~ Selamat Membaca ~
"..." : percakapan
'...' : inner / dalam hati
Italic : flashback
Konoha High School sekolah favorit banyak orang-orang yang ingin masuk kesana. Namun sayang penerimanya murid baru sangat kentat dan sedikit lolos, jika lolos pun banyak membeli bangku walaupun harus mengeluarkan belasan bahkan puluhan juta yen.
Uzumaki Naruto salah satu diantara murid yang beruntung masuk disana, otak ya yang standar dan dia lahir dikeluarga yang berada dan sekarang dia duduk dibangku terakhir.
Sasuke salah satu guru favorit murid wanita disana, terkenal dingin dan datar juga memiliki kulit pucat seperti mayat tidak membuatnya aneh malah makin mendapat image cool dimata kaum hawa. Banyak murid dan guru menggilainya tak jarang ada yang terang-terangan menggodanya.
Seperti pura-pura roknya tertiup angin, kacing kemejanya sengaja dibuka dan masih banyak lagi yang menggodanya bukan hanya murid saja tapi guru pun juga.
"membosankan"ucap naruto dikantin menaru kepalanya diatas sambil nenikmati susu vanila dibelinya tadi
"ghihi aku punya sesuatu yang seru"ucap ino licik
"apa maksudmu??"tanya sakura
"game yang membuatmu tidak bisa mengatakan apa pun"ucap ino pelan
"naru, kau harus mencobanya meningat kau kurang sentuhan"ucap ino dan sakura tertawa
"sialan" naruto
"jika ada yang kalah main game ini hukumannya memakai ini seharian"ucap ino menunjukan vibrator berukuran kecil didalam tasnya
"Ehh!!" naruto dan sakura kaget pipinya merona
"ghihihi"
'aku tidak akan kalah'
"Kau kalah n-naru~!"ucap ino tersenyum evil
"etoo.."
"jidat bantu aku"ucap ino
"tentu dengan senang hati, pig "ucap sakura tersenyum evil
"teme!!"
Ino dan sakura menyeret darra kekamar mandi dia memakaikan paksa vibratornya.
"rghh..ino ini tidak nyaman..hnm"naruto gelisa saat benda aneh masuk kedalam vagina miliknya.
"hihi rasakan saja sensasinya, walau pun yang asli lebih memuaskan"ucap ino
"i-ino~"panggil darra gemetar wajah merona
"jaa ne~"
"Te..me"umpat naruto di melangkah kakinya tubuhnya seakan tersentak merasakan sesuatu didalamnya ikut bergerak.
'urghh..ino..teme! Akan ku balas nanti'
Naruto berjalan pelan-pelan berusaha senormal mungkin dia tidak ingin anak-anak murid yang lain tau. Dia tidak ingin dijadikan gosip satu sekolahnya.
'mampus telat lagi, pasti mayat itu senang sekali melihat aku menderita'inner naruto
Naruto merasa sasuke-sensai itu pilih kasih dengannya. Selalu dia mulu , dia mulu dan dia mulu ditanya, disuruh maju dan bla..bla.. Itu membuat naruto kesel dengannya.
Mengingat itu naruto kesel jadinya 'rghh'rintihnya saat dia kebanyakan gerak.
WARNING!!! 21 Berawal dari permainan penghibur kebosanan semata berakhir dengan hal yang tak terduga. "Kau kalah n-naru~!"ucap ino tersenyum evil "etoo.." "jidat bantu aku"ucap ino "tentu dengan senang hati, pig "ucap sakura tersenyum evil "teme!!"...
Tokk..tokkk...
Naruto membuka pintu sedikit, dia bisa melihat sasuke-sensai menatapnya tajam. Seakan mengatakan 'siapa yang sudah berani mengganguku pengajar'
"sen..sei boleh m-masuk?"cicit naruto yang sudah ketakutan ditatap sasuke
"hn, cepat"
Naruto berjalan pelan-pelan membuat sasuke kesal melihatnya.
"Dobe! kau tak mendengarku, ku bilang cepat! Jangan sampai waktu mengajarku terbuang karena kau"ucap sasuke
"h-hai se-sensai"ucap gugup naruto , dia mepercepat langkahnya membuat vibrator itu bergerak kesana-kesini mengikuti bergerakan kakinya melangkah. Tubuh naruto yang gemetar gara-gara itu membuat nafasnya tersegal-segal.
