Born To Make You Happy by Britney Spears

Malam semakin larut, suhu udara mulai menurun. Jangkrik diluar tampak bersahutan. Di dalam kamar mulut gadis itu mengerucut, kedua alis hitamnya bertemu di tengah. Tangannya memegang pulpen lalu diputar-putar. Tampaknya berpikir keras membuat laporan Study Tour tadi sore.

Ponsel bergetar. Secepat kilat dia menyambar dan menatap siapa yang menelponnya. Raut nya ceria segera saja dia menggeser layar ponsel. "Ya, Sango? Ada apa?" Pandangan manik biru laut fokus menatap layar laptop.

Gadis itu menganggukkan kepalanya. Menghela napas panjang, wajah ayu itu memutar kedua bola matanya dengan tatapan 'yang benar saja'.

"Kenapa ga sms aja sih?" Gerutunya.

"Nanti kau lupa. Emangnya aku ga tau apa? Kau kan pelupa," sahut Sango.

"Ya, kalau sempat ya. Ga janji."

"Oke deh bye."

Kagome tampak sedikit tersentak. Napa sih kok Sango seperti marah gitu sih sama aku?" Menggendikkan kedua bahu dia meneruskan pekerjaan yang tertunda.

Di seberang kamar, pintu geser sedikit terbuka, tampak Naraku, Kagura, Miroku, Totosai, dan Sesshoumaru sedang rapat. Kelihatannya serius sekali. Manik biru gadis itu memandang wajah dingin melipat kedua tangan di dada. Hm, Sesshoumaru cakep juga, batinnya.

Tiba-tiba pandangan mereka bertemu. Tatapan manik emas mengunci si netra biru laut. Alamak, Kagome jadi susah berpaling dan seperti di hipnotis. Wah bahaya ini, enggak bener ini. Bisa-bisa jantungan. Kagome memegang dadanya. Oke masih berdetak.

Kagome menunduk menghindari tatapan tajam Sesshoumaru. Panas di wajahnya mulai menjalar. Pura-pura mengetik di laptop. Halah alasan, bilang aja curi pandang, Kagome.

Kagome tidak tahu, sudut di bibir Sesshoumaru terangkat. Dikit doang (jangan banyak-banyak jantungan). Pria itu mengerling, sosok wajah ayu itu kembali menekuni laptopnya. Tak lama wajah manis Kagome seperti menahan bersin. Hihi, lucu sekali.

HATSYIII!!

CHIYY!!

Totosai, Naraku, Kagura, Miroku menoleh pada sosok yang sedang bersin. Sesshoumaru pun menatap dengan pandangan menahan tawa.

"Kau tidak apa-apa, Kagome?" Tanya Miroku.

Kagome yang sedang meraih tissue menganggukkan kepala. Celaka, jangan sampai sakit. Dia mengaduk isi ransel kuning mencari obat flu. Ketemu juga akhirnya. Langsung saja menelan obat dan meminum air hangat banyak-banyak.

"Kau tak apa-apa?"

Kagome menengadah. Sesshoumaru sudah berdiri lalu duduk di hadapannya. Tangannya terulur menyentuh kening Kagome. "Agak hangat sedikit. Kau harus istirahat."

"Eh, a-aku enggak apa-apa kok." Kepala Kagome agak menjauh, tapi ditahan oleh telapak tangan besar milik Sesshoumaru.

"Turuti kata-kataku, Kagome," tegas pria itu. Sepasang alis bertemu di tengah. Sorot mata tajam namun menenangkan.

Kagome mengangguk lemah. "Tapi kerjaanku belum beres."

"Nanti saja. Kesehatanmu jauh lebih penting," titahnya.

Kagome tidak bisa membantah, lebih baik menurut deh. Sesshoumaru meletakkan kimono tebal ke bahu gadis itu agar tidak masuk angin.

"Trims."

"Hn."

"Kau tidak tidur? Rapat sudah beres?" Tanya Kagome.

"Sudah."

Kagome mau menarik selimut, tiba tiba dia teringat sesuatu. "Oya, waktu itu kau mau bicara apa?"

Mata Sesshoumaru menatap sebentar wajah ayu milik Kagome. "Tidurlah!"

Kagome membuka matanya perlahan. Menguap mulutnya lebar-lebar, dia bangun lalu keluar untuk menghirup udara segar. Ah segarnya. Kondisinya bugar hari ini. Asik! Hari ini pulang ke Tokyo. Uh, kangen apartemen kecilnya, kangen tempat tidurnya ah pokoknya kangen semuanya deh. Ehem tentu saja rindu sama dosennya. Lha kan malam tadi sekarang masih rindu? Eciee Kagome, kau mulai jatuh cinta ya?

