Longinus 14Th ( Declare of The War )
Naruto Masashi Kishimoto
High School DxD Ichie Ishibumi
Warning : AU, OOC, OC, TYPO, Semi Canon, dan Lain – lain
DemiDevilNaru, SmartNaru
Summary :
Declare of The War, Longinus yang terlupakan. Longinus yang berada pada tingkatan Top – Tier Longinus dan selalu bersaing dengan rivalnya Zenith Tempest. Tak seperti dua naga langit surgawi yang begitu terkenal dengan kisah kerivalan mereka. Zenith Tempest bahkan tidak diketahui memiliki rival. Kini Declare of The War tersebut kembali hadir , akankah sang pemilik mendeklarasikan keberadaannya ?
Chapter 2 : My Previous Story
Flashback
3 tahun yang lalu
" KEMARI KAU NARUTOO! "
" HUAAAA "
Dua teriakan dari iblis yang umurnya sama tersebut memenuhi lorong istana Agares yang sepi. Para pelayan istana hanya menggeleng – gelengkan kepalanya melihat adegan saling kejar dimana sang gadis yang merupakan majikan mereka selalu terlihat kesal sedangkan sang lelaki yang sebaliknya malah tertawa bebas setelah selesai mengerjai sang gadis.
" Seekvaira – chan , Naru – chan "
Panggilan tersebut mengalihkan kedua pandangan bocah berusia 12 tahun tersebut. Dua pasang netra mereka hanya terpaku pada sosok wanita bersurai kemerahan yang perlahan berjalan mendekati mereka.
" Kushina Baa – san / Kaa – chan " Kushina tersenyum lebar begitu menerima balasan panggilannya tersebut. Ia menunduk sedikit menyamakan tinggi badannya dengan dua bocah di depannya. Tindakannya itu menyebabkan sang bocah pirang laki – laki cemberut.
" Seekvaira – chan bukankah aku sudah mengatakan kau boleh memanggilku Kaa – san ? " Seekvaira mengganguk pelan.
" Uhm, Baa – san telah mengatakannya. Namun, kupikir aku belum berhak atas hal itu. Gomenne " Ucap Seekvaira dengan nada menyesal. Kushina menghela nafas sebentar, niatnya ia ingin kembali meyakinkan anak gadis di depannya namun cemberut yang imut pada wajah putranya lebih menarik perhatiannya saat ini.
" Ada apa Naru – chan ? " Naruto mendongak sedikit untuk menatap wajah ibunya.
" Kaa – chan tak perlu menunduk seperti itu, Naru sekarang sudah lebih tinggi dan besar. Ah, satu lagi jangan panggil Naru – chan. "
Puk
" Ugh " Naruto mengusap – usap ubun – ubunnya begitu gadis di sampingnya tanpa perasaan segera memukulnya di sana begitu mendengar jawabannya.
" Baka ... kita masih kecil " Naruto meletakkan jarinya di dagu dengan ekspresi seolah berpikir keras.
" Mungkin itu hanya terjadi padamu Mecha – chan " balas Naruto polos.
Satu perempatan secara samar muncul di kening Seekvaira. Dengan senyuman manis – yang menurut Naruto mengerikan - Seekvaira bertanya pada Naruto.
" Bisa kau ulangi panggilanmu tadi ? "
" a- ah , aku lupa harus memberi makan Gary. Aku pergi dulu. Jaa ne "
Wush
Naruto dalam sekejap telah menghilang dari sana. Meninggalkan satu pertanyaan di benak Kushina dan Seekvaira
" Siapa itu Gary ? "
XoX
Naruto selepas melarikan diri dari Seekvaira dan ibunya berjalan – jalan sendiri ke hutan wilayah Agares. Hutan tersebut bukanlah tempat yang asing lagi baginya mengingat semenjak usia 7 tahun, ia telah sering bermain dan kadang – kadang dilatih ilmu beladiri oleh ibunya sendiri.
Semilir angin sejuk mulai menerpa tubuhnya. Melangkah pelan ia mendudukan dirinya di depan sebuah pohon rindang, punggungnya ia sandarkan pada batang pohon yang kokoh tersebut. Sehelai daun secara perlahan mulai jatuh ke hadapannya dan dengan lihainya bocah berusia 12 tahun tersebut menangkapnya. Memain – mainkan sebentar secarik daun tersebut sebelum akhirnya ia melepaskannya lagi membiarkan daun tersebut melayang ke arah gundukan semak yang memang tak berada jauh di depannya.
