Longinus 14Th ( Declare of The War )
Naruto Masashi Kishimoto
High School DxD Ichie Ishibumi
Warning : AU, OOC, OC, TYPO, Semi Canon, dan Lain – lain
DemiDevilNaru, SmartNaru
Chapter 6 : Lavinia Revi and Le Fay Pendragon, My Contracted Magician Part 3 ( The Birth of Legendary Kuartet Longinus )
" Berakhir ... ini sudah berakhir " bisik Naruto begitu berhasil menebas Ilya, ia menatap nanar pada tubuh Ilya yang telah terlentang bersimbah darah.
" Kau benar bocah. Penantian panjangku berakhir sekarang " Naruto tersentak begitu tanah tempatnya berdiri berguncang dahsyat selepas bisikan suara berat tersebut selesai. Iris birunya melirik sekitarnya dan segera terkejut melihat satu bola kecil kehitaman mengambang di dada Ilya. Tak sempat berbuat apa – apa bola kecil tersebut retak dan segera pecah meledakkan aura kekuatan begitu besar hingga mampu mementalkan Naruto dan Ilya yang berada di dekat bola tersebut.
Dengan sigap, Naruto menangkap tubuh Ilya dan segera berteleportasi menuju titik paling selatan dari gunung Fuji. Ilya masih dalam keadaan tak sadar, luka tebasan di dadanya juga telah Naruto pulihkan dengan menggunakan air mata phoenix yang ia bawa sebagai cadangan jika harus melawan musuh yang tangguh. Naruto menyandarkan Ilya pada batang pohon yang berada di dekatnya, luka pada gadis itu telah sembuh total namun kesadarannya masih belum pulih, hal yang harus Naruto pikirkan nanti karena sekarang sosok naga asia berwarna gelap telah hadir tak jauh di atasnya berenang ria di langit yang telah berubah menjadi awan badai seakan benar – benar menikmati bebasnya dirinya dalam relic.
' Naga apa lagi ini ? warna kehitaman tak seperti yang disebutkan Ilya ' Naruto melirik sebentar ke arah Ilya dan hanya dapat menghela nafas lelah mendapati gadis tersebut masih belum sadar. Naruto secepat kilat membentuk sebuah formula sihir yang segera membentuk kubah di sekitar Ilya.
Iris merah darah sang Naga kini telah bertatapan dengan Naruto yang berada di bawahnya.
" Kheh ... aku harus mengucapkan terima kasih, karena kau ... aku dapat bebas " tutur Naga tersebut dengan nada angkuhnya. Ia terbang mendekati Naruto yang telah memasang posisi bertarung dengan dua kunai bercabang tiga di masing – masing tangannya.
" Kau cukup percaya diri jika berpikir dapat berhadapan denganku, bocah " naga tersebut terbang mengelilingi tubuh Naruto yang masih hanya diam karena belum mendapat tanda bahwa naga tersebut akan menyerangnya. Dalam keadaan seperti ini, Naruto lebih memilih untuk diam dan mengobservasi keadaan, konflik tidak harus diselesaikan dengan jalan kekerasan terkadang negosiasi merupakan jalan yang lebih tepat.
" Naruto ... naga ini merupakan Naga Hitam perlambang ketiadaan dalam Mitologi Jepang. Kekuatannya kuperkirakan setara dengan Naga Surgawi atau bahkan lebih mengingat ia tidak terkekang seperti Albion maupun Ddraig. Berhati – hatilah ketika berhadapan dengannya tubuh dan segala tekniknya mengaplikasikan konsep ketiadaan sehingga apa saja yang bersentuhan baik itu dengan tubuh ataupun tekniknya akan musnah, hilang dalam sejarah."
Gulp
Naruto meneguk ludahnya berat begitu Kurama menginformasikan lawan di hadapnnya saat ini. Kurama merupakan esensi dari ruang dan waktu itu sendiri jadi Naruto yakin informasi tersebut memiliki keakuratan yang tinggi. Melirik sebentar ke belakang, Naruto menghembus nafas kasar. Jika Ilya sadar dan dapat bekerja sama dengannya maka kesempatannya untuk lari atau mengulur waktu bagi bantuan akan lebih besar.
' Apa kau memiliki ide untuk melawannya Kurama ? ' tanya Naruto yang masih berwaspada walaupun naga hitam tersebut telah menjauh darinya dengan seringai buas.
" Untuk kemampuanmu yang sekarang. Kusarankan kau bermain petak umpet terlebih dahulu menunggu bantuan dari Azazel ataupun dirimu yang lain. Namun, kurasa dengan adanya penyihir yang ingin kau jaga di belakang kita hal tersebut menjadi tak mungkin. Menggunakan subspesies balance breakermu juga tak mungkin sekarang sebab dirimu yang lain sedang menggunakan teknik tersebut. Jika kau nekat, kau hanya akan berakhir di ranjang rumah sakit selama 1 bulan lebih. Langkah yang benar – benar efektif adalah penguasaan teknik antara diriku dengan teknik Fuinmu. Singkatnya peluangmu mengalahkannya seorang diri hanya berada di angka 20 %. " Jelas Kurama panjang. Mendengar penjelasan tersebut Naruto hanya meringis dan segera menerima saran dari Kurama.
" Baiklah, saat ini hanya ini yang dapat kulakukan " Kuroryuu menyipitkan matanya begitu melihat aura emas mulai menyelimuti tubuh Naruto dan dalam singkat, pemuda pirang di hadapannya tersebut telah berubah menjadi sosok manusia emas. Lingkaran sihir kecil juga telah terbentuk di tangan Naruto.
' Kalkulasi dari Fuin masih belum setingkat dengan Kankara Formula. Namun, jika kukombinasikan Fuin dengan Longinusku maka Fuin akan menjadi setingkat dengan Kankara Formula. ' batin Naruto.
" Kita lihat apa yang kau bisa, bocah " Kuro menghembuskan nafas apinya dalam intensitas tinggi. Api tersebut berwarna kehitaman dan setiap benda yang bersentuhan dengan api tersebut segera menghilang seakan memang tak pernah ada.
Putaran dan aksara – aksara pada lingkaran sihir kecil Naruto bergerak cepat. Dan hasilnya terbukti dengan nafas api tersebut yang berhenti sebelum sampai di hadapan Naruto. Aura keemasan tak lama mulai menyelimuti api tersebut sebelum akhirnya ditembakkan kembali menuju Kuro.
Wushhh
Kuro mengibaskan ekornya untuk memadamkan teknik apinya yang dibalikkan untuk menyerangnya. Tanpa usaha terlalu besar, Kuro telah kembali menghembuskan api kehitamannya dan untuk kedua kalinya api tersebut berhenti sebelum sempat membakar Naruto dan kembali berbalik menyerang Kuro.
" Kheh ... jadi seperti itu. Aku pernah mendengar ada seorang iblis yang memiliki teknik seperti ini. Kalau tak salah ia Beelzebub sekarang ya ? Melihat kau begitu muda, kau tak mungkin Beelzebub tersebut. Kau pasti muridnya bukan ? "
SRING
Naruto segera muncul dan melayang di atas Kuro. Dalam mode ini, ia tak perlu menggunakan sayap untuk dapat melayang di udara akibat pengaplikasian dari konsep ruang. Konsep ruang yang ia miliki tak hanya dapat membuatnya berpindah dengan cepat akan tetapi juga berkat pengembangan yang dibantu oleh Ajuka, Naruto dapat membuat derivat dari satu konsep ruang yakni Gravitasi walaupun hal tersebut masih sebatas untuk dapat melayang di udara belum dapat diaplikasikan dalam pertarungan.
