Disclaimer:
This story belongs to Aiko. All the half-sister characters that Sesshoumaru hates belong to Rumiko Takahashi. The author doesn't take any advantage. All of this is just entertainment, but Aiko wants Sesshoumaru and Kagome to be together forever.
Siang ini Naraku si dosen kebudayaan sedang mengadakan virtual online via Zoom. Dia duduk manis di ruang dosen. Di sebelahnya Sesshoumaru, sedangkan sebelahnya lagi Miroku. Dan kami bukan mau Cerdas Cermat ya. Kebetulan aja, kebetulan.
"Selamat siang murid-muridku semuanya. Manik ruby nya menyapa wajah manis Kagome baru saja muncul.
"Hai, Pak." Kagome sedang memakai masker timun dan rambut panjangnya masih basah.
"Higurashi, itu kenapa wajahmu seperti siluman timun? Dan jangan berdiri di belakang kamar mandi, kau seperti hantu!"
Tawa renyah Kagome membuat Sesshoumaru diam-diam ikut mengintip di laptop Naraku. "Iya, Pak. Iya."
Tak lama Sango pun muncul. "Hallo, pak," sapanya.
Alis Naraku bertemu di tengah. "Sango! Kau macam Sadako! Jangan berdiri di tempat yang gelap, cari tempat terang!"
Sango tak dapat menahan tawanya dan akhirnya meledak. Daripada ditahan mending lepasin aja. "Iya iya," berusaha cari tempat yang terkena matahari wajah cantiknya pun terpampang nyata.
"Kenapa kalian pada tertawa? Ginta, kenapa kau belum mandi?"
"Kan masih di rumah, Pak." Saat ini Ginta mengalungkan handuk di leher. "Ini otw mandi."
"Murid-murid kita pada aneh emang," celetuk Miroku.
"Hn."
"Ayo cepat hey! Kita belajar via zoom!"
Ayame baru muncul. Rambutnya berantakan. "Kok mendadak sih, Pak?"
Beberapa mahasiswa lain ikut komplain di saat belum siap dengan materi kebudayaan yang sangaaaaaat membosankan.
"Ayame! Sisir dulu rambutmu, kau kayak OrGil!"
"Apa tuh, OrGil?"
"Orang Gila!"
"Apa?! Fix, saya tak mau ikut belajar online!" Ayame langsung mematikan dan layar jadi hitam alias blank.
"Hey Ayame!" Lalu matanya menatap Kagome lagi asyik bernyanyi.
"Kagome."
"No."
"I haven't said anything yet!"
"Biarin. Lagian kenapa Bapak enggak bilang dari awal kalau ada kelas online? Ini kan hari Sabtu. Kita-kita pada mau kencan. Bapak jangan marah-marah dong. Sensi amat sih, Pak?"
'Kencan? Sama siapa?' batin Sesshoumaru menggema.
"Kau kencan ama siapa?" Tanya Naraku penasaran. Sudut ekornya melirik di sebelahnya bagai patung Monalisa.
"Idih, mau tau aja atau mau tau banget?"
Naraku menyerah. Bener deh ya, murid-muridnya memang aneh.
END.
