Longinus 14Th ( Declare of The War )
Naruto Masashi Kishimoto
High School DxD Ichie Ishibumi
Warning : AU, OOC, OC, TYPO, Semi Canon, dan Lain – lain
DemiDevilNaru, SmartNaru
Summary :
Declare of The War, Longinus yang terlupakan. Longinus yang berada pada tingkatan Top – Tier Longinus dan selalu bersaing dengan rivalnya Zenith Tempest. Tak seperti dua naga langit surgawi yang begitu terkenal dengan kisah kerivalan mereka. Zenith Tempest bahkan tidak diketahui memiliki rival. Kini Declare of The War tersebut kembali hadir , akankah sang pemilik mendeklarasikan keberadaannya ?
Chapter 5 : Lavinia Revi and Le Fay Pendragon, My Contracted Magician Part 1
" Ha ... " Naruto menghela nafas lelah. Disekitar tempat ia duduk bersila kini serpihan atau dapat disebut komponen – komponen Mecha tengah ia rakit. Matanya mendireksi malas ke arah Seekvaira yang duduk di depannya dengan iris pink dibalik kacamatanya yang menatap fokus setiap komponen yang tengah dirakitnya. Tangan lentik gadis itu juga begitu telaten menggunakan obeng dan beberapa peralatan lainnya yang dapat menunjang untuk merakit Mecha kesayangannya.
" Berhenti menghela nafas bodoh ... kau telah melakukan itu hampir seratus dalam kurun waktu 5 menit. "
" Ya berarti aku hidup ... " balas Naruto asal. Pandangannya beralih ke jejeran robot – robot yang telah selesai Seekvaira rakit. Dalam kurun waktu 1 jam saja, telah berjejer 5 robot yang begitu futuristic bentuknya sedangkan Naruto baru menyelesaikan setengah bagian.
Mendengus atas jawaban dari queennya, Seekvaira hanya menggeleng pelan. Matanya terfokus kembali pada komponen – komponen Mecha yang harus ia rakit. Keheningan kembali melanda begitu Naruto yang juga sudah malas mengeluh. Matanya terfokus pada beberapa bagian komponen tersebut, dengan cepat rumus matematika dalam otaknya bergulir cepat mencoba memecahkan bagian yang belum dirakit. Seringainya melebar begitu otaknya yang sekarang telah dapat berpikiran luas mendapat kejanggalan akan komponen tersebut. Dan dengan berbekal kemampuan otaknya saat ini, Naruto mulai merakit kembali mecha tersebut. Tangannya dengan lihai menggunakan obeng untuk menutupi baut terakhir yang berada di pinggang robot tersebut.
" Yap ... dan sudah selesai " bisik Naruto memasang senyum puas. Seekvaira yang mendengar bisikan Naruto segera memandang Mecha buatan Naruto. Irisnya sedikit melebar melihat tak ada kejanggalan pada perakitan – yang biasanya Naruto lakukan – pada koleksinya.
" Aku terkejut kau dapat menyelesaikannya " Naruto hanya memutar bola matanya malas mendengar komentar yang tak dapat diklasifikasikan sebagai pujian maupun hinaan tersebut. Mendengus sebentar ia melirik jam bandul yang terletak di tengah ruangan tempat kerja Seekvaira. Begitu melihat jam tersebut telah menunjukkan pukul 19.00, Naruto segera berdiri menghasilkan tatapan bingung dari Kingnya.
" Mau kemana kau Naruto ? Koleksiku masih banyak " tanya Seekvaira sambil menunjuk satu tumpukan kotak Mecha yang berada di sudut ruangan.
" Tidak tidak tidak " Naruto melambaikan jarinya main – main. Seringai mengejek terkembang lebar begitu ia melanjutkan jawabannya. " Aku ada misi dari Serafall – sama dan Ajuka – sama untuk ke Tokyo. Kuyakin misinya mungkin akan sedikit memakan waktu ... jaa See – chan mohon izinkan aku untuk sekolah ya hehe "
Belum sempat memprotes kepergian Naruto, Seekvaira terlebih dahulu bungkam begitu Naruto menghilang meninggalkan percikan – percikan emas. Teknik teleportasi andalan Naruto. Seringainya melebar begitu merekognisi satu aura yang memasuki pekarangan rumahnya. Tak menunggu lama, pintu ruangannya dibuka oleh Kushina.
