Longinus 14Th ( Declare of The War )

Naruto Masashi Kishimoto

High School DxD Ichie Ishibumi

Warning : AU, OOC, OC, TYPO, Semi Canon, dan Lain – lain

DemiDevilNaru, SmartNaru

Chapter 8 : Ravel Phenex and Kunou, My Cute F******e ( Kudeta ).

Tempat Negosiasi, Perbatasan Selatan Kyoto

Negosiasi antara kaum Youkai dan Uchiha diadakan di perbatasan selatan Kyoto tepatnya pada sebuah salah satu pos penjagaan perbatasan teritori dari bangsa Youkai. Pada awalnya, negosiasi direncanakan dilaksanakan di istana namun pihak Uchiha menentang hal tersebut dan karena itulah negosiasi akhirnya terjadi di ruangan ini.

Penjaga dari bangsa Youkai terlihat berjejer rapi menyambut kedatangan Kunou yang didampingi Tengu sedangkan beberapa pasukan lain yang sepertinya merupakan samurai merupakan utusan penjaga yang telah disewa oleh pihak Uchiha. Kedua belah pihak secara tak langsung telah siap berperang hanya dengan memperlihatkan betapa banyaknya penjaga dari kedua belah pihak hanya untuk negosiasi. Seperempat batalion penjaga Kyoto dipusatkan pada tempat negosiasi, seperempat di istana untuk melindungi Yang Mulia Yasaka yang tengah kritis dan sisanya menjaga perbatasan Kyoto seperti biasa.

Seekvaira, Ravel dan Reni telah berada dalam ruangan terlebih dahulu. Seekvaira sempat meminta keterangan pada Uchiha Sasuke yang didampingi seorang pemuda asing yang menutupi wajahnya dengan sehelai kain putih. Hal ini wajar ia lakukan sebab iblis ditunjuk sebagai mediator, walaupun bertentangan dengan insting naturalnya, Seekvaira dapat memainkan peran mediator dengan apik mengingat posisinya sebagai pewaris dari Agares yang bergelar Archduke, setingkat dibawah Great King Bael.

Reni bertugas untuk membentuk formula sihir pertahanan demi mengantisipasi intervensi dari luar sedangkan Ravel tak memiliki tugas apa – apa karena memang kedatangannya kemari atas keinginan dari ayahnya, ia bukan termasuk anggota dari tim yang ditunjuk oleh Serafall. Jadi, ia hanya dapat diam dan mengamati serta mempelajari karena ini kali pertamanya ia dihadapkan pada situasi politik yang nyata.

Kunou dan Sasuke bersamaan masuk ke dalam ruangan yang hanya diterangi oleh satu penerangan dari arah yang berlawanan. 5 meter di belakang mereka masing – masing berdiri pengawal mereka yakni Tengu dan seorang pengawal yang tak diketahui identitasnya, kemungkinan samurai yang juga disewa oleh Sasuke. Mereka serentak berhenti begitu berjarak 1 meter dari Seekvaira. Dari ketiadaan, sebuah kursi elegan lengkap dengan mejanya muncul di hadapan Kunou dan Sasuke.

" Baik, Mari kita mulai saja negosiasi ini. Kedua belah pihak diharapkan duduk dan saya persilahkan Lavinia Reni – san untuk mulai membentuk kekkai " Kunou dan Sasuke serentak duduk dan setelah itu Reni maju , lima lingkaran sihir kecilnya berputar mengelilingi area tempat negosiasi membentuk sebuah kekkai setengah bola dengan pendar pelangi yang hanya melingkupi orang – orang yang terlibat dalam negosiasi saja.

" Baiklah ... saya Seekvaira Agares, pewaris dari keluarga Agares kelas Archduke memegang kendali atas negosiasi ini. Mari kita mulai "

XoX

Naruto mengerjapkan matanya beberapa kali, mencoba mengadaptasikan pandangannya pada ruangan yang gelap. Dan ketika kesadaran akhirnya dapat ia kumpulkan ia tersentak dan segera mengambil posisi duduk sambil memijit kepalanya yang masih nyeri.

" Kurama ... sudah berapa lama aku tak sadarkan diri ? "

" Kurang lebih setengah jam. Si rubah dan kelelawar serta Magician itu telah pergi menuju negosiasi " Jawab Kurama datar. Dari nada tersebut, Naruto dapat menangkap bahwa partnernya tersebut tengah berpikir, yah sama seperti dirinya.

