Disclaimer : Cuma minjam saja, mungkin akan mengambil dari karakter anime lain

Genre : Adventure, supranatural, fantasy, tragedy.

By :Kuroyaza

.

xXx

Vampir Kingdom

Di sebuah ruangan gelap, dengan penerangan yang di terangi oleh sebuah lilin saja, terlihat disana ada sosok Naruto, Alec, Jane, Caius, Marcus bersama Sang raja vampire. Alucard bersama istrinya Ilona Szilágyi, yang kini sedang berkumpul di meja bulat besi dengan arsitektur kuno dan kursi masing-masing yang terbuat dari besi.

"Dunia telah berubah drastis, para keturunan Adam berkembang dengan teknologinya, begitu juga dengan dunia supranatural" ujar Alucard meneguk wine yang ada di gelasnya.

"Ahh sayang, bisakah kau isi wine ku kembali, karena wine milikku sudah habis" pinta Alucard pada istrinya.

"Tentu sayang," Ilona pun mengambil botol wine yang berada di meja bundar itu, lalu membuka dan menuangkan wine pada cangkir gelas milik suaminya.

"Yah. Aku setuju denganmu kawanku, para keturunan Adam terus berkembang dengan otak mereka, mereka menciptakan beberapa senjata. Namun di balik itu semua manusia tetaplah tertindas, karena perbedaan fisik dengan makhluk supranatural" ujar Aro sambil memejamkan iris matanya.

"Fisik memang bisa di andalkan untuk bertarung kawanku, namun jika kau mengandalkan otak mereka bisa menciptakan sesuatu yang mengerikan. Itulah yang membuat sebagian para makhluk supranatural tertarik dengan manusia" balas Alucard menyeringai tipis.

"Bukankah kita juga begitu? Kita bisa menarik manusia melalui gigitan vampire kita, itu juga berlaku pada musuh abadi kita, werewolf" ujar Caius datar.

"Yah. Kau benar, namun ada yang suatu menarik dari salah satu kalian" ujar Alucard memperlebar seringainya.

"Kalau boleh tahu, siapa itu Alucard-sama?" tanya Alec.

"Kau. Kau pasti Dragon Boy" ujar Alucard menunjuk Naruto.

Sementara orang yang di tunjuk hanya memandang diam Alucard. Sang raja vampire itu, meskipun hatinya agak gugup karena di tunjuk oleh Alucard, walaupun begitu Naruto tetap berusaha tenang dan mengstabilkan metalnya karena berhadapan raja dari semua rasnya.

"Yah. Anda benar Alucard-sama, saya adalah Dragon Boy. Julukan yang di berikan oleh pemimpin dewa Asgard. Odin" ujar Naruto dengan tenang dan datar.

"Kau adalah vampire yang menarik. Tidak, kau adalah seorang mantan manusia yang menarik, mengalahkan salah satu dewa Egypt, Eclipse Dragon dan membunuh salah satu dewan werewolf, kau benar-benar vampire sejati Dragon Boy, jadi kalau boleh tahu siapa namamu?" ujar Alucard dengan seringai tipis.

"Naruto. Equides Naruto Volturi, itulah namaku" ujar Naruto memperkenalkan dirinya.

"Naruto? Hahahaha. Jika di Jepang itu adalah salah satu toping ramen, namun nama 'Naruto' mempunyai arti yang besar yaitu Pusaran" ujar Alucard agak sedikit memiringkan kepalanya.

"Dan Naruto apakah kau sudah punya kekasih?" lanjutnya bertanya pada pemuda berambut merah itu.

"Ma–"

"Sebenarnya Naruto sudah punya kekasih. Kekasihnya itu adalah Victoria, dan hebatnya lagi Naruto sudah mengambil keperawanannya" ujar Alec memotong perkataan Naruto.

Naruto menatap tajam Alec. Bahkan mata merah rubynya menyala seperti seekor predator yang sedang menatap mangsanya, sementara Alec yang di tatap seperti itu mulai mengatifkan mata vampirenya yang bewarna merah terang.

"Begitukah? BUAHAHAHAHA" ujar Alucard dengan tertawa kencang, sampai menggema di ruangan yang ia tempati.

"Sayang sekali. Padahal aku ingin menjodohkanmu dengan putriku, tapi yang namanya vampire. Mereka bisa mendapatkan istri sebanyak yang mereka mau, mereka lebih senang dengan sebutan istri sah daripada selir, seorang wanita selir adalah pelacur bagi kaum kami, tidak seperti makhluk supranatural lainnya," lanjutnya dengan seringai tipis dan menujukkan gigi vampirenya.

