi nya.

'Kurasa Akatsuki sudah menemukan nya, huh maafkan aku Han.. kau tidak pernah menuruti perintahku..' fikirnya sedikit menatap mengeras dengan pandanganya.

'Ini adalah jalan terbaik bagi kami dengan membuatmu sebagai bayaran atas jasa mereka, ditambah aku tidak mau membuat desa lain yang menangkapmu.. lebih baik kuserahkan pada organisasi ini saja.' Fikirnya.

Tsuchikage pun menutup mata nya berusaha tidak mau memikirkan nya terlalu dalam, namun sepertinya kedaulatan desa dan negara nya seakan-akan terinjak oleh sesuatu yang sepele.

"Kurotsuchi, Masuk lah!" panggil Tsuchikage pada seorang shinobi yang berada di luar ruangan nya.

Seorang shinobi wanita masuk sesuai panggilan Kage nya, wanita cantik dengan surai rambut pendek nya menatap antusias ke arah pria tua yang melayang yang tak lain adalah Tsuchikage sekaligus kakek nya sendiri.

"Hei Jii-sama! Sepertinya aku tahu misi ku kali ini." Ujar nya dengan sedikit tidak sopan.

"Ya, pergilah kesana dan bawa beberapa team bersama mu, kau tidak akan menang jika sendirian menghadapi hal itu." Ujar Tsuchikage dengan menatap serius ke luar.

Wanita tersebut hanya menghela nafas dan pergi dengan cepat meninggalkan ruangan Tsucikage tersebut.

.

Kembali pada karakter utama kita, Naruto kini sedang menatap Gobi yang terluka parah akibat serangan nya. Berbeda dengan Orochimaru yang harus menghindari daya hancur serangan begitu jauh dari lokasi pertarungan.

'Sepertinya mustahil menumbangkan nya tanpa menghabiskan chakra nya terlebih dahulu ataupun memberinya genjutsu kuat.. padahal makhluk ini ingin sekali kubunuh jika bisa.' Fikir Naruto melihat Gobi yang terluka parah namun masih sanggup berdiri.

"Grhhh!"

"Apa boleh buat.." gumam nya yang seketika matanya berubah menjadi sharingan bahkan langsung berevolusi menjadi FMS nya disalah satu matanya, yaitu mata kiri.

"Grrhh! Sharingan!" Desis Gobi tidak terima melihat mata Naruto.

"Tunduk lah pada master mu makhluk menjijikan.." gumam Naruto mengerahkan genjutsu nya pada Bijuu ekor lima tersebut.

ZRUUUUTTT!

Seketika Gobi mengecil hingga masuk kembali pada tubuh Han seperti awal, Naruto sendiri hanya menatap dengan datar ke arah jinchuriki yang sudah tidak berdaya itu.

"Salahkan dunia yang memberimu takdir kejam, tapi salahkan dirimu jika kau mati dalam keadaan mengenaskan.." Ujar nya mendorong tubuh Han menggunakan kaki nya.

Prok! Prok! Prok!

Suara tepukan tangan dari belakang dirinya dan ia sudah mengetahui siapa orang tersebut, "Tak kusangka kau bisa mengalahkan Bijuu seorang diri.. apakah kau menggunakan fuin untuk menekan chakra nya?" tanya Orochimaru kagum.

'Ular ini banyak bicara, haruskah aku membunuh nya?' fikir Naruto mendelik tajam ke arah Orochimaru.

Wuushhh!

Angin seketika berubah menjadi agak mencekam menandakan sesuatu yang aneh akan terjadi disekitar mereka, "Pergilah bawah Jinchuriki itu ke markas, kebetulan aku punya dendam dengan mereka.." ujar Naruto pada sannin itu.

"Sebaiknya kau jangan meremehkan wanita itu Naruto-kun, dia shinobi dari divisi terbaik Iwagakure dan yang termuda di sejarah mereka." Timpal Orochimaru melewatinya.

Namun tiada reaksi takut ataupun tertarik sedikitpun dari pemuda pirang itu, "Jadi kalian Akatsuki? Organisasi gelap yang dirumorkan para petinggi.." Ujar Kurotsuchi pada mereka berdua.

