Disclaimer: Boboiboy milik Monsta Studio

Warning: typo, ooc, gaje.

Summary: hari ini mereka mendapatkan bala bantuan tambahan untuk menghadapi perang yang akan datang 1 Minggu lagi. Tapi, kenapa justru 2 orang diantara mereka malah pergi ke tempat musuh?


Suara langkah kaki yang mendekat membuat seorang pemuda yang tengah memasak menoleh dan mendapati seorang gadis kecil yang masih tampak mengantuk dengan dua bola kekuatan yang mengikutinya.

"Selamat pagi Rara." sapa pemuda berkacamata itu sambil menyusun makanan di meja makan.

"Selamat pagi kak Fang ... Kak Rei dimana?" tanya Rara sambil mendudukkan dirinya.

"Selamat pagi."

"Ah, tu orangnya datang."

Rui segera mendudukkan dirinya begitu melihat makanan sudah tersaji di meja makan.

"Wah.. kau yang masak Pang? bukannya kau cukup buruk dalam memasak ya?" tanya Rui bingung.

Fang menghela nafas sambil mendudukkan dirinya di salah satu kursi yang masih tersisa.

"Aku belajar lah. Sudah sangat lama semenjak ujuan survival itu. tentunya aku sudah bisa memasak sekarang walau masih banyak kekurangan nya."

Rui yang mendengar itu tersenyum kecil. Ia jadi teringat saat kedua kalinya mereka bertemu.

Ya, Rui dan Fang pertama kali bertemu saat sedang mencari kakak mereka yang ternyata sedang berlatih dengan Laksamana Maskmana dan Ramen Man.

Pertemuan kedua sendiri saat ia dan Fang mendaftar menjadi anggota Tapops. Dan secara kebetulan mereka menjadi lawan tanding karena saat itu hanya mereka berdua saja yang mendaftar ke Tapops.

Fang dan Rui lulus dengan nilai yang memuaskan mengikuti kakak mereka. hanya saja terdapat perbedaan.

Nilai terkecil Fang berada di ujian Survival. Sementara nilai terkecil Rui/Rei berada di ujian Fokus.

Mengingat semua itu membuat Rui tersenyum. Ia harus mengakui kalau ujian itu sedikit menyenangkan.

"Ini apa?" tanya Rara pada semua makanan yang ada di meja makan.

"Ini kari ayam dan sup lobak merah."

"Apa itu?" tanya Rara kebingungan

"Itu... salah satu makanan di salah satu planet yang pernah aku tinggali. Cobalah, Rasanya enak kok."

Rara mengambil kari ayah serta sup lobak merah itu ke piringnya. Ia sempat melirik kearah Kiki dan Tata sebelum akhirnya memberanikan dirinya untuk mencoba makanan baru yang ada di sendok nya itu.

"Enak!!" pekik Rara dengan wajah penuh kegembiraan.

"Benarkah?"

"Ya, makanan ini sangat enak."

Rui melirik kearah Fang yang tampaknya sangat bangga dan sangat bahagia, "Ne Pang."

Fang yang sedang makan menoleh kearah Rui dengan salah satu alis terangkat.

"Kalau tidak salah ingat... Kapten-mu itu suka sup lobak merah kan? Apa ia pernah memakan masakan mu?" tanya Rui yang sudah mati penasaran sejak tadi.

Fang masih melanjutkan makanan untuk beberapa saat sebelum akhirnya menjawab, "Tidak. kalian berdua yang pertama." jawab nya cukup singkat sebelum kembali melanjutkan makanan nya.

"Entah aku harus senang apa bagaimana soal ini.." batin Rui yang akhirnya mulai memakan makanannya.


"Baiklah, aku pergi dulu."

Rui yang baru saja akan melangkah keluar diberhentikan oleh Rara yang menarik ujung bajunya.

"Kak Rei mau kemana?" tanya Rara dengan ekspresi yang tampak bercampur aduk antara sedih dan bingung.

Rui sempat tertegun untuk beberapa saat sebelum sebuah senyum tulus terukir diwajahnya.

"Rei hanya ingin bertemu dengan orang-orang yang kemarin saja kok. mungkin tengah hari atau petang Rei kembali. Sampai saat itu, Rara bersama dengan Fang ok?" ucap Rui dengan lembut sambil mengacak-acak rambut Rara

"Janji?" tanya Rara

"Janji."

Rui kembali berdiri tegak dan menoleh kearah Fang yang sedari tadi hanya memperhatikan interaksi ia dan Rara.

"Ingat jangan terlalu keras Fang." peringat Rui sekali lagi yang di balas dengan ekspresi jengah dari Fang.

"Ya."

"Aku pergi dulu. sampai nanti~"

Rara melambaikan tangannya hingga pintu kembali tertutup. Ia berbalik untuk melihat Fang yang tengah memperhatikan dirinya.

"Nah Rara. aku ada sebuah permainan seru loh." ucap Fang sambil mensejajarkan tingginya dengan Rara.