" Ah See – chan dimana Naruto – kun ? " tanya Kushina sambil melepas jas hitam khas wanita karirnya. Wanita bersurai merah tersebut berjalan pelan melemparkan briefcasenya tepat ke sofa sambil menunggu jawaban dari majikan yang telah ia anggap seperti putri sendiri.
" Dia pergi atas perintah Ajuka – sama dan Serafall – sama barusan " Jawab Seekvaira menatap sebentar pada Kushina yang telah duduk di sofa dalam ruangannya tersebut. Pandangannya kembali teralih kepada komponen Mecha di dekatnya. Suasana kembali hening, namun dalam keheningan tersebut Seekvaira menghitung dalam hati tepat pada hitungan ketiga seringai melebar mendengar teriakan Kushina
" DASAR NARUTOO KAU TAK MEMINTA IZIN LAGI PADA IBUMUUUU "
' Terima itu Naruto ... sepulang misi kau harus menghadapi monster ini Khukhu ' Batin Seekvaira.
Sementara itu Di Tokyo, tepatnya dibandara internasional Tokyo seorang gadis remaja dengan setelan penyihir lengkap dengan topi kerucutnya duduk tenang di ruang tunggu penumpang. Kursi yang lebih tinggi membuat ia duduk dengan kaki menggantung. Sambil menggumamkan beberapa lirik lagu ia menggoyang – goyangkan kakinya mengusir rasa bosan. Ya ... bosan menunggu seseorang.
" Fay – Chan " Le Fay, gadis itu terhenyak, pandangannya segera mengarah kepada seorang gadis remaja yang berdiri tak jauh dari tempatnya duduk dengan lambaian tangan yang terarah padanya.
" Revi – Onee – chan " Le Fay segera bangkit dari duduknya. Berlari cepat menuju gadis tersebut.
XoX
Di Gudang Tak Terpakai
Pinggiran kota Tokyo
Naruto mengaktifkan sacred gearnya. Memusatkan sejumlah aura emas ke dua tangannya dan dalam sekejap aura tersebut ia tembakkan hingga menyisir seluruh ruangan tersebut. Afinitas ruang miliknya bukan hanya berguna dalam bertarung namun juga dapat digunakan dalam penyelidikan dengan menggunakan aura emas tersebut Naruto dapat mengenali berbagai macam aura, energi ataupun benda – benda lain yang berada dalam area yang dilalui oleh aura emasnya. Matanya bersinar tajam begitu mendapati sebuah aura asing dalam ruangan tersebut.
" Penyihir ? Tapi apa yang mereka lakukan di Tokyo ? " gumam Naruto begitu ia mengenali energi – energi sihir yang khas dimiliki oleh para Magician memenuhi ruangan tersebut, Naruto juga menemukan beberapa aura iblis liar yang seharusnya ia tangani dalam skala kecil di gudang tersebut.
Naruto mulai membentuk spekulasi dengan otaknya. Spekulasi yang pertama adalah adanya penyihir baik itu liar maupun terorganisir yang membantai para iblis liar, spekulasi kedua adalah para iblis liar tersebut yang memancing penyihir itu untuk mengadakan pertempuran. Naruto mengelilingi sebentar ruangan tersebut, matanya memicing tajam begitu mendapati sebuah kain kecil sepertinya berasal dari pakaian penyihir yang sobek akibat pertempurannya dengan para iblis liar. Senyum di wajah Naruto melebar begitu mendapat satu kesimpulan yakni pertempuran tersebut berakhir seri, dan iblis liar yang ia seharusnya ia tangani masih hidup dan mungkin telah mencari markas baru sementara para penyihir tersebut telah melarikan diri. Merasakan dari auranya Naruto memprediksi bahwa kemampuan iblis liar tersebut setingkat dengan kelah High Class Devil, pantas Serafall dan Ajuka memerintahkannya untuk mengurus iblis liar tersebut. Selesai dengan pikirannya, Naruto berbalik hanya untuk mengangkat kedua tangannya ke atas begitu mendapati beberapa orang telah berada tak jauh di depannya dengan berbagai macam atribut sihir yang bersiap menyerangnya.
