Disclaimer : Cuma minjam saja, mungkin mengambil dari karakter anime lain

Genre : Adventure, supranatural, fantasy, tragedi

By : Kuroyaza

.

xXx

Tik

"Uuggh, kenapa aku disini? Hey Ddraig kenapa kau juga ada disini?!" ujar seekor naga bewarna putih.

"Bisakah kau tenang Albion. Tak bisakah kau lihat aku sedang tidur," ujar seekor naga bewarna merah.

Lalu beberapa menit kemudian, naga merah itu tiba-tiba membulatkan matanya karena menyadari sesuatu.

"Hey Albion, kenapa kau disini brengsek?!" ujar naga merah itu dengan marah.

"Aku sudah tanya tadi kepadamu, tapi kenapa kau malah tanya balik dasar merah bodoh!"

"Apa kau bilang putih?!"

"Aku bilang merah bodoh!"

"Kau mau bertarung denganku kusō shiro"

"Akan kulayani kau baka akai"

"Apa kalian sudah selesai berdebatnya?"

"Huh?!" kedua naga itu tersentak ada suara lain, selain mereka.

Kedua naga itu membulatkan karena ada seekor naga bewarna coklat, yang ukurannya lebih besar dari mereka. Dan di kepala naga itu ada seorang pemuda berambut merah memakai jubah hitam bangsawan.

"Atlas. The Title Of Dragon Emperor" batin kedua naga itu, melihat naga coklat itu.

"Halo Ddraig, Albion. Sudah lama kita tak berjumpa" sapa Atlas, memamerkan gigi-gigi runcingnya.

"Halo Ddraig dan Albion, senang bisa bertemu dengan Two Heavenly Dragon" ujar pemuda itu dengan senyuman tipis.

"Vampire," batin kedua Kaisar naga surgawi itu, melihat pemuda itu.

"Pertama-tama namaku adalah Equides Naruto, satu-satunya vampire dari klan Equides. Dan pasti kalian bingung kenapa kalian ada disini, bukan?" ujar Naruto menatap kedua naga itu.

"Yah, bisakah kalian jelaskan kenapa aku dan si putih ada disini secara bersamaan?" ujar Ddraig menatap sinis Albion, yang dibalas delikan tajam oleh Hakuryuukou itu.

"Apakah kalian ingat tentang inang kalian yang bertarung denganku dulu," ujar Atlas.

"Yah, kami ingat memangnya kenapa?" balas Albion.

"Aku mengambil serpihan kekuatan kalian pada saat itu, tanpa kalian sadari. Dan aku memberikan kekuatan kalian pada vampire ini, tapi tak kusangka kalian akan terbentuk dalam wujud asli kalian, harusnya kalian berada di host kalian masing-masing," jelas Atlas.

"Singkat penjelasannya, kalian terbentuk sendiri dalam kekuatan kalian sendiri" tambah Naruto.

"Maksudmu adalah kami terbentuk dalam kekuatan diri kami sendiri, berarti kami adalah cloning dari yang asli begitu?" ujar Albion.

"Yah, secara singkat begitu. Mungkin saja itu karena faktor Atlas yang terlalu lama menyimpan kekuatan kalian, hingga membentuk kalian seperti yang asli. Dengan Albion yang membagi kekuatan Sang Ilahi dan Ddraig yang menambahkan kekuatannya" jelas Naruto.

"Hmm... Begitu yah," ujar Ddraig, yang kini sudah mulai paham atas ucapan Naruto.

"Jadi apa mau mu vampire? Aku yakin kau kesini bersama Atlas, bukan untuk menjelaskan kenapa kami ada disini saja bukan?" ujar Albion menatap tajam Naruto.

"Ahh. Ternyata Sang Hakuryuukou pintar juga yah" puji Naruto.

"Terimakasih, aku sudah pintar dari lahir" Albion tersenyum lebar saat dia di puji oleh Naruto.

"Tch, dasar naga narsis" batin Ddraig melihat Albion dengan sinis.

Sementara Naruto terkekeh pelan saja saat Ddraig dan Albion saling menatap dengan sinis.

"Aku kesini menemui kalian, karena aku ingin berteman dengan kalian" ujar Naruto dengan tegas.

"Berteman?" beo kedua naga surgawi itu.