Sasuke mengajar kembali matematika yang diterangkan sempat tertunda.
Naruto memperhatikan sasuke-sensai mengajar. Sasuke-sensai melihat kearahnya membuat darra pura-pura sibuk mencatat.
Sasuke Pov
Aku menerangkan mapel didepan murid-muridku yang memperhatikan cara ku mengajar sengan wajah ketakutan. Yaa aku terkenal dengan guru killer tapi di Idolakan, banyak murid atau guru mengodaku secara terang-terangan resiko orang tampan pasti selalu dikelilingi wanita-wanita lapar dan haus belaian.
Selama aku mengajar disini sudah beberapa kali aku meniduri murid dan guru sendiri yang tapi itu baru setengah jalan sesaat gairahku hilang.
Tok..tokk...
Aku mendengar suara ketukan pintu, ku lihat darra gadis berambut pirang bermanik blue sapire dia bukan salah satu fansku tapi entah aku tertarik dengannya, melihat dia ketakutan, menahan kesel atau mengumpat pelannya saat aku menyuruh dia terus mengerjakan soal-soal yang sulit melihat ekpresinya seakan punyai kesenangan tersendiri.
'ada apa dengan dia? Tidak seperti biasanya'innerku
Setelah aku mengizinkan dia masuk, aku jengah melihat jalannya yang lamban dan ehh tunggu?.
Wajah merona? Tubuhnya keringatan memangnya dia abis ngapain?
'ehh, rubahku mulai menjadi rubah nakal'innerku tersenyum kecil
Aku mulai melanjutkan kembali materi yang ku ajarkan. Aku sengaja melirik kearah naruto aku tak bisa menahan senyumku saat dia pura-pura mencatat.
Normal Pov
'sial! Jangan lagi..please'inner naruto memperhatikan sensainya intes
'tapi klo dipikir-pikir dia tampan juga pantas banyak murid dan guru fans sama dia dan rela menjadi teman menghangatkan ranjangnya semalaman saja... Bibirnya itu aku tidak bisa membayangkan sudah sering kali digunakan bercembu dengan wanita berbeda, aku bisa membayangkan bibirnya itu tebal dan lidahnya agak kasar melumat seorang wanita dengan kasar sedikit beruntal penuh dominan dirinya, nafasnya berbau mints menambah kesen dewasa dan sensasi berbeda...'
Naruto membayang itu memerah dan membuatnya gerah.
'tangannya sudah biasa menjelajai tubuh wanita dari gunung sampe lembah, rghh..'
'ahh yaa tangannya mengobarak abik dalam lembah itu dengan perlahan lama kelamannya dia menambah cepat dan..
"ahh.."rintah pelan naruto 'kenapa aku membayangkan dia melakukan itu padaku, naruto kau hentai'inner naruto yang merona
Dia merasakan ada cairan yang keluar didalam, tubuhnya bergerak gelisah. Tangan naruto berusaha membuat agar vibrator itu tetap diam tidak bergerak kesana kemari.
WARNING!!! 21 Berawal dari permainan penghibur kebosanan semata berakhir dengan hal yang tak terduga. "Kau kalah n-naru~!"ucap ino tersenyum evil "etoo.." "jidat bantu aku"ucap ino "tentu dengan senang hati, pig "ucap sakura tersenyum evil "teme!!"...
Klek
Jarinya tak sengaja menekan tombol disana dan membuat vibrator getar 'ehh??' tubuh naruto merasa sangat aneh saat vibrator getar didalamnya yang semula cuma ditanam didalamnya.
"rghh..ahh.."desah naruto lolos dia menutup mulutnya takut temannya mendengar beruntung dia duduk paling belakang dipojokan.
Tangannya berusaha mencari tombol itu untuk menghentikannya namun malah membuat getaran itu makin cepat.
"Ahkkk!"desah naruto sedikit keras membuat teman didepannya menekok kearahnya
"kau kenapa?? Kenapa mukamu merah? Kau demam??"tanyanya
"ahh..ti-tidak..aku hanya..senang me..nemukan jawabnya..ahh"ucap naruto menahan desahnya
"kau yakin??"tanyanya lagi
Sasuke menatap kedua muridnya lalu dia menatap darra penuh tanya(?).
"ada apa??"tanya sasuke
"ahh...tidak sensai"ucap naruto menatap sensei sambil menggerakan tanganya menandakan tidak. Sasuke mendengar suara naruto cukup aneh didengar dihanya menaikan alisnya.
