Longinus 14Th ( Declare of The War )

Naruto Masashi Kishimoto

High School DxD Ichie Ishibumi

Warning : AU, OOC, OC, TYPO, Semi Canon, dan Lain – lain

DemiDevilNaru, SmartNaru

Summary :

Declare of The War, Longinus yang terlupakan. Longinus yang berada pada tingkatan Top – Tier Longinus dan selalu bersaing dengan rivalnya Zenith Tempest. Tak seperti dua naga langit surgawi yang begitu terkenal dengan kisah kerivalan mereka. Zenith Tempest bahkan tidak diketahui memiliki rival. Kini Declare of The War tersebut kembali hadir , akankah sang pemilik mendeklarasikan keberadaannya ?

Chapter 3 : Me, The Student of Ajuka Beelzebub and Serafall Leviathan

Naruto menghela nafasnya pelan begitu mengingat tugas yang menantinya ketika sampai di apartemen yang ia tinggali bersama ibunya dan Seekvaira. Yah, 3 tahun telah berlalu semenjak Naruto menjadi queen Seekvaira. Di usianya yang pada manusia bumi setara dengan 15 tahun, Seekvaira telah diamanatkan untuk mengawasi salah satu Teritori Agares di dunia manusia, tepatnya di Osaka, salah satu kota terbesar di Jepang. Namun, akibat sifat Daughter complex yang diderita Lord Agares, ia juga memerintahkan Kushina untuk mengikuti Seekvaira ke dunia manusia yang diterima dengan senang hati oleh ibu Naruto itu.

" Tadaima ... " Naruto mengetuk pelan pintu tersebut, tanpa menunggu respon untuk membuka pintu itu ia sendiri dengan langkah gontai memasuki pintu tersebut. Alasan ia melakukan hal itu ? simpel karena memang tak ada orang di rumah. Seekvaira pasti pergi ke pameran Mecha yang saat ini digelar di Osaka Centre setelah berhasil menjebak dirinya untuk mengerjakan laporan yang seharusnya tugas Seekvaira, mengenai Kushina, ibunya itu menggunakan kedok sebagai wanita karrier di dunia manusia sehingga sangat jarang berada di rumah.

Naruto menguap lebar begitu tangannya telah menyentuh knob pintu ruangan kerja tersebut. Dirinya masih mengantuk sebab kekurangan tidur karena hanya dapat tertidur kurang dari 8 jam, dengan malas ia membuka pintu ruangan tersebut sambil menggosok matanya, suatu tindakan untuk mengurangi rasa kantuknya.

" Ah ... Okaeri Naruto – kun " Naruto terdiam. Tangannya menggosok lebih keras begitu matanya mendapati sosok gadis cantik berkacamata dengan tubuh yang terbilang kecil berdiri di depan meja kerjanya. Sadar dengan siapa yang berdiri di depannya, Naruto secara gelagapan mulai membalas sapaan tersebut disertai bungkukan hormat.

" Ah ... domo Sona Sitri – sama " Jika Naruto lebih cepat sepersekian detik mengangkat kepalanya maka ia akan dapat melihat lengkungan ke bawah dari bibir Sona begitu mendengar balasan dari Naruto itu.

" Kukatakan cukup dengan keformalan itu ... wajah dan kelakuanmu tak cocok untuk hal itu " saran Sona sambil mengangkat kacamatanya yang membuat Naruto seperti melihat kingnya sendiri yang berhadapan dengannya.

" Hal itu tak dapat saya lakukan. Maaf mengecewakan anda Sona Sitri – sama " Sadar bahwa ia tak akan bisa menang dari kekeraskepalaan Naruto, Sona hanya mendengus dan kembali diam. Naruto yang memang dasarnya jahil dan tak dapat diam mulai merasa janggal dengan keheningan tersebut. Dengan ragu, ia mulai bertanya mengenai kedatangan heiress Sitri tersebut.