"Jadi Alucard-sama ingin menjodohkan saya dengan putri Anda?" ujar Naruto bingung.

"Yah. Kurang lebih begitu,"

"Kenapa Alucard-sama mengiginkan saya berjodoh dengan putri Anda, padahal saya hanya orang baru disini. Bahkan saya baru saja menginjakan kaki saya di istana vampire, tapi kenapa Alucard-sama ingin menjodohkan putri Anda dengan saya?" ujar Naruto agak bingung dengan sikap Sang raja vampire itu.

"Equides merupakan klan vampire yang hebat, namun sayang klan itu punah karena peperangan antara vampire dan werewolf yang tidak bisa berakhir, apalagi kita juga kehilangan setengah klan karena penyerangan kedua makhluk yang tidak tahu untung itu" suara Alucard mulai memberat, dan mata merahnya menyala.

"Sayang tenanglah, kau jangan terpancing emosi. Aku tahu bahwa kau masih belum bisa melupakan kejadian itu, tapi tenang dan kontrolkan emosi dirimu sayang," bisik Ilona di telinga suaminya dan memeluk lehernya dari belakang.

Alucard memejamkan iris matanya, lalu menghela nafas dan membuka kembali matanya sambil meminum winenya.

"Ah, maaf jika aku terpancing emosi sehingga perbicaraan tadi kurang enak," ujar Alucard.

"Tidak apa-apa Alucard-sama, saya mengerti bahwa Anda belum bisa kejadian penyerangan kerjasama antara werewolf, Akuma dan Da-tenshi. Saya mengerti bahwa seorang raja tidak mau rakyatnya terluka. Jika saya menjadi Anda maka saya pasti belum bisa melupakan kejadian penyerangan itu karena korbannya tidak main-main" ujar Naruto.

Alucard yang mendengar itu tersenyum tipis, karena jarang sekali vampire-vampire muda mengerti perasaan seorang raja. Karena menjadi seorang raja memiliki tanggung jawab yang berat, maka dari itu Alucard belum turun dari tahtanya, karena belum ada yang pantas menjadi kandidat raja untuk menggatikan dirinya. Apalagi para pemuda vampire sekarang terlalu bergantung pada klan dan bersembunyi di balik nama klan mereka, karena seorang raja tidak memakmurkan rasnya saja, tapi harus mendengar suara hati para rakyat juga.

"Kurasa aku sudah mendapatkan kandidat calon suami anak kita dan kandidat calon seorang raja, sayang" ujar Alucard pada istrinya melalui telepati.

"Kau serius sayang bahwa kau akan menjodohkan putri kita dengan Naruto. Apalagi menurunkan tahtamu pada dia, diakan masih muda sayang. Bahkan umurnya saja seperti 16 atau 18 tahunan" ujar Ilona kurang yakin.

"Meski begitu dia kuat sayang. Apalagi dia telah mengalahkan salah satu dewa utama dari Egypt, apalagi dia mengalahkan Mother Glare, naga Eclipse yang kekuatannya setara dengan Five Dragon King. Itu sudah membuktikan bahwa dia kandidat raja yang pantas, belakangan ini juga para pemuda vampire bangsawan belum ada yang cocok untuk menggantikanku, mereka masih labil dan hanya berlindung di belakang nama klan mereka," ujar Alucard.

"Baiklah jika seperti itu, aku hanya mendukungmu saja sayang. Tapi kau harus membicarakan ini dengan para dewan dan para tetua klan tentang usulanmu ini, sayang" balas Ilona.

"Terimakasih sayang. Kau selalu ada jika aku kesusahan dan kau selalu mendukungku setiap saat, aku mencintaimu, sayang" ujar Alucard tersenyum tulus pada istrinya.

"Aku juga mencintaimu sayang" Ilona membalas senyuman suaminya.

Alucard menatap serius pada Naruto, sementara pemuda itu hanya diam dengan tenang walaupun dirinya sedang di tatap oleh raja dari seluruh kaumnya.

"Naruto, maukah kau di jodohkan dengan putriku?" ujar Alucard membuat Naruto terkejut.

"Tunggu Alucard. Kau serius mau menjodohkan putrimu dengan Naruto?" ujar Aro yang ikut terkejut juga.