"klo begitu kerjakan halaman ini dan dikumpulkan hari ini. Kalian tahu hukuman yang pantas jika tidak mengerjakanya"perintah sasukd
Naruto mencoba mengerjakan soal itu dan berusaha fokus , menghiraukan getaran nikmat terus getar cepat didalamnya tampa henti. Tanganya gemetar menulis angka, dia menggigit bibirnya sendiri dan berusaha desahannya lolos.
"ahh..hah.."nafas naruto tak teratur 'i-ini gila'inner naruto kepalanya mulai pening
'kenapa..kenapa? Aku membayangkan sensai lagi keluar masukan penisnya.. Ini.. Gila.. Rasa aku ingin meledak'inner naruto nafasnya mulai memburu rasa ada sesuatu ingin keluar
'ti-tidak bo-boleh di-sini nanti..'inner naruto dia ingin bangkit tapi tubuhnya tidak bisa.
"SASUKE SENSAIII"ucap naruto sedikit keras
Crottt...crottt...
Naruti bisa bernafas lega rasa tubuhnya lemas sekali, suara naruto cukup keras membuat satu kelas memperhatikan dirinya termasuk sasuke sendiri yang namanya disebut kencang olehnya.
"dobe!"
Glekk
Satu kelas merinding disko mendengar suara sasuke begitu berat dan matanya menatap tajam seluruh murid dan penuh gairah.
Murid melihat sasuke menghampiri naruto yang sudah lemas ketakuran ditatap naruto.
'sial masih getar juga'inner naruto tubuh sangat lemas dia berusah bergerak tidak mencurigakan untuk mematikan vibrator itu.
"dobe!"panggil sasuke-sensai
"h-haii se-nsai"ucap naruto menatap sasuke dibalas olehnya tatapan dingin.
Glek
"ke-"ucapan sasuke terpotong karna bel pulang berdering keras. Murid-murid buru-buru merapikan peralatan tugas-tugas mereka dikumpulkan oleh ketua kelas dan ditaro dimeja guru.
"..." sasuke menaruh pulpen diatas meja naruto. Naruto pucat pasih lalu merona hebat mendengar ucapan sensainya barusan
'b-bagaimana bisa dia tahu?'inner naruto merona hatinya dag dig dug
"kita akhiri pertemuan kita ini, dan untuk mu tetap disini"perintah sasuke, murid-murid buru-buru keluar kelas tidak mau berlama-lama karena dia merasa sensainya moodnya sedang jelek, mereka semua tidak mau mencari masalah. Dia turut kesian dengan naruto yang selalu kena sial.
WARNING!!! 21 Berawal dari permainan penghibur kebosanan semata berakhir dengan hal yang tak terduga. "Kau kalah n-naru~!"ucap ino tersenyum evil "etoo.." "jidat bantu aku"ucap ino "tentu dengan senang hati, pig "ucap sakura tersenyum evil "teme!!"...
Dikepala naruto ucapan sasuke terus teringat dikepalanya.
"kau nakal ya, berani sekali kau membayangkanku disaat belajar"ucap pelan sasuke ditepat telinganya membuat dirinya tegang mendengar suara berat tangannya menyentuh vibrator itu dan mematikanya.
'sialllll'inner naruto entah harus berterima kasih atau apa keran menghentikan getaran itu.
Sibuk memikirkan ucapan sasuke sehingga tidak menyadari klo kelas sudah sepi tinggal dirinya dan sensainya
"dobe, aku tidak menyakak ternyata kau begini"ucap sasuke
"kau meneriaki namaku dalam pucakmu kau sudah tau bukan klo aku ini gurumu"ucap sasuke dia menatap darra hanya diam, wajahnya sudah merona hebat.
"jadi apa kau-"
"kenapa kau bisa mengetahuinya!!?"tanya naruto kesal dimenatap sasuke menyeringai penuh kebanggaan
"nona, aku ini pria dewasa sex bukan kata yang tabu untukku aroma cairan itu bukan bau yang asing untukku"ucap sasuk dia menatap naruto yang terdiam
"tsh!"decik sebal naruto entah kenapa dia dongkol sekali mendengarnya.
"apa kau tidak mengeluarkannya dan menggantinya dengan yang asli"ucap sasuke
"hah?"naruto yang lemot sampai tidak sadar klo tangan sasuke sudah meraba dibalik roknya.