"Kau sudah bangun?" Sesshoumaru menghampiri, lalu menempelkan punggung tangan ke kening Kagome.

Wajah Kagome memanas, tetap saja dia mati-matian menahan semuanya. "Um, aku sudah sehat," ujarnya ceria.

Sesshoumaru mengangguk. "Setelah sarapan, kita jalan-jalan. Dulu. Bukankah kau ingin?"

Mulut Kagome menganga. "EEEHH??"

Kagome berjalan pelan. Dia belum terbiasa memakai sendal terbuat dari kayu. Memakai yukata berwarna merah muda dengan corak bunga sakura. Kagome memakai bedak tipis dan lip gloss agar tampak segar. Rambutnya dibentuk low bun. Kesannya agak berantakan tapi cocok buat kawula muda. Poni nya agak panjang dibiarkan digerai. Tas kecil tersampir di lengannya.

"Aku sudah siap, Sesshoumaru." Wajahnya menunduk dalam menghindari tatapan Seaahoumaru.

Sedangkan Sesshoumaru memakai hakama biru tua dipadu celana kulot warna hitam. Bawahan tersebut memiliki tujuh lipatan yang mewakili 7 asas bushido pada samurai. Matanya tak berkedip memandang gadis di hadapannya sangat manis. Wajah merona lembut cocok dengan yukatanya berwarna pink muda.

"Yukata pemberianmu cantik sekali. Terima kasih banyak, Sesshoumaru," pujinya tulus.

Sebagai jawaban, Sesshoumaru mengulurkan tangannya. "Ayo kita pergi."

Kagome terpaku. Ragu-ragu, akhirnya menerima uluran tangan Sesshoumaru. Senyum cantiknya memgembang, "Hai."

Mereka berjalan menyusuri jalanan distrik samurai. Kiri kanan banyak aneka jajanan. Entah berapa pergelangan Sesshoumaru ditarik oleh Kagome. Pria itu menolak, Kagome selalu menawari cemilan cumi bakar.

"Enak lho." Mulutnya penuh oleh saus cumi.

Sesshoumaru mengulurkan tangan untuk membersihkan noda di sudut bibirnya. "Maaf, aku kalau makan suka begini, belepotan. Masih ada satu cumi bakar. Kau mau?"

"Tidak."

"Ayolah."

"Tidak, Kagome."

"Ayolah, kumohon, Sesshoumaru," pintanya.

Sesshoumaru tidak tahan sepasang manik biru menatapnya dengan berbinar-binar. Akhirnya dia menyerah kalah.

"Aku suapin ya," Kagome menyuap sepotong cumi bakar yang diterima langsung oleh Sesshoumaru.

"Bagaimana? Enak kan?" Dibalas anggukan pria itu, Kagome mempertemukan telapak tangannya. "Yoosh, ayo kita jajan lagi."

Hujan turun rintik-rintik. Bau tanah kena air hujan menguar. Kagome saat ini sudah berada di penginapan. Sibuk memasukkan baju-baju ke dalam koper karena esok pagi pulang ke Tokyo. Naraku dan yang lain sudah pulang duluan. Tak lupa dua tas besar beda warna oleh-oleh untuk keluarga dan teman-temannya. Oya lupa, satu kantong tas kecil warna krem untuk Sango.

Kagome mencari Sesshoumaru ke kamar. Tidak ada. Kemana ya? Apa lagi mandi ya? Pikiran Kagome mulai agak mesum. Membayangkan Sesshoumaru telanjang dada. Uhuk! Pasti tubuhnya seksi dan hot!

"Kagome."

"Astaga! Kau mengejutkanku saja!" Jantungnya hampir copot. Seperti hantu saja dia itu.

"Apa yang kau lakukan disini?"

"Um, mencarimu?" Dasar Kagome, kebiasaannya suka menggigit bibir kalau gugup. "Duduk di sana yuk."

Seperti biasa, tempat favorit Kagome adalah memghadap kolam ikan koi. Dia paling suka duduk berjam-jam hanya memandang ikan. Mereka terdiam cukup lama. Kagome berharap laki-laki ini tidak lupa akan perkatannya kemarin malam. Tapi tak kunjung jua bicara akhirnya gadis itu berinisiatif untuk memulai duluan.

"Sesshoumaru."

Sesshoumaru tak bergeming. Pandangannya kini jatuh menatap ikan koi.

"Apa yang ingin kau bicarakan tempo hari itu? Aku penasaran."

"Kau memang selalu penasaran."

"Oiya jelas dong."

