When You Love Someone by Brian Adams

Di kediaman Inukimi, Denenchofu.

Di depan rumah ibunya, Sesshoumaru memperhatikan tiap gerak gerik yang dilakukan kekasihnya dari sudut ekor mata. Kagome menyisir rambut menggunakan jemarinya. Kemudian memakai jaket menutupi kaus putihnya.

"Kau tidak apa-apa?" Sesshoumaru menghampiri gadis yang sedang berdiri di belakangnya. Dia tahu Kagome gelisah tidak tenang. Sesekali dia meremas ujung jaketnya.

Kagome menggeleng pelan. "Aku takut."

Sesshoumaru mengulurkan tangannya. "Ayo!" Kagome pun menyambut ulurannya.

Ketika memasuki ruang keluarga, Kagome memelankan langkahnya. Sesshoumaru mengusap punggung gadisnya. Inukimi datang meyambut keduanya.

"Kagome."

Kagome membungkuk. "Ibu Kimi."

"Ayo, mereka sudah menunggumu."

Kagome menghela napas seraya tersenyum. "Baik, Ibu Kimi."

Mereka bertiga melangkah menuju ruang pertemuan. Pintu berwarna hitam gagang emas menyapa kami. Ketika pintu terbuka, para sesepuh sudah menyambut kami. Salah satu wanita yang mirip dengan Inukimi menggiring kami untuk duduk.

Kagome duduk di antara Sesshoumaru dan Inukimi. Toga di samping Inukimi. Gadis itu mengamati ruang pertemuan beralaskan karpet bulu abu tua. Dekorasi bernuansa biru muda, hitam, dan putih. Di sudut sana beberapa pot bunga merah. Jendela besar berdiri kokoh dipadu dengan horden abu muda. Lampu kristal bulat tergantung di atas atap langit. Di sudut sana terdapat meja makan nuansa biru putih dan berbagai macam makanan dan minuman sudah tertata rapi.

Para sepuh memperhatikan penampilan Kagome dari atas sampai kaki sebelum gadis itu duduk. Tiga wanita cantik memakai kimono biru, merah, dan hijau muda. Sedangkan pria satu lagi memakai hakama.

"Selamat datang, Higurashi. Perkenalkan, namaku Aiko anak tunggal dari Maiko. Di sana sebelah kanan Megumi adik kedua neneknya Inukimi bernama Mei."

Aiko berkimono merah berdehem kemudian melanjutkan perkataanya. "Maiko adalah adik ketiga Mei di sebelah Megumi. Di sebelah kanan suamiku bernama Satoru." Mereka serentak membungkuk.

Kagome lekas membungkuk dan berusaha mengingat nama yang barusan wanita tadi sebutkan. Mei, Megumi, Maiko, dan Satoru. "Namaku Higurashi Kagome, Aiko-Sama, Maiko-Sama, dan Satoru-Sama." Kagome melirik kursi kosong di sebelah Satoru.

"Kau asisten dosen Sesshoumaru. Betul?" Nada suara Aiko mengalun lembut.

Kagome mengangguk. "Betul, Aiko-Sama."

Wanita rambutnya sama dengan Inukimi mengangguk. "Sejak kapan?"

"Sejak tingkat satu, Aiko-Sama."

Alis Aiko terangkat sebelah.

"Sungguh hebat kau bisa masuk ke Todai," sahut pria bernama Satoru. Kalau dilihat perawakannya mirip bule. Rambutnya berwarna pirang. Matanya berwarna biru terang.

"Aku mendapat beasiswa. Oleh karena itu aku bisa masuk ke Universitas Tokyo," sergah Kagome sopan. Dalam hatinya tuh berdebar-debar. Formil sekali.

"Berapa umurmu?" Tanya si pemilik wajah tampan, Satoru.

"Mau masuk 22 tahun."

Pintu terbuka. Tampak seorang pria renta masuk ke ruang pertemuan.

Totosai! Gaung Kagome dalam hati. Dirinya cukup terkejut.

"Totosai, kau datang terlambat," dengkus Megumi. Wanita berwajah cantik walau termakan usia senja tersenyum miring. Oya, matanya berwarna emas.