Grrkk grkk
Iris birunya menyipit begitu matanya terfokus pada semak di depannya. Irisnya tersebut masih terus menatap waspada pada semak tersebut sebelum akhirnya fokusnya teralihkan oleh sebuah tepukan lembut di pundaknya.
" Naruto "
Naruto segera terlonjak kaget begitu mendengar panggilan tersebut. Secara terburu – buru, ia menoleh ke belakang tanpa sadar ia menghela nafas lega begitu melihat wajah Seekvaira.
" Seekvaira huh ? Kau mengejutkanku "
" Eh ? Kenapa aku mengejutkanmu Naruto ? " tanya Seekvaira mulai penasaran namun hanya dibalas gelengan kecil oleh Naruto seraya bocah pirang itu kembali memfokuskan pandangannya pada semak – semak tersebut.
Sebuah tanda tanya abstrak muncul di atas kepalanya begitu tak mendapati lagi gerakan dari semak tersebut.
' Tunggu, dengan intensitas anginnya yang semakin tinggi bukannya seharusnya semak – semak tersebut lebih mudah bergoyang dari yang tadi. ' Secara iseng, Naruto meraih sebuah kerikil yang berada tak jauh di depannya.
" Ne Seekvaira ... " Seekvaira menatap pada Naruto dengan alis yang terangkat.
" Ketika kau mendapat tanda dariku. Jangan ragu larilah ke dalam dan minta bantuan oke ? " Seekvaira hanya mengangguk – anggukan kepalanya polos. Dalam batinnya, ia menolak mengikuti kemauan Naruto karena berpikir Naruto tengah bersiap dengan rencana jahilnya lagi kali ini.
Syut
Dengan sedikit kencang, batu yang telah Naruto lapisi dengan demonic power tersebut meluncur ke arah semak – semak tersebut. Dan ...
Tuk
" Itteeee ... " teriakan yang sedikit nyaring tersebut menyentak kedua bocah iblis tersebut. Naruto dengan tanggap segera bangun dan berdiri di depan Seekvaira dengan tangan kiri yang telah terangkat berusaha melindungi temannya tersebut.
" Siapa ? " tanya Naruto dengan nada mengancam sementara Seekvaira mulai bergetar dan menggengam pundak Naruto sebagai akibat dari merasakan ketakutan.
Secara perlahan seorang sosok pemuda keluar dari semak – semak tersebut. Sebuah seringaian gila terpampang pada wajahnya.
" Tak kusangka kau menyadariku bocah. " Naruto hanya diam mendengar pujian tersebut. Matanya terus menelusuri tubuh pemuda di depannya. Sebuah jubah kehitaman yang sedikit longgar menutupi tubuh pemuda tersebut hingga ke bagian wajah. Bahu kirinya juga terlihat turun ke bawah sedikit dengan tangan kiri berada dalam saku sementara tangan kanannya terjulur ke depan menunjuk sosok dirinya.
" Matamu ... " Naruto mengangkat alisnya penasaran. " Matamu sangat bagus bocah. Kau memiliki potensi yang tinggi, jadi bisakah kau menjadi anak yang baik dengan menyerahkan teman gadis di belakangmu itu kepadaku "
" Untuk ? " tanya Naruto.
" Bermain. Ah, kalian tahu permainan mencari harta karun ? " Mendapati keheningan dari dua bocah di depannya pemuda tersebut melanjutkan ucapannya " Yah, sebut saja begitu. Aku sedang bermain dengan seseorang dan gadis di belakangmu itu adalah hartanya. "
" Ah, begitu " Senyum Naruto melebar. Tanpa pemuda itu sadari dari balik lengan panjang Naruto 5 bola kecil dengan ragam warna telah siap di sana.
" Jaa ... kalau begitu " Naruto meraih tangan Seekvaira sementara Seekvaira hanya menatap horror pada Naruto yang ia kira akan menyerahkannya.
" Mari bermain "
BUM BUM BUM
Naruto dengan cepat segera menarik tangan Seekvaira menuntun gadis itu menuju ke luar hutan. Naruto terus memfokuskan telinganya akan suara – suara di sekitarnya, begitu pendengaran sensitifnya mendengar sesuatu yang janggal. Naruto kembali menarik Seekvaira ke arah lain , ke dalam hutan tepat seperti yang direncanakan oleh pemuda yang merupakan assasin tersebut.
