You All I Need by White Lion.
Kagome mengerjapkan irish birunya. Ketika merenggangkan tubuh ia meringis, tubuhnya pegal-pegal. Maniknya menelusuri dingin langit kamar. Pukul berapa ini? Tangan kanannya meraba jam beker di meja nakas. Kagome menepuk kening dan lupa tidak ada jam beker di meja nakas.
Wanita yang statusnya istri Sesshoumaru bangun dari ranjang dan menatap jam dinding. Pukul lima pagi. Ketika menoleh ke samping dirinya terkejut, sebuah lengan kokoh melingkar erat pinggangnya. Di hari pertamanya tidur dengan suaminya. Ia belum terbiasa.
Kagome tersenyum. Tangannya menyibak sejumput rambut silver yang menutup wajah rupawannya. Kalau dilihat dari dekat, Sesshoumaru sangat tampan. Hidung bangir, bibir tipis, alis menukik tajam, memiliki rahang tegas. Satu lagi, wanita berstatus mahasisiwi Todai sangat suka dengan manik amber suaminya.
Sorot matanya tajam, tapi menyimpan sejuta kehangatan.
Sifatnya dingin, terkesan tidak peduli. Sebenarnya hatinya lembut.
Baritonenya berat, tapi seksi.
Kagome menyukai apa yang dimiliki Sesshoumaru. Ia tak akan mengubah apapun. Sesshoumaru tetaplah Sesshoumaru. Lalu iris birunya beralih pada tumpukan bingkisan tak jauh dari walk in closet.
Satu kakinya turun dari ranjang, Kagome meringis dan memegang perutnya. Kepalanya pening. Ketika kemarin mandi bersama, celana dalamnya ternoda oleh cairan likuid merah. Sesshoumaru melihat itu. Kagome jadi tidak enak hati. Berkali-kali ia meminta maaf dan merusak keromantisan mereka, sang suami menenangkan dan memaklumi istrinya.
"Tidak apa-apa, kau sedang datang bulan. Nanti kita lakukan bersama setelah kau bersih." Sesshoumaru mengusap rambut Kagome penuh kasih.
"Tapi, bagaimana kalau kau duluan aku puasin?" Tanyanya hati-hati.
Pria bermarga Taisho itu menggeleng tegas. "Tidak. Aku tidak mau. Aku ingin kita melakukan bersama-sama."
Manik biru indah itu terhenyak.
"Aku sabar menunggu."
"Sesshoumaru ..." Kagome tak dapat menahan haru. Bulir air mata siap jatuh kapan saja.
"Sesshoumaru ini sangat mencintaimu."
Kagome menutup bibir dengan kedua tangan. Oh, Kami-Sama! Ia sangat bersyukur dan beruntung mempunyai suami yang sangat pengertian dan menghambur ke pelukan dan mengecup lembut bibir Sesshoumaru. Tentu saja disambut dengan penuh suka cita oleh pria nya.
"Aku juga mencintaimu, Sesshoumaru."
"Kau mau kemana?"
Kagome menoleh. Perlahan-lahan kedua mata Sesshoumaru terbuka, menampilkan sepasang emas menatapnya penuh kelembutan. Kagome memekik, suaminya malah mengeratkan pelukan di pinggang rampingnya.
"Sesshoumaru, kau mengejutkanku," ujarnya seraya mencubit gemas hidung suaminya.
"Kau suka kejutan," Sesshoumaru menyibak poni Kagome menyentuh pipi. Rambut hitam legamnya semakin panjang. Sesshoumaru bangun dan menyandarkan tubuhnya. Selimut yang menutupi tubuh turun memperlihatkan dada bidang dan otot di perut. Hal tersebut sukses membuat wajah Kagome kemerahan.
"Pa-pakai selimutmu," Wanita berparas manis itu membuang mukanya, malu.
"Tolong pakaikan."
Masih memalingkan wajahnya tangan Kagome meraba selimut dan menaikkan sampai ke atas dada. Lagi-lagi ia memekik, pergelangan tangannya diraih oleh Sesshoumaru. Wajah mereka sangat dekat dan kedua mata mulai meredup. Bibir saling bertautan. Tangan pria itu merayap ke punggung sang istri, mengusap penuh sayang.
Sesshoumaru mengecup lembut bibir merah jambu milik Kagome. Ciuman pagi tanpa nafsu namun sarat makna dan itu sudah cukup. Saling tatap penuh damba, sarat akan kerinduan suami istri itu tersenyum. Ketika tangan Sesshoumaru membelai pipi Kagome ...
Grruuukkh
Perut keduanya berbunyi tanda minta di isi. Sontak saja Kagome tak dapat menahan tawanya. Ia tergelak ramai. Bahunya berguncang. Sedangkan Sesshoumaru menatap lurus sang istri seraya menyunggingkan senyum manis walau sedikit.
"Kau mandilah duluan. Aku akan mempersiapkan kebutuhanmu." Sesshoumaru mengangguk. Kagome bergegas turun dari ranjang. Ia menyibak gorden kamar. Lalu kakinya beralih ke walk in closet mencari pakaian yang akan dikenakan Sesshoumaru nanti.
Setelah sarapan, mereka bergegas berangkat ke tempat bridal shop terkenal di Tokyo. Kagome hari ini memakai celana jeans biru muda, sepatu sneakers putuh dipadu dengan kemeja putih dan outer abu muda. Tas jinjing putih semakin melengkapi penampilannya.
Sedangkan Sesshoumaru memakai kemeja putih dan sweater abu muda. Celana jeans biru senada yang dipakai sang istri.
Kompak? Ya iya dong. Namanya juga pengantin baru. He he.