"Biasa, macet," sahut Totosai santai seraya duduk di samping Satoru. "Hallo, Kagome."

Kagome mengangguk tersenyum. "Pak Totosai."

"Oya, Totosai adalah kakaknya Maiko," tutur Aiko lembut. Dirinya terkikik pelan mendapati Kagome sangat terkejut.

"Apa kegiatanmu saat ini?" Tanya Megumi ingin tahu.

"Selain mengajar, aku bekerja paruh waktu di Cafe Winter."

Manik emas Megumi menatap lekat. "Kimi dulu juga begitu, bekerja paruh waktu di cafe yang kau sebutkan."

"Ya, Megumi-Sama."

"Kapan kau kenal dengan Sesshoumaru?" Tanya Maiko yang saat ini memakai kimono hijau muda. Berbeda dengan Megumi yang judes dan galak. Maiko sangat santai.

"Sejak aku masih kecil, Maiko-Sama."

"Biar aku bantu jelaskan. Setelah inspek ke rumah sakit di Nagoya aku menyempatkan ke kuil Higurashi. Kebetulan aku membawa anakku. Dari situlah mereka berkenalan." Inukimi menerangkan secara gamblang.

Maiko tampak mengangguk.

"Bukankah kau dulu sempat bersama Inuyasha?" Tanpa basa basi Megumi langsung ke pokok inti pertanyaan.

DEG

Dada Kagome berdegup kencang. Apapun yang terjadi dia harus menjelaskan. Tidak peduli bagaimana tanggapan mereka. "Itu dulu masih SMA, Megumi-Sama."

"Kenapa?" Desak wanita cantik bernama Megumi.

"Kami tidak cocok. Selalu bertengkar. Buat apa diteruskan kalau tidak nyaman? Dan dia selingkuh di hadapanku."

"Lalu?"

"Putus."

"Kau memutuskannya?" Tanya Maiko penasaran.

"Ya."

Totosai, Satoru, dan Aiko berdehem menahan tawa. Megumi masih tetap memasang wajah Stoic nya. Sedang Maiko tersenyum. Matanya tak lepas menatap Kagome. Sedangkan Sesshoumaru iritasi mendengar nama adik tirinya disebut-sebut.

Gadis itu jadi malu. Gawat! Bagaimana dong? Kan memang begitu fakta nya. Ya, Kan?

"Aku suka kau menjawab apa adanya. Aku suka kejujuranmu."

Sesshoumaru tertegun. Dia paham betul sifat Megumi. Seorang Megumi angkuhnya luar biasa. Wanita dingin itu tidak pernah memuji orang lain apalagi sok berkata manis apalagi basa basi. Apa yang pria tadi dengar adalah suatu keajaiban. Ia menyukai Kagome nya. Ada rasa hangat menjalar di dalam dadanya.

"Kau menyayangi Sesshoumaru?" Tanya Aiko.

Kagome menjawab tegas. "Sangat! Aku sangat menyayangi Sesshoumaru, Aiko-Sama!" Pemilik rambut hitam sepunggung terhenyak sejenak. Kedua tangan di atas paha disentuh oleh pria bersurai silver tersebut. Mereka mengaitkan jemari. Kagome tersenyum lebar menatap sang kekasih di sisinya.

Hal tersebut tak luput dari pengamatan Megumi. Tanpa sadar segaris senyum di bibir wanita awet muda itu melengkung tipis. Ia tak akan mengakui, tapi sudah ia saksikan sendiri. Megumi kagum akan keberanian, semangatnya berapi-api dimilik gadis sederhana di hadapannya.

"Sesshoumaru."

Putra sulung Taisho menatap wajah Megumi. Mereka saling beradu tajam.

"Apa kau sudah menyiapkan tempat kalian berteduh?" Ujar Megumi datar.

"Hn. Aku sudah menyuruh Myoga jauh hari."

"Apa rencanamu setelah menikah?" Tanya Maiko. Manik emasnya teduh memandang anak sulung Inukimi.