" E – Etto ... Sona Sitri – sama bukan maksud saya kurang ajar ... tapi apa maksud anda kedatangan kemari ? " Sona menghela nafas lelah mendengar pertanyaan tersebut.

" Jadi, Kushina – Baa – san masih belum menyampaikannya padamu ya ... sepertinya Mecha – Onna itu yang memerintahnya " Naruto hanya diam mendengar monolog yang dilakukan Sona. Beberapa tanda tanya abstral terus bermunculan di atas kepalanya begitu mendengar sedikit monolog Sona yang digumamkan dengan nada kecil tersebut, tidak itu lebih tepat jika diklasifikasikan sebagai desisan. Puas dengan pikirannya sendiri, Sona mengangguk pelan seakan mendapat ide yang luar biasa bagus. Pandangannya ia alihkan pada sosok Naruto yang masih terfokus pada dirinya, sinar keyakinan memancar dari iris violet indahnya yang membuat Naruto tanpa sadar merona merah terpesona akan keeleganan gadis di depannya.

" Jadi ... Naruto – kun kedatanganku kesini adalah untuk – " Perkataan Sona terputus begitu sebuah simbol Astaroth muncul di sampingnya. Alisnya terangkat penasaran akan sosok yang akan muncul tersebut dan tanpa sadar iris violetnya melebar begitu mendapati pria tampan dengan surai hijau dan aura misterius dari dalam tubuhnya keluar dari simbol tersebut. Pria itu adalah Ajuka Astaroth, Beelzebub saat ini.

" Ah ... Maaf jika aku menganggu kalian " Ajuka menggaruk – garuk lehernya begitu merasa bahwa ia telah menganggu momen yang menurutnya spesial di antara dua iblis tersebut. Mendapati tatapan blank dari Naruto serta tatapan datar dari Sona, Ajuka mengerutkan keningnya.

' Apa aku salah ? ' batin Ajuka. Sona memejamkan matanya sebentar lalu membukanya kembali menatap sang Beelzebub dengan anggukan kepala singkat Sona menjelaskan kesalahpahaman yang dipikirkan oleh Ajuka.

" Tidak, anda sama sekali menganggu kami Beelzebub – sama. Melihat sepertinya anda memiliki urusan penting dengan Naruto – kun, maka saya izin undur diri " Sona membungkukkan badannya singkat setelah menerima anggukan dari Ajuka, lingkaran sihir berlambang Sitri segela menelan keberadaan Sona begitu Ajuka mengalihkan pandangannya lagi pada fokus utama kedatangannya kemari.

" Nah, Naruto – kun, Mari kita mulai kembali latihannya ! " tanya Ajuka to the point. Naruto mengangguk semangat, dirinya telah menjadi murid dari Ajuka Beelzebub dan Serafall Leviathan semenjak 3 tahun yang lalu, pada perguruannya dengan Serafall itulah ia berjumpa dengan Sona Sitri.

Flashback 3 tahun yang lalu.

At Agares Household

Naruto yang baru saja sadar dari pingsannya menatap heran pada sekelompok iblis yang berada dalam ruangan perawatannya. Beberapa di antaranya adalah sosok yang ia kenal yaitu Seekvaira, ibunya dan Lord Agares sedangkan sepasang iblis lainnya tak begitu ia kenal. Iblis yang pertama adalah gadis bersurai hitam yang diikat twin tail mengenakan pakaian penyihir pink tak lupa dengan aksesoris tongkat sihir sedangkan iblis yang lain adalah pria dewasa bersurai hijau. dengan wajah tampan dan aura misterius yang semakin menambah kesan kekaguman untuk orang – orang yang melihatnya.

" Etto sebenarnya apa yang terjadi ? " tanya Naruto polos. Mendengar pertanyaan tersebut dari putranya, Kushina menepuk dahinya frustasi sementara yang lain tersenyum tipis terkecuali Seekvaira yang masih berekspresi datar.

