"Naru.."bisik Sasuke.
"Suke..Mau kemana kau?
Kau mau meninggalkan ku setelah membuatku begini?" tanya Naruto lambat-lambat. Sasuke mengangkat sebelahalisnya , ia menarik Naruto dan memaksanya kembali tidur. "Omong kosong apalagi yang kau ingin ucapkan, hah?Sekarang tidurlah, jangan membuatku makin pusing!" ujar Sasuke. "Ugh..Aku tidak mau! .."ujar Naruto.
Tanpa babibu, Naruto mencium Sasuke dan menekan tubuh Sasuke kelantai, tidak ingin Sasuke melepaskan ciuman mereka dan pergi dari kamar itu. Sasuke ingin sekali menghentikan Naruto, tapi ia tidak bisa. Tubuhnya melemas, sisa alkohol yang masih tersisa di saliva Naruto mulai mempengaruhi kesadarannya. Sebenarnya berapa kaleng Alkohol yang ia minum?. "Naruto, hentikan.." ujar Sasuke, ia mendorong tubuh Naruto secara paksa.
"Sasuke, kumohon! Panas!Tubuh ku panas, kau harus tanggung jawab!" lirih Naruto.
"Naruto.." Sasuke menelan ludahnya susah payah, Naruto yang ada di hadapannya ini membuatnya benar-benar jatuh. Naruto nya yang sangat lugu, ceria, dan penuh tawa itu berubah dalam sekejap menjadi seorang pemuda yang nakal, penuh nafsu, dansexy. Bahkan pemuda manisnya yang kekanakan dan mudah sekali malu itu kini dengan beraninya mencium dan menggodanya hingga seperti ini hanya karena alkohol. Sasuke menggeleng kencang, berusaha menyingkirkan pikiran-pikiran negatif yang berdatangan memasuki kepalanya. Ia tidak boleh begini, Naruto akan terluka jika ia menyerah begitu saja.
"Naruto, sadarlah! Ini tidak boleh diteruskan!" Sasuke berusaha mendorong Naruto, tapi dia tetap keras kepala dan kembali mendorong Sasuke ke lantai. "Tidak mau! Kenapa tidak boleh diteruskan? Aku ingin melakukan yang lebih dari ciuman saat ini, aku membutuhkannya! Aku membutuhkanmu, Suke.." ujar Naruto, ia menarik-narik kemeja Sasuke. "Kita bisa.. Terkena masalah!" Sasuke mencoba bangkit. "Aku tidak peduli!" Naruto kembali melawan.
BRUUK!!Sekarang Sasuke membalik keadaan, ia mendorong tubuh Naruto hingga pemuda itu terbaring di lantai tepat di bawah tubuhnya. "Naruto, aku tahu kau sedang mabuk, tapi ini sudah keterlaluan. Aku tidak mau melewati batas, kita berdua sudah berjanji di depan ayahmu dan ayahku juga untuk tidak melakukan itu sampai kita menikah nanti. Kau tahu 'kan? Resikonya cukup berat!" ujar Sasuke sungguh-sungguh, ia menatap Naruto cukup tajam. Dalam hati ia berdoa agar cara ini berhasil dan Naruto tidak lagi memaksa.
"Sasu-". "Aku tidak mau melukaimu dan mengingkari janji kita, kau bilang janji adalah hal yang paling berharga 'kan?" Sasuke menahan bahu Naruto agar ia tak kembali menyerangnya. Naruto terdiam, ia mengalihkan pandangannya dari wajah Sasuke. "Aku.. Tidak pernah lupa pada janji kita itu.. Dan aku juga tau kita akan terkena masalah. Tapi, Sasuke.. Aku sangat menginginkanmu! Aku ingin tahu lebih banyak tentangmu!. Selama kita pacaran lalu bertunangan, aku sama sekali belum banyak mengetahui apa pun tentang dirimu.." Naruto menatap Sasuke perlahan, matanya nampak berkaca-kaca. "Naruto.." lirih Sasuke.
