"Ohok, terimakasih bocah kau telah menyelamatkanku" ujar sosok seorang pria kepada bocah 10 tahun berambut merah.

"Ngomong-ngomong, kenapa kau mau menyelamatkanku bocah?" lanjut sosok pria itu.

Sementara anak 10 tahun itu terdiam, anak tersebut memandang sosok pria itu dengan tegas di iris violetnya.

"Entahlah, hatiku seolah bergerak untuk menyelamatkanmu," ujar anak itu sambil memejamkan iris violetnya.

"Begitukah? HAHAHA. Bocah yang aneh, tapi kalau boleh tahu siapa namamu?" ujar sosok pria itu dengan tertawa.

"Naruto. Namaku Naruto!" jawab anak itu.

"Maelstromkah? Nama yang bagus, tapi apakah kau tidak mempunyai marga?" tanya sosok pria itu.

"Tidak, aku tidak mempunyai marga karena aku yatim piatu" jawab Naruto lirih.

"Ahh, maafkan jika aku menyinggungmu dan sebagai membalas budiku aku akan memberimu kekuatan" ujar sosok pria itu dengan tersenyum kecil.

"Kekuatan? Kurasa tidak usah, karena aku sudah memiliki ini" ujar Naruto menujukkan sebuah gelang bewarna merah dengan Orb coklat di tengahnya di tangan kirinya.

"Atlas. Berikan salam pada pria ini" lanjut Naruto kepada gelang miliknya.

"Yoooo," gelang itu tiba-tiba mengeluarkan sebuah suara khas orang dewasa.

"Hooo, apakah itu semacam sacred gear? Apakah itu sebuah Longinus baru?" tanya sosok pria itu.

"Lie, ini memang sacred gear. Tapi, ini bukan sacred gear buatan Tuhan bible, melainkan ini sacred gear buatan kakekku dulu, sebelum dia meninggal" ujar Naruto lirih.

"Souka. Aku merasakan bahwa sacred gearmu mengeluarkan hawa naga, apakah dia adalah seekor naga?" tanya sosok pria itu.

"Yah, kau benar. Atlas adalah seekor naga coklat yang memiliki gelar Emperor. Tapi bukan Heanvenly Dragon Emperor yang terkenal itu, tapi Atlas adalah seekor naga gelar Emperor di berikan oleh Tuhan bible, meskipun agak mirip dengan mereka berdua. Karena memiliki gelar Emperor" jawab Naruto.

"Hooo, omoshiroi. Aku yakin kakekmu itu adalah orang yang mengerikan sehingga bisa menjalin hubungan dengan naga itu" ujar sosok pria itu.

"Kalau begitu aku akan tetap membalas budiku padamu," lanjutnya.

"Kenapa kau bersih keras membalas budimu padaku?" ujar Naruto bingung.

"Karena sebuah hutang harus di lunasi, mungkin ini tidak seberapa yang telah kau menyelamatkanku, tapi. Tolong kabulkan permintaanku ini!" ujar sosok pria itu dengan serius.

"Permintaan apa?"

"Kemarikan kepalamu, Naruto"

"Untuk apa?"

"Sudah! Jangan banyak tanya!"

Setelah itu Naruto mendekati kepalanya ke arah wajah sosok pria itu, sebuah kejadian tidak terduga. Pria itu mengigit leher kanan Naruto.

"AAAAARRRRGGGHHHH," teriak Naruto kesakitan setelah di gigit lehernya oleh pria itu.

Pria itu langsung melepaskan gigitanya pada leher Naruto, terlihat bibirnya ada noda darah dan giginya menjadi runcing seperti gigi binatang buas.

"Setelah ini kau mempunyai marga Naruto, namamu sekarang adalah Equides Naruto," ujar sosok pria itu dengan sebuah senyuman kecil.

"Aku percayakan klan Equides padamu" lanjutnya.

Naruto tidak mengerti apa yang dimaksud sosok pria yang diselamatkannya itu, anak 10 tahun itu pingsan setelah di gigit oleh pria itu, namun sebelum dirinya pingsan Naruto bisa merasakan energi asing masuk kedalam tubuhnya.

"Apa yang kau perbuat pada inangku hah?!" ujar Atlas marah.