"Tentu saja. Kapan aku berbohong padamu Aro kawanku?" ujar Alucard tersenyum tipis.

"Beberapa kali, aku tidak mau menghitungnya karena aku sedang malas" ujar Aro datar.

"Hehehe. Mungkin hanya beberapa kali saja kawanku, namun kali ini aku serius." ujar Alucard sambil cengegesan.

"Jadi Naruto, apakah mau di jodohkan dengan putriku?" lanjutnya pada pemuda merah itu.

"Maaf jika saya lancang Alucard-sama. Jika Anda ingin menjodohkan putri Anda dengan saya, maka saya harus ijin dulu pada Victoria. Aku tidak mau menyakiti perasaannya dan jika berkenan saya harus mengetahui watak dan sifat putri Anda. Karena sebuah pernikahan bukanlah main-main, itu adalah sebuah janji suci yang harus di jaga dan itu juga memiliki tanggung jawab yang besar" ujar Naruto dengan serius.

Perkataan Naruto membuat Alucard dan Ilona tersenyum, Aro juga tersenyum mendengar perkataan Naruto begitu juga seluruh keluarganya.

"Sepertinya kau memilih calon suami yang tepat untuk putri kita, sayang" ujar Ilona tersenyum senang.

"Sudah kubilang bukan."

"Baiklah Naruto, aku akan memperkenalkan putriku padamu" ujar Alucard.

"Eh? Bukankah ini terlalu cepat Alucard-sama?" ujar Naruto terkejut.

"Lebih cepat lebih bagus kurasa Naruto. Sebelum itu mari kita berkeliling kerajaan ini dulu Naruto, katanya kau baru disini kalau begitu akan kau ajak berkeliling dan yang lainnya kalian bebas mau apa saja," ujar Alucard dengan senyuman tipis di wajah pucatnya.

"Menjadi klan terakhir vampire memang merepotkan." batin Naruto sambil menghela nafas.

"Kuharap para ragaku baik-baik saja disana, kuharap kalian bisa memenuhi tugas yang kuberikan pada kalian bersama Ddraig dan Albion," batin Naruto sambil mengingat sesuatu.

Flashback

Sebelum Naruto ke meja khusus dari raja vampire Alucard, ia ijin ke toilet dengan alasan ingin buang air kecil. Namun pemuda tidak melakukan itu semua malahan Naruto terdiam di ruangan toilet.

"Aku akan membelah ragaku menjadi tiga, Ddraig dan Albion akan mengikuti kedua ragaku itu karena ada yang harus tugas yang belum kerjakan, dan itu penting" gumam Naruto.

"Membelah raga? Memangnya ada sihir seperti itu Naruto?" tanya Ddraig bingung.

"Sebenarnya tidak ada, hanya saja aku menciptakan sihir membelah raga untuk sesuatu kepetingan mendesak," jawab Naruto.

"Sihir membelah raga layaknya seperti klon. Namun klon jika diserang ia akan menghilang, tapi berbeda raga jika ia mati oleh lawannya maka ragaku akan kembali" lanjut Naruto.

"Aku tak tahu seberapa kehebatan klan Equides, sehingga kau bisa menciptakan sihir seperti itu Naruto. Namun bagaimana kami ikut dengan kedua ragamu itu?" ujar Albion.

"Tenang saja. Kekuatan kalian sudah berada di jiwaku atau lebih tepatnya kita sudah menyatu, jika aku membelah ragaku maka salah satu dari kalian akan mengikuti ragaku itu" jawab Albion.

"Lalu kenapa kau dan Atlas saja yang melakukan itu? Bukankah ini lebih mudah jika kau yang turun tangan," ujar Albion bingung.

"Jika aku dan Naruto yang turun tangan, maka Naruto tidak bisa menghadiri pertemuan dengan raja vampire itu, lagipula ini pertama kalinya Naruto menginjakan kakinya pada kerajaan rasnya. Jadi dia tidak boleh melewatkan momen ini," kali ini Atlas lah yang menjawab.

"Apalagi aku memiliki kekuatan kalian, belum lagi aku tidak menceritakan kekuatan baruku pada keluargaku," ujar Naruto.

"Kau menyeritakan seluruh kekuatanmu pada keluargamu, Naruto? Apakah kau tidak curiga jika suatu hari nanti mereka akan mengkhianatimu." ujar Ddraig.