"Selalu saja Naruko-nee dan Sakura-chan yang mengetahui banyak hal tentangmu. Kau suka ini.. Kau suka itu.. Aku bosan terus diberitahu oleh orang lain. Tadi saja mereka bilang kalau kau pernah minum Sake, aku emosi, kenapa aku tidak tahu itu?! Padahal kau adalah tunanganku. Aku ingin mereka tahu.. Bahwa aku sangat tahu tentangmu, aku lebih tahu daripada mereka-mereka di luar sana. Karena itulah aku-".GREEB!!Sasuke merengkuh Naruto dalam pelukannya, ia mengusap puncak kepala Naruto dengan penuh kasih sayang. "Che, kau ini.. Ketika sedang mabuk kau sangat jujur danekspresifya?" ujar Sasuke lembut.
"Naruto, jangan pernah berkata kalau kau tidak tahu apa-apa tentangku. Jangan pernah berfikir bahwa kau tidak lebih baik dari orang lain lagi. Kau tahu diriku, bahkan lebih baik dari diriku sendiri.." Sasuke melepas pelukannya dan menatap Narutointens,"Naruto, apa yang ada di kepalamu saat ini sama sekali tidak benar. Kau adalah orang yang paling tahu tentang aku, karena aku adalah milikmu.. Jangan bersedih lagi, aku tidak suka melihatmu menangis begitu!" Sasuke menghapus air mata Naruto, sementara Naruto melingkarkan tangannya di leher Sasuke, kemudian ia menempelkan dahinya sendiri pada dahi Sasuke.
"Ahk, Itai!" Naruto merintih saat benda pribadinya tak Sengaja tertekan oleh perut Sasuke, Sasuke menatap Naruto sedikit khawatir. "Naruto, apa kau merasa sakit?" tanya Sasuke, Naruto mengangguk dengan wajah merona. "Sangat.. Apa kau yakin tidak mau membantuku? Aku tidak.mungkin bisa melakukannya sendiri.." Naruto memainkan krah baju Sasuke.
"Kau masih mabuk ya? Haahhh.. Sudah kuduga, membiarkanmu minum alkohol memang merepotkan. Naruto, aku benar-benar tidak ingin melakukannya, aku tidak ingin menjadi pria brengsek karena memerkosa seseorang yang sedang mabuk!" ujar Sasuke dengan raut lelah. Naruto cemberut, ia mendorong wajah Sasuke menjauh. "Huuft.. Kau memang menyebalkan. Ya sudahlah.. Kalau Kau tidak mau aku akan melakukannya sendiri! Kaa-chan, Sasuke jahat! Dia tidak mau memerkosaku~" ujar Naruto sambil berguling menjauhi Sasuke. 'Orang macam apa yang mengadu seperti itu pada ibunya? Lagipula ibu mana yang akan mendukung anaknya diperkosa? Mendengarnya saja sudah horor!," batin Sasukesweat drop.
Naruto duduk berseberangan dengan Sasuke, ia mulai mengusap leher, dada, dan perutnya sendiri tanpa mengalihkan tatapannya dari Sasuke. "Sshh.." Naruto mulai mendesah menikmati pekerjaannya. Sasuke sebenarnya ingin sekali kabur, namun tubuh dan matanya berkhianat!Merekabereaksi terhadap apa yang Naruto suguhkan. Kali ini dia menyerah, dia sangat mengakui bahwa otaknya sangatperverttingkat dewa. Bahkan bagian selatan tubuhnya mulai menegang minta dibelai.Shit!Tubuh dan rasio nya tidak mau lagi bekerjasama. "Suke~ ngh.. kau yakin tidak mauh.. Membantukuh. Ngh.." Naruto sengaja menggoda Sasuke.
Keringat dingin mengalir, Sasuke melirik sekilas telapak tangannya yang bergetar halus, dia sudah berada di ambang batas. Ia tak dapat menahannya lagi!. "Argh! Wakatta, wakatta! Aku akan melakukan itu sekarang. Tapi jika kau merasa tidak yakin, kau boleh menghentikanku." ujar Sasuke frustasi karena menyerah teelalu cepat, Naruto mengangguk dan memeluk Sasuke erat. "Aku tidak yakin akan berhenti, Sasuke.." bisik Naruto. "Jangan terlalu yakin, kau bisa menyesal nantinya.." ujar Sasuke.