"Kau tenang saja Atlas-dono, aku menjadikan Naruto vampire, dan sekarang dia bagian dari klan vampire Equides" ujar sosok pria itu.

"Apa maksudmu?"

"Begini, ras vampire banyak sekali klan. Tapi, para klan terhebat sudah punah karena peperangan antara werewolf dan vampire, salah satu klan terhebat adalah Equides, Equides merupakan klan terkuat dari kerajaan vampire. Klan Equides di berkati oleh kekuatan 3 elemen bumi, yaitu petir, air dan es, lebih hebatnya lagi klan Equides bisa memiliki sihir kuno yang telah punah ribuan tahun lalu dan klan Equides bisa menciptakan sihir dengan pikirannya sendiri" jelas sosok pria itu.

"Mengerikan juga klan mu itu, aku tak menyangka bahwa ada klan vampire seperti itu,"

"Heh, dulu ras vampire adalah ras terkuat sebelum adanya 3 Fraksi bible, yang dulunya bekerja sama dengan raja werewolf untuk menyerang kerajaan vampire. Pada saat itulah kami menyebutnya The Day Of The Massacre"

"Lalu bagaimana Naruto bisa menjadi bagian klanmu? Biasanya manusia jika terkena gigitan vampire akan mati atau menjadi vampire biasa tanpa klan"

"Nah, pertanyaan yang bagus Atlas-dono. Begini Equides juga berbeda dari klan vampire, seperti kukatakan sebelumnya. Equides bisa mengtransfer darah mereka kepada orang lain untuk menjadi bagian mereka, hal itu adalah terlarang bagi klan Equides, dan resikonya adalah kematian jika mengtransfer darah vampire mereka"

"Berarti... Kau akan-"

"Yah, Atlas-dono. Sebentar lagi aku akan mati, tolong jaga Naruto Atlas-dono karena dia adalah satu-satunya harapanku dan klan Equides, kuharap Naruto bisa membangkitkan klan Equides"

"Tentu saja aku akan menjaga bocah ini, karena itu adalah amanah dari Jiraiya sebelum kematiannya"

"Dan jika boleh tahu, siapa namamu? Aku merasa lucu jika aku berbicara pada orang lain langsung tanpa mengetahui nama orang itu"

"Viktor, namaku adalah Equides Viktor!"

.

Disclaimer : Cuma minjam saja, mungkin akan mengambil dari karakter anime lain

Genre : Adventure, supranatural, fantasy, tragedy.

By : Kuroyaza

.

xXx

Roma

Disebuah gudang tak terpakai dengan pencerahan agak minim, disana banyak sekali mayat bergelatakkan, dan disana ada para wanita berjumlah 5 lebih tewas dengan tanpa busana dan terlihat bening cairan putih di alat intim mereka.

Disana ada seorang pemuda berambut merah gelap dengan style Undercut slick back, mempunyai iris merah ruby, memakai jaket hitam dengan dalaman kaos coklat, celana hitam panjang dan memakai sepatu bewarna putih.

"Heh, dasar makhluk tidak tahu untung" ujar pemuda itu melihat para mayat, yang memiliki sayap hitam di kedua punggungnya.

Sring

Sebuah lingkaran sihir bewarna hitam muncul di sebelah kiri pemuda itu, lingkaran sihir hitam itu memunculkan seorang pria yang memiliki wajah tampan dan memiliki kulit pucat.

"Yo, Naruto" sapa pria itu kepada pemuda bernama Naruto.

"Ada apa Alec?" tanya Naruto tanpa mengalihkan pandangannya.

"Kau di panggil oleh Aro-sama, Naruto" balas pria bernama Alec itu.

"Memangnya ada apa sehingga aku di panggil oleh Aro, Alec?" tanya Naruto kembali.

"Entahlah, aku juga tidak tahu dia hanya memberitahuku bahwa kau di panggil olehnya" ujar Alec sambil mengangkat bahunya acuh.

"Baiklah, tapi setelah aku membereskan ini semua" ujar Naruto pelan.

Alec melihat pandangannya kedepan, dia bisa melihat ada beberapa mayat wanita di perkosa oleh makhluk bernama malaikat jatuh, sosok malaikat yang di jatuhkan oleh Tuhan bible karena melanggar aturan surga.

[Whose fire shall return to fire and the earth shall again be melted into earth]

Tanmpak Naruto sedang membaca sebuah mantra yang di lafalkannya.