" Apa yang kau lakukan disini, Akuma ? " Naruto masih dengan tenang menatap kumpulan orang atau penyihir tersebut. Senyum ramah masih terus bertengger di wajahnya dan dengan pelan ia menurunkan kedua tangannya.
" Seharusnya aku yang bertanya demikian. Ini adalah teritori iblis atas keluarga Astaroth, dan diriku atas perintah langsung dari Maou Beelzebub dan Leviathan diberi mandat untuk mengatasi permasalahan di sini. Mengingat di sini aura sihir begitu kental ... boleh kuasumsikan bahwa kalian para magician terlibat ? " jawab Naruto.
Gadis pirang yang terlihat seusia Naruto yang berdiri paling depan tersebut hanya mengangguk mendengar penjelasan Naruto. Ia menatap sebentar ke belakangnya memberikan isyarat untuk menurunkan kewaspadaan. " Hal itu memang benar ... "
" Uzumaki Naruto, Panggil saja Aku Naruto Demise Girl atau harus kupanggil Lavinia Revi – san " potong Naruto cepat mengejutkan gadis pirang yang tak menyangka Naruto mengetahui identitas sekaligus dengan julukannya. Sejurus Naruto memotong ucapannya para magician yang berada di belakang Revi kembali bersikap waspada menghasilkan tatapan menenangkan dari Naruto.
" Tenang saja ... aku memang memiliki banyak informasi mengenai para pemegang sacred gear terutama yang Longinus. Aku tak berniat buruk ... jadi bisa kalian jelaskan kenapa para magician turut andil dalam urusan para iblis. " Sadar dari keterkejutannya, Revi berdehem sebentar menghentikan ketegangan yang terjadi antara kelompoknya dengan Naruto.
" Yah benar seperti yang anda pikirkan Naruto – san. Kami memang terlibat dalam pembasmian iblis liar di sini karena mengingat kalian para akuma terlalu lamban dalam mengurus duri dalam daging kalian. Mengingat lagi banyaknya korban manusia yang ditimbulkan akibat kelalaian kalian maka pihak kami berimprovisasi untuk melakukan penyerangan terlebih karena ia telah menculik temanku. " jelas Revi disertai tatapan tajam kepada Naruto. Dihadapi dengan tatapan tajam dan nada menyinggung dari Revi tak membuat senyum ramah Naruto luntur.
" Begitu ... kalau begitu kami dari pihak Akuma sangat tersanjung dan menerima dengan baik uluran tangan kalian. Namun, keterlambatan ini juga disebabkan oleh beberapa masalah akhir – akhir ini di Makkai. Jika anda tak keberatan, bagaimana keadaan teman anda ... melihat kedatangan kalian kemari maka aku berspekulasi bahwa teman anda masih dalam bahaya. "
" Ya seperti yang kau spekulasikan. Kami kemari untuk mencari jejak dari keberadaan iblis liar tersebut karena ia menculik teman kami. " Naruto mengangguk paham, senyum ramahnya kini berubah jadi menenangkan.
" Kalau begitu izinkan aku untuk bergabung dengan kalian. Anggap saja sebagai bentuk tanggung jawab dari fraksi Akuma karena lalai dalam pengurusan iblis liarnya bagaimana ? "
Revi diam sebentar, pandangan ragu masih terus mendominasi paras cantiknya. Begitu ia buka mulut, Naruto yang sadar akan keraguan Revi segera menambahkan.
