Disclaimer : Cuma minjam saja, mungkin akan mengambil dari karakter anime lain

Genre : Adventure, supranatural, fantasy, tragedy

By : Kuroyaza

.

xXx

Flashback

In The Forest Of Norway

BZIIIIINNNNNGGGGGGG

BLAAAAARRRRRRRRRR

TRIKKSSSSS

Tuuuaaarrrr

BOOOOOOOOMMMMMMM

Suara ledakan keras di sebuah hutan Norwegia, terlihat ada seorang pria yang memakai armor coklat kemerahan dengan sayap naga di kedua punggungnya. Di sisi lain ada sesosok naga bewarna biru dengan badan agak gempal.

Sosok naga itu menggeram marah, pasalnya dirinya babak belur karena sosok armor itu, beberapa serangan dia di kerahkan tidak ada pengaruhnya.

"Heh, come on Mother Glare apakah hanya segini kekuatan dari Eclipse Dragon? Yang katanya naga terkuat selain Five Dragon King dan Four Great Dragon King's" ujar sosok pria beramor itu memprovokasi naga bernama Mother Glare itu.

Mother Glare yang mendengar itu menggeram marah, terlihat iris vertikal khas naganya memandang sosok pria beramor itu dengan penuh dendam dan hasrat membunuh yang sangat pekat.

"Hohoho. Do you angry with me? Mother Glare," ujar sosok pria beramor itu dengan nada mengejek.

"Grrrrrrr," Mother Glare hanya menggeram saja.

"Hooo. Aku lupa kalau kau tidak bisa berbicara, tapi aku takjub dengan prestasimu itu, yang kekuatannya bisa setara dengan Five Dragon King" ujar sosok pria beramor itu.

NGGGUUUUNNNGGGGG

Mother Glare tiba-tiba membuat bola hitam kebiruan di mulutnya, awalnya bola itu kecil tapi lama-kelamaan bola itu semakin besar saja.

"Sepertinya itu serangan terkuatnya Naruto, sebaiknya kau berhati-hati karena serangan itu bukan main-main" ujar suara yang hanya bisa di dengar oleh pria bernama Naruto.

"Aku mengerti Atlas. Aku akan mencoba sihir percobaanku yang sebelumnya di gunakan untuk melawan dewa Seth," ujar Naruto dengan seringai tipis.

"Apakah itu akan berhasil? Mungkin itu berhasil pada dewa kepala anjing dan jerapah itu, tapi. Aku kurang yakin itu berhasil kepada Mother Glare, pasalnya dia juga setara dengan para dewa, mungkin saja dia bisa menghabisi kedua dewa secara langsung, karena setahuku Mother Glare adalah naga terkuat setelah kedua Kaisar naga bodoh itu dan kelima raja naga, meski salah satunya menjadi makhluk menjijikan" ujar Atlas sambil mendengus pelan.

"Ah, kau pasti membicarakan Tiamat bukan?"

"Nuuh. Memangnya siapa lagi kalau bukan dia? Secara pribadi dalam diriku dia tidak pantas memegang gelar salah satu lima raja naga, karena dia sudah menjadi iblis, makhluk yang penuh nafsu dan kelicikan"

"Heee. Memangnya gelar raja naga bisa direbut oleh naga-naga lain?"

"Tentu saja bisa. Setiap 100 tahun sekali atau 1000 tahun sekali naga-naga baru akan lahir dan menjadi Dragon Child, setelah mereka sudah mempelajari sihir-sihir naga dengan sendirinya, mereka akan mengalahkan naga-naga lama dan merebut gelarnya, dan hal itu sudah mutlak karena itu sudah tercantum di buku takdir Tuhan bible yang terjadi di antara para naga"

"Begitu yah. Sekarang aku tahu banyak karena dirimu... Kurasa kita akhiri dulu basa-basinya karena Mother Glare akan menembakkan kekuatannya"

"Alright kid"

[I am the dreamer who awakens from his dream]

Terlihat Naruto sedang membaca sebuah yang ada di benak pikirannya.

[The dream that awakens becomes an absolute power of the dreamer]

[Be a true power to destroy the opponent in front of me]

Sebuah cahaya ungu kehitaman muncul di telapak kedua tangan Naruto.