Sasuke menarik dagu Naruto, ia menyatukan bibir tipisnya dengan bibirsexyNaruto, lalu melumatnya, memberi gigitan kecil dan hisapan hingga Naruto mendesah kewalahan. Sasuke menuntun tangan mungil kekasihnya itu ke lehernya, ia kemudian mengusap punggung Naruto yang masih dilapisi kain piyama tipis yang mulai basah terbanjiri keringat. "Naruto, taruh tanganmu di leherku.. Beri tahu aku seberapa banyak rasa nikmat yang kau rasakan. Beri tahu aku seberapa besar kau menginginkanku menjamahmu.." bisik Sasuke, Naruto semakin mendesah mendengar bisikan kalimat Sasuke yang cukup erotis itu. "Sasuke.." Naruto memejamkan matanya.
Sasuke melumat bibir Naruto tanpa ampun. Ia menggigit bibir Naruto cukup kuat hingga Naruto spontan berteriak, tak mau menyia-nyiakan kesempatan, ia segera menelusupkan lidahnya dan mengobrak-abrik bagian dalam mulut Naruto. Mengabsen gigi-gigi yang tersusun rapi di sana, melumasi langit-langit mulut Naruto dan membelit lidah Naruto hingga Naruto tidak tahan lagi. Pasokan udara yang menipis, dan juga saliva yang semakin banyak merembes dari mulutnya dan membasahi lehernya membuat Naruto tidak nyaman dan spontan memukul dada Sasuke beberapa kali.
Awalnya Sasuke berusaha tidak peduli karena ia masih betah mengerjai Naruto, Namun tarikan kuat di rambutnya membuat dirinya sadar bahwa Naruto sudah mencapai batas. Ia melepas pagutannya. "Ohok! Ohok!. Hahh.. Hahh.. Suke, kau mau membunuhku?" rengek Naruto dengan mata berair, Sasuke mengelap sisa saliva di sudut bibir Naruto. "Maaf, aku lepas kendali. Haruskah kita sudahi sekarang?" tanya Sasuke. Naruto mempoutkan bibirnya lucu. "Mou! Tadi 'kan sudah aku bilang kalau aku tidak mau berhenti!" ujarnya. Sasuke mengusap tengkuknya. "Baiklah.. Tapi aku tidak jamin kau akan baik-baik saja, ya!" ujar Sasuke.
Sasuke kembali mendekatkan wajahnya dengan wajah Naruto, menciumi setiap inchi kulit di wajah Naruto sambil membuka kancing piyamanya satu per satu. Naruto tidak mau tinggal diam, ia balas menjilati wajah Sasuke seperti seekor induk kucing, ia mengecup ringan beberapa kali hidung, bibir, dan dagu Sasuke. "Cukup, kau membuatku tidak tahan lagi!".GREEP!!BRUUK!!.Sasuke menarik paksa tubuh Naruto dan menjatuhkannya ke atas ranjang, membuat tubuh mungil itu beberapa kali memantul saking kuatnya bantingan Sasuke.
Dengan terburu-buru Sasuke melucuti pakaian Naruto dan menyisakan celana dalam dengan gundukan tegang di baliknya. Setelah itu, ia melucuti pakaiannya sendiri dan menyisakanboxerketat berwarna hitam, Naruto sempat bergidik ngeri melihat barang Sasuke yang agaknya besar berdiri di balikboxer. "Apa itu tidak sakit? Kelihatannya celanamu sesak.." Naruto menunjukkan selangkangan Sasuke. "Menurutmu?" tanya balik Sasuke dengan suara yang semakin dalam dan nafas kacau. "Sakit. Haruskah aku membantumu melepaskannya?" Naruto menatap Sasuke dengan tatapan polosnya. "Tentu, lakukanlah apa yang ingin kau lakukan.." bisik Sasuke.
Naruto menarikboxermilik Sasuke, seketika benda di balikboxeritu mengacung bebas dan menampar pelan wajah Naruto. "Ah, ya Tuhan! Mengapa benda ini terlihat begitu besar setelah keluar dari balik celanamu?!" kaget Naruto, Sasuke terkekeh dan mengelus wajah Naruto. "Hei, berhenti bicara hal aneh begitu! Katanya kau mau membantuku," ujar Sasuke, Naruto mengangguk.