Lingkaran kecil Fuin masih terus berada di ujung jari telunjuk Naruto. Dengan lingkaran fuin tersebut ia hanya dapat menarik dan menghentikan formula sihir berbeda dengan kankara formula yang jauh lebih mutakhir hingga dapat mementalkan bahkan mengubah konsentrasi dari sihir yang dilihat. Dengan Fuin, ia menghentikan serangan dan selanjutnya dibantu dengan Longinusnya, ia mampu memindahkan serangan yang telah berhenti tersebut. Terlihat ribet memang, namun hal tersebut harus dilakukan jika Naruto hanya memanfaatkan Longinusnya, maka serangan akan mudah ditebak dan memerlukan energi yang jauh lebih besar mengingat sekarang Naruto telah memanggil dua klon dengan konsep waktunya.
Chain Release
Kuro hanya mendengus melihat puluhan rantai emas yang muncul dari tubuh Naruto. Rantai – rantai tersebut memiliki ujung runcing yang berniat untuk dapat menjeratnya. Tentu saja, Kuro hanya diam berpikir jika kemampuan Ketiadaannya mampu mengurus rantai tersebut. Namun, hal itulah salah sebab rantai tersebut berhasil menghujam beberapa bagian tubuh dari Kuro dan membuat naga tersebut terkejut. Iris merahnya segera menangkap putaran dan aksara dari lingkaran kecil fuin di ujung jari telunjuk Naruto.
' Ia menghentikan kemampuanku ?! Kheh bocah yang menarik ' batin Kuro yang berusaha lepas dari kekangan rantai Naruto. Tak perlu usaha terlalu besar, rantai tersebut dengan mudah hancur dan dengan kibasan ekornya ia berhasil mementalkan Naruto yang terlebih dahulu sempat menghentikan aliran sihir Ketiadaan pada ekor Kuro dan membentuk barrier pada dirinya sendiri sehingga ia hanya terdorong akibat besarnya tenaga yang diberikan oleh ekor Kuro.
Tak perlu waktu lama, Kuro telah melesat mengejar Naruto yang ia pentalkan.
" Apa lagi yang kau miliki bocah ? "tanya Kuro dengan angkuh melihat wajah Naruto yang berkeringat dan mulai kelelahan.
" Kau tahu ... untuk seekor naga, kau terlalu berisik " Jawab Naruto dengan seringai mengejek. Lingkaran fuin di ujung jari telunjuknya kali ini berputar cepat dan aksara – aksara yang Naruto masukkan pun lebih kompleks dan tentu saja hal itu menarik perhatian Kuro. Atas kejadian sebelumnya, Kuro bergerak cepat menembakkan api hitamnya mencegah rencana Naruto. Namun, sama seperti sebelumnya api hitam tersebut terlebih dahulu berhenti di depan Naruto dan dikembalikan kepada Kuro. Lingkaran sihir dalam jumlah begitu banyak menutupi keberadaan Kuro.
" Ini serangan terakhirku. Terimalah ... KuroRyuuuuu " teriak Naruto pada akhir kalimatnya bersamaan dengan seluruh lingkaran sihir tersebut memuntahkan api hitam yang sedari tadi Kuro gunakan untuk menyerang.
" Kau pikir dengan api ini saja kau bisa menjatuhkanku bocah ... "Kuro dengan cepat meliuk – liukan tubuhnya di tempat menghindari serangan api miliknya sendiri tersebut. Dalam hal ini, kelincahan sang Kuroryuu benar – benar tinggi hingga berhasil menghindari serangan yang seharusnya dapat memberikan luka hingga 80% tersebut.
" Aku belum selesaiii " tutur Naruto. Lingkaran sihir yang menutupi keberadaan Kuro semakin bertambah jumlahnya dan kali ini Lingkaran sihir tersebut mengeluarkan rantai – rantai yang bergerak cepat mengekang Kuro.
Jret Jret Jret
Kuro meraung begitu hampir semua bagian tubuhnya tertangkap oleh rantai tersebut. Naruto kembali menggunakan Fuin untuk menghentikan aliran sihir pada tubuhnya untuk meniadakan.
" Ini akan menyelesaikannya " bisik Naruto menjentikkan jari dan muncullah lima lingkaran sihir di depan Naruto.
" Tembak " lanjut Naruto dan dengan cepat lima lingkaran sihir tersebut berputar selayaknya laras pistol yang menembakkan demonic power dalam jumlah besar dan semuanya tertuju pada Kuro yang hanya dapat menerima serangan tersebut.
BUM
BUM
BUM
BUM
BUMMMMMMMMMMMMMMMMM
Ledakan besar mengakhiri serangan Naruto begitu juga dengan energi Naruto yang telah terkuras untuk mempersiapkan serangan terakhir tersebut. Dengan energinya yang tinggal sedikit, Naruto kehilangan mode subspesies balance breakernya dan segera jatuh membanting tanah dengan keras.
" RAURRRRRRRRRRRRRRRR "
Raungan ganas segera menyadarkan Naruto yang hanya dapat menatap horror pada Kuro yang telah selesai menerima bombardir Demonic power darinya. Luka – luka bakar pada tubuh Kuro dengan cepat beregenerasi walaupun masih terdapat beberapa luka yang membekas pada kulit naga tersebut. Dengan pelan sosok naga tersebut terbang merendah mendekati Naruto yang sama sekali pasrah tak dapat berbuat apa – apa.
" Mengejutkan. Tak kusangka iblis muda seperti dapat membuatku berantakan seperti ini. Kau benar – benar membuatku puas pada hari kebebasan pertamaku ini, Bocah " Naruto meringis mendapati iris merah tersebut berada di hadapannya.
" Sebenarnya sangat disayangkan jika harus membunuh Prodigy sepertimu. Namun, kau ancaman bagiku ... maka mus – "
BUMMM
Ucapan Kuro terlebih dahulu terhenti begitu sebuah bola energi kebiruan mendarat tepat di wajahnya dan meledak. Bola tersebut bukanlah digunakan untuk menyerang melainkan sebagai pengalihan untuk seorang manusia bersurai coklat mengamankan tubuh Naruto dan membawanya pada partnernya yakni ...
" Hakuryuukou ... " desis Kuro begitu menyadari energi dari serangan pengalihan tersebut.
XoX
Sebelum Pertarungan dengan Kuroryuu
Gurun Sahara yang biasanya kering kini telah benar – benar menjadi basah akibat hujan deras yang sekitar 3 jam lebih mengguyur gurun tersebut. Di tengah – tengah gurun tersebut terus terdengar erangan dan teriakan kesakitan dari para Anubis yang tak sempat berbuat apa – apa begitu Naruto terus menghilang dan menebas mereka hingga ke bagian terkecil. Potongan – potongan tubuh Anubis tercecer pada beberapa tempat akibat kemampuan regenerasi dari Anubis tersebut Naruto batalkan menggunakan teknik Longinusnya. Dan kini di sinilah ia berdiri menghindari serangan ganas dan tembakan lava dari Fossil Dragon yang sanggup mengubah cuaca di gurun tersebut menjadi mendung dan cenderung badai tersebut.