[I am the dreamer who will become the true power power of mine]

NGUUUUUUNNNNGGGGGG

Jdeerrrrr Blaaaarrrrr Blaaaarrrrrr Blaaarrrr

Setelah Naruto melesaikan mantra miliknya gemuruh dan kilat petir mulai di atas awan, terlihat cahaya ungu di kedua telapak tangannya semakin membesar.

"Atlas, berikan kekuatanmu untuk memperbesar lagi kekuatan The dreamer's power" ujar Naruto kepada Atlas.

"Ready brother"

[Heave] [Heave] [Heave] [Heave] [Heave] [Heave] [Heave] [Heave] [Heave] [Rapid Heave 30x]

Suara mekanik dari Atlas yang berasal dari gelang Naruto, yang memberikan kekuatan tambahan kepada Naruto.

"Yosh, kalau begitu aku akan menyalurkan energi vampire ku dan menyerap kekuatan alam" batin Naruto.

Dalam sekejap tubuh Naruto mengeluarkan aura hijau kemerahan dan tubuh Naruto juga mengeluarkan percikan petir bewarna merah yang berpecikan dengan sangat ganas.

xXx

Sementara di tempat lain, disana ada Odin sang pemimpin Asgard yang memiliki julukan All Father, bersama beberapa dewa Nordik beserta pasukan Valkyrie yang di pimpin oleh Rossweisse dengan beberapa macam senjata, yang kini sedang menuju hutan Norwegia.

"Kusoo, ini adalah energi Mother Glare, naga yang menempati hutan Nordik. Sudah kubilang Father bahwa membiarkan naga itu berlama disini pasti akan membawa bencana" ujar seorang pria bertelanjang dada, memiliki beberapa hias tato di tubuhnya dan hanya memakai celana pendek.

"Aku memang menginjinkan Mother Glare menempati di hutan itu selama dia tidak merusak dan membuat ulah putraku, Baldur" ujar Odin menatap putranya yang bernama Baldur, putranya hubungannya dengan dewi cinta Freya.

"Sudahlah Baldur. Ini bukan saatnya untuk menyalahkan satu sama lain" ujar seorang pria berambut pirang panjang dan memakai topi Viking.

"Vidar benar Baldur. Ini bukan saatnya untuk menyalahkan satu sama lain, tapi aku penasaran siapa orang yang berani melawan dari Mother Glare," ujar seorang pria berambut pirang gelap, dan memegang sebuah senjata palu.

"Tidak salah lagi ini energi vampire, sudah lama sekali aku tidak merasakan energi vampire sekuat ini selain Count Dracula" gumam Odin, yang merasakan kekuatan vampire bercampur naga dan alam.

Sementara Thor dan Baldur bingung atas gumaman ayahnya, memangnya seberapa besar kekuatan Count Dracula sehingga ayahnya bilang begitu.

"AYO LEBIH CEPAT!" teriak Odin kepada semua bawahannya dan para putranya, yang hanya dibalas anggukan mereka. Terlihat wajah ketakutan dari dewa, dewi dan prajurit Valkyrie karena kekuatan yang akan mereka tuju sangat besar, bahkan energi naga yang di pancarkan ini sangat besar yang cukup bisa mengalahkan dewa.

xXx

TUUUSSSHHH

SIIIIUUUUUUU

Mother Glare menembakkan bola di rongga mulutnya ke arah Naruto yang sedang mengumpulkan kekuatannya.

"Yosh. Sudah terkumpul semua," gumam Naruto pelan.

[THE DREAMER'S ABSOLUTE VENGEFUL POWER]

NGGUUUUUUNNNNGGGG

Sebuah cahaya laser skala besar bewarna ungu kehitaman melesat ke arah serangan bola Mother Glare yang di tembakan oleh Naruto di kedua tangannya tadi.

DUUUUUUUUUMMMMMMMMMMM

Kedua serangan itu beradu dengan telak sehingga membuat gempa di sekitar dan gemuruh petir semakin membesar saat kedua serangan itu saling beradu kekuatan.

"Sial. Kurasa kau benar bahwa serangan ini bukan main-main, Atlas" umpat Naruto pelan.

"Sudah kubilang bukan. Bahwa Mother Glare bukanlah naga biasa, meski dia tidak memegang gelar Emperor sepertiku, tapi dia adalah naga terkuat mungkin juga bisa mengalahkan kedua naga surgawi bodoh itu"

"Tch, kurasa aku harus mencoba yang itu. Atlas"

"Kau serius Naruto?"

