All My Life by K-Ci Jojo

Sesshoumaru menggeser pintu kamar bersebelahan dengan kamar Kagome. Tubuhnya segar habis mandi air hangat. Rambut peraknya masih basah. Pria itu berjalan elegan menghampiri gadis itu sedang terlelap.

"Akhirnya tidur juga," gumamnya seraya duduk menatap tubuh itu dari ujung rambut sampai ujung kaki. Sesshoumaru membetulkan selimut hampir terbuka. Dada gadis itu turun naik.

Sepasang amber tak henti menatap wajah lembut namun teduh milik Kagome. Masih ingat dini hari beberap jam yang lalu, Sesshoumaru akhirnya tak kuat menyatakan rasa yang sudah dia pendam sejak pertama kali bertemu dengan Kagome.

Aneh memang pertemuan mereka kala itu. Tatapan malu-malu, wajah dan senyum yang manis. Walau sifatnya sangat berbeda dari gadis lain, namun disitulah daya tariknya. Perempuan cerdas itu memang apa adanya. Menggodanya ketika sedang mengajar.

'Tubuh Bapak Hot.'

Selama bersama dengan gadis itu, Sesshoumaru belum pernah melihatnya memakai dress. Kemana-mana selalu memakai jeans, kaos, sweater kadang jaket. Sepatu kets. Tidak ada sepatu high heels atau wedges yang bikin kaki sakit.

Bunyi ponsel berkedip dua kali menarik perhatian pria itu. Batre sudah memerah tanda sudah minta di isi daya nya. Casing belakang sudah mengelupas. Kaca pelindung gadget sudah retak. Batere sudah menggelembung. Sesshoumaru sudah mengingatkan agar gadis itu mengganti ponsel jadul ke yang baru agar bisa memuat data lebih banyak lagi.

Lagi-lagi Kagome berkilah. Ini masih bisa digunakan. Selama belum rusak, tak akan ganti atau beli ponsel baru.

Iya sih, ponselnya masih jaman dulu. Bukannya pelit, tapi ada hal yang memang diutamakan. Sesshoumaru mengerti itu tanpa Kagome jelaskan.

Dalam hati Sesshoumaru bersyukur bisa bertemu gadis sekarang ada di hadapannya. Relungnya meraung ingin mengecup bibir Kagome setengah terbuka. Kenapa? Karena gadis itu belum membalas pernyataannya malam tadi.

"Sesshoumaru," Panggil Kagome lembut.

Alis laki-laki itu terangkat.

"Bolehkah aku minta waktu dulu?" Tanyanya takut-takut.

Sesshoumaru terdiam. Minta waktu? Berapa lama? Sampai kapan? "Sesshoumaru ini akan menunggu jawaban darimu, Kagome."

"Senyum merekah dari bibir si gadis. "Terima kasih, Sesshoumaru."

Ada sedikit kekecewaan, inginnya sih langsung jawaban malam itu juga. Sesshoumaru mengerti dia tidak akan memaksa. Karena dia tahu Kagome sepertinya belum bisa melupakan mantan pacar yang notbennya adalah ... Ah dia jadi iritasi.

Sesshoumaru mengusap wajahnya. Kenapa hati ini menjadi tak tenang? Walau dia sudah dapat Surat Izin Mencinta dari Nyonya Higurashi, tetap saja tidak menentu. Seperti ombak terombang ambing dihempas ke daratan.

Sesshoumaru tetap tenang mendengar gadisnya itu bercerita tentang Inuyasha seperti Shinkansen, mantan kekasihnya. Wajah boleh saja datar, sorot mata tetap saja tajam. Namun, tidak ada yang tahu hati terdalamnya. Ya kan?

Sesshoumaru benar-benar iri. Andai saja dia mengenal Kagome dari dulu. Andai saja ... Tanpa sadar tangannya mengepal.

Pria berambut perak itu ingat apa yang dikatakan Nyonya Higurashi. Apa yang disuka dan apa yang tidak disukai Kagome. Sesshoumaru memasang telinganya dan menyimpan dalam benaknya. Sebetulnya dia sudah mengetahui hubungan Kagome dengan Inuyasha dari Mama gadis tersebut. Makanya dia tetap memasang wajah tenang ketika Kagome menceritakan tentang pacarnya.

Selama bersama dengan Kagome, Sesshoumaru memutar kembali ingatannya. Sepanjang perjalanan gadis manis itu terus bercerita seperti kereta tercepat di Jepang. Dia tahu Kagome melakukan itu supaya dia tidak mengantuk. Bagai baterenya terisi penuh gadis itu bernyanyi. Mulai dari j-pop, k-pop boyband asal Korea Selatan, sampai western dia babat habis.

Senyum terkembang di sudut bibirnya. Sesshoumaru selalu sabar dan mengerti keadaan Kagome yang masih muda. Dia yakin gadis itu membalas perasaannya walau harus menunggu entah kapan.

Satu hal yang membuatnya beruntung adalah, mama nya tidak pernah melihat Kagome begitu bersemangat. Wajahnya sumringah. Itu dikarenakan olehnya. Sesshoumaru nya. Beda dengan Inuyasha, tidak mendapat lampu hijau dari sang nyonya Higurashi.

Sesshoumaru tetap bersyukur. Terima kasih Kami-Sama, kau mempertemukan aku dengan gadis yang kini tidur terlentang. Sesshoumaru dibuat gemas olehnya.

