I Do by 98 Degress

Musim semi pun tiba. Bunga sakura berwarna merah muda dan putih mulai bermekaran. Banyak turis berkemah hanya untuk melihat bunga paling cantik di Jepang sedang mekar.

Kali ini bunga tersebut menjadi sangat indah. Sepasang mempelai berjalan memasuki kuil-kuil suci ajaran Shinto diikuti keluarga dan kerabat dekat mempelai. Kagome tampak cantik memakai kimono putih, topi hiasan wata boushi yang bermakna menyembunyikan tanduk. Ornamen rambut di kepala bernama Kanzashi di bagian atas dimana mempelai perempuan menyembunyikan 'tanduk kecemburuan' dan menghalau egoisme di hadapan ibu mertua.

Upacara adat tradisional itu sendiri dipimpi oleh pendeta Shinto yang ada di kuil tersebut. Kerabat dan orang tua mempelai memakai baju yang sudah ditentukan. Pria memakai jas hitam, sedangkan wanita memakai kimono hitam. Sesshoumaru tampak gagah dengan setelan kimono hitam dengan bawahan lipit warna abu.

Sebelum memasuki kuil, Sesshoumaru dan Kagome membasuh kedua tangan dengan air kuil. Maknanya menyucikan tubuh dan pikiran sebelum acara berlangsung. Mereka berjalan menuju jalan setapak, kiri kanan tiang berwarna merah dipimpin oleh dua anak kecil miko berpakaian merah putih.

Di dalam kuil, pendeta memulai doa terlebih dahulu untuk meminta perlindungan dari Tuhan selama upacara berlangsung. Kemudian pemimpin kuil berdoa agar rohani dan jasmani bersih dari kejahatan, sekaligus melaporkan dan membacakan surat pernikahan kepada Tuhan agar perayaan ini berjalan dengan lancar.

Kedua pengantin ini menerima tiga cawan sake berukuran besar, sedang, dan kecil. Maknanya adalah cawan kecil masa lampau, cawan sedang masa sekarang, dan cawan besar untuk masa depan. Sesshoumaru dan Kagome meminum tiga cawan sake dari masing-masing sebanyak tiga tegukan. Ritual ini dilakukan sebagai kontrak antara suami dan istri.

Ritual berlangsung sangat khidmat ini akan memasuki babak yang paling ditunggu-tunggu. Pembacaan sumpah setia dan perjanjian untuk menjadi pasangan sehidup semati. Dipandu oleh pendeta, Sesshoumaru menyematkan cincin ke jari manis kanan Kagome.

"Aku, Sesshoumaru, akan selalu menjaga, mendampingi, mendukung istriku Kagome segenap jiwa raga dalam suka maupun duka. Aku, mencintai istriku, selalu dan untuk selamanya."

Kemudian pendeta memandu Kagome menyematkan cinci di jari manis kanan Sesshoumaru. "Aku, Kagome, akan selalu berada di samping Sesshoumaru, suamiku, dalam suka dan duka. Mencintainya, menyayanginya, mendampinginya, selalu dan untuk selamanya."

Semua yang hadir pada upacara adat sampai menitikkan air mata terharu. Terutama Inukimi dan Mama Hitomi. Pendeta mengucapkan Sesshoumaru dan Kagome sah sebagai suami istri! Sepasang sejoli itu tersenyum bahagia.

Readers: HOREEEEEE AKHIRNYA SAH! SAH! SAH!!!!!

Pengantin diberi cabang pohon daun yang diikat kertas suci untuk disumbangkan kepada Tuhan. Setelah itu anak-anak pelayan miko menari-nari untuk merayakan pernikahan tersebut. Lalu anggota keluarga dan kerabat meminum sake untuk ikatan dua keluarga. Mereka bergembira sambil menikmati makanan yang sudah tersaji di masing-masing meja. Sushi warna-warni, serta seabream, udang, dan nasi merah.

Pada akhir acara Sesshoumaru dan Kagome membungkuk sebagai ucapan terima kasih kepada Tuhan bahwa upacara telah selesai. Semua yang hadir pun ikut membungkukan badan sebagai ucapan terima kasih dan rasa syukur bahwa pada hari ini, hari bersejarah berjalan dengan lancar.

Tak lupa pasangan suami istri Sesshoumaru dan Kagome memberikan souvenir kepada yang hadir. Dan tak lupa juga mereka memberikan seikat bunga cantik kepada Inukimi dan Hitomi. Sang Mama tak dapat menahan haru dan memeluk putri sulungnya. Begitupun Inukimi. Dibalik wajah dinginnya wanita itu sangat bahagia.

"Sesshoumaru, anakku. Mulai sekarang kau hidup berdua dengan Kagome, menantuku. Sudah tidak tinggal lagi dirumah. Jangan lupakan ibu, ayahmu, adikmu, juga orang-orang yang pernah berjasa dalam mengurusmu." Tangis yang ditahan Inukimi pecah seketika. Wanita kuat itu mencoba tegar. Namun, Sesshoumaru mengusap air mata sang ibu.

