Chapter Three – Memories

Resurrection of the Darkness

Disclaimer © Masashi Kishimoto

~ Ditulis tanpa mencari keuntungan karena berusaha mencari kegembiraan ~

Genre : Adventure – Fantasy – Historic – Crime -

Rate : T – M (Untuk kekerasan)

Warning : Typo bertebaran / Alur Berantakan / Ide Pasaran / OOC / DarkNaru / StrongNaru / EvilNaru

~ Don't Like… Don't Read ~

Summary : Gelap.. Dingin.. Hening sekali.. aku tidak bisa merasakan apapun lagi entah sejak kapan (?). Sungguh ini kah yang kau mau.. Kembalilah! Tolong kembalilah!.. Enyahlah kalian semua, keberadaan kalian tidak ada artinya bagiku. Hindari diriku atau kau akan bertemu dengan kematian.


~ Chapter Before ~

"Itu adalah langkah awal,. Uzushio tidak pernah diketahui tempat dan sisa-sisa reruntuhan nya.. dan pecahan ku pun tidak pernah terasa di dunia ini, jadi aku beranggapan jika Uzushio adalah tempat yang harus kita kunjungi mengingat betapa mengerikan nya kemampuan Fuinjutsu Uzumaki dengan mencampurkan kekuatan ku."

"Tidak masalah, aku sudah tahu dimana tempat nya.. dengan memanfaatkan Hirenyakku dan ingatan Ojii-sama itu adalah hal mudah." Ujar Naruto.

"Tapi aku harus mengawasi Akatsuki dan Obito agar rencana terus berjalan, Jika menggunakan Kagebunshin itu cukup mustahil untuk pertarungan melawan Bijuu." Sambung Naruto.

"Kau bisa kembali menggunakan Hirenyakku jika bunshin menghilang, tapi itu cukup berbahaya jika jangkauan nya terlalu jauh.. terlebih lagi fisik mu masih manusia."

Ia nampak sedikit terdiam dan berfikir sejenak tentang ucapan sosok tersebut yang suara nya berada di dalam fikiran nya.

"Huh.. kita lihat saja perkembangan nya nanti." Gumam nya yang kini menghilang dibalik kilatan cahaya merah gelapnya yang berpendar.


Resurrection of the Darkness

Akatsuki Hideout

Di markas Akatsuki saat ini tergeletak tubuh dari seorang jinchuriki Gobi yang keadaanya ada kemungkinan sekarat dan hampir mati, ditemani dengan beberapa anggota akatsuki yang sudah memasuki altar dengan via hologram pun seakan-akan ingin melakukan sebuah ritual. (OST Naruto – Girei)

Naruto memandangi satu persatu dari mereka dan tentunya ia merasakan kekurangan karena ada beberapa tempat yang kosong.

"Juzo Biwa mati di dalam pertempuran melawan sandaime mizukage."

Suara dari Itachi membuat seluruh arah pandangan mata teralihkan kepadanya, pasalnya baru beberapa hari mereka berparnert dan menjalankan misi dan sudah harus ada yang mati.

"…"

Tidak ada respon dari sang leader yang menatap mereka dengan rinnega nya, Mata nya justru teralihkan oleh Kakuzu yang tengah diam. "Dimana Partner mu…" tanya Pein.

"Dia sudah mati ditangan ku, aku benci shinobi berisik yang menyebalkan." Gumam nya tanpa rasa bersalah sekalipun.

"Sepertinya kau butuh partner yang abadi juga.." Ujar Konan menyinggung nya.

Naruto tidak banyak berharap di dalam pertemuan ini terkecuali penyegelan Gobi yang harusnya cepat dimulai, "Kurasa cukup, kita sebaiknya memulai penyegelan ini." Ujar Naruto.

Ia sadar jika dirinya kini sedang disoroti seluruh pasang mata karena keangkuhan nya dari awal bergabung hingga saat ini. 'Haruskah ku bunuh mereka semua?' tanya nya sedikit jengkel.

"Bersiaplah, akan kumulai sekarang." Ujar Pein yang sedang merangkai beberapa handseal dengan cepatnya.

"Fuinjutsu : Genryuu Kyuu Fuujin!"

Mulut dari Gedomazo seketika terbuka menampilkan cahaya terang yang perlahan-lahan menciptakan wujud dari 9 naga. 'Jadi ini fuinjutsu Nagato..' fikirnya ketika melihat fuin tersebut.

WUSHH!

Dengan cepat ke sembilan naga itu langsung menghantam tubuh sekarat dari jinchuriki Gobi tersebut. "Uarghhh!" teriak pilu kesakitan dari Han.

Waktu penarikan Bijuu dengan beberapa anggota menghabiskan banyak waktu hingga membuat siapapun bosan, 'Ini membosankan padahal sudah kuberi bantuan chakra secara tidak langsung.' Fikir Naruto.

"Kemarilah Naruto."

Tanpa berfikir lebih lama Naruto memejamkan matanya dan pandangan nya seketika menghitam namun dirinya tertarik memasuki suatu dunia di dalam kesadaran nya.

Mindscape on

Matanya kini terbuka menampilkan iris mata ruby gelapnya yang menatap sebuah hamparan luas dengan laut sebagai dasar nya namun mempunyai daratan berupa pilar-pilar besar.

"Fufufu sudah lama ya, gaki~"

Perkataan seseorang yang berada di samping nya tidak membuatnya terkejut sama sekali malahan menatapnya dengan bosan, "Oi! oi! seperti itukah caramu menyambut partner mu huh.." Ujar nya jengkel.

"Dunia mu kali ini nampak membosankan." Jawab Naruto.

Pria berusia 25 tahun dengan surai rambut putih serta pupil mata putih dan sekitaran nya berwarna hitam legam menakutkan, ditambah lagi pakaian khas jaman dahulu serta aksen tato yang berada di tubuh tersebut semakin memperjelas ia bukan sosok yang baik.

"Huh kau fikir aku tahan dengan kebosanan fana ini selama kau memutuskan akses telepati sejak latihan mu dengan Madara?" Tanya nya dengan sedikit jengkel lagi.

Ia melirik Naruto sedikit senang, "Yaa~ walaupun tidak akan sebosan kehidupan ku dimasa lalu sih haha.." Ujar nya sedikit mengespresikan kesenangan nya dengan terbang-terbangan.

Flashback on – After 5 years Kyubi Incident

Disebuah rumah yang berada di Uchiha Compound dengan mansion kecil milik keluarga Uchiha Kagami yang sekarang dimiliki oleh salah satu prodigy terbaik Uchiha clan, Yaitu Uchiha Shisui.

Terlihat dua orang yang sedang berlatih satu sama lain yang tak lain adalah Uchiha Shisui sendiri dengan putra pertama Yondaime Hokage yaitu Namikaze Naruto, Kenapa mereka bersama?

Itu dikarenakan sebuah pertemuan tak terduga dari Shisui dan Naruto sejak Insiden Kyubi dan diperintahkan langsung oleh Hiruzen Sarutobi selaku mantan Sandaime Hokage. Shisui adalah salah satu sosok yang dekat dengan Naruto selain beberapa sosok lain nya.

Keberadaan Naruto pun belakangan ini dicurigai sebagai mata-mata Uchiha karena selalu bermain di Uchiha Compound. Ditambah ia dekat dengan Fugaku dan Mikoto walaupun sudah dari kecil ia dibawa oleh Kushina bermain dengan Itachi juga.

Usianya kini genap menginjak 10 tahun dan ia sedang memegang sebuah bingkai foto team nya di masa lalu, masa lalu?

Dirinya lulus 7 tahun walaupun sudah di tawari agar lulus sejak usia 5 tahun seperti halnya legenda Sannin Orochimaru dan Hatake Kakashi. Satu-satunya alasan adalah karena ia menemukan kehangatan yang tidak di dapat lagi di rumah nya kala itu walaupun alasan awal orang tua nya karena dibutuhkan sosialisasi.

Lulus 7 tahun dengan menggeser prestasi akademik Minato di urutan ke 2 dan Itachi di urutan ke 3. Dirinya masuk di team 2 yang mana ia setim dengan Itachi Uchiha, Yusa Kisaka serta Jounin pembimbing nya adalah Yuki Minazuki.

Namun hanya bertahan 3 tahun saja kesenangan mereka, karena saat ini Naruto di promosikan menjadi Anbu setelah lulus menjadi Chunin di usia 8 tahun karena ingin membuktikan dirinya kepada keluarganya walaupun pada akhirnya tetap di abaikan.

Hari ini adalah perpisahan mereka hari terakhir mereka berkumpul bersama, walaupun hatinya sedikit tidak menerima perpisahan ini. Namun ia harus mendapati perhatian dari kedua orang tua nya serta di dorong oleh beberapa sosok terdekat yang mendukung nya itu.

"Jika kau suka padanya lebih baik katakan saja daripada nanti diambil Itachi fufufu~" Ujar seseorang menggodanya yang sedang memperhatikan foto tim mereka.

Ia melirik malas ke arah pria dengan rambut spike lemas dengan ciri khas mata lentik nya, ya dia adalah Shisui Uchiha. "Bakka ne? itachi sudah punya Izumi wlee!" jawab nya meledek Shisui.

Shisui seketika menemukan ide jahil ketika melihat ekspresi Naruto, "Bagaimana jika Itachi ingin membangun Harem Na-ru-to-san?" tanya nya dengan membisik ala-ala setan.

"Aku kenapa?" Tanya seseorang membuat mereka terkejut.

"Hoii! Kalau datang ke rumah orang itu dari pintu depan tahu!" Teriak Naruto dan Shisui bersamaan mengomeli itachi membuatnya menahan tawa.

Naruto dan Shisui yang sudah jarang melihat senyuman di wajah Itachi pun seketika merasakan sebuah kebahagiaan kecil yang jarang-jarang mereka rasakan.

Wush!

"Ayo Itachi kita berangkat! Yusa-chan pasti sudah menunggu hehe.."

Naruto melesat melewati Itachi yang berada di luar jendela nya meninggalkan mereka, Itachi pun memberi salam perpisahan kepada Shisui lalu mengikuti Naruto.

'Semoga kebaikan selalu bersama kalian..' fikir Shisui mendoakan mereka, walaupun ekspresi nya berubah drastis seakan-akan suram memikirkan sesuatu.