"..Cepatlah hebi." Perintah Naruto padanya yang saat ini membopong tubuh besar dari jinchuriki tersebut.

"Semoga kau masih hidup Naruto-kun, sangat disayangkan shinobi berbakat seperti mu mati disini." Ujar Orochimaru berharap pada dirinya.

Wush!

"Oi! Hentikan dia!" Perintah Kurotsuchi pada beberapa bawahan nya.

"Ranton : Raikouga!"

Seketika mereka semua kepalanya terputus oleh sebuah laser berwarna ungu, wajah Kurotsuchi mengeras melihat pemandangan yang tidak wajar menurutnya. Shinobi terbaik di desa nya mati dalam sekejap mata.

"Musuh kalian saat ini adalah aku.." Ujar Naruto yang tangan nya masih teraliri petir ungu yang berisik dan mengeluarkan chakra kuat.

'Jadi benar, mereka bukan sekumpulan shinobi biasa.. tapi tunggu sebentar! Rambut pirang?' fikirnya sedikit aneh.

"Taichou! Kurasa dia shinobi yang ada di databook S-rank dari Konoha, Namikaze Naruto.. kita pernah bertemu dengan nya sewaktu dia menjadi Anbu Konoha no Akuma." Jelas wakil nya.

"J-jadi dia a-anbu yang membantai habis regu Tou-san dengan keji?!" Ujar nya terkejut bukan main.

"Souka~ jadi kau anak dari Iwanin bertubuh besar yang tidak bisa menjaga anak buah nya itu ya khukhukhu.." Ujar nya mengejek orang tua dari Kurotsuchi.

Grt!

Kurotsuchi mulai terpancing emosi dengan mengepalkan tangan nya erat-erat dibalik sarung tangan hitam nya, "Tenanglah taichou! Kau sudah tahu kan dari ayah mu kalau dia tipe shinobi yang selalu memanfaatkan emosi musuh." Bisik wakilnya lagi berusaha menenangkan ketuanya.

"Oh ayolah.. dia memang shinobi sekaligus ketua yang tidak berguna, kan? Lari dari pertarungan demi sebuah scroll kosong dan membiarkan rekan-rekan nya mati sia-sia hahahaha!" Ejek Naruto yang kini sifat nya mulai berubah.

"A-ayah ku mengalami gangguan mental setelah menyelesaikan misinya! Dan itu semua karena kau sialannn!" Teriak Kurotsuchi melesat cepat.

Berbeda bagi rekan nya yang melihat gerakan tersebut sangat cepat, Naruto merupakan shinobi tercepat saat ini dan bisa membaca gerakan itu seperti sebuah pergerakan lambat.

Wushh! Tap!

Satu tinjuan berbasis chakra dengan mudah diblok oleh Naruto, belum selesai disitu Kurotsuchi mengarah kan kaki nya ke wajah Naruto.

Wushh!

"Gerakan mu cukup ringan dan berbahaya.. tapi itu tidak cukup untuk menggoresku." Ujar nya yang berhasil mengindari lagi dengan mudah.

"Doton : Gomuni!"

GRAKK!

Seketika tanah dari dua sisi berusaha menjepit Naruto, hal itu dilakukan Kurotsuchi ketika menyentuh tanah dengan tangan nya. "Kau ahli juga memanfaatkan timing.." puji Naruto lagi.

Wush! DAMN!

Kurotsuchi langsung keluar begitu tanah akan menjepit Naruto secara keseluruhan, "..lumayan!" Bisik Naruto yang sudah berada dibelakang nya.

DHUAGHHH!

Kurotsuchi terlempar begitu ketika pukulan keras dari Naruto mengenainya dengan telak dan tidak bisa menghindarinya, "Taichou!" Teriak bawahan nya ikut melesat menyerang Naruto.

"Katon : Haijingakure!"

BWUSHHHHHHHH!

Ledakan besar berupa asap panas seperti vulaknik menghempaskan segalanya, "Argh!" Rintihan dari para shinobi iwa terdengar jelas begitu asap panas itu menyebar.

Set! Wush!

Naruto mengambil beberapa kunai dan lalu melemparkan nya ke berbagai arah, belum selesai disitu ia pun langsung merangkai handseal nya.