"Itu tidak akan terjadi, karena mereka sudah mengucapkan janji suci, jadi mereka tidak akan mengkhianatiku sampai kapanpun itu," ujar Naruto tegas.

"Memangnya apa yang membuatmu sangat yakin, jika mereka tidak akan mengkhianatimu?" ujar Albion kurang yakin.

"Karena keluarga Volturi sangat patuh apa yang namanya janji, apalagi janji suci. Jika mereka melanggar umur mereka tidak akan lama lagi," ujar Naruto sambil memejamkan matanya.

"Maksudmu mereka akan mati jika tidak menepati janji mereka?" ujar Albion.

"Yeah," Naruto membuka matanya dan mengganggukkan kepalanya dengan pelan.

"Apa itu juga berlaku padamu? Karena kau memakai nama marganya," tanya Ddraig.

"Tidak. Aku hanya memakainya saja, jadi aku sama sekali tidak terikat dengan janji-janji yang di lakukan oleh Volturi," jawab Naruto.

"Begitukah? Kau cukup licik juga yah," ujar Ddraig dengan seringai tipis.

"Dunia ini penuh akan tipu muslihat, lalu soal kelicikan aku menganggapnya berhati-hati dan berwaspada" balas Naruto.

"Sudahlah. Kita akhiri basa-basinya, aku akan memulainya," lanjut Naruto.

Setelah itu Naruto membacakan sebuah mantra yang ada di benaknya da sangat sulit di hapal oleh orang lain, setelah membaca mantranya keluarlah sebuah sebuah 2 energi ungu di sisi kanan dan kiri Naruto, energi ungu itu mulai membentuk seseorang, ternyata energi itu membentuk Naruto dengan pakaian jubah hitam bangsawan yang sama.

Sring

Baatttzzz

"Wow. Kita benar-benar terpisah sekarang," ujar Ddraig dalam bentuk gauntlet di tangan kiri Naruto(raga).

"Yah, aku benar-benar kagum dengan perbentukan sihir ini Naruto, pantas saja klan mu adalah salah satu klan mematikan di bangsa vampire," ujar Albion dalam bentuk sayap mekaniknya di punggung Naruto(raga2).

Naruto hanya tersenyum tipis menanggapi kedua Kaisar naga surgawi itu.

"Kalian mengerti apa tugasnya kan?" perintah Naruto datar pada kedua raganya.

"Ha'i, kami mengerti dan akan kami dilaksanakan." balas kedua raganya dengan datar.

Naruto menggangguk pelan. Setelah itu kedua raganya pergi dengan menjadi beberapa kelalawar dan mata merah yang terang.

"Dengan begini rencanaku akan cepat terlaksanakan, kita lihat apakah mereka benar-benar akan melakukan itu." batin Naruto.

Flashback Off

xXx

London, Inggris

Di sebuah salah satu kota Inggris, tempat ada cukup banyak Gerejanya. Tempat ini adalah salah satu wilayah Tenshi, para Tenshi memiliki wilayah dataran Eropa, meski begitu tak semua Eropa milik dataran Tenshi, karena ada beberapa Fraksi atau mitologi yang memilikinya.

Di balik itu semua terlihat Naruto sedang memasuki gereja yang tidak terpakai, sebenarnya Naruto disini adalah raganya, yang di perintahkan langsung olehnya.

"Hey siapa kau! Kenapa kau berada disini huh!" terlihat ada beberapa makhluk yang memiliki sayap hitam di punggungnya, sambil menciptakan tombak cahaya di tangannya masing-masing.

"Tenanglah bung. Aku kesini dengan damai, aku kesini hanya bertemu dengan pemimpin kalian" ujar Naruto dengan santai.

"Maksudmu Kokabiel-sama?" tanya salah satu dari mereka dan dibalas anggukan dari Naruto.

"Cih. Mana mungkin Kokabiel-sama mengundangmu kesini, apalagi kau ini adalah vampire" ujar rekannya.

"Aku memang tidak di undang, tapi aku ingin bicara dengan orang yang bernama Kokabiel itu," ujar Naruto mulai datar mereka.

"Cih. Kami tidak percaya ay—"

"Tunggu dulu!" ujar seseorang yang memotong perkataan salah satu da-tenshi, orang tersebut memiliki telinga lancip dengan sepasang 6 sayap hitam.

