I Don't Want To Miss A Thing by Aerosmith

Kembali lagi dengan Aiko is in the house, yeahh!!

Yak, kali ini-

Naraku: Ini apa? Seneng kamu ya nistain kami? Kali ini siapa yang akan kamu bully?

Aiko: Eer ...

Naraku: Apa? Apa?

Aiko: Enggak.

Naraku: Enggak apa? *Penasaran.

Kagura: Aku baru tahu rektor kita penyuka sapi.

Miroku: Aahh, aku pengen grepe-grepe bokong Kagome/langsung ditabok Sesshoumaru

Miroko: Apa loe, Nyet?!

Sesshoumaru: Kepala mu mau di ilangin, Nyet?

Miroku: Ga!

Naraku, Kagura, Aiko, Totosai: /merinding ngeri

Terkejut.

Itu pertama kali aku melihatmu di aula kampus.

Bahagia.

Tak tertahankan aku masih bertemu denganmu.

Ingin rasanya ku dekap tubuhmu. Namun, aku tahu kau masih bersama dengan adik tiriku. Andai saja kau mengerti perasaanku terhadapmu, rasanya sakit bila kau bersama laki-laki itu.

Aku mati-matian menekan ego ku.

Ketika mata kita saling bertemu di kelas, di kala aku memberikan pertanyaan, jawabanmu malah membuatku tercengang sekaligus menahan tawa. Kesempatanku untuk menghukum mu agar kau mau di sini.

Aku tak ingin kau pergi lagi.

Aku rindu padamu. Sangat!

Waktu cepat berlalu, aku jadi sering mengantarmu ke rumah. Hingga kau kuangkat jadi asisten dosenku. Entah berapa kali aku sering menerormu agar bangun lebih pagi.

Ha ha.

(SESSHOUMARU TERTAWA, GAEZ!!!)

Study Tour di Kyoto lah kita jadi dekat. Di mobil aku memelukmu. Hampir saja aku mengecup bibirmu. Syukur aku masih bisa mengendalikan perasaanku.

Topeng berlapis-lapis di wajah ku akhirnya pecah, tatkala aku melihatmu duduk berdua dengan Inuyasha. Bayangan hitamku langsung sujud syukur bahwa kau memutuskan berteman dengan adik tiriku.

Aku masih punya kesempatan. Di hari berikutnya aku mengikrarkanmu sebagai calon pasanganku. Senang? Pasti. Apa yang sudah menjadi milikku tak akan kulepaskan. Maka kuikat dan kulamar dia di hadapan Mama nya.

Sesshoumaru mantengin yang sedang nulis dari belakang. "Kuikat?"

Aiko yang saat ini sudah keringat dingin lekas-lekas meralat. "Kuikat tuh maksudnya ya diikat bukan pake tali, melainkan 'tanda jadi' gitu. Tunangan."

"Hn. Lanjutkan."

"Aku mau lanjutin Kanjeng Kimi."

Aku dan ibu pergi ke butik. Sebenarnya aku tidak mau ke sini. Berbagai macam perintilan daleman perempuan menyapa mataku. Langkahku meragu, karyawan toko langsung memandangku dengan tatapan menahan tawa. Kusimpulkan, mereka anggap aku ini perempuan.

"Sesshoumaru, ini lucu."

Ibuku mengambil sepotong pakaian dalam warna hitam berenda dan diserahkan padaku. Tentu saja aku tidak mau. Itu memalukan!!!!!

"Pegang."

"Tidak." Sebisa mungkin aku memasang ekspresi dinginku. Ingin sekali aku keluar dari tempat terkutuk ini.

"Sesshoumaru, ini juga lucu."

Aku menghela napas gusar. "Jangan tanya padaku. Kalau ibu mau puas, kujemput saja Kagome sekarang juga."

"Jangan. Biar ini jadi kejutan."

Sumpah, aku menatap ibu mengambil dua lusin pakaian dalam. Tanpa sadar tanganku mengusap wajahku. Entah apa riak mukaku saat ini yang jelas aku tidak mau ngaca!!

END

Sesshoumaru: "Stop!"

Aiko: "Baik! Tapi aku ingin ketawa ... How?"

Sesshoumaru menjewer telinga si penulis. "Aww sakiit!"

Ini bab terkahir aku nistain. Ketawa jangan? Bahaya entar.

Terima kasih pada readers yang sudah komen maupun vote di cerita ini. Bab selanjutnya mulai serius.

Arigatou gozaimasu!!