Longinus 14Th ( Declare of The War )

Naruto Masashi Kishimoto

High School DxD Ichie Ishibumi

Warning : AU, OOC, OC, TYPO, Semi Canon, dan Lain – lain

DemiDevilNaru, SmartNaru

Kyoto

Pada kedalaman hutan Kyoto, tepatnya pada istana megah tempat tinggal sang ratu pemimpin ras Youkai, Kyuubi No Yasaka Hime – sama sang ratu tengah duduk berhadapan dengan seorang pria yang wajahnya tak terlihat begitu jelas akibat tertutup oleh gelapnya ruangan dan gelapnya malam. Dipisahkan oleh sebuah meja kecil yang hanya terletak dua cangkir teh hangat tersebut membuat kewaspadaan sang ratu semakin meningkat.

" Kau bilang ? Kau yang telah membantai Uchiha ? " tanya Yasaka dengan nada kalem namun tatapan iris mata Yasaka tajam seakan hanya dengan tatapan tersebut cukup untuk menghabisi pria di hadapannya

Pria di hadapan sang Ratu hanya meraih segelas tehnya dengan tenang. Tak ada indikasi ketakutan dan keraguan walaupun telah diberikan tatapan sedemikian rupa pleh sang pemimpin Youkai.

" Ya. Keberadaan mereka berbahaya untuk kita. Jika kita biarkan klan Demi – god itu akan semakin bertambah kuat dan akan menekan keberadaan kita. Tenang saja, aku membawa mata mereka untuk kubagikan kepadamu. Tentu kau tahu, mata mereka – "

Prang

Ucapan persuasif dari pria itu terlebih dahulu berhenti karena Yasaka terlebih dahulu membanting gelas yang dipegang pria tersebut. 9 ekor keemasannya bergerak gila menampakkan betapa emosi wanita tersebut.

" Apa kau bodoh ? " tanya Yasaka sambil mengretakkan giginya.

" Tidak. Kau yang bodoh. Bodoh karena mencoba menantangku di sini " jawab pria tersebut dengan seringainya. Atas ucapannya itu, Yasaka mulai mengamuk, meja yang membatasi mereka remuk hanya dengan satu lesatan ekor yang cepat menuju leher sang pria namun sayang sesenti sebelum ekor itu sampai, gerakan Yasaka tiba – tiba menjadi kaku.

" a – apa ? " tanya Yasaka panik begitu merasakan tubuhnya juga mulai kaku. Dengan tenang sang Pria bergerak ke belakang Yasaka, mengambil segelas teh milik Yasaka yang tumpah sedikit lalu dengan gerakan kasar menuangkannya ke dalam mulut Yasaka hingga memaksa sang Ratu untuk menelan teh tersebut.

Yasaka hanya dapat terdiam. Tubuhnya mati rasa seiring dengan kesadaran yang semakin menipis darinya. Satu hal yang ingat pasti adalah sosok pria itu tertawa kencang dengan iris mata yang telah berubah menjadi kemerahan.

" Tidurlah, Rubah bodoh. Mimpilah indah terlebih dahulu lalu aku akan memberikan kenyatan yang begitu pahit padamu huahahaha "

.

.

" O – Okaa – sama ?! "

Chapter 7 : Ravel Phenex and Kunou, My Cute F******e.

Phenex Estate

Naruto saat ini berada di Phenex Estate. Ditemani seorang gadis dua tahun lebih muda darinya, Naruto hanya dapat memandang dengan bosan gerakan – gerakan dari sang gadis yang terkesan anggun walaupun itu hanyalah gerakan simpel, yakni mengaduk gula dari tehnya.

" Kenapa wajahmu babak belur begitu ? " Gadis itu, Ravel, satu – satunya putri dari Lord Phenex, bertanya kepada Naruto sambil meniup pelan tehnya. Hell bahkan hanya dengan gerakan meniup teh tersebut, aura keanggunan dan keeleganan Ravel tak berkurang sama sekali.

" Kau tentu sudah tahu jawabannya bukan ? " tanya balik Naruto sambil mendengus. Ravel hanya memutar matanya bosan mendapati tingkah kekanakan Naruto. " Apa lagi yang kau lakukan sehingga membuat Kushina – san marah ? "

" Oi oi kenapa kau bertanya seolah aku pihak yang bersalah. Disini aku berperan sebagai korban, Ravel. " protes Naruto tanpa menjawab pertanyaan Ravel. " Langsung kepada intinya saja Naruto, jawab pertanyaanku " Peringat Ravel dengan tatapan yang menyatakan bahwa ia sedang ' kesal ', Ravel yakin Naruto sama sekali tak ingin melihat bagaimana seorang Ravel bila kesal.

Bergidik sebentar, Naruto akhirnya melenguh panjang.

" Yah, setelah mengerjakan misi dari Ajuka – sama, aku membentuk kontrak dengan 2 Magician dan membawa satu kandidat bishop untuk Seekvaira. " Ravel mengangkat alisnya mendengar penjelasan tersebut.