"Kokabiel-sama!" para da-tenshi itu terkejut melihat pimpinan mereka, lalu mereka menunduk hormat pada orang yang bernama Kokabiel itu.

"Jadi, kaulah yang bernama Kokabiel. Salah satu Jendral dari malaikat jatuh," ujar Naruto, melangkah menuju Kokabiel dengan pelan.

"Yah, itu aku. Siapa kau sebenarnya vampire? Karena aku merasakan energi kuat dalam tubuhmu" ujar Kokabiel pada Naruto.

"Dan juga naga," lanjut Kokabiel di dalam batinnya.

"Ahh, aku adalah Equides Naruto." jawab Naruto, membuat mata Kokabiel melebar.

"Hooo. Aku tak menyangka bahwa aku bisa bertemu dengan orang-orang yang sedang di bicangkan... Jadi, apa mau mu? Aku yakin kau kesini tidak untuk menemuiku saja bukan?" ujar Kokabiel dengan seringai tipis.

"Yah, kau benar aku kesini untuk memberi tawaran padamu," ujar Naruto dengan seringai di sudut bibirnya.

"Tawaran? Tawaran apa?"

"Ku dengar kau ingin memecah perang Great War yang ke-2, dengan cara membunuh pewaris iblis klan Sitri dan Gremory, untuk hal itu makanya aku memberi tawaran padamu Kokabiel." ujar Naruto dengan seringai tipis.

"Bagaimana kau tahu bahwa aku akan memecah perang kembali? Seharusnya itu rahasia," ujar Kokabiel menatap tajam Naruto.

"Bagaimana aku tahu? Aku memiliki jaringan mata-matanya yang luas, Kokabiel-kun" ujar Naruto sambil tersenyum miring.

"Jaringan mata-mata? Atau jangan-jangan kau adalah mata-mata dari Azazel, Gubernur yang tidak berguna itu." ujar Kokabiel memicingkan matanya pada Naruto.

Kali ini Kokabiel harus berwaspada pada bocah vampire ini, meski dia seorang bocah kekuatannya tidak boleh di anggap main-main. Karena pemuda di depannya ini mengalahkan beberapa makhluk yang kuat, contohnya saja Mother Glare. Naga Eclipse, naga yang kekuatannya setara dengan Five Dragon King.

"MUAHAHAHAHA." tiba-tiba Naruto tertawa kencang atas pernyataan Kokabiel. Anak buah Kokabiel terheran-heran atas sifat Naruto, yang tiba-tiba tertawa kencang.

"Aku mata-mata dari Azazel. Gubernur da-tenshi, MUAHAHA. Kau lucu sekali Kokabiel-kun" ujar Naruto sambil tertawa.

"Hey aku ini vampire, ras yang kalian pernah di bantai oleh kalian dengan akuma dan werewolf, sejak insinden itu banyak kaum vampire membenci ras da-tenshi dan akuma, jadi aku tak mungkin bekerja sama dengan da-tenshi, apalagi akuma" lanjut Naruto dengan tersenyum lucu.

"Lalu kenapa kau ingin bekerja sama denganku? Bukankah aku seorang malaikat jatuh?" tanya Kokabiel.

"Untuk hal itu, ada yang beberapa urusan penting. Maka sebab itu aku ingin memberi bekerja sama denganmu. Kokabiel-kun" ujar Naruto kembali tersenyum miring.

"Urusan penting? Urusan apa memangnya?" tanya Kokabiel.

"Maaf saja itu privasi. Jadi apakah kau menerima tawaranku tadi?" ujar Naruto membuat Kokabiel agak kecewa.

"Baiklah aku terima, apa tawaranmu itu?" rasa kecewa Kokabiel terganti oleh rasa tertarikan, jujur saja Kokabiel cukup tertarik tawaran pemuda itu.

"Kau ingin membunuh kedua pewaris Sitri dan Gremory bukan?" tanya Naruto.

"Yah, dan kau sudah mengetahuinya."

"Salah satu peerage Gremory memiliki Sacred Gear Longinus, lebih tepatnya Boosted Gear. Namun peerage dari Gremory itu belum bisa menguasai kekuatan dari Ddraig, The Red Dragon" ujar Naruto.

"Yah, aku tahu itu. Aku bisa membunuh mereka dengan mudah, apalagi aku memiliki Cerberus," balas Kokabiel dengan seringai di wajahnya.

"Tapi apakah kau lupa, jika Azazel memiliki Hakuryuukou?" tanya Naruto.