Srutt..
"ahh.."desah lolos buru-buru dia menutup mulutnya saat tangan sasuke masuk kedalam lubang vaginanya dan menarik vibrator itu keluar dari vaginanya.
"aku cemburu sekali harusnya cairan ini tidak boleh dibuang sia-sia"ucap sasuke memperlihatkan vibrator itu yang lengket oleh cairan miliknya.
"apa yang kau lakukan ini pelecahan dasar guru mesum!!"umpat naruto dia menutupi roknya dengan wajah merah padam.
"mesum? Kaulah yang mesum disini, nona"ucap sasuke mengambil tissue mengelap vibrator itu setelah bersih dia menaruhnya dimeja.
"sudah aku ingin pulang"ucap naruto beranjak bangkit tempat duduknya.
"yakin ingin pulang dengan keadaan seperti itu?"
"hmm??" naruto bingung dia lalu membulatkan matanya saat sasuke memutar-mutarkan g-string miliknya.
"kembalikan sensai!"ucap naruto mencoba merebutnya
"jika melompat seperti itu aku bisa melihatnya saat jelas"ucap sasuke
"kembalikan sensai ini memalukan"ucap naruto
"hmm"sasuke cuek memutarkan g-string milik naruto, dia beruntung tubuhnya sangat tinggi
"apa mau mu sensai"ucap naruto kesal
"menurutmu? Hukuman yang pantas buat seseorang yang membangkitkan sisi liar pria dewasa?"tanya sasuke
Naruto mundur melihat sinyal bahaya
"ingin kemana?"tanya sasuke menarik pinggang naruto dan membawa kepelukannya.
Sasuke bisa mencium bau sensainya begitu memabukkan. Sasuke mulai menjilati telinga darra membuat dia bergerak tidak nyaman "se-sensai hentikan geli"ucap naruto berusah menjauhkan dirinya dari tubuh sasuke namun sayang kekuatanya lebih besar darinya.
"ahh~"desah pelan naruto
Sasuke terus menjilati telingainya hingga meninggalkan jejek saliva miliknya, bibirnya pindah keleher menggigit pelan dan menghisap kuat hingga meninggalkan warna merah, biru bahkan ungu membuat naruto berguma pelan.
WARNING!!! 21 Berawal dari permainan penghibur kebosanan semata berakhir dengan hal yang tak terduga. "Kau kalah n-naru~!"ucap ino tersenyum evil "etoo.." "jidat bantu aku"ucap ino "tentu dengan senang hati, pig "ucap sakura tersenyum evil "teme!!"...
Bibir naruto dilumat sasuke begitu panas dan agresif dibahkan tak segan menggigit bibir naruto yang awalnya ditutup rapat. Sasukr melilit lidahnya dia bertarung lidah menunjukan siapa yang dominan disini. Ini jauh diluar ekpetasi darra bayangkan, ini jauh lebih nikmat dan panas.
"ugrhh.."desahnya disela-sela cembuan mereka.
Tangan sasuke tidak tinggal diam, dia mengusap punggung naruto tangan satunya lagi membuka kancing kemeja miliki naruto perlahan. Terlihat bra warna hitam yang senada dengan g-stringnya yang sudah dilepaskan. Dia melepaskan kaitan bra hingga naruto sudah telanjang dada hanya hingga rok hitam yang menutupi bawahnya.
Sasuke memilin kedua punting susu naruto dengan jari jempol dan telunjuknya dan menariknya pelahan membuat naruto mendesah.
"rgh.. Sen-sei..hen..hentikan..ahhk"desah naruto dikala putingnya permainan oleh sasuke
"kenapa?"
"b-bagaimana rgh..ji-ka ad-a or-ang melihat .. Ki-ta ahhk.."
"Biarkan saja"ucap sasuke lalu melumat punting susu naruto mengisap kuat seperti bayi sedang keausan.
"Argh...~ ahhh..."
Tidak menghiraukan naruto yang berusaha menghentikannya, sasuke terus mengisap kanan dan kiri secara bergantian. Tanganya tidak tinggal dia menarik punting susu satunya lagi menahan tangan naruto yang menggangu. Sasuke membawa naruto dipangkuanya
"rghh.."desah sasuje saat naruto bergerak-gerak diatas pahanya. Membuat yang bersarang disana minta dilepaskan.