" Biar kutebak, 3 orang ini adalah seorang gadis bukan ? "

" Yap " jawab Naruto malas. " bodoh ... " bisik Ravel teramat pelan namun dapat ditangkap oleh Naruto karena memang mereka hanya duduk berhadap - hadapan yang memisahkan mereka hanyalah meja bundar berukuran sedang dimana hanya sisi Ravel yang terletak banyak benda seperti segelas teh dan satu piring kudapan sementara di sisi Naruto kosong cukup untuk memberikan ruang bagi Naruto menyandarkan kepalanya.

" Kurasa dibanding marah ... ibumu lebih senang karena mendapati putranya berpotensi membangkitkan klannya. " Suara itu datang secara tiba – tiba dari belakang Ravel, Ravel tak perlu bersusah payah untuk menoleh ke belakang, ia tahu pasti siapa orang itu, sementara Naruto hanya mengangkat satu alisnya, bingung akan ucapan dari seseorang di belakang Ravel.

" Kau bicara apa sih Raiser ? "

" Tidak. Lupakan saja, kau juga tak akan mengerti jika kujelaskan lebih lanjut " jawab Raiser dengan nada malas. Ia duduk pada pinggiran sofa yang diduduk oleh Ravel, masih menatap Naruto, ia meraih kudapan pada piring Ravel mengabaikan tatapan tajam dari adik satu – satunya.

" Ya lupakan sejenak mengenai hal itu. Apa Lord Phenex ada ? "

" Tidak, namun kurasa kau bisa menunggu sebentar lagi. Kami baru selesai menambahkan beberapa rule dalam kontrak pernikahanku dengan Heiress Gremory. Kudengar Tou – sama berangkat menuju Agares untuk membahas hal kecil. " jawab Raiser.

" Agares ? " beo Naruto,bingung atas kedatangan Lord Phenex pada estate kingnya

" Mungkin hanya untuk membahas masalah politik biasa " jawab Ravel mengigit kecil kudapannya. Yah, Phenex dan Agares telah menjalin hubungan politik selama hampir 3 tahun, saat itu, untuk mendampingi Lord dan Lady Phenex, mereka ( Raiser dan Ravel ) ikut hadir menuju Agares estate. Saat orang tua mereka menghabiskan waktu dengan membahas masalah politik, Ravel dan Raiser diberikan tur oleh Seekvaira beserta Naruto. Disanalah perseteruan pertama dimulai, Raiser yang memiliki kepercayaan diri tingkat tinggi menantang Naruto karena menganggapnya Demi Devil yang lemah, tentunya tantangan ini diterima dengan Naruto dan dalam gerakan simpel, Naruto berhasil membuat Raiser terluka mengejutkan putra ketiga dari Phenex tersebut. Berawal dari sanalah hubungan antara Naruto dan Phenex berlanjut hingga pada akhirnya Naruto diizinkan untuk berteleport langsung ke dalam Phenex Estate, izin yang begitu sulit didapatkan meskipun itu setingkat High Class buktinya saja hanya Naruto, iblis di luar Phenex yang boleh melakukan hal tersebut.

Semenjak itu pula, Ravel mulai penasaran akan sosok Naruto. Anggapannya akan sosok Naruto yang tolol, Hyperactive dan ceroboh semuanya terbantahkan begitu melihat sorot mata serius Naruto begitu berhadapan dengan Raiser. Entah mengapa seluruh anggapan negatif tersebut menguap hanya dengan melihat iris biru tersebut bersinar tajam. Dan dari sanalah ia mulai membuka diri untuk mengenal lebih jauh tentang Naruto dan hingga akhirnya ia paham, pemuda pirang tersebut memiliki tingkat intelegensi yang tak dapat ia bayangkan.

Raiser juga telah membentuk pertemanan dengan Naruto semenjak kekalahannya. Hal yang membuat ayah dan ibunya shock karena tak berpikir anaknya yang begitu arogan dapat akrab dengan seorang demi devil. Raiser bahkan menyuarakan kekecewaannya begitu mendengar Naruto telah menjadi bagian peerage Seekvaira sebab Raiser telah lama berniat mengajak Naruto bergabung dengan peeragenya.

" Oh " respon Naruto singkat. Raiser mengangkat alisnya penasaran.

" Apa kau sibuk ? Kudengar para tetua kembali kagum mendengar hasil misimu di Tokyo beberapa hari yang lalu ? "

" Yah sebenarnya setelah ini aku ada pertemuan dengan Serafall – sama untuk misi lagi di Kyoto. Namun, sebelumnya aku berniat untuk menyampaikan terima kasih atas air mata phoenix dari misi kemarin, tanpa itu mungkin aku masih terbaring di rumah sakit " Raiser tersenyum sedikit mendengar itu, Naruto memang sosok Prodigy yang kehebatannya tak dapat dibantah, bahkan para tetua yang biasanya kolot akan pandangan iblis murni mulai memandang Naruto sebagai aset yang berpotensi tanpa mempedulikan bahwa Naruto merupakan demi devil.