"Permainan apa?" tanya Rara bingung.

"Menjadi kuat untuk melindungi."

Jawaban Fang tampaknya tidak dimengerti oleh anak seusia Rara dan Fang sadar akan hal itu.

Fang tak mungkin mengatakan bahwa itu sebuah latihan kan? Lagi pula mereka akan bersenang-senang.

Fang mengajak Rara untuk pergi ke halaman belakang rumah bersama dengan Tata dan Kiki.

Fang melihat sekitar sejenak, "hmm, untuk jarak segini kurasa cukup untuk anak seusia Rara. baiklah akan ku mulai dengan yang paling gampang terlebih dahulu." sebelum menoleh ke Rara yang masih kebingungan, " Nah Rara, permainan itu terbagi dalam beberapa Tahap dan setiap tahap ada beberapa level." jelas Fang

Rara mengangguk mengerti namun tampaknya ia masih tidak terlalu paham tentang permainan mereka dan tampak tak begitu tertarik.

"Nah, jika Rara berhasil menyelesaikan setiap Tahap. Rara akan mendapatkan Bintang. Bagaimana? Rara ingin bermain?"

Melihat sebuah Bintang kecil yang bersinar dan berwarna-warni di tangan Fang membuat Rara tergoda ingin mendapatkan kesemua bintang itu.

"Mau!! tapi.. ini permainan apa?" tanya Rara masih tidak mengerti rupanya.

"Ini permainan untuk melatih kita dalam berbagai macam hal yang akan berguna saat kita berada dalam masalah."

Rara tampak berpikir untuk beberapa saat sebelum mengangguk mengerti.

"Baiklah, Lala mau! Lala mau dapat bintang! ayo mulai main!" ucap Rara dengan semangat sambil menarik-narik Fang untuk segera memulai permainan mereka.

"O-ok, ok, nah. Tahap 1 adalah berlari mengelilingi taman ini. Mari kita malai dari level 1 yaitu 3 putaran."

Rara mengangguk dan mulai mengambil posisi untuk berlari tapi dihentikan oleh Fang.

"Kita lakukan peregangan atau pemanasan dulu ya. biar nanti tidak cedera."

Rara tertawa hambar saat menyadari ia melupakan hal penting itu. Lalu mulai melakukan pemanasan bersama dengan Fang juga kedua bola kekuatannya.

Setelah pemanasan, Fang dan Rara segera melakukan posisi bersiap.

"Kak Fang ikut juga?" tanya Rara dan diangguki oleh Fang.

"Fang hanya akan menemani Rara. Kalau-kalau Rara tidak kuat dalam berlari lagi."

Rara ber-oh ria sebelum akhirnya Rara mulai berlari terlebih dahulu yang di susul oleh Fang. Meninggalkan kedua bola kekuatan di belakang mereka.

"... Aku akan hitung putaran mereka. Kau ambil minum untuk mereka berdua." Perintah Tata kepada Kiki yang segera dituruti oleh bola kekuatan itu.


"Aku pulang~"

Suara langkah kaki yang terburu-buru menuruni tangga terdengar dan sebuah pelukan segera menyambut Rui yang baru saja melepas sepatunya.

"Selamat datang kak Rei~"

Rui yang mendapatkan sambutan serta pelukan hangat itu terdiam terkejut untuk beberapa saat sebelum membalas pelukan Rara dengan sedikit erat.

"Rei menepati janji untuk pulang petang kan?" tanya Rei dan diangguki dengan semangat oleh Rara.

Suara langkah kaki kembali terdengar, "Ah, bagaimana hasilnya?" tanya Fang langsung ke inti.

Rui menegakkan tubuhnya sebelum menjawab pertanyaan Fang, "Masih sama."

Fang menghela nafas, "Mau bagaimana lagi kan? ini baru 2 kali jadi jangan menyerah terlebih dahulu."

Rui mengangguk setuju. Ketiganya segera pergi menuju ruang keluarga dan mendudukkan diri mereka di sofa dimana Rara duduk di antara keduanya bersama dengan Tata dan Kiki yang berada di pangkuannya.

"Kau pasti lelah kan? Istirahat lah dulu. Biar aku yang memasak untuk malam ini." ucap Fang Begitu menangkap ekspresi wajah Rui yang benar-benar lelah.

"Tidak, kau juga pasti lelah kan? aku saja. Lagi pula ini jadwal ku memasak." tolak Rui dengan mata yang masih terpejam.

"Oh ya, bagaimana dengan ... permainan nya Rara?" tanya Rui begitu mengingat latihan yang akan mereka berikan kepada Rara.

"Menyenangkan! Hari ini Lala berhasil menyelesaikan Tahap 1 dan dapat bintang! Lihat-lihat!! bintang nya berwarna Hijau! sama seperti mata Lala!" jawab Rara dengan penuh kebahagiaan sambil memperlihatkan sebuah bintang yang ia dapat dari Fang.