Tak lama kemudian kedua naga itu tertawa terbahak-bahak atas ucapan Naruto. Tapi Naruto hanya menatap datar mereka.

"Jangan bercanda gaki, dari sekian host kami tidak ada yang begitu mengiginkan kami untuk berteman. Mereka hanya mengiginkan kekuatan kami saja, mau dari makhluk apapun mereka tetaplah makhluk serakah yang haus akan kekuatan dan kekuasaan, yang seperti para dewa masa kini" ujar Albion.

"Yah, bahkan host duluku saja rela membunuh seluruh keluarganya untuk demi mendapatkan kekuatanku. Bahkan dulu saja ada yang memperkosa ibu dan adiknya setelah mendapatkan kekuatanku, para manusia atau makhluk dari sini tidak jauhnya, mereka tetap saja makhluk yang serakah dan mempunyai keinginan yang besar" tambah Ddraig.

Naruto menatap datar dan tegas mereka setelah tertawa terbahak-bahak, melihat itu kedua naga surgawi itu terkaget dan terdiam sejenak.

"Sepertinya dia serius," batin kedua naga surgawi itu, yang melihat tatapan tegas dari Naruto.

"Baiklah kami akan menjadi temanmu, tapi dengan satu syarat" ujar Ddraig.

"Apa itu?" tanya Naruto menatap kedua naga surgawi itu.

Ddraig menatap Albion, lalu Albion mengerti apa yang di maksudkan Ddraig si Hakuryuukou itu mengganguk pelan pada Sekiryuutei.

"Kami ingin tahu alasanmu, apa yang membuatmu ingin menjadikan temanmu" ujar Ddraig dengan serius.

"Perubahan," jawab Naruto cepat.

"Huh? Apa maksudmu gaki?" bingung Albion.

"Aku ingin merubah dunia terkutuk ini menjadi lebih baik, di masa perjalananku sebelum menjadi vampire. Aku selalu melihat para makhluk supranatural selalu menindas manusia, terutama malaikat jatuh dan iblis, aku sudah melihat para manusia di bantai dengan keji oleh mereka dimana pria di bunuh sementara wanita di perkosa lalu dibunuh, aku sudah melewati dunia yang kekejaman dan kebrutalan. Jadi aku bermaksud untuk mengubah segalanya" jawab Naruto.

"Lalu? Bagaimana kau merubah dunia ini aibo?" tanya Ddraig.

"Dengan caraku sendiri, kalian lihat saja apa yang ku ubah saja dari dunia ini," jawab Naruto.

"Souka. Terdengar menarik, baiklah aku akan menjadi temanmu" ujar Ddraig memamerkan gigi runcingnya.

Albion yang mendengar itu tersentak, lalu dia menghela nafas pelan menatap serius Naruto.

"Baiklah. Aku juga akan menjadi temanmu" ujar Albion.

Mendengar kedua naga surgawi itu, Naruto tersenyum tipis lalu turun dari kepala Atlas, dan mendekati kedua Kaisar naga surgawi itu, lalu Naruto memajukan kepalan tangan kanannya kepada mereka.

"Apa ini?" Albion menatap bingung Naruto, begitu juga dengan Ddraig.

"Ini adalah sebuah tos, sebelum kita berteman kita melakukan tos kepalan tinju. Ini juga sebuah janji bahwa kita akan menjadi teman sejati," ujar Naruto tersenyum tulus kepada kedua Kaisar naga surgawi itu.

"Dia terlihat berbeda sekali dengan hostku dulu, aku juga bisa mendapatkan kehangatan dalam energinya itu" batin Albion.

"Bocah vampire yang menarik," batin Ddraig tersenyum tipis.

Atlas yang melihat itu hanya terkekeh pelan, lalu tersenyum pada Naruto, yang dulunya hanya seorang bocah kecil baginya kini sudah menjadi dewasa dengan ideologinya juga.

"Kau sama sekali tidak berubah, Naruto" batin Atlas, mengigat dirinya juga pernah di lakukan seperti itu oleh hostnya.

Lalu Ddraig memberikan tos kepalan tangan kepada Naruto, di susuli oleh Albion. Setelah itu kepalan tangan mereka menyatu dengan Naruto.