Kembali bersama Itachi dan Naruto yang melesat pergi dengan cepat, Itachi menyadari sesuatu yang digenggam oleh Naruto. 'Kotak hadiah perpisahan kah?' fikirnya penasaran.

Setelah beberapa menit perjalanan mereka ke titik pertemuan akhirnya bertemu dengan sesosok gadis cantik dengan rambut coklat panjang nya serta wajah manis yang tak mungkin bisa membuat siapapun bosan melihatnya.

"Yooo! Minna~!" Teriaknya menyambut mereka dengan ceria.

'Senyuman mu membuat dunia ku seakan-akan tertata ulang seperti aku terlahirkan kembali Yusa-chan..' fikir Naruto merasakan kehangatan di dirinya.

Tap! Tap!

"Maaf membuatmu menunggu kami Yusa-chan.." Ujar Naruto stay cool seperti biasanya membuat Itachi ingin tertawa jika ia tidak menahan nya.

"Moo~ kalian lama sekali! Aku hampir lumutan disini!" Jawab nya dengan jengkel dan seketika langsung menarik mereka.

"Tapi tidak apa-apa! Mari kita bersenang-senang mengenang hari ini sebelum kehilangan salah satu diantara kita!" Ujarnya menarik mereka berdua dengan ceria.

.

Dari kejauhan beberapa sosok yang bersembunyi dibalik kegelapan mengawasi mereka dengan hati-hati, "Kenapa kita terlalu menjaga jarak? Mereka hanya anak chunin kapten." Ujar rekan nya.

"Jangan meremehkan mereka kuma, disisi nya ada 2 shinobi yang dibilang sebagai para prodigy yang akan meneruskan generasi Konoha.." Ujar kapten mereka.

"Ya, daun yang hijau tidak boleh tertelan tanah yang kotor dibawah bayangan." Gumam salah satu dari mereka.

.

'Aku merasakan sesuatu sedang mengawasi kami.' Fikirnya mencoba merasakan mereka namun sangat sulit.

Ia cukup gelisah dengan niat jahat yang mengarah kepadanya, Ya kemampuan Uzumaki nya salah satu seperti kemampuan Mito Uzumaki istri Shodaime Hokage.

Greb!

Tangan seseorang menyentuh pundak Naruto yang tak lain adalah Itachi, ia sadar melihat Naruto yang cukup tidak fokus dengan sekitarnya. "Ada apa?" tanya nya.

"A-ah tidak, bukan masalah." Jawab nya.

Tap!

Seseorang mendatangi mereka ia adalah Anbu khusus dibawah Yondaime langsung, Hatake Kakashi. Nampaknya ia mempunyai urusan dengan salah satu diantara mereka.

"Naruto-san kau dipanggil untuk menghadap ke Hokage-sama." Ujar nya dengan nada datar.

Nampaknya kebersamaan mereka sekian jam harus terhenti dengan panggilan tersebut, "Pergilah.. aku akan menjaga nya." Bisik Itachi padanya.

"A-ah Yusa-chan sepertinya aku harus pergi sebentar, tolong tunggu aku ya!" Ujarnya melesat pergi meninggalkan mereka.

"Inu-san.." panggil Itachi padanya.

Ia pun menghadap ke arah Itachi kecil dengan bertanya-tanya di fikiran nya, "Apakah kau tahu alasan Naruto di panggil?" tanya Itachi padanya.

Kakashi mengusap kepalanya sedikit bingung menjelaskan nya, "Huft kurasa tidak Uchiha-san." Jawab nya berjalan meninggalkan mereka.

"!"

Itachi merasakan beberapa sosok mendekati mereka dengan terang-terangan, walaupun tipis kehadiran nya. "Yusa-chan kurasa kita harus pulang.." ajak nya dengan tergesa-gesa.

Hokage Place

"Sebaiknya kita memasukan nya saja ke dalam divisi introgasi saja Minato atau Naruto akan salah paham dengan perbuatan mu nantinya."

Naruto menghentikan langkah kakinya ketika berada di depan pintu ruangan Yondaime Hokage, 'Firasat ku tidak enak.' Fikirnya.

"Hokage-sama Naruto-san sudah tiba." Ujar Anbu dari balik pintu kepadanya.

Seketika Minato dan Shikaku saling pandang satu sama lain akibat perselisihan kecil mereka barusan, "Baiklah suruh dia masuk." Perintah nya.

Cklek!

"Apa ada yang bisa saya bantu, Yondaime-sama?" tanya nya kepada sang ayah dengan hormat.

"Gomen Naruto kami memanggilmu disaat hari cuti mu sebelum resmi-."

"Apa kau dekat dengan Yusa Kisaka?" tanya Minato memotong perkataan Shikaku hingga membuatnya menghela nafas.

'Ada apa ini..' fikirnya memerhatikan sekeliling nya yang merasakan keberadaan dari para anbu yang bersembunyi.

"Ha'i Yondaime-sama, dia adalah sahabat sekaligus rekan setim ku dengan Itachi." Jawab nya yang berusaha tenang.

"Kau tahu kan jika ia adalah bukan penduduk asli Konoha, dan masuk serta diterima karena mendiang paman nya yang merupakan shinobi Konoha.. Namun setelah diselidiki latar belakang nya paman dan keluarganya dibunuh oleh dirinya sen-."

"Maaf langsung intinya saja, Yondaime-sama."

Naruto memotong ucapan dari sang ayah dengan tegas tidak seperti sebelum nya yang penuh hormat, shikaku pun hanya meratapi Minato yang tak mau mendengarkan saran nya.

"Demi keselamatan mu jauhi dia, kita tidak tahu apakah dia berniat jahat dengan menanamkan suatu genjutsu atau jebakan lain nya padamu.." jelasnya dengan nada acuh.

Deg! Deg!

Shikaku dan Minato seketika merasakan tekanan kuat dalam sepersekian detik dari Naruto, sebuah chakra jahat dan gelap. 'A-apa itu? Apakah karena aku kelelahan?' fikir Minato

"Aku tidak bisa."

Minato mengernyit heran ke arah nya, ia pun berjalan perlahan dan menepuk pundak sang anak. "Ini demi keselamatan mu-."

Plak!

Naruto menepis tangan sang ayah dengan kasar dan hal tersebut membuat shikaku dan minato terkejut bukan main. "Sejak kapan kau memikirkan ku huh?" tanya nya dengan dingin.

Ia pun meninggalkan ruangan itu dengan perlahan, "Aku tidak akan mengingatkan mu lagi, dan aku tidak akan bertanggung jawab atas perasaan mu nak!" Ujarnya dengan tegas.

"Kau fikir.. hanya karena kau orang tua ku, kau mampu menghapus cahaya ku huh?" tanya nya dengan intensitas chakra yang liar membuat mereka berkeringat dingin.

'Danzo-sama pasti senang mendengar hal ini..' fikir salah satu anbu ne yang menyusup.

Begitu keluar dari lingkungan kantor Hokage ia pun langsung meelompati beberapa rumah dengan tergesa-gesa, "Jadi benar deteksi ku menangkap keberadaan anbu siang tadi!" Gumam nya membentuk satu handseal.

"Kagebunshin!"

Boft! Boft!

"Aku merasakan sesuatu akan terjadi, aku akan ke tempat Yusa! Kau pergi ke tempat Itachi, dan kau ke Shisui!" Perintah nya dan mereka pun langsung berpencar dengan Hiraishin mereka.

Shring! Shring! Shring!

'Gawat dia sudah bergerak! Aku harus memberitahu mereka!' fikir sesosok anbu dari kegelapan.

. .

Naruto in Yusa Place

Shring!

Naruto asli sampai disalah satu pohon dekat rumah Yusa namun sepertinya sesuatu terjadi di rumah tersebut, ia pun seketika mengechek sekitarnya.

Tok! Tok! Tok!

Naruto mengetuk pintu tetangga Yusa dari apartermen tersebut, "Ya tunggu sebentar." Ujar pemilik kamar dari dalam nya.

"A-apa kau melihat sesuatu yang terjadi di kamar Yusa-chan, Obaa-san?" tanya nya dengan khawatir karena kamarnya sedikit berantakan.

"A-ah ya Naruto-sama,." Jawab nya ikutan panik.

"Tolong beritahu aku!"

. .

Naruto in Itachi Place

Shring!

Ia sampai di gerbang depan dari Uchiha Campound dan langsung melesat ke penjaga gerbang menanyakan keberadaan Itachi.

Setelah berlari mencari nya akhirnya ia menemukan Itachi yang kini berada dengan Sasuke di samping nya, "a-ah Itachi apa Yusa baik-baik saja tadi?" tanya nya.

Satu hal yang menjadi pertanyaan adalah tentang pertanyaan Naruto yang konteks nya adalah keadaan Yusa bukan tentang keberadaan nya.

"Ada apa Naruto? Kenapa tergesa-gesa sekali.."

Naruto tidak mau mengganggu waktu Sasuke dengan Itachi, "A-ah kurasa tidak apa-apa, tapi apakah Yusa-chan sudah kau antarkan ke rumah nya?" tanya nya lagi.

"Sudah walaupun aku merasakan sesuatu mengawasi kami, sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya nya dengan khawatir.

. .

Naruto in Shisui Place

Shring!

"U-uwohhh!" Teriak Shisui yang melihat Hiraishin Naruto.

Gubrak!

Shisui pun terjatuh dari kursi meja makan nya, "Oi! bakayarou! Kalau pulang lewat pintu depan kecuali terdesak dasar-."

"Shisui-nii apa kau tahu tentang misi anbu yang bersangkutan dengan Yusa Kisaka ataupun shinobi luar desa?" tanya nya dengan panik.

"Hei-hei! Tenang lah.. ada apa dengan mu? Tidak seperti biasanya?" tanya nya khawatir.

"Dan jika soal pertanyaan mu setahuku Danzo dan Hokage-sama pernah membahasnya untuk mengirim nya ke divisi Interograsi konoha!" Ujar nya mencoba mengingat-ingat lagi.

"Agh sial! Kumohon bantu aku Shisui-nii!" Ujar Naruto memohon membuat Shisui merasa ada yang tidak beres dengan mereka berdua.

"Kurasa aku akan ke tempat Sandaime-sama dan kau sebaiknya langsung menuju Divisi interograsi langsung.. kau bukan bunshin kan?"

"Sayang nya iya.." Ujar Naruto yang langsung melesat meninggalkan nya.

. . . .