" Yah, kau memang begitu. Sudahlah, kukira sebentar lagi, Tou – sama akan datang. Lagipula, aku tak ingin menganggu kesenangan adik manisku ini, hehe " Raiser tertawa keras begitu melihat semburat merah pada pipi Ravel, bahkan sebelum pergi, Raiser sempat mengacak surai pirang adiknya.

" Mou ... " gerutu Ravel dengan wajah cemberut. Sudah bukan rahasia umum lagi dalam keluarganya mengenai perasaannya pada pemuda pirang yang hanya dapat menatap bingung ke arahnya. Ravel juga tak menyangka perasaan kagum akan Naruto akan berkembang menjadi perasaan yang jauh lebih rumit dan yang membuat ia frustasi adalah bagaimana kepopuleran Naruto di kalangan iblis Makkai dan betapa bodohnya Naruto dalam memahami perasaan gadis.

" Ah, Naruto – kun kau disini ternyata ? " Suara yang diucapkan dengan nada kalem dan berwibawa tersebut datang secara tiba – tiba dari lingkaran sihir Phenex di antara Ravel dan Naruto. Begitu sosok Lord Phenex yang berwibawa muncul, kedua remaja pirang tersebut segera menyapanya sambil menunduk hormat.

" ah, ya Lord Phenex. Kedatangan saya kemari untuk berterima kasih atas Supply air mata Phoenix yang telah anda berikan untuk misi saya sebelumnya. " ujar Naruto menyampaikan maksud kedatangannya.

" Bukan untuk melarikan diri dari amukan Kushina – san ? " Lord Phenex bertanya sambil menggoda pria yang dapat merebut perhatian putri satu –satunya.

" a – ah , ya untuk itu juga hehe " Naruto menjawab godaan tersebut dengan nada malu – malu sambil menggaruk tengkuknya. " Uhm, ya sudahlah. Kau tak perlu berterima kasih, ini juga berkat hubungan baik yang terus terjalin antara Phenex dan Agares. Ah, Naruto – kun kudengar kau memiliki misi dari Leviathan – sama bukan ? " tanya Lord Phenex yang telah duduk pada sofa yang berdekatan dengan putrinya. Naruto mengangguk sekali, ia tak perlu berpikir keras bagaimana Lord Phenex mengetahui itu, sebagai seorang petinggi klan informasi kecil mengenai misinya pasti diketahui oleh Lord Phenex.

" Nah, bagaimana untuk ucapan terima kasihmu itu, kau membawa Ravel ikut serta dalam misimu ? " tawar Lord Phenex mengejutkan Naruto dan Ravel.

" A – apa tidak apa – apa Lord Phenex ? Misi ke depannya mungkin lebih sulit " Naruto mencoba menolak, berpikir jika Ravel akan berada dalam bahaya jika ikut misi bersamanya.

" Tidak apa – apa Naruto – kun. Dengan mengikuti misi ini, putriku juga dapat belajar secara langsung kondisi di luar, ini merupakan kesempatan bagus yang tak dapat dilewatkan lagipula aku yakin kau akan selalu ada untuk menjaga putriku bukan ? " Lord Phenex memberikan pandangan menggoda pada akhir kalimatnya pada Ravel yang telah merona padam karena mengerti maksud dari ucapan ayahnya.

" Uhm, tentu saja. Aku akan menjaga Ravel dengan sepenuh hati " dan tentunya Naruto yang idiot sama sekali tak menangkap maksud dari Lod Phenex.

" Ya sudah jika begitu. Ravel lebih baik kau bersiap – siap ... masih ada beberapa dokumen yang harus kutanda tangani " Lord Phenex menyeringai lebar begitu meninggalkan dua remaja tersebut meninggalkan duo pirang yang sama sekali tak sadar bahwa mereka berdua telah masuk dalam kontrak rumit.

Kuoh

Cafe Leviathan

Naruto dan Ravel kini telah berada di cafe yang didirikan oleh Serafall secara sengaja untuk membantu Sona mengawasi Kuoh serta memberikan beberapa misi untuk Naruto dan adiknya yang tak dapat dihandle oleh anggota peeragenya sendiri. Yang Naruto sama sekali tak menyangka saat kedatangannya kemari adalah kehadiran 4 gadis yang ia tak tahu apa kepenting mereka kemari.

" Ah, Naruto – kun akhirnya kau datang juga. Cotto matte ... siapa gadis pirang di sampingmu itu ? " Sikap Ilya yang ceria pada awalnya runtuh begitu menyadari Naruto bersama gadis lainnya. Tatapan dan nada menusuk ia berikan pada Ravel yang hanya dapat tersenyum nerves.

" Ilya, jaga sikapmu. Kita sekarang berada di hadapan Leviathan " Seekvaira selaku king memperingati bishop barunya sementara Reni hanya bersikap datar sedangkan Le Fay menatap polos kejadian ini.

" Mah, santai saja Ilya – chan. Naruto – kun pasti mau menerima kalian semua kok hehe " nada menggoda dan kekanakan itu berasal dari wanita terkuat di Makkai.

" Onee – sama lebih baikk kau membahas misi itu lebih cepat " Peringatan ini datang dari Sona Sitri, adik dari Serafall serta pewaris selanjutnya dari Sitri.

