Disclaimer: Boboiboy Monsta Studio
Warning: typo, ooc, gaje.
Summary: hari ini mereka mendapatkan bala bantuan tambahan untuk menghadapi perang yang akan datang 1 Minggu lagi. Tapi, kenapa justru 2 orang diantara mereka malah pergi ke tempat musuh?
Saat ini, Fang maupun Rui sudah siap untuk pergi ke daerah musuh. Memang terlihat seperti rencana bunuh diri ataupun misi penyusupan.
Tapi percayalah, kedua hal itu bukanlah apa yang akan dilakukan oleh keduanya. Lagi pula mereka belum ingin mati. Masih banyak hal yang belum mereka lakukan.
Fang menghela nafas lega begitu barang-barang yang ingin ia bawa tidak ada yang tertinggal. Rui memberitahukan nya bahwa selama 6 hari ini mereka akan tetap berada di kawasan musuh.
Fang juga sudah mengetahui rencana serta alasan kenapa mereka berdua harus masuk ke sarang musuh.
Fang setuju dengan keputusan Rui setelah mendengar semua penjelasannya.
"Kau siap Pang?" tanya Rui
"Ya."
mereka berdua segera pergi ke tempat komandan berada. Saat sampai, mereka tidak menyangka kalau teman-teman mereka sudah ada disana.
"Fang! lu jangan mati ya! kau kan belum bayar hutang kau!" ucap Gopal tiba-tiba sambil mengguncang tubuh Fang.
"Kau yang punya hutang pada ku Gopal."
Gopal segera berhenti mengguncang badan Fang dan beralih memegang bahunya sambil nyengir gak jelas.
"Hehehe, esok-esok."
"Bawalah ini untuk berjaga-jaga." Ucap Masahiro kepada Rui sambil menyerahkan suatu alat kepadanya.
"Thanks."
"Baiklah, segeralah berangkat." perintah komandan.
Ochobot segera menteleport mereka berdua menuju planet atau kawasan musuh. Sementara, teman-teman mereka berdoa dalam hati untuk keselamatan keduanya.
Fang dan Rui kini telah sampai di planet yang menjadi kawasan musuh. lokasi mereka saat ini cukup jauh dari tempat yang akan mereka tuju.
Fang dan Rui saling bertatapan sejenak sebelum menguatkan tekad mereka untuk pergi ke tempat dimana musuh berada.
Lebih tepatnya mereka harus pergi ke tempat dimana bola kuasa itu berada, yang tentunya dijaga ketat oleh musuh mereka.
Benar-benar terlihat seperti rencana bunuh diri. Apalagi mereka berdua tidak membawa senjata.
Setelah sekitar 33 menit berjalan kaki. Akhirnya, mereka dihadang juga oleh musuh.
"Siapa kalian ha?!" bentak mereka.
"Kami dari Tapops." jawab Rui dengan sangat santai.
"... Sedang apa kalian disini ha! mau bunuh diri?! borgol mereka!"
Fang sempat-sempatnya speechless dengan perkataan musuh mereka. Sementara Rui malah kebingungan sendiri dengan perkataan musuh didepan mereka ini.
Setelah keduanya diborgol dan diseret menuju tempat interogasi yang disaksikan banyak orang.
Akhirnya borgol yang mengikat mereka berdua di lepaskan, "Apa tujuan kalian kesini?" tanya orang yang ada didepan mereka kali ini.
Seorang pria yang tidak tua-tua banget dengan telinga sedikit lancip sebagai ciri khas penghuni planet ini dengan tatapan yang sangat dingin.
Sayangnya tatapan dingin itu tidak berpengaruh kepada keduanya. Karena, bagi mereka tatapan itu masih kalah dingin dengan tatapan kapten mereka.
"Menemui Bola kekuatan." jawab Rui dengan tenang.
Untuk hal seperti ini, Fang menyerahkannya kepada Rui dan alasan nya adalah karena kekuatan Rui sendiri.
Fang memiliki kekuatan memanipulasi Bayangan. Sedangkan Rui memiliki kekuatan sihir waktu.
Kekuatan Rui sendiri hampir mirip dengan kekuatan yang dimiliki oleh Ying. Hanya saja terdapat beberapa perbedaan diantara keduanya.
Kekuatan Ying bisa mempercepat atau memperlambat waktu juga ia bisa mengulang waktu.