Malam itu Naruto dilanda rasa takut akibat pengakuan dari tetangga Yusa yang melihatnya dibawa oleh beberapa anbu ne dan anbu hokage, ditambah Shisui sudah meminta pertolongan dari sandaime untuk ke divisi interograsi dengan dirinya yang mengawasi dari belakang.

Ia melesat dengan puluhan kagebunshin dan berusaha mencari keberadaan nya dan salah satu bunshin mendapati jejak yang ditinggalkan Yusa, yaitu hadiah yang ia berikan pada siang tadi. Yaitu gelang dengan manik-manik khas nya berwarna merah.

'Sial! Sial! Apa yang akan mereka lakukan sebenarnya!' fikir Naruto yang gelisah.

Malam mulai semakin hening dan sepertinya Naruto semakin gelisah dibalik keheningan tersebut, "Lepaskan aku sialan!" Teriaknya mencoba melepaskan dirinya.

'Yusa-chan!' fikir Naruto yang kini melihat nya sedang tersungkur kasar dihadapan 6 Anbu yang berasal dari Konoha serta beberapa Shinobi dari Kumogakure.

'6 dari Konoha dengan 4 dari Ne dan 2 anbu hokage, ditambah 8 dari Kumo.. apakah Yusa ingin dijadikan Jinchuriki?'

Jinchuriki? Yah Naruto mengetahui jika Yusa adalah seorang Uzumaki sama seperti dirinya namun lebih memilih kehidupan sederhana daripada dilindungi seperti Kushina, dan ia pun mengecat rambutnya menjadi coklat gelap.

'Sepertinya ini ulah Danzo dan Minato, tak kusangka kalian sejahat ini.' Fikir Naruto yang tanpa sadar menaikan KI nya.

'Jika ku serang sekarang bisa saja dan membunuh mereka semua, tapi itu hanya akan menimbulkan peperangan di esok hari.. setidaknya akan ku bunuh kumo itu setelah bertukar surat burung.' Fikir Naruto yang masih sempat memikirkan Konoha.

"Baiklah misi kami selesai, jangan lupa hubungan diplomatik kita harus terjaga." Ujar sang kapten anbu menarik undur diri bersama team nya.

Shinobi Kumo pun langsung mengabari kabar ke pimpinan nya dengan sebuah surat di kaki burung khusus pengatar surat tersebut. Naruto pun sudah bersiap akan membawa Yusa kembali.

"Sial! Kurasa malam ini aku akan membunuh beberapa orang lagi.." gumam nya mencoba meyakinkan dirinya.

Setelah pergi sejauh 1Km Naruto mengikuti akhirnya ia bersiap untuk rencana nya mengambil kembali Yusa dari genggaman Shinobi Kumo, ia kini sudah bersiap dengan Fuma Shuriken nya. (~ Ost Theme Ameterasu ~)

SYASHHH!

"Menghindar!" Ujar kapten mereka

Wush! Wush! Wush!

Sebuah Fuma Shuriken melesat dengan cepat ke arah mereka dan dapat dihindari dengan mudah, 'Kena kalian!' fikirnya

Boft! Syaaaaatttttthhhh!

Seketika fuma shuriken yang terhubung dengan benang itu meledak dengan asap tebal dan memunculkan shuriken-shuriken kecil yang terhubung dengan benang, Naruto pun seketika menarik dengan sekuat tenaga benang tersebut.

Jrash! Jrash! Jrash!

4 dari 8 shinobi itu terkena titik fatal dan menyebabkan mereka mati seketika, Naruto mendecih tidak suka dengan serangan pembukanya itu. 'Tsk! Seharusnya hanya sisa 2 orang di dekat Yusa-chan!'

"Bunuh siapapun dia! Uma! Usagi! Kalian bergerak lah lebih dulu!" Ujar Kapten mereka yang bersiap-siap dengan yang lain nya.

'N-naruto-kun?! Syukurlah!' fikirnya ketika melihat fuma shuriken tersebut.

Rangkaian handseal dengan cepat sedang ia lakukan, "Mati lah kalian semua!" desis Naruto dengan amarah.

"Katon : Ryueen Hokka!"

Sebuah intensitas chakra panas tercipta dari mulut nya hingga membentuk suatu kepala naga yang bergerak lincah. "S-sial katon tingkat tinggi!" ujar salah satu diantara mereka.

"Suiton: Sui-."

Dhuar! Dhuar! Dhuar!

"Uarghh!"

Ledakan besar di iringin teriakan kesakitan dari mereka mewarnai pertarungan saat ini, sedangkan shinobi yang membawa Yusa menggenggam tubuh nya dengan keras sehingga teriakan kesakitan dari Yusa membuat Naruto marah.

Syut! Syut! Syut!

Naruto menghempaskan beberapa pasang kunai ke arah yang berbeda-beda karena kunai itu adalah kunai hiraishin miliknya. 'Harus kuselesaikan cepat sebelum para Anbu konoha itu tahu..' fikirnya.

"N-naruto-kun!"

Seketika Naruto berhenti jantung nya dalam sepersekian detik ketika melihat Yusa kulitnya digoresi oleh kunai, "Beraninya kau!" Teriaknya menghilang bersamaan dengan kilatan merahnya.

Shring! Jrash!

"ARGHH!"

Satu lengan yang mencoba melukai Yusa akhirnya buntung dalam mode kecepatan hiraishin nya, "I-itu hiraishin! Siapa bocah ini!" Teriak kapten nya terkejut.

Jrash! Jrash! Jrash!

Dalam sekejap Naruto membunuh shinobi yang menyandera Yusa dan memotong nya dalam 3 bagian yaitu leher, perut dan kaki. Seluruh rekan nya pun melesat ke arah Yusa dengan niat membunuh.

"Raiton : Laser Circus!"

Sebuah cahaya kilat menyambar ke arah Naruto dengan kecepatan yang hampir sulit dibaca olehnya, ia pun memejamkan mata nya dan memulai konsentrasi chakra ke mata nya.

Shring! Dhuar! Shring! Dhuar!

Naruto menghindari laser tersebut dengan mudahnya seperti sudah bisa membaca arah serangan itu. "Tsk! Shinobi rendahan.." Desis nya melihat serangan tersebut.

Deg! Deg!

Naruto seketika merasakan beberapa shinobi dengan tekanan tinggi mengarah menuruni bukit dengan kecepatan tak wajar ke arah nya.

JRASHHH!

Naruto menebas seseorang lagi yang hendak mengambil Yusa, "Yusa-chan tutup telinga dan mata mu sebentar saja!" perintah nya yang sedang melakukan handseal.

"Kagebunshin!"

BOFT! BOFT!

"Tsk! Ini yang hanya bisa ku keluarkan?!" Ujarnya tidak suka melihat ia hampir kehabisan chakra karena telah membuangnya demi kagebunshin diawal saat mencari Yusa.

"Baiklah, aku sudah menandai mereka.. bunuh semua nya!" Perintah Naruto yang langsung membawa Yusa pergi jauh.

Jrash! Jleb! Syashhh!

Bunshin-bunshin nya pun memulai pembantaian kepada Shinobi Kumogakure dengan sadis, tidak ada tubuh yang utuh setelah pertarungan tersebut.

Dilain sisi Naruto dan Yusa sudah dalam perjalanan pulang ke arah Konoha, Naruto tidak bisa melakukan Hiraishin lagi karena kehabisan chakra. "Arigatou Naruto-kun.." Ujarnya

"Kufikir aku akan gagal menemukan mu.. tapi kurasa benang takdir membawa ku kepadamu Yusa-chan." Ujar nya membuat Yusa menangis terharu di pundak nya.

Dhuagh!

Naruto terjatuh ketika sebuah tendangan mentah melayang ke arah nya, walaupun terjatuh ia masih sempat melindungi Yusa dari hentakan di tanah.

BRUGH!

"Ugh! S-sial.." rintih nya kesal.

Ia sadar begitu melihat sosok anbu dengan jubah hitam dan beberapa yang tidak kini sedang mengepung nya, 'Kurasa kita ketahuan..' fikirnya.

Tap! Tap! Tap! Tap!

Tap! Tap! Tap! Tap!

Belasan Anbu Kumo kini sudah berada dibelakang Naruto mengepung balik anbu konoha, 'Huh jadi benar kegilisahan ku ketika merasakan sesuatu menuruni bukit itu..' fikirnya yang sembari melihat ketegangan diantara mereka.

"Konoha! Dasar pengkhianat!" Seru sesosok anbu kumo.

Mereka tetap tenang dikeadaan genting tersebut, "Kami tidak mengerti apapun, Namun sepertinya ketika ledakan dan sebuah cahaya terjadi itu ada urusan nya dengan misi ini jadi kami sebagai perwakilan pun harus mengechek nya.." Ujar Tori sebagai kapten.

"Dan sepertinya rekan dari bocah uzumaki itu mengetahui jika teman nya diculik oleh kita dan mencoba menyelamatkan nya.." Ujar nya lagi.

"Kau banyak omong ya anjing konoha! Setelah membunuh dan menggunakan alibi rekan tim dari bocah itu menyelamatkan nya agar kalian mendapat kembali aset kalian.. apakah kami akan percaya?" tanya kapten dari Kumo tersebut.

'Sial keadaan nya berubah akibat anak ini..' fikir Tori.

"Taichou! Kurasa itu anak dari Yondaime.." bisik Kuma disamping nya membuatnya kembali berfikir meninggalkan anak tersebut.

"Sungguh drama yang konyol! Habisi anjing konoha ini!" Seru sang kapten pada ank buahnya yang berjumlah belasan.

Mereka pun langsung memasang on guard pertempuran, "Bersiaplah, sepertinya kita harus menghabisi Kumo-nin ini." Ujar Tori yang memegang tanto nya.

'Mereka saling bertarung? Ini kesempatan bagus untuk melari-."

JLEBB!

Mata Naruto melotot ketika sebuah tanto milik anbu Konoha menusuk perut dan pundak dari Yusa, matanya pun berubah menjadi Mangekyou Sharingan tanpa ia sadari.

"Sial dia mengorbankan uzumaki itu! Jadi kau benar-benar siap bertarung hingga mati yaa anjing konoha!" Seru sang kapten dengan marah.

Pertarungan terjadi antara Anbu Konoha yang berjumlah 6 dengan Shinobi Kumo yang berjumlah belasan orang, walaupun berat sebelah sepertinya kualitas dari para Anbu tidak bisa diremehkan sebelah mata.