Pertanyaan Naruto membuat Kokabiel terdiam, dalam benak Kokabiel kenapa ia melupakan hal itu? Pasti Azazel menyuruh Hakuryuukou untuk menggagalkan rencananya.

"Aku yakin Azazel tidak akan diam, karena ia mencintai perdamaian, pasti Azazel tidak mau perang terpecah kembali bukan?" ujar Naruto pada Kokabiel.

"Kurasa kau benar. Jadi apa yang kau tawarkan padaku, Equides Naruto." ujar Kokabiel dengan tegas.

Naruto yang mendengarnya menyeringai, lalu pemuda itu membuat lingkaran sihir bewarna ungu di sisi kirinya, lingkaran sihir itu mengeluarkan sebuah tongkat kayu bewarna hitam dengan bola ungu, sebesar bola tenis di tengahnya, Naruto segera memegang tongkat hitam itu.

"Ambilah ini," Naruto melempar tongkat hitam itu pada Kokabiel, dan Kokabiel menangkapnya dengan mudah.

"Apa ini?" Kokabiel memperhatikan tongkat hitam di gengamannya di tangan kanannya.

"Itu adalah tongkat sihir, dulunya tongkat itu milik wanita dark elf, namun aku merebutnya dengan cara membunuhnya. Aku memperkuat kekuatan tongkat sihir itu, dan kau bisa rasakan bahwa kekuatannya sangat dashyat bukan?" ujar Naruto dengan seringai tipis.

"Apakah spesialnya dari tongkat sihir ini?" tanya Kokabiel.

"Sihir penghacur, tongkat itu bisa mengeluarkan sihir penghacur yang sangat hebat. Bahkan lebih hebat dengan Power Of Destruction milik klan Lucifer dan Bael, kau juga bisa memanggil Disaster Dragon" jawab Naruto.

"Apa itu Disaster Dragon? Aku belum pernah mendengar naga yang bernama Disaster Dragon." ujar Kokabiel bingung.

"Disaster Dragon. Ia adalah naga kuat, dulunya ia adalah seorang pangeran yang memiliki sifat buruk, seperti menindas, memperkosa dan membuat kekacauan. Karena sifatnya itu ia di kutuk oleh para dewa menjadi naga, namun kutukan itu membuatnya tak terkalahkan. Para dewa kuno seperti dewi cahaya dan dewa alam, membuat keputusan untuk menyegel Disaster Dragon dalam tongkat, siapa pemilik dari tongkat ini Disaster Dragon akan tunduk pada pemiliknya" jelas Naruto.

"Dewi cahaya dan dewa alam? Aku belum pernah mendengar dewa seperti itu, kau jangan mengarang cerita Equides Naruto. Aku sudah lama hidup, jadi aku tahu semua para dewa dari seluruh mitologi," ujar Kokabiel dengan keras.

"Hey. Kau pikir dewa yang hidup cuma seperti Zeus, Odin, Shiva, Horus dan Izanagi. Dunia ini luas Kokabiel, meski kau sudah hidup lama tapi pengetahuanmu masihlah rendah, dewi cahaya dan dewa alam adalah dewa kuno. Mereka terbentuk dalam energi berada di bumi, setelah Tuhan bible menciptakan dunia ini. Bahkan mereka sudah ada dari dulu sebelum Lucifer dan para dewa mitologi di ciptakan camkan itu. Tapi jika kau tidak percaya itu terserah kau saja," ujar Naruto menatap datar Kokabiel.

"Baiklah aku percaya padamu." ujar Kokabiel sambil menyimpan tongkat hitam itu, dalam sihir penyimpanannya.

"Sebagai imbalannya aku akan memberimu pelayan," lanjut Kokabiel membuat Naruto terkekeh.

"Kurasa tidak usah Kokabiel-kun, karena aku tidak butuh pelayan" ujar Naruto sambil menatap Kokabiel.

"Tidak. Tidak bisa seperti itu, kau sudah memberiku senjata kuat padaku. Sebagai imbalannya aku akan memberimu pelayan wanita, mungkin ini tidak seberapa yang telah kau berikan padaku" ujar Kokabiel dengan tegas.

"Baiklah, jika kau memaksa Kokabiel" balas Naruto.

Kokabiel mendengar itu langsung senang karena pemuda itu mau menerima imbalannya.

"Raynare. Kemarilah," ujar Kokabiel dengan mengeraskan suaranya.