" Aku dapat mengikuti jejak energi hingga ke bentuk terkecil sekalipun. Hal itulah yang sebenarnya membuatku dapat mengenali kalian dan memprediksi kedatangan kalian. "
Revi kembali hening. Salah seorang yang terlihat lebih tua dari kelompok Revi maju ke depan lebih tepatnya ke samping Revi dan membisikkan beberapa kata yang ditanggapi Revi dengan anggukan.
" Very well Naruto – san kami mengizinkan kau untuk bergabung dalam pencarian ini. Namun terlebih dahulu kami harus membawamu kepada pimpinan kami. Dan ingat ini, begitu kami mendapati bahwa kau berkhianat maka kami tak segan untuk segera mengeliminasimu paham ? " Naruto hanya mengangkat bahu cuek. Ia maju ke depan mengulurkan tangannya ke Revi yang dibalas gadis itu cepat sebagai tanda dimulainya kesepakatan di antara mereka.
Selesai dengan jabat tangannya. Naruto mulai bertanya kembali.
" Siapa nama teman anda yang diculik tersebut Revi – san ? "
"Le Fay Pendragon " dan Naruto hanya melebarkan matanya mendengar nama tersebut.
XoX
Di Pinggiran Sungai Kuoh
Dua orang pria dewasa yang sama – sama terfokus dengan pancingan mereka menghela nafas panjang. Seharian mereka berdua memancing namun sama sekali belum mendapat hasil satupun. Dua pria pirang – walaupun yang satunya hanya pada bagian depan – mengalihkan pandangan mereka ke samping begitu melihat simbol sihir yang begitu familiar bagi mereka. Dalam sekejap simbol sihir itu memunculkan kumpulan orang – orang dan satu iblis yang tak dikenal oleh dua pemuda tersebut.
" Revi – chan ... apa yang kau lakukan di sini bukannya kau ingin mencari Fay – chan. Dan lagi siapa pria pirang ini ? " tunjuk pemuda pirang ' seutuhnya ' pada Naruto yang hanya dapat sweatdrop begitu melihat pandangan tajam dari pria pirang di depannya. Batinnya segera menangkap satu hal dari pria tersebut.
' Daughter complex '
" Papa tenanglah. Kedatangan kami kemari hanya untuk mengantarkan akuma ini ... " tunjuk Revi pada Naruto. Naruto maju ke depan membungkukkan badannya sembilan puluh derajat lalu segera memperkenalkan dirinya dengan sopan.
" Nama saya Uzumaki Naruto. Utusan dari Serafall – sama dan Ajuka – sama. Senang bertemu dengan anda Azazel – dono ,Ruzal – dono ( OC ) atau dapat saya panggil Pemimpin dari Grauzauberer – dono " Aza
Azazel dan Ruzal hanya diam mendengar perkenalan singkat Naruto. Belum sempat melanjutkan penjelasannya, Naruto lebih didahului oleh Azazel yang telah berdiri sambil terkekeh dan pandangan tertarik ke arahnya.
" Jadi kau yang merupakan demi devil dan murid pertama dari Ajuka dan Serafall. Tak kusangka mereka berdua langsung menerjunkan murid mereka dalam mengurusi masalah di Tokyo. Terlebih lagi mengutus pengguna longinus langka sepertimu " Revi melebarkan matanya mendengar kalimat terakhir Azazel, Longinus katanya, Pemuda di sampingnya itu merupakan orang yang sama sepertinya orang yang diberkahi dengan sacred gear terkuat yang dikatakan mampu membunuh Tuhan sekalipun. Tapi ... apa maksud Azazel dengan langka tersebut.
Naruto sendiri sama sekali tak terkejut. Ia adalah murid dari Ajuka, iblis tercerdas di Makkai, tentu informasi mengenai petinggi – petinggi seperti Azazel secara detail telah ia ketahui. Azazel merupakan peneliti sacred gear dengan data yang lebih banyak dibanding Ajuka tentu hanya bertemu dengan penggunanya, Azazel dapat mengenali longinus tersebut.