BUMMMMMMMMMMM
Satu hamparan pasir kembali gosong begitu tembakan lava super panas berhasil Naruto hindari dengan berteleport sejauh mungkin dari Fossil dragon. Gurun Sahara merupakan gurun terluas di bumi tentu Naruto memiliki banyak tempat untuk melarikan diri, namun hal tersebut tak bisa terlalu lama sebab Fossil Dragon adalah naga dengan bobot teringan dari seluruh ras naga membuatnya memiliki tingkat kecepatan yang tinggi dan hanya dalam beberapa detik. Naga raksasa berukuran 50 meter dengan badan yang terdiri atas rangka tersebut telah kembali tertangkap oleh pandangan Naruto.
Penggunaan klon memaksanya tidak menggunakan sihir Fuin untuk menghemat energi bagi para klon lain. Terlebih dirinya yang asli harus berhadapan dengan musuh sebenarnya di gunung Fuji sehingga ia memang hanya dapat mengandalkan Longinusnya dalam hal bertarung. 3 Jam bukanlah waktu yang sebentar, Naruto harus menggunakan taktik petak umpet untuk sekedar mengisi kembali tenaga karena berulang kali menggunakan subspesies balance breakernya dan sekarang adalah batasnya. Subspesies yang hanya dapat ia gunakan sekitar 10 menit lagi tersebut akan berakhir dan jika hal tersebut berakhir ia tak akan memiliki lagi senjata untuk berhadapan dengan naga terganas tersebut.
SRINGG
Naruto muncul tepat di belakang tengkorak sang Naga begitu tempatnya berdiri sebelumnya kini berubah menjadi ladang tulang raksasa. Seakan mengetahui keberadaan Naruto, sang Naga telah berpaling dan kembali menegakkan energi penghancurnya yang kembali dapat Naruto hindari dengan berteleport tepat di depan tulang dada sang Naga yang tak terbungkus apapun.
" Rasakan ini " desis Naruto begitu menyelimuti tangannya dengan demonic power dalam konsentrasi tinggi bertujuan untuk meningkatkan kualitas tinjunya.
DUAGG
Tinju tersebut terbukti cukup kuat dengan bagain hulu dari tulang dada Naga tersebut yang mengalami keretakan serta fakta bahwa tubuh sang Naga sedikit terdorong menerima serangan frontal Naruto. Naruto tersenyum tipis mendapati Naga tersebut terdiam sejenak mendapat pukulan darinya, namun hanya sebentar senyuman tersebut luntur begitu raungan ganas dari naga tersebut muncul seiring dengan serangan yang semakin ganas dilakukan. Sepertinya Naruto telah memancing emosi dari Fossil Dragon
BUM
BUM
BUM BUMMMMMMMMMMMMMM
Ledakan – ledakan terus terjadi, namun beruntung berkat teknik dan longinusnya Naruto dapat menghindari semua serangan brutal Fossil Dragon. Serangan tersebut terus berlanjut, tak memberikan kesempatan pada Naruto untuk mencari celah.
' Sial. Sial . sial . sial. ' gerutu Naruto begitu kembali harus menghindar. Satu tembakan energi kemerahan dari sang Naga yang sedikit terlambat intervalnya dibandingkan serangan sebelumnya memberikan Naruto kesempatan untuk mensummon kunai cabang tiganya dan dengan sedikit mengambil resiko, Naruto menggunakan Fuinnya menghentikan serangan tersebut sebelum akhirnya memindahkan serangan tersebut ke dimensi lain.
Naruto yang melihat satu kesempatan di menit terakhir mode subspesiesnya segera muncul di belakang sang Naga.
" Ini serangan balasan dariku "
Naruto melempar kunainya yang hanya ditanggapi rauangan oleh naga tersebut.
' Meledak ' batin Naruto begitu melihat sang Naga sama sekali tak membentuk pertahanan atas serangan Naruto
BLARRRR
Dan benar saja tepat di detik ketiga ketika Kunai tersebut Naruto lempar, ujung tajam dari Kunai tersebut menembakkan energi kemerahan yang telah Naruto pindahkan. Taktik ini ia gunakan sebagai serangan balik dalam keadaan darurat karena energinya sebagai klon lebih sedikit dibandingkan yang memaksakan menggunakan teknik ini di awal resiko akan kegagalan lebih besar. Setidaknya dengan serangan balasan terakhir tersebut, Naruto yakin naga tersebut telah terluka cukup pa –
" RAOOOOOOOOOOOOOOOO "
-Rah
Pemilik Longinus dengan afinitas ruang dan waktu itu mengumpat sebentar begitu mendengar raungan ganas tersebut. Dari balik asap tebal kehitaman hasil serangan Naga yang Naruto balikkan tersebut, iris merah sang Naga semakin terlihat mengerikan dan hanya dengan satu kibasan ekor, wujud sang Naga kini telah kembali terlihat. Berbeda dengan sebelumnya kini tulang dari sang Naga berubah kemerahan, dan terdapat kulit – kulit tipis yang menutupi rongga pada setiap rangka tulangnya dan yang benar – benar membuat Naruto terdiam adalah selaras senapan yang tertanam pada tenggorokan sang naga.
" Ini merupakan mode paling berbahaya dari Naga Rangka tersebut Naruto "
Pemberitahuan dari Kurama sama sekali tak membantu Naruto yang hanya dapat meringis karena sudah tak memiliki energi untuk melawan lagi.
Sang Naga yang melihat Naruto pasrah sudah mulai mengumpulkan energi kemerahan pada mulutnya. Berbeda dengan yang sudah – sudah kali ini energi merah yang ia kumpulkan membentuk bola besar di depan mulutnya, dengan konsentrasi yang terus meningkat setiap detiknya. Tak ingin mati tanpa perlawanan Naruto kembali mengkompres aura emasnya dengan bantuan Kurama.
BUM
Dan bola tersebut ditembakkan dari mulut sang Naga. Kecepatannya sangat tinggi hingga hanya dalam sekejap bola tersebut telah berada di hadapan Naruto yang masih terus berusaha mengkompres aura emasnya untuk mengikuti ukuran bola tersebut.
' Sial ... tidak sempat ' batin Naruto yang hanya dapat menutup matanya dan membentuk aura emasnya sebagai pertahanan.
[ Divide divide divide ]
Suara mekanik tersebut segera menyadarkan Naruto dan dengan matanya yang melebar ia mendapati bola tersebut telah mengecil dan benar – benar tertelan dalam aura emasnya. Melirik ke samping kiri, kini telah berdiri dua pemuda. Satu pemuda bersurai perak gelap sedangkan yang satu bersurai cokelat dengan pedang kehitaman di tangannya.
" Hakuryuukou dan Slash Dog huh ? bantuan dari Grigory tak main – main rupanya " tutur Naruto yang dibalas seringai oleh pemuda bersurai perak dan senyuman kecil oleh pemuda bersurai coklat.
" Kheh ... melihat dari tempat ini. Sepertinya kau cukup kuat ... bagaimana jika kita bertarung setelah misi ini selesai ? " tantang pemuda bersurai perak dengan seringai maniaknya.
" Uhmm boleh juga ... Lucifer – san " balas Naruto yang mengejutkan pemuda bersurai perak tersebut.
" Bagaimana kau bisa tahu ? " tanyanya balik dengan serius.
" Aku mengenali segala aura sihir dari seseorang terutama yang sama sepertiku, seorang demi devil " balas Naruto ringan. Sayangnya percakapan tersebut terlebih dahulu terhenti karena insting mereka bertiga berteriak untuk lari begitu melihat sang Naga menghentakkan kedua tangannya ke pasir yang ia pijak.
BANGGG
Tulang – tulang raksasa muncul dari tanah dan hal tersebut dapat dihindari oleh mereka bertiga dengan pemuda perak yang membawa pemuda bersurai coklat untuk terbang.
