Feeling (c) Narcissus_M
Naruto (c) Masashi Kishimoto
Pair : Sasuke uchiha x Sakura Haruno
Warning : OOC, typo(s)
Happy reading! Don't forget to review!
Cherry
Hei. Ini Sasuke.
Sasuke diam sejenak, menanti dalam kebiasuan balasan dari cherry-nya- tunggu, apa yang baru saja Sasuke katakan? Cherry-NYA? Apakah jatuh cinta itu seperti ini? Menjadi bodoh dan tidak jelas?-bahkan untuk seorang Sasuke yang memiliki kadar ketidakpedulian yang tinggi?
Berdebar tidak jelas seperti ini; Sasuke seolah menanti balasan dari dosen pembimbingnya. Mengerutkan alisnya, Sasuke memijat pangkal hidung guna mengurangi rasa gugup yang menyergap. Sasuke seolah merasa kembali seperti anak sekolah menengah sekarang.
Itachi yang tidak tahan melihat tingkah Sasuke pun berjalan mendekati sofa, duduk tepat di samping Sasuke yang masih memilih fokus dengan ponselnya kembali membuat Itachi terheran-heran. Mencoba melirik dengan manik hitamnya pun-tidak berhasil.
"Sas?" Itachi memanggil, mencoba meraih atensi Sasuke.
Sasuke berdeham untuk merespon. Tidak bodoh dengan kakaknya yang sudah seperti ini; pasti ingin tahu ada apa.
Berpikir sejenak, Sasuke tergoda untuk bertanya dengan kakaknya; bagaimana cara menarik perhatian seorang gadis-tidak, Sasuke terlampau malu untuk memulai.
Itachi melihat ketidak beresan adiknya, layar yang menyala, menandakan ada sebuah pesan yang masuk. Manik Itachi mengecil.
Sasuke
Sasuke? Oh? Konbanwa!
Dapat nomerku dari siapa?
Naruto?
Itachi melihat semua notif itu. Melihat nama kontak bernama Cherry saja sudah sangat mengejutkannya, apalagi tanpa sengaja melihat semua isi notif ponsel milik adiknya.
Sasuke tidak sempat menutup layar ponsel, alih-alih menjelaskan kondisinya pada Itachi, Sasuke memilih membalas pesan dari Sakura terlebih dahulu
Cherry
Ya, dari Naruto.
Apa saya tidak boleh meminta nomer mu darinya?
Maaf...
Entah mengapa Sasuke menyesali tindakannya yang menghubungi Sakura. Terlintas ingatan mengenai informasi bahwa orang Jepang sangat menjaga privasi tidak sempat melintas di kepala Sasuke karena kepalang ingin menghubungi perempuan berambut merah muda tersebut.
Pundak Sasuke melemas; kembali menanti pesan.
"Sas. Kamu sedang dekat dengan seorang perempuan?" tanya Itachi. Suaranya lirih, tidak ingin menyinggung adiknya. Paham betul walau adiknya nampak santai, Sasuke tidak suka urusannya diganggu oleh orang lain; walau itu keluarganya sekalipun.
Sasuke menoleh, menatap manik kakaknya yang juga tengah menatapnya. Diam sesaat, pikiran Sasuke berkecamuk. kondisi seperti ini sudah lama sekali tidak Sasuke rasakan. Kalau pun telah terlewat; yang Sasuke ingat, kondisi itu tidak berakhir dengan baik.
"...Ya?" Sasuke menyerah. Membalas pertanyaan dari kakaknya; wajahnya dirambati oleh rona merah matang. Menutup matanya tanpa mampu lagi membalas tatapan kakaknya yang kini semakin antusias.
"K-kamu bertemu dengannya di sini?"
Sasuke mengangguk, "Anak salah satu pekerja di kebun Naruto." Punggungnya menyandar di sofa. Masih dengan menutup kedua matanya, Sasuke menghela napas, "Entahlah. Ini terasa berbeda dengan yang lain. Tiba-tiba rasanya seperti musim semi, persis warna rambutnya-" Sasuke menghentikkan ucapannya. Rasa malu kian merambati.
Itachi menatap kagum adiknya, tiada rasa ingin menghina adiknya yang tengah jatuh cinta seperti ini; demi Tuhan. Sasuke adalah orang antisosial yang sangat parah. Jatuh cinta? Itachi dan seluruh keluarganya bahkan sudah berpasrah diri apabila Sasuke memilih melajang seumur hidupnya.
"So?"
"..."
Itachi menunggu.
"Bagaimana caranya agar aku bisa mendekatinya?" tanya Sasuke pada akhirnya. Sasuke mengalihkan pandangannya pada ponsel. Belum ada jawaban; apakah Sakura marah?
"... Sudah mencoba menghubunginya?"
Sasuke mengangguk.