Berbeda dengan Rui yang tidak bisa melakukan semua itu. Kekuatan Rui lebih kearah bisa membaca masa depan. ia bisa menyembuhkan dan membuat rasa sakit dengan kekuatan nya itu.
Rui juga bisa memutar waktu untuk kembali kebelakang. Misalnya seperti sebuah rumah sudah hancur karena perang.
Rui bisa memperbaikinya dengan memutarkan waktu tersebut. Tapi, untuk menggunakan kekuatan ini, Rui harus berkonsentrasi penuh dan ia akan tertidur.
Semakin besar objek yang ia putar mundur. Semakin lama pula ia tertidur.
Karena itu, Fang lebih memilih diam untuk saat ini dan menyerahkan semuanya kepada Rui.
"Kalian pasti ingin mencuri rencana kami kan?!"
"Gak ada gunanya kami melakukan itu."
"Sombong banget ni Anak!"
"Saya 15 tahun paman. Bukan anak-anak."
"Itu masih masuk anak-anak!"
"Oh."
"Ni anak..."
Fang hanya menghela nafas begitu melihat Rui malah bermain-main dengan pria di depan mereka ini.
"Batalkan rencana penyerangan kalian." baiklah, kali ini Rui mulai serius.
Entah kenapa rasanya Fang malah senang tidak ikut dalam pertempuran mulut kali ini. Saat ini dia sedang dalam mode malas jika harus ikut dalam Adu mulut.
"Jadi kalian kemari hanya ingin mengancam? hahaha."
Pria di depan mereka malah tertawa kencang diikuti oleh beberapa orang yang ada.
"Orang lagi serius malah ketawa." gerutu Rui pelan.
"Sabar saja." ucap Fang yang berhasil mendengar gerutu-an Rui.
"Kalian harus menghentikan niat kalian untuk perang dengan Tapops. Percayalah, ada musuh yang memanfaatkan situasi ini. kalian dan Tapops akan kalah telak jika tetap ingin mengadakan peperangan."
Keadaan menjadi hening seketika.
"Kenapa kami harus percaya ucapan musuh? terlebih anak kecil macam kamu!"
"Walau masih kecil, kami adalah anggota Tapops juga paman." akhirnya Fang memilih untuk membantu Rui.
"Lalu? kenapa memang kalau kalian anggota Tapops?"
"Paman. Kita berusaha membantu, ji-"
"Diam kalian! gak ada gunanya kami mendengarkan perkataan dari bocah ingusan macam kalian!"
"Maaf, kami 15 tahun. Bukan 5 tahun."
"Bodo amat! pergi kalian dari sini!"
"Paman yang bawa kesini. Paman yang borgol kami. Terus paman mengusir kami? pantas saja di planet ini anak-anak nya dikit."
"Lu bocah gak tau apa-apa soal planet ini. Jangan asal ngomong."
Fang dan Rui menghela nafas. Ayolah, jangan karena mereka masih belum masuk remaja, mereka malah diperlakukan begini.
"Sumpah paman. Kami disini hanya ingin menolong paman!"
"Bocah seperti kalian mau menolong apa ha?! menolong jadi budak xxxx"
Fang dan Rui terkejut bukan main. Orang didepan mereka ini sudah benar-benar keterlaluan.
"Kasar sekali. Pantas saja anak-anak pada takut." ucap Rui dengan nada dingin.
"Begini saja, kalian bisa mengetes apakah yang kami katakan bohong atau tidak." ucap Fang yang sudah mulai jengah dengan perdebatan ini.
"Hoo.. Lalu? apa yang akan kalian lakukan untuk meyakinkan kami?"
"Pertama, Kalian bisa memasangkan kami alat pendeteksi kebohongan dan juga pelacak. Kedua, kami akan tetap berada di planet ini sambil menjaga seorang anak yang bernama Rara. Ketiga, kami tidak akan kembali ke Tapops bahkan saat perang tengah berlangsung. Bagaimana?"
Pria itu terdiam. tampak menimbang-nimbang syarat yang dikatakan oleh Fang.
"Dan keempat."
Semua orang kini melihat kearah Rui, "Kalian bisa membunuh kami jika kami ketahuan akan mengambil bola kekuatan ataupun melukai Rara. Setuju?"
.
.
.
to be continued.
cerita ini akan terfokus kepada mereka berdua - Fang dan Rei atau Pang dan Rui-
Dan tenang saja, nanti teman-teman mereka akan di munculkan walau sangat sebentar.
kalau begitu sampai jumpa part selanjutnya~