Sesshoumaru melirik gadis disampingnya. Dengan mantap ia melisankan kalimatnya, "kami fokus pendidikan dulu dan Kagome juga ingin menyelesaikan kuliahnya. Setelah Kagome lulus, baru akan kami pikirkan selanjutnya."

Inukimi bergumam pelan. "Yah, padahal aku ingin Kagome hamil dan aku bisa menimang cucu," desahnya kecewa tapi dibuat-buat.

"Bu!"

Tak pelak, wajah Kagome merah seperti udang rebus.

Toga dan Totosai menahan tawa. Inukimi memang suka sekali menggoda anaknya. Baginya wajah masam milik Sesshoumaru selalu dia tunggu.

"Baiklah." Sekarang manik emas Megumi memandang pria perawakan gagah di samping Inukimi yang sedari tadi diam saja.

"Toga!"

Toga mengangguk, "Ya Megumi-Sama."

Maiko, Aiko, dan Satoru mengangguk pada Megumi.

"Aku, Maiko, mewakili kakakku Mei meminta maaf atas apa yang menimpa kau dan Kimi dulu. Maafkan sifat mendiang Mei sangat keras terhadapmu, Toga. Aku sudah mendengar cerita Kimi bahwa kau ingin memperbaiki hubungan kalian lagi."

"Hai, Maiko-Sama."

"Lain kali bawalah anak dan istri keduamu berkunjung kerumahku."

Inukimi menggenggam tangan kanan Toga dari bawah meja. Sedangkan tangan satu lagi menyentuh tangan kiri anaknya. Ada rasa bahagia tak terperi. Kimi tetap memasang wajah datarnya.

Maiko melisankan kalimatnya. "Saling silaturahmi lah kalian. Yang lalu sudahlah berlalu. Karena kita sudah tua dan semoga Kami-Sama mengampuni kita semua."

"Aamiin," cetus Kagome.

"Megumi Obasan, aku punya permintaan."

"Katakan, Sesshoumaru!"

"Kembalikan aset perusahaan ayah!"

Kecuali Megumi, semua yang hadir menatap Sesshoumaru. Terutama Toga. Netra amber laki-laki itu membulat. "Sess-Sesshoumaru!"

"Yang mana?"

"Hotel di Osaka. Kau jangan pura-pura lupa, Megumi Obasan."

Wajah Megumi mengeras. Bola matanya menghunus tajam. Dia ingin menguji seberapa pantaskah putra Taisho menghadapinya?

"Sesshoumaru!" Seru sang ayah. "Kau,-"

"Ayah diam saja!"

Semacam uji nyali, Sesshoumaru pun sama, tidak takut sama sekali pada nenek 'vampire' ini. Wajahnya sama sekali tidak menua. "Aku tidak akan berkata dua kali, Megumi Obasan!" Desisnya tajam.

"Kenapa kau lakukan ini? Apa Toga menyuruhmu?" Tuduhnya.

"Megumi-Chan!" Seru Maiko. "Kau-"

"Diam, Maiko!" Decak adik kedua mendiang Mei tajam.

'Ayah, nenek, dan anak sama-sama keras kepala,' keluh Kagome dalam hati.

"Ayah tidak pernah bicara tentang itu, tidak pernah juga menyinggung perusahaannya. Kau jangan asal tuduh!"

"Huh, berani sekali kau!" Senyum remeh terukir di sudut mata emas Megumi.

"Prinsipku adalah selama itu benar!"

Suasana makin panas. Kagome berusaha menenangkan Sesshoumaru dengan mengusap punggungnya. "Sesshoumaru," bisiknya pelan. Matanya menawarkan keteduhan juga kelembutan hanya untuk Sesshoumaru seorang.

Megumi terdiam. Lagi-lagi ia terpana dengan pemandangan tak biasa. Dan lagi-lagi ia benar-benar kagum akan loyalitas gadis itu. Sesshoumaru yang awalnya marah kini melunak. Semua karena gadis ini.

megumi kagum cara Kagome menenangkan Sesshoumaru hanya dengan kelembutan yang perempuan itu miliki. Dalam hati terdalam anak ini mewarisi sifat tegas dan prinsip dari dirinya juga mendiang Mei.