"Dengan ini kita sudah berteman, mohon bantuannya Albion-san, Ddraig-san" ujar Naruto memberi cengiran tipis kepada kedua naga itu.

"San?" batin Ddraig, lalu dia terkekeh pelan karena mengerti apa maksudnya.

"Baru kali ini ada yang menganggapku seperti halnya manusia, bukan seperti hewan yang harus menurut kepada majikannya" batin Albion.

"Yah. Mohon bantuannya juga, Naruto/aibo" ujar kedua naga surgawi itu.

xXx

Di sebuah kerajaan dengan designer khas Mesir kuno, terlihat disana ada sesosok pria yang sedang duduk di singgasana sambil memegang cangkir yang berisi wine.

"HUUUUUAAAAARRRGGHHH"

Prank

Tiba-tiba pria itu berteriak dengan penuh amarah, sambil melemparkan cangkirnya, sosok wanita yang ada di sebelahnya terkejut atas tindakan pria itu yang selaku suaminya.

"Seth, kau kenapa?" ujar sosok wanita itu khawatir pada pria bernama Seth.

Seth, dia adalah salah satu dewa utama dari dewa Egypt (Mesir), dan wanita di sampingnya adalah Neith, salah satu istri Seth. Sebenarnya Seth memiliki tiga istri, yang pertama Nepthys, yang melahirkan Anubis dewa yang menempati alam kematian Egypt, lalu kedua Tawaret, dewi kudanil, istri Seth yang memihak Osiris, dan ketiga Neith. Dewi perburuan yang melahirkan Sobek dewa buaya, dari istri Seth Neith lah yang memihak suaminya hingga kini karena perkonfilikan antara Seth dan Horus.

"BAGAIMANA AKU DIKALAHKAN OLEH BOCAH VAMPIRE ITU. HINGGA KINI KEKALAHANKU TERBAYANG-BAYANG DI PIKIRANKU, HUUUUAARRRGGGHH" teriak Seth, melampiaskan amarahnya.

Sementara Neith, istri dari Seth itu hanya terdiam saja. Dia juga masih ingat bahwa suaminya kalah oleh seorang vampire yang memiliki kekuatan naga.

"Sudah 6 bulan kejadian itu berlalu, dan sekarang Seth masih mengingat kejadian kekalahannya" batin Neith sambil melihat suaminya yang berteriak-teriak marah dan menghancurkan benda di sekitarnya.

"HUUUUAAARRGGGH. SIAL. APALAGI AKU BELUM BISA MENGALAHKAN HORUS, DI TAMBAH BOCAH VAMPIRE ITU. TUNGGULAH PEMBALASANKU EQUIDES NARUTO!" teriak Seth, yang membanting barang-barang perabotan.

Neith yang melihat itu hanya menghela nafas, dia sudah terbiasa dengan amarah suaminya karena jika dia marah, Seth akan menghancurkan benda yang ada di sekitarnya.

Dewi perburuan dari mesir itu berjalan menuju kamarnya, setelah sampai di kamarnya Neith menutup pintu kamarnya lalu menghela nafas dengan pelan.

"Anubis, kemarilah" ujar Neith dengan pelan.

Tak lama kemudian sebuah pusaran pasir kecil muncul di hadapan Neith, lalu beberapa detik kemudian pusaran pasir itu semakin membesar, lalu lenyap seketika dan memunculkan sesosok pria kekar dengan kepala anjing, memegang sebuah tongkat dan memakai pakaian Mesir kuno.

"Salam hormatku pada ibunda!" ujar Anubis sopan sambil membungkukan badannya pada ibu tirinya, yang dibalas anggukan pelan olehnya.

"Jadi, ada apa ibunda memanggilku?" tanya Anubis.

"Apakah kau sudah mengetahui informasi tentang Equides Naruto, Anubis?"

"Ah, ternyata tentang Dragon Boy" gumam Anubis.

"Apa maksudmu dengan Dragon Boy. Anubis?" tanya Neith, mendengar gumaman Anubis.

"Itu adalah julukan Equides Naruto, dari pemimpin dewa Asgard Odin. Julukan itu di berikan padanya setelah mengalahkan Mother Glare, Eclipse Dragon" jawab Anubis, membuat mata Neith melebar.