"Ung! Sekarang aku harus apa?" tanya Naruto. "Masukkan ke mulutmu!" perintah Sasuke, Naruto menurut dan langsung meraih penis Sasuke. "Mmnnh.." Naruto mengulum penis Sasuke dan menjilatinya hingga basah, Sasuke mengerang nikmat. Dia tidak pernah merasa seluarbiasa ini. Dia tidak pernah tahu jika Naruto begitu hebat!.
Mungkin jika ia tahu lebih awal, hari ini adalah kali ke sekian ia menghajar Naruto di atas ranjang!.
"Cukup, Naruto! Aku tidak mau keluar sekarang. Aku akan mulai melakukannya, mungkin aku akan sedikit kasar. Jadi tahanlah sebentar, ini akan sangat Sakit!" ujar Sasuke. "Lakukanlah, aku percaya padamu!" ujar Naruto sambil tersenyum. Sasuke merona hebat. 'Baka!' batinnya. Sasuke menarik celana dalam Naruto dan membuangnya ke sembarang arah, kemudian ia melebarkan paha Naruto dan mengoles sebuah lubang yang mulai berkedut penuh nafsu dengan telunjuknya.Jleb!Satu jari Sasuke menembus lubang Naruto yang masih kering dan belum terjamah, Naruto memekik kesakitan, ia berpegangan erat ke bahu Sasuke. "Suke~" rintih Naruto. "Tahanlah sebentar!" ujar Sasuke.
Jarinya bergerak keluar dan masuk dalam tempo cepat, Naruto memekik ketika kuku Sasuke melukai dinding analnya. Gerakan jari itu mulai semakin cepat, kini Naruto tidak lagi merasakan sakit, ia mengerang dengan mata terpejam. Merasa cukup siap, Sasuke langsung menambahkan dua jarinya sekaligus, ia melebarkan lubang Naruto dengan terburu-buru. "Aangh... Ita.. Itai.. Ngh.. Ah.. Ahh.. haah.. Ughh.. Ahh.. Sa.. Kit.. Ngh.. Enak.." Naruto menggigit ujung telunjuknya. "Kau -ah! Cukup, aku tidak tahan lagi. Kau terlalu manis, Naruto!" raung Sasuke.
JLEBB!!."AGHH!!! BESAR SEKALI, AH!" Naruto melempar kepalanya ke atas bantal, Sasuke masuk tanpa aba-aba. Darah merembes dari lubang Naruto seketika itu juga, Sasuke hampir kehilangan separuh kesadarannya. Ia yang tak biasa melukai Naruto sangat panik melihat darah yang membasahi sprei di bawahnya. "Suke.. Hiks.. Hiks.." Naruto menangis, ini sangat menyakitkan! Ia merasa tubuhnya robek menjadi dua!. Sasuke panik, ia langsung mencium Naruto dan berulang kali meminta maaf.
"Naruto?! Sakit 'kah? Apa rasanya sangat sakit? Maafkan aku, aku melukaimu. Maafkan aku!" Sasuke mencium punggung tangan Naruto. "Hiks.. Suke..." rintih Naruto. "Ya Tuhan, darahnya semakin banyak! Bagaimana ini?" Sasuke menatap lubang Naruto prihatin. Naruto merona dan mendorong dagu Sasuke, ia tidak suka dipandangi begitu. "Suke~" lirihnya. "Apa sebegitu sakit? Haruskah aku mencabutnya? Apa kau memerlukan obat? Naru-".BLETAK!!Sasuke meringis kesakitan.
"Suke, bergeraklah! Jangan bicara terus! Kau.. Hiks.. Hanya membuatku semakin kesakitan jika terus diam begini.. Hiks.. Hiks..huhuhu.." Naruto menjitak Sasuke gemas, dia kesal dengan ketidak pekaan Sasuke kalau ia kesakitan dan ingin ada pergerakan agar pantatnya lebih baik. Sasuke kicep, ia menjulurkan lidahnya -tidak enak- karena tidak peka. "Maaf, aku memang bodoh. Aku bergerak sekarang, ya!" Sasuke memegangi pinggang Naruto dan mulai bergerak. "Aw.. Aw.. Sakit.. Huhuhu.." Naruto menangis lebih deras, Sasuke tetap bergerak meski dengan ekspresi yangnggakbanget!Antara nafsu dan ngilu jadi satu. 'Aku harus apa? Percepat lagi 'kah?" batinnya bingung.