" Begitu ... baiklah, kalau begitu namaku Vali Lucifer ... dan dia " Vali menunjuk pemuda bersurai cokelat yang sedang ia pegang " Ikuse Tobio. Kuharap kita benar – benar bertarung setelah ini " Naruto hanya mengangguk pelan dan segera menatap ke depan.
" Uzumaki Naruto .Bisa kita selesaikan ini dengan cepat ?" Vali mengangkat bahunya cuek sementara Tobio mengangguk. Tanpa aba – aba, Vali melepaskan pegangannya pada Tobio sehingga membuat sang Slash Dog tersebut jatuh bebas. Diperlakukan seperti itu, Tobio hanya fokus pada pedang pada genggaman tangannya dan dalam sekali tebas
SLASHHH
Tulang – tulang raksasa tersebut telah terpotong – potong. Tak membuang waktu, Tobio telah bergerak cepat hingga dalam beberapa detik saja telah tepat di hadapan sang Naga.
TRANG TRANG TRANGGGGG
Sang Naga tak sempat berbuat apa – apa begitu Tobio berhasil memutus kedua kaki depan sang Naga hanya dengan 3 tebasan. Belum sempat meraung kesakitan sang Naga harus kembali terdiam begitu suara mekanik muncul dari balik punggungnya membuatnya begitu lemas.
[ divide ] Itu Vali, memanfaatkan kesempatan yang dibuat Tobio, Vali maju secara cepat dan membagi kekuatan sang Naga. Terakhir Naruto dengan aura emasnya menembakkan kembali serangan terkonsentrasi sang Naga dan dengan ledakan yang bahkan menghanguskan setengah gurun Sahara, Fossil Dragon lenyap. Begitulah jadinya jika 3 pengguna Longinus berbakat bekerja sama.
BUMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM
XoX
" Jadi, apa rencanamu ? " tanya Revi yang telah selesai mengumpulkan energinya pada Naruto.
" Phoenix ini tidak sekuat seperti mitologinya sebab merupakan produk ritual yang gagal. Yang perlu kau lakukan hanyalah membawaku sangat dekat dengan Phoenix tersebut sehingga aku dapat menggunakan Fuin untuk menarik keturunan Pendragon tersebut. Jika intinya dicabut, maka semuanya berakhir, dan kita dapat bergabung dengan yang lain dalam menghadapi masalah di gunung Fuji.
" Yang lain ? " ulang Revi penasaran.
" Kau akan tahu setelah kita sampai di sana. Fokus dengan situasi sekarang " balas Naruto cepat.
Satu serangan api keorangean kembali ditembakkan phoenix menuju Naruto dan Revi. Namun tak seperti sebelumnya, Naruto hanya berdiam diri membiarkan Revi maju ke depan. Lima lingkaran sihir kecil segera mengelilingi tubuh Revi cepat. Lingkaran biru dan hijau maju ke depan.
Water Twister
Kedua lingkaran tersebut segera mengeluarkan air dan angin dalam jumlah besar hingga membentuk pusaran air raksasa yang mampu memadamkan api serangan phoenix. Normalnya, serangan air seperti apapun tak akan berefek pada api Phoenix, hal ini terjadi akibat phoenix yang dipanggil bukanlah Phoenix sejati sehingga memungkinkan fenomena di depan ini terjadi. Terlebih Phoenix bukanlah makhluk supranatural yang begitu kuat, regenerasi dari Phoenix lah yang membuatnya ditakuti sedangkan serangannya hanya memiliki daya serang menengah dibandingkan makhluk supranatural lain. Intinya ia masih dibawah ras naga dalam hal serangan.
" Giliranmu Naruto – san " ujar Revi begitu melihat Phoenix membuat api yang jauh lebih besar.
" Siap " balas Naruto, lingkaran Fuin kecil berputar cepat di depan jari telunjuknya dan hasilnya api tersebut berhenti sebelum membakar dirinya dan Revi. Memanfaatkan Phoenix yang terdiam sejenak melihat serangannya berhenti mendadak Revi mengkompres Longinusnya hingga membentuk sebuah patung es raksasa dengan model bak putri kerajaan, akan tetapi memegang sebuah tongkat dengan ujung berbentuk bundar. Dan Naruto tepat berada di ujung bundar tersebut, fokus pada Lingkaran Fuinnya.
" Ini hanya dapat berlaku sekali Naruto – san. Gunakan kesempatan ini dengan baik " Revi memperingati Naruto yang segera dibalas pemuda pirang tersebut dengan anggukan. " Serahkan padaku " balas Naruto dengan seringai. Lingkaran fuinnya berputar cepat begitu Naruto memutar formula sihir dari sang Phoenix sehingga membuat api yang berhenti di udara tersebut berbalik membakar tuannya.
Dengan tubuh yang terselimuti oleh api, tentu serangan tersebut tak memiliki efek apa – apa, akan tetapi lawannya sekarang adalah seorang Prodigy yang bahkan telah mewarisi sebagian konsep dari Kankara Formula, dengan api yang menyelimuti Phoenix menghilang dan membuat serangan api Naruto berhasil membakar burung tersebut walaupun hanya sebentar, api keorangean kembali menyelimuti Phoenix tersebut.
Phoenix meraung ganas. Apinya semakin berkobar begitu kemarahannya meningkat atas perbuatan Naruto. Revi yang melihat Phoenix mulai mendekati mereka bertindak cepat dengan longinusnya mulai membekukan daerah sekitar hingga akhirnya mulai membekukan Phoenixnya dari ekornya, cukup sulit mengingat tubuh sang Phoenix yang terselimuti oleh api, akan tetapi dengan support Naruto melalui Lingkaran sihir Fuin, lambat laun Phoenix hanya dapat pasrah tubuhnya membeku dan Naruto segera memanfaatkan kesempatan tersebut membentangkan sayapnya dan memasang Lingkaran Fuin dalam ukuran besar pada dada sang Phoenix
Release
Bisik Naruto seiring dengan pilar cahaya orange yang muncul dari lingkaran sihirnya. Pilar cahaya tersebut mulai menelan keberadaan sang Phoenix, begitu terangnya pilar cahaya tersebut sehingga memaksa Naruto dan Revi menutup matanya. Beberapada detik berlalu, pilar cahaya tersebut mulai meredup memperlihatkan Le Fay yang melayang di udara sesaat sebelum akhirnya jatuh tepat dalam pelukan Naruto
Revi yang melihat sahabatnya telah selamat menghela nafas lega dan segera menghentikan mode terkuat Longinusnya.
" Bagaimana dengan Le Fay, Naruto – san ? " tanya Revi mendekati Naruto yang telah meminumkan sebotol kecil air mata Phoenix pada Le Fay.
" Dia baik – baik saja. Hanya kelelahan karena energinya terlalu banyak terkorupsi untuk nyawa dari ritual yang dilakukan Ilya. Untuk saat ini, tak ada yang perlu dikhawatirkan " jawab Naruto berbalik menatap Revi yang telah menghembuskan nafas lega sembari mengelus dadanya.
" Syukurlah. Tapi ini belum berakhir bukan ? " ujar Revi yang kembali serius.
" Benar. Masih ada satu lagi ... " Menggendong kembali Le Fay, Naruto menangkap tangan Revi dan segera membawanya berteleport menuju gunung Fuji.