"Lalu? Kenapa Odin memberi julukan Dragon Boy, pada Equides Naruto? Bukankah dia seorang vampire?" ujar Neith bingung.

"Karena dia sudah menjadi setengah naga, itulah membuat Odin memberi julukan itu padanya," jawab Anubis.

"Semakin lama bocah itu terus berkembang, bisa saja dia akan menjadi salah satu orang terkuat dalam dunia ini di masa depan nanti" batin Neith sambil mengigit bibirnya hingga berdarah.

"Apakah ibunda tidak apa-apa?" tanya Anubis khawatir karena melihat wajah ibu tirinya yang terlihat gelisah.

"Aku baik-baik saja, apakah ada lagi informasi tentang dia. Anubis?" jawab dan tanya Neith.

"Sejauh ini belum ada informasi tentang dia, aku masih mencari informasi Equides Naruto. Aku harus berhati-hati pada dia karena dia adalah salah satu kaum vampire, jika dia terbunuh atau terluka pasti peperangan akan berkibar, ibunda" jawab Anubis.

"Begitu yah... Kau boleh pergi Anubis, maaf jika aku menggangumu" ujar Neith dengan pelan.

"Tidak masalah ibunda, jika ibunda butuh bantuan tidak perlu sungkan memanggilku dan sampaikan salamku pada Sobek, ibunda" ujar Anubis tersenyum tipis, lalu dia pergi dengan pusaran pasir di sekitarnya.

"Baiklah," balas Neith tersenyum tipis padanya.

xXx

Laboratorium

Di sebuah tempat laboratorium, disana ada Naruto yang sedang bersemedi, lalu tak lama kemudian Naruto membukakan iris merah rubynya.

"Huffff," helaan nafas dari pemuda itu.

Naruto melihat sekililing ruangannya, dia tahu bahwa ini ruangan pribadinya yang di berikan oleh Aro padanya, terkadang Naruto juga bersemedi di laboratoriumnya untuk menenangkan pikirannya atau mengkembalikan energi kekuatannya.

"Sebaiknya aku kekamar saja, mengingat bahwa Victoria masih tidur disana" gumam Naruto pelan.

"Victoria? Hey Naruto, apakah kau menjalin hubungan dengan Victoria si vampire cantik itu" ujar Ddraig.

"Kau mengenalnya Ddraig?"

"Tentu. Dulu pengdahulu inangku mengicarnya untuk menjadi salah satu haremnya, namun usahanya gagal karena Victoria terlalu kuat, dia adalah wanita terkuat yang pernah kulihat" jelasnya.

"Dan sekarang dia menjadi pacarnya, bahkan dia sudah melakukan seks dengannya Ddraig" tambah Atlas.

"Sungguh? Aku tak menyangka kau akan menakluki vampir cantik itu, kau benar-benar pria sejati Naruto, aku yakin kau bisa menjadi Lady Killer, khukhukhukhu" ujar Ddraig sambil tertawa kecil.

"Terserah kalian," ujar Naruto malas sambil berjalan menuju kamarnya.

Setelah sampai di kamarnya, Naruto bisa melihat bahwa Victoria sedang berjalan bertatih-tatih dan lebih parahnya lagi Victoria tidak sebenang helai pakaian apapun.

"Hey sayang, kenapa kau berjalan seperti itu?" ujar Naruto mendekati Victoria.

"Mou, ini semua salahmu Naru, aku tidak bisa berjalan karena kamu yang terlalu brutal mainnya," ujar Victoria dengan wajah cemberut, dan mencubit perut Naruto membuatnya kesakitan.

"Maaf yah, jika aku terlalu brutal mainnya" ujar Naruto tersenyum kikuk.

Victoria menggembungkan pipinya, sambil memalingkan wajahnya, Naruto yang melihat itu langsung tersenyum jahil lalu Naruto menusuk pipi Victoria, membuat wanita itu merona.

"Kalau begitu, bisakah aku melihatnya?"

"Apakah kita akan melakukannya lagi, Naru?"

"Jangan berpikiran mesum dulu, aku ingin melihatnya karena ingin tahu seberapa parahnya, Victoria" ujar Naruto.

Victoria tersipu malu karena salah tangkap, membuat Naruto terkekeh pelan dan Victoria mencubit perut membuat pemuda itu merintih kesakitan.