Fang dan Rui yang mendengar itu tersenyum, "Wah.. Rara hebat." puji Rui sambil mengacak Rambut Rara pelan yang dibalas senyum bahagia di wajah Rara.

"Baiklah, aku akan memulai memasak sekarang. Fang Dan Rara kalian pergi mandi sana. Tata dan Kiki Pilih bantu Rara atau bantu aku memasak!" perintah Rui yang sudah seperti perintah seorang ibu kepada anaknya.

"Aku sudah mandi ya mohon maaf." ucap Fang sambil memutar bola matanya.

"Eh.. boleh nanti gak?" tanya Rara lemas.

"Gak boleh begitu Rara. ayo mandi! kau bau keringat!" tarik Tata

"Nanti aja!!"

"Gak boleh! Ayo mandi!" kali ini Kiki ikut menarik Rara untuk segera pergi ke kamarnya.

Adegan tarik menarik pun terjadi namun akhirnya Rara mau mengalah dan segera pergi ke kamarnya untuk membersihkan dirinya bersama dengan Tata dan Kiki.

Sementara Fang dan Rui yang melihat itu hanya tertawa kecil.

"Rara benar-benar lucu. Tak heran kakaknya sangat melindungi dia." ucap Fang yang masih terbayang wajah bahagia Rara saat ia memberikan sebuan bintang karena berhasil menyelesaikan Tahap 1 dalam Permainan mereka.

"Ya, Saking lucunya ia sampai membuat kedua bola kekuatan itu cukup posesif kepadanya." Ucap Rui geleng-geleng kepala sebelah segera pergi menuju dapur untuk memulai memasak.


"Kali ini makanan apa?" tanya Rara begitu melihat menu makanan yang sudah tersaji di piring nya kepada Rei.

"Ini namanya Omurice~ ini adalah salah satu makanan dari suatu planet yang pernah aku tinggali. Rei yakin Rara akan menyukainya!" jawab Rui dengan sedikit bersemangat dan sedikit ceria. Membuat Fang yang mendengar nya mendengus geli.

Rara mengangguk-angguk mengerti lalu mulai memakan makanannya, "enak!!" pekik Rara dengan ekspresi yang bahagia.

Rui yang mendengar nya tersenyum, "kalau Rara ingin nambah bilang saja!" pekik nya sangat senang.

"Eh.. Tapi ini kan ini sangat banyak..." ucap Rara yang lemas sambil melihat porsi makanan nya yang normal. tidak seperti Rui yang malah seperti untuk 2 porsi.

"Kau sangat senang Rui." ucap Fang setelah menelan makanan di mulutnya.

"Tentu saja! ini pertama kalinya aku memasak untuk orang lain dan juga mendapatkan pujian sebahagia itu! mana mungkin aku tak senang." ucap ya dengan sedikit kesal.

"Ya, aku juga senang ... jadi ... aku dan Rara yang pertama? Bukan kapten mu?" tanya Fang membalikkan pertanyaan yang memiliki makna yang sama dengan pertanyaan yang diajukan Rui tadi pagi.

"Yap, kalian pertama." jawabnya sebelum melanjutkan makannya kembali dengan sedikit bersemangat.

Fang menyukai lobak merah. sedangkan Rui or Rei menyukai telur.

Kapten Kaizo menyukai sup lobak merah. Sedangkan kapten Aoi menyukai Omurice.

Entah kenapa kedua orang yang berstatus sebagai adik dari 2 kapten sadis ini malah memasak makanan kesukaan sang kapten untuk orang lain.

Selain itu. Waktu mereka semakin berkurang setiap detik hanya untuk menyakinkan penduduk serta melatih, mengurus dan menjaga Rara.

Hari Pertama di planet ini dan 5 hari lagi mendekati perang.

to be continued


Tambahan:

"Eh kuso. aku aja gak pernah nyoba masakan Rei." gumam Masahiro kesal.

"Bukan kau saja kali. Kami juga gak pernah." kali ini Rika lah yang berucap dan di angguki oleh Ran.

"Haha, Kita juga gak pernah nyoba masakan Fang." Yaya ikut dalam pembicaraan.

"Em... masakan itu..." Nampaknya Boboiboy malah terfokus kepada masakan yang di buat oleh Fang Dan Rei.

"..."

"hahaha!! kasian banget sumpah. Makanan kesukaan yang di masak oleh adik tercinta malah di kasih ke orang lain hahaha." dan Ramen Man tampak puas mengatai kedua kapten yang tampak muram itu.

"Dah gitu sebagai orang pertama lagi hahaha sungguh sial sekali ya kalian hahaha!!" Tampaknya tawa Ramen Man semakin keras dan wajah kedua kapten itu semakin mengeras.

Dugh!

Bruk!

Akhirnya suara tawa dari Ramen Man hilang karena terkena pukulan dan tendangan dari kedua orang berstatus kapten itu.

Tidak ada yang berkomentar atas kejadian itu karena mereka semua tampak takut dengan aura membunuh yang dikeluarkan kedua Kapten yang terkenal akan kekejaman nya itu.