Disclaimer: Boboiboy Monsta Studio

Warning: typo, ooc, gaje.

Summary: hari ini mereka mendapatkan bala bantuan tambahan untuk menghadapi perang yang akan datang 1 Minggu lagi. Tapi, kenapa justru 2 orang diantara mereka malah pergi ke tempat musuh?


Fang dan Rui kini tengah berdiri dihadapan seorang gadis kecil berumur 7 tahun yang dikelilingi oleh 2 buah bola kekuatan.

Fang melihat gadis itu nampak ketakutan. Tapi ia berusaha menyembunyikan gemetaran ditubuhnya dengan menatap tajam dan penuh waspada yang malah terlihat imut.

"Ade udah tau belum kenapa kita disini?" tanya Fang dengan nada lembut.

Gadis itu mengangguk, "Ka-kalian... ti-ti-tidak akan me-mengambil KiKi dan Tata kan?" tanya gadis itu

"Kiki dan Tata?" tanya Rui bingung dengan kedua nama baru itu.

Gadis itu menunjukkan kedua bola kekuatan yang ada di kedua sampingnya, "Ini Kiki." tunjuk nya pada bola kekuatan di sebelah kiri, "Dan ini Tata."

Fang dan Rui mengangguk paham, "kalau namamu?" tanya Rui dengan nada lembut.

"Lala."

"... Rara ... kan?"

"Lala!"

"Rara!"

"Lala!"

"*Sigh terserah kamu deh." akhirnya Rui memelih untuk mengalah.

"Nah, Rara. Kau tidak perlu khawatir. Kami tidak akan mengambil Kiki dan Tata dari mu kok." ucap Fang mengabaikan Rui

"Janji?" tanya Rara sambil mengangkat jari kelingkingnya.

Janji kelingking juga ada disini ya? batin keduanya sebelum tersenyum lembut.

"Janji."


Fang dan Rui kini mengikuti Rara yang tengah menunjukkan jalan kerumahnya. Mereka berdua dengan hebat mengabaikan tatapan tajam dari dua bola kekuatan itu.

"Gak usah memandangi kami seperti itu napa. Kami tau kami keren." ucap Rui dengan pose keren.

Fang yang awalnya tengah melamun menatap dirinya -Rui- bingung. Lalu, mengalihkan tatapannya ke arah dua bola kuasa yang tampak mengambil pose seolah-olah tengah muntah.

Mengabaikan aura tidak enak di sisinya. Fang memilih untuk mengagumi keadaan planet ini yang tampak sangat indah.

Sayangnya, keadaan ini akan hilang dalam waktu 6 hari lagi. Fang tidak tau apakah rencana mereka berdua akan berhasil atau tidak.

Tapi mengingat Rui yang selalu mendapatkan penglihatan masa depan. Sepertinya kesempatan berhasil lebih tinggi dari pada kegagalan.

"Sampai~"

Fang dan Rui menatap bangunan didepan mereka dengan kagum, "Ayo masuk." ajak Rara walau tampak masih canggung dan sedikit takut.

Rara membawa mereka ke ruang tamu dan mempersilahkan keduanya untuk duduk sebelum ia keluar dan kembali dengan 3 gelas minuman yang tampak ia bawa dengan hati-hati.

"Dirumah ini Rara tinggal sendiri?" tanya Fang Begitu merasakan rumah besar ini tampak sepi dan sedikit dingin.

Rara menggeleng, "Kadang Pak ketua datang menemaniku. Tata dan Kiki juga ada kok." ucap Rara dengan nada polos

"Hanya bertiga?" kali ini Rui lah yang bertanya.

Rara mengangguk, "Kakak Rara lagi pergi latihan jauh buat nanti bisa melindungi Rara! kalau papa dan mama sudah jadi bintang di angkasa~" ucapan penuh kepolosan dan juga kebahagiaan itu menampar kedua anggota muda dari Tapops tersebut.

"O-oh.. emm.. jadi.. apa boleh kami tinggal di sini sementara? kami akan menjaga Rara sampai kakak Rara pulang." ucap Fang yang terlebih dahulu berhasil mengendalikan emosi yang sempat bergejolak dihatinya.

Rara tampak membuat pose berpikir yang imut sebelum akhirnya mengangguk menyetujui walau kedua bola kekuatan itu tampak protes dengan keputusan Rara.