Cairan naruto mulai merembes ke celana hitam sasuke karena dibalik roknya dia sudah engak dipakai celana dalam.
"urghh.."desah naruto saat tak sengaja bagian menonjol itu menyentuh vaginanya.
Tangan sasuke berpindah dia menyelusuri pahanya mengusap perlahan dan sedikit mencubit lama-lama gerak itu naik jarinya menyentuh bibir vagina yang sudah basah sekali dengan cairan putih bening
"rghh..se..sensa..ii he..henti..kan"desah naruto merinding saat jari sasuke mencoba masuk vaginanya.
"menghentikan?? Bahkan kau basah sekali?"ucap sasuke mulai memasukan dua jarinya didalam vagina tersebut membuat naruto tersentak tak nyaman
Dia menggerakan perlahan jarinya, dia tersenyum senang melihat ekpresi naruto merah padam, kedua tangannya berusaha menutup mulut agar desahanya tidak polos.
"rghh sen..sai..henti..kan..ahk"desah naruto air liurnya semenetes sedangkan sasuke menikmati itu semua.
"aku akan hentikan tapi dengan syarat cerita apa yang kau bayangkan tentangku?"
Sasuke sengaja menaik turunkan temponya, dia ingin bermain-main dulu dengan anak murid kesayangannya itu.
"saa.."
"ahhkk..bagaimana..rhh..aku bisa.."ucap naruto terputus-putus disertai desahanya
"apa seperti ini??"tanya crocodile menarikan tempo geraknya membuat naruto makin mendesah kedua tanganya memeluk tubuh sasuke dia berusaha meredam desahnya. Dia dalam hati dia takut ada seseorang yang mempergoki dirinya dan sensainya itu. Disisi lain dia tidak bisa melawan rasa nikmat yang diberikan sensainya.
"Ahhh..yaa.."
"dan seperti ini??"tanya crocodile dia menambahkan jarinya menggerakan makin cepat, naruto merasakan dirinya sampai dia mengeratkan peluknya.
"sen..sei..ahkk..aku-"naruto makin mengeratkan pelukkanya kepalanya pening dia merasakan begitu nikmat dengan permainan sensainya.
Sasuke merasakan naruto memeluknya erat , dia tahu muridnya akan sampai puncaknya maka dari itu dia mempercepat geraknya.
WARNING!!! 21 Berawal dari permainan penghibur kebosanan semata berakhir dengan hal yang tak terduga. "Kau kalah n-naru~!"ucap ino tersenyum evil "etoo.." "jidat bantu aku"ucap ino "tentu dengan senang hati, pig "ucap sakura tersenyum evil "teme!!"...
"ahkk..aku..aka-"desah naruto
Crottt
Cairan itu keluar deras membasahi jari sasuke yang masih ditanam didalam. Naruto merasakan begitu lega, lelah juga nikmat tidak tara dibanding sebelumnya.
'dia membuatku seperti hanya dengan jarinya? Bagaimana dengan penisnya??ahkk sial aku tidak bisa membayangkan itu'inner naruto masih memeluk erat sambil mengatur nafasnya.
Sasuke mengeluarkan jari terlihat ketiga jarinya diselimuti cairan kenyal putih susu dan begitu lengket. Naruto melihat cairan sendiri merona, bagaimana bisa gurunya menatap sedatar itu.
"hisap"ucap sasuke
"a-"ucapan naruto terpotong saat sasuke dengan cepat memasukan ketiga jarinya terpaksa naruto merasakannya.
'asin? Apa ini rasa cairanku'inner naruto menghisapnya
"rghmm.."
Sasuke menarik tanganya lalu dia membaringkan tubuh naruto diatas meja kemudian melumat rakus bibir naruto. Naruto membalasnya dia tidak ingin kalah dengan sensainya, lidah mereka saling melilit entah berapa lama mereka saling bercembu kedua memisah bibir mereka sehingga ada benang saliva yang terhubung.
Wajah naruto merona saat sasuke menatap tajam dan penuh gairah. "terima hukumanmu rubah nakal"ucap sasuke membuka celana kemudian menurunkan terlihat dibalik celana dalamnya tercetak jelas bagaimana besar penis yang mulai keras.
"sensai punyamu tidak akan muat"ucap naruto pucat melihat ukuran penis sasukr yang berdiri tegak, berurat dan sedikit mengeluarkan cum diujunganya.