"Yah, tidak ada pilihan lagi, kalau lama-lama begini aku bisa kalah. Ini bukan serangan energi naga saja tapi kekuatan alam juga, kau bisa merasakannya bukan?"

"Yah. Aku bisa merasakannya juga kid"

"Kalau begitu ayo laksanakan, Atlas"

Atlas tidak membalas perkataan Naruto, tapi dia mengumpulkan energi alam yang bernama Ying dan Yang, sebuah energi langka bagi kaum naga. Biasanya para naga hanya memiliki elemen api, es, angin dan petir.

"Yosh. Kurasa ini cukup kid, ayo balikan serangannya" intrupsi dari Atlas.

[Heave] [Heave] [Heave] [Heave] [Rapid Heave 25x Faster]

"Kerja bagus, partner" ujar Naruto, yang merasakan kekuatannya tiba-tiba bertambah pesat.

"Dengan begini matilah" lanjutnya dengan pelan.

[POWER REVERSAL]

WUUUUNNNNNGGGGGGG

"HUUUUUAAAAAARRRRRGGGGGHHH" teriak Naruto mendorong kekuatannya.

Perlahan-lahan laser itu hanya mendorong bola serangan itu pelan saja, tapi kelama-lamaan laser ungu kehitaman itu mendorong lebih cepat, dan laser itu bertambah besar. Mother Glare yang melihat itu membulatkan matanya dan bola serangannya malah membalik ke arah dirinya.

Dan-

BOOOOOOOOOMMMMMMM

DUUUUUUUAAAAAAAAARRRRRRRRR

Flashback Off

xXx

At Naruto place

Di tempat tokoh utama kita, kini dia sedang berkeringat dingin karena Victoria, si vampire cantik itu sedang duduk di atas dirinya, Victoria terus menggoda Naruto tak jarang menggesek-gesekan pantatnya di bagian 'Naruto junior'.

"Kusoo. Dia terus menggodaku daritadi, apakah dia tidak lelah menggodaku? Bahkan aku sudah menolaknya beberapa kali tapi dia tetap saja jera" batin Naruto.

"Naruto junior, aku tahu bahwa kau tersiksa disana. Tapi, bertahanlah jangan sampai kau lepas kendali, ayo semangat jangan sampai mempermalukan diriku" lanjutnya dengan secara mental.

"Hahahahaha! Aku suka eksperesimu itu Naruto," ujar Atlas sambil tertawa.

"Diam kau naga tua! Seharusnya kau membantuku, tidak menertawakanku bodoh" umpat Naruto pada Atlas.

"Huh! Lebih baik aku melawan Four Great Dragon King's dan Ouroboros Dragon Ophis, daripada aku berurusan dengan makhluk yang bernama wanita, dalam ras apapun mereka tetap makhluk yang merepotkan"

"Apakah itu sebabnya kau tetap naga perjaka hingga sekarang, Atlas?"

Atlas tidak menjawab malahan dia memutuskan linknya dengan Naruto, membuat vampire muda itu kesal karena Atlas seenaknya memutuskan linknya begitu saja.

"Sialan kau naga tua," batin Naruto kesal.

"Apa yang kau lakukan disini Naru~? Hm, bukankah ini Gauntlet milik Sekiryuutei?" ujar Victoria melihat Gauntlet merah di tangan kanan Naruto.

"Yah. Ini memang Gauntlet milik Sekiryuutei, dan kekuatannya juga sama seperti milik Sekiryuutei" jawab Naruto dengan bangga.

"Bagaimana kau mendapatkan ini Naru? Dan aku juga merasakan bahwa energi kekuatan Hakuryuukou juga ada disana"

"Ini adalah hasil karyaku, dulu Atlas pernah bertarung dengan kedua naga itu dan mengambil sempelnya. Aku memanfaatkan sempel itu untuk menjadi sebuah kekuatan yang hebat, dan foila aku merancangnya seperti yang aslinya" ujar Naruto dengan tertawa kecil di akhirnya.

"Fufufu~ ini yang membuatku tertarik padamu, selain kuat kau juga jenius. Darling~" ujar Victoria dengan nada menggoda.

Victoria menggesek-gesek pantat sexynya di bagian 'Naruto junior', membuat pemuda berambut merah itu berkeringat dingin dan meneguk ludahnya dengan kasar.

"Ssshh~ Victoria hentikan, bukankah aku sudah menolakmu beberapa kali, tapi kenapa kau masih jera?" ujar Naruto mendesah karena perlakuan Victoria.