Ya, untuk saat ini semuanya berjalan dengan lancar.


Informasi yang di dapatkan oleh Tapops adalah kesalahan. Tidak ada 4 bola kekuatan di planet ini, melainkan hanya ada 2 bola kekuatan dengan 2 kekuatan.

Sebenarnya kedua bola kekuatan itu sudah mencapai tahap depresi saat datang ke planet ini.

Banyak yang menjadi korban akibat dari serangan kedua bola kekuatan yang hilang kendali tersebut.

Namun keajaiban datang.

Rara dan sang kakak-nya berhasil mengendalikan kedua bola kekuatan itu tanpa harus menyakiti sang bola kekuatan.

Walau membutuhkan waktu yang sangat lama agar keduanya bisa kembali seperti dulu. Namun, setidaknya kedua kakak beradik itu berhasil memulihkan dua bola kekuatan itu.

Sejak saat itu, kedua bola kekuatan - yang kini diberi nama Tata dan Kiki- menjadikan keduanya sebagai tuan mereka.

Awalnya bola kekuatan itu ingin memberikan kekuatan yang mereka punya kepada keduanya namun ditolak secara halus.

Kakak Rara merasa bahwa dirinya belum cukup pantas untuk menerima kekuatan sehebat itu dan untuk Rara. Ia masih sangat kecil untuk memegang kekuatan sebesar itu.

Lagi pula Rara tidak ingin berpisah dengan kedua bola kekuatan yang sudah ia anggap sahabatnya itu.

Menginjak usia 12 tahun. Sang kakak harus pergi keluar dari planet untuk berlatih bersama anak laki-laki seusianya.

Itu adalah salah satu tradisi di planet ini. Dan saat ia kembali, ia yang akan menjadi pelatih untuk adik-adik nya dan akan ikut serta dalam melindungi planet nya mengganti ayah mereka.

Dan soal kenapa Fang dan Rui harus menjaga Rara adalah karena perang itu sendiri.

Saat Tapops dan penduduk di planet ini berperang. Ada musuh yang memanfaatkan situasi tersebut. Mereka masuk saat Tapops berhasil memenangkan perang melawan penduduk dari planet ini dan berhasil membawa kedua bola kekuatan yang tentunya memberontak hebat.

Tapops yang baru saja selesai berperang harus melakukan perang kembali melawan musuh yang ternyata juga biang dari perang yang terjadi tadi .Namun sekali lagi, Tapops berhasil memenangkan pertarungan walau harus membayar mahal dengan banyaknya nyawa yang melayang.

Sayang-nya, 1 hari setelah kejadian itu. Kakak Rara berserta anak-anak lain kembali ke planet-nya dan terkejut mendapati planet yang mereka sayangi dan mereka jaga hancur karena perang.

Sang kakak segera mencari Rara dan penduduk lainya yang ia yakini berhasil selamat.

Sayangnya, hanya sekitar 38 orang saja yang selamat dari perang besar tersebut. Dan sang kakak kembali merasakan syok berat saat melihat jasad Rara yang baru saja ditemukan.

Rara tewas dalam perang dengan kondisi yang tragis. Salah satu dari mereka mengatakan bahwa Rara menjadi korban dalam perang kerena berusaha keras melindungi kedua bola kekuatan yang sudah menjadi teman baiknya.

Sang kakak murka dan dia mengumumkan kepada teman-temannya untuk menyerang Tapops dan membalas dendam atas kematian keluarga mereka semua.

Semua setuju dan ke 18 pemuda itu segera pergi mencari lokasi dimana kemungkinan Tata dan Kiki berada.

Mereka berhasil menemukan lokasi itu hanya dalam waktu 1 hari, dan tanpa basa-basi ataupun rencana. Mereka segera menyerang stasiun Tapops dengan membabi-buta dan kejam.

Setelah pertempuran selama 3 jam. Sang kakak berhasil mendapatkan kembali kedua bola kekuatan itu dan segera pergi dari sana.

Ke 18 pemuda itu kembali ke planet mereka dengan senyum puas yang terukir di wajah mereka. Terutama saat di sepanjang jalan mereka melihat jasad-jasad musuh yang sudah tak bernyawa dan penuh darah.