Merasa Naruto masih kesakitan, Sasuke mencoba menendang jauh rasa takutnya, ia memanggil segala macam setan penggoda termasuk jin mirip Jiraiya agar mereka membantunya menjadi penusuk profesional(?). Dia mulai bergerak cepat dan pasti, hingga Naruto mulai lupa rintihannya. "Ohh.. Ahhh.. Uwaaahhh.. Suke.. Ngh.. Nghh.. Suke! Suke! Ahk..." Naruto mencengkeram kuat sprei di dekat kepalanya. "Ahk.. Sugoi.. Ini.. Sangat.. Sem.. Pith.. Akhh.. Enak sekali.. Ahh.." Sasuke mendongak nikmat.
Naruto merengek berkali-kali, kesadarannya mulai kembali, ia merona begitu menyadari Sasuke sedang menggagahinya. Rasanya sangat aneh, sakit tapi nikmat. Ia ingin lebih, tapi dia tak bisa berkutik, ia juga merasa penisnya berkedut menahanpipis. "Suke.. Aku tidak.. Ahhh.. Ahhhh.. Ahhh.. Kuat.. Ahhh.. Ahhh.. Lagi! Ouch! Jangan digigit! Pahaku bisa berdarah, suke~" rengek Naruto. "Ahhh..kau tidak bisa mundur, Naruto! Sudah kepalang tanggung! Berhenti bicara dan nikmati saja!" Sasuke hilang kendali, ia mempercepat gerakannya lagi. "Suke.. Ngh.. Ah.. Ah.. Hiyaaaaahh.. Kau mengenainya! Ahhh.. Sial, aku merasa enak!" pekik Naruto.
Sasuke terdiam, ia kaget mendengar pekikan Naruto.Clap!!Sasuke menabrak titik itu lagi. "Aaahhh..." Naruto mendesah nikmat.Clap!Sasuke kembali menabrak titik itu. "Aaah.. Ugh.. Kenai terus, Sukehh..." Naruto mengusap rahang Sasuke.Plak!Plak!Plak!."Ah.." Sasuke menampar pantat Naruto dan tersenyum miring, ia terkekeh dan menggigit keras puting Naruto. "Itai!!" Naruto menjambak Sasuke. "Kau suka aku menabraknya? Kau suka rasa nikmat itu? Kalau begitu akan kuberikan.." ujar Sasuke, ia mendekat dan berbisik. ".. Yang lebih!" lanjutnya.
"Ng.. AAAAHHHH!!!". Sasuke kembali menggerakkan pinggulnya dan menabrak tepat kesweet spotNaruto, mulutnya mengulum nipple Naruto dan membuat tanda di sekitar dada, perut, dan paha, bahkan di dekat penis Naruto. Naruto menangis dan menggeliat, ia tidak kuat lagi. Dia hampir pada batasnya, Sasuke terus mengocok lubangnya hingga terasa basah olehprecum. "Sukeeee.. Aku benar-benar tidak kuat! Ahhh.. Ahhhh.. Aku ingin.. Pipis! Ahhh.. Ahhh hentikan!" Naruto berteriak. "Haah.. Hahhh.. Aku tidak.. Akan.. Ber.. Henti! Kau yang bilang tidak yakin ingin berhenti.." ujar Sasuke.
Sasuke terus bergerak, ia melepas kulumannya pada nipple Naruto dan memilih berkonsentrasi pada gerakannya dan penis Naruto di tangannya. "Ahhh.. Ahhhh.. Uhhh... Ahhh.. Ahh.. Ahhh.. Ahh.. Suke! Ugh.." Naruto menangis, ia menggigit bantal yang menyangga kepalanya. Sasuke sudah gila, ia gila karena tubuh Naruto. Ia seperti serigala liar yang kelaparan, tak peduli seberapa keras Naruto merintih, tak peduli seberapa deras Naruto menangis karena keliarannya, ia tetap menggenjot habis lubang sempit itu. Tanpa ampun!.