"Coba kamu ajak dia mengobrol, jangan terlalu kentara! cukup obrolkan sesuatu yang menurutnya menarik-jangan terlalu mendominasi dalam pembicaraan, ya, tapi kau harus sedia kapan saja untuk mencari topiknya, paham?-waah, aku masih tidak percaya dapat melihatmu seperti ini, Sasuke. bisa beri aku fotonya? aku mau lihat secantik apa si Cherry ini!" Itachi terus saja berbicara, raut wajahnya jelas menuntut Sasuke untuk segera memberikan foto Sakura.
Sasuke melirik kakaknya itu, Itachi dan Sasuke saling bertatapan untuk sesaat. Tanpa mau membalas atau pun mengabulkan permintaan Itachi, Sasuke segera berdiri-tetap dengan suara anak Itachi yang menangis keras dari arah kamar.
"Urus anak mu dulu, Thanks, sarannya." Sasuke segera membereskan semua barang-barangnya dan bergegas menuju kamar milikinya; tanpa mau lagi menengok ke arah Itachi yang lagi-lagi tidak habis pikir.
-sesungguhnya, Sasuke hanya kepalang malu. Bukan sifatnya sama sekali melibatkan keluarganya dengan urusan pribadinya-terlebih masalah percintaan, namun, memangnya pada siapa lagi Sasuke bisa bertanya?
Tanpa Sasuke ketahui, Itachi menggelengkan kepala; untuk pertama kalinya melihat adiknya bertingkah seperti itu, bukankah sangat langka?-aahh, semoga saja Sasuke lancar mendekati perempuan-nya.
Sasuke masuk ke dalam kamarnya, merebahkan tubuhnya terlentang di atas kasur berseprai biru gelap. Jemarinya masih setia menari di atas keyped ponsel-manik hitamnya pun masih meneliti tiap-tiap bait pesan yang dikirimkan oleh Sakura-Cherrynya.
Sasuke
So, kenapa, Sasuke-kun?
Cherry
Nothing. Cuma pengen ngobrol saja.
There's so cold now. What do you do?
Sasuke
?
Tidur bersama selimut tebalku!
Benar katamu. Hari ini dingin sekali!
Setelah sampai rumah aku langsung tidak berani bersentuhan dengan air!
Membekuuu!
Sasuke terkekeh pelan, menyamankan tidurnya, maniknya bahkan tidak sekalipun mengalihkan pandangannya; sungguh sesuatu yang sangat jarang sekali Sasuke lakukan. Menatap ponsel berlama-lama? Ayolah-sasuke lebih cinta dengan laptop dibandingkan ponsel!
Cherry
Minumlah coklat panas
Tadi kamu membelinya, kan?
Sasuke
Iyaaa. Aku sudah menyiapkan coklat panasku.
Bagaimana denganmu? Permen dari ku sudah habis?
Cherry
Belum sempat saya makan.
Rasanya sayang. ha.
Oke-tolong tampar sasuke sekarang, perasaan meletup-letup tak urung mereda, membalas pesan Sakura seperti itu-bukanlah terasa cringe?
Sasuke
Kenapaa?
Padahal permen cokelatnya enak!
Cepat makan
Cherry
[Pict]
Look! I'm eat.
Sasuke
Yeiyyy~
Sasuke hampir tersedak oleh ludahnya sendiri membaca balasan dari Sakura.
Tipikal anak SMA sekali, kekanakan. Tapi, Sasuke tidak akan menepis kalau sekarang ini dirinya tengah menatap foto kiriman Sakura; bahkan Sasuke terus meng-zoom in dan zoom out ganbar tersebut.
Sasuke mendudukan dirinya, tiba-tiba dirinya sangat ingin sekali bertemu dengan Sakura lagi--bukankah ini aneh?
Cherry
Hei, untuk besok... kamu ada kegiatan?
Tanpa sadar, Sasuke telah mengirim pesan itu. Sasuke langsung saja menamparkan handphone-nya tepat di dahinya.
Astaga... memalukan sekali...
Sasuke
Mau ngajak aku jalan-jalan??
Sasuke menghela napas berat--Sakura itu to the point sekali...
Cherry
Ya. Kalau kamu tidak sibuk. Saya butuh research, kebetulan orang tua kamu bekerja di ladang bukan?
Sasuke
Hmm... Iyaa...Baiklah, tapi siang saja yaaa.Pagi aku masih malas untuk bangun :(
Cherry
Oke. Besok saya jemput.
Sasuke
Hah?? Tidak perluuu
Cherry
No. Saya tidak menerima penolakan. Sampai bertemu besok, Sakura. Jam 13.00 saya ke rumah kamu, ya.
Sasuke merasa bangga sejenak dengan dirinya--rindu dan besok bisa bertemu, sungguh alasan risetnya cukup membantu sekali!
Tbc.
SAKURA POV.
Kenapa Sasuke-kun mengajakku, ya... Padahal kan, Naruto yang punya ladang. Otou-san hanya pekerja saja... Hm...
Ah, ya sudahlah.
Sebaiknya aku nemikirkan besok mau pakai baju apa--jalan dengan Sasuke-kun yang tampan begitu, aku juga harus tampil cantik~
Yosh!
... how? don't forget to Review~~