" Mou, So – tan selalu saja begini " rajuk Serafall menghasilkan sweatdrop dari para bawahannya terkecuali Naruto yang malah berbalik menatap Serafall dengan pandangan terkagum – kagum.

" Sugoii ne Serafall – sama. Kau dapat mengganti ekspresimu dalam sekejap begitu " komentar itu semakin membuat para iblis di ruangan itu sweatdrop.

' Guru dan murid yang aneh ' batin kelima gadis tersebut.

" Ah, apakah Sona – sama juga ikut dalam misi ini ? " Naruto bertanya setelah lepas dari kekagumannya.

" Tidak. Aku tadi mengabari bahwa kau kemari, makanya ia juga kema – " balasan dari Serafall terlebih dahulu dicegat oleh Sona.

" Aku hanya menyampaikan laporan harianku kepada Onee – sama, Naruto – kun " jawab Sona dengan tenang.

" Oh ... " Naruto bergumam singkat.

" Mou ... So – tan kenapa sih. " mendapati tatapan tajam dari sang adik akhirnya membuat Serafall bungkam, ia berdehem sebentar sebelum akhirnya menjelaskan misinya.

" Misimu Naruto – kun adalah untuk menjadi mediator dalam perseteruan antara Youkai dengan anggota klan Uchiha yang tersisa "

" Uchiha ? " Ilya mengangkat alisnya.

" Klan yang berisi para Demigod keturunan langsung dari Tiga dewa tertinggi Shinto. Kudengar mereka memiliki mata yang dapat mewarisi kekuatan dari 3 dewa tersebut. " jelas Ravel singkat.

" Yap, benar sekali Ravel – chan "

" Untuk lebih lanjutnya, pihak di sana akan menjelaskannya. Naruto – kun kali ini See – chan akan ikut bersamamu dan kulihat sepertinya Ravel – chan juga "

" Uhm sebagai Bishop aku juga akan ikut dalam misi ini " Ilya mengangkat tangannya dengan semangat.

" Yah, sebagai Contracted Magician dari Naruto – san, aku dan Le Fay juga akan ikut " jelas Reni.

" Tidak, Ilya dan Le Fay lebih baik tidak ikut terlebih dahulu " ujar Naruto

" Eh kenapa Naruto – kun/ san ? " tanya Ilya dengan kecewa sedangkan Le Fay dengan polos.

" Kalian berdua baru saja menyegel Kuroryuu, dengan output energi yang terlalu besar hal itu akan menyulitkan misi. Resiko atas keselamatan kalian juga lebih tinggi, ini hanya tindakan antisipasi walaupun kita hanyalah bertindak sebagai mediator namun bukan berarti tak ada pihak tertentu yang ingin menyabotase negosiasi tersebut. "

" Uhm, alasan yang masuk akal Naruto – kun. Nah, untuk kalian berdua sepertinya akan lebih baik untuk berlatih dulu untuk menyempurnakan kemampuan kalian. Jika terjadi masalah, maka aku akan langsung mengirimkan kalian sebagai bala bantuan bagaimana ? " tawar Serafall yang hanya dibalas anggukan oleh kedua gadis tersebut.

" Yosh, kalian berempat berbarislah di depanku " Mengikuti petunjuk dari Serafall; Naruto, Seekvaira, Ravel dan Reni berbaris sejajar. Lingkaran sihir Sitri berukuran besar segera menelan keberadaan mereka.

" semoga berhasil kalian semua "

XoX

Sring

4 remaja itu segera muncul tepat di depan gerbang istana Kyuubi sang penguasa Kyoto. Istana tersebut sangat megah namun sama sekali tak membuat keempat remaja tersebut terpukau sebab 3 gadis, yakni Seekvaira, Ravel dan Reni merupakan putri dari seorang bangsawan sementara Naruto juga lahir dan tumbuh dalam kalangan bangsawan, tentu pemandangan istana di depan mereka ini sudah sangat biasa.

" Iblis ? Apa yang kalian lakukan disini ? " Pertanyaan itu datang dari youkai anjing yang mengenakan jaket berbulu kehitaman. Tubuhnya menunduk sedikit membentuk sikap waspada. Dengan tenang Naruto berjalan ke depan mengabaikan sikap youkai di depannya yang semakin waspada.

" Kami, wakil yang ditunjuk Leviathan – sama untuk menjadi mediator dalam perundingan antara Uchiha dan Youkai " jawab Naruto menunjukkan crest Sitri dari lingkaran sihirnya sebagai pertanda, ia merupakan wakil resmi Serafall.

" Mediator dari Iblis ? Jangan bercanda. Kami telah menunjuk mediator yang lebih cocok " Youkai tersebut berseru dengan nada mengejek. Dihadapi pada ejekan tersebut, 3 gadis di belakang masih tetap diam seakan mereka telah mempercayakan sepenuhnya negosiasi ini pada Naruto.