Lenguhan keluar dari bibir Kagome. Menguap lebar, merentangkan kedua tangannya, maniknya menatap langit-langit kamar. Dia tidak sadar gerak geriknya diperhatikan oleh Sesshoumaru.

Terkejut mendapati pria itu sedang menatapnya dengan menahan tawa, Kagome berkata, "Sesshoumaru! Sejak kapan kau di sini?"

"Sejam yang lalu," ujarnya pendek.

Sejam yang lalu, berarti pria ini sudah berada di dalam kamarnya? Memandanginya saat tidur? Itu memalukan!!! Kebiasaan Kagome kalau tidur mulutnya menganga. Duh, malunya ...

"Aku malu."

"Kenapa harus malu? Bukankah kau memang seperti itu?" Sindiran dari Sesshoumaru membuat gadis itu tidak terpengaruh, bahkan sudah biasa. Sifatnya sudah dari sana nya.

"Ya, malu aja. Pasti kau memperhatikanku di saat aku tidur," Kagome menggembungkan pipinya.

Sesshoumaru mengangguk ke bawah. "Hn."

"Aahhhh, tuh kan? Kau curang!" Gerutu Kagome sambil menggulung rambutnya asal. Lalu melipat futon dan dimasukkan ke dalam lemari.

Sesshoumaru menanggapinya dengan santai. Dia berdiri menghadap Kagome. "Ayo sarapan menuju siang."

Kagome sudah berpakaian rapi. Sampai ke penginapan subuh tadi membuat energinya terkuras. Setelah tidur tubuhnya segar kembali. Di meja sudah tersaji menu khas Kyoto. Uzumi Tofu tahu kuah dicampur dengan nasi. Chirimen shanso berupa ikan teri kecil digoreng, dipadu dengan nasi hangat akan sangat menggugah selera. Mata Kagome beralih ke Yatsuhashi, kue bentuknya kecil segitiga, di dalamnya bulatan cokelat sudah pasti lezat.

"Ayo makan!"

Kagome mempertemukan telapak tangan di tengah dada dengan riang. "Hai!"

Kagome duduk di depan teras kamar nya. Menghadap taman di sampingnya ada kolam beberapa ikan koi sembunyi di balik teratai.

Gadis itu memakai Yukata peach hadiah dari Sesshoumaru dan rambut disanggul ala kadarnya. Entah kapan dia membeli yukata, yang jelas Kagome sangat senang menerimanya.

'Do you feel the same with me, Kagome?'

Kalimat pernyataan Sesshoumaru kembali merona di wajahnya. Mereka berpelukan seperti kemarin. Apa itu sebuah lamaran? Kalau iya, ini terlalu cepat. Belum siap menjalani biduk rumah tangga. Bisa saja menikah sambil kuliah. Toh, jaman sekarang apapun bisa dilakukan asal bisa bagi waktu.

Kagome masih bimbang, alasan Sesshoumaru menyatakan perasaannya. Kalau ada kesempatan, dia ingin bicara dari hati ke hati. Sango pernah bilang, pria seperti Sesshoumaru jangan sampe lepas. Kurungin atau bawa saja dia ke pengadilan agama dan 'sah'.

Kagome tertawa. Dasar Sango! Enggak segampang itu, Ferguso!

Matanya mencari sosok tegap belum juga kembali. Sepertinya dia sibuk, dan kelihatannya belum tidur sama sekali. Ah, Kagome jadi merasa bersalah. Sesshoumaru berjanji akan mengajaknya jalan-jalan keliling Kyoto di dekat sini.

"Kagome."

Gadis itu menoleh seraya berdiri menghampiri pria yang sudah memakai yukata. "Kau sudah selesai?"

"Hn. Besok mereka akan tiba. Semua sudah siap."

"Syukurlah."

"Hari ini kau mau kemana?"

Kagome menatap lekat si pemilik mata emas. Wajah datar tapi ada guratan lelah. Gadis itu sudah membuat keputusan. "Kita di sini saja."

Wajah pria itu tetap datar.

"Ayo kemarilah." Sesshoumaru mengikuti langkah si gadis. Lalu dia masih berdiri ketika Kagome menutup pintu geser dan duduk di atas tatami. Kagome mengisyaratkan agar Sesshoumaru tidur di atas kedua pahanya.

Pria itu memejamkan kedua matanya. Menikmati belaian lembut tangan Kagome di keningnya. "Kau belum tidur sama sekali kan?" Tanyanya lembut.

"Hn."

"Istirahatlah." Tangan Kagome ingin meraih ocha hangat, pergelangannya ditahan oleh Sesshoumaru.

"Tetaplah di sini."

Kagome tertegun. Kalau seperti ini Sesshoumaru jadi manja. "Iya, tapi aku minum dulu ya," Kagome tergelak.

"Jangan kemana-mana." Tangan besar Sesshoumaru menggenggam tangan Kagome.

Kagome mengeratkan genggamannya. "Aku di sini untukmu."

TBC.

Susah juga ya bikin yang sweet apalagi angst. Huhuu pengen ih. Terima kasih untuk AmetoAi selalu setia memberi semangat. loooopppyuhhhhh

Guest: hati-hati siapkan hati. uhuukkk

Spoiler: bab selanjutnya Inuyasha akan muncul.

Arigatou gozaimasu. *Bow*