"Sasuke! Sasuke!" Naruto mencakar bahu Sasuke, ia hampir keluar rupanya. "Ahk.. Naruto, jangan begitu, kau melukaiku. Itu sakit!" rintih Sasuke. "Sasuke!" Kuku Naruto menancap semakin dalam, Sasuke ikut mengerang, antara menahan sakit cakaran Naruto dan menahan spermanya yang hampir keluar. "Ugh.. Nar-".Tok!Tok!Tok!Tiba-tiba suara ketukan terdengar, Sasuke memperlambar gerakan pinggulnya dan menyempatkan diri melirik pintu. "Siapa?" seru Sasuke susah payah.
"Sasuke, buka pintunya! Kudengar Naruto mabuk, apa itu benar?" tanya seseorang dari balik pintu, Sasuke kenal suara itu. Itu Kiba!. "Bukan urusanmu.. Hhh.. Pergilah!" ujar Sasuke ogah-ogahan. "Tapi dia temanku, sialan! Hei, buka pintunya! Aku membawa obat dan juga makanan hangat untukmu dan Naruto, cepatlah ini berat!" seru Kiba cukup keras. "Tinggalkan saja di sana! Aku sibuk! Rrrhh.. Naruto.." ujar Sasuke dengan suara berbisik di akhir. "Baiklah!" balas Kiba.
Sasuke mempercepat gerakannya lagi, ia menumbuk sweet spot Naruto beeulang kali. "Ahhh.. Ahhhh.. Ahh.. Suke.. Ahhh.." Naruto mengigit ujung kukunya. "Aahh.. Naruh..." Sasuke mendongak, rasa nikmat yang sempat melempem akibat gangguan Kiban kembali terasa, ia semakin gencar menggenjot Naruto lebih cepat dan tidak beraturan lagi. "Sasuke! Ah.. Ah.. Ah.. Ugh.." Naruto ikut menggoyangkan pinggulnya berlawanan arah. Sial, Sasuke kewalahan! Ia hampir mengeluarkan muatannya.
Gerakan menumbuk semakin dipercepat..
Ciuman panas pun kembali dilakukan..
Hanya sedikit lagi.. Tinggal sedikit lagi Sasuke dan Naruto mencapai klimaks pertama mereka..
"Sukeh.. Ah! Ah! Aaaah...!". "Naruto!". Dan pada akhirnya cairan kental pun menye-
TOK!TOK!TOK!."Sasuke, Mikoto Ba-san menelpon, dia ingin bicara padamu sekarang!". Menyebalkan! Tiba-tiba suara Sai terdengar dari balik pintu, Sasuke spontan berhenti dan melirik penuh murka ke arah pintu. "What the Hell?!Apa tidak ada yang memberi tahumu, sialan?! Aku sedang sibuk, kenapa kau malah berteriak dan menyebut-nyebut nama ibuku?!" murka Sasuke. "Mana aku tahu kau sibuk? Tidak tertulis begitu di depan pintumu. Oh, iya.. Ba-san ingin bicara padamu, keluarlah sekarang!" ujar Saiwatados. "Bilang saja aku sibuk, katakan bahwa kau akan menyampaikan pesannya padaku nanti!" seru Sasuke.
"Tidak bisa, Sasuke. Ba-san bilang ini penting, dia ingin bicara langsung. Kau kerjakan saja apa yang sedang kau lakukan di dalam sana sambil menelfon, ini tidak akan lama!" seru Sai. "Tidak bisa, Sai. Mana mungkin aku menelfon ibuku sambil melakukannya, kau mau aku impoten, hah? Atau kau mau aku dicekik dan ditaburi garam?!" Sasuke berkedut, dia butuh pelepasan secara tenang. Oh Dewa, mengapa menembakkan muatan ke tubuh pacar itu jauh lebih sulit daripada memberantas bakoro liar di luar sana? Mengapa banyak orang tidak waras yang mengganggu niat sucinya??!.
