Longinus 14Th ( Declare of The War )

Naruto Masashi Kishimoto

High School DxD Ichie Ishibumi

Warning : AU, OOC, OC, TYPO, Semi Canon, dan Lain – lain

DemiDevilNaru, SmartNaru

Summary :

Declare of The War, Longinus yang terlupakan. Longinus yang berada pada tingkatan Top – Tier Longinus dan selalu bersaing dengan rivalnya Zenith Tempest. Tak seperti dua naga langit surgawi yang begitu terkenal dengan kisah kerivalan mereka. Zenith Tempest bahkan tidak diketahui memiliki rival. Kini Declare of The War tersebut kembali hadir , akankah sang pemilik mendeklarasikan keberadaannya ?

Chapter 6 : Lavinia Revi and Le Fay Pendragon, My Contracted Magician Part 2

Gurun sahara, hamparan pasir terluas yang ada di bumi ini. Hamparan pasir tersebut melintasi beberapa negara salah satunya negara Mesir, negara yang memiliki beberapa makhluk supranatural yang begitu kuat sebut saja Amun RA sang Dewa Matahari yang merupakan induk ataupun pusat dari para Dewa Mesir.

Naruto mengurut pelipisnya keras begitu sedikit informasi mengenai tempat yang ia tuju tersebut. Ia tak menyangka bahwa masalahnya akan jauh berkepanjangan seperti ini, sepertinya ia harus bersyukur karena telah meminta Seekvaira untuk mengizinkannya libur sekolah terlebih dahulu. Ia tak yakin, bisa menyelesaikan ini hanya dalam waktu singkat minimal 3 hari yang dia butuhkan.

" Naruto – sama, apakah anda dapat menentukan arah perjalanan kita selanjutnya ? " Naruto menggerutu dalam hati mendengar pertanyaan yang berasal dari salah satu Magician yang ia bawa tersebut. Ia mengangguk sebentar lalu berpaling memunggungi para Magician tersebut.

" Yah, aku hanya harus mengikuti panduan kalian bukan ? " tanya Naruto dengan senyum miris. Selintas ucapannya selesai, ia dapat merasakan aura permusuhan yang hadir dari kanan dan kirinya, lingkaran sihir juga telah muncul di bawah tubuhnya, lingkaran sihir pengekang.

" Kau begitu mengerikan Uzumaki Naruto. Tak kusangka kau dapat melihat rencana kami, melihat kau tetap masuk dalam jebakan kami bolehkah aku berekspektasi bahwa kau telah memiliki rencana ? " Naruto hanya mengangkat bahunya cuek.

" Habisi dia " perintah seseorang yang terlihat paling memiliki pengaruh dalam kelompok tersebut. Dua Magician yang mengacungkan pedangnya di kiri dan kanan Naruto mengangguk dan segera menebaskan pedang mereka yang telah dilapisi energi sihir ke leher Naruto.

Ting

Bunyi peraduan dua pedang, Kedua Magician tersebut hanya dapat melebarkan mata mereka, ketika pedang mereka saling beradu. Leher Naruto masih berada di tempatnya yang akhirnya membuat pemimpin kelompok pengkhianat tersebut mengerti.

" Begitu ... jadi itu kemampuanmu. Sangat cocok untuk iblis sepertimu. Baru pertama aku melihatnya tapi kau bisa melunakkan tubuhmu atau membuatmu menjadi tembus pandang. Apa aku benar ? "

Sring

Naruto tak menjawab. Ia terlebih dahulu menghilang dan muncul di belakang dua orang yang tadi berniat menebasnya. Dengan gerakan simpel Naruto berhasil menjatuhkan dua orang tersebut meraih pedangnya dan menggunakannya untuk menghabisi orang ketiga menyisakan ia dengan pemimpin tersebut.