XoX
" Declare of War yang lain, Canis Lykaon, Absolute Demise bahkan Divine Dividing huh ? Era ini benar – benar menyenangkan " Kuro menatap 4 remaja di depannya. Naruto yang asli telah melepas begitu melihat klonnya telah membawa Revi dan Le Fay.
" Tak perlu banyak bicara ... mari kita berdansa " Vali segera masuk dalam Balance breakernya memamerkan sepasang sayap biru naganya. Energinya telah penuh dari membagi kekuatan Fossil Dragon tadi.
" Vali, kita lakukan seperti biasa " intruksi Tobio yang berjongkok sebentar menekan sebuah tombol pada kedua sepatunya.
WUNGG
Tobio hanya manusia biasa jadi ia tak dapat terbang, namun berkat beberapa teknologi dari Azazel hal tersebut dapat tertutupi. Contohnya seperti Tobio yang sekarang telah terbang dengan bantuan sepatu roketnya. Tak seperti saat melawan Naruto, kini Kuroryuu telah mengubah wujudnya menjadi Humanoid, dalam wujud ini seluruh aspek dalam dirinya meningkat dan banyak teknik yang dapat ia aplikasikan. Tentunya keputusan ini muncul karena melihat lawannya yang merupakan 4 orang pemilik longinus.
Naruto yang telah diselamatkan Tobio memilih beristirahat sebentar dan menyandarkan punggungnya pada pohon tepat di samping Ilya dan Le Fay. Sambil tetap memandang Vali dan Tobio yang mulai bekerja sama mengalahkan Kuro, Naruto meraih sebotol kecil air mata Phoenix dan segera meminumnya.
" Seberapa banyak kau membawa air mata Phoenix, Naruto – san ? " tanya Revi menyipitkan matanya begitu melihat Naruto meminum ramuan pemulih tersebut. Air mata Phoenix bukan merupakan barang yang mudah didapat sekalipun orang tersebut berasal dari ras iblis sekalipun pengecualian untuk bagian dari keluarga Phenex yang memang penghasil air mata Phoenix.
" Aku memiliki hubungan dekat dengan para Phenex. Jadi dalam misi ini aku membawa 3 botol, dan semuanya telah digunakan. Satu untuk Ilya, satu lagi untuk Le Fay dan terakhir untukku. " jawab Naruto ringan. Ia mulai mencoba berdiri walaupun sedikit kesulitan, di sampingnya Ilya yang sedari tadi beristirahat telah menampakkan gelagat akan bangun, dan begitu iris kemerahannya mulai terlihat iris itu segera melebar mendapati naga hitam raksasa yang berada tak jauh darinya.
" A – apa ? "
" Ternyata benar ... bukan naga ini yang akan kau panggil ya ? " potong Naruto begitu melihat ekspresi Ilya. Mendapati keterkejutannya dipotong begitu saja, Ilya menoleh ke sampingnya dan segera mendesis begitu mendapati ekspresi santai dari Naruto.
" A – apa ya- ng telah kau lakukan HAH ? Naga itu merupakan mimpi buruk bagi kita semua. " Ilya membentak Naruto.
" Eh kenapa kau menyalahkanku ? " tanya Naruto polos. Le Fay yang berada di samping Naruto mulai menunjukkan gejala ketidaknyamanan begitu mendengar suara tinggi Ilya yang berpotensi untuk menganggu tidurnya.
" Tentu saja, jika kau tidak menginterupsi ritualku, maka Huang Long yang akan hadir di sini bukanlah naga ketiadaan itu. Sekarang bagaimana caranya aku menyegelnya ? " Ilya menyelesaikan ucapannya dengan pertanyaan yang membuat ia menjadi frustasi. Semua rencananya hancur hanya karena bocah dungu di sampingnya, hal tersebutlah yang paling membuatnya frustasi.
" Eh kau tak bisa ? " balas Naruto dengan wajah tanpa dosa sukses semakin membakar emosi dari sang gadis bersurai perak.
" Kau meremehkanku ! " Ilya yang telah bangkit berdiri dan menunjuk Naruto tepat di depan hidung pria pirang tersebut. Mendengus sesaat, kedua tangannya mendarat pada pinggangnya yang kecil. " Dengar ya ... naga yang kalian hadapi sekarang ini memiliki intensitas energi yang setara dengan Huang Long, normalnya aku dapat menyegelnya namun teknik Ketiadaannya itu menyulitkanku "
" Jadi kau bisa menyegelnya jika teknik ketiadaannya hilang ? " tanya balik Naruto, kali ini nada suaranya terdengar serius. " Ya, tapi dengan tubuhku yang sekarang aku tak akan dapat menampung seluruh kekuatannya. Kita butuh – "
" Aku saja " suara feminim segera memotong ucapan Ilya. Mendengar hal tersebut dua iblis dan satu penyihir itu menoleh ke asal suara mendapati Le Fay yang tersenyum ke arah mereka.
" Aku dapat menggunakan spesialisasi sihirku untuk menjinakkannya dan menjadi familiarku. Bagaimana ? " Le Fay menjelaskan lalu bertanya kembali. Ilya memejamkan matanya sebentar, batinnya berpikir keras sebelum akhirnya mengangguk menyetujui saran dari Le Fay. Sebagai keturunan Pendragon tentu dia memiliki teknik dan manna yang melimpah.
" Tunggu ... kenapa kita harus percaya pada pengkhianat ini. Ia jelas sebelumnya berniat membunuh kita! " teriak Revi memprotes akan rencana yang telah mereka bicarakan. Tentu tak semudah itu baginya mempercayai Ilya yang telah mengkhianati mereka sebelumnya.
" Revi – san, Ilya – san melakukan semua ini hanya karena ia ingin menunjukkan ekstensi Penyihir pada seluruh dunia. Jika ia memang berniat jahat, ia tak akan menggunakan teknik sihir yang masih dapat menyelamatkan nyawaku. Jika ia berniat jahat, ia akan melakukan ritual sihir yang mana mengorbankan tubuhku menjadi tumbal bukannya inti ritual " Jelas Le Fay membela Ilya. Mendapati pembelaan seperti itu Ilya hanya diam.
" Hal itu tidak benar. Aku menggunakanmu sebagai inti karena aku percaya kau masih dapat kumanfaatkan untuk hal lain " Ilya berusaha menunjukkan sisi jahatnya sekarang. Berlindung dengan pembelaan dari Le Fay bukanlah sifatnya, ia telah memikirkan semua resiko ketika akan melakukan ritual ini termasuk di dalamnya ditolak sendiri oleh sesamanya, penyihir. Tentu, ia tak masalah dengan semua itu.
" Kau ... ! " Revi menggerutu mendengar sahabatnya hanyalah dijadikan alat oleh Ilya. Ia sudah akan membekukan Ilya jika saja Naruto tidak bangkit berdiri di antara mereka. Naruto yang berada tepat di antara Ilya dan Revi hanya tersenyum tipis menepuk kedua surai berbeda gadis itu lalu melangkah ke depan.
" Kalian tak perlu menyembunyikan perasaan masing – masing. Kuakui bahwa perbuatan Ilya – san selama ini salah namun ia melakukannya karena tidak terima kaumnya dianggap lemah, dan dipandang rendah oleh seluruh dunia. Menurutku, itu merupakan tujuan yang mulai ... " Naruto berhenti sebentar menatap ke atas dimana Tobio telah dalam keadaan babak belur dan Vali yang telah kehilangan beberapa bagian armornya. Padahal pertempuran baru saja 5 menit berlangsung.
" Kau bisa simpan masalahmu untuk nanti Revi – san. Saat ini ... " Aura emas segera menyelimuti tubuh Naruto membuatnya memasuki subspesies balance breakernya.