Tak lama kemudia muncul lah seorang wanita berambut hitam agak panjang, memiliki iris violet dan berpakaian seperti orang masokis.

"Wanita ini namanya Raynare, dulu aku pernah memberikan tugas untuk mengestrak Sacred Gear dari seorang biarawati, namun dia gagal karena di gagalkan oleh bocah Sekiryuutei dan pewaris Gremory, saat mau di ujung tanduk nyawanya aku menyelamatkan nyawanya dari serangan adik Maou palsu itu" ujar Kokabiel melirik wanita bernama Raynare.

"Hmm... Sad" gumam Naruto mendengar cerita Kokabiel.

"Kemarilah Raynare, kau akan menjadi pelayanku. Aku akan memperlakukanmu dengan baik, jadi kau tak perlu takut saat kau menjadi pelayanku karena aku menghormati derajat seorang perempuan dan wanita," ujar Naruto mengulurkan tangan kanannya pada Raynare.

Raynare terlihat ragu memegang uluran tangan dari Naruto, tapi saat melihat senyuman Naruto dan anggukan dari Kokabiel yang memberi kesempatan hidup, ia menerima uluran tangan Naruto.

"Hangat." itulah yang Raynare rasakan setelah menyentuh telapak tangan Naruto.

Greb

Naruto tiba-tiba menarik Raynare ke dekapannya, Raynare terkejut saat Naruto mendekap ke dalam dada bidang Naruto dan terlihat wajahnya merona tipis.

"Sekarang kau tak perlu takut lagi Raynare, karena mulai ini akulah yang akan menjagamu. Siapapun yang akan menyakitimu mereka harus menghadapi ku dulu," bisik Naruto tepat di telinga Raynare.

Raynare yang mendengar itu tersentak, baru kali ini ada laki-laki yang memperlakukannya seperti ini, ia merasa bahwa Naruto adalah seorang ksatria yang akan melindunginya, kebanyakan pria yang Raynare lihat. Mereka hanya memfokuskan pada tubuhnya saja, tidak seperti Naruto yang mau melindunginya. Walaupun statusnya akan menjadi seorang pelayan.

"Heh. Dasar anak muda" batin Kokabiel melihat adegan picisan di depannya.

"Hoh, romantis sekali"

"Kenapa Ddraig? Kau tak suka aku begini?"

"Tidak. Hanya saja mulutmu terlalu manis untuk menjadi kenyataan seperti perkataan mu tadi pada wanita malaikat jatuh itu,"

"Hooo. Kau menyindirku? Kau tahu dalam setiap ucapanku tidak pernah main-main, aku memang menghormati derajat seorang wanita dan perempuan. Makanya setiap musuhku wanita aku langsung membunuhnya, tidak memperkosanya dan memperbudaknya"

"Terserah. Tapi apa kau yakin jika mendukung Kokabiel? Karena ia mau memecah perang Great War, pasti para kaummu akan terlibat juga."

"Kau tenang saja Ddraig. Ini sesuai rencana oleh yang di berikan bos padaku, malahan bos sangat mendukung rencana ini, dengan terbunuh kedua pewaris iblis itu pasti memecah langsung Great War. Karena kakaknya itu seorang siscon aku tingkat tinggi, dengan peperangan antara akuma dan da-tenshi, pasti tenshi akan menghentikan peperangan itu, namun kedatangan Fraksi tenshi perang semakin memanas, mitologi Shinto yang tidak mau tempatnya yang menjadi peperangan antar ras, pasti Shinto akan mengerahkan prajurit dan dewanya untuk menghentikan perang itu. Tapi peperangan malah memakin memanas karena kedatangan mereka, peperangan itu juga akan menarik mitologi lain seperti Olympus, Nordik, Hindu dan Egypt" jelas Naruto.

"Hohoho, mengadu dombakan mereka dengan Kokabiel menjadi kambing hitamnya?"

"Kurang lebih seperti itu, Ddraig."

"Heh. Aku tak tahu harus menilai cerdik atau licik padamu aibo, pikiranmu memang mengerikan"

"Aku anggap itu sebuah pujian, namun aku tidak boleh senang dulu karena belum tentu rencana ini berhasil, karena sebuah kejutan akan selalu terjadi. Jika rencana tidak berhasil, maka aku harus menggunakan rencana b"

"Kau benar-benar merencakannya dengan matang. Untuk seorang pemuda kau mengerikan Naruto, sangat jarang pemuda untuk di temukan dalam dunia ini, karena pemuda jaman sekarang terlalu mudah mengikuti nafsunya"

"Yah. Kau benar, terkadang aku prihatin pada pemuda-pemuda jaman sekarang,"

Setelah berbicang dengan Ddraig dalam telepatinya, Naruto memandang Kokabiel dengan tersenyum tipis.