"kita liat apa kau bisa menolak milikku?"
Sasuke menyikap rok naruto terlihat jelas vagina berwarna pink yang sangat basah dan lembab itu beberapa selai bulu yang tubuh.
"urghh..sen..sei"desah naruto saat kepala penis digesekan vaginanya
"kau suka??"goda sasuke keluar masukan kepala penis
"sen..seii, cepat masukan!"ucap naruto kesel menahan siksaan diberikan sasuke
"kau membayangkan aku memasukan ini bukan??"tanya sasuke sambil memasukan seperempat penisnya lalu dikeluarkan lagi
"rghhh sensai, ku bilang masukan semuanya.."naruto benar-benar kesel dengan sasuke
"katakan"
"rgh..ya aku membayangkan itu, kau..rgh menusukku..rgh..ahhk.."ucap naruto tak kuasa saat menahan sentak saat setengah penis masuk mendadak didalam vagina
"uhkk.."desah naruto dibawah sangat sesak saat penis sasuke memasukan baru setengah.
"ahhk..sensai..punyamu le-lebih besar dari bayangkanku..rghh.."
"rgh... Bocah vaginamu menjempit penisku
Sangat erat"ucap sasukr diselang desah saat merasa dinding vagina naruto menjipitnya.
"rghhh..sensai..sakit"
"tahan sebentar ini cuma sementara"bisik sasuke ditelinga naruto.
Naruto menahan sakit walau pun ini bukan pertama kali buat naruto tapi dia tak pernah merasa penis sebesar ini, vagina rasa penuh dan sesak dimasuki penis sensainya.
Blashhh
Penis sasuke akhirnya masuk semua, naruto mengambil nafas dia mengatur nafasnya. Sekarang dia dibawah sasuke tubuhnya menyatuh dengan guru yang idolakan satu sekolah.
"bergeraklah"
Perintah itu sasuke mulai keluar masukkan penisnya dengan irama dan tempo yang santai namun lama-lama makin cepat. Naruto yang ditidak berhenti mendesah dia berusaha mengecilkan desahannya.
WARNING!!! 21 Berawal dari permainan penghibur kebosanan semata berakhir dengan hal yang tak terduga. "Kau kalah n-naru~!"ucap ino tersenyum evil "etoo.." "jidat bantu aku"ucap ino "tentu dengan senang hati, pig "ucap sakura tersenyum evil "teme!!"...
"katakan ahh..dengan keras naruto , kau membayangkan penisku menusuk vaginamu"ucap sasuke
"rghhhh...yaa..sensai..ahhk"
"ahhh disini ..terus..sensai..cepat"
Sasuke menemukan titik g-spot dalam dia menarik keluar penisnya hanya tinggal kepala penis saja didalam vaginanya membuat naruto sedikit sedih saat sasuke menariknya.
Plakk...
"Ahkkk...rghh..ahhkk..sen...sai"desah naruto tersentak saat sasuke memasuk kembali sekali sentak dan menghantam g-spot naruto membuat dia mendesah keras
"lebih kerass...ahkkk"
"ahhhhhh...seennnsaiiii...aku-"
"sennnsaii..aku-"
"panggil namaku"
Sasuke memacuh gerakkan dengan keras dan kuat sehingga meja mendecit
"SASUKE"
Crott...
Crott..
Cairan naruto keluar hingga membuatnya lemas tapi tak membuat sasuke menghentikan genjotannya dihanya melambatkan gerakkanya.
"Bocah Nakal akan ku hukum kau"ucap sasuke menarik tubuh naruto lalu memutar gaya doogie-style. Dia mulai mengenjot lagi tampa memikirkan naruto yang sudah kelelahan
"Ahkk..Rghh"
"sensai..kau rghh.."
"ahhh aku mmasih..rhh lelah"
Sasuke tidak menghiraukan naruto yang protes dia terus mengenjot kuat membuat naruto mendesah keras menyebut nama gurunya.
"sen..sai "
"tahan kita barengan"
Naruto menahan orgamesnya agar tidak keluar dulu. Sasuke mengeluarkan penisnya darra merasakan kosong saat penis itu ditarik keluar dan
Slapp...
"Ahkk...aku-"dorongan itu menghantamnya kuat sasuke melakukan itu terus menurus, kepala mendengak keatas tangan menahan dinding.
Slapp..