Bahkan beberapa diantaranya tampak tidak berbentuk.

Hari itu menjadi hari kehancuran dan hari penuh darah bagi Tapops. Banyak korban yang berjatuhan. Luka paling ringan hanyalan kehilangan salah satu anggota tubuh yang ada.

Tim Boboiboy dan Tim Masahiro juga turut terkena dampak yang cukup besar dimana 1 personil di setiap tim menjadi korban dalam serangan itu.

Begitu juga dengan kapten Kaizo dan Kapten Aoi yang terluka parah.

Fang memejamkan matanya begitu mengingat semua hal yang Rui lihat kepadanya kemarin malam.

Karena itulah mereka memutuskan untuk menghentikan perang antara Tapops dan planet ini dan juga melindungi Rara dan kedua bola kekuatan dari tangan musuh.

Karena sesungguhnya. tidak akan ada pasukan yang sanggup menghadapi 3 pasukan musuh berbeda sekaligus dengan jeda waktu yang cukup bahkan sangat berdekatan.

..

"Fang."

Fang menoleh dan menemukan Rui yang tengah berjalan menghampirinya, "Tak bisa tidur?" tanya Rui setelah mendudukkan diri di sampingnya.

Saat ini keduanya sedang berada di depan rumah Rara dan keduanya tengah duduk di sebuah batu sambil memandangi langit berbintang yang indah.

"Ya." jawab Fang singkat tanpa menoleh kearahnya.

keheningan melanda mereka beberapa saat sebelum akhirnya Fang membuka suara.

"Kita harus melatih Rara. setidaknya dalam hal pertahanan."

Rui melirik ke arah Fang Dan mengangguk setuju setelah terdiam beberapa detik.

"Kita harus memulainya dari besok.." gumam Rui dan diangguki oleh Fang.

Besok adalah jatah Rui untuk kembali menyakinkan para penduduk ini untuk bekerja sama dengan Tapops.

Maka dari itu Fang yang akan melatih Rara, "jangan terlalu keras." saran Rui sebelum masuk kembali kedalam.

Fang tersenyum tipis dan mendengus, "tentu saja tidak akan." ia tidak akan tega membuat Rara tidak bisa berjalan hanya karena ditekan dengan latihan berat.

Ia bukan kapten-nya yang bisa melakukan hal-hal seperti itu tanpa pandang bulu.

Fang menatap bintang-bintang sejenak sebelum akhirnya memilih untuk mengikuti Rui masuk kedalam.

.

to be continued.


yaps, Sudah terjawab kan. siapa itu Rara dan kenapa Fang dan Rui harus menghentikan perang antara Tapops dan planet tempat tinggal Rara.

hmm Sekarang hanyalah siapa sang kakak Rara?Jika kalian bingung, kalian bisa bertanya kepada saya

kalau begitu sampai jumpa di chapter selanjutnya~


Tambahan.

Tim Masahiro dan Tim Boboiboy tengah melihat layar didepan mereka dengan swetdrop begitupun dengan komandan Koko Ci.

"Jadi... mereka berdua pergi ke tempat musuh hanya untuk menjadi babysitter!?" pekik Gopal tidak percaya.

"Haduh..." komandan Koko Ci sampai speechless dibuatnya.

"Em.. kurasa mereka mempunyai alasan untuk melakukan itu." ucap Boboiboy berusaha berpikir positif.

"Ya, mereka punya alasan yang bagus. Jadi tugas kita hanya percaya dan mengikuti perkataan mereka." kali ini Masahiro yang berucap dengan senyum diwajahnya.

"Ngomong-ngomong, apa Fang dan Rei tau kau mengawasi mereka?" tanya Yaya kepada Masahiro yang berkedip beberapa kali.

"Hehehe, tidak. la-lagi pula ini perintah kapten Aoi." elak Masahiro namun malah disambut tatapan tidak percaya dari semua orang.

"Aku berharap kapten Kaizo dan kapten Aoi tidak marah melihat apa yang tengah mereka lakukan sekarang." Gumam Ran yang di angguki oleh semuanya.

Ya, semoga saja karena entah kenapa semenjak Fang dan Rui pergi ke tempat musuh.

Kedua kapten itu menjadi semakin gila dalam latihan.