Wush
' bocah yang menarik ' batin Assasin tersebut mulai berlari mengejar Naruto dan Seekvaira yang semakin ke dalam hutan.
Back to Naruto
Naruto kini telah melepaskan tarikannya pada tangan Seekvaira. Saat ini mereka tepat berada di tengah hutan dalam posisi bersembunyi di balik rimbunnya akar – akar pohon.
" Ini percuma Naruto " Naruto menghela nafas lelah mendengar pernyataan Seekvaira. Pernyataan tersebut sangatlah tepat, lawan mereka kali ini seorang assasin yang bahkan mampu menginfiltrasi daerah Agares yang terkenal dengan 10 keamanan terkuat di Meikai.
" Sebenarnya masih ada satu cara " Seekvaira menoleh ke Naruto begitu mendengar bisikan lirih tersebut. " Apa itu ? " Tatapan Naruto berubah menjadi serius, tatapan tersebut membuat Seekvaira tersentak karena baru kali ini melihat Naruto serius.
" Dengar Seekvaira ... "
XoX
" Hoi , Gaki dimana kalian ? " Assasin tersebut dengan santai berteriak lantang, ia tak perlu khawatir suaranya kedengaran hingga ke bagian istana sebab mereka telah masuk terlalu jauh ke dalam hutan. Ini memang strateginya membuat bocah tersebut sedikit paranoid hanya dengan menimbulkan bunyi – bunyian di sekitar jalan keluar hutan, ia memprediksikan bocah tersebut akan berpaling dan masuk ke dalam hutan. Lalu prediksinya terbukti tepat ketika ia dapat merasakan hawa kehadiran dua bocah tersebut semakin dekat.
Mata Assasin tersebut terpaku pada pohon raksasa. Dalam sekali lihat tak ada yang aneh dengan pohon raksasa tersebut tapi jika diperhatikan lagi kau dapat merasakan sedikit aura yang ditahan oleh sebuah kekkai sederhana.
' Mereka mencoba mengelabuiku huh ? Menarik ' batin Assasin tersebut. Dengan langkah pelan, ia menuju bagian dari akar – akar tersebut tempat terbesar dari sumber energi yang ia rasakan.
" Permainan selesai anak – anak " ucapnya dengan nada horror.
Dor Dor
Dua tembakan secara telak ia tembakkan ke dalam bagian pohon tersebut dengan seringai keji ia membuka sedikit akar – akar yang seperti tirai tersebut. Namun matanya membulat begitu dalam akar – akar tersebut tidak ada bocah yang ia cari melainkan sebuah boneka jerami di mana pada bagian boneka jerami tersebut terdapat sebuah bola yang berukuran cukup besar.
" Kena kau " teriakan yang berasal dari atas tersebut sama sekali tak membantunya begitu dua bola tersebut mengeluarkan sinar kemerahan yang cukup terang, cukup untuk membutakan sesaat Assasin tersebut.
Rencana Naruto adalah seperti ini, ia ingin membuat Assasin tersebut mengira dirinya dan Seekvaira berada dalam ruang yang tertutup sehingga assasin tersebut berpikir dapat dengan mudah mengeliminasi mereka karena itu ia meminta Seekvaira membuat sebuah barrier dengan konsentrasi penuh di bagian akar pohon tersebut. Jadi, konsentrasi energi mereka yang relatif kecil akan tertutup dan memudahkan mereka bersembunyi di balik rimbunnya batang – batang pohon tersebut. Mereka masih belum mahir menggunakan sayap hal itu yang membuat mereka harus turun ke tanah terlebih dahulu membuat assasin tersebut buta sehingga dapat memberikan mereka waktu untuk kabur.
" Arrgghhh mataku ... mataku " assasin tersebut mulai menembak asal dengan pistolnya, satu pelurunya hampir mengenai Seekvaira namun Naruto terlebih dahulu menggunakan energi sihirnya yang tersisa untuk melindungi Seekvaira.
Bruk
" ugh " Naruto meringis ketika satu lagi peluru yang ditembak asal tersebut merobek lengan kanannya.
" Naruto !" Seekvaira berhenti begitu melihat Naruto terjatuh. Ia berniat membantu Naruto namun teriakan Naruto menghentikannya.
" Pergi ! Pergi Seekvaira. Aku akan menanganinya di sini " Mengerti situasi dengan tanggap, Seekvaira segera berlari sementara Naruto perlahan bangkit menatap ke arah assasin yang sepertinya telah mendapat penglihatannya kembali.