Ruzal dan kelompok yang dipimpin oleh Revi hanya daoat terkejut mendengar informasi tersebut dari Azazel. Pasalnya, mereka sama sekali tak merasakan aura sacred gear dari tubuh pemuda tersebut seakan pemuda itu sangat lihai dalam penggunaan sacred gearnya.
" Era ini memang benar – benar menarik " bisik Azazel.
Memutuskan untuk menghentikan basa basinya, Naruto mulai menjelaskan maksudnya untuk bergabung dengan tim Revi yakni sebagai bentuk tanggung jawab dari pihak iblis liar.
Azazel mengelus janggutnya pelan mendengar informasi dari Naruto. Ia melirik sebentar ke arah Ruzal. Mengerti arti lirkan tersebut, Ruzal hanya mengangguk.
" Dari penjelasanmu itu kau mengatakan bahwa kau dapat mengenali aura dan energi yang dikeluarkan oleh Iblis liar tersebut bukan ? " Naruto mengangguk.
" Aura apa itu ? Melihat bahwa kau sampai berniat untuk turun tangan. Tipe dari iblis liar ini cukup berbahaya. Bisa kuasumsikan seperti itu ? Terlebih mengingat Ruzal memerintahkan hanya kepada yang terbaik untuk melindungi putri dari King Arthur tersebut. " tanya Azazel.
" Dari yang kurasakan dan informasi dari Makkai, iblis liar ini merupakan budak reinkarnasi dengan bidak dua Mutated Bishop dari klan Balam. Laporan terakhir dari Makkai yang kuterima, kemampuannya sebanding dengan High Class Devil tingkat Low, namun dari yang kurasakan baru – baru ini ia telah berada pada tingkat High. Mengingat sekarang ia menculik beberapa penyihir dan bahkan keturunan pahlawan bukan tak mungkin baginya yang memiliki afinitas sihir untuk berkembang hingga ke tingkat Ultimate. " Ruzal mengangguk. Dalam hati, ia memuji kecerdasan dari pemuda pirang di hadapannya. Ia beralih menatap ke kelompok putrinya.
" Kalau begitu kau kuizinkan untuk bergabung dalam kelompok putriku " Azazel mengangkat tangannya begitu selesai mendengar keputusan Ruzal. " Boleh aku menawarkan bantuan kepadamu Ruzal ? Mengingat hubungan yang baik antara Grigory dan Grauzauberer, aku akan memerintahkan dua murid terbaikku dalam kelompok putrimu bagaimana ? "
Ruzal hanya mengangkat bahu cuek. Lagipula ia mengerti maksud sebenarnya dari Azazel, yakni untuk memberikan pelajaran lebih banyak lagi kepada dua muridnya yang merupakan pemegang Longinus.
" Tak masalah. Dengan kehadiran dua muridmu tersebut, maka persentase keberhasilan misi ini akan lebih besar... " jawab Ruzal, ia beralih kepada Revi dan Naruto. " Kalian pergilah terlebih dahulu, dengan sihirku aku akan mentransfer dua murid Azazel untuk mengejar kalian. Jangan sia – siakan waktu yang kita miliki " Naruto dan Revi serempak mengangguk. Dua lingkaran sihir segera membawa Naruto dan Revi beserta kelompoknya pergi.
Selepas kepergian kelompok tersebut. Ruzal memandang ke Azazel sebentar. " Bagaimana kau dapat menyebut pemuda tersebut pemegang Longinus. Aku bahkan tak mengenali aura sacred gear dalam tubuhnya. "
Azazel tak menjawab. Ia kembali duduk bersila memegang pancingannya. Irisnya terpaku pada sungai di depannya. Hening beberapa saat sebelum akhirnya Azazel menjawab.
" Aku sudah cukup lama hidup di dunia ini ... dengan sekali lihat saja aku dapat mengetahui bahwa pemuda itu adalah pemegang Longinus. Namun yang tak kusangka Longinus tersebut muncul dalam rezim sekarang. Longinus yang begitu langka ... longinus yang bernama Declare of War "
" Eh ... Longinus apa itu ? " tanya Ruzal dengan tampang bego.