Namun sesuatu yang diluar kendali berada di bawah sana, di tempat Naruto memeluk dan mencoba megeluarkan tanto dari tubuh Yusa perlahan namun pasti chakra hitam dengan pendar cahaya merah mengelilingi nya. (~ Ost Theme Martyr ~)

"Akan kubunuh kalian semua.. akan kubunuh!" Desis Naruto dibalik chakra yang kian membesar membentuk sesosok tulang tersebut.

"AKAN KUBUNUH KALIAN SAMPAI TIDAK BERSISA!"

DHUUUAAAARRRRRHHHHHHH!

Ledakan besar terjadi menampilkan sesosok monster dengan tulang dan daging yang belum lengkap setinggi 15 meter membuat siapapun yang melihatnya akan ketakutan, belum lagi chakra gelap jahat yang meneror mereka.

WUSHHH! DHUARHH!

WUSHHH! DHUARHH!

Naruto mengayunkan tangan dari Susano'o tersebut dengan asal karena belum bisa mengendalikan nya dengan sempurna, walaupun seperti itu setengah dari keberadaan musuhnya sudah tewas.

'Matilah.. matilah!..matilah!'

Naruto menghantam para mayat dari korban serangan nya hingga tercerai-berai tidak dapat dikenali sama sekali.

"S-sial monster psikopat apa itu!" gumam sang kapten dengan keringat dingin ketakutan.

"Raiton : Laser Circus!"

"Suiton : Suidan no Jutsu!"

"Raiton : Kangekiha!"

Seketika 3 jutsu besar mengarah ke arah monster tersebut dan menimbulkan efek ledakan dengan partikel listrik serta dorongan debit air yang hampir menutupi bagian tubuh monster tersebut.

"Kumo-nin sialan ini! Dia berniat menaklukan bocah itu untuk menjadi aset nya! Jangan biarkan mereka mendapatkan nya!" Perintah Tori kepada sisa rekan nya yang berjumlah 4 orang.

Baru saja ingin melesat mengamankan Naruto, mereka terkejut ketika monster tersebut tidak tergores sedikitpun. 'Chakra ku hampir habis..' fikir Naruto.

"Andai saja aku mempunyai chakra dan stamina lebih.. hosh.. tidak.. fisik lebih kuat hosh.." ujar nya yang terengah-engah menatap ke arah Yusa yang sudah tidak sadarkan diri.

"an-dai saja aku mempunyai kekuatan yang tak tertandingi di dunia ini.. akan kubunuh kalian semua hosh.. meskipun kepada iblis aku harus menjual jiwa ini!" Desis nya yang mulai kehilangan Susano'o nya.

Para shinobi kumo mulai melesat mengincar Naruto, bukan lagi Yusa yang mereka targetkan, Anbu konoha pun tidak tinggal diam dan melesat juga sembari melakukan pertarungan diarah tujuan yang sama.

"Makhluk kotor seperti iblis tidak akan kubiarkan menyentuh jiwa mu itu, jadi serahkan jiwa mu kepadaku wahai manusia terpilih."

'Aku.. akan membunuh.. kalian.. semua.' Hanya ada itu difikiran Naruto saat ini dan hal itu membuat sang yang punya suara tertawa misterius kepadanya.

'Bangkitlah reinkarnasiku..'

Seketika waktu bergerak lambat dan cahaya putih dibaluti dengan hitam legam nya sesuatu di luarnya jatuh dari langit dan menghantam tubuh Naruto dengan kasar nya.

BUMNNNNNNN!

Ledakan skala besar terjadi dan membumi hanguskan hutan tersebut namun sepertinya beberapa anbu berhasil bertahan hidup begitupun dengan beberapa shinobi kumo.

Dihadapan mereka saat ini melihat bocah dengan perawakan surai rambut merah serta aksen hitam di ujung nya dengan mata Mangekyou Sharingan berputar pelan nya siap menelan siapapun di dalam kematian tiada akhir.

'Tubuhku.. dialiri kekuatan besar.. dan berat.' Fikirnya merasakan sesuatu yang berubah.

"Ughrh se-sekarang apa lagi.." gumam salah satu shinobi kumo.

Naruto menatap datar ke arah mereka yang ingin menyerang dan melukai nya, "Kalian akan mati dengan cara yang paling mengenaskan.." gumam nya dingin.

"Shiren"

"UARGGHHHH!"

Seketika semua nya terkecuali kapten dari Anbu Konoha saja yang tidak merasakan sakit apapun, entah apa yang dilakukan Naruto tapi ia baru saja memutilasi mereka disaat yang bersamaan.

"Kematian adalah akhir.. tapi aku memuja proses yang menyakitkan serta membenci akhir yang mengecewakan."

Ia berjalan dengan langkah yang pelan namun membawa seribu satu bayangan kematian menyakitkan di fikiran kapten anbu tersebut. "Hei.. kehidupan ini memberikan beberapa pelajaran padaku, jadi akan kutanyakan pada mu satu hal." Ujar nya dengan datar.

"Awal adalah sesuatu yang menarik.. tapi tidak semenegangkan mencari arti dari berjuang di dalam kabut tebal berdarah."

"Jika di dalam kehidupan ini awalan adalah sesuatu yang bagus.. dan proses adalah hal yang melelahkan, serta akhir adalah hal yang mengerikan." Ujar nya berhenti dihadapan kapten tersebut yang menatapnya takut.

"Maka kau akan pilih yang mana?" pertanyaan Naruto terlontarkan membuat nya seketika tertegun tidak bisa bernafas merasakan chakra gelap yang luar biasa menyekik nafas nya.

"K-ku mohon b-biarkan aku hi-hidup.."

Melihat sang anbu memohon untuk membiarkan dirinya hidup pun membuat Naruto tertawa tipis menakutkan. Ia membentuk sebuah chakura di tangan kanan nya.

Jrashhh!

"UARGHHHH!"

"Jawab saja pertanyaan ku.." perintah Naruto dengan dingin setelah memotong kaki kanan sang anbu.

Jrashhh!

""AARRRGHH!"

Naruto memotong kaki kirinya tanpa memberinya jeda sedikitpun, "Apa kau tuli?" tanya nya lagi menggerogoti ketakutan di dalam diri kapten tersebut.

"A-awalan! Ku-kumohon biarkan aku hiduppp!" Teriak nya memohon ditengah kesakitan nya kehilangan dua kaki dan darah yang banyak.

"Khukhukhu~ kurasa keberadaan ku diciptakan agar makhluk menyedihkan seperti kalian tidak memiliki awalan yang bagus khukhukhu.." Jawab nya dengan penuh tawa psikopat nya saat ini.

Jleb! Jleb! Jleb!

Tiga kunai melesat ke arah anbu tersebut, satu dibagian masing-masing tangan nya hingga robek dengan mengerikan karena ditambah chakra angin nya serta sati lagi merobek kerongkongan dari anbu tersebut.

"Orghhh!"

Anbu itu memuntahkan darah dari kerongkongan dan mulutnya hingga terlihat sangat mengenaskan disisa-sisa kehidupan yang sudah sekarat tersebut.

Greb!

Naruto merenggut paksa rambut anbu yang kerongkongan nya sudah robek kini pun semakin besar luka nya, "Tunjukan ingatan mu.." desis nya dengan dingin.

JRASHHH!

Setelah melihat ingatan di dalam fikiran anbu tersebut ia pun memotong nya dengan keji, dan menggantung nya di sebuah pohon. 'Akan ku bunuh kalian..' fikir Naruto yang kesadaran nya mulai menghilang.

'Ti-tidak.. Yu-yusa-chan..' fikirnya dengan langkah yang linglung hampir terjatuh beberapa kali.

Surai rambutnya pun berubah menjadi pirang kembali dan tubuh nya tidak lagi dibaluti chakra mengerikan seperti tadi. Satu hal yang ia ingin kan saat ini, mendekati tempat dari lokasi Yusa.

Greb!

"Y-yusa-chan.. hiks.. kumohon sadarlah.. hiks." Gumam nya memeluk Yusa seakan-akan ia akan hilang tidak berbekas.

"N-na..ru..to-kun se..sak." jawab nya dengan lirih.

Ia pun mengendurkan pelukan nya dan memandangan wajah Yusa, "A-aku akan membawamu ke rumah sakit Yusa-chan!" Gumam nya yang hendak berdiri.

Greb!

Yusa memeluk Naruto untuk menghentikan nya, "Tidak.. aku ingin disini.." gumamnya dengan air mata yang perlahan keluar.

"Sa-ngat mustahil.. bagiku untuk.. selamat." Jawabnya membuat Naruto menatapnya dengan amarah, benci, sedih, kecewa, tersiksa menjadi satu.

"K-kau tahu.. Na-ruto-kun.." Gumam nya melanjutkan kalimat nya.

Naruto menatapnya dalam diam sembari menahan rasa sakit akan kehilangan sosok yang menjadi cahaya nya, "Kufikir kau adalah anak.. yang d-dingin saat di.. akademi, tetapi itu semua.. hanya karena kau kurang diperhatikan dengan tulus saja." Lanjutnya.

"Kufikir.. dengan menjalani hidup menutupi darah uzumaki ku ini.. semua akan baik-baik saja.. tetapi.. uhuk!"

"Y-yusa-chan!" Panggilnya yang khawatir.

"Takdir memang.. kejam ya Naruto-kun.. tetapi di dalam kehidupan ini aku bersyukur karena bertemu dengan mu, yang selalu ada bahkan disaat tersulit seperti ini.. walaupun kau telat hehe.." Ujar nya sembari tersenyum manis dengan memaksakan dua jarinya bergerak.

Naruto memegang tangan nya yang sudah lemah itu, "T-tapi kau bukan lah pahlawan Naruto-kun.. kau adalah kau, karena aku tidak mencintai pahlawan yang dicintai banyak orang." Gumam nya semakin lirih.

"A-aku pun sangat suka berada di dekatmu Yusa-chan! Kufikir itu akan mengganggu mu tapi kau semakin dekat dengan ku yang artinya kau menerima keberadaan ku!" Ujar Naruto mulai menitikan air matanya meskipun ditahan.

"K-kau.. kau adalah cahaya berharga yang kujaga selama ini Yusa-chan! Tolong jangan tinggalkan diriku sendirian lagi!" Ujar nya memeluk erat Yusa yang kian melemah.