"Futon : Atsugai!"

BWUUUUUUSHHHHHHHH!

Seketika angin ribut membuyarkan asap yang tebal menampakan sekeliling nya yang cukup berantakan, "Inikah shinobi terbaik dari Iwa? Menyedihkan.." Ujar Naruto menatap rendah mereka semua.

"CUKUP!" bentak Kurotsuchi marah.

"Yoton : Sekaigyoku no jutsu!"

WOSHHHH!

"Hmm semen.." Gumam Naruto melihat tumpahan semen mengarah padanya ia pun hanya diam dan tidak bereaksi.

ZUOOORHHH!

Dalam sekejap keluar chakra berwujud tulang besar dari tubuh Naruto berwarna Hitam kemerahan, "A-apa it-u!" gumam yang lain nya.

"Monster apa lagi ini.." gumam Kurotsuchi tidak suka melihat nya.

".. Kudengar kakek mu adalah Ryotenbin no Onoki, jika kau masih hidup keluar dari sini katakan padanya jika kau telah melihat Susano'o dengan mata kepalamu sendiri." Ujar Naruto yang seketika membuat susano'o nya sempurna dalam wujud 30 meter.

"Ti-tidak mungkin Kitsuchi-senpai melawan shinobi seperti ini!" gumam yang lain nya mulai merasa gemetar dikakinya.

"Kuberi kalian waktu 1 menit dan aku akan diam saja tanpa melawan sekalipun, gunakanlah waktu itu untuk lari ataupun melawan ku, jika kalian punya keberanian khukhu." Jelas Naruto membuat harga diri mereka seketika terinjak-injak.

'I-ini berbahaya! Lebih baik kita mundur saja..' fikir Kurotsuchi berniat menarik mundur pasukan nya, namun tidak disangka-sangka jika pasukan nya malah maju menyerang.

"HUOOOOOO!"

"Doton : Chidokaku! / Doton : Doryuutaiga!"

GRAAK! GRAKK! GRAAA!

Tanah di pijakan Susano'o nya seketika meninggi untuk mengoleng kan raksasa tersebut, dan dilain sisi ada naga tanah yang cukup banyak melesat ke arah nya.

"Huh kita lihat, apakah susano'o merupakan pertahanan absolut atau tidak.." gumam Naruto yang hanya mengikuti permainan mereka.

DHUAMMMMNNNNNN!

"Ittan! Ikuto! Cepat lari dari sini! Kita tidak mungkin menang!" Ujar Kurotsuchi menyadar kan mereka.

Jrashh! Jrashh!

"Arghh!" Rintih kesakitan dari dua shinobi iwa lain nya yang berada dibelakang Ittan dan Ikuto, mereka ditebas rekan satu team mereka sendiri.

"K-en..apa?" tanya rekan nya yang sekarat karena tertebas melihat pandangan rekan nya yang menebas dalam kondisi pandangan datar.

"Si-al i-itu genjutsu.." gumam satunya lagi menghindar dari serangan berikutnya, 'Genjutsu? Tapi sejak kapan! Seharusnya kita menyadari nya..' fikir Ittan melesat mundur membawa rekan nya.

Bwushhh!

"1 menit habis teman-teman, waktunya kita bermain khukhu.." gumam Naruto yang masih dalam kondisi tanpa cidera sedikitpun mengejutkan mereka.

"D-dojutsu! Sharingan kah?" tanya Ikuto begitu sadar kedua mata Naruto menampakan sebuah mata merah dengan pola yang rumit.

Naruto memandang heran kepada mereka semua karena tidak tahu tentang dojutsu yang ia pakai saat ini, "Sepertinya Onoki tidak mengajarkan kalian tentang Mangekyou Sharingan ya, dojutsu yang memberikan luka dan rasa malu terbesar di Iwagakure pada perang dunia shinobi satu.." Jelas Naruto membuat mereka terkejut.

".. yang dimana Nidaime Tsuchikage Muu dan Onoki harus menerima kekalahan telak dihadapan Uchiha Madara." Sambung Naruto kembali mengejutkan mereka.