"Apakah kau tertarik hanya ingin faktor keturunan terkuat? Aku tahu bahwa aku sudah menjadi setengah naga karena Atlas membagikan darahnya kepadaku, dan aku sudah memberikan tahu itu semua pada keluaga Volturi, karena prioritas Volturi adalah jangan pernah berbohong atau bermain rahasia" lanjut Naruto.

"Kau tahu Naru~, ucapanmu itu membuatku sakit hati loh~, aku tertarik padamu karena bukan itu, tapi aku mencintaimu karena ada alasan lain" ujar Victoria dengan nada menggodanya.

"Apa alasan mu itu Victoria?" ujar Naruto, yang tidak menanggapi godaan Victoria.

"Alasanku menyukai dan mencintaimu, karena kau sangat mirip sekali dengan anak angkatku dulu" jawab lirih Victoria.

"Anak angkat?"

"Yah, dia adalah belahan jiwaku, dia adalah satu-satunya yang bisa membangkitkanku dalam kertepurukan, aku dulu berjanji untuk melindunginya dalam segenap jiwaku, namun naas aku tidak bisa menempati janjiku, dia..." Victoria menjeda ucapannya, tapi terlihat bening air mata keluar dari iris matanya.

"Dia kenapa Victoria?"

"...D-dia mati Naru, hiks, hiks dia mati di depan mataku sendiri saat peperangan antara vampire dan werewolf dulu, dia mati melindungiku saat aku mau terbunuh oleh raja werewolf" ujar Victoria dengan terisak pelan, wanita vampire itu memeluk bahu Naruto dengan erat.

Naruto merasa tidak enak karena membuat Victoria begini, dia memeluk Victoria dan mengelus punggung Victoria dengan lembut.

"Sssttt, maaf jika aku mengingat masa lalumu Victoria, sungguh aku tidak bermaksud untuk membuatmu menangis" ujar Naruto dengan menyesal dan mengelus rambut pirang gelombang milik Victoria.

"Tapi, saat aku melihat dirimu pertama kalinya. Entah kenapa kau sangat mirip dengannya, sifatmu yang ceria, semangat, namun ceroboh dan selalu serius saat menghadapi sesuatu, dulu kupikir itu hanya sebuah kebetulan saja, tapi saat kita bersama aku merasakan bahwa kau mirip dengannya, dan disitulah aku merasakan sesuatu padamu, saat kau tersenyum kepadaku jantungku selalu berdebar-debar tidak beraturan dan hatiku sakit saat kau berdekatan dengan wanita lain selain diriku, dan pada saat itulah aku mengerti...bahwa aku mencintaimu Naru, emmpphh~" ujar Victoria sambil menggigit telinga kanan Naruto dengan sexy.

"Ah~" Victoria tersentak saat bagian area pantatnya ada sesuatu disana.

Victoria melirik kebawahnya, dia bisa melihat bahwa 'Naruto junior' sudah bangun dan menyentuh area pantatnya.

"Sial, aku kebablasan. Aku sudah tak bisa menahan nafsuku lagi karena dia sangat cantik dan sexy, bahkan kecantikannya melebihi dewi cinta Hathor dan Freya" batin Naruto, mengingat pertemuan dewi cinta dari kedua Mitologi itu.

Tak heran jika Naruto terpesona oleh kecantikan Victoria, karena Victoria adalah seorang wanita vampire tercantik di kaumnya, bahkan para Mitologi bible dan Mitologi dewa mengakui kecantikan milik Victoria, yang membuat para dewi cinta dari berbagai Mitologi iri padanya, dan tak jarang ada sebuah lamaran nikah untuk Victoria, namun Victoria menolak mereka secara mentah-mentah, apalagi kaum Akuma dan Da-tenshi, yang terlibat tragedi itu. Victoria membenci pada kedua makhluk itu karena mereka teman-temannya dan orang yang beharga bagi dirinya mati, pada tragedi itu.

"Ah~ Naru~, apakah sudah tak tahan lagi untuk melakukan 'itu' hm?" ujar Victoria dengan nada menggoda dan matanya mulai menjadi sayu.

Naruto membuang mukanya ke arah lain, tetapi dengan gerakan cepat Victoria memegang kedua pipi Naruto untuk melihat dirinya.