"Aku hanya mencintai seorang saja uhuk!.. melebihi kehidupan ku.." Naruto mengeluarkan air matanya yang sudah sejak lama tidak pernah menangis.

"Aishiteru mo Naruto-kun.. apapun yang dirimu lakukan aku akan terus mendukung mu" gumam nya lirih sebelum benar-benar tidak bernafas.

"Y-yusa-chan!?" Panggilnya sambil mengguncangkan tubuh nya pelan.

'Ti-tidak mungkin! A-aku kehilangan yang berharga lagi..' fikirnya dengan keadaan kosong pun matanya perlahan memasuki mode sebelum nya.

"Para dewa beserta takdirnya sungguh kurang ajar, bukan? Bagaimana jika kita bersama membalikan takdir yang mereka telah buat serta menghancurkan apapun yang mereka ciptakan?"

Tubuhnya pun beserta tubuh Yusa termakan kubah hitam penuh chakra mengerikan yang mampu menghempaskan apapun.

"Surgawi dan alam kematian telah ku tunduk kan, bahkan dewa pun tidak ada yang punya kesempatan meninggikan kepalanya dihadapan ku.."

Sebuah tornado dari atas langit yang gelap pun mulai membuat pusaran perlahan-lahan ke kubah chakra Naruto.

"Kuberikan kekuatan ku pada mu, takdir dan dewa tidak akan bisa mengatur kita."

Dalam jarak 1 Km pun tornado tersebut menghempaskan apapun yng berada di dekat nya, bahkan para rakyat dan Shinobi konoha melihatnya merinding seperti malapetaka turun ke bumi ini.

"Bangkitlah wahai pembenci cahaya, dan makanlah kegelapan sepuasnya"

DUUUUUAAAAAAAMMMMMNNNNNN!

Flashback Off

Naruto seketika mengenang moment ingatan terakhirnya dengan Yusa dan awal pertemuan nya dengan makhluk di depan nya saat ini. Sesosok makhluk yang tidak pernah diketahui sejarah nya di dunia ini.

CTIK!

Naruto menjentikan jarinya dan dalam sedetik kemudian seluruh pandangan mata berubah menjadi keinginan hati dari sosok dihadapan nya, "Inikah pemandangan yang kau ingin kan?" tanya nya sedikit heran.

"Ada masalah?" tanya nya dengan enteng.

Naruto melihat sebuah pemandangan dimana kota yang penuh dengan aktifitas dimalam hari dibawah sana dengan mengcopy ingatan Naruto. Meskipun ada orang yang berjalan kesana-kemari mereka hanyalah ilusi belaka.

"Hanya tidak mengira selera mu ternyata seperti ini.." jawab nya.

Ia hanya tertawa sebentar dan seketika hawa nya berubah, "Kau yang sekarang memang sudah sangat kuat bagi ditingkatan shinobi, tetapi hasilnya akan berbeda jika sesuatu yang setingkat dengan Rikudou.. kau tidak ada harapan." Ujar nya membuat Naruto menyeringai tipis.

"Yami, Apa kau melupakan perkataan mu?" tanya Naruto.

Pria berusia 25 tahun yang dipanggil yami itu pun menyeringai tipis ketika merasakan sifat Naruto yang seperti ini lah yang dirinya suka.

"Kita tidak terikat takdir dan dewa.. Karena." Lanjutnya dengan kalimat yang agak menggantung.

"Karena kita adalah dewa bagi diri kita sendiri!"

"Karena kita adalah dewa bagi diri kita sendiri!"

Mereka mengucapkan kalimat yang sama seperti satu sama lainn nya, lalu pandangan Naruto menggelap serta Yami pun melihat Naruto memudarkan dirinya.

Mindscape Off

. . .

With Menma

Konoha di siang hari yang penuh aktifitas nampak indah sekali bagi Menma, berbeda dengan saudara nya yang menyukai malam penuh keheningan di desanya. Saat ini ia sedang berjalan ke sebuah training ground konoha yang dikhususkan untuk dirinya sebagai seorang Jinchuriki.

Baru saja ia sampai di tempat nya akan berlatih, Namun sepertinya ia melihat ibu dan ayah nya sudah berada disana. Serta beberapa orang lain nya seperti Tsunade dan Jiraya.

'Tumben sekali banyak yang datang hmm..' fikirnya merasakan ada sesuatu yang aneh.

"Menma selama beberapa waktu kau akan di latih oleh Tsunade-hime dan Jiraya-sensei untuk meningkatkan kendali atas chakra mu." Ujar Minato kepadanya

Menma hanya menghela nafas dalam-dalam mengingat janji nya akan membawa sang kakak ke desa maka ia harus menjadi kuat.

"Tapi aku sebelum latihan ingin bertemu dengan Sandaime-jiji dulu." Minta nya dengan sedikit tidak percaya diri.

"Untuk…?" tanya Kushina sedikit heran karena baru pertama kalinya Menma ingin bertemu dengan Sandaime secara pribadi.

Menma merenung beberapa saat, "Ada yang ingin kutanyakan hehe!" Jawab nya dengan senyum 5 jarinya sembari berlari meninggalkan mereka.

'Sepertinya dia ingin menanyakan sesuatu tentang Naruto pada sensei.' Fikir Tsunade yang berjalan pergi meninggalkan mereka.

"A-ah Tsunade-hime! Kau ingin kemana?" tanya Minato mencoba menghentikan nya namun hanya diacuhkan oleh nya.

"Ada urusan sebentar, lagi pula aku harus mengawasi bocah itu bukan?" gumam nya melesat meninggalkan mereka juga.

Mereka semua pun menghela nafas pasrah karena jika Tsunade sudah mempunyai tujuan maka akan sulit untuk mengaturnya. "Hmmm kurasa latihan harus ditunda hari ini minato, kushina.. akupun ingin menyelidiki suatu organisasi." Ujarnya mempersiapkan kataknya.

"Apakah Akatsuki sensei?" tanya Minato to the point.

Raut wajah sang istripun berubah serius, "Apakah tidak masalah bergerak sendirian?" tanya nya khawatir.

Jiraya terdiam sejenak lalu menatap langit, "Ya, kurasa pergerakan ku efisien jika sendirian." Jawab nya tersenyum simpul.

'Aku mempunyai aib yang menyedihkan karena tidak bisa menarik Naruto dari jurang kegelapan bahkan aku sendiri yang menjerumuskan nya.. tidak bisa membantu murid ku dikala kesusahan, dan tidak ada disaat sensei ku mempertaruhkan nyawa nya..' fikir Jiraya seketika dalam beberapa detik mengingat moment tragedi yang sudah terjadi beberapa tahun ini.

"Tidak kusangkan Habanero konoha akan khawatir kepadaku Minato~.. tenang saja jangan mengkhawatirkan ku dan urus sebaik mungkin desa ini. Aku ini kan kuat" Ujar nya dengan senyum lima jarinya.

.

Menma kini sudah berada di depan mansion Sarutobi tepatnya kediaman Hiruzen Sarutobi selaku Sandaime Hokage. Ia pun dipersilahkan masuk oleh anggota keamanan nya.

"Ku dengar ada tamu yang jauh-jauh datang untuk menemui orang tua ini.. fyuhhh!" Ujar nya begitu Menma memasuki training ground pribadi nya dengan menghembuskan cerutu dengan santai.

Ditambah ia sedang menikmati suasana damai dengan membaca beberapa buku nya, "Maaf kan aku Sandaime-jiji, aku datang ke sini karena ingin menanyakan sesuatu.." Ujarnya kepada orang tua tersebut.

Fyuhh!

Lagi-lagi dirinya mengeluarkan asap tipis dengan lega nya serta langsung menaruh buku tebal yang ia baca tersebut. "Biar kutebak.." gumam nya.

"Pasti berakaitan dengan Naruto-kun.." lanjut nya dan sukses membuat ekspresi Menma berubah.

"Tidak usah terkejut seperti itu Menma-kun, jika Minato yang datang maka aku mempunyai asumsi yang berbeda mungkin berkaitan dengan Desa ataupun sesuatu yang belum ia ketahui.. dan jika Kushina yang datang ada kemungkinan untuk melihat keadaan ku ataupun memberikan ku ramen hahaha!" Jelas nya membuat Menma tertawa kikuk.

"A-aku ingin mengetahui segala sesuatu tentang Nii-chan.." Gumam nya lirih dengan menundukan kepalanya seolah-olah itu adalah letak aib nya.

Fyuhh!

Hembusan cerutu pun kembali ia lakukan pelan, ia sadar Menma dan orang tuanya kini perlahan berubah akibat tindakan Naruto yang sungguh diluar nalar.

"Pertama, apakah kau benci dengan kakak mu dengan aksinya dimalam itu?" tanya langsung membuat nya merasakan keringat dingin karena memori mengerikan dan sangat menyakitkan itu.

"A-aku tidak membenci nya sedikitpun walau tindakan nya diluar norma manusia, malahan aku lebih merasakan sakit yang sama ketika melihat ingatan nya.. dan itu terasa nyata bahkan sampai ke hati terdalam ku." Jawab nya dengan menitik kan air matanya.

Fyuhh!

"Sebenarnya.. aku sangat meyayangkan aksi dari Naruto malam itu. Meskipun begitu sebenarnya ini semua adalah karma yang telah disimpan sejak lama dan dihempaskan kepada keluarga nya" Jelas nya membuat Menma merenung kembali.

"Termasuk aku.."

Perkataan itu sukses membuat Menma terkejut bukan main, "K-kenapa anda juga sandaime-jiji?" tanya nya.

"Aku telah gagal sebagai orang terdekat nya sampai ia melakukan aksi itu dan tidak ada yang sadar dengan perubahan nya sampai hari tersebut.. ini seperti aku tidak mengetahui apapun tentang cara berfikirnya ataupun tentang nya sendiri." Jelas Hiruzen menatap langit biru.

"Setelah ia masuk akademi semua berubah total, namun ia tersenyum pada keadaan dan takdir. Mencoba memperlihatkan hasil prestasi namun tidak digubris sama sekali.. menjadi lulusan termuda setelah murid ku Orochimaru dan mendapatkan predikat jenius karena skor akademik diatas ayah mu dan Itachi Uchiha.. menjadi chunin 8 tahun dan Jounin di usia 9 tahun serta masuk ke satuan Anbu di usia 10 tahun.." Jelasnya mengingat-ingat prestasinya.