Sesshoumaru membuang napas pelan. "Sudah selesai urusan kau dengan Inuyasha?"

Kagome mengangguk mantap. "Sudah, masalah sudah selesai." Kemudian Kagome menceritakan detail dari awal sampai akhir ketika kemarin bicara berdua dengan Inuyasha. Kagome tidak ingin ada rahasia. Dia ingin Sesshoumaru harus tahu.

Kenapa dia melakukan ini? Hatinya sudah mantap dan yakin. Kagome tidak ingin memberi harapan palsu. Akhir kata Kagome menarik napas. "Begitulah."

"Kenapa kau menceritakan padaku semuanya?" Desak pria itu. Dia ingin tahu. (Bukan tempe, ya juga bukan kentang).

"Dalam menjalani hubungan bukankah harus saling terbuka? Kejujuran sangatlah penting, Sesshoumaru. Saling terbuka, itulah kunciya. Selama bersamamu aku senang, yahh walau aku harus mengikuti jam terbangmu," Kagome tergelak ramai.

Baru saja Sesshoumaru membuka mulutnya, gadis itu bicara lagi. "Selama bersamaku, apakah kau juga senang?"

"Selama bersamamu, aku bahagia. Selalu denganmu, selalu denganku."

Wajah Kagome memerah. "Padahal aku selalu ceroboh."

"Di dunia ini mana ada orang yang sempurna. Asalkan saling menerima, menghormati, dan menghargai." Mata pria itu melembut. "Apa kau merasakan hal yang sama denganku, Kagome?"

Manik Kagome membulat. Apa maksudnya? Oh, gadis itu ingat. Dia belum membalas pernyataan pria tampan ini. Senyum lembut terukir di sudut bibirnya. Timbul niat iseng untuk menjahilinya.

"Enggak."

Mulut Sesahoumaru setengah terbuka, manik ambernya meredup. "Aku akan tetap sabar menunggumu."

"Enggak nolak maksudku, Sesshoumaru." Kagome tergelak renyah.

Sial!

"Kau mengerjaiku, Kagome."

"Gomen, gomen." Sesshoumaru beranjak masuk ke dalam meninggalkan Kagome yang tengah kebingungan.

(Pssst, Seashoumaru ngambek sodara-sodara).

"Sesshoumaru, kau marah? Maaf ya? Aku minta maaf, Sesshoumaru." Gadis itu terus menarik ujung lengan yukata Sesshoumaru.

Sesshoumaru berbalik dan merengkuh pinggang ramping Kagome. Tentu saja gadis itu terkejut. "Sesshoumaru, kau membuatku terkejut!"

"Tapi kau suka kan?"

Wajah mereka semakin mendekat. Sesshoumaru memeluk tubuhnya makin erat. Ia suka sekali memandang roman muka Kagome dan pipinya merona. "Iya, aku suka. Asal itu darimu, Sess--"

Sesshoumaru membungkam bibir Kagome. Pelan tapi lembut. Tidak memaksa dan mengalir begitu saja. Mereka makin memperat pelukan. Keduanya berpisah untuk mengambil napas. Terakhir Sesshoumaru mengecup kening, pipi, mata indah Kagome, hidung, dan terakhir kecupan di bibir. Mereka masih dalam rengkuhan. Mata emas menyorot hangat biru laut.

"Itu hukuman dariku."

TBC.

Aarrghhh aku membuang napas dulu ah. Maafkan aku belum edit-edit. Yang penting tulis dulu deh. Kebanyakan mikir malah ga nulis-nulis.

Oya, mungkin kalian bertanya kok lagunya g ada yang kami kenal? Hooo iya aku memang lagi suka lagu oldies g hanya lagu jaman sekarang sih. Nanti ada bab-bab aku persembahkan lagu yang suangaatttt romantis.

Mungkin lagu ini akan membuat kalian nostalgia, ngebayangin gebetan, atau cry cry mantan pacar. Hilih, ngapain ditangisin? Beneran, lagu di bab selanjutnya akan bikin kalian mesem2, melayang, atau mungkin nangis? Ah enggak lah ya.

Terima kasih untuk AmetoAi SitiaraPelmansyah sudah komen dan vote. Sekali lagi makasih banyak. Peluk satu2. Muach muach

Oya aku juga minta maaf, bab2 sebelumnya kurang kocak. Aku ngikuti lagu dan suasana sih. but tenang jangan watir ntr ada kok adegan Kagome lagu 'kumat'. Hohohoooo

Minna arigatou gozaimasu *bow*

Inukimi: Aiko ...

Aiko: Sabar, Kanjeng Inukimi, pasti ada kok bentar lagi.

Sesshoumaru: sabar, Bu.