" Kuroryu adalah lawan yang perlu kita tuntaskan " lanjut Naruto sebelum menghilang dan muncul di depan Kuroryuu. Refleks dari Naga Humanoid tersebut terbukti sangat tinggi begitu ia dapat menahan tendangan Naruto yang muncul tiba – tiba antara dirinya dengan Tobio.
Sring
Naruto kembali menghilang, lingkaran sihir kecil berada tepat di depan jarinya. Dengan Fuin ia kembali menggunakan strategi yang sama yakni menghilangkan dan menghentikan energi ketiadaan dari tubuh Naga tersebut sehingga mampu memberikannya peluang untuk melakukan kontak fisik.
DUAGGG
Tendangan langsung pada pundak dari Naruto tak dapat ditahan oleh Kuroryuu yang berakibat pada tubuhnya terbanting keras ke tanah. Menghilangkan mode subspesiesnya Naruto melayang mendekati Le Fay yang telah berada di paling belakang. Tobio dan Vali yang telah mendapat waktu istirahat yang begitu sedikit juga telah bergabung dengan Revi di depan membentuk ujung panah serta terakhir Ilya yang berada di tengah antara dua kelompok tersebut.
Energi Naruto berada dalam krisis terlebih tadi memaksakan tubuhnya menggunakan longinusnya sekali lagi jadi dia akan berada di belakang dengan Manna dari Le Fay berperan sebagai support dengan Fuinnya.
Ilya merupakan Support dan penyerang sekaligus. Ia berperan untuk menolong tim depan sekaligus melindungi Le Fay dan Naruto sementara tiga pengguna Longinus yang berbaris di depan merupakan poin utama untuk penyerangan.
Kuroryuu telah bangkit dari posisi berbaringnya. Tendangan Naruto tak begitu kuat sehingga ia sama sekali tak menerima cedera fisik. Iris kehitamannya menatap datar pada formasi 6 orang di depannya. Merilekskan sebentar lehernya, Kuroryuu menyeringai dalam diam benar – benar menikmati pertarungan pembukaan akan kebebasannya tersebut. Dalam sekejap ia telah berpindah posisi tepat di depan Naruto. Naruto merupakan inti dari formasi mereka tanpa Fuin yang dapat menghentikan kemampuan ketiadaannya, semua bagian formasi tersebut tak ada gunanya.
BAM
Namun, belum sempat memberikan serangan pada Naruto, ia telah terlebih dahulu diserang oleh sebuah proyektil sihir yang berbentuk pedang raksasa. Ia dapat menghindarinya dengan mudah, tentu ia tak berpikir untuk menahan atau meniadakannya sebab Naruto pasti telah menghentikan sihirnya terlebih dahulu. Proyektil pedang raksasa tersebut segera memudar dan membentuk sepasang burung merpati berukuran besar yang bergerak mengiring kembali Kuroryuu ke depan menghindarkan Kuroryuu untuk mendekati Naruto. Proyektil tersebut milik Ilya, sebagai penyihir tingkat tinggi mudah saja baginya membentuk proyektil sesuka hati bahkan mungkin untuk meningkatkan kualitas baik itu dari segi kecepatan maupun kekuatan didukung oleh kemampuan Naruto untuk menghilangkan sihir ketiadaan Kuroryuu proyektil tersebut mampu menggiring Kuroryuu untuk kembali ke tempatnya.
" Ho ... formasi yang bagus " Melirik jauh dari gunung Fuji terdapat 3 figur yang melayang di udara menatap pertarungan jauh di depan. Ketiga figur tersebut terlihat santai dimana figur yang memiliki rambut blaster antara kuning dan hitam terkekeh melihat formasi tersebut.
" Yah seperti yang kau katakan Azazel. Dengan formasi tersebut mereka benar – benar memanfaatkan kelebihan masing – masing. " komentar Ruzal. Matanya terus fokus pada pertarungan dimana ketiga pemegang longinus yang berada pada garis depan mulai bekerja sama untuk menyerang Kuroryuu.
Tobio yang memiliki Canis Lykaon yang bahkan sedari lahir telah mencapai balance breaker menjadi sentral dan pusat serangan dimana setiap tebasan dari pedangnya mampu setidaknya menghentikan beberapa serangan dari Kuro. Baik itu bersifat Materil sihir maupun api naga yang panas. Tobio dengan bakat berpedangnya maju lebih cepat dan segera menebaskan pedang personifikasi Longinusnya. Tentu dengan pengalaman bertarungnya hal itu dapat ditaklukkan dengan mudah oleh Kuro. Dengan beberapa gerakan kecil, ia dapat menghindari tebasan pedang cepat tersebut bahkan memberikan beberapa serangan balik. Tepat ketika celah terbuka, Kuro telah bersiaga memberikan tendangan yang telah dilapisi dengan teknik spesialisasinya namun hal tersebut tak dapat terjadi sebab Revi dan Naruto selangkah lebih maju.
Revi merupakan Prodigy yang lahir dalam kebangsawanan Penyihir Grauzauberer. Di usianya yang masih belia ia mampu untuk menguasai teknik sihir untuk penyihir tingkat tinggi. 5 lingkaran sihir elemen yang senantiasa berputar untuk memberikan dukungan baik itu serangan maupun pertahanan memperlihatkan betapa tinggi kapasitas manna yang dimiliki gadis pirang tersebut. Jangan lupakan longinus Absolute Demise yang memiliki kekuatan es begitu mengerikan. Dengan bantuan Fuin Naruto ia dapat membekukan kaki Kuro dan memberikan kesempatan kepada Vali untuk memberikan pukulan tepat di pipi kanan Kuro. Tentunya setelah Naruto menghilangkan konsep ketiadaan pada pipi tersebut.
Pukulan keras dari Vali hanya mampu untuk membuat kepala Kuro menoleh sebentar. Intensitas ketiadaannya semakin meningkat begitu nafsu membunuhnya semakin membubung tinggi mendapati kerjasama 3 pemegang longinus muda di hadapannya mampu setidaknya memberikannya cedera fisik pada mode Humanoidnya.
Melihat ia dapat meningkatkan kapasitas ketiadaannya, Kuro menyadari bahwa Fuin Naruto mulai melemah. Tentu walaupun formula yang digunakan Naruto begitu canggih tetap juga akan melemah jika terlalu diporsis pengunaannya. Hal inilah yang selama ini Kuro yakini, dan hal itu terjadi.
Prang. Es yang membelenggu kakinya pecah hanya dengan satu hentakan kecil dari kakinya. Energi yang sedari awal ia tahan ia keluarkan hingga mampu membuat keenam orang lawannya berkeringat dingin mengetahui tingkat kekuatan mereka masih berada di bawah naga tersebut. Merasakan aura dari naga tersebut yang meningkat tajam, 3 figur yang menonton pertarungan masih tetap tenang lebih tepatnya karena figur bersurai hijau yang menenangkan 2 figur lainnya.
" Tak perlu khawatir Azazel , Ruzal. Mereka adalah murid – murid kita, sebagai guru kita hanya dapat memandang mereka dari jauh. Mempercayai bahwa mereka dapat menyelesaikan hal ini. Terlebih, Naruto sama sekali belum unjuk gigi dalam barisan depan, sedari awal ia terus bertindak sebagai support. Kalian tentu melihat sendiri bukan bahwa Naruto dapat membuat Kuro kewalahan ketika ia sendirian. Hasilnya akan jauh berbeda sekarang karena bantuan dari 3 longinus lainnya. " tutur Ajuka kalem. Ia memandang yakin kepada Naruto, walaupun dalam keadaan darurat seperti saat ini pun ia dapat menangkap Naruto memiliki rencana tersembunyi hanya dari senyuman tipis di wajah muridnya itu.
Azazel menghela nafas sebentar mendengar tuturan Ajuka. Ekspresi seriusnya dengan cepat berganti menjadi ekspresi konyol seperti dirinya biasa, " Yare – yare ... dari kata – katamu kita terdengar sangat tua huh ? Kau benar dan lagipula Vali dan Tobio juga belum menunjukkan kemampuannya. " Berbeda dengan dua figur lainnya, Ruzal masih terlihat khawatir, Daughtercon yang memperparah hal tersebut. Ia sudah akan mengatakan pendapatnya jika saja suara mekanik nyaring tidak mendahuluinya.
[ Divide divide divide divide divide divide divide ]
" Itu ... " Tiga figur itu serentak bergumam kata tersebut begitu beriringan dengan suara mekanik tersebut aura kuat dari Kuro menyusut drastis.
" TOBIO SEKARANG " terdengar lagi teriakan, kali ini berasal dari Naruto. Lingkarna fuin kecil kini telah berbentuk besar hingga mampu menutupi bagian depan tubuh Naruto yang berlutut dengan Le Fay yang terus mentransfer mannanya. Melihat dari formula rumit yang dapat Ajuka tangkap dari Fuin tersebut, Beelzebub tersebut tersenyum tipis lalu berbisik.
" Ini akan segera berakhir. "
" Ha'i Naruto – san " Tobio secepat kilat bergerak ke belakang Kuro. Menyadari hal tersebut, Kuro bebalik akan tetapi kakinya terlebih dahulu terbelenggu oleh es. Kuro tak menyerah ia dengan cepat bergerak ingin menyilangkan tangannya untuk setidaknya menahan serangan dari Tobio namun hal itu juga tak jadi sebab es kembali membelenggunya.
" Terima iniiii ... " desis Tobio. Pedang kehitamannya mengeluarkan aura yang begitu besar. Merasakan dari auranya saja, dapat ditangkap bahwa Tobio mengeluarkan seluruh energinya untuk tebasan tersebut.
TRANGGGGGGGGGGGGGG
Bunyi peraduan pedang tersebut pada tubuh Kuro yang telah mengeras bagaikan baja berkualitas tinggi bergetar nyaring di udara. Akibat tak sanggup menahan tekanan balik dari tebasan pedangnya, Tobio hanya dapat terlempar jauh ke dalam hutan sedangkan pedang hitam longinusnya masih tetap menancap pada tubuh Kuro yang entah sejak kapan telah membentuk armor super padat. Walaupun armor tersebut sekarang telah hancur pada beberapa tempat akibat besarnya kekuatan Tobio namun tak dapat dipungkiri melihat Longinus Tobio yang dapat membelah gunung masih dapat ditahan oleh armor tersebut memperlihatkan begitu tingginya kualitas armor tersebut.
Tentu saja, bukan hanya armor itu yang bergerak untuk menahan serangan Tobio tapi juga aura ketiadaan yang karena ulah Naruto hanya dapat mengikis sedikit demi sedikit serangan Tobio. Serangan belum berhenti di sana Revi dengan Longinusnya segera membentuk badai salju dan lima lingkaran sihirnya berputar cepat di atas Kuro menembakkan serangan dari masing – masing elemen pada lingkaran sihir tersebut.
Kemampuan dari Kuro terbukti tinggi begitu serangan berskala luas milik Revi dapat ia hentikan dengan menyebarkan aura ketiadaannya. Angin kencang segera berhembus begitu serangan beruntun dari Revi berhenti sukses mementalkan gadis tersebut namun ia masih dapat diselamatkan oleh Ilya.
" VALI SERANGAN TERAKHIR " Vali menyeringai mendengar intruksi tersebut. Ia hampir saja tak dapat menahan tawa maniak begitu melihat wajah Kuro sedikit memucat akibat tak menyadari Vali telah bersiap dengan serangannya.
Dragon Shot
Bola energi kebiruan seukuran bola volly mengenai telak perut Kuro. Aura ketiadaannya pun yang ia pusatkan pada perut segera menghilang karena memang itulah tujuan dari Naruto. Semua serangan berskala tinggi tersebut hanya bertujuan untuk membuat Kuro lelah sehingga memberikan kesempatan kepada Vali yang mana memiliki serangan terkuat di antara yang lain.
Kuro terus terdorong oleh Dragon Shot Vali walaupun telah menabrak beberapa pohon di belakang. Ia segera berhenti begitu ia terdorong hampir sejauh 30 meter. Matanya kembali melebar begitu tubuhnya kembali terbelenggu oleh es. ' Mereka masih menyerang ' batin Kuro tak percaya. Ia melirik ke atas mendapati Revi yang menyeringai senang walaupun beberapa pakaiannya telah robek di sana sini dan juga tak lupa beberapa luka goresan pada tubuhnya akibat terseret angin kencang. Semuanya sesuai dengan yang Naruto rencanakan.
" Ilya kau sebagai langkah terakhir. " Ilya mengangguk puas mendengar itu. Ia segera memulai ritualnya. Lingkaran sihir ungu terbentuk pada tubuhnya dan Kuro. Aksara – aksara juga mulai menutupi pandangannya.
" Tak akan kubiarkan " teriak Kuro berusaha memberontak dengan es yang hampir membekukan seluruh tubuhnya. Dengan usaha yang gigih, perlahan es yang menyelimuti tubuhnya mulai menghilang, irisnya yang hitam kembali merah seperti pada saat ia seekor naga.
BLARRRRR
Ledakan energi kembali terjadi. Bahkan dengan energi yang telah bagi Vali, Kuroryuu masih sanggup untuk melawan. Ilya mulai panik begitu Kuro mulai bergerak untuk keluar dari lingkaran sihir ritualnya.
Puk
" tetap fokus pada ritualnya " Ilya hanya dapat menahan nafas begitu Naruto berbisik tepat di samping telinganya. Le Fay kini telah berada di samping Ilya sementara Naruto berjalan mendekati sebuah pedang hitam yang tergeletak begitu saja di tanah bersalju. Revi dan Vali terus menembakkan sihir untuk menahan laju Kuro keluar dari lingkaran sihir tersebut sementara Tobio terlebih dahulu harus istirahat.
Pedang hitam Longinus Tobio kini telah berada pada genggaman Naruto. Sangat sulit hanya untuk menekan energi Longinus tersebut yang menolak Naruto untuk menyentuhnya.
" Dengar Canis Lykaon ... aku sebenarnya tak yakin ini akan berhasil. Namun, ini satu – satunya jalan yang mungkin. Jika Kuro sampai gagal untukk disegel maka kami semua akan mati di sini yang berarti kau harus menunggu beberapa ratus tahun lagi reinkarnasi untuk dapat hidup di dunia ini. Jadi mari kita bekerja sama "
Hening sebentar. Dalam keadaan hening tersebut yang dapat Naruto dengar hanyalah suara ledakan dari tabrakan sihir Vali dan Revi pada tubuh Kuro. Tak lupa makian dan bentakan serta erangan kesakitan dari Kuro yang terus mencoba untuk melarikan diri dari penyegelan tersebut. Namun dalam diam Naruto dapat merasakan energi pada pedang hitam tersebut mulai berkombinasi dalam dirinya dan begitu mendengar perintah dari Kurama. Naruto segera mengekstrak aura emasnya dalam jumlah besar sehingga mengubah bentuk pedang tersebut menjadi lebih panjang dan tak lupa aksen – aksen emas yang menghiasi bilah pedang hitam polos tersebut.