XoX
Naruto dan Revi beserta kelompoknya telah kembali ke Gudang markas sebelumnya dari Iblis Liar yang merupakan target mereka. Naruto kini kembali memfokuskan aura emasnya namun dengan jumlah yang lebih banyak.
" Apa yang anda lakukan Naruto – san ? " tanya Revi karena telah 5 menit lebih menonton Naruto berdiri diam di antara mereka. Salah satu pergerakan yang datang dari Naruto hanyalah aura emas yang menyelimuti kedua tangannya bergejolak seperti memiliki kehidupan.
" Tunggu sebentar " desis Naruto masih terus berkonsentrasi. Dengan aura emas sebanyak ini ia dapat mengenali dan mengidentifikasi seluruh kejadian yang pernah terjadi dalam gudang tersebut. Penerapan dari afinitas ruang dan waktu yang berguna dalam penyelidikan. Sejatinya hanya sacred gear Naruto yang termasuk dalam Top – Tier Longinus namun lebih banyak berfungsi sebagai support.
" Aku mulai " bisik Naruto. Kedua tangannya ia mundurkan ke belakang dan dengan gerakan cepat ia menyentak kedua lengannya ke depan seakan melempar aura emas yang menyelimuti tangannya. Revi beserta kelompoknya hanya dapat diam menatap kagum begitu aura emas tersebut melesat cepat dan memenuhi gudang tersebut. Hanya dalam sedetik aura emas itu telah menghilang menghasilkan senyum di wajah Naruto yang juga telah mengeluarkan peluh dalam jumlah besar akibat mengkonsentrasikan kemampuan sacred gearnya.
" Ya sudah selesai. Aku mengidentifikasinya dan menentukan kebeadaannya saat ini " Revi sontak terkejut. Hanya membutuhkan waktu kurang dari sepuluh menit, pemuda di depannya tersebut telah selesai mengidentifikasi segala kejadian di gudang tersebut. Memang seperti yang diharapkan dari pemegang Longinus.
" Jadi kemana kita akan pergi Naruto – san ? " Salah satu anggota kelompok Revi maju sejajar dengan Revi. Ia melepas tudung kepalanya memperlihatkan wajah cantik dengan surai putih dan ekspersi wajah yang statis. Ia adalah ahli strategi dari Tim Revi, Ilya Eizenberg.
" Untuk saat ini terdapat 3 pilihan tempat ... pertama adalah Gunung Everest di perbatasan Nepal dan China, Kedua adalah Gunung Fuji di Jepang dan yang terakhir adalah Gurun Sahara di benua Afrika tepatnya yang berada pada Negara Mesir. "
Alis dari Ilya sedikit tertekuk mendengar penjelasan Naruto.
" Kenapa 3 tempat tersebut ... apa kau memahami maksud dari iblis liar tersebut sehingga berpotensi untuk pergi ke tempat yang kau maksud ? " Naruto menggelengkan kepalanya.
" Aku tidak mengetahui secara pasti tujuannya. Namun berpedoman pada benda – benda yang pernah tertinggal di sini dan dimiliki iblis liar tersebut, aku berasumsi ia ingin membangkitkan sebuah legenda dari Mitologi China, Jepang ataupun Mesir ( Egypt ). "
" Aku mengerti " Revi menyuarakan pendapatnya. " Jadi dari identifikasimu kuasumsikan kau merasakan aura dari relic legenda yang berasal dari tiga Mitologi tersebut. Terlebih mendengar iblis tersebut merupakan mantan bishop tentu hal yang wajar jika ia terspesialisasi dalam sihir. "
" Yap ... hal pertama yang kurekomendasikan adalah Gunung Fuji. Mengingat ia membawa banyak ' Tumbal ' dan dengan tubuh yang terluka. Aku mengira ia tak akan pergi terlalu jauh. " Ilya mengangkat tangannya.