Victoria mendekatkan wajah Naruto ke wajah dirinya, sementara Naruto dia tidak menolak perlakuan Victoria pada dirinya malahan dia memejamkan iris merah rubynya, begitu juga dengan Victoria dan kedua bibir itu saling berdekatan.

Cup

Kedua bibir itu saling menempel satu sama lain, awalnya kedua bibir itu hanya menempel saja, tapi Victoria memberanikan dirinya untuk melumat bibir Naruto, Naruto juga membalas lumatan Victoria.

Ciuman itu membangkitkan hasrat seksual vampire mereka, ciuman yang penuh hasrat namun mesra akan penuh cinta, mereka melampiaskan emosi yang mereka rasakan dalam sebuah ciuman mesra.

"Puaahhhh..." mereka melepaskan ciumannya, dalam beberapa menit terlihat benang saliva di antara mereka setelah bersilat lidah.

"Kau sangat mahir dalam ciuman Victoria, apakah kau pernah melakukan seks sebelumnya dengan orang lain?" ujar Naruto menatap mata sayu Victoria.

"Tentu saja tidak bodoh! Ini adalah ciuman pertamaku, aku ahli ciuman karena aku menonton video porno" ujar Victoria lirih di bagian akhirnya.

"Hohoho, aku tak menyangka bahwa kau mesum juga yah, Victoria" ujar Naruto terkekeh pelan.

Victoria mencubit perut Naruto, membuat pemuda berambut merah merintih kesakitan, lalu Victoria turun dari pangkuan Naruto dan duduk di bawah Naruto.

"Sepertinya 'adikmu' sudah tegang daritadi Naru~, kalau begitu aku akan melemaskannya" ujar Victoria dengan nada menggoda dan menjilat bibir plumnya.

"Haah. Lakukan sesukamu Victoria," ujar Naruto sambil menghela nafas pelan.

Victoria melepaskan sabuk celana Naruto, lalu melepaskan Naruto secara perlahan dan Victoria juga melepaskan boxer Naruto yang bewarna hitam.

Pipi Victoria bernyala merah terang karena melihat penis Naruto dengan ukuran besar di umur remaja 18 tahunan, bahkan panjangnya sekitar 17 atau 19 cm.

"Ufufufufu~ kau memiliki penis yang hebat yah, sayang~" ujar Victoria dengan tertawa menggoda.

Naruto tidak membalas ucapan Victoria, dia hanya memejamkan iris merah rubynya yang indah.

"Kalau begitu nikmati servis dariku, darling~" lanjut Victoria dengan godaannya.

Victoria mengulum penis Naruto yang besar dan panjang, wanita vampire itu menggerai rambut pirang panjang ke belakang untuk tidak menyusahkan aksinya, penis itu muat didalam mulut kecilnya. Meski tadi agak tersedak dan kesulitan.

"Heh, apakah ini yang namanya seks? Seperti buku ciptaan kakek dulu. Tak heran jika kakek menyukainya, meski ini belum hidangan utamanya tapi aku akui ini sangat ini nikmat" batin Naruto menikmati blowjob dari Victoria.

"Yah. Kau memang terbaik Victoria, dan sekarang gunakan payudaramu" perintah Naruto.

"Ufufufufu~ baiklah sayang,"

Victoria melepaskan jaket hitam yang melekat di tubuhnya lalu melepaskan tank top bewarna putih, terlihatlah bra bewarna merah dan Victoria membukakan tali branya yang berada di belakang dan depannya, kalau berada di belakang Naruto membantu melepaskannya.

"Wow, kau sangat sexy sekali Victoria. Pantas saja para makhluk supranatural memanggilmu,The most beautiful vampire woman" ujar Naruto dengan seringai tipis, saat melihat kedua payudara besar milik Victoria.

"Aku akan memanjakan penis besarmu ini, sayang~" ujar Victoria senang, karena pemuda yang ia cintainya memuji tubuhnya, berarti selama ratusan tahun untuk menjaga dan merawat tubuhnya tak sia-sia.

Tak lama kemudian Victoria menjepit penis Naruto dengan kedua payudaranya, dan mengulum ujung penis Naruto.

"Ahh, yah terus begitu Victoria," ujar Naruto mendesah keenakan.

Victoria terus mengulum penis Naruto dan tidak memikirkan apapun, yang pikirkan sekarang adalah dirinya hari ini milik Naruto seutuhnya.