" Bah ... mereka semua tak berguna. Aku juga memperkirakan hal ini terjadi, oleh sebab itu untuk menahanmu disini maka hadapilah peliharaanku Uzumaki Naruto ... " Teriak pemimpin tersebut. Bersamaan dengan teriakannya itu, tubuh pemimpin tersebut menggelap, aura hitam mengerikan muncul dan seakan berubah menjadi cambuk membuat Naruto melompat jauh ke belakang menghindari aura tersebut. Aura tersebut semakin menggila , mendadak langit cerah gurun tersebut berubah menjadi gelap, gelap bukan karena adanya awan yang menutupi matahari melainkan gelap karena kehadiran naga raksasas berukuran 50 meter lebih yang seluruh tubuhnya terbangun atas rangka tanpa kulit namun memiliki mata merah yang begitu mengerikan. Belum berhenti di sana, beberapa peti mayat berdiri dari gurun pasir tersebut mengeluarkan ratusan Anubis yang telah bersedia dengan kampak mereka.

" Hadapilah rasanya dari ketakutan dengan menghadapi Fossil Dragon ini , Uzumaki Naruto ... " Selesai dengan ucapannya, Magician tersebut menghilang meninggalkan raungan ganas dari Fossil Dragon.

" GRAOOOOOOOOOOOOOOOOOO "

' sial ... ini sama saja dengan bunuh diri. Jika aku melarikan diri dari sini, ia akan mentransfer monster – monster ini ke tempatku. Pilihanku hanyalah menghadapinya semaksimal mungkin ' batin Naruto. Aura emas dalam jumlah besar segera menutupi tubuh Naruto membuat sebuah kostum dimana Naruto terlihat seperti cocok yang bercahaya (1).

" SAA MAJULAH KALIAN PARA MAYAT HIDUP " Teriakan Naruto dibalas dengan raugan dari para Anubis dan Fossil Dragon yang telah mendarat menembakkan api menuju Naruto.

Sring

Dengan mode ini, Naruto tak memerlukan perantara, asalkan dapat dilihat dengan matanya maka ia dapat berpindah kemanapun. Mode tersebut hanyalah sub species dari balance breakernya karena hanya mengandalkan konsep ruang dari Longinusnya.

Jrash

Lima Anubis segera terbelah begitu Naruto dengan tiba – tiba muncul di depan mereka dan menebaskan pedang atau tantonya dengan cepat. Tubuh para Anubis yang terbelah itu tidak segera bergenerasi seperti seharusnya melainkan menghilang seakan tidak pernah ada. Sekali lagi, ini merupakan kemampuan Naruto yang menggunakan konsep ruangnya untuk memindahkan tubuh yang telah ia serang sehingga bagiant tersebut tak akan pernah beregenerasi sebab tak ada di dimensi yang sama dengan kemampuan peregenarasiannya.

Sring

Naruto menghilang lagi, dan terus membantai para anubis sekaligus menghindar dari serangan Fossil Dragon, naga yang dikenal dengan tingkat keganasan paling tinggi walaupun bukan naga terkuat dari seluruh naga.

With Revi

JRASSHH

" GRAOOO " satu lagi werewolf jatuh dengan tubuh yang terbelah dua sebelum akhirnya menghilang menjadi abu. Belahan tersebut berasal dari salah satu Magician yang mengenggam erat pedangnya yang bersinar kuning.

" Awas di belakangmu " Magician tersebut terkejut begitu mendengar peringatan tersebut, ia segera menoleh ke belakang dan mendapati salah satu werewolf dengan badan yang paling besar di antara lain mengambil ancang – ancang untuk mencakarnya.

TINGGG

Bunyi peraduan dua besi terdengar nyaring begitu, Magician tersebut dapat bergerak cepat menahan cakar yang terbuat dari besi tersebut menggunakan pedangnya. Giginya bergemeltuk begitu menahan tekanan dari cakar tersebut dan melihat pedangnya yang semakin terkikis akibat tajamnya cakar yang ia tahan.

Prang

Magician tersebut terdorong ke belakang begitu pedang yang ia gunakan patah, dengan kemampuannya sebagai Magician tingkat menengah ia dapat membuat beberapa lingkaran sihir tipe barrier untuk menahan serangan ganas dari werewolf tersebut yang masih terus menyerangnya ganas. Beberapa lingkaran sihir terus hancur hanya dengan sekali cakaran, puncaknya Magician tersebut yang terus mundur dalam membuat lingkaran sihirnya tersandung oleh kakinya sendiri sehingga terjatuh dengan posisi duduk di hamparan salju dan menatap nanar pada werewolf yang mengaum ganas merasa dirinya menang dan berhasil menyudutkan magician tersebut. Cakarnya yang besar melaju kencang ke arah tubuh Magician tersebut yang hanya dapat menyilangkan kedua tangannya sebagai perlindungan terakhir.