[At my command you return to be free and calm souls]

Ruusssshhh

Tiba-tiba mayat para wanita itu melebur menjadi tanah dan tanah itu terhembus ke atas, lalu muncullah sebuah roh-roh wanita itu yang sedang terbang ke langit.

"Terimakasih tuan, kau telah membebaskan kami dan kami bisa tenang sekarang" ujar salah satu roh wanita itu mewakili para roh wanita lainnya.

"Dan semoga kebaikanmu dibalas oleh Tuhan, sekali lagi terimakasih" lanjut roh wanita itu.

Sementara Naruto hanya mengganguk atas perkataan roh wanita itu, lalu para roh wanita itu terbang ke atas langit-langit malam dan menghilang dengan ajaibnya setelah mereka sudah mencapai langit-langit dan melebur menjadi percahan-percahan cahaya.

"Kau tahu Naruto, terkadang aku bingung dengan sikapmu ini." ujar Alec kemudian.

"Memangnya apa yang membuatmu bingung, Alec?" ujar Naruto mengkerutkan dahinya.

"Aku tahu bahwa kau adalah manusia yang dijadikan vampire, apalagi kau menjadi bagian vampire klan Equides yang terkenal akan keunikannya itu,"

"Yah, aku sudah menceritakan semuanya pada kalian. Saat aku bergabung dengan kalian, bukankah Aro bilang tidak ada kebohongan atau rahasia kalau sudah bergabung dengan keluarga Volturi, meskipun kita berbeda jenis vampire. Tapi, kita tetaplah vampire yang sama saja satu ras, namun kau belum menjawab pertanyaanku tadi, Alec"

"Huh. Yang aku bingungkan adalah kau kejam dan keji saat melawan lawan yang ada di hadapanmu, kau bahkan tidak ragu untuk membunuhnya tanpa dia mengampuni atau belas kasihan, saat itu kau seperti seorang vampire sejati. Tapi, terkadang kau menolong seseorang, seperti tadi kau membebaskan para roh itu yang terjebak dalam tubuhnya untuk ke alam baka, itulah yang membuatku bingung pada sikapmu itu, Naruto!" ujar Alec dengan memasukan kedua tangannya ke saku celananya.

"Hmm... Aku melakukan itu tanpa sebuah alasan penting, karena setelah kematian Tuhan bible dunia semakin kacau. Manusia selalu menjadi korbannya disini, dan tidak perlu jauh-jauh makhluk apa itu, contohnya saja makhluk para cecunguk ini" ujar Naruto menunjuk para mayat malaikat jatuh.

"Mereka adalah makhluk yang memetingkan nafsunya, dia juga makhluk yang terlibat penyerangan vampire pada waktu itu" lanjut Naruto.

"Yah, kau benar. Iblis dan malaikat jatuh pada waktu itu bekerja sama dengan raja werewolf untuk melakukan penyerangan besar-besaran pada kerajaan vampire, akibat penyerangan itu beberapa klan vampire yang hebat punah, begitu juga dengan ke-3 makhluk itu. Mereka kehilangan setengah pasukan dan kehilangan pemimpin mereka, sebut saja Bellial, Maou Leviathan dan Beelzelbub, yang terakhir raja werewolf" ujar Alec sambil memejamkan iris matanya.

"Mereka terbunuh oleh Count Dracula dan dewan vampire pada waktu itu, aku benci kepada malaikat jatuh dan iblis karena aku muak dengan sifat dan tindakan mereka" lanjutnya membukakan iris matanya.

"Hmm... Kau ada benarnya juga, kini keturunan Lucifer dan clan pilar iblis sudah banyak menghilang karena peperangan saudara, kini menjadi raja iblis si Maou merah Sirzechs, si Maou hijau Ajuka, yang terakhir Falbium dan Serafall" ujar Naruto kemudian.

"Kini ras mereka bertambah karena menjadikan manusia menjadi iblis dalam bentuk sebuah alat evil pieces, para malaikat juga bisa mengubah manusia menjadi malaikat dengan alat Brave Saint, kita bisa menarik manusia ke dalam kaum vampire melalui gigitan, begitu juga dengan werewolf" lanjut Naruto.