" Maaf Naruto – san kukira hal tersebut tidak begitu efektif. Jika benar seperti yang anda asumsikan maka jika kita salah memilih tempat iblis tersebut akan memiliki lebih banyak waktu untuk dapat mempersiapkan ritual pembangkitannya. Aku memberikan rekomendasi pembagian tim. Kita membentuk tiga kelompok tim yang masing – masing akan pergi ke tempat yang anda prediksi. " Naruto diam sebentar, memejamkan matanya sebelum akhirnya mengangguk lemah.
Revi yang juga mengangguk sekaligu memberi instruksi kepada tim kelompoknya agar memecah diri dalam kelompok – kelompok. Satu kelompok terdiri dari 5 orang dimana terdapat masing – masing spesifikasi kemampuan baik itu dari kekuatan, teknik, support hingga ke sihir dalam setiap tim.
" Baik Kelompok 1 kalian akan berangkat ke China dan dipimpin langsung olehku, Kelompok kedua menuju Gunung Fuji dipimpin Ilya dan terakhir ke Gurun Sahara dipimpin oleh Naruto – san ... bagaimana apakah ada yang keberatan ? " tanya Revi pada bagian akhirnya. Tak mendapati protes dari kelompoknya, Revi bersiap berangkat namun suara Naruto terlebih dahulu menghentikan langkahnya.
" Jangan bertindak gegabah dan jika menemukan kejanggalan segeralah untuk menginformasikan regu lain. Iblis Liar tingkat High Class bukanlah musuh yang dapat kita hadapi hanya dengan jumlah 5 orang. "
" Aku mengerti ... " balas Revi singkat sebelum akhirnya menghilang bersama kelompoknya. Meninggalkan Naruto yang masih bersama Ilya.
" Jadi Naruto – san kelompok kami juga akan berangkat. " Ilya yang berada di depan naruto berbalik berjalan menuju ke kelompoknya melewati Naruto. Namun sebuah bisikan yang datang dari Naruto menghentikan langkahnya belum sempat bertanya maksud dari bisikan tersebut, orang yang ia maksud telah pergi bersama kelompoknya.
TBC
Oke, ini satu arc pendek yang kubuat. Mungkin hanya sampai 3 chap atau kurang. Dalam arc pendek ini akan berujung mulai terjalinnya hubungan antara Naruto dengan Revi dan Le Fay. Yah disini Azazel juga mengenali sacred gear Naruto. Hanya sedikit ekstensi yang mengenal Longinus yang Naruto miliki.
Mengenai apa yang Naruto bisikkan pada Ilya masih misteri namun pasti ada hubungannya dengan chap di depan. Di sini saya mengambil bentuk Ilya seperti yang ada di Fate Stay Night dengan kemampuan dan sikap yang kumodifikasi sesuai dengan jalan cerita.
Balasan Review
Searfont Graffity : Thanks buat saran dan pujiannya. Terima kasih juga karena berniat untuk membantu fic ini. Saran dari anda akan selalu saya terima dan pertimbangkan.
Fadjar : Mengenai pair masih belum kutetapkan. Yang pasti ini single. Haremnya hanya slight sekaligus penambahan kekuatan Naruto. Karena memang dia terspesialisasi dalam support.
22 : Kekuatan seperti itu mungkin belum bisa karena afinitasnya hanya ruang dan waktu terkecuali Naruto menggunakan sihirnya, namun akan saya pertimbangkan lagi. Kalau seperti gundam raksasa sepertinya itu kemampuan Seekvaira ... tapi itu masih rencana.
Doni D Luciver : Hal itu tak terjadi karena kecerdasan otak Naruto. Juga Kurama mentransfer konsep waktunya secara perlahan berbeda dengan holy grail pada Valerie yang dipaksakan. Kurama telah mengatakan bahwa ia akan mendukung perkembangan Naruto.
Steven Yunior Roger : Ya Iritasi ... seperti pengungkapan kesal. Saya hanya copas dari fic – fic ini yang berbahasa inggris. Maaf kalau membuat bingung.