Ajuka mendekat ke ranjang tempat Naruto masih berbaring. Tatapannya yang teduh membuat Naruto semakin kagum dengan sosok di depannya itu. " Aku tak menyangka kau akan mempertanyakan hal itu terlebih dahulu Naruto – kun. Untuk tak membingungkanmu Naruto – kun, aku adalah Ajuka Beelzebub dan dia ... " Ajuka menunjuk Serafall " Penyihir wanita yang cantiknya tiada tanding, Serafall Leviathan. Kau dapat memanggilku Levi – tan " sambung Serafall tak memberi kesempatan Ajuka untuk memperkenalkan dirinya disertai dengan pose penyihirnya.

Serafall memiringkan kepalanya sok polos begitu mendapati semua yang berada di sana terkecuali Naruto hanya memberi tatapan Facepalm kepadanya, namun dalam sekejap moodnya berganti riang begitu melihat sinar kekaguman dari mata Naruto begitu melihat aksinya itu.

" Sugoiii kalian berdua adalah Ajuka Beelzebub dan Serafall Leviathan ... Maksudku Ajuka – sama dan Serafall – sama yang itu kan ? ... yang sangat sering dibicarakan Naruto ... " Seekvaira hanya tersenyum tipis begitu melihat Naruto yang begitu antusias karena dapat bertemu dengan kedua idolanya tersebut, yah itu bukan merupakan rahasia lagi bagi dirinya dan Kushina kalau Naruto sangat menggemari Maou Leviathan dan Beelzebub yang dikenal dengan kepiawaian mereka dalam kecerdasan sehingga dapat memenangkan Civil War.

" Yap, kau tepat Naru – tan ". Ajuka berdehem sebentar berusaha agar pembicaraan kembali kepada jalur yang ia inginkan begitu melihat reaksi Serafall. Mengabaikan cemberutan dari Serafall dan Naruto, Ajuka melanjutkan " Naruto – kun mengenai pertanyaanmu sebelumnya, kami disini untuk meminta keterangan darimu mengenai Assasin yang kau hadapi itu, bisakah kau memberikan kami gambaran mengenai Assasin tersebut ? "

Naruto mengerutkan keningnya sebentar.

" Assasin tersebut tak menyebutkan namanya. Namun, aku yakin ia adalah Exorcist ketika pertama kali melihat bahunya ... " Seekvaira, Lord Agares, Serafall dan Kushina hanya mengangkat alis mereka begitu mendengar penjelasan tersebut. Mengerti dengan tatapan tak mengerti tersebut, Ajuka membantu Naruto menjelaskan.

" Kuasumsikan kau melihat salah satu bahunya tersebut lebih rendah dari bahunya yang lain bukan ? " Mendapati anggukan dari Naruto, Ajuka melanjutkan " Bahu yang turun itu sebagai akibat beban berlebihan yang dibawa oleh tubuhnya pada bagian dari bahu yang turun tersebut. Misal jika ia biasa membawa beban berat pada tubuh bagian kanan maka bahu yang kanannya yang lebih rendah. Mengingat kau mengaitkannya dengan Exorcist, aku yakin kau mengasumsikan bahwa benda yang ia bawa tersebut adalah pistol, hal yang lumrah dari pistol yang dilengkapi energi suci untuk memiliki bobot yang lebih berat dari pistol biasa. Nah, bisa kau lanjutkan Naruto ? "

" Yah, seperti yang Ajuka – sama jelaskan, namun terdapat beberapa alasan lagi yang membuatku yakin. Yakni, senjata yang ia gunakan berupa Light dan Holy Sword yang memang merupakan afinitas cahaya. Ia juga hanya menjelaskan bahwa ia dikontrak oleh seseorang untuk membunuh Seekvaira, tanpa menyebutkan siapa seseorang itu ... dengan itu aku berpikir bahwa ia adalah rogue. Ah, satu lagi ... saat bertarung dengannya aku berhasil menggoreskan pipinya cukup panjang, kupikir anda dapat menggunakan itu sebagai petunjuk " Ajuka tersenyum tipis mendengar analisa singkat tersebut.

" Gambaran yang kau berikan telah lebih dari cukup bagi kami Naruto. Kerja yang sangat bagus " Puji Ajuka di akhir sukses mengembangkan senyum lebar Naruto karena dipuji oleh idolanya. Setelah beberapa pertanyaan berikutnya, Lord Agares meninggalkan ruangan tersebut bersama dengan Kushina untuk membahas mengenai tindakan Assasin tersebut bersama dengan klan – klan lain.

" Nah, Naruto – kun ... kau kelihatan memiliki banyak pertanyaan. Silahkan kau pertanyakan " Serafall mengucapkannya dengan nada ceria. Di sampingnya, Ajuka masih menatap lekat Naruto yang membingungkan Serafall. Setahunya, pandangan itu hanya akan Ajuka keluarkan jika terdapat suatu hal yang sangat membuat Ajuka tertarik. Apa mungkin Ajuka tertarik dengan anak kecil, laki – laki pula ? Serafall menggelengkan kepalanya begitu pikiran nyeleneh muncul di otaknya. Kecerdasannya segera menangkap mungkin Ajuka tertarik dengan kemampuan Naruto yang juga dapat ia rasakan, kecil namun begitu mengerikan.

" Ah ... mengenai itu ... " Naruto terlihat ragu sesaat. Namun saat merasakan tangannya digenggam, ia melirik ke samping mendapati Seekvaira yang tersenyum lembut padanya. Mata Naruto mengerjap sebentar mendapati senyum Seekvaira yang belum pernah ia lihat tersebut namun entah kenapa senyuman itu cantik ... senyuman yang mampu menghilangkan keraguan dalam dirinya.

" Bagaimana aku masih bisa hidup ? Maksudku aku telah kehilangan banyak darah dan penggunaan energi sihir yang hampir mencapai nol juga memperparah kondisiku. " Merasakan genggaman Seekvaira pada tangannya semakin kuat ia menoleh kepada Seekvaira hanya untuk mendapatkan wajah Seekvaira yang sedikit merona.

" Kau ratuku saat ini " Naruto mengerjap – ngerjap sesaat. Kata – kata itu begitu ambigu baginya. Namun, kesadaran segera menyentaknya dengan keras.

' Ratu ... itu artinya aku sekarang bagian dalam peerage Seekvaira '

" Nah, kau telah mendapatkan jawabannya Naruto – kun ... apa masih ada lagi ? " lanjut Ajuka. Tatapan Naruto kembali pada Ajuka, dengan pelan ia melepas genggaman tangan Seekvaira.

" Ajuka – sama apakah anda mengetahui mengenai sacred gear saya ? " Seekvaira melebarkan matanya begitu mendengar Naruto memiliki sacred gear tak berbeda jauh dengannya Serafall yang juga tak mengetahui asal usul Naruto ikut terkejut karena sama sekali tak merasakan hawa manusia dalam diri Naruto.

" Ya. Aku mengetahuinya. Awalnya aku juga ragu ... Namun setelah mengkonfirmasinya dengan Kushina – san akhirnya aku paham. Darah dari ayahmu lah yang membuatmu dapat memiliki sacred gear. Dan sacred gearmu itu adalah sacred gear yang benar – benar langka. Butuh beberapa waktu bagiku untuk meyakinkan diriku sendiri bahwa kau adalah pemilik sacred gear tersebut. " Naruto semakin penasaran begitu mendengar penjelasan Ajuka begitupula dengan Serafall dan Seekvaira.

" Sacred gearmu termasuk dalam golongan High – tier Longinus. Longinus yang keberadaannya hanya tertulis dalam aksara – aksara kuno. Wujud misteri dari Longinus, karena masih belum diketahui wujudnya seperti apa. Longinusmu adalah Declare of War. Sacred gear yang memiliki afinitas terhadap ruang dan bahkan mengatakan bahwa Longinusmu ini hanya hadir dalam 1000 tahun atau bahkan lebih. " Naruto melebarkan matanya tak percaya mendengar penjelasan Ajuka tersebut. Di dalam dirinya terdapat benda yang begitu mengerikan dan sangat langka. Sementara, Seekvaira hanya dapat cengo mendapati informasi sahabatnya yang jahil memiliki kekuatan yang langka.