Hening, Magician tersebut membuka matanya perlahan karena belum merasakan sakit. Matanya melebar dan segera menghembus nafas lega begitu mendapati sosok werewolf tersebut telah berubah menjadi patung es dan dalam sekejap patung tersebut hancur berantakan memperlihatkan sosok gadis di belakang patung itu.

" Terima kasih Revi – sama " Revi hanya mengangguk, lima lingkaran sihirnya berukuran kecil terus memutari tubuhnya. Lingkaran tersebut memiliki warna beragam yakni merah, biru, hijau, kuning dan ungu. Semua warna tersebut merupakan cerminan dari elemen yang dihasilkan lingkaran sihir tersebut. Dengan lingkaran sihir ini, Revi dapat menyerang, bertahan, mensupport bahkan memulihkan anggotanya.

Revi menatap sebentar ke arah langit, giginya bergemeletuk mendapati pandangan merendahkan dari seorang gadis yang menatap pertarungan dibawahnya dengan pandangan mengejek. Gadis itu adalah Le Fay Pendragon, lebih tepatnya tubuhnya dikuasai oleh sihir khusus yang berarti target yang mereka incar tak berada di sini. Tubuh Le Fay digunakan sebagai pion untuk menahan mereka lebih lama di gunung Everest ini. Sekejap saat kedatangan mereka di hutan barat gunung Everest, kelompok Revi telah dikepung oleh kumpulan Werewolf yang dikomandoi oleh Le Fay.

" Seperti yang diharapkan dari putri Ruzal. Kau memang seorang Prodigy dengan Longinus Absolute Demisemu itu " Le Fay turun mendekati Revi yang telah mengambil sikap waspada, melirik ke samping Revi tersenyum begitu mendapati kelompoknya telah berhasil membasmi satu Werewolf terakhir.

" Kau telah tersudutkan. Kembalikan tubuh Le Fay dan menyerahlah. " ancam Revi dengan tenang. Ia telah yakin kemenangan berada di pihaknya. Le Fay yang mendengar itu hanya menyeringai.

" Kau terlalu percaya diri huh ... baiklah mari kita mulai menu utamanya " balas Le Fay sambil merentangkan kedua tangannya ke depan. Sebuah lingkaran sihir raksasa segera terbentuk pada tanah bersalju yang menjadi pijakan seluruh kelompok Revi. Revi telah terlebih dahulu menteleport dirinya menuju dahan pohon yang terletak di luar area lingkaran sihir tidak seperti kelompoknya yang telah terperangkap terlebih dahulu. Meringis akan tindakan gegabahnya, iris Revi melebar begitu melihat kelompoknya telah memandang balik ke arahnya dengan mata yang bersinar merah.

" Jadi begitu ... kau berniat untuk membuat mereka tunduk padamu huh ? Cara yang licik " komentar Revi. Lima lingkaran sihir masih terus mengelilinginya begitu kelompoknya yang telah berkhianat menyerangnya. Tentu hal yang mudah baginya untuk menahan serangan dari para Magician tingkat menengah tersebut, di usianya yang masih muda ia telah berada di tingkatan High Magician setingkat di bawah ayahnya, tak heran namanya dikenal sebagai Prodigy mengerikan dan diperkirakan dapat membawa Grauzauberer semakin jaya pada eranya kelak. Tapi, saat ini yang dapat dilakukan Revi hanyalah bertahan, ia tak mungkin melukai ataupun menyerang kelompoknya sendiri.

Le Fay memainkan rambutnya sebentar sebelum mengulas seringai licik " Iblis memang dikenal dengan kelicikannya bukan ? Jadi tak ada salahnya aku berbuat seperti ini "

" Yah , memang tepat seperti itu " Le Fay segera terbelalak begitu mendapati suara tegas seorang laki – laki di sampingnya, melirik ke samping ia mendapati sebuah pedang pendek yang telah tertempel pada lehernya. Tangan kiri dari sosok tersebut juga telah berada di depan dahinya.

" Se – sejak kapan ? " tanya sosok yang mendiami tubuh Le Fay tergagap, bagaimana tidak ? pedang pendek yang berada di lehernya tersebut sedikit mengeluarkan aura yang mengerikan terlebih sebuah lingkaran sihir yang kecil namun dengan simbol dan aksara – aksara rumit yang berputar konstan dalam lingkaran terlihat begitu mengancam.