" Apa kau akan menyusul mereka ? " Kurama mulai berbasa – basi, ia sudah tahu pasti apa jawaban Naruto.

" Tidak, Seekvaira dapat menangani hal tersebut. Disana juga terdapat Reni – san, ia dapat diandalkan untuk menjaga Ravel. " Dan, ia benar untuk kesekian kalinya. Naruto adalah bocah jenius namun dibandingkan dengan dirinya yang merupakan ekstensi ruang dan waktu pemikiran Naruto dapat ia tebak walaupun dalam beberapa kasus ia tak dapat menebak kemana jalan pikiran hostnya saat ini, dan itulah yang membuatnya tertarik.

" Jadi, apa yang akan kau lakukan ? "

" Pertama, aku akan kembali ke ruangan Yasaka – sama, masih ada beberapa hal janggal. Kedua, aku akan berkomunikasi dengan para petinggi Youkai, yah aku tahu mereka sangat kolot, tapi aku akan mencoba menggali informasi dari mereka. Dan terakhir, aku ingin mencari seseorang yang bermain dibalik negosiasi ini "

" Kheh, jadi sejak awal kau sudah menyadarinya huh ? "

" Yap, Serafall – sama telah memberikan petunjuk dari kata – katanya sebelum keberangkatan kita. Namun, aku masih ingin mencari tahu apa tujuannya. " Naruto berdiri secara perlahan, aura emas dalam jumlah besar terakumulasi dalam tubuhnya dan segera menyelimutinya, ia memasuki subspesies balance breakernya.

Multiple Clon : Activation

4 berkas aura emas terbentuk di sekitarnya membentuk 4 klon yang menyerupai dirinya namun tak dalam subspesies.

" Kalian semua berkelilinglah sekitar Kyoto, cari informasi ataupun hal – hal janggal dan segera eksekusi jika hal janggal itu berbahaya. " perintah Naruto ditanggapi dengan menghilangnya keempat klonnya, mereka berteleport menuruti perintah Naruto.

Aura emas kembali keluar dari tubuh Naruto membentuk sebuah kabut emas tipis yang segera menyebar ke seluruh istana. Ini merupakan pengembangan tertinggi dalam teknik sensornya, dengan membentuknya menjadi setipis kabut, tak akan ada celah yang terlewatkan dalam sensornya dan ini menghemat pengeluaran energinya walaupun membutuhkan konsentrasi tinggi untuk menyusun material tersebut namun pelatihan dari Ajuka membuat ia mungkin melakukan hal tersebut.

Normalnya, teknik tersebut sangat berisiko sebab setiap informasi akan masuk ke dalam otak pengguna secara cepat, mereka yang tak memiliki intelejensi tinggi sudah pasti akan merasakan sakit yang luar biasa karena otak mereka tak mampu menampung informasi sedetil mungkin yang terus berdatangan dengan kecepatan tinggi. Hal itulah yang membuat Naruto istimewa, kemampuan otaknya setelah dibukanya formula penghalang oleh Kurama begitu tinggi, hanya dalam seminggu, ia dapat membuktikan bahwa kecerdasannya sebanding dengan mahasiswa sarjana tingkat akhir dan oleh karena itu ia meraih program percepatan yang didanai pemerintah.

Alis Naruto berkerut begitu ia tak merasakan banyaknya penjaga pada istana tersebut, kabut tipisnya menuju ruangan Yasaka, setelah sedikit berusaha ia berhasil melewati kekkai tersebut dan matanya segera melebar merasakan begitu banyaknya energi negatif yang mengelilingi ruangan tersebut, ditambah lagi informasi yang datang dari para klon dan kabut tipisnya yang berada dalam ruangan para petinggi membuatnya terperangah. Hanya dalam setengah jam, Kyoto telah berada di ambang kehancuran.

XoX

Sebelum itu ...