" Jadi karena keberadaannya yang hanya datang 1000 tahun sekali, maka banyak orang yang tidak mengenalnya. Apa benar begitu Ajuka – tan ? " tanya Serafall. Ajuka mengangguk.

" Kemampuan dari longinusmu ini jika dimaksimalkan akan menjadi peringkat pertama Longinus, karena dapat kembali ke masa lalu dan mengubah takdir. Namun, sampai saat ini literatur mengenai seseorang yang pernah mencapai level itu belum pernah ada. Hal itu pula yang membuat banyak pihak dahulunya menganggap sacred gear ini cacat. Namun, aku percaya dengan potensi di dalam dirimu sendiri, kau benar – benar akan membuat sejarah baru. " Naruto tertawa gugup begitu mendengar harapan tersirat Ajuka tersebut. Selesai dengan Naruto, Ajuka beralih kepada Seekvaira.

" Begini Seekvaira – kun, kedatangan kami kemari juga bermaksud untuk meminta izin padamu agar mengizinkan Naruto untuk ikut bersama kami dalam 3 tahun. "

" Maaf Ajuka – sama, tapi ada keperluan apa dengan Naruto hingga harus membawanya selama 2 tahun ? Apa anda juga sudah mengkonsultasikan hal ini pada Kushina – Baa – san ? "

" Kami telah membicarakan hal ini dengan para Maou lainnya dan juga para petinggi. Kami sepakat untuk melatihmu dan atas rekomendasi dariku, Sirzech memerintahkan Serafall untuk bersamaku mengangkatmu Naruto sebagai murid kami " Seekvaira melebarkan matanya mendengar ucapan Ajuka, Dua Maou itu sama sekali belum pernah mengangkat murid berbeda dengan Sirzech yang terkenal banyak melatih iblis – iblis kuat.

' Sou ka jadi ini yang dimaksud Sir – tan ' batin Serafall begitu menangkap makna tersembunyi dari Ajuka. Pada pertemuan Maou, Sirzech meminta dirinya dan Ajuka untuk melatih seseorang.

" Yah, hal ini sebenarnya bertujuan untuk mengontrol kemampuan Longinus yang dimiliki Naruto – kun. Seperti yang sudah kejelaskan sebelumnya, Longinus Naruto merupakan longinus langka. Aku mengerti dengan kemampuan Naruto saat ini ia telah berada di tingkat Mid – class. Namun, kami para Maou berpikir Naruto butuh kemampuan lebih untuk mempertahankan dirinya sendiri, karena kuyakin Longinus itu mulai bereaksi sekarang ... benar begitu Naruto ? " Naruto mengeratkan genggaman tangannya mendengar hal tersebut. Ia akui, ia masih sangat lemah. Dirinya dapat hidup hingga saat ini juga berkat pertolongan dari ibunya bahkan ironisnya Assasin yang sampai sekarang belum tertangkap itu juga mengasihani dirinya dan memberinya kesempatan untuk hidup.

" Benar Ajuka – sama. Samar – samar aku dapat merasakan energiku bertambah, dengan kemampuanku saat ini aku tak akan dapat melindungi apa - apa " suara Naruto terdengar semakin lemah ke ujungnya.

' Agar aku benar – benar dapat mengatasi akhir yang buruk yang dikatakan sosok itu ' lanjut Naruto membatin

"Jadi bagaimana See - chan ? Mengenai Kushina – san, aku terlebih dahulu menemuinya sebelum datang kemari dan ia mengatakan semua keputusan berada di tanganmu " jelas Serafall dengan ekspresi serius. Ekspresi yang sangat jarang ia gunakan setelah menjabat menjadi Maou Leviathan.