Di butik gaun pengantin Inukimi, Bibi Aiko, Mama Hitomi, dan Megumi sudah menanti mereka. Mereka berpelukan secara bergantian. Salah satu pemilik bridal house bertanya, who is the bride?"
Kagome maju selangkah seraya membungkuk sopan. Inukimi memberitahu padanya bahwa sang putra dan menantu sudah menikah kemarin dengan memakai upacara adat tradisional dan mencari gaun resepsi saja.
Pemilik bridal house langsung mengucapkan selamat beserta jajaran pegawainya. Sesshoumaru dan Kagome membungkuk mengucapkan terima kasih. Ketika ditanya apa gaun yang diinginkan, Kagome langsung menyampaikan keinginannya. Wanita manis itu ingin simpel namun berkesan mewah. Tidak berat dan tidak mau model mermaid. Sang suami sudah mewanti wanti tidak boleh gaun terlalu terbuka apalagi memperlihatkan dada istrinya.
Wanita bridal house itu mengangguk. Setelah Taisho family dipersilakan duduk, salah satu pagawai berpakaian hitam langsung menggiring Kagome mencari gaun pengantin. Wanita itu menimbang-nimbang gaun mana yang akan ia coba. Akhirnya dia menunjuk salah satu gaun yang sangat indah. Pegawai yang diketahui bernama Erika mengambil gaun dan menuju ke kamar ganti.
Di ruangan itu Sesshoumaru duduk tenang tak terbantahkan. Wajah boleh kalem, tapi tidak dengan hatinya. Kaki satunya bertumpu ke kaki kanan. Ia tak mengacuhkan wanita-wanita tua sedang asyik menebak gaun apa yang akan dipilih Kagome nanti. Pria itu memejamkan kedua matanya. Istrinya melangkah mendekat. Dadanya berdegup kencang.
Para wanita berdecak penuh kagum dan tak henti mengatakan bahwa Kagome cantik sekali. Gaun warna salem pastel sangat pas di tubuhnya. Dibantu Erika, Kagome berdiri di depan cermin besar. Ketika berbalik, wajahnya memerah. Sesshoumaru menatapnya tanpa berkedip. Beragam komentar dan reaksi memenuhi ruangan itu. Ada yang protes karena tidak cocok, ada juga yang berkata ini bagus.
Kagome kembali lagi ke kamar pas dan mencoba gaun yang kedua. Dirinya takjub. Gaun ini sangat sesuai dengan karakternya. Dia merasa suaminya setuju dengan gaun ini. Sekarang berdiri lagi di hadapan ibu mertua, mama, bibi, nenek, dan suaminya.
Mama Hitomi sampai menitikkan air mata. Megumi yang dari tadi berkomentar pedas hanya diam terpaku. Inukimi dan Bibi Aiko pun terharu. Mama Hitomi memeluk putrinya. Disusul oleh Inukimi ikut memeluknya.
"Kau sangat cantik, Kagome."
"Sesshoumaru, apa pendapatmu?" Tanya Megumi datar.
"Hn."
"Jangan hn saja, Sesshoumaru," tukas Kagome. "Katakan apa pendapatmu."
"Kau sangat cantik, istriku."
Perkataan sang suami sukses membuat wajah Kagome merah padam. Lagi-lagi Inukimi menggoda putra sulung Taisho. Yah, seperti biasa raut Sesshoumaru masam.
"Baiklah, gaun yang ketiga."
Kagome mencoba gaun yang sangat membentuk tubuhnya. Dirinya merasa seksi. Siluet memperlihatkan lekuk pinggangnya. Namun, dia meragu. Apakah mau keluar dengan gaun seperti ini? Apa salahnya dicoba.
Mereka berdecak penuh kekaguman. Melihat lekuk tubuh istrinya dada Sesshoumaru berdetak kencang. Namun satu sisi dirinya protes, gaun itu memperlihatkan dada istri yang menurutnya begitu seksi. Pinggangnya, pinggulnya, dadanya, semua yang ada di diri Kagome baginya itu cantik dan indah. Sesshoumaru tidak menampik, ketiga gaun yang dicoba istrinya semuanya cocok dan sangat indah. Masing-masing menunjukkan kelebihan dan rasanya enggak ada yang kurang.
"Kenapa kau diam saja, Sesshoumaru?"
"Biasa, harap maklum. Ia terpesona," kilah Megumi.
Ada suatu hal yang mengganggu di pikiran Sesshoumaru. Teman-temannya pasti datang menghadiri resepsinya nanti. Dan dia tahu ibunya juga mengundang salah satu koleganya.
"Bu, apa Ibu mengundang 'Drunkard'?
Inukimi mengangguk. "Tentu saja dia pasti datang. Kenapa?"
Alamak!
Sudah diduga. Si Pak Tua genitnya minta ampun melebihi ayah Miroku. Juga anaknya. Drunkard lebih parah. Hobinya memegang bokong para wanita. Terlebih Miroku dan oh, satu lagi, Mukotsu. Si Muka Jelek itu selalu bilang ingin menikah dengan gadis yang ditemui.
Ini bahaya! Sangat bahaya! Tak akan ia biarkan hal itu terjadi. Awas saja orang enggak waras itu menyentuh istrinya, kepala bakal hilang dari badan.
Kagome ingat pesan sang suami. Hatinya mantap memilih gaun pengantin yang sudah disepakati. Yang lain hanya tergantung keputusannya.
Kira-kira, gaun mana yang akan dipilih Kagome nanti? Bisakah kalian menebaknya?
TBC
Maafkan, maafkan membuat kalian menunggu lama. Ada beberap part terhapus tanpa sengaja olehku. Sedih, tapi enggak apa-apa. Semoga kalian suka ya.
Terima kasih bagi yang udah vote ataupun komen.
Minna arigatou gozaimasu.