" Fuin : Ini merupakan Kankara Formula dalam skala kecil. Persamaan matematika yang kugunakan begitu kecil. Dengan Fuin ini aku dapat mengenali segala bentuk sihir dan mengendalikan sihir tersebut namun hanya bila terjadi kontak fisik. " Tangan kiri Naruto segera menyentuh dahi Le Fay.

Release

Naruto menekuk lengan kirinya seakan menarik sesuatu dari dahi Le Fay dan dengan gerakan menyentak seakan melempar sesuatu Naruto segera berpaling sebelum menangkap tubuh ramping Le Fay yang telah ia baringkan pada tumpukan salju dengan jubahnya sebagai alas tidur sang Putri Pendragon.

" Jadi ini ... jadi ini maksudmu hah iblis menjijikkan " Revi telah berpindah ke samping Naruto, seluruh anggota kelompoknya juga telah pingsan ketika Le Fay pingsan, memeriksa sebentar keadaan Le Fay, penerus dari Grauzauberer itu mengulas senyum lega begitu mendapati sahabatnya tersebut hanya pingsan.

" Bukannya kau lebih menjijikkan Ilya Eizenberg atau dapat kupanggil iblis liar dari keluarga Balam " sindir Naruto. Begitu melihat sosok yang ia keluarkan dari tubuh Le Fay telah membuka tudung kepalanya memperlihatkan wajah Ilya yang biasanya impasif kini penuh dengan seringai keji.

" Huh ? tak diragukan lagi ... kau memang murid dari Ajuka dan Serafall. Namun, dengan kemampuan saat ini ... kalian berdua tak akan berguna untuk menghentikan rencanaku. " Ilya mengeluarkan sebuah relic dari dalam kantongnya jubahnya, relic tersebut segera bersinar terang begitu Ilya mengeluarkan lingkaran sihirnya.

" Kau tetap saja lengah Uzumaki Naruto ... keberadaanmu disini malah lebih mempermulus tujuanku. Targetku yang sebenarnya berada di Gunung Fuji namun mengingat aku membangkitkan hewan suci ini menggunakan tubuh dari putri pahlawan tersebut kuyakin sekarang kalian berdua akan tetap sini dan ... tak akan ada lagi yang menghalangi rencanaku. "

Naruto dan Revi meringis begitu mendapati sinar dari relic tersebut yang semakin terang. Revi juga hanya dapat meringis mendapati tubuh Le Fay memudar membentuk sebuah serpihan – serpihan yang bergabung pada relic tersebut sebelum akhirnya menghilang bersamaan dengan hilangnya keberadaan Ilya.

BUMMMMMMMMM

Ledakan besar segera terjadi di daerah tersebut, menghanguskan beberapa pohon dan menjadikan hamparan salju dalam diameter 1 km di sekitar mereka jadi tanah gosong. Di Tempat itu telah berdiri seekor burung raksasa dengan sayap api yang membentang memperlihatkan betapa agung sosoknya.

Tak jauh dari sosok tersebut sebuah kekkai emas berbentuk bola segera memudar. Naruto yang masih dalam keadaan baik – baik saja meringis melihat sosok tersebut sementara Revi telah jatuh terduduk karena membuat kekkai tersebut.

" Naruto – san lebih baik kau pergilah menuju gunung Fuji, aku akan mengurus burung tersebut "

" Oi oi – mana mungkin aku meninggalkan seorang gadis seorang diri untuk berhadapan dengan Phoenix. Aku akan tetap di sini, dengan kemampuan penyerang dan support dariku kita dapat mendorongnya mundur sebelum akhirnya menyegel jiwanya kembali dalam relic " jelas Naruto.

" Jangan bodoh ... misi dan keselamatan lebih penting dari hal ini. Jangan lupa, aku juga seorang pemegang Longinus, aku dapat melakukan ini seorang diri " tolak Revi, ia berkali - kali mencoba berdiri namun terus gagal dan akhirnya berakhir pada posisinya yang berlutut pada tanah yang telah gosong.

" Aku – " Naruto segera melotot begitu melihat Phoenix terbang tinggi, mengambil ancang – ancang dengan menarik kedua sayapnya ke belakang sebelum dengan cepat menghentakkannya ke depan melesatkan beberapa bulu apinya. Perkataannya terlebih dahulu ia potong, dengan gerakan cepat ia menyentuh pundak Revi sebelum akhirnya hilang dengan berkas kuning.

Sring

Revi tak sempat berbuat apa – apa, terlalu terkejut dengan kejadian cepat tersebut. Ia pikir ia harus kembali mentransformasi lagi sebuah kekkai namun tiba – tiba ia telah berada di area aman. Satu kesimpulan yang ia dapat ... teleportasi.

Namun, baginya itu terlalu cepat bahkan tanpa formula sihir.

" Tak perlu bingung. Ini merupakan salah satu teknik sacred gearku " jelas Naruto berjalan ke belakang sebentar mengambil sebuah kunai yang tertancap tak jauh dari tempat mereka berdiri.

" Mou ... aku tahu hal tersebut. Tapi yang kubingungkan sedari awal bagaimana kau dapat kemari. Dan bagaimana dengan gurun sahara ? " tanya Revi dengan nada merajuk, sikap kekanak – kanakannya mulai timbul akibat penjelasan Naruto yang ia anggap seperti mengejeknya.

" Tak perlu khawatir. Maka sedari tadi kujelaskan bahwa aku di sini untuk membantumu. Gunung Fuji dan Gurun sahara terdapat yang menangani, keberadaan kita di sini juga harus menyegel makhluk itu ... " tunjuk Naruto pada Phoenix yang telah berada di atas mereka, menatap mereka seolah mereka adalah mangsa yang begitu lezat.

" Terdapat yang menangani kau bilang ? siapa ? " tanya Revi penasaran.

" Aku " balas Naruto pendek. Aura emas mulai berkumpul lagi di depannya dan dengan memadatnya aura emas tersebut lima kunai bercabang tiga telah berada di tangannya.

" Eh ... kau ? " tanya Revi dengan wajah blank.

" Ya, aku " jawab Naruto polos menghasilkan perempatan di dahi Revi.

" Jangan bercanda, bagaimana mungkin kau mengurus di sana sedangkan kau berada di depanku. Kau ingin mengatakan bahwa dirimu di depanku ini adalah hantu begitu ? " Naruto terdiam sebentar, lalu akhirnya terkekeh seakan tak mempedulikan keadaan sekitar, 5 kunainya telah ia lempar ke lima arah dengan jarak masing – masing sekitar 2 Km. Dengan cekatan ia menyentuh pundak Revi lagi begitu gelombang panas mendekati mereka.

Sring

Kini Naruto berpindah lagi. Ia masih belum dapat bertarung maksimal.

" Dengan sacred gearku aku mampu membuat klon. Bukan lebih tepatnya aku dapat memanggil diriku dari masa lalu atau masa depan, memvisualisasikannya dan mensinkronisasikannya dengan konsep ruang sehingga tak mengakibatkan efek Butterfly lebih singkat jika aku mengatakan aku menggandakan diriku dari masa lalu maupun masa depan membawanya ke masa kini. Dengan begitu, tidak akan terjadi perubahan kejadian. "

Revi mengerjap – ngerjap mendengar penjelasan Naruto. Konsep dari sacred gear yang dimiliki Naruto tersebut begitu rumit, namun yang pasti Revi mendapati satu hal yang penting, Naruto dapat membuat klon.

" Begitu ... baiklah jadi apa kau mengetahui rencana Ilya sejak awal ? " tanya Revi.

" Ya berkat penyelidikanku aku dapat merasakan sedikit kemiripan dengan milik Ilya – san, dan aku juga setuju dengan pembagian kelompok ini untuk melihat apakah ada kelompok pengkhianata dalam kelompokmu. Dan yang kudapat, seluruh kelompokmu yang kukomando semuanya merupakan pengkhianat dan sekarang sedang membantu seekor naga untuk berhadapan dengan diriku yang lain di gurun Sahara. "jawab Naruto santai.