"Dan menjadi Kapten dari team Anbu nya di usia 11 tahun, belum lagi misi-misi tingkat S yang sudah ia jalani.. aku melihatnya seperti Shinobi sejati dengan bakat dan usaha 100 tahun sekali.. Namun ada yang kurang darinya." Jelasnya sembari jeda menghisap cerutu.

"Kasih sayang dan keluarga.." jawab Menma yang sudah ia ketahui.

"Tidak.. Naruto bahkan tidak menginginkan hal sebanyak itu, yang ia mau adalah perhatian kecil saja layaknya keluarga dari ayah dan ibumu." Potong Hiruzen.

'Aku bahkan tidak tahu prestasi apa saja yang sudah ia raih..' fikirnya larut dalam kesedihan.

"L-lalu siapa yang menjadi sensei dari Nii-chan? Apakah dia lebih kuat?" tanya nya penasaran dan hanya dibalas tawaan ramah hiruzen.

"Kukira Jounin pembimbing nya tidak pernah mengajarkan satupun jutsu pada team 2 karena berisi shinobi-shinobi yang menjanjikan semuanya.. yang ia wariskan hanya tekad api dan pengalaman selama melakukan misi." Jawab nya melihat ke arah Menma dengan senyum tulus.

"Hmm sepertinya ada seseorang.." Gumam nya dengan teringat sesuatu.

"Dia adalah Uchiha Shisui atau bisa kusebut mentor sejatinya, Naruto mewarisi sifat dari Shisui yang tenang dan memikirkan setiap tindakan nya.. tetapi sejak Shisui telah tiada mungkin dia mendapati karakter nya sendiri pada akhirnya."

Hiruzen berdiri dan mengelus pelan surai rambut Menma, namun dirinya sadar jika dibelakang mereka kini sudah kedatangan Tsunade.

"Naruto tidak cengeng seperti mu bocah! Dia terus maju bahkan menyimpan luka yang teramat besar.." Ejek Tsunade sedikit jengkel.

"A-apa kau bi-."

"Lihat! Kau bahkan tidak bisa mengendalikan emosi mu dengan baik.." Potong nya langsung sebelum Menma bisa membantah nya.

"Kau memiliki kelebihan dibanding Naruto, yaitu keberadaan orang terdekat yang mampu membimbing mu! Seharusnya kau lebih kuat dengan bantuan itu, bukan anak cengeng yang berusaha mendengarkan kisah kakak nya yang hilang saja!" Ujar nya dengan menohok hati Menma.

"B-baiklah! Akan kutunjukan jika aku mampu membawa Naruto-nii pulang ke desa!" Teriaknya mengejek Tsunade dan membuat mereka sedikit tersenyum simpul.

"Besok datanglah ke training ground, jika tidak akan ku retak kan seluruh tulang mu dan ku kirim ke rumah sakit.. lalu akan kuracuni dirimu dengan racun ku!" Ancam nya meninggalkan mereka ditemani Shizune dibelakang nya.

"Sebaiknya kau turuti perkataan Tsunade, aku tidak ingin kau bernasib sama dengan Jiraya yang sebulan di rumah sakit akibat ulahnya fufufu~" bisik Hiruzen menakutinya.

"a-ah sial.. kurasa ku salah pelatih." Gumam nya dengan takut.

. .

.

After 3 Days

Akatsuki Hideout

WUUZHHH!

Markas Akatsuki saat ini terlihat hampir menyelesaikan penarikan Bijuu dari Jinchuriki Gobi tersebut, Nampaknya selama 3 hari mereka belum beristirahat sama sekali.

"Akhirnya selesai juga." Gumam Sasori mengeluh.

"3 Hari ya?" Ujar Kakuzu memastikan.

"Ini memakan waktu agak lama sepertinya kita harus mengumpulkan setelah kehilangan 2 anggota." Ujar Zetsu di balik hologramnya.

Mereka saling pandang satu sama lain hingga akhirnya sang leader akan bersuara, "Akatsuki bergerak dalam dua anggota, Bagaimana jika Kakuzu berpasangan dengan Itachi dalam sementara waktu.." Ujar Pein menawarkan permintaan.

"Kurasa mereka kurang cocok." Sanggah Orochimaru membuat yang lain melirik ke arahnya.

'Hmm kurasa ular ini punya rencana licik.' Fikir Naruto yang diam saja, Tak lama kemudian mata ular tersebut memandang ke arah Kakuzu.

"Dia telah membunuh partner nya, dan kurasa tidak cocok.. sebaiknya dari pada kekurangan anggota lagi lebih baik aku berpasangan dengan Itachi saja yang masih pemula disini." Ujar nya mengusulkan saran nya.

"Lagipula Naruto-kun sudah lebih dari sanggup bergerak sendiri dan telah membuktikan nya.." lanjutnya dengan melirik ke arah Naruto dengan sedikit bergedik ngeri.

Pein melihat ke arah nya, "Apa tidak masalah?" tanya nya pada Naruto.

"Tidak masalah, lagipula membawa orang lemah bersama ku hanya akan jadi penghambat saja.." Jawab nya sedikit acuh.

"Dan kau Itachi?"

Sang leader kembali bertanya lagi pada Itachi, "Tidak masalah.." jawabnya singkat.

"Baiklah Orochimaru dan Itachi akan berpasangan sementara waktu dan cobalah cari informasi tentang Bijuu di Kumogakure.. serta Kakuzu dan Naruto akan bergerak sendiri dalam beberapa waktu ini." Perintah Pein pada mereka.

"Baiklah pertemuan kali ini kita sudahi.." Ujar Pein menghilang dibalik hologram disusuli Konan, Zetsu, Kakuzu, Sasori, Itachi meninggalkan Naruto dan Orochimaru diruangan tersebut.

Mereka pun keluar dari ruangan bawah tanah itu dan berjalan ke luar, "Jangan tersinggung Naruto-kun, kau sudah lebih dari kuat untuk bergerak sendiri bukan?" Gumam nya pada Naruto.

"Lakukan sesuka mu, aku tidak perduli.."

Bzst!

Naruto menghilang dari hadapan Orochimaru meninggalkan nya sendirian dengan wajah yang penuh rencana liciknya. 'Itachi.. akan kudapatkan tubuh mu itu khukhukhu~' fikirnya berjalan meninggalkan markas.

Bzzst!

Naruto sampai di suatu ruangan besar, tepatnya Gua milik Madara begitupula dengan Gedo Mazo yang tersimpan disana. Dua figur sosok kini menunggu Naruto yang tak lain adalah Tobi dan Zetsu.

"Sepertinya kawan ular mu sedang merencanakan rencana busuk nya pada sharingan.." Ujar Naruto.

"Huh, tidak seperti biasanya kau perduli dengan hal-hal semacam itu." Ujar Zetsu hitam sedikit tertarik dengan nya.

"Apa kau khawatir pada Itachi?"

Pertanyaan dari Tobi hampir membuatnya tertawa jika ia tidak tahan, "Justru yang ku khawatirkan adalah hebi itu sendiri khukhukhu~" jawab nya dengan nada sedikit senang.

"Hebi itu hanya akan dipermainkan di dalam genjutsu nya, terlebih lagi jika ia tidak terbiasa dengan pengguna genjutsu seperti Itachi.. mungkin dia yang akan mati." Lanjut Naruto mengejutkan Zetsu putih.

"Sekuat itukah genjutsu nya?"

"Tidak kuat hanya menakutkan, terlebih lagi dia adalah jenius yang membaca keadaan di setiap pertarungan.. hebi semacam dia pasti terjebak berkali-kali dengan sharingan biasa saja." Jelas Naruto.

'Apa kau merasa terancam Obito..' fikir Naruto dengan seringai tipis di wajahnya.

"Sebaiknya kita tunggu siapa yang bisa lolos dari situasi itu, jika itachi kalah maka dia tidak sehebat yang kau fikirkan Naruto.. dan jika ia menang, maka itu bagus untuk pergerakan Akatsuki." Jelasnya.

'Sampai akhirpun kau masih berusaha berpura-pura menjadi boneka kheh..' fikirnya semakin senang dengan keadaan tersebut. "Ya, sebenarnya kita hanya perlu menyerang desa-desa saja.. lagipula aku bisa menangkap mereka sekaligus." Ujar Naruto memancing dirinya.

"Jangan tergesa-gesa seperti anak kecil.."

.

Disuatu tempat dengan gerbang khas tempat pintu masuk suatu Kuil terlihat seseorang sedang menuruni anak tangga. Remaja dengan surai hitam panjang serta hitaite konoha yang dicoret lengkap dengan jubah Akatsuki nya.

'Orochimaru..' fikir Itachi yang terus melangkah maju.

Orochimaru yang menuju ke arah berlawanan dengan nya pun hanya menyeringai tipis di wajahnya seolah-olah akan mendapat hadiah. 'Akhirnya ku mendapatkan tubuhmu khukhu..' fikirnya.

Ketika mereka saling melewati satu sama lain, Langkah kaki dari Itachi berhenti dikarenakan ular besar sedang melilitnya saat ini. "Itachi-kun apa kau tahu sesuatu tentang keabadian?" Tanya Orochimaru pada Itachi yang terkena jebakan.

"Ugh!" rintih Itachi mencoba melepaskan dirinya.

Belum selesai disitu Orochimaru mengeratkan lilitan ularnya pada dirinya, "Aku sendiri belum mengetahuinya, maka dari itu aku membutuhkan tubuhmu."

Itachi diangkat oleh Orochimaru menggunakan ularnya dengan mudahnya, "Dengan tubuhmu mungkin saja aku bisa hidup abadi." Lanjut nya.

"Jadi permasalahan ini terletak padamu."

Deg! Deg!

Seketika pandangan dari Orochimaru berubah menampilkan dirinya tidak bisa bergerak karena terperangkap dengan genjutsu Itachi saat ini. "Mustahil aku terjebak dengan Kanashibari no jutsu!?" Gumam nya terkejut bukan main.

"Kemampuan macam apa itu?! Mengaggumkan." Gumam nya berkeringat dingin ketika dirinya sudah terperangkap genjutsu dan dipaku diseluruh tubuhnya.

Ia mencoba menggerakan mulut dan tangan nya dengan paksa untuk mematahkan nya, Namun Itachi tidak tinggal diam dan mengayunkan kunai miliknya.