" Cerdik juga bocah. Kau memang memiliki potensi. Tapi ... " Assasin tersebut menodongkan pistolnya ke direksi Naruto. " Aku tak punya waktu untuk main – main bersamamu bocah "
Dor dor dor
Naruto lari terbirit – birit berpindah dari satu pohon ke pohon yang lain begitu pohon tersebut runtuh menerima beberapa peluru.
" Apa kau hanya bisa lari bocah ? " Hardikan tersebut dibalas keheningan karena Naruto memang hanya terfokus untuk terus berlari.
" oi oi Oji – san bukankah ini berbahaya hah ?! " teriak Naruto tak jelas.
Kesal dengan pelurunya yang sama sekali belum mengenai Naruto. Assasin tersebut menyibak pelan jubahnya mengeluarkan sebuah gagang pedang yang berbentuk lurus saja.
Naruto mengerutkan alisnya ketika merasa pernah melihat pedang tersebut. Keringat dingin mulai mengalir dari pelipisnya begitu sebuah kata – kata dari buku yang pernah ia baca terngiang di otaknya mengingatkannya atas informasi mengenai benda apa yang dipegang Assasin tersebut.
Light Sword
Naruto melebarkan matanya begitu Gagang pedang itu ditumbuhi oleh semacam cahaya.
" Nah, akan kuhabisi kau dengan cepat bocah. Selanjutnya giliran pewaris dari Agares itu "
" Tak akan kubiarkan kau mendekati Seekvaira " Naruto meraih sebuah pedang kecil dari inventorinya. Pedang ini sebenarnya merupakan warisan dari ayahnya, ya setidaknya itu yang ia ketahui dari ibunya.
" Tch apa kau bermain masak – masakan dengan pisau itu bocah " ejek Assasin tersebut dan dalam sekejap ia muncul di hadapan Naruto dengan kuda – kuda menebas kepala pirangnya.
Ting
Pedang kecil yang ia gunakan untuk bertahan tersebut terlihat perlahan terkikis oleh pedang cahaya milik lawannya, gigi Naruto bergemeletuk menyadari perbedaan kemampuan dan senjata yang jauh di antara mereka saat ini.
Buag
Naruto terlempar dan mendarat keras di pohon yang berada tak jauh di belakangnya. Tak tanggung tendangan tersebut cukup membuat pohon dibawahnya hampir runtuh dan Naruto sama sekali tak dapat merasakan perutnya sama sekali. Naruto perlahan berusaha bangkit, namun Asssasin itu tidak hanya berhenti di sana dengan kecepatannya yang hanya dapat Naruto tangkap sedikit Assasin tersebut telah kembali berada di hadapan Naruto. Pedang Naruto juga telah terlempar jauh begitu dengan entengnya sosok tersebut mementalkan pedang Naruto.
" Kuda – kudamu terbilang cukup terlatih untuk bocah seusiamu. Aku terkejut, jika kita berjumpa di lain tempat aku sudah pasti akan mengangkatmu menjadi murid. Bocah ... sebelum aku membunuhmu sebutkan namamu dan aku akan mengingatnya " bibir Naruto kelu. Tatapan masih terpaku pada sosok di depannya. Ia sama sekali tak bisa berbuat apa – apa, pengeluaran sihir yang cukup besar di awal hanya untuk menjebak assasin tersebut itu turut serta memperlemah keadaannya saat ini.
" U – Uzumaki Naruto ... satu hal lagi Oji – san aku tak akan mati disini "
" Semangat yang bagus. Baiklah selamat tinggal Uzumaki Naruto "
Jleb
Naruto menatap nanar ke arah pedang cahaya yang telah tertancap di dadanya tersebut. Nafasnya mulai tercekat begitupula penglihatannya yang mulai kabur.
" Maaf Okaa – chan sepertinya aku hanya sampai disini "
" Menyedihkan " Suara hardikan dengan suara berat dan menakutkan menggema di dalam pikiran Naruto
" Si – siapa ? "
" Siapa aku bisa kau ketahui nanti. Aku memiliki pertanyaan untukmu " Naruto mengangkat alis penasaran akan ucapan tersebut.