" Uhm, itu sangat aneh, karena Undangan ini baru saja datang sekitar 3 hari yang lalu ? Apa ini artinya pihak Youkai menjadi pihak yang tidak konsisten. " balas Naruto dengan nada tanpa emosi. Youkai tersebut telah memanas hanya dengan menatap wajah Naruto yang tanpa emosi.

" Kau ! Berani sekali kau berkata tentang hal yang buruk terhadap kaumku "

" Bukankah hal itu juga berlaku padamu ... Berani sekali kau menghina kaumku dengan ucapan spontamu tadi " kini Naruto berbalik membalas dengan tatapan intimidasi yang cukup membuat Youkai tersebut bergetar sebab merasakan betapa mematikannya aura yang Naruto keluarkan.

" Brengsek " umpat Youkai tersebut sebelum akhirnya melompat berniat menerjang Naruto.

DUG

BRAKK

" Ah, maaf aku terlalu kuat menyentilmu " ujar Naruto dengan tatapan polos. Sementara gadis yang berada di belakangnya ( terkecuali Seekvaira ) hanya dapat melotot melihat kecepatan Naruto, tak sampai sedetik Naruto bergerak ke samping lalu menyentil kepala dari Youkai tersebut dan kini Youkai tersebut telah menghancurkan sebagian dari pagar pembatas istana tersebut.

" Ada apa ini ? " Youkai yang datang kali ini adalah youkai gagak dengan pakaian seperti samurai. Aura kekuatan yang ia keluarkan setingkat dengan Ultimate High Class tingkat menengah, irisnya yang hitam kelam menatap Naruto tajam menuntut pemuda pirang tersebut untuk memberikan alasan atas tindakan sewenang – wenangnya.

" Tidak ada apa – apa. Tadi salah satu bawahanmu berniat menyerangku dan aku hanya menghindar lalu menyentilnya. " jawab Naruto polos. Youkai gagak tersebut menatap dalam mata Naruto mencari satu titik kebohongan dari iris biru tersebut namun sama sekali tak menemukannya.

" Siapa kalian ? dan apa maksud kedatangan kalian ? " tanya Youkai gagak tersebut bersedekap dada mengeluarkan kharismanya sebagai salah satu pemimpin dari Kyoto.

" Namaku Uzumaki Naruto, gadis yang berada di belakangku secara berurutan dari kanan ke Kiri adalah Ravel Phenex, Lavinia Reni dan Seekvaira Agares. Kedatangan kami sebagai wakil dari Leviathan - sama guna memenuhi permintaan dari pihak Youkai untuk menjadi mediator dalam perseteruan antara kalian dengan Uchiha "

" Begitu ? Mungkin bawahanku hanya salah paham. Baiklah Namaku Tengu, Wakil dari Yasaka Kyuubi - sama, untuk sementara kalian kuizinkan masuk, namun sebelum itu dapatkah kau memperbaiki kerusakanmu ? " Tengu mengalihkan tatapannya pada pagar pembatas yang telah berlobang tersebut.

" Tak masalah " balas Naruto sambil mengangkat bahunya. Aura emas mulai berkumpul pada lubang tersebut dan hanya beberapa detik dinding tersebut telah kembali seperti semula seakan tak pernah terjadi apa – apa pada pagar tersebut.

" Ikut aku " perintah Tengu berjalan terlebih dahulu membiarkan para remaja mengikutinya.

" Ah, Tengu – sama. Selamat datang " Tengu mengangguk mendengar sapaan hormat yang datang dari beberapa pelayan istana tersebut. Matanya sesekali melirik ke arah Naruto yang hanya menatap datar ke depan. Sebagai seseorang yang berpengalaman, ia terkejut mendapati aura kekuatan Naruto yang hampir menyetarainya.

" Untuk penjelasan situasinya lebih baik kalian dengar langsung dari Kunou – sama. Ia merupakan wakil dari pihak Youkai. " jelas Tengu begitu mereka sampai pada pintu raksasa yang berukirkan Kyuubi. Tengu mengigit kecil ibu jarinya lalu mengoleskan darah yang keluar pada pintu sembari membaca beberapa mantra.

Trek

" Ho ... sistem keamanan yang begitu tinggi " komentar Reni kagum.

" Tak mengherankan untuk tempat tinggal seorang ratu " komentar kali ini datang dari Seekvaira. Sementara Ravel hanya diam mengamati sedangkan Naruto menyipitkan matanya merasakan aura kekuatan yang begitu besar dalam ruangan tersebut.

" Kunou – sama, hamba datang membawa mediator dari bangsa Iblis " Tengu berlutut sebentar di hadapan seorang gadis bersurai pirang yang hanya mengangguk menanggapi tengu. Gadis itu berdiri menghadap pada sebuah ranjang yang tertutup oleh tirai putih besar. Tatapan gadis itu sendu.

" Apa perwakilan Uchiha telah tiba ? " tanya Kunou.

" Belum Kunou – sama. Kudengar ia akan datang bersama dengan pengawalnya . Mereka dijadwalkan hadir sore ini "

" Perketat keamanan. Negosiasi tak akan berjalan mulus, dan tolong berikan pelayanan untuk tamu kita " titah Kunou masih belum menatap ke tamunya.