" Lalu apa rencananya ? "

" Ia ingin membuat Longinus baru, dengan menggabungkan 4 Sacred Beast yang melindungi 4 mata angin. Gunung Fuji merupakan sarana untuk memanggil 4 hewan tersebut. Sementara Fossil Dragon di Gurun Sahara merupakan eksperimen mereka yang gagal dan mereka manfaatkan untuk mengalihkan perhatian. Dapat kutebak, ia berpikir bahwa kini ia menang namun nyatanya tidak, karena diriku yang lain telah siap di gunung Fuji mengalahkannya. Yah itu hanya rencana simpel dariku, aku tak mengantisipasi jika ada kejadian tak terduga " Revi hanya dapat melongo mendengar penjelasan rencana Naruto, dia tadi sempat mengatakan rencana itu simpel ? baginya hal tersebut telah tergolong begitu apik. Benar seperti apa yang dikatakan Azazel ... iblis di depannya ini merupakan prodigy sejati, prodigy yang lahir akibat binaan langsung dari dua iblis tercerdas di Makkai.

With Ilya

"Saya kembali Ilya – sama " Lingkaran sihir muncul di belakang seorang gadis yang berdiri di dekat tebing tertinggi gunung Fuji.

" Pemandangan yang indah bukan Shinji ? " ucap Ilya lirih, 3 Relic berada di tangannya, ia sekarang telah dapat memenuhi impiannya, 4 relic tersebut ia dapat memanggil seluruh sacred beast dan puncaknya menyegel seluruh jiwanya dalam sacred gear dan menjadi pemilik dari kekuatan 4 sacred beast. Kekuatan satu sacred beast saja telah setara dengan Dragon King ... bagaimana jika ia memiliki keempatnya dalam satu sacred gear ? Sudah dipastikan sacred gear tersebut akan tergolong ke dalam Longinus yang bahkan melampaui para Heavenly Dragon. Untuk tujuannya ini, ia sampai harus merelakan kemanusiaannya dan menjadi iblis guna mempelajari evil piece dan teknik penyegelan yang berasal dari keluarga Balam. Dengan penggabungan konsep – konsep dari dunia iblis dan kemampuannya yang setara dengan High Magician, ia yakin dapat membentuk sacred gear tersebut.

" Persiapkan ritual ... hari ini adalah puncaknya dari semua perjuanganku. Dengan sacred gear terbaru tersebut kita akan mendirikan fraksi kita sendiri, fraksi Magician yang dipandang rendah oleh seluruh mitologi di dunia ini "

" Seperti titah anda, Ilya – sama " Shinji dan 4 Magician lain segera membentuk formasi pentagonal dengan Ilya yang berada di tengahnya.

" Mulai sekarang " perintah Ilya.

Formula sihir berwarna keunguan segera terbentuk dari masing – masing pijakan para Magician sebuah pentagonal dan bentuk bintang yang berpusat pada tubuh Ilya.

4 Relic yang dipegangnya telah melayang di udara. Bercahaya sedikit ketika mereka berhenti melayang di depan wajah Ilya sebelum akhinya berputar seakan ingin menjadi satu.

Chain Release

Ilya segera melompat menangkap keempat relic tersebut. Sinar yang sedari tadi menyelimuti mereka segera menghilang begitu lima rantai berwarna emas tepat bersarang di masing – masing jantung para Magician yang membentuk formasi.

" Siapa ? Siapa yang beraninya menganggu ritualku ? " Teriak Ilya menatap ke segala arah dari tempatnya berdiri dan mendapati seorang pemuda yang berjalan pelan ke arahnya.

" Hentikan semua ini Ilya ... serahkan relic tersebut. Keadaanmu sekarang sudah tak memungkinkan untuk melakukan ritual tersebut bukan ? " tanya Naruto sambil mengulurkan tangannya ke depan.

Ilya menggeleng keras. Terlihat tak senang dengan keadaan ini, rencananya telah ia pikirkan secara sempurna bahkan ia mendapat pion tambahan dengan adanya Putri dari seorang pahlawan yang memiliki manna dalam jumlah besar untuk memuluskan rencananya. Tak akan ia biarkan pemuda di depannya ini menghentikan rencananya. Tentu untuk rencana yang telah dirancang sejak lama ia memiliki rencana cadangan untuk mengantisipasi keadaan yang tak diinginkan.