"Kenapa sih, sama pacar galak banget? Main cubit-cubitan lagi"

"Biarin, itu karena kau selalu jahil"

"Hoo, begitu yah. Kalau begini gimana hm?!"

"Ahhh~, a-apa yang kau lakukan Naru?"

Victoria terkejut karena Naruto memegang payudaranya, meremas dan mencubit putingnya membuat Victoria mendesah.

"Ahhh~, ahhhh~ h-hentikan Naru" Victoria mendesah semakin kencang, karena Naruto menggigit telinga kanannya.

Apalagi Naruto meraba satu-persatu tubuhnya, meremas pantatnya dengan gemas membuat Victoria mendesah kenikmatan. Lalu Naruto memainkan klitoris Victoria, dan tanpa Victoria sadari ada sebuah energi ungu di telapak tangan Naruto dan Victoria tidak sadar hal itu.

"A-aku k-keluar. KYAAAAHHHHHH" tubuh Victoria melengkung indah saat mengeluarkan cairannya.

"Bagaimana Victoria? Apakah vaginamu sudah membaik?" ujar Naruto tersenyum tipis.

Victoria tidak menjawab karena mengatur nafasnya yang memburu, dia menjawab Naruto dengan sebuah anggukan kecil karena setelah kekasihnya memainkan vaginanya, entah kenapa kewanitaanya sudah lebih baik daripada tadi yang masih kesakitan.

"Itu adalah sihir penyembuhan milikku, makanya vaginamu agak membaik. Victoria" ujar Naruto menyeringai tipis saat melihat wajah Victoria.

Naruto menggendong tubuh Victoria yang polos, ala bridal style membuat wanita itu sedikit terkejut karena aksinya, Vicoria tidak memberontak malahan dia mengalungkan kedua lengannya pada leher Naruto.

Naruto membaringkan tubuh Victoria di kasurnya, lalu Naruto mengelus pipi dan rambut Victoria dengan lembut.

"Tidurlah sayang, aku tahu kau masih capek. Jadi, tidurlah untuk mengembalikan energimu oke?" ujar Naruto sambil mencium kening Victoria.

Victoria mengganguk dengan wajah merona atas perlakuan Naruto, yang romantis menurutnya. Lalu Naruto memasangkan selimut bewarna hitam untuk menyelimuti tubuhnya.

xXx

"Hey Naruto, apa kau sudah selesai bermain kuda-kudaanya?" ujar Alec menyeringai tipis.

Kini Naruto sedang berada di ruangan perkumpulan keluarga Volturi, disana ada dua pria berambut hitam dan pirang, mereka adalah Caius dan Marcus. Mereka adalah salah satu pemimpin kuno Volturi selain Aro, sebenarnya di keluarga Volturi ada tiga pemimpin, yang paling lama dia akan menjadi pemimpin.

Jane dan Alec sebenarnya adalah kembar, meskipun wajahnya seperti anak remaja namun umur mereka sudah ada 500 tahun lebih mereka hidup, mereka di tunjukkan sebagai penjaga keluarga Volturi, bagi seluruh kaum vampire mereka di panggil The Twin Strongest Volturi Guard.

Sementara Naruto sebagai penyerang bagi keluarga Volturi, yang berarti setiap musuh maka dialah yang akan maju dahulu sebelum menyerang penjaga dan pemimpinya, seperti permainan catur disini Naruto adalah Pion, lalu Jane dan Alec sebagai Rook yang melindungi raja dan ratunya, namun bedanya disini pemimpin mereka ada tiga, tidak seperti iblis yang menarik kaum manusia dan makhluk lainnya dengan alat Evil Pieces, yang di programkan sebagai permainan catur.

"Bisakah kau tidak berisik. Alec" ujar Naruto datar.

"Huh, apa-apaan ekspresimu itu Naruto. Harusnya kau itu senang mengambil keperawanan wanita cantik seperti Victoria, bahkan kecantikannya di akui di berbagai belahan dunia supranatural, jadi tak heran ada yang merebutkannya," ujar Alec dengan mendegus pelan.

"Bisakah kalin tenang! Aku sudah muak kalau kalian terus berdebat" ujar Jane menatap tajam Naruto dan Alec.

"Whatever" Naruto hanya mengangkat bahunya acuh.