Naruto maju selangkah, mengambil sikap seperti Tengu.

" Maaf Yang Mulia Kunou – sama, tapi dapatkah anda menjelaskan situasinya kepada kami ? " Pertanyaan itu diucapkan dengan nada yang lembut dan persuasif namun efeknya bagi gadis Kyuubi tersebut terlihat jauh berbeda dari yang diharapkan.

Dengan cepat gadis itu berpaling menatap Naruto dengan iris birunya yang telah menjadi semerah darah. Dihadapi dengan tatapan seperti itu para gadis hanya dapat menelan ludah dalam diam karena merasakan dinginnya tatapan dan aura intimidasi yang kuat datang dari Kunou. Tengu dan Naruto masih terlihat biasa saja, walaupun Tengu secara diam terkejut akan sikap tubuh Naruto yang sama sekali tak menunjukkan reaksi atas aura dingin Kunou.

" Maaf, jika perkataan saya menyinggung anda. Namun, hal ini dibutuhkan demi kelancaran negosiasi ke depannya. Saya mengerti jika hal ini adalah masalah internal kaum Youkai dan Uchiha selaku bagian dari Mitologi Shinto, namun dengan permintaan yang anda kirik kepada bangsa kami, bukanlah hal yang aneh jika kami meminta untuk terlibat. Semuanya kembali pada kelancaran hubungan politik antar dua mitologi " jelas Naruto kembali sebelum sempat mendengar kemarahan dari Kunou.

Mendengar hal itu seketika tubuh Kunou melemas. Aura kekuatannya mulai memudar begitu iris matanya kembali menjadi biru. Ia menatap Naruto agak lama sebelum akhirnya menghembuskan nafas panjang.

" Baiklah. Tengu – san, aku percayakan kepada anda untuk persiapan negosiasinya " perintah Kunou yang segera dilaksanakan Tengu dengan berjalan keluar ruangan. Sementara itu Kunou memberi isyarat untuk Naruto dan yang lainnya mendekat. Di dekat ranjang sang ratu terdapat meja kecil sederhana dengan satu teko teh. Dengan gerakan anggun, Kunou menyiapkan teh tersebut untuk masing – masing tamunya. Hal ini merupakan budaya dari Kyoto.

" Begini, aku yakin kalian juga telah mendengar mengenai peristiwa pembantaian klan Uchiha beberapa tahun yang lalu ... "

" Yah, saya pernah mendengar itu. Kudengar pembantaian tersebut dilakukan sendiri oleh anggota Uchiha yang merasa jijik dengan ideologi mereka sebagai demigod. Rumor yang beredar kalian bangsa Youkai dan satu – satunya anggota Uchiha yang tersisa berhasil membunuhnya bukan ? " Reni memberikan informasinya.

" Yah. Seperti itulah rumor yang beredar di luar. Namun nyatanya tidak sesederhana itu, Uchiha Sasuke, satu – satunya anggota yang tersisa adalah adik kandung dari Uchiha Itachi yang merupakan pembantai klannya sendiri. Dalam pertarungan tersebut, dengan kemampuan Uchihanya, Sasuke – san menatap langsung masa lalu kakaknya dan menangkap sekilas bayangan bahwa kakaknya diancam untuk membantai sendiri klannya jika tidak ingin adik dan keluarganya yang berharga dibantai habis oleh kaum Youkai. Ibuku ... " Kunou menatap sebentar ke arah ranjang melihat ke arah ibunya yang masih terbaring kaku.

" Telah membantah berkali – kali kepada Sasuke – san bahwa ia sama sekali tak pernah memberikan ancaman pada Itachi bahkan ia memberikan bukti dimana ia malah memberikan Itachi solusi yakni dengan menghadap pada dewa Susano'o yang merupakan leluhur dari Uchiha. "

" Bukti ? " bisik Ravel

" Ya. Uchiha dikenal dengan sharinggannya yang memiliki banyak kemampuan, salah satunya yakni melihat ke dalam masa lalu seseorang " jelas Kunou.

" Walaupun telah melihat ke masa lalu, tentu Uchiha tak akan berpikir semudah itu. Ia tentu lebih memilih percaya pada saudaranya dibanding seorang ratu yang telah memiliki segudang pengalaman dalam peperangan. Tentu dia berasumsi bahwa Yasaka – sama berniat menipunya " Deduksi Seekvaira.

" Itu benar. Namun, hal itu masih dapat kami tangani, hingga akhirnya beberapa malam yang lalu aku menemukan Okaa – sama telah terbaring kaku di kamarnya. Tak ada bekas pertarungan dan kami juga telah memanggil tabib untuk menyembuhkan Okaa – sama namun sampai saat ini Okaa – sama masih belum sadar dan malah keadaannya bertambah buruk. Kami menduga perbuatan ini datang dari Uchiha. Maka dari itu negosiasi dilaksanakan. "

" Begitu ? Kunou – sama dapatkah kami melihat kondisi Yasaka – sama ? " tanya Naruto. Matanya mulai bersinar keemasan. Speliasasi ruangnya mulai bekerja dan ia fokuskan pada mata untuk dapat menatap lebih jelas hal yang salah dari pemimpin Youkai.