Sai memijit pangkal hidungnya, ia kembali menggedor pintu Sasuke. "Mana mungkin itu terjadi? Dia ibumu, dan tidak mungkin dia tega menaburimu dengan garam, kau kan bisa melepuh!" ujar Sai, Sasuke menggeram kesal. Sialan, Sai pikir dia keong racun apa yang sekalinya kena garam bisa melepuh?!. Ia sedikit menegakkan posisinya, membuat Naruto mendesah karena lubangnya tertabrak penis Sasuke sesaat. "Sai pergilah, aku sedang sibuk! Aku sedang mempertaruhkan masa depanku dan juga adikku di sini, kembalilah ketika aku sudah selesai! Atau tidak usah kembali saja, aku akan menelfon sendiri ibuku!" seru Sasuke.
"Tapi, Sasuke aku juga sedang mempertaruhkan keselamatan telingaku! Ibumu terus menanyakan kabarmu di sini.Oh, great.. Sekarang dia mulai berpikir untuk menyusul kita ke hotel! Demi Dewa Ikan, Sasuke keluarlah! Aku tidak ingin berurusan dengan indukmu!" seru Sai. "Sai, aku sedang sibuk!". "Lakukan saja di luar, atau tinggalkan saja dulu kegiatanmu itu! Sapa ibumu setengah menit saja!" Sai menendang pintu kamar Sasuke dengan gemas. "Mana bisa begitu, idiot! Nanggung, kau tahu?!". "Ya ampun, kenapa kau sulit dibujuk? Sedang apa sih kau di sana?" raung Sai frustasi. "AKU SEDANG MEMBUAT ANAK, SAI! BISAKAH KAU BERHENTI BERTANYA DAN KEMBALI LAIN HARI?!" Sasuke berteriak frustasi.
"Hah?! Haish.. Sasuke, kenapa kau tidak bilang dari tadi?" Sai mengusap wajahnya, dia segera meninggalkan lokasi dan menelfon Mikoto sambil sedikit mengomel dengan kata-kata 'Sasuke mesum' berulang kali. Lihat? Yang mengganggu orang siapa? Yang dikatain mesum siapa?..
"Suke.. Sai sudah pergi?" tanya Naruto. "Yeah, sepertinya.. Ugh.. Ayo kita mulai lagi.." Sasuke kembali menggenjot Naruto. "Ngh...". "Ahh..".
"Sasuke, ibumu bilang buat anak yang banyak! Segeralah membawa cucu begitu liburan kita selesai! Ah, sudah kusampaikan, Ba-san!" seru Sai dari balik pintu. "AAAAAAAARGH!! Aku sedang membuat anak, bukan mendownload gambar! Berhentilah membebaniku, liburan kita hanya dua hari!" raung Sasuke. "Nghh.. Sasuke! Ah, cepatlah aku hampir impoten idiot berbulu unggas!" dan kali ini Naruto membalik keadaan, dia yang berusaha karena Sasuke tidak berhenti menghiraukan suara di luar.. Super sekali..
DobelToTesuto
To be Continued.
Jangan sambit saya, ya.. Inget, saya udah naro warning dua kali sebelum ceritanya dimulai 'kan?. Kalo nggak sesuai ekspetasi, berarti sama!.. Uduh.. Ternyata membuat cerita rated M untuk dobe to tesuto susahnya minta ampun, ya. Buat adek gue di Jakbar sono yang udah request pertama kali, makasih ya.. Nggak lagi-lagi dah gue.. Ampun, Tong! Gue mau tobat aja..
Oh, iya.. Maaf ya ceritanya lama update, saya sebenernya males bahas alasan saya ngaret lama banget buat update, tapi.. Tetap harus ada alasan bagus 'kan karena udah bikin anak orang sekalian nunggu?. Oke.. Saya kasih tahu. SAYA KECOPETAN! Dan karena baru ada gantinya, saya baru bisa publish sekarang.. Huweeee.. Maaf, ya. Saya membuat kalian nunggu lama, padahal udah mau end ini..
Happy New Year juga untuk kalian semua (telat!), semoga segala sesuatu yang kita harapkan tercapai dan hal buruk yang telah berlalu nggak terulang kembali tahun ini!
Love you all!!..
So, guys.. Mind to read more??..