Seekvaira terdiam sebentar. Iris pinknya menatap ke direksi Naruto yang juga menatap ke arahnya. Melihat keyakinan besar dari iris biru yang menenangkan itu membuat Seekvaira mengelus senyum singkat. " Baiklah anda dapat membawanya Ajuka – sama , Serafall – sama. Tapi ... bisakah anda memberitahu saya tempat anda berlatih. " Ajuka tersenyum sekilas mendengar keputusan dari Seekvaira tersebut.

" Yeay ... kau memang yang terbaik See – chan. Mengenai tempatnya kami akan memberitahukannya padamu. Nah ... Naruto – kun ayo kita pergi " ajak Serafall.

" Eh ... sekarang? " Jerit Naruto tak percaya. Mendapati anggukan antusias dari Serafall, Naruto hanya dapat mengangguk pasrah.

" Naruto – kun terlebih dahulu selama satu tahun kau akan melatih fisikmu bersama dengan Serafall. Hal itu penting agar kau dapat menahan efek dari Longinusmu itu. Jadi ... sampai jumpa satu tahun lagi " Ajuka terlebih dahulu menghilang sedangkan Naruto menatap horror tempat Ajuka berdiri sebelumnya. Otaknya dapat menangkap maksud tersembunyi dari Ajuka yang berarti ' semoga kau masih hidup satu tahun lagi '.

Flashback End

" Gagal lagikah Sona – sama ? " Sona memberengut kesal begitu mendengar nada menggoda yang datang dari queennya.

" Aku tak dapat menyebutnya sebagai gagal. Lebih tepat dengan ' belum berhasil '. Karena aku menemukan Seekvaira sama sekali belum menyatakan penawaranku itu kepada Naruto – kun " Tsubaki menggeleng pelan melihat keteguhan Sona dalam menawarkan suatu posisi di peeragenya.

" Apa kau yakin Naruto – kun akan menerimanya Kaichou ? "

" Kushina – Baa san telah menyerahkan sepenuhnya kepada Naruto – kun untuk memberikan jawaban atas proposal yang kuajukan. Namun, sayangnya proposal itu belum Naruto – kun terima. Aku yakin penggila Mecha itu menyembunyikannya dari Naruto " suara Sona kini terdengar geram. Melihat queennya mulai gelagapan atas perubahan sikapnya, Sona berdehem sebentar sebelum akhirnya kembali datar seperti dirinya yang biasa.

" Yah, lupakan itu ... Bagaimana dengan Tomoe dan Tsubasa ? Apa kau sudah menjelaskan mengenai sistem iblis kepada mereka ? " Dua gadis yang Sona sebutkan tersebut merupakan dua anggota barunya yang sama – sama mengambil bidak Knight.

Mendapati anggukan dari Tsubaki, Sona tersenyum tipis. " Panggil mereka kemari. Ada beberapa hal lagi yang perlu aku sampaikan. "

Back To Naruto

" Hah ... hah ... hah " Naruto menghembuskan nafasnya secara terburu – buru. Satu blok sihir kembali muncul di dekatnya. Dan dengan gerakan manuver yang telah meningkat dari 3 tahun yang lalu, Naruto dengan mudah menghindar blok sihir.

Saat ini, ia berada di ruangan latih tanding Rating Game yang dimiliki Ajuka dalam Lab pribadinya. Ajuka masih santai duduk di atas singgasana memainkan lingkaran sihir yang merupakan personifikasi kankara formulanya.

Naruto membentuk menekan aura emas yang mulai muncul di tangannya. Aura tersebut mengeras mengambil bentuk sebuah kunai dan dengan tangkas Naruto melempar kunai tersebut lurus ke arah Ajuka. Ajuka yang telah mengerti akan teknik Naruto menggunakan blok sihirnya untuk mementalkan kunai tersebut, namun belum sempat kunai tersebut terpental terlebih dahulu sebuah pisau kecil mementalkannya ke arah lain, pisau itu berasal dari Naruto. Ia kini meningkatkan tekniknya, mengetahui sacred gearnya tak terlalu memiliki daya offensive yang tinggi sehingga harus memanfaatkan beberapa teknik agar kunainya itu dapat mengelabui musuh.