Istana Yasaka tidak hanya berfungsi sebagai kediamannya saja, tapi juga sebagai tempat kerja dari para petinggi youkai. Petinggi Youkai ini bertindak sebagai pengawas dari jalannya pemerintahan yang dilaksanakan oleh Yasaka. Mereka youkai berkompeten baik di bidang politik maupun militer. Normalnya, para petinggi jarang sekali bekerja mengingat kepercayaan Shinto di Jepang mulai memudar akibat invasi Bibble, sehingga kepercayaan dari para umat tidak sebanyak yang mereka dapatkan dahulu kala, namun disinilah mereka semua lengkap berkumpul untuk membahas satu agenda penting yakni calon pengganti Yasaka, mereka telah mulai putus asa akan keadaan ratu Youkai tersebut mengingat banyaknya tabib yang telah mereka kerahkan untuk memulihkannya namun tak ada satu jua yang berhasil. Sebagai antisipasi mereka mulai berkumpul menentukan satu calon pasti jika saja hal buruk terjadi. Tentu, pikiran pertama dari orang awam menunjuk Kunou selaku anak semata wayang Yasaka, akan tetapi mengingat usianya yang bahkan belum mencapai kepala dua dan mengingat pula Kunou bahkan belum memiliki pendamping membuat para petinggi Youkai ragu. Ratu, bukan hanya simbol kekuasaan untuk ke penduduk Youkai saja tapi juga ke dunia lain, mitologi lain. Tentunya, dengan kehadiran Kunou yang menggantikan posisi Yasaka akan membawa Youkai pada anggapan negatif dan dipandang sebelah mata oleh mitologi lain.

" Silakan Shukaku – sama " masing – masing gelas kecil yang telah terisi arak mengawali pertemuan tersebut, petinggi yang paling disegani yang merupakan saudara dari Yasaka mendapat bagian terakhir dari penjamuan tersebut. Shukaku, ia yang paling awal membentuk pemerintahan ini, ia yang mengagas bentuk pemerintahan Youkai saat ini dan gelarnya sebagai Pertahanan Absolut membuat sosoknya disegani. Youkai rakun yang dikatakan selalu memandang rendah Kyuubi itu secara mengejutkan memilih untuk mendampingi Yasaka membantu pemerintahan, ia mengesampingkan terlebih dahulu kebencian pribadinya demi kesejahteraan bangsanya, Youkai.

" Satu – satunya pilihan tentu jatuh pada Tengu bukan ? Kemampuannya hampir menyetarai Yasaka dan integritasnya baik di dalam penduduk Youkai maupun mitologi lain cenderung tinggi. " salah satu petinggi yang merupakan Youkai bison menyampaikan pikirannya. Shukaku masih diam semenjak rapat dimulai, iris shuriken kuningnya menelusuri seluruh ruangan, instingnya yang terlatih terus berteriak waspada namun ia sama sekali tak menemukan hal yang membuktikan instingnya benar. Jengah akan pikirannya, Rakun tua itu menyesap sedikit araknya, alisnya mulai tertaut ketika merasakan beberapa penjaga Youkai yang berada di ruangan itu perlahan mengurang dan puncaknya ..

Bruk

Tubuh sang ekor satu mendadak kaku, pandangannya terpaku pada para petinggi yang satu persatu tumbang dengan tubuh yang mulai membatu. Ia mengenali hal ini, hal sama yang terjadi pada Yasaka, hal itu berarti ...

" Ah ... sepertinya gelarmu bukan hanya guyonan huh ... Rakun ? " Masih di kursinya, tatapan Shukaku berpindah pada pelayan wanita yang menyeringai ke arahnya, hawa dari pelayan itu tiba – tiba meningkat drastis begitu tubuhnya mulai mengelupas dan berubah menjadi tumpukan abu, dari tumpukan abu tersebut merayap dengan cepat ular putih yang segera melilitkan tubuhnya pada sekujur tubuh Shukaku, kepalanya bertranformasi menjadi kepala manusia dengan kulit pucat, surai hitam panjang serta tak lupa iris yang menyerupai ular.

" O – Orochim- aru ?! "ucap Shukaku kepayahan akibat kehabisan nafas serta badannya yang mulai membatu.

" Yah, ini aku saudaraku. Aku kembali "

Krang

Dengan kekuatan belitannya, tubuh Shukaku yang telah membatu hancur berantakan menjadi serpihan pasir yang tak berguna. Melepaskan lilitannya pada pasir itu, Orochimaru merayap ke tengah ruangan sambil menengadahkan kepalanya ke atas membentuk tubuh seorang manusia.

" Huh, tak serumit yang aku pikirkan " Iris ularnya meneliti seluruh ruangan itu dan seringai melebar mendapati hanya ia satu – satunya ekstensi yang sadar sedangkan yang lain telah terkapar tak berdaya. Atau itu yang ia pikirkan ...

Syut

Satu panah astral raksasa datang dari arah jam 12 dan dengan jari telunjuknya, Orochimaru menepis panah tersebut hingga membuat lubang raksasa pada tembok istana. Ia tak perlu khawatir akan para penjaga karena mereka semua tengah kerepotan melawan pasukan Chimera di tengah kota.