Kunou berpikir sebentar lalu mengangguk. " Baik tapi aku hanya mengizinkan satu orang saja "

Naruto langsung berdiri seakan mengatakan bahwa ia yang akan menjadi perwakilan.

Kunou mengangguk lalu bergerak mendekat pada tirai putih tersebut. Walaupun berwarna putih namun tirai tersebut sama sekali tak memberi gambaran akan keadaan di dalam, dengan mata saat ini Naruto dapat melihat banyak sekali kekkai dan sihir pertahanan yang terselubung.

Begitu fokus pada kekkai di hadapannya, Naruto tak sadar bahwa Kunou telah selesai melepas seluruh kekkainya lalu mengajak Naruto masuk.

" Lihat tangan kanannya " Naruto mengikuti intruksi Kunou. Matanya sedikit melebar mendapati tangan dari sang ratu berwarna kegelapan berbeda dengan tubuh lain yang putih bersih.

" Ia membatu ? " tanya Naruto. Kunou mengangguk dengan tatapan sendu. Iris emas Naruto terfokus pada tangan kanan tersebut.

" Kunou – sama jika anda tak keberatan dapatkah anda mentransfer senjutsu anda ? " tanya Naruto begitu mendapati celah untuk memulihkan Yasaka setelah melihat langsung apa yang terjadi pada tangan kanan Yasaka.

" Eh untuk apa ? " tanya Kunou balik.

" Salah satu kemampuanku adalah ruang. Ini adalah spesifikasi yang telah kukembangkan sendiri, kau lihat mataku .. "intruksi Naruto sambil menunjuk matanya yang dituruti Kunou dengan cepat. Dari penglihatan Kunou, iris Naruto yang sebelumnya biru kini telah bercampur dengan titik emas, menjadikan matanya sedikit mengeluarkan cahaya.

" Apa kau yakin ? Para tabib terkenal telah kami datangkan namun, sampai sekarang Okaa – sama masih belum sembuh. " Ujar Kunou ragu sembari memberi pandangan menyelidik pada Naruto.

" Tentu saja tidak akan sembuh. Dari penglihatanku, Yasaka Kyuubi – sama tidak terserang penyakit. Ini lebih mendekati sihir pengendalian tingkat tinggi, katakan Kunou – sama apa sebelum Yasaka – sama begini ia pernah kedatangan tamu atau semacam itu ? " tanya Naruto lagi.

" Tidak, tidak. Aku tak mengetahui sesuatu mengenai itu. Aku memang yang pertama kali menemukan Okaa – sama dalam keadaan seperti ini, tetapi aku tak menemukan hal yang jang ... gal " Iris Kunou melebar begitu ingatannya berputar kembali,ia kembali teringat terdapat dua gelas batu di kamar Ibunya, satu gelas batu dengan isinya yang tandas semua sedangkan satu lagi telah berkurang setengah.

Melihat ekspresi tersebut Naruto menghela nafas. Entah kenapa misinya selalu berubah dari simpel menjadi hal rumit. Misi penyelamatan Le – Fay kemarin contohnya, dari mengamankan wilayah Tokyo malah berakhir berhadapan dengan salah satu legenda naga. Ia hanya dapat berharap misi kali ini tak berakhir demikian pula.

" Jadi ? Apa kau dapat menyembuhkan Okaa – sama ? " Kunou selesai menjelaskan apa yang ia ingat pada Naruto dan kembali ke pertanyaan awal.

Naruto menggeleng lemah " Sayangnya aku tidak bisa. Energi hitam ini telah menggerogoti tubuh Yasaka – sama. Satu – satunya jalan yang kita miliki adalah mencari pembuat sihir racun ini lalu memaksa ia memberikan penawarnya. Atau ... "

" Atau ? " Kunou menyipitkan matanya pada Naruto yang seperti tengah menyimak sesuatu dengan sesekali mengangguk – anggukan kepalanya.

" Begitu ... Oke Terima kasih Kurama " bisik Naruto pelan begitu Kurama menyela pembicaraan Naruto, memberikan informasi yang ia tahu untuk membantu Naruto.

" Atau kita dapat memurnikan energi gelap itu tersendiri. Dan aku sekarang telah meyakini satu hal Kunou – sama ... " Naruto berdiri sebentar dari posisi berlututnya. Kali ini titik emas pada iris birunya bertambah pesat sehingga benar – benar mengubah iris biru itu menjadi emas yang berkilauan.

" Pelaku yang membuat Yasaka – sama seperti ini bukanlah Uchiha. Ada orang yang sedang mengadu domba kalian dan mungkin sekarang sedang tertawa keras karena tindakannya hampir berhasil "

" Memurnikan energi gelap itu kau bilang ? dan lagi bagaimana kau bisa yakin Uchiha bukan dibalik semua ini ? "

" Yap, aku tak dapat memurnikan energi gelap ini tapi anda bisa Kunou sama. Dengan penglihatanku, aku akan mengarahkan anda untuk tepat memberikan senjutsu murni pada titik energi tersebut. Dan juga energi gelap ini merupakan hasil dari energi senjutsu maka dari itu untuk melawannya harus menggunakan senjutsu pula namun harus pada titik yang begitu tepat. Konsentrasi yang diberikan juga harus tepat, karena itulah dengan longinusku aku dapat mengarahkan anda pada titik dan takaran yang tepat. Bagaimana Kunou – sama ? " Kunou terdiam sebentar, irisnya terus bergerak dari ibunya lalu kembali ke Naruto yang masih tersenyum tipis ke arahnya lalu kembali lagi ke arah ibunya.

Tanpa sadar, tangan kecil gadis itu terkepal begitu membulatkan keputusannya.

" Aku tak dapat mempercayaimu 100 %. Namun, hanya ini cara yang tersisa dan aku akan mempertimbangkan pendapatmu mengenai Uchiha. Mungkin Uchiha bukan pelakunya akan tetapi mereka juga dapat berperan sebagai dalang yang mengatur ini semua. Baiklah berikan aku arahan dan etto ... mohon kerja samanya " Kunou memerah saat mengucapkan kalimat terakhirnya, ini pertama kalinya ia memohon pada orang lain.

" Ha'i. Ayo kita lakukan bersama, Kunou – sama " Naruto berlutut kembali di samping Kunou.

Setelah memberikan beberapa intruksi, Kunou mulai menyupplai senjutsunya dan mulai mentransfernya pada titik yang telah Naruto informasikan. Iris emas Naruto terus berfokus pada senjutsu milik Kunou yang bergerak memurnikan energi gelap dalam diri ibunya namun gerakan tersebut begitu lamban bahkan senjutsu milik Kunou ditolak.

" Energi gelap ini lebih hebat dari yang kuperkirakan. Aku pernah melihat hal yang sama beberapa ratus tahun yang lalu. Untuk saat ini, lebih baik kau saja yang berperan sebagai media transfernya Naruto. Aku akan membantu mempercepat transfer serta membuat jalan agar energi murni tersebut tidak terlalu merusakmu "

' Ah, Arigatou Kurama ' batin Naruto. Ia dengan cepat bergerak ke depan Kunou mendaratkan kedua tangan Kunou pada punggungnya. Hal itu membuat Kunou tersentak

" A- apa – "

" Anda percaya padaku bukan ? Biar aku yang mengurus sisanya " Naruto segera memotong ucapan Kunou. Senyum getir ia berikan karena merasakan tubuhnya mulai terbakar akibat energi murni dalam jumlah besar memasuki tubuhnya.

Tangan kanan Naruto membentuk Fuin, ia akan meningkatkan konsentrasi serta kecepatan dari senjutsu milik Kunou sementara Kurama membuat jalan untuk pentransferannya. Terlihat sederhana namun sekali lagi kemampuan Fuin dan Longinus Naruto cukup untuk membuat pemuda itu kesusahan sebagai akibat output energi yang dikeluarkan begitu besar.

Kunou yang berada di belakang Naruto hanya dapat diam mentransfer senjutsunya kembali. Sesekali ia melihat ke arah ibunya dan mulai tersenyum mendapati wajah ibunya telah tak pucat kembali dan tangan kanan ibunya yang membatu telah terkikis secara cepat.

Tepat 1 menit setelah pemulihan tersebut dimulai, Naruto jatuh karena kehabisan energi namun Yasaka telah selesai dipulihkan. Walaupun sang ratu sama sekali tak menunjukkan tanda – tanda akan sadar.

" Naruto – san ? " Kunou berusaha membangunkan Naruto yang kini telah pingsan karena kehabisan energi. Tepat sebelum ia memanggil Seekvaira dan yang lain, Tengu telah terlebih dahulu masuk ke dalam ruangan itu.

" Kunou – sama, perwakilan Uchiha telah tiba "

" Baiklah, aku dan para mediator akan bergerak ke sana. Tengu dapatkah kau membawa Naruto – san untuk beristirahat terlebih dahulu, ia kelelahan setelah membantuku memulihkan Yasaka – sama "

TBC

Baiklah, ini adalah arc terakhir sebelum benar – benar memasuki Canon. Disini aku telah memasukkan chara Sasuke yang nantinya akan menjadi bagian peerage Naruto. Uchiha disini adalah seorang demigod, sejarahnya hampir sama seperti di canon Sasuke hanya saja aku menambahkan beberapa unsur agar dapat sinkron pada DXD. Untuk Canon DXD setelah arc ini adalah langsung pada pertunangan Rias dan Raiser. Jadi stay tune aja hehe.

Oh iya, untuk chap chap sebelumnya terjadi kesalahan seharus lavinia Reni, terima kasih untuk alpin12 yang telah mengkoreksi saya. Lavinia reni dan le fay merupakan chara asli dxd namun mereka baru keluar di light novel

Untuk fic ku yang lain aku usahakan untuk update secepatnya. Namun fokusku masih untuk fic satu ini karena idenya masih begitu fresh dan dapat kubuat sambil memanfaatkan waktu – waktu yang benar – benar sempit.