Anak yang mengagumkan!

Megumi mendesah. "Yah, tanpa kau minta pun aku mengabulkannya. Kubo!"

Seorang pria membuka pintu. Laki-laki itu membungkuk hormat. "Hai, Yang Mulia Megumi."

"Bawakan berkasnya!"

Sekali lagi Kubo mengangguk. Di tangannya mengapit berkas cukup banyak. Kemudian ia menyerahkan ke pada Megumi. Lalu Megumi menyerahkan berkas kepada Sesshoumaru.

Netra keemasan pria berwajah rupawan masih menatap tajam. Dia belum menyentuh bahkan membuka surat-surat itu.

"Bukalah!" Titah Megumi.

"Ayah!" Sesshoumaru menggeser surat-surat pada ayahnya. Ketika dibuka Toga tertegun.

"I-ini ..."

"Walau kami menyita asetmu, tapi kami tidak pernah mengganti namamu apalagi balik nama atas perusahaan kami! Hotelmu berjalan dengan baik. Tinggal kau kelola yang benar. Bila tidak, aku tidak segan-segan mengambil alih semuanya!"

Tangan Toga nampak bergetar.

"Terima kasih, terima kasih banyak, Megumi-Sama!" Kagome membungkuk berkali-kali. Hingga ...

"Bangunlah, Kagome!" Titahnya. Lalu dia beranjak dari kursi dan berjalan anggun dan berdiri tak jauh dari meja makan. "Kemarilah!"

Kagome menatap wajah kekasihnya. Sesshoumaru mengangguk. Gadis itu kemudian berjalan dan kini dia berhadapan dengan Megumi. Tak disangka, Megumi menyatukan keningnya ke kening Kagome.

"Kimi, Toga, dan Sesshoumaru, kemarilah! Ibu, bapak, dan anak itu kini telah berdiri di hadapan Megumi. Kalian mendapat calon mantu yang sangat baik. Dan kau, Sesshoumaru! Kau memang tidak salah pilih!"

Maiko, Satoru, Totosai, dan Aiko ikut bergabung.

Sekali lagi Megumi meneliti cara berpakaian si gadis yang sangat sederhana. Ia memegang kedua bahu Kagome lalu meremas pelan. Kagome tak henti tersenyum. Wanita berkimono biru ini baginya sangat memesona.

"Sesshoumaru, apa persiapan sudah siap?"

"Hn."

"Bagus! Kalau begitu ayo kita makan bersama!" Ajak Megumi. Wanita berkimono biru memeluk bahu Kagome. "Kau duduk di sebelahku!"

"Baik, Megumi-Sama."

"Mulai sekarang, panggil namaku sebagaimana Sesshoumaru memanggilku," titahnya. Kemudian Megumi menyebutkan namanya.

"Baik, Megumi-Obasan," ujarnya membungkuk sopan.

"Dan kau juga boleh memanggilku Aiko-Chan, Kagome," cetus Aiko seraya tersenyum.

"Terima kasih, Aiko-Chan."

"Panggil aku Obasan," tutur Maiko lemah lembut.

"Hai, baik, Maiko-Obasan," balas gadis itu senang.

Ketika semua sudah duduk di meja makan, Megumi yang duduk di kursi utama layaknya ratu melisankan kalimat yang membuat orang yang hadir ikut senang.

"Selamat datang di keluarga besar kami, Kagome!"

TBC

Gyahahahhaha capek juga ya bikin ini. Kagome di intrograsi ama keluarga besar Sesshoumaru.

Horeeee!

Terima kasih yang sudah komen dan vote. Tanpa kalian AWMAWY enggak ada apa-apanya. Terima kasih banyak.

Beberapa part lagi AWMAWY akan tamat! Huhuu sedih ... Rasanya kok ga rela ya.

Next aku akan bikin SessKag lagi. Dont worry.

Oya kalo ada yang salah mohon koreksi ya. Maklum puyeng aku lama2

Sampai ketemu besok. Mungkin update malam atau apa krn besok aku udah mulai kerja.

Aeigatou gozaimasu!!