Ting

Kunai tersebut masih terus berpindah arah karena Naruto masih terus mengendalikannya. Mengantisipasi serangan kejutan, Ajuka memecah blok sihirnya menjadi lebih banyak dengan ukuran yang lebih kecil.

" Teknik yang bagus Naruto ... namun bagaimana jika aku melakukan ini ? "

Syut dengan cepat seluruh blok sihir itu melesat ke segala arah membuat ke segala tempat dalam ruangan tersebut meniadakan tempat Naruto untuk berteleport. Satu seringai tipis mulai terbentuk di wajah tampan Naruto, ia menghilang dengan cepat begitu satu blok sihir hampir ke hadapannya. Begitu ia muncul di hadapan kunainya yang berjarak tak jauh dari Ajuka Naruto dengan cepat melempar kembali kunainya dan menghilang sebelum blok sihir Ajuka hampir mengenainya. Hingga akhirnya Naruto berhasil melewati seluruh blok sihir itu dengan kunai yang telah tertancap tepat di depan singgasana Ajuka.

Sring

" Kau semakin cepat Naruto – kun " puji Ajuka. Setelah 1 tahun yang dihabiskan Naruto dengan latihan berat dari Serafall, seluruh aspek dalam diri Naruto meningkat, tekniknya juga menjadi semakin bervariasi.

" Terima kasih atas pujiannya Ajuka – sama. Namun ini belum selesai " Aura emas mulai menyelimuti tubuh Naruto dan mengalir ke tangannya membentuk dua kunai lagi. Yah, dengan pelatihan dari Ajuka, ia meningkatkan kemampuan sacred satunya ia mampu membuat kunai sebagai media teleportasinya tak hanya satu. Bahkan sekarang ia telah dapat menggunakan media lain berupa aksara kuno namun teknik itu masih belum sempurna karena Naruto memerlukan energi yang tinggi agar dapat menggunakan teknik tersebut.

Syut syut

Naruto melempar dua kunainya ke atas.

Sring

Masih di udara Naruto melempar kedua kunai tersebut langsung ke arah Ajuka. Ajuka yang tak ambil pusing hanya membentuk sihir pertahanan sehingga dapat mementalkan kedua kunai tersebut. Puas dengan kedua kunai yang mulai terpental kembali ke Naruto, Ajuka membentuk kembali blok sihir kali ini dengan jumlah yang lebih banyak hingga memenuhi seluruh tempat di belakang singgasananya.

" Aku ingin melihat bagaimana kau menghindari ini " Naruto melebarkan matanya melihat hal tersebut. Ketiga kunainya segera ia hilangkan, masih dalam keadaan melayang Naruto menangkupkan kedua tangannya mentransfer seluruh aura emas untuk menyelimuti tubuhnya. Begitu blok – blok sihir itu bersentuhan dengan aura emas yang menyelimuti tubuh Naruto, blok sihir itu menghilang. Ini merupakan varian teknik lainnya yang dimiliki Naruto, ia dapat memindahkan seluruh objek bahkan sihir sekalipun ke dalam dimensi yang ia miliki.

" Kukembalikan pada anda Ajuka – sama " bahkan mengembalikannya. Ajuka bergerak cepat pada lingkaran sihir kecil di depannya begitu melihat serangannya muncul dari arah lain. Ia telah mengetahui mengenai kemampuan Naruto yang dapat memindahkan segala objek. Afinitas terhadap ruang telah dapat Naruto kuasai dengan baik.

Citt

Seluruh blok sihir itu berhenti tepat di depan Ajuka. Menjentikkan jarinya, seluruh blok sihir itu menghilang diikuti dengan singgasananya.