"Mumpung ini belum hidangan utama, lebih baik aku menyelesaikan dokumen-dokumen yang Aro di berikan padaku" batin Naruto.

Setelah itu Naruto menghilangkan Gauntlet di tangan kanannya, lalu meraih computer miliknya dan menyelesaikan dokumen yang agak menumpuk di sebelah meja kirinya.

Sementara Victoria terus melancarkan aksinya, terkadang Victoria menghisap ujung penis Naruto dengan kuat dan menjilatnya juga, sehingga membuat Naruto melenguh kenikmatan.

"Hei Naruto kau di pangg–"

Sosok perempuan berambut pirang menghentikan perkataannya karena melihat Naruto dan Victoria, perempuan berambut pirang dan berkulit pucat itu membulatkan matanya saat melihat mereka berdua yang sedang berhubungan intim.

"Oh Jane? Kau sudah kembali dari Kanada? Ada apa kau kesini?" ujar Naruto melirik sosok perempuan bernama Jane.

"A-apa yang sedang kalian lakukan?" ujar Jane sedikit berteriak dan emosi karena mereka seenaknya berhubungan intim.

"Yah. Seperti yang kau lihat, Jane" ujar Naruto santai, tidak menghiraukan wajah syok dari saudari angkatnya itu, semenjak bergabung menjadi keluarga Volturi.

Begitu juga dengan Victoria yang tidak memperdulikan keberadaan Jane, dia terus memperlancarkan aksinya dan menaik turunkan payudara besar miliknya.

"Apa-apaan nada santainya itu. Mereka berhubungan intim tanpa memperdulikan ada yang melihatnya, mereka pasti sudah gila" batin Jane kesal.

"Dan ada apa kau kemari? Setidaknya kau mengetok pintu dulu, sebelum kau masuk ke laboratoriumku, Jane" lanjut Naruto sambil memejamkan iris matanya, dan menikmati perlakuan Victoria yang memanjakan juniornya.

"M-maaf, aku kesini karena kau di panggil oleh Tuan Aro, Naruto"

"Begitu? Baiklah, aku akan kesana nanti"

"Baiklah. Aku kesini hanya itu saja, kalau b-begitu aku pamit dulu" Jane pergi dengan pipi memerah.

Naruto kebingugan atas kelakuan Jane, biasanya saudarinya itu hanya memasang wajah tembok yang menyebalkan, jika di tanya Jane pasti akan menjawab 'Hn, ada apa?' dengan nada yang dingin dan menusuk.

"Dasar aneh," gumam Naruto, melihat kepergian Jane.

"Dasar idiot," batin Atlas membukakan sebelah matanya, dan melihat ketidakpekaan Naruto dalam sekitarnya.

"Ahhh, aku akan keluar Victoria," lanjut Naruto.

Victoria yang mendengar itu mempercepat temponya, dia juga menghisap dan mengulum penis pemuda yang ia cintainya dengan sangat kuat.

"Aku keluar Victoria, terima ini. GUUUHHH" Naruto mengeluarkan spermanya di mulut Victoria dengan sangat banyak.

Sampai-sampai sperma menetes ke payudara Victoria dan lantai yang di lapisi karpet merah ala bangsawan kerajaan.

Glek

"Ahhh, kau keluar dengan sangat banyak, sayang" ujar Victoria menelan sperma Naruto.

Victoria juga mencolek sperma Naruto di bagian mulutnya lalu memasukannya kedalam mulutnya, Naruto yang melihat itu tubuhnya langsung panas dingin, apalagi itu membuat Victoria terkesan sangat sexy di matanya.

Dia adalah seorang mantan manusia, tentu saja memiliki nafsu. Dan sekarang Naruto sudah menjadi vampire yang nafsunya lebih tinggi dari manusia, terkadang Naruto sangat susah mengendalikan nafsunya saat mencium bau darah manis dalam tubuh seorang wanita ataupun gadis.

Dengan gerakan cepat Naruto mengangkat tubuh Victoria dan membaringkan Victoria di meja kerjanya, Naruto juga sudah membereskan pekerjaannya setelah kepergian Jane, sementara Victoria yang di lakukukan seperti itu terkejut, apalagi Naruto melepaskan celana hitam panjang dan celanan dalamnya yang bewarna merah dengan kasar.

"Ouuhh~ kau sangat tidak sabaran untuk hidangan pertama yah, sayang~ ahhh~" ujar Victoria sambil mendesah.

Karena Naruto kini menjilat vagina Victoria dengan lidahnya, dia melakukan itu dengan penuh nafsu. Victoria yang di perlakukan seperti itu hanya mendesah saja, dan beberapa menit kemudian Victoria mengeluarkan cairan orgamesnya dan cairan itu membasahi wajah tampan Naruto.

"Apa kau yakin melakukan hal ini, Victoria?" tanya Naruto memastikan.

Kini penis Naruto sudah berada di lipatan vagina Victoria yang tidak bulu sama sekali, Naruto menggesek-gesek penis di lipatan vagina Victoria, sementara Victoria yang di perlakukan seperti itu mendesah pelan.

"Yah. Aku yakin Naru, buatlah aku menjadi milikmu sekarang dan mari kita bersatu" jawab Victoria dengan penuh keyakinan.

"Baiklah, mungkin ini agak sakit"

Lalu Naruto memasukkan penisnya kedalam vagina Victoria secara perlahan, awalnya hanya bagian depan saja yang sudah masuk tapi Naruto menghentakan penisnya kedalam vagina Victoria, membuat wanita vampire itu menjerit kesakitan karena keperawanannya sudah di ambil dan terlihat selaput darah keluar dari vagina Victoria.

"Heh. Kurasa Aro benar kalau Victoria adalah perawan tua ada benarnya juga," batin Naruto melihat selaput darah milik Victoria

Naruto mencium bibir Victoria untuk memendam rasa sakit yang berada di vaginanya, Victoria membalas ciuman Naruto lalu adu bersilat lidah dan terkadang Victoria mengigit bibir Naruto untuk memendam rasa sakit di vaginanya, sehingga bibir Naruto mengeluarkan darah.

"... Puaah," mereka melepaskan ciumannya setelah beberapa menit, terlihat benang saliva di bibir mereka yang menetes di ke meja.

"Kau boleh bergerak, Naru" ujar Victoria, yang sudah tidak merasakan sakit di vaginanya.

"Bersiaplah Victoria, aku tidak menahan diri kali ini"

Victoria mendengar itu hanya pasrah saja, dia berharap besok bisa masih berjalan. Setelah Naruto menggerak penisnya brutal tanpa ada pemanasan dulu, sehingga Victoria mendesah saja, mengerang dan mendesah hanya itu yang Victoria lakukan kali ini, dia benar-benar pasrah saat Naruto bermain brutal.

Bahkan desahan Victoria sangat kencang, sampai terdengar dari belakang, bahkan maid yang melewat disana hanya menatap itu dengan malu-malu.

xXx

Sementara di tempat Aro, terlihat pria itu sedang tersenyum miring setelah mendengar sebuah desahan yang sangat familiar di ruangan laboratorium milik Naruto.

"Tak kusangka, bocah itu bisa menaklukkan hati Victoria" gumam Aro dengan pelan.

"Tak akan lama lagi, kla Equides akan segera bangkit, kheahahaha" lanjutanya tertawa agak kencang.

.

xXx

Continued

A/n: Halo. Balik lagi sama saya wkwkwkwk, kalian bayangin aja scene lemonnya dengan fantasy di otak kalian masing-masing, karena Author hanya menulis limenya aja, karena Author tidak ahli dalam lemon yang hot, tapi jika kalian membayangkannya jangan lupa segerain tisu, supaya darahnya tidak ngucur dari hidung.

Oh, yah sebenarnya Victoria itu rambutnya bewarna merah gelombang, tapi di ubah menjadi pirang, mungkin saja itu di cat. Sebenarnya aku lebih suka Victoria bewarna pirang daripada merah, kalau merah si terlalu mencolok bagiku.

Karakter Jane adalah karakter dari Twillight, saya sudah bilang bahwa saya akan membawa beberapa karakter Twillight di fanfic ini, jika ada kesamaan dari fanfic lain saya mohon maaf. Karena ini murni dari pikiranku, sebenarnya ini juga terpiransi dalam sebuah game yang kumainkan, dan game itu offline animasi bagus lagi, game itu menceritakan petualangan seorang vampire, saya menggatikan judulnya karena bahasanya salah.

Dan saya juga mohon maaf jika ada banyak typo di atas, mohon di maklumi saya Author newbie, manusia memang tak luput dari kesalahan bukankah begitu?

Saya juga berterimakasih pada reader yang mendukung cerita ini, saya ucapkan lagi...

Terimakasih!