" Apa kau masih ingin hidup ? Apa kau masih ingin ekstensimu ada di dunia yang kejam ini ? "
Naruto tercenung begitu mendengar pertanyaan tersebut. Sepintas kenangan hidupnya selama 12 tahun berputar hingga berakhir pada wajah ibunya yang tersenyum dengan air mata. Ia ingat saat itu, itu adalah saat ibunya menceritakan tentang ayahnya. Matanya terpejam sesaat sebelum akhirnya terbuka dengan tatapan yakin.
" Aku ingin hidup ... aku ingin hidup untuk membahagiakan Okaa – chan ... aku ingin hidup untuk mengetahui lebih banyak tentang Tou – chan ... aku ingin memiliki banyak teman dan banyak lagi teman ... Tak peduli sekejam apa dunia yang kau maksud tersebut ... aku ingin hidup "
" Itu keputusanmu ? Walaupun nantinya kau hanya akan berakhir dalam sesuatu yang mengerikan ? " Tanya suara tersebut seperti berusaha menggoyahkan keyakinan Naruto
" Tidak, Tak peduli akhir bagaimana aku akan menjalaninya. Menjalani keseharian bersama orang – orang yang menyayangiku, itu yang kuinginkan "
" Hahaha kau terdengar begitu naif bocah ... Tapi itu jawaban yang baru pertama kudengar. Menarik kuberikan satu kesempatan ... pergunakanlah dengan baik "
Seberkas cahaya emas muncul di hadapan Naruto. Dengan cepat cahaya tersebut masuk meresap dalam tubuh Naruto diiringi suara – suara mekanik yang bergema dalam pikirannya.
[ Declare declare declare ]
" Aku akan mendeklarasikan keberadaanku "
Assasin tersebut mengangkat alisnya begitu melihat dari pedangnya yang masih tertancap pada dada Naruto bergetar hebat. Instingnya berteriak panik begitu melihat sinar keemasan mulai muncul dari tubuh Naruto.
Iris Naruto perlahan terbuka. Iris biru itu kini sedikit terkontaminasi oleh warna emas.
" Sudah kukatakan. Aku tak akan mati di sini "
" HAAAAA " Naruto menggengam erat lengan Assasin tersebut yang masih shok menatap Naruto selamat dari serangannya. Dengan enteng Naruto melempar sosok tersebut menjauh darinya, pedang cahaya yang masih tersemat di dadanya ia tarik perlahan. Luka dari tusukan tersebut perlahan membaik seiring dengan menghilangnya aura emas yang membungkus tubuh Naruto.
" Senjata seperti ini ... " Naruto meremas sedikit pedang tersebut " Tak berguna lagi padaku "
Pranggg
" Bagaimana mungkin ... seorang iblis sepertimu menghancurkan senjata dengan afinitas cahaya. Lagipula aura ini ... aura sacred gear. Bagaimana bisa iblis sepertimu memilikinya ? "
Naruto menatap blank pada Assasin tersebut. Aura emas yang tadinya menghilang kini berkumpul pada tangan kanannya hingga memadat membentuk sebuah kunai bercabang tiga.
" Kalau kau ingin jawabannya maka lawan aku " Assasin tersebut perlahan berdiri. Seringainya melebar begitu melihat Naruto melempar kunainya, ia dengan cepat meraih pistolnya.
" Ternyata benar ... " Kunai tersebut semakin mendekat ke arahnya " Kau memang memiliki potensi "
DORR
Sring
XoX
Lord Agares beserta istrinya yang saat itu juga bersama Kushina di ruangan rapat menaikkan alis mereka begitu melihat 4 portal teleportasi yang begitu mereka kenal. 4 portal tersebut milik pemimpin mereka, Yondai Maou saat ini, Sirzech, Serafall, Ajuka, Falbium.
" Maaf atas kelancangan kami Lord Agares dan Lady Agares. " Sirzech yang muncul terlebih dahulu menunduk sedikit atas kelancangan mereka berempat. Tindakan untuk masuk ke dalam teritori klan – klan noble hanya dengan menggunakan sihir teleportasi dapat dikatakan sebagai sebuah tindakan yang kurang sopan.
" Tidak apa Sirzech – sama, silakan duduk. Kupikir pasti ada masalah genting bukan hingga memaksa kalian semua kemari "
" Tidak perlu, Lord Agares. Kedatangan kami kemari hanya untuk mengkonfirmasi sesuatu " balas Ajuka.
" Oh apa itu Ajuka – sama ? " Lady Sitri ikut bertanya.