" Sasuke – kun huh ? Tak kusangka kau dapat melarikan diri dari Jirobo dan Kimimaru, apa yang kau lakukan pada dua cecungutku " tanya Orochimaru dengan nada main – main, bahkan saat menyebut nama bawahannya ia sama sekali tak mengeluarkan emosi.

" Mereka semua telah mati. Dan hal yang sama akan terjadi padamu sekarang " jawab Sasuke yang telah terbungkus dalam Susano'onya, satu panah astral kembali ditembakkan dan masih dapat ditepis dengan mudah oleh Orochimaru.

Sadar, serangan jarak jauh tak mempan. Sasuke membentuk pedang raksasa dari kedua tangan Susano'onya dan mendekat pada Orochimaru menebaskan pedangnya secara membabi buta dan hal itu dapat dihindari oleh Orochimaru tanpa perlu berusaha terlalu banyak.

Tangan kiri Orochimaru terangkat dan dengan segera beribu – ribu ular melesat menuju Sasuke seakan ular itu merupakan misil. Sasuke tak mengambil tindakan bertahan, ia percaya akan kemampuan dari Susano'onya.

" kau memiliki energi yang begitu banyak Sasuke – kun, kenapa kau tak bergabung padaku ? Bukankah kau kecewa pada kaum Youkai ? " Orochimaru memulai permainan kata – katanya.

" Jangan bercanda. Aku tak mungkin bergabung pada orang yang telah membunuh klanku " Yah, Sasuke akhirnya menyadari siapa otak dibalik pembantaian klannya, yakni si ekor delapan Yamata No Orochi atau sekarang ia memanggilnya dengan Orochimaru. Alasannya masih belum ia ketahui dan untuk itulah ia datang kemari untuk mencari jawabannya sekaligus mengeksekusi Orochimaru.

" Kheh, kau belum sadar juga ternyata." 8 ekor ular menyembul dari belakang tubuh Orochimaru. Masing – masing dari ular itu menembakkan api, air, tanah, udara, dan petir secara bergantian. Senjutsu yang ia keluarkan bukan main, pertahanan Susano'o Sasuke bahkan mengalami keretakan dan membuat sang pemilik teknik harus berkonsentrasi penuh untuk mempertahankan tekniknya.

Aura Susano'o yang tadinya berbentuk setengah tubuh samurai berganti hanya menjadi sepasang tulang rusuk yang membungkus tubuh Sasuke. Jangan salah sangka, Sasuke itu kuat namun setelah pertarungan sebelumnya melawan para bawahan Orochimaru yang tak dapat dipandang sebelah mata tentu ia akan kelelahan, belum lagi lawannya adalah bijuu terkuat kedua.

" Agar kau dapat mati dengan tenang. Maka aku akan membeberkan sesuatu yang penting padamu Sasuke – kun. Itachi dan seluruh Uchiha dirundung kesialan itu semua adalah bagian dari kesalahanmu. Yah, kau yang bersalah hahaha " Sasuke menggertakkan giginya mendengar hal itu, namun ia bingung akan maksud dari ucapan Orochimaru tapi keadaan membuatnya tak berpikir panjang Susano'onya telah mulai retak namun serangan Orochimaru masih terus berlanjut.

Tepat sebelum Susano'o hancur, serangan Orochimaru berhenti. Hal itu menarik perhatian kedua makhluk berbeda tersebut.

" Oi oi apa kalian sadar bahwa kalian telah merusak istana orang lain ? " pertanyaan yang diucapkan dengan nada polos itu datang dari Naruto, di ujung jari telunjuk kanannya, Fuin berputar cepat. Ya, ia yang menghentikan serangan Orochimaru.

" Hmm, ternyata ada kelelawar kecil yang tersesat. Dan bodohnya lagi ... kau memasuki gua yang ditinggali sang raja ular " ujar Orochimaru sambil menjilat lidahnya membuat Naruto jijik seketika.

" Etto, aku normal Ojii – san. Jika kau tak keberatan aku dapat pergi dari sini, aku tak ingin menganggu kalian " Sasuke dan Orochimaru sweatdrop seketika mendengar balasan dari Naruto yang diucapkan dengan nada tak bersalah itu.

" Dobe " bisik Sasuke kecil karena melihat pandangan bodoh dari Naruto. Orochimaru tertawa sebentar, tawa sarkatis sebelum akhirnya memberikan pandangan mematikan pada Naruto.