"Huff, sudahlah ayo kita pergi, aku yakin Aro dan lainnya sudah menunggu" ujar Alec.

"Kalau begitu, cepat buat lingkaran sihir. Fool" desis Naruto.

"Well commanders," desis Alec pelan.

Sring

Alec menciptakan sebuah lingkaran sihir bewarna hitam di bawah kakinya dan kaki Naruto, mereka berdua langsung tertelan oleh lingkaran sihir hitam itu meninggalkan mayat-mayat malaikat jatuh di gudang kosong itu nan gelap itu.

xXx

Disebuah mansion megah di perkotaan Roma, salah satu kota Italia yang sangat terkenal, Negara ini terkenal akan pizza karena Italia Negara pembuat pizza.

Namun abaikan yang tadi, didalam mansion ada sebuah lingkaran sihir bewarna hitam disana, lingakaran sihir hitam itu mengeluarkan dua orang pria yang memiliki paras tampan, mereka tak lain adalah Naruto dan Alec.

Kini mereka sudah berada di sebuah pintu yang berbentuk kayu dengan hiasan mewah, di depan mereka ada body guard yang memakai pakaian serba hitam.

"Apakah Aro-sama ada di ruangannya?" tanya Naruto.

"Ah, iya Naruto-sama. Aro-sama ada di dalam, dan kalian bisa masuk karena Aro-sama sudah menunggu" jawab salah satu body guard.

Naruto hanya mengangguk pelan saja, lalu kedua body guard itu langsung membukakan pintunya. Naruto dan Alec langsung masuk kedalam ruangan pemimpin mereka.

Setelah Naruto dan Alec masuk, mereka bisa melihat seorang pria berambut hitam agak panjang, memakai jubah hitam bangsawan, sosok pria adalah Aro Volturi. Seorang vampire yang telah lama hidup, meskipun umurnya sudah seratus lebih, tapi dia seperti pria berumur 27 atau 30-an, dia juga seorang veteran perang.

"Ah, kalian datang juga. Terimakasih kau telah membawa Naruto kemari, Alec" ujar Aro dengan senyuman miring.

"No problem, Aro-sama itu sudah kewajibanku untuk memenuhi perintahmu" balas Alec.

Aro masih tersenyum miring, lalu iris matanya menatap Naruto yang sedang bersedekap dada dan memandang dirinya dengan datar.

"Jadi, kenapa kau memanggilku. Aro-sama?" tanya Naruto to the point.

"Hmm, aku memanggilmu karena ada sesuatu kubicarakan penting padamu," jawab Aro.

"Tentang apa?"

"Ini tentang klanmu Equides, kau pernah bercerita pada kami bahwa kau di gigit oleh vampire klan Equides dan menjadi bagiannya karena dia mengtransfer darahnya melalui gigitan, setahuku itu adalah hal terlarang bagi klan Equides, karena resikonya juga adalah kematian mereka sendiri" ujar Aro menjelaskan.

"Yah, lalu?"

"Begini, klan Equides adalah salah satu klan terhebat vampire, mungkin ada beberapa klan hebat yang selamat atas tragedi itu, dan setelah tragedi itu bangsa vampire mulai bangkit untuk membangun kerajaan di Rumania dan Perancis... Dan aku memanggilmu karena kau harus menikah dan membangkitkan klan Equides, Naruto" jawab Aro tegas.

Sementara Naruto menghela nafas setelah mendengar perkataan Aro, dia akan menduga bahwa akan terjadi begini.

"Dengar Aro, aku tidak mau dulu menikah karena aku masih 18 tahun, dan aku mau menikmati masa mudaku dulu. Aku tidak mau mengurusi hal kekeluargaan karena membangkitkan klan, mungkin aku akan menikah nanti. Tapi, tidak sekarang" ujar Naruto datar dan tegas.

"Huff, sudah kuduga kau akan berbicara seperti itu Naruto. Tapi setidaknya kau mencari gadis dan bertunangan, atau kau mencari harem menurutku itu bagus karena semakin banyak wanita semakin banyak kau akan menghasilkan banyak keturunan"

Twich

Alis kanan Naruto berkedut setelah perkataan Aro dengan mudahnya berbicara seperti itu, memang kalau vampire juga bisa memiliki istri lebih dari satu. Tapi Naruto adalah bukanlah seorang playboy yang sering memainkan perasaan wanita, biasanya para wanita supranatural tertarik dengan energi naga, karena mereka ingin sekali keturunan seekor naga yang kuat, tapi. Ayolah apa bagusnya dari naga? Meskipun dirinya mempunyai itu namun naga adalah makhluk yang sombong dan selalu meninggikan harga diri mereka karena mereka mengangap bahwa kaumnya adalah kaum terkuat.

Menurut Naruto faktor keturunan bukanlah prioritas, meski kau adalah keturunan dewa, pahlawan, raja, dan naga, tapi. Belum tentu kau kuat karena kekuatan sejati adalah mereka yang memiliki tekad yang kuat dan bisa menerima resiko, itulah menurut Naruto, dirinya yakin bahwa para Ksatria pendanghulu bersendapat dengan prinsipnya itu.

"Jika kau tetap tidak mau aku akan menjodohkanmu dengan salah satu klan vampire, aku sudah memperkenalkanmu kepada raja vampire Alucard dan beberapa klan vampire, meski kau adalah vampire pemula tapi kau sudah mengalahkan makhluk superrior, contohnya saja Mother Glare naga Eclipse, Seth salah satu dewa Egypt, dan salah satu dewan werewolf, ditambah lagi kau mempunyai sihir-sihir kuno, dan aku sudah menceritakan itu semua pada mereka, mereka sangat tertarik denganmu. Dan banyak pemimpin klan yang ingin menjodohkan putrinya denganmu, Naruto" ujar Aro dengan seringai tipis.

"APA?! KAU MENCERITAKAN SEMUA KEPADA MEREKA. KAU TAHU BUKAN BAHWA AKU BELUM PERNAH BERTEMU DENGAN MEREKA BAHKAN AKU BELUM PERNAH MENGIJAKAN KAKIKU KE KERAJAAN VAMPIRE!" teriak Naruto histeris.

"Bisakah kau tidak berteriak Naruto, telingaku mau pecah mendengar teriakan mu itu" ujar Alec dengan agak sinis.

"Heh, terserah karena ini mulutku bukan mulutmu. Alec" balas Naruto.

"Aro-sama, kenapa kau tidak memberitahukan ini padaku dan aku tetap tidak mau menikah dulu" lanjut Naruto tegas.

"Huh, baiklah kurasa percuma memaksamu, tapi kau harus mencari wanita Naruto karena ini juga kebaikanmu. Kalau kau mau kau bisa memacari Victoria, sepertinya dia tertarik denganmu" ujar Aro dengan seringai tipis.

"V-victoria? Apa dia ada disini?" ujar Naruto waspada dan sedikit ketakutan.

"HAHAHA. Aku tak tahu bahwa kau takut pada Victoria, Naruto" ujar Aro dengan tertawa keras.

Alec juga tertawa kecil saat melihat wajah sahabatnya, jarang-jarang dia begini.

"Dia adalah wanita mengerikan, bahkan dia selalu menggodaku dan dia tak segan memperlihatkan tubuhnya kepadaku, dan dia selalu menawariku seks" umpat Naruto pelan.

"Lalu kenapa kau menolaknya Naruto? Bukankah itu hebat? Kau bisa melakukan seks dengan vampire pirang cantik seperti Victoria, aku yakin orang lain pasti sangat iri. Neahahaha!" ujar Alec dengan tertawa di akhirnya.

"Tch, kau berisik Alec" dengus Naruto pelan.

"Baiklah kalau begitu kalian bisa pergi, aku memanggil Naruto hanya untuk itu saja dan kau Naruto cobalah mencari gadis, jika kau belum mendapatkannya aku akan menjodohkanmu pada gadis-gadis klan vampire kerajaan di Perancis atau di Rumania, kau paham?" ujar Aro dengan tegas.

"Baiklah aku paham, ayo kita pergi dari sini Alec" ujar Naruto dengan nada malas dan berjalan menuju pintu keluar.

"Kalau begitu saya pamit dulu, Aro-sama" ujar Alec menudukkan kepalanya hormat.

Sementara Aro hanya mengganguk pelan saja, lalu Alec menyusul Naruto berjalan keluar, Aro melihat mereka pergi dengan pandangan datar dan memejamkan iris matanya.

"Besok aku akan ke kerajaan vampire di Rumania untuk bertemu Alucard, mungkin aku harus membawa Naruto kesana untuk mempernalkan dia kepada yang lainnya... Hm, kurasa itu bukan ide yang buruk" gumamnya sambil membukakan iris matanya.

xXx

Sementara di tempat lain, disebuah tempat seperti layaknya markas, disana ada beberapa orang sedang berbincang sesuatu.

"Jadi Ophis, kenapa kau mengumpulkan kami semua?" ujar seorang pemuda berambut perak.

"Benar nyaan~ tumben sekali kau memanggil kami, apakah ada pekerjaan bagi kami?" ujar seorang perempuan memakai kimono hitam.

"Yah, aku setuju dengan Kuroka-nee san apakah ada sesuatu yang penting?" ujar seorang perempuan pirang berperawakan kecil.

Sementara sosok yang di panggil Ophis terdiam, sang naga tak terbatas itu melihat anggotanya yang terdiri dari Vali Lucifer, Kuroka Toujou, Bikou, Arthur Pendragon dan Le Fay Pendragon.

"Aku punya tugas untuk kalian semua," ujar Ophis monoton.

"Tugas? Tugas apa itu?" ujar Bikou memegang tongkat emasnya di pundaknya.

"Kalian hanya mencari orang ini," jawab Ophis memberikan sebuah lembaran foto kepada Vali.

Semua anggota Vali bisa melihat bahwa foto itu adalah seorang pemuda berambut merah, dengan iris merah ruby.

"Siapa dia Ophis?" tanya Vali.

"Dia adalah Equides Naruto, dia adalah seorang vampire" jawab Ophis dengan nada khasnya.

"Hooo, vampirekah? Lalu apa yang membuatnya spesial sehingga kau meminta kami untuk mencarinya, Ophis?" tanya Vali sekali lagi dan disetujui anggotanya.

"Spesialnya dia mengalahkan makhluk superrior seperti mengalahkan Seth dewa Egypt, Mother Glare naga Eclipse dan dia juga mempunyai sacred gear naga di dalamnya, sacred gear di dalamnya adalah Atlas The Title Of Dragon Emperor" jawab Ophis.

"Atlas!" tiba-tiba Albion matanya melebar setelah mendengar Ophis tadi.

"Ada ap-"

"Sepertinya Albion tahu tentang naga itu, kau bisa bertanya tentang Atlas kepada Albion, Vali. Mengetahui apa yang membuatku tertarik padanya... Jika kalian menemukan dia, ajak dia gabung kedalam Fraksi kita" ujar Ophis memotong perkataan Vali.

Setelah itu Ophis pergi dengan robekan dimensi di sebelah kirinya, meninggalkan tim Vali yang terdiam di markas Chaos Brigade.

"Albion apa kau mengetahui tentang Atlas The Title Of Dragon Emperor, jika tahu jelaskan kepada kami semua" ujar Vali dengan tegas.

Lalu muncullah sebuah sayap mekanik lebar bewarna putih dan biru di punggung Vali.

"Baiklah aku akan menjelaskannya, tapi ini tidak secara detail karena aku tidak tahu banyak tentang Atlas," ujar Albion di sayap mekanik Vali.

Para tim Vali hanya mengganguk saja, begitu juga dengan sanh Hakuryuukou.

"Setahuku gelar emperor di berikan oleh Tuhan bible seperti kami atas menyelamatkan para keturunan Adam dari makhluk yang ingin memusnahkan keturunannya dan Adam, dia juga memiliki sihir Dragon Slayer, yang kini sudah punah. Gelar emperor bukan hanya sebuah segelar saja, dia mengalahkan beberapa raja naga dan naga-naga yang kuat yang sudah memiliki julukan, terakhir aku melihatnya setelah bertarung dengan raja naga terkuat Acnologia," jelas Albion.

"Aku tak heran jika Ophis tertarik dengannya, setelah dia mengalahkan seorang dewa terus dia mengalahkan naga Eclipse, naga terkuat selain Two Heanvenly Dragon dan Dragon King, Kha Kha Kha Kha" ujar Bikou sambil tertawa.

"Hmm... Apa kau bisa mengalahkan Atlas, Albion?" ujar Vali kepada partnernya.