"Rghh..aku..-"
Naruto merasakan penis sasuke makin membesar, vagina milikinya makin tambah sesak.
Slapp..
Crottt..
Crottt..
Crottt..
Crottt...
Bersama masukan kembali orgasme naruto keluar deras dibarengi dengan sembur sperma miliki sasuke yang menyembur entah berapa kali. Naruto merasakan hangat didalam sana ,sperma sasuke menyampur ovariumnya sampai cairan itu merembes keluar hingga mengalir dikaki naruto.
Sasuke mendiamkan sejenak penis baru dia mengeluarkan penisnya. Tubuh naruto kelelahan beruntung sasuke menahan pinggangnya agar tidak jatuh kelantai dan membaringkan naruto diatas meja.
Sasuke membersihkan sisa-sisa cairan dia memakai celananya kembali. Dia melihat naruto terbaring kelelahan dengan leher dan payudaranya penuh kissmark, berkeringat dan vagina memerah juga masih terdapat cairan disana.
Sasuke menundukan tubuhnya dia menjilati vagina naruto yang masih terdapat cairan yang keluar sampai bersih dia menyedot kuat hingga naruto mendesah dengan ulah sasuke.
Sasuke menjauhkan wajahnya dari vagina naruto yang sudah tidak blepotan cairan milik mereka. Bahkan sasuke membantu naruto memakaikan kemejanya, tak terasa hari sudah malam.
"sensai"ucap naruto dia merundukan kepalanya
"hmm??"sasuke
"kejadian ini kuharap kau melupakannya, anggap saja kita tak pernah melakukannya"ucap naruto membuat sasuke menatap tajam
"apa kau menyesal?? Seingatku kau juga menikmati juga?"ucap sasuke
"kau menganggapku sama dengan wanita-wanita yang kau tiduri bukan??"tanya naruto
Sasuke menarik dagu naruto dan mendekatkan wajahnya. "menurutmu?"
Entah kenapa naruto sakit sekali matanya menahan air mata yang hampir tumpah. 'bodoh'inner naruto untuk dirinya sendiri.
Sasuke mengelah nafasnya "ayo pulang, penjaga akan memeriksa kelas ini"ucap sasuke
"hm"naruto hanya mengguma tubuhnya sudah bisa digerak tapi masih lambat. Sasuke jengah melihat gerak lambat naruto memutuskan untuk menggendong bride style.
"sensai"
Sasuke berjalan cuek sedangkan naruto malu digendong oleh gurunya dia menyembunyikan wajahnya didada bidang sasuke.
END
Omake
Sasuke mengatarkan naruto keapartemennya berukuran lumayan tidak terlalu besar atau pun kecil.
"kau tidak ingin mampir sensai??"tawar naruto
"kau ingin mengulang yang tadi?"tanya sasuke dengan seringainya membuat naruto merona lalu menundukan kepalanya
"ti-tidak mak-maksudku-"
Sasuke menyentil kening naruto "jangan kau ulangi perbuatanmu dobe, aku tak suka laki-laki lain melihat wajahmu seperti tadi"ucap sasuke
"eh?"
"because your is mine"ucapan sasuke membuat naruto merona padam.
Cup
"sensai"naruto kaget saat sasuke menciumnya mendadak dijuga melumatnya.
"cepat masuk sebelum aku membuatmu tak bisa jalan"ucap sasuke
"hai, hati-hati sensai"ucap naruto buru-buru menutup pintunya.
Diluar sasuke tersenyum senang dia bisa menggoda anak murid kesayangnya.
"setidaknya jika tidak ada dia disampingku aku bisa menuntaskan dengan ini"ucap sasuke sambil menghirup g-string berwarna hitam sedikit lembab khas aroma cairan wanita.
Sasuke pun meninggalkan apartemen naruto menuju mobilnya.
"dasar sensei hentai"ucap naruto merona dia saat mengingat kejadian tadi.
"tunggu? Seperti ada yang salah??"naruto meraba tubuhnya
"SASUTEME NO BAKA HENTAIIII"teriak kesal naruto dengan wajah merah padam saat di tidak memakai celana dalam saat pulang.
Diperjalanan
Sasuke tidak bisa menahan senyuman membayangkan ekpresi anak murid kesayanganya itu.
'seperti aku berhutang pada ino'inner sasuke menambahkan kecepatan mobilnya.
Selesai
