Holaa! Kembali lagi disini bersama saya, Aiko yang kece membahana. Mana tepuk tangannya?
Readers: Prok! Prok! Prok!!!
Naraku: Huuuuuu!!
Sesshoumaru: Hn.
Miroku: Tanganku gatal pen grepe-grepe.
Kagura: Tunggu, kok judulnya aneh?
Totosai: Aku dataaangg! Lalu Pak Tua melihat judul di atas. "Kok Kipas Angin?"
Aiko: Huahahahahah!!!! *Gosok-gosok tangan* Mari kita mulai cerita ini.
Aku syok!
Itu pertama kali aku bertemu dengan seorang gadis tak sengaja menabrakku. Lalu kami terjengkang bersama. Mata kami bertemu, ah ternyata dia perempuan yang aku lihat waktu dia datang di aula. Benda bulat bergagang di tanganku terpental.
Aku memintanya meraih tanganku, tapi ku tepis. Sepertinya dia terkejut. Aku berkata dengan kalimat yang meremehkan gadis itu.
Aku membentaknya.
Kulihat wajahnya merah padam. Tidak. Bukan dia malu ataupun takut. Perempuan berambut panjang itu marah.
"Berdiri sendiri kalau kau tak mau disentuh! Memangnya aku ini najis apa hah!?"
Manik rubi ku membulat. Astaga! Belum pernah aku dibentak di depan orang banyak. Dia tidak tahu aku ini siapa? Berani nya dia memarahiku.
"Kau tidak apa-apa?"
"Oh, aku baik-baik sa-" Aku menoleh ke arah sumber suara. Tentu saja aku kenal, tapi itu bukan ditujukan untukku melainkan si dia.
"P-pak Sesshoumaru," gadis itu mendongak. Laki-laki berwajah datar mengulurkan tangannya dan meneliti wajah mahasiswinya. Ada benjolan di keningnya.
"Hei, kau tidak menolongku?"
Alih-alih menolong, pria itu tidak menoleh sama sekali. "Kau bisa bangun sendiri, Kipas Angin."
What? Kipas angin? "Siapa yang Kipas Angin?"
"Kau. Masih enggak sadar? Cuaca dingin seperti ini kau masih saja bawa benda itu kemana-mana."
Aku benci sekali sama dia. Kenapa sih kalau ngomong suka ga di filter? Pedes nya minta ampun. Kayak bon cabe!
Dasar sepupu menyebalkan!!
Tahu enggak, wahai readers sekalian? Aku ini sepupunya, belum pernah aku diajak ngobrol olehnya. Pria aneh!
Readers: ke-si-an!
"Kau ngomong apa barusan, Kipas Angin?" Baritone Sesshoumaru tajam menusuk.
Aku menggeleng cepat-cepat. Bisa barabe entar. "Ga."
END.
Entah napa mood aku anjlok seketika. Jadi ga berniat diterusin cerita ini.
Sesshoumaru: Sini. *merentangkan kedua tangannya*
Aiko: Sesshy ...*menghambur ke pelukan*