" Seekvaira, putri anda. Apakah dia ada di sini ? " Falbium kali ini yang melanjutkan. Berbeda dengan biasanya, Maou Asmodeus itu terlihat serius.
Lady Agares mengalihkan pandangannya pada Kushina. Seakan mengerti dengan pandangan tersebut, Kushina mengangguk pelan mengaktifkan lingkaran sihirnya untuk mencari keberadaan Seekvaira.
" Sebenarnya ada apa ini Satan – sama ? " Lord Agares bertanya selagi menunggu proses pencarian oleh bishopnya, Kushina.
" Seminggu terakhir ini, kami berhasil menahan satu iblis golongan Old Satan yang berusaha menyusup ke dalam teritori Sitri. Dalam penahan tersebut kami berusaha mencari tahu maksud dari tindakannya tersebut namun terlalu sulit karena memiliki banyak segel sihir yang ditanamkan dalam otaknya. " Jelas Serafall.
" Namun, hari ini kami berhasil membuka seluruh segel tersebut. Akhirnya setelah melewati proses introgasi panjang, tahanan tersebut membocorkan rencana dari Old Satan untuk membunuh para pewaris dari 34 klan terutama yang mengkhianati Old Satan. " Ajuka menambahkan.
" Mengkhianati Old Satan ? Berarti kami merupakan target mereka " Sirzech menaikkan alisnya, ini informasi baru baginya.
" Bisa anda elaborasikan Lord Agares ? " pinta Sirzech.
" Sebenarnya ini merupakan urusan dalam klan namun karena berhubungan dengan putriku, kupikir mengatakannya kepada kalian tidak masalah. Selama perang dingin antara kubu Anti Satan dengan Old Satan kami dari klan Agares hanya diam tak mencampuri urusan tersebut karena telah terjadi perpecahan di dalam klan yang mana lebih banyak memilih berpaling dari Old Satan. Sebagai pemimpin muda aku mengambil keputusan untuk diam terlebih dahulu mengobservasi keadaan, begitu melihat kalian yang telah memenangkan perang tersebut, kami baru sepakat untuk benar – benar mendukung kalian. Terdengar licik memang ? namun itu semua demi keutuhan klan " Sirzech manggut – manggut mengerti begitupula dengan 3 maou yang lain.
" Lord Agares ... para pengawal sedang mengantar Seekvaira kemari. Ia mengatakan ada yang hal penting yang perlu disampaikan. "
Krieet
" Maaf jika hamba lancang Otou – sama , Okaa – sama ,Kushina – baa – san " Seekvaira menunduk sesaat masih belum menyadari keberadaan dari empat maou di dekat orang tuanya.
" Seekvaira , syukurlah kau selamat. " Sirzech tersenyum tipis begitu melihat keadaan Seekvaira namun alisnya mengkerut melihat gadis tersebut terlihat ... panik.
" Ah, maou – sama maaf atas kelancanganku "
" itu tidak penting Seekvaira. Kau mengatakan ada hal penting yang ingin kau sampaikan bukan ? " Falbium segera menyela Seekvaira, sebagai jenderal perang ia dapat menangkap masih ada bahaya lainnya.
" Ah, benar. Naruto ... Naruto saat ini sedang berhadapan dengan seorang yang tak kukenal. Tapi dari caranya berbicara ia seperti menargetkan aku. " Kushina melebarkan matanya begitu mendengar nama anaknya.
Ajuka dan Sirzech menutup matanya sebentar sementara Serafall yang mengenal Naruto sebagai anak Kushina melangkah mendekati Kushina mencoba membantu Lady Agares untuk menenangkan Naruto.
" Falbium, kerahkan pasukanmu yang masih tersisa untuk ke hutan Agares. Serafall, kau kembali ke pusat dan coba cari tahu apa terdapat target lain. Ajuka kau ikut bersamaku kita akan memimpin pasukan Falbium untuk masuk ke hutan Agares. Lord Agares bolehkah ? " tanya Sirzech di akhir.
" Lakukan apa yang kau anggap penting, aku juga akan menambahkan pengawal dan anggota peerageku ke sana. Kushina kau tetaplah di sini kita tetap berwaspada jika ternyata ia menargetkan Seekvaira. " Ajuka membuka matanya mendengar perintah dari Lord Agares tersebut, tangannya terangkat ke atas.
" maaf menyelamu Lord Agares. Tapi bisakah putri anda, Seekvaira ikut bersama kami ? "
" Untuk apa Ajuka – sama ? " Ajuka tersenyum tipis sebelum menjawab pertanyaan tersebut.