"Yang seharusnya tenang itu adalah kau adik kecil, kalau kau marah-marah terus nanti cepat tua loh~" ujar Alec tersenyum tipis.

"Aku tidak akan tua karena aku ini vampire. Dan berhentilah memanggilku adik kecil, karena kita ini kembar!" ujar Jane meninggikan suaranya.

"Hey hey hey, aku lahir dulu di bandingkan denganmu jadi maklum lah, kalau aku memanggilmu dengan adik kecil" bantah Alec.

"Grrrrrr" Jane menatap geram dan marah pada Alec, membuatnya merinding karena melihat saudarinya itu.

"DIAM!"

BRAK

WHUUSSHHH

Caius menggebrak meja yang ada diskusinya, dan tak lama kemudian kobaran api ungu menyebar disana lalu lenyap seketika, membuat ruangan itu menjadi hening.

Caius menghela nafas pelan. "Kita akan berangkat ke kerajaan vampire di Rumania dan bertemu Alucard, raja vampire. Kuharap kau sudah siap Naruto!"

"Tentu," balasnya singkat.

"Baguslah, Alec siapkan lingkaran sihir yang kita sudah di tandai tempatnya," perintah Caius.

"Baiklah," Alec beranjak dari kursinya lalu mempersiapkan lingkaran sihir.

Mereka juga beranjak dari kursinya, lalu mendekat ke Alec di sisi kiri dan kanannya, begitu juga Naruto yang di sebelah di sisi kiri Alec dengan jubah bangsawan hitam yang sama dengan keluarga Volturi.

Sring

Lingkaran sihir hitam besar tercipta di kaki mereka, dengan di bawahnya bertuliskan Eropa kuno. Dan tak lama kemudian mereka menghilang bersama lingkaran sihir hitam yang di buat Alec.

xXx

Vampire Kingdom, Rumania

Sring

Sebuah lingkaran sihir hitam terlihat disana, lingkaran sihir itu mengeluarkan Naruto dan keluarga Volturi, Naruto bisa melihat bahwa di depannya ada sebuah kerajaan di depannya.

"Apakah itu kerajaan vampire?" ujar Naruto melihat kerajaan di depannya.

"Yah. Ini adalah kerajaan vampire, kalau di Perancis itu adalah Vampire Empire, kalau disana yang memimpinnya adalah seorang Kaisar vampire namun disini yang memimpin adalah seorang raja, raja dari seluruh vampire. Dia juga berhak memilih seorang Kaisar dan Duke (Adipati) untuk menjaga Vampire Empire di Perancis," jelas Caius.

"I see" Naruto menyeringai tipis.

"Naruto, apa yang kau rasakan setelah melihat kerajaan vampire secara langsung?" tanya Alec.

"Gelap dan hampa, itulah yang kurasakan disini" jawabnya datar.

"Kau akan terbiasa akan hal itu, mari kita masuk" ajak Marcus, menghandului mereka.

Lalu mereka menyusul Marcus, sebelum mereka masuk mereka di halang oleh penjaga disana yang memakai baju tempur perak dan hitam dengan menungangi seekor singa dan kuda bewarna putih.

"Welcome to the vampire kingdom. Caius-sama, Aro-sama dan Marcus-sama" ujar salah satu penjaga.

Ketiga pemimpin keluarga Volturi itu hanya mengganguk pelan saja.

"Dan siapa dia?" tambahnya menunjuk Naruto.

"Ah, dia adalah anggota keluarga baru kami, wajar kalau kalian tidak melihatnya. Namanya adalah Equides Naruto Volturi," jawab Aro.

"E-equides?! Maksud anda klan Equides yang bisa menciptakan sihir sesuai pikiran atau imajinasi mereka sendiri," ujar salah satu penjaga dengan terkejut, begitu juga rekannya, pasalnya klan itu sudah punah.

"Yah," balas Aro singkat.

"K-kalau begitu silahkan masuk, Aro-sama. Alucard-sama sudah menunggu anda dan Marcus serta Caius-sama!" lanjutnya.

Aro mengganguk pelan, lalu tak lama kemudian gerbang besi yang luas dan besar terbuka perlahan-lahan

Setelah itu Naruto dan keluarganya masuk kedalam, saat Naruto masuk kedalam hanya ada kegelapan saja yang ia rasakan, penerangan cahayanya cuma hanya ada di lilin saja di setiap sudut ruangannya.