"Ah, entahlah aku seperti anak kecil saja saat berhadapan dengan dia, dulu pengdahulu inangmu pernah menantang bertarung dengan Atlas, namun pengdahulumu kalah meski menggunakan Jurggernaut Drive, sepertinya kekuatan ku belum cukup untuk mengalahkannya. Aku yakin Ddraig juga begitu, karena dia pernah mengalaminya juga" jawab Albion.

"Souka. Sepertinya ini akan menarik," ujar Vali dengan senyuman maniak.

"Huh, maniak bertarungnya kambuh lagi. Tapi Ophis bilang bahwa Atlas menjadi sacred gear, apakah dia juga menjadi sacred gear seperti Vritra, tapi itu tidak mungkin... Huff, sudahlah daripada aku memirkirkannya sampai pusing lebih baik aku melihatnya sendiri nanti" batin Albion dengan helaan nafas kecil.

xXx

At Naruto's Place

Beralih ke tokoh utama kita yaitu Naruto, yang kini sedang berada di tempat laboratorium, terlihat dia sedang mengotak-ngatik komputer yang berada di meja kerjanya.

Ctik

"Huh, selesai juga eksperimen ini" ujar Naruto menghembuskan nafasnya.

Lalu Naruto memegang sebuah Gauntlet merah dengan Orb biru, lalu Naruto memasangkan Gauntlet itu di tangan kanannya.

[Boost] [Divide]

Terlihat Gauntlet mengeluarkan sebuah suara mekanik seperti robot, saat Naruto memasangkan Gauntlet di tangan kanannya.

"HAHAHAHAHA. SUBARASHI, KEKUATAN KEDUA NAGA KAISAR SURGAWI INI HEBAT JUGA YAH" teriak Naruto dengan tertawa senang.

"Itu juga berkat diriku bodoh, jika aku tidak mengambil beberapa sempel dari mereka saat kedua inangnya bertarungku dulu, mungkin kau tidak akan mendapatkan kekuatan mereka secara bersamaan"

suara Atlas mengiang di kepala Naruto.

"Heh, aku juga tahu maka dari itu aku berterimakasih padamu. Dan sekarang aku sudah menyempurnakan keduanya seperti yang aslinya, apalagi aku telah mengambil kekuatan Mother Glare saat aku membunuhnya di hutan Norwergia"

"Heh, pada saat itu kau menarik perhatian para mitologi Norse, aku yakin mereka akan waspada saat melihatmu lagi dimasa yang akan datang"

"Yah, kau benar tapi aku tak peduli soal itu, meski pak tua Odin itu mengeluarkan dewa terkuatnya seperti Thor aku akan melawannya, karena Thor bukanlah dewa terkuat seperti dewa penghancur Shiva"

"Hahaha! Kau benar Thor bukanlah dewa terkuat melainkan dewa itu yang kita harus diwaspadai"

Pluk

"Ah~ sudah kuduga kau berada disini, Naru~" ujar sosok yang memegang pundak Naruto dan bersuara dengan nada penuh godaan.

Sementara Naruto berkeringat dingin, tubuhnya menegang setelah mendengar itu semua, pemuda berambut merah itu menelan ludahnya dengan kasar.

"Bagaimana dia berada disini? Bukankah Aro bilang dia berada di kerajaan Perancis, tapi bagaimana dia mengetahuiku disini?" batin Naruto.

Naruto memandang kebelakang, dia bisa melihat seorang wanita berambut pirang yang kini sedang tersenyum, bukan senyuman menawan melainkan senyuman nakal.

"V-victoria!" Naruto berbicara agak gagap saat melihat wanita bernama Victoria yang kini memeluk lehernya dari belakang dan masih tersenyum.

"Fufufu~" Victoria tertawa halus saat melihat reaksi Naruto.

.

xXx

Continued

A/n : Halo minna-san salam kenal, saya author baru yang sudah lama jadi reader, coba-coba buat fanfic baru, teripiransi dari fanfic lama yang Naruto menjadi vampire karena digigit, saya mencoba mencarinya eh ternyata tidak ada.

Disini saya akan memasukan karakter-karakter film Twillight, kalau penggemar Twillight kalian sudah tahulah seperti Alec, Aro dan Victoria, mungkin saya juga akan mengambil beberapa karakter lagi disana, semoga kalian suka cerita karanganku ini.

Terimakasih!