"Jangan menangis. Ibu kelihatan jelek! Lagipula, rumahku tidak jauh dari rumah ibu."

Mau tak mau Inukimi tertawa. Touga pun memeluk sang putra sulung disusul oleh si adik bungsu, Inuyasha.

"Selamat ya, Bro. Jaga kesehatan, jangan sampai ambruk di resepsimu nanti."

Sesshoumaru mengangguk sebagai versi ucapan terima kasih.

Hitomi mengusap air matanya. "Jangan kau lupakan ibu, kakek, dan adikmu Souta."

"Mama!" Kagome menghambur ke pelukan wanita yang telah melahirkannya. Tangis gadis manis itu pecah. "Mama jangan khawatir. Aku dan Sesshoumaru pasti akan mengunjungi kalian. Ya, kan, suamiku?"

Sesahoumaru mengangguk. "Hn."

Di Denenchofu, kediaman Sesshoumaru dan Kagome.

Mata Kagome takjub memandang ruang tamu begitu luas. ruang utama didominasi putih abu. Very clean! Mereka sudah disambut kepala pelayan Myoga beserta pelayan lainnya dan mengucapkan selamat datang. Kagome membungkuk mengucapkan terima kasih. Salah satu pelayan membawa koper besar milik Kagome. Yang satu lagi menggiringnya ke arah meja makan bulat dan enam buah kursi yang di atasnya bisa diputar. Sudah tersaji aneka makanan juga minuman.

Setelah makan dan istirahat, Sesshoumaru menggenggam tangan istrinya menuju ke lantai dua. Lagi-lagi, Kagome dibuat terpana. Ruang keluarga tidak terlalu besar tapi cukup untuk bersantai sejenak. Di sebelah sana ada dapur bersih mini.

"Ini menakjubkan, suamiku!"

Lalu Sesshoumaru membuka pintu kamar. Ketika dibuka Kagome memekik. Kamar utama warna putih keabuan dipercantik ranjang besar na empuk. Di tepi ranjang ada sofa memanjang. Kata Sesshoumaru bisa meletakkan sepatu atau buku. Ada walk closet tempat menaruh baju, sepatu, dan asesoris lainnya. Ketika memasuki kamar mandi berwarna cokelat dan putih. Di atasnya dipasang shower. Kalau begini Kagome pasti betah dan berlama-lama di kamar mandi.

Dirinya terkesiap, suami tercinta memeluk tubuh rampingnya. Sesshoumaru mengecup lembut pipi Kagome bersemu merah. Perlahan pria itu membalikkan tubuh sang istri dan saling memandang takjub satu sama lain.

"Akhirnya." Suara baritone memecah keheningan. "My mate. Pasanganku!" Sesshoumaru mengambil beberapa ornamen di rambut istrinya.

Kagome mengangguk bahagia. "Iya, akhirnya, kita berada di sini. Dipersatukan sebagai suami istri." Tangan Kagome merayap menyentuh pipi sang suami. Sesshoumaru mengecup lembut telapak tangan Kagome.

"Kimono berlapis ini membuatku sesak." Kagome sibuk dan berusaha membuka obinya. Sesshoumaru cepat tanggap dan membantu melepas kimono istrinya lapis demi lapis. Hanya tersisa kimono tipis membalut tubuh mungilnya.

Sesshoumaru pun tak ketinggalan melepas hakamanya. Lalu dia merengkuh tubuh kagome dan menghujani nya dengan kecupan. Dimulai dari kening, hidung, pipi, dagu, leher, dan terakhir bibir. Ciuman awal berjalan pelan namun ciuman kedua mulai panas. Lidah saling berjibaku. Kemudian Sesshoumaru mengangkat tubuh Kagome. Suaranya pelan dan berat. "Kita mandi bersama!"

"Eh, tunggu dulu. Apa pintu kamar sudah dikunci?" Goda gadis manis itu seraya menahan tawa.

"Sudah dari tadi."

Walau upacara adat tadi berlangsung sederhana jauh sekali dari kesan mewah, keluarga beserta kerabat sangat bahagia dan mengucapkan selamat menempuh hidup baru pada Kagome dan Sesshoumaru. Yang penting khidmat dan sakral. Kedua suami istri sedang dimabuk cinta sudak tak sabar menanti hari esok untuk membeli baju pengantin untuk resepsi nanti. Sudah pasti ibu, Mama, dan bibinya akan ikut. Di benak Sesshoumaru mereka pasti heboh duluan bahkan histeris.

Ada-ada saja.

TBC.

HOREEEEEEYY MEREKA SAH JADI SUAMI ISTRI!!! MANA PENDUKUNG SESSKAG?

MECAH REKOR NULIS INI.

I'M SO SORRY, I'M JUST WRITE SESSKAF ONLY, NOT ELSE! THANK YOU.

OYA KANAPA INI PAKE KAPSLOK JEBOL? YANG NULIS LAGI HEPI.

SEMUA GAMBAR BERASAL DARI PINTEREST.

MINNA ARIGATOU GOZAIMASU!!!!!