" Ini hanya firasatku saja. Tapi, aku yakin firasatku tak pernah keliru. Keberadaan Seekvaira di sana nantinya pasti sangat essensial "
Lord Agares terdiam sebentar. Ia mengangguk lemah. Mata terdireksi pada Kushina.
" Maaf Kushina, kau dapat mempercayakan putramu kepada mereka. Saat ini kau lebih baik berada di sini memimpin para pengawal. Kita berwaspada dengan kemungkinan – kemungkinan lain. " Kushina hanya mengangguk mendengar perintah tersebut.
' semoga kau baik – baik saja, Naruto '
XoX
ZRASS
Mata Assasin tersebut membulat
' Apa yang sebenarnya terjadi ? ' batinnya bingung.
Ya, sepersekian detik setelah ia menembak tiba – tiba Naruto menghilang dan muncul tepat di sampingnya dengan menggengam kunainya. Dalam sekali sabetan, naruto berhasil menebas tudung dari jubah milik Assasin tersebut sekaligus memberikan luka gores pada wajah tersebut.
" Brengsek kau bocah " Naruto kembali melempar kunainya menjauh dari Assasin tersebut begitu melihat tatapan gila dari assasin tersebut yang sepertinya akan mulai menembaknya lagi.
Dor Dor
Sring
Kunai tersebut tertancap pada dahan pohon, sepersekian detik pula Naruto muncul di dahan tersebut sebelum tembakan Assasin tersebut mengenainya.
Naruto sedikit mengurut kepala dan perutnya. Tubuhnya masih belum bisa beradaptasi dengan sensasi mabuk yang diakibatkan teknik menghilangnya tersebut.
" Aku mengerti " Naruto menatap lurus ke bawah tepat ke arah Assasin yang tersenyum menatap Naruto.
" Sacred Gearmu mengizinkanmu untuk melakukan teleport, kalau begitu ... " Sebuah rune terbentuk di samping Assasin tersebut, dengan perlahan muncul sebuah pedang dengan aura suci yang sanggup membuat Naruto meneguk ludah " Aku akan serius kali ini "
" Membaralah Holy Sword " Keringat dingin mengalir pelan dari pelipis Naruto begitu merasakan tekanan aura suci dari pedang itu semakin meningkat. " Aku telah menciptakan kekkai di sekitar sini bocah, jadi kau tenang saja tak akan ada yang merasakan aura pertarungan kita di sini. Ayo bertarung sepuasnya "
Assasin tersebut menebaskan holy swordnya ke udara kosong mengirimkan tebasan energi melintang yang mengarah cepat ke arah Naruto. Mengikuti insting dalam dirinya, Naruto menodongkan kunainya ke depan seperti insist untuk menahan tebasan tersebut hanya menggunakan kunai kecil tersebut.
Begitu tebasan energi tersebut menyentuh ujung kunai tersebut. Secara mendadak, tebasan energi itu menghilang tanpa bekas mengejutkan sang Assasin karena baru pertama kali melihat hal seperti itu. Ia juga sama sekali belum pernah melihat bentuk sacred gear yang berbentuk kunai, entah karena sacred gear itu sangatlah lemah atau mungkin sacred gear yang sangat langka.
Tak ingin berpikir terlalu lama, Assasin tersebut menggunakan pistolnya lagi menembak Naruto. Kali ini Naruto menghindar dengan turun ke bawah hanya untuk bertemu dengan Assasin tersebut yang siap menebas dua dirinya. Namun berkat refleksnya Naruto berhasil menggunakan kunainya tersebut untuk mempertahankan diri walaupun harus membuat ia terlempar dalam keadaan terlempar Naruto melempar kunainya ke arah Assasin yang hanya memiringkan kepalanya untuk menghindari serangan tersebut.
Dalam diam Assasin tersebut menyeringai begitu melihat tubuh naruto menghilang dan dengan melakukan gerakan yang rumit dan lincah, Assasin tersebut telah berada di hadapan Naruto dengan holy swordnya yang siap untuk menusuk perut naruto.
" Teleportasimu memang hebat namun itu sangat mudah ditebak " ucap Assasin tersebut.
" Matilah " Dengan gerakan cepat, Assasinn tersebut menusukkan holy swordnya namun belum sampai ke perut naruto, holy swordnya tertahan oleh sebuah tebasan energi yang begitu ia kenal, karena tebasan energi tersebut adalah miliknya.