Jrashh!

Tangan kiri putih pucat khas orochimaru pun harus terpotong dihadapan nya yang tidak bisa melakukan apapun, "Orochimaru.. Kau menginginkan semua jutsu, tetapi dengan mata ku kau tidak akan mampu sama sekali." Ujar nya tersenyum pahit.

"K-kau terlalu percaya diri."

Ia hanya menatap datar jawaban dari sannin di depan nya tersebut, "Aku tidak yakin pendapatku benar atau tidak tentang lebih baik membunuh mu atau menggunakan kesempatan tubuh itu untuk lari." Ujarnya merendahkan sang sannin.

"I-itachi!" mencoba menghentikan todongan kunai yang sudah hampir mendekati wajah nya saat ini. "Kau masih terlalu cepat-." Ujar Itachi.

"Tidak, keserakahan mu itu.. benar-benar merepotkan kehidupan manusia." Lanjutnya dengan mata yang sama datar seperti diawal-awal bertemu.

WUSH! Stab! Stab! Stab! Stab!

Itachi melesat mundur ketika sadar ada beberapa shuriken yang mengarah kepadanya dengan cepat, "Orochimaru-sama!" Ujar seseorang bersurai putih dengan pakaian serba ungu dan putih, Dialah Kabuto Yakushi anak buah setia Orochimaru.

'Hm kertas peledak..' fikir Itachi yang melihat ada jebakan lain lagi di atas kepalanya yang siap meledak.

Dhar! Dhar! Dhar!

Ledakan skala kecil membuatnya kembali mundur dari lokasi tersebut dan begitu asap dari ledakan menghilang ia pun sudah kehilangan Orochimaru dan Kabuto yang sudah melarikan diri.

"Tak kusangka, Hebi itu mengincar mu.." Ujar seseorang dari balik pohon.

Itachi hanya diam menanggapinya dan melirik ke atas dahan tersebut walaupun ia sudah tahu siapa dia, Naruto tentunya. "Sejak kapan.." tanya nya sedikit penasaran.

"Seperti biasa kau tidak mampu melacak ku, aku disini sejak awal. Karena ada yang aneh dengan ular itu.." Jawab nya dengan santai.

Bzst!

Naruto muncul dihadapan nya dalam sekejap mata bersiap menyerang dirinya, 'Tidak ada media kunai!?' fikir Itachi yang tidak siap dengan serangan tersebut.

Dhuagh!

Itachi pun harus terlempar 10 meter begitu tendangan itu tepat mengenai perutnya meskipun dapat ia blok tidak sempurna. "Ugh!" rintihnya kesakitan menabrak beberapa pohon.

'J-jika lawan nya Naruto, ini akan sulit.' Fikirnya yang bersiap bangkit kembali dengan sebuah handseal yang sudah ia siapkan.

Bzts!

Muncul kilatan cahaya hitam kemerahan disamping dirinya, "Terlalu lamban Itachi!" Ujarnya dengan seringaian tipis.

Dhuaghh!

Lagi-lagi ia terlempar beberapa meter dan sepertinya ia masih terlalu lamban untuk memblok serangan dari Naruto. "Rasenringu!" Ujar Naruto dari atas dirinya.

'S-sial! Rasenringu!' fikir Itachi panik karena Naruto menyebutkan jutsu pamungkasnya yang mampu meratakan satu area yang luas, dengan cepat ia beralih ke Mangekyou Sharingan.

Dhuaamnn! Kwoak! Kwoak! Kwoakk!

Hantaman tinju dari Naruto menyebabkan area tersebut hancur beberapa meter ke dalam bumi dan Itachi sudah menggunakan genjutsunya dan berubah menjadi burung gagak.

Ia masih menatap datar Naruto yang menyeringai tipis ke arahnya, "Padahal hanya menyebutkan jutsu favorit ku saja dan kau menggunakan mata itu ne Itachi.." Ujar Naruto berbalik badan melihatnya melayang di udara yang artinya ia terjebak di genjutsu.

"Akan merepotkan jika terkena jutsu mengerikan mu itu, Naruto." Jawab Itachi yang masih berbentuk separuh tubuh dengan gagak yang terbang disana-sini.

"Kau tahu apa? Aku bisa mematahkan Tsukuyomi ini Itachi hmm."

Itachi merasakan sesuatu yang berbeda dari Naruto, Chakranya berubah menjadi semakin dingin dan gelap.

PYCAR! PYCAR! PYCARRR!

Dunia Tsukuyomi tersebut seketika pecah bagaikan kaca dan menampilkan Itachi dan Naruto yang berada di kawah ciptaan nya dan Itachi yang berada di dahan pohon menatap ke arah nya.

'Tidak mungkin!' fikirnya terkejut melihat mata Naruto.

"Terkejut ne?"

Tanpa di duga Naruto sudah berada di belakang nya, 'Mizubunshin?' fikir Itachi begitu melihat Naruto yang dibawah sana. Ia pun langsung berbalik dengan mengambil sesuatu di saku ninja nya.

Trank!

Kedua Kunai dari masing-masing mereka pun beradu dengan cepat nya hingga meninggalkan percikan api, Itachi melihat dengan jelas tiga tomoe sharingan di mata Naruto.

Trank! Trink! Trank! Buagh!

Itachi beradu kenjutsu namun seperti nya keunggulan Naruto membuatnya harus terhantam tendangan dari Naruto dengan telak. "Ada apa Itachi, keluarkan seluruh kemampuan mu.." ujar Naruto.

"Sejak kematian shisui kita tidak pernah sparing lagi kan.." Ujar Naruto padanya dengan nada dingin.

"Apa kau menuduhku membunuh Shisui-san! Naruto?!" Ujar Itachi sedikit tidak habis fikir dan Naruto pun tidak ada jawaban.

Swut! Swut! Swut!

Trank! Trink! Trank!

Naruto melemparkan kunai dari berbagai sisi titik butanya dengan kecepatan berpindah yang tidak masuk akal baginya. 'Ia menyerang ku dengan bunshin atau itu murni Hiraishin!?' fikir Itachi mulai kewalahan.

"Kau yang membunuh nya, iya kan?" tanya Naruto dingin dan anehnya tidak ada terdeteksi sedikitpun keberadaan nya.

'Kunai Hiraishin khas Naruto.. aku sudah ditandai!' fikirnya melihat beberapa kunai yang dilempar adalah media dari Hiraishin.

"Kau bicara apa Naruto! Aku tidak pernah membunuhnya! Shisu-."

Bzts!

"Kau panggil lagi namanya akan kubunuh kau." Desis Naruto yang seketika berada persis dihadapan nya dengan sebuah pasang mata Mangekyou Sharingan.

Bzts!

Dalam sekejap kemudian Naruto sudah menghilang menyisakan kilatan nya saja, "Jangan menipu ku Itachi, atau harus ku ingat kan suatu hal?" Suara Naruto menggema di dalam hutan.

"Shunshin no Jutsu!"

Seketika Naruto menjadi banyak layaknya sedang menggunakan Kagebunshin karena jumlah nya ada belasan dan sedang menatap ke arah nya dengan datar.

"Bagaimana dengan sungai Nakano, Itachi.."

Suara Naruto menggema ketika mengucapkan nya berbarengan satu sama lain, hal tersebut membuat Itachi harus mengeluarkan ekspresi terkejut nya. 'M-mustahil dia tahu!?' fikir Itachi saat ini.

"Ekspresimu cukup jelas pengkhianat! Akan kubunuh kau!" Teriak Naruto murka dan meningkatkan intensitas chakra nya dengan gila.

'Ugh! Tekanan gila apa ini!? Apakah selama ini Naruto menyembunyikan kekuatan nya dari orang lain?' fikirnya merasakan sesak karena chakra gelap dan gila Naruto.

Batu-batu kecil melayang kehilangan gravitasi akibat dorongan intensitas chakra Naruto yang sungguh gila, 'Ti-tidak! yang harus kujelaskan adalah Naruto! Atau semua rencana ku akan hancur!' fikirnya mencoba menyesuaikan diri.

"Mangekyou Sharingan!"

Deg! Deg!

Naruto terjebak di dalam ilusi ingatan Itachi yang kini berada di tempat favorit mereka yaitu sungai Nakano, Terlihat dua figur sedang saling tatap satu sama lain. Mereka adalah Itachi dan Shisui itu sendiri, Namun nampaknya keadaan Shisui sedang tidak baik-baik saja.

Deg! Deg!

Naruto dengan mudah merobek ingatan dari Itachi dan membalik kan nya kepada genjutsu Naruto yang menyiksa Sasuke kecil di sebuah tempat.

"Hentikan Narutoooo!" Teriak nya murka.

Deg! Deg!

Mereka kembali pada dunia nyata dan tentunya Itachi nampak berkeringat serta terengah-engah, berbeda dengan Naruto yang nampak baik-baik saja. "Itulah yang kurasakan jika kau membunuh Shisui.." Ujar nya dengan datar.

Naruto mengulurkan tangan nya kepada Itachi yang saat ini jatuh terduduk termakan genjutsunya sendiri, "Tapi aku tidak membunuhnya.." gumam Itachi.

"Aku tahu itu, bahkan sebelum kau bertemu dengan nya." Ujar Naruto.

"L-lalu kenapa kau menyerang ku." Tanya Itachi yang tidak habis fikir dengan tindakan Naruto yang mampu membuatnya saling membunuh pada akhirnya.

"Hanya iseng dan mencoba kekuatan baru mu.. lagipula aku belum melihat kekuatan dari ke dua mata mu itu.." Ujar Naruto dengan seringai meremehkan.

Itachi sedikit terkejut dan marah dengan alasan ia menyerang nya, Namun seperti dahulu ia sudah terbiasa meskipun harus terbiasa lagi saat ini. "Mengapa kau mempunyai sharingan?" tanya Itachi seketika serius.

"Aku mendapatkan nya dari Madara Uchiha.." Gumam Naruto yang dapat didengar olehnya, raut wajahnya pun berubah datar.

"Mustahil, kau bahkan mampu menonaktifkan nya kembali layaknya Uchiha.." sanggah Itachi.

"Bahkan kau memiliki Mangekyou, siapa kau sebenarnya Naruto.." Lanjutnya yang masih tidak mengerti pada kenyataan yang ia terima saa ini.