" Turunlah Naruto, ada beberapa hal yang ingin kusampaikan " Naruto yang masih melayang sebagai akibat penguasaan sacred gearnya mengangguk pelan. Dengan cepat ia telah mendarat kembali di lantai dari ruangan tersebut.

" Ada apa Ajuka – sama ? "

" Aku memiliki firasat bahwa Sacred gearmu ini memiliki kesadaran tersendiri ... Bagaimana denganmu apa kau dapat merasakan adanya sosok lain dari dalam dirimu "

Naruto tertegun mendengar hal tersebut. Bayangan akan mimpinya kemarin malam kembali terngiang hingga akhirnya Naruto tersentak begitu mengingat beberapa obrolannya dengan sosok yang tak ia ketahui sebelum untuk pertama kalinya mengaktifkan sacred gearnya.

" Kurasa anda benar Ajuka – sama ... lalu apa hubungannya hal itu dengan latihan ini ? " tanya Naruto.

" Pada umumnya sacred gear yang memiliki kesadaran sendiri akan berkembang lebih pesat jika kau dapat bekerja sama dengan kesadaran tersebut. Maka dari itu, kau akan memasuki alam bawah sadarmu dan bernegosiasi dengan – nya ... bagaimana ? Apa kau bisa ? " Naruto meneguk ludah mendengar saran tersebut.

" etto ... Ajuka – sama ... " Ajuka mengernyit begitu melihat wajah Naruto merona merah.

" Bagaimana aku melakukannya ? " tanya Naruto dengan nada malu – malu. Ajuka hanya facepalm dengan ekspresi Naruto, deheman sekali darinya berhasil mengusir suasana absurd tersebut.

" Kau cukup meditasi ... dan berfokus ... mungkin " jawab Ajuka sedikit ragu di bagian akhir. Yah,karena memang tak ada literatur yang membahas mengenai declare of war hingga sedalam ini.

" mungkin ? Apa anda tak yakin ? " Ajuka menggelengkan kepalanya.

" Tidak ada salahnya mencoba ... jadi Naruto ayo lakukan ! " Naruto mengangguk mengerti. Dengan cepat ia mengambil posisi duduk bersemedi. Suara intruksi Ajuka semakin samar ia dengar hingga akhirnya ia merasakan kekosongan dan hembusan nafas tepat di wajahnya. Irisnya yang baru saja terbuka langsung melotot begitu dirinya berada tepat di depan hidung dari rubah raksasa.

" Inikah ... Declare of War ? " Jerit Naruto tak percaya. Teriakan tersebut sepertinya cukup keras untuk membangunkan rubah tersebut. Iris vertikal berwarna semerah darah segera menyambut teriakannya diikuti dengan deretan gigi taring putih.

" Jadi akhirnya kau mengingatku ... partner ? "

TBC

Yah, terima kasih atas pujian dan saran yang diberikan oleh para reader. Saya cukup terkejut bahwa fic ini mendapat cukup banyak apresiasi. Untuk saran dari Mr. Uzumaki mengenai update seminggu dua kali saya tak bisa janji karena adanya kesibukan saya di fic lain dan juga di dunia nyata. Romance Naru – seekvaira juga akan saya usahakan namun tak akan saya buat menonjol karena saya belum menetapkan Seekvaira sebagai pair Naruto. Seekvaira di sini adalah heroine utama, artinya terdapat beberapa chapter nanti yang mana Seekvaira menjadi fokus dari cerita. Hal itu sedang saya rancang.

Bentuk sacred gearnya ? Masih belum diketahui ... seperti yang dijelaskan Ajuka. Longinus Naruto ini begitu langka dan hanya sedikit orang yang mengetahuinya, contohnya saja dari para Maou hanya Ajuka yang tahu.

Di sini juga ada sedikit slight dengan Sona dan beberapa gadis lain. Rencananya Le Fay dan Tsubaki serta Lavinia Revi (Pemegang Absolute Demise ) yang akan keluar pada chap depan. Saya berencana memasukkan gadis – gadis dxd yang jarang dipakai.