' Dia tidak hanya memindahkan diri tapi juga serangan ' batin Assasin tersebut. Naruto yang juga ikut terkejut berhasil selamat walaupun terdorong akibat daya ledak dari pertemuan holy sword dan tebasan energi tersebut.
Naruto mulai merasakan kesemutan pada tangan kanannya. Energinya juga mulai turun, perlahan ia mulai berlutut menghasilkan kekehan dari lawannya. " kehabisan energi huh ? Akhir yang menyedihkan untukmu. "
" kau tahu, Tugas tetaplah tugas. Sebenarnya aku sangat sayang untuk membunuh sosok berpotensi sepertimu. Jadi kuberikan kau kesempatan ... " Valper sampai di hadapan Naruto, Holy Swordnya bergerak cepat menusuk dada Naruto
Jleb
" Tusukan itu tidak pada titik vital, namun jika kau biarkan kau akan mati. Aku ingin melihat bagaimana anak seusiamu yang mampu membuatku serius bertahan. Ah, sepertinya tugasku juga sudah gagal. Sampai jumpa Uzumaki Naruto "
Jrassh
Cipratan darah dalam jumlah cukup banyak mengenangi tempat tersebut setelah Assasin tersebut mencabut pedangnya dari dada Naruto. Sebelum ia pergi, ia masih sempat tersenyum sebentar.
Kekkai transparan yang menutupi tempat tersebut segera menghilang begitu sosok itu pergi. Tak lama Sirzech dan Ajuka beserta Seekvaira dan pasukan Falbium hadir. Seekvaira yang ingin berteriak histeris begitu mengira temannya telah ditewas ditahan oleh Ajuka.
" Tenanglah, ia belum mati. Namun, jika kita membawanya ke rumah sakit akan sangat terlambat. Seekvaira ... reinkarnasikan ia dalam peeragemu " Seekvaira melebarkan matanya sesaat, setelah mengerti dengan perintah Ajuka, ia perlahan mendekati Naruto. Sebuah bidak ratu terlihat bereaksi ketika berhadapan dengan tubuh Naruto namun dalam sekejap bidak tersebut berwarna terang dan berubah warna menjadi lebih gelap.
' Mutation ? Tapi bagaimana bisa ? ' Batin Ajuka yang mengangkat alisnya heran akan peristiwa di depannya.
" Aku, Seekvaira Agares. Memanggilmu Uzumaki Naruto. Hidup dan layani aku dalam peerageku "
Begitu ritual tersebut selesai. Kunai yang semula masih berada di tangan Naruto menghilang dan masuk kembali ke dalam tubuh Naruto. Fenomena tersebut hanya dapat ditangkap oleh Ajuka yang melebarkan matanya begitu melihat hal tersebut.
' Mungkinkah ... anak ini ... Declare Of War '
TBC
Yah, ini adalah yang sesuai saya perjanjikan. Di sini udah diperlihatkan sedikit bukan kemampuan Declare of War. Ia mampu memindahkan pemilik bahkan serangan lawan namun ini masih level bawah dari serangan tersebut. Dalam Declare of War nanti juga terdapat level – level kekuatan yang harus Naruto lalui untuk menguasainya secara penuh. Potensi dari sacred gear Naruto akan diperjelas chapter depan beserta dengan bentuk sacred gearnya.
Seekvaira Agares ? Enggak kenal ? Dia adalah pewaris dari keluarga Agares salah satu dari 4 rookie terbaik selain Sairaorg, Sona dan Rias. Ia memang hanya memiliki satu peerage yaitu ratunya yang bernama Alivian namun disini aku ganti dengan Naruto hehe.
Ada yang bilang pernah lihat konsepnya, yah karena memang ini sedikit terinspirasi dari fanfic House of Sitri Butler, namun di sini Naruto tidak menjadi butler , hanya menjadi teman kecil Seekvaira. Wajah Seekvaira sudah saya jadikan foto profil untuk fic ini bagi yang belum tahu gimana mukanya.
Mengenai harem atau tidak ? Saya masih belum memutuskan sehingga saya akan tetap menyuplai beberapa gadis yang nanti dekat dengan Naruto dan biarkan Naruto yang memilih nantinya hehe.
Untuk fic yang lain, akan saya update setelah atau saat saya ujian. Terima kasih.
TBC