Naruto merubah mata nya kembali menjadi Mangekyou Sharingan yang berputar pelan saat ini. "Mata ini adalah hadiah perpisahan dari seseorang." Jawab nya dengan datar lagi-lagi.

"J-jangan bilang.."

Itachi menghentikan ucapan nya begitu sadar apa yang dijawab oleh sahabat nya tersebut, "A-apakah-."

"Ya benar, dia telah tewas di hari kita merayakan promosi ku.. di malam yang sama." Potong Naruto meningkatkan chakra nya bahkan hingga membentuk tulang.

"Ketika kau mengerahkan dua kekuatan mata mu, maka kekuatan sejati nya akan bangkit. Ini lah Susano'o, Itachi." Ujar nya memperlihatkan tulang belulang disekitar tubuhnya,

"Namun jangan terlalu banyak memakai mata yang hampir hilang cahaya itu, atau kau akan buta." Lanjutnya lagi membuat nya terkejut.

"Bagaimana kau bisa tahu.." tanya nya.

Naruto menghilangkan Susano'o nya tersebut dan berjalan ke arah Itachi, "Aku lebih mengenal Uchiha dibandingkan dengan mu, dan dapat kurasa dan kupastikan kekuatan dimata mu seperti lilin yang menari akibat hembusan angin." Jelas Naruto.

"Apa kau lupa? Sensor ku sangat lah sensitif."

'Aku hampir lupa segalanya tentang Naruto, sejak masuk Anbu dan menjalankan misinya..' fikir Itachi sembari menghela nafas.

"Ayo.." Ajak Naruto pada nya yang saat ini masih berdiam diri, mereka pun berjalan meninggalkan area hutan yang berantakan.

'Bagaimana Naruto bisa mengenal Madara? lalu apakah Namikaze clan ingin kudeta juga seperti Uchiha? Apakah tujuan nya dengan ku sama di akatsuki?' fikirnya tak habis fikir.

'Entahlah, biar waktu yang menjawab..'

.

After One Day

Setelah kejadian dari Orochimaru menyerang Itachi diadakan pertemuan secara langsung yang memperlihatkan rupa dari mereka semua.

"Orochimaru mengkhianati dan telah keluar organisasi ini." Ujar Pein dengan datar seperti biasanya.

"Sudah kuduga kalau dia itu bajingan, dia selalu melibatkan kepentingannya dalam organisasi ini." Ujar suara berat Sasori jelas-jelas sangat tidak suka dengan sannin ular tersebut.

"Aku tidak bermaksud membiarkan nya pergi begitu saja, tapi sekarang kita benar-benar kekurangan anggota." Jelas Pein pada mereka.

"Hey~ Hey~ Hey~! Bagaimana kalu akau ikut bergabung yo!~" Ujar Tobi dengan girang serta nada konyol nya.

"Pergilah!" Bentak Sasori emosi melihatnya dan hanya dijawab 'baiklah' pasrah dari Tobi.

"Serahkan ular itu pada ku, aku mempunyai mata-mata yang menjadi anak buah nya saat ini.. akan sangat mudah bagiku menemukan nya dalam waktu singkat!" Saran Sasori dengan sangat menggebu-gebu ingin membunuh Orochimaru.

"Tak perlu terburu-buru.. Aku punya calon anggota yang pantas berpartner dengan mu, sampai saat itu tunggulah kehadiran nya." Jawab Pein yang menolaknya.

Nampaknya Sasori mendecih tidak suka, "Bagaimana dengan ku? Apa aku akan berpasangan dengan Itachi atau Naruto." Tanya nya.

"Untuk sekarang sendiri dulu, aku juga sudah menyiapkan partner yang cocok untuk kalian semua." Jawab nya lagi.

Flashback On

Disebuah gedung pencakar langit dengan curah hujan yang tinggi serta awan gelap disertai petir yang menggelegar ada seseorang di gedung tertinggi yang bermandikan hujan tempat tersebut.

Bzts!

Sebuah kilatan hitam kemerahan memunculkan seseorang yang tak lain adalah Naruto yang berada di dalam ruangan tersebut. Pein yang bermandikan hujan diluar pun akhirnya memilik untuk masuk.

"Jadi, ada informasi apa?" tanya Pein.

"Orochimaru mengkhianati akatsuki, sejak awal ia memang mengincar rinnegan mu tetapi itu terlalu sulit dan sekarang ia mengincar sharingan Itachi namun tetap gagal." Jelas nya yang kemudian duduk di salah satu sofa yang telah disiapkan.

"Souka.. tidak masalah rencana kita tetap akan berjalan walaupun dia mengkhianati kita." Jawab seseorang yang duduknya berhadapan dengan Naruto, ia adalah Tobi.

"Apakah kita hanya diam saja membiarkan nya seenaknya saja?" tanya Konan yang berada di sofa lainnya, Naruto hanya diam dengan tenang dan ingin mengetahui rencana nya.

"Kita akan meyerahkan urusan Orochimaru pada Naruto diakhir nanti, sekarang kita akan fokus dengan merekrut anggota baru." Ujar Tobi.

"Apa kau sudah punya kandidat nya?"

Pertanyaan Konan hanya di balas tatapan sharingan Tobi, "Ada seorang Nuke-nin Kirigakure dan aku sudah merekrutnya dia adalah Hoshigaki Kisame akan menjadi partner dari Itachi." Jelas Tobi.

'Oh shinobi yang lari dari divisi Ibiki ya hmm.. kau memanfaatkan Mizukage untuk mendapatkan nya khukhu licik juga..' fikir Naruto tertarik dengan Kisame tersebut.

"Lalu ada Iwa-nin dari pasukan Bakuha Butai mereka, dia bernama Deidara Iwa-nin dengan kemampuan Bakuton yang merepotkan.. ku dengar ideologi nya tidak searah dengan Tsuchikage. Mari kita pasangkan dia dengan Sasori yang sama cinta nya dengan seni." Lanjut Tobi lagi.

Konan dan Pein saling menatap satu sama lain dan mereka setuju, "Lalu anggota terakhir untuk Kakuzu aku belum menemukan yang tepat sama sekali.." Ujar nya mengakhiri nya.

"Aku teringat dengan kalimat Konan jika Kakuzu butuh partner abadi, bagaimana jika Hidan dari Yusagakure? Kudengar dia telah meraih keabadian walaupun dengan cara-cara brutal yang mencolok.." Usul Naruto pada mereka.

"Baiklah kurasa itu cocok, sekarang mari kirim team untuk mengatasi mereka." Ujar Konan setuju dan dijawab anggukan oleh Pein.

"Pertama Hoshigaki Kisame akan sampai sore besok ke markas maka kita akan menggerakan Itachi, Sasori, dan Kisame untuk merekrut Deidara.. Di sisi lain kurasa Naruto harus menandai anggota dengan Hiraishin untuk meningkatkan agar tidak ada pengkhianat lagi seperti Orochimaru." Jelas Tobi.

"Kurasa itu tidak masalah.." Gumam Pein.

Konan dan Naruto akhirnya setuju juga dengan peraturan baru tersebut, "Untuk perekrutan Hidan kurasa Naruto, Kakuzu sudah cukup terlebih lagi ia sangat penasaran dengan manusia abadi dan untuk tambahan Konan akan menyusul jika terjadi sesuatu." Ujar nya lagi.

"Apa kau meremehkan kekuatan ku?" tanya Naruto sedikit dingin dengan nya, Konan dan Pein pun merasakan sedikit tekanan chakra yang meningkat.

"Tidak, aku khawatir pada Kakuzu yang akan mati nanti nya." Jawab nya dengan sedikit acuh, Naruto pun hanya menghela nafas sedikit. "Lakukan sesuka mu.." jawab nya

"Sasori – Deidara, Kakuzu – Hidan, Itachi – Kisame, Pein – Konan, Naruto – Zetsu.. cincin Naruto yang sekarang akan diberikan kepada Kisame, dan kau akan mencari Orochimaru untuk mendapatkan cincin nya." Jelas Tobi memperjelas rencana nya.

"Lalu apa yang akan kau lakukan.."

"Aku akan beraksi pada waktunya, dan sekarang bukan waktu yang tepat." Jawab Tobi dengan sharingan yang kini sudah terlihat jelas di balik topeng nya.

Flashback Off

Dalam waktu singkat Pein menjelaskan kepada mereka apa yang sudah dibicarakan di pertemuan yang di amegakure, nampaknya mereka setuju dengan sang leader.

Konan pun menggerak kan sebuah kertas yang kini terbang dengan membawa sesuatu di atasnya dan hal tersebut mengundang perhatian mereka. "Kunai?" tanya Sasori.

"Ya, itu akan menjadi mediasi sebagai transport perjalanan kalian lebih cepat dengan bantuan Naruto." Ujar Konan.

Tobi yang masih bertingkah layaknya anak kecil pun diam-diam memperhatikan nya, 'Daripada menandai tubuh mereka lebih baik diberi kunai saja, toh mereka tidak ada tempat pelarian selain Akatsuki.' Fikirnya.

"Baiklah kita akan bergerak, kuharap kalian hati-hati." Ujar Pein pada mereka.

Itachi dan Sasori pun keluar dari ruangan karena sudah tidak ada keperluan sementara waktu, serta Kakuzu yang berjalan keluar dari ruangan mendahului Naruto sebagai partner sementara nya di misi ini.

'Akan kulihat berapa lama kau butuh menyukseskan rencana ini..' fikir Naruto sembari menyeringai tipis seolah-olah sudah tahu apa yang ia hadapi nantinya.

Zruutt!

Zetsu pun masuk ke dalam tanah meninggalkan Pein, Konan dan Tobi yang saa ini saling pandang satu sama lain. "Sehabis misi ini, kita akan mengumpulkan dana untuk menghidupkan organisasi ini." Ujar Pein padanya.

"Tidak masalah, lagi pula jika terlalu tergesa-gesa itu hanya akan mengundang kegagalan saja." Ujar Tobi yang kembali pada kepribadian asli nya.

~ To Be Continue ~

. . .

. . .

. .

.

.


Bagaimana chapter kali ini? Penasaran siapa sebenarnya Yami ini? Mulai chapter depan akan ku beri satu persatu kisah hidup Naruto yang menyedihkan biar tahu alasan dari zero to vilain karena apa..

Jangan Lupa RNR Minna-san! Baru up sampe chapter 4 yaaa jangan bablas hehe..

.

.

.

.

.

~ Seeee Youuuuuu! ~