" Kau berhasil Naruto. Dengan ini kita mampu untuk membelah makhluk tersebut. Canis Lyakon merupakan media yang cocok untuk kemampuan ruangku "
Naruto mengangguk setuju atas ucapan Kurama. Ia menatap sebentar ke depan mengangkat tangan yang menggengam pedang hitam tersebut hingga siku nya membentuk sudut 45 derajat.
" Ini memang berakhir " bisik Naruto begitu menebaskan pedang hitam tersebut pada udaran kosong
DECLARE OF LYKAON
Tebasan energi hitam bercampur emas tersebut segera melesat cepat hingga membuat goresan yang membelah dua tubuh Kuro. Dari goresan tersebut mulai muncul aura kehitaman yang membentuk sebuah naga. Iris Ilya menatap tajam hal tersebut dan dengan segera ritual penyegelannya ia mulai.
Aura kehitaman tersebut tertarik dan segera tenggelam dalam lingkaran sihir tersebut sebelum akhirnya ditransfer ke dalam diri Ilya. Sementara tubuh Kuro yang telah kehilangan sebagian aura ketiadaannya tenggelam dalam lingkaran sihir kuning. Naga hitam tersebut sudah tak mampu lagi melawan karena dengan teknik gabungan Longinus yang Naruto lakukan, jiwa dari naga tersebut telah terbelah dua.
" Penyegelan selesai " ujar Revi dan Le Fay bersamaan. Dan secara serentak pula dua gadis berbeda surai itu jatuh pingsan kelelahan menyegel sosok naga yang begitu kuat.
3 Figur yang menonton pertarungan sedari tadi hanya mampu tersenyum lembut. Azazel berdecak sebentar sebelum akhirnya berujar. " Kuartet Longinus "
Ruzal dan Ajuka menatap bingung ke arahnya. Dengan nada khasnya, Azazel melanjutkan " Kuartet Longinus, itulah julukanku pada mereka. Tobio Ikuse yang merupakan manusia pemegang Canis Lykaon dengan teknik berpedang dan darah yang mampu membawa dirinya pada tahap balance breaker bahkan semenjak ia lahir, Lavinia Revi seorang putri dari pimpinan Grauzauberer, penerus selanjutnya dari generasi penyihir yang begitu mengerikan, Vali yang kunobatkan sebagai Hakuryuukou terkuat sepanjang masa dan juga Uzumaki Naruto, dibawah bimbingan Leviathan dan Beelzebub ia menjadi begitu mengerikan dalam hal kecerdasan dan kekuatan sebuah prodigy yang lahir dalam kekelaman kaum Demi Devil di dunia bawah. Benar – benar era yang begitu mengejutkan bukan ? hahaha "
" Kau benar Azazel. Namun kurasa kita dapat berbincang lain kali, sekarang yang harus kita lakukan adalah ... " Ruzal menunjuk pada 6 generasi muda berbakat yang telah tumbang akibat kehabisan energi " membantu mereka sebagai seorang mentor. " Ruzal melanjutkan sebelum akhirnya mereka bertiga bersamaan muncul dan membawa masing – masing murid mereka untuk dipulihkan. Tentunya Ruzal membawa Ilya dan Le Fay karena mereka berdua adalah penyihir walaupun pada kasus Ilya yang merupakan iblis liar namun ia sudah membicarakannya pada Ajuka dan akhirnya mereka mendapat satu kesepatakan yang menguntungkan kedua belah pihak.
XoX
" Eh ... menjadikan mereka bertiga sebagai contracted Magician ku ? " tanya Naruto bingung. Ia baru saja pulih dari keadaan koma selama 3 hari selepas melawan Kuro. Tentu memaksakan diri hingga pada tingkat energi sihir yang mencapai nol sudah pasti berbahaya namun berkat hubungan dengan Phenex ia mendapatkan subsidi air mata Phoenix dalam jumlah besar sehingga dapat membantunya lebih cepat dalam pemulihan. Ia sekarang berada di istana Astaroth. Di samping ranjangnya, terdapat Ajuka dan Ilya, Revi dan Le Fay yang berbaris di belakang Ajuka.
" Yah, ini kesepakatan kita dengan Grauzauberer. Kita akan mendapatkan keuntungan dengan menambahnya kekuatan penyihir – penyihir muda berbakat pada pihak kita. Sementara itu, Grauzauberer akan mendapatkan pemulihan nama atas perbuatan Ilya dan juga informasi mengenai pengembangan Longinus yang kuberikan untuk pengembangan Lavinia – san. " Jelas Ajuka.
" Apa tak masalah bagiku mempunyai 3 Contracted Magician ? " tanya Naruto lagi. Ia sebenarnya sudah mengetahui bahwa hal itu tak menjadi masalah. Namun, pikiran untuk mendapat 3 penyihir dalam hidupnya membuat Naruto pusing seketika.
" Tentu saja boleh Naruto –san. Kami juga bahkan bisa menjadi haremmu " jawab Ilya dengan nada kasual. Revi dan Le Fay hanya diam dengan wajah memerah mendengar hal tersebut sementara Ajuka hanya memberikan pandangan ' Kau mengerti ? ' sebagai jawaban pada Naruto.
Semenjak selesainya pertarungan tersebut, Ilya ngotot untuk mendekati Naruto. Ia bertujuan untuk mengagungkan nama penyihir di dunia ini dan ia sadar betul bahwa dirinya masih jauh dari kata Penyihir agung walaupun dengan setengah Kuroryuu dalam tubuhnya. Karena itu ia sampai pada keputusan untuk mendapatkan anak dari orang yang kuat, yakni pemuda di depannya, Uzumaki Naruto.
Dengan bakat dari Naruto yang ia yakini dapat ia wariskan pada keturunannya. Ia yakin anaknya dengan Naruto akan menjadi penyihir yang begitu mengerikan. Le Fay menyetujui menjadi Contracted Magician sebagai ucapan terima kasih karena Naruto yang telah berkontribusi menyelamatkan hidupnya sementara Revi karena ingin membongkar lebih dalam lagi mengenai kemampuan Naruto.
" Eh ? Haremku ? apa yang kau bicarakan ? " tanya Naruto bingung.
" Intinya Naruto – kun mereka bertiga sekarang akan satu tempat tinggal denganmu. Dan ah, Ilya akan dimasukkan dalam peerage Seekvaira. Hal ini karena aku terus – terusan menggunakan queennya untuk misi. " tambah Ajuka. Ia segera pergi meninggalkan Naruto yang masih mencoba menangkap perkataan Ajuka.
" EHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHh " Jeritan panjang Naruto menutup arc ini.
TBC
Oke, aku tahu bahwa ini updatenya begitu lama. Karena itu sebagai ucapan maaf, 7k ini dibuat hehe. Di sini Naruto sudah mulai membina hubungan dengan Tobio dan Vali. Mereka akan memiliki peran penting ke depannya. Arc selanjutnya mengenai Kyoto dan juga akan membahas bagaimana hubungan Naruto dengan para Phenex. Yang pasti Naruto dekat dengan Raiser dan Ravel, ini arc terakhir sebelum masuk pada canon. Pada arc ini juga akan terjadi pertemuan perdana antara Naruto dan Dulio.