"Uchiha Madara.. berarti kau juga seorang Uchiha! Tapi kau adalah keturunan Kiiroi senkou dan Uzumaki! Tidak mungkin kau mempunyai mata Uchiha!" Ujar Kurotsuchi tidak menerima perkataan Naruto.

"Anggap saja aku spesial.. jadi, mari kita menari kembali~"

Susano'o seketika bergerak memunculkan sesuatu di tangan nya berbentuk tomoe-tomoe kecil yang disebut magatama, melihat serangan akan datang mereka pun mulai menghindar.

"Yasaka no Magatama!"

Duamn! Duamn! Duamn!

Duamn! Duamn! Duamn!

"Sial! Kekuatan yang mengerikan.. tak kusangka Kitsuchi-senpai bisa bertahan hidup setelah bertemu dengan nya! Terlebih lagi dia juga sangat muda!" Ujar Ittan menatap ngeri belakang nya.

Merasakan para shinobi iwa sudah pergi cukup jauh ia pun hanya menghela nafas saja, 'Aku hanya malas membawa Jinchuriki, tapi serangga nya sudah pada lari..' fikirnya yang menghilangkan Susano'o nya.

"Lantas kenapa kita tidak bersenang-senang?"

Suara seseorang muncul di dalam fikiran nya, bukan nya terkejut ia malah tersenyum tipis menyadari hal tersebut. "Baru bangun setelah 3 tahun lamanya.. bisakah kau beri kan penjelasan yang sebenarnya?" tanya Naruto to the point.

"Langsung pada inti seperti biasanya, huh.."

Naruto hanya diam mendengar jawaban dari suara yang ada difikiran nya itu, "Carilah tempat dimana pecahan kekuatan ku tersimpan terlebih dahulu, karena ditempat itu aku akan menjelaskan semuanya.."

"Tidak kah kau bisa memberiku petunjuk sedikit." Gumam Naruto sedikit dingin.

"Sumber kekuatan para Uzumaki, sesuatu kekuatan yang mengalir didarah mereka selain chakra.. aku tidak tahu mereka menyebutnya apa, tapi itu merupakan kekuatan ku. Yang artinya adalah sebagian dari diriku berada bersama mereka."

"Apakah Kushina atau Nagato tahu?" tanya Naruto lagi.

"Tidak! Mereka bukan Uzumaki asli yang menetap jadi kemungkinan mereka tidak pernah tahu.."

Naruto seketika terkejut mendengar penuturan tersebut, "Apa maksudmu kau menyuruh ku untuk mencari Uzushiogakure?" tanya nya dengan ragu-ragu.

"Itu adalah langkah awal,. Uzushio tidak pernah diketahui tempat dan sisa-sisa reruntuhan nya.. dan pecahan ku pun tidak pernah terasa di dunia ini, jadi aku beranggapan jika Uzushio adalah tempat yang harus kita kunjungi mengingat betapa mengerikan nya kemampuan Fuinjutsu Uzumaki dengan mencampurkan kekuatan ku."

"Tidak masalah, aku sudah tahu dimana tempat nya.. dengan memanfaatkan Hirenyakku dan ingatan Ojii-sama itu adalah hal mudah." Ujar Naruto.

"Tapi aku harus mengawasi Akatsuki dan Obito agar rencana terus berjalan, Jika menggunakan Kagebunshin itu cukup mustahil untuk pertarungan melawan Bijuu." Sambung Naruto.

"Kau bisa kembali menggunakan Hirenyakku jika bunshin menghilang, tapi itu cukup berbahaya jika jangkauan nya terlalu jauh.. terlebih lagi fisik mu masih manusia."

Ia nampak sedikit terdiam dan berfikir sejenak tentang ucapan sosok tersebut yang suara nya berada di dalam fikiran nya.

"Huh.. kita lihat saja perkembangan nya nanti." Gumam nya yang kini menghilang dibalik kilatan cahaya merah gelapnya yang berpendar.

~ To Be Continue ~

. . .

. . .

. .

.

.

Jangan Lupa RNR Minna-san! Baru up sampe chapter 4 yaaa jangan bablas hehe..

.

.

.

.

.

~ Seeee Youuuuuu! ~