"Seperti di film yang ada di bioskop yah, Naruto" ujar Atlas melalui telepati mereka.

"Yah, kau benar"

"Ini pertama kalinya aku masuk ke kerajaan vampire" ujar Ddraig melihat kerajaan vampire melalui mata Naruto.

"Memangnya kau tidak pernah masuk kesini Ddraig? Bukankah kau sudah lama hidup? Kau pasti pernah mempunyai host hybrid vampire bukan?"

"Yah, dulu pernah namun dia bukanlah vampire bangsawan, hostku dulu ia hanya seorang vampire biasa tanpa klan"

"Ini kedua kalinya bagiku, karena aku pernah mempunyai host vampire dan rajanya Alucard, kini Alucard masih berkuasa meskipun umurnya sudah tua" ujar Albion.

"Mungkin saja belum ada vampire yang pantas untuk menggantikannya, makanya dia masih bertahta hingga sekarang" sahut Atlas.

Sementara Naruto diam dan menyimak saja pembicaraan ketiga naga itu, seharusnya tubuhnya meledak karena menampung kekuatan yang sangat besar, tapi keberuntungan masih memihaknya karena tubuhnya tidak meledak, dengan bantuan Ddraig, Albion dan Atlas. Naruto yakin ia tak akan terkalahkan, karena Naruto pernah bercita-cita menjadi salah satu orang terkuat di alam semesta ini selain Apocalyptic Beast Emperor Trihexa/666, Apocalypse Great Red, Ouroboros Dragon dan Sang dewa penghancur Shiva dari Hindu.

Setelah memikirkan itu Naruto memfokuskan dirinya ke depan, di depan sana terlihat ada seorang pria berambut perak dengan iris merah mengerikan dan di sisinya ada seorang wanita berambut coklat gelombang, berkulit tan eksotis dan memakai dress merah membuatnya semakin cantik.

Sementara pria berambut perak, iris merah mengerikan, kulit putih pucat dan memakai jubah bangsawan bewarna merah khas Eropa kuno, memandang dirinya dan keluarganya dengan seringai tipis.

"Pria yang duduk di singgasana itu pasti adalah Alucard, si raja vampire dan wanita di sebelahnya adalah istri Alucard Ilona Szilágyi" ujar Albion melihat kedua vampire itu.

"Bagaimana kau tahu itu Albi?" Ddraig melirik Albion.

"Aku sudah bilang bahwa aku punya host vampire bangsawan dulu, jadi aku cukup tahu tentang ini dan jangan panggil aku Albi!" Albion mendelik pada Ddraig, sementara si Sekiryuutei hanya terkekeh pelan.

"Hmm... Aura raja vampire itu cukup mengerikan juga yah, hohoho kowai" ujar Ddraig merasakan aura tubuh Alucard.

Naruto menatap Alucard dalam diam, tak lama kemudian raja vampire itu beranjak dari singgasananya, lalu berdiri menatap mereka dengan seringai tipis dan menujukkan gigi vampirenya yang tajam dan buas.

"Halo Aro kawan lamaku," ujar Alucard dengan seringai tipis.

"Halo juga Alucard kawan lamaku," ujar Aro dengan tersenyum miring.

.

xXx

Continued

A/n : Halo minna-san, sudah lama tak berjumpa.

Maaf jika saya lama updatenya karena sibuk duniawi dan mood yang pas untuk menulis, saya tahu bahwa ini pendek mungkin wordnya 3k atau 4k saya sengaja karena tidak mau alurnya terburu-buru.

Kalian pasti susah ngebayangin istri Seth dan istrinya Alucard, saya juga bingung ngedekrikpsinya karena tidak ada ciri-ciri fisik jadi saya menggunakan imajinasi saja seperti kebanyakan orang barat yaitu berambut pirang dan berkulit tan eksotis karena berjemur di pantai seperti abis nyuci pakaian aja.

So. Yang masih setia nunggu ceritaku saya amat berterima kasih hehehe, penasaran dengan kelanjutannya kalau begitu tungguin aja updatenya wkwkwkwk!

Saya ucapkan lagi...

Terimakasih!