" Kau salah jika berpikir aku akan menyerah begitu saja iblis muda " Ilya membuat lingkaran sihirnya sendiri, kembali 4 relic tersebut bersinar terang bahkan lebih terang daripada sebelumnya. Naruto yang sadar akan bahaya yang lebih besar terlebih dahulu menggunakan teknik rantainya yang merupakan turunan dari ibunya untuk mengagalkan rencana Ilya namun sebuah perisai sihir terlebih dahulu menahan pergerakannya.

" Kau tak bisa mengagalkan rencanaku kali ini ... Uzumaki Naruto. Cara ini sebenarnya sangat beresiko, tapi daripada aku tidak mendapat apa – apa maka aku akan menggunakan ini. Memanggil sacred beast kelima yang merupakan tindakan yang beresiko karena tingkat keberhasilan yang sangat kecil yakni di bawah 30 %. Bayangkan jika aku berhasil memanggil dan menjinakkannya seekor hewan yang memiliki kemampuan semua Sacred Beast sang penjaga pusat, Naga Kuning yang kejayaannya sebanding dengan Heavenly Dragon atau bahkan lebih hahaha " Ilya tertawa maniak melihat Naruto terus gagal dalam usahanya. 4 Relic yang ia miliki telah bersatu dan membentuk satu relic berwarna emas berbentuk kepala naga. "

Naruto segera panik begitu melihat Relic tersebut mulai bergabung dengan tubuh Ilya.
Rantai – rantainya telah ia perbesar namun masih belum bisa menembus perisai sihir tersebut.

"Sial ... " bisik Naruto frustasi begitu melihat relic tersebut semakin tenggelam dalam tubuh Ilya.

' sial ... sial ... sial ... sial ' batin Naruto. Ia menghentikan serangan rantainya. Mensummon kunai cabang tiganya dan dengan segera ia melapisi kunai tersebut dengan aura emasnya.

" Semoga sempat " teriak Naruto begitu melempar kunai tersebut ke arah perisai sihir, saat bersentuhan dengan perisai sihir tersebut, kunai itu hanya melewati perisai sihir tersebut dan Naruto dengan segera berteleport ke dalam dan berdiri di samping Ilya yang hanya dapat melebarkan matanya tak menyangka Naruto dapat melewati perisainya.

Jrash

" Berakhir ... ini sudah berakhir " bisik Naruto begitu berhasil menebas Ilya, ia menatap nanar pada tubuh Ilya yang telah terlentang bersimbah darah.

TBC

Sip, ini update terbaru dari Longinus 14th. Untuk fic yang lain akan segera menyusul, hal ini disebabkan kemalasan sekaligus beberapa ide fic lain yang sudah mulai lupa. Contoh seperti robber dan Black Fire Phenex yang jalan ceritanya kureview lagi karena memang telah sedikit menyimpang dari jalur awal.

Yah, masih di arc yang sama. Di sini sudah saya perlihatkan kemampuan Naruto selama latihan dengan Ajuka 2 tahun, dia masih belum mencapai balance breakernya namun membuat modenya tersendiri yakni (1) mode yang penampilannya persis seperti pertama kali Naruto mendapat kemampuan di pulau kura – kura. Arc ini masih belum berakhir, masih terdapat satu chap lagi hehe kan si dua murid Azazel belum tiba.

Untuk yang mengatakan alurnya lambat. Hal ini memang kusengaja sebab aku kurang suka membuat Naruto tiba – tiba menjadi kuat, aku di sini akan memperlihatkan perkembangan Naruto dari masa kecilnya kenapa nanti di dewasanya ia bisa berada di tingkatan seperti itu. Bukan seperti Issei yang hanya karena pelatihan tidak sampai satu tahun telah berhasil mengalahkan High Class Devil. Kutekankan Naruto tak akan terlalu bergantung pada sacred gearnya, aku tak ingin membuat dia seperti Issei, di sini Naruto sudah kuperlihatkan menguasai sedikit Kankara Formula yang ia namakan dengan Fuin namun itu masih skala kecil dari Kankara Formula perkembangannya akan terus meningkat seiring pertambahan umur Naruto. Dan terakhir up kemampuan Naruto yakni kemampuan Timenya yang mirip seperti Kurumi, membuat klon dengan memanggil diri dari masa lalu maupun masa depan. Tentu terdapat efek samping di balik teknik tersebut yang akan dibahas pada chap selanjutnya.