"Senang bisa bekerja sama dengamu. Semoga Ayahmu memberkati dirimu, mari kita pergi Raynare" ujar Naruto berjalan ke arah pintu keluar.

"Ha'i," Raynare mulai menyusul Naruto dari belakang.

Sementara Kokabiel terkejut atas perkataan Naruto tadi. Ia menatap punggung pemuda itu yang sedang terus berjalan bersama Raynare di belakangnya.

"Siapa kau sebenarnya Equides Naruto." batin Kokabiel sambil melihat punggung lebar Naruto.

xXx

Underworld

"Underworld. Sebuah dunia bawah yang di tempati oleh beberapa makhluk hidup," ujar seorang pemuda berambut merah, memakai jubah bangsawan, sambil mengambil beberapa butiran tanah Underworld lalu menghempaskannya kembali.

"Yah, naga juga menempati dunia bawah ini" sebuah suara berat mengiang di pikiran pemuda itu.

"Apakah Dragon Mountain yang kau maksud, Albion?"

"Yah. Sebab itulah Tanin dan Tiamat menjadi iblis, Naruto"

"Kau tahu Atlas sangat membenci jika harga diri seekor naga, di samakan oleh iblis. Sebab itulah Atlas membenci Tiamat dan Tanin, jika dia disini maka Atlas mendatangi Dragon Mountain dan menghabisi kedua naga itu,"

"Dia memang selalu seperti itu, Atlas memang membenci iblis sejak dahulu. Maka dari itu Atlas sangat membenci jika seekor naga menjadi iblis, menurutnya itu sama saja merendahkan harga dirinya layaknya seorang pelayan"

"Yah. Bahkan Atlas pernah bilang padaku bahwa Tiamat tidak pantas mendapatkan gelar raja naga. Albion kau tahu apa sebab Atlas membenci iblis?"

"Entahlah aku juga tidak tahu,"

"Baiklah, karena kau tidak tahu sebaiknya kita berjalam ke tempat tujuan." ujar Naruto sambil berjalan pelan.

"Tujuan kita kesini untuk apa, Naruto?"

"Mencari sebuah batu permata, konon batu permata itu memiliki kekuatan yang hebat"

"Lalu apa kau tahu dimana letaknya?"

"Di Dragon Mountain. Dulunya batu permata itu milik seorang penyihir wanita, penyihir itu memiliki julukan The Witch Queen, setelah kematiannya batu permata itu menghilang. Aku mencarinya dimana-mana tapi tidak ketemu,"

"Bagaimana kau tahu itu semua?"

"Itu adalah sebuah dongeng yang di berikan kakek sebelum aku tidur, tapi meski hanya sebuah dongeng kakekku percaya bahwa batu permata itu ada dan mempunyai kekuatan hebat, katanya batu permata itu di jaga oleh Black Dragon, dan Dragon pasti ada hubungannya dengan Dragon Montain" jelas Naruto.

"Hmm... Terdengar menarik, kalau begitu kita cari batu itu, aku juga merasakan bahwa akan terjadi sesuatu yang menarik. Khukhukhukhu" ujar Albion sambil tertawa misterius.

"Mari, aku juga merasakan begitu." balas Naruto dengan seringai tipis.

xXx

Continued

A/n : Halo. I am back update. Gimana cerita tadi? Bagus atau jelek. Mohon reviewnya, saya akan menerima komentar bagus atau jelek itu semua karena saya masihlah pemula.

Disini kekuatan beberapa karakter tidak seperti di animenya, saya akan mengubah beberapa sesuai keinginan saya, disini juga saya memasukan cerita beberapa film fantasy, mungkin kalian tidak mengenalnya. Mungkin yang jarang nonton film, saya juga suka cerita tentang mitologi meskipun saya islam.

Yang setia menunggu cerita ini saya ucapkan terima kasih, penasaran akan kelanjutannya tunggu saya update lagi wkwkwkwk, mohon maaf jika banyak typo di atas.

Saya ucapkan lagi...

Terimakasih!