" Kau cukup kuat bocah. Dan tak kusangka benda itu memang ada, Declare of War huh ? "

" Oh, kau mengenalinya. Nah sekarang dapatkah kau mengatakan maksud kedatanganmu Yamata No Orochi, asal kau tahu seluruh kudeta di pusat kota saat ini sedang kutangani, dan aku yakin hanya dalam beberapa menit hal ini akan selesai. Menyerahlah " Naruto melipat tangannya di depan dada dan mengangkat dagunya ke atas memperlihatkan kesombongannya.

" Tch, kau pikir senjataku hanya itu huh ? " Orochimaru menyeringai semakin lebar mendapati raut bingung pada wajah Naruto yang telah serius.

" Inilah senjataku yang sesungguhnya. " Orochimaru mengigit jarinya dan segera membentuk insou.

Kuchiyose No Jutsu : Kyuubi

Dari ritual tersebut, tubuh Yasaka yang telah dipenuhi bercak – bercak kehitaman dalam posisi berbaring hadir di sana. Naruto dengan sensornya dapat merasakan begitu tingginya aura yang dimiliki Yasaka sekarang, setingkat dengan Serafall dan Falbium.

" Padahal, aku ingin menggunakan ini untuk terakhir. Tapi, tak kusangka kehadiran kelelawar kecil sepertimu membuatku cukup kerepotan. "

Ctak

Orochimaru menjentikkan jarinya dan dalam sekejap aura senjutsu dalam jumlah besar meruntuhkan istana Youkai. Naruto dengan cepat meraih tubuh Sasuke dengan teknik teleportasinya dan mendarat tak jauh dari istana Youkai. Di sana para penjaga Youkai, penduduk Youkai beserta 4 klonnya mengambil sikap waspada. Debu – debu dari reruntuhan mulai memudar dan penampakan di depan mereka begitu mengejutkan, dibawah cahaya purnama sosok Kyuubi dengan mata merah mengerikan dan tak lupa sosok Orochimaru duduk santai di kepala tersebut.

" Inilah senjataku. Bagaimana kalian menghadapi pemimpin kalian sendiri huh ? Hahahaha "

" GRAOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO "

XoX

Tempat Negosiasi

Kunou melebarkan matanya ketika mendengar raungan keras tersebut. Ia segera berdiri dari duduknya begitu pula dengan perwakilan dari Iblis, hanya dengan satu kilatan mata, Tengu mengerti apa yang dimaksud oleh Kunou. Yah, ia sendiri tahu bahwa raungan itu berasal dari ibu Kunou, Yasaka sendiri.

" Kaa – sama, akhirnya ia sadar. Ta – tapi – "

" Yah sepertinya Orochimaru – sama telah memberi kita tanda " ucapan Kunou dipotong oleh Sasuke yang kini wajahnya telah berubah menjadi pucat, iris hitamnya juga menjadi putih dan sosok pengawalnya telah membuka kain wajahnya memperlihatkan wajah keriput dengan mata kanan yang terperban.

" Danzo ... " Tengu segera berdiri di depan Kunou, melindungi gadis tersebut. Melihat sikap dari Tengu, Seekvaira segera menyiapkan lingkaran sihirnya begitu pula Ravel dan Reni.

" Oi oi apa kalian berniat menyerang ? Kupikir kalian harus melihat ini terlebih dahulu " Danzo membuka perban pada mata kanannya memperlihatkan iris kemerahan.

" Sharinggan ... sudah kuduga " Kunou mencengkram tangannya sendiri

" Tidak kau salah putri manja. Aku hanya memanfaatkan pembantaian itu untuk meraih satu Sharinggan yang begitu murni. Ini semua adalah rencana dari Yamata No Orochi " jelas Danzo.

" Orochi ? Jangan bercanda. Ia telah mati dibunuh oleh Susano'o no Kami dan jiwanya disegel. " Tengu mendesis, katananya telah terhunus ke depan mengantisipasi serangan dari Danzo, dengan sharinggannya Danzo tak dapat diremehkan, satu gerakan yang tanpa direncanakan akan berakibat fatal, lagipula di pusat kota terdapat para petinggi yang dapat menangani urusan Yasaka, ia harus lebih fokus pada keselamatan Kunou.

" Oh, lalu bagaimana jika aku melepas segelnya. Aku membuat kontrak dengannya, ia menginginkan Kusanagi No Tsurugi yang telah membunuhnya, dan cara untuk mendapatkannya adalah dengan mengumpulkan pecahan dari kekuatan Susano'o no Kami "

" Pecahan ? Apa yang kau maksud ? dan apa hubungannya hal itu dengan Uchiha ? " tanya Kunou tak mengerti. Para wakil dari Iblis hanya dapat diam melihat bagaimana kelanjutannya, bagaimanapun mereka adalah pihak luar.

" Kita semua mengira bahwa Uchiha merupakan keturunan dari Susano'o no Kami, namun itu semua salah nyatanya mereka adalah pecahan kekuatannya. Setelah membunuh Yamata No Orochi, Susano'o no Kami tetap tak diterima kehadirannya di Tashigahara, dan itu menyebabkan pertikaian tiga bersaudara, di saat – saat terakhir Susano'o kami sempat meminum darah dari Amaterasu dan Tsukoyomi – kami sebelum akhirnya ia meleburkan dirinya menjadi pecahan – pecahan kekuatan karena tak mampu menandingi dua saudarinya itu. Hal itu terus ditutupi oleh Tashigahara. Sebut saja ini merupakan rencana balas dendam, bah tapi aku tak peduli dengan ular tua tersebut. Yang aku inginkan adalah tampuk kekuasaan Kyoto. Setelah kalian sibuk berperang dan semakin lemah aku akan hadir di sana membunuh mereka semua yang telah melemah di hadapan penduduk Youkai. Namun, sebelum itu tentu aku harus mengeliminasi pesaingku bukan ? Tengu dan Kunou – hime hahaha "

" Huh ? Apa kau pikir dapat membunuhku Danzo ... Aku bersumpah setia pada Yasaka – sama akan terus menjaga Kunou – hime ... dan kau tahu sumpahku itu mutlak " Tengu bergerak cepat menebas sosok yang menyamar Sasuke, sosok itu tak dapat berbuat apa – apa terlalu shok untuk mendapati kecepatan Tengu.

Danzo menyeringai sedikit.

" Hahaha ... ternyata waktu tak membuatmu berkarat Tengu. Bagus, baiklah mari kita bersenang – senang "

Ctak

Hanya dengan sekali jentik, senjutsu dalam jumlah besar terakumulasi dalam tubuh Danzo. Aura kemerahan mulai membentuk tubuh setengah bagian atas seorang samurai namun dengan jumlah tangan 2 pasang dan di masing – masing tangannya memegang pedang energi yang diselimuti api hitam.

" Ini kemampuan terkuatku saat ini " Bercak – bercak hitam mulai menelusuri Susano'o tersebut dan hanya dengan satu tebasan pada angin kosong Kekkai Reni pecah, padahal Kekkai tersebut mampu menahan serangan dari seekor Phoenix.

" Kalian para Iblis, bawa Kunou – Hime ke tempat yang aman. Danzo biar aku yang urus ... " perintah Tengu dengan menghunuskan katananya lurus ke Danzo yang tersenyum meremehkan.

" Kalian pikir kalian bisa keluar dengan hidup setelah aku membeberkan semua rencanaku " Hardik Danzo selagi menahan Katana Tengu dengan Susano'onya.

BRAK

Pintu ruangan itu dibanting keras oleh sekelompok orang. Setidaknya terdapat 10 orang dengan bercak hitam yang menyelimuti tubuh mereka. Aura senjutsu yang mereka miliki juga begitu tinggi, setara dengan High Class Devil. Kelompok itu merupakan pengawal sewaan milik Sasuke palsu, pastinya mereka telah terlibat bentrok terlebih dahulu dengan para Youkai penjaga setelah melihat keadaan Kyoto. Kehadiran mereka kemari mengimplikasikan bahwa para Youkai penjaga telah kalah.

" Bunuh ... bunuh ... BUNUH SEMUA YANG MENGHADANGI " teriakan – teriakan datang dari sekelompok orang tersebut, pandangan mereka juga tak menentu arah menunjukkan otak mereka yang telah gila karena kekuatan.

Reni maju selangkah, 5 lingkaran sihir kecilnya berputar cepat menembakkan setiap material sihir untuk membukakannya jalan. Ravel telah membentangkan sayap apinya dan melayang di udara menembakkan api dalam berbagai bentuk. Dua kombinasi serangan tersebut dapat dengan mudah ditepis oleh sekelompok pemberontak. Seekvaira hanya berdiri diam di depan Kunou menganalisa keadaan. Tangan kanannya merogoh satu celananya, meraih satu kunai bercabang tiga milik Naruto. Kunai itu Naruto berikan sebagai media teleport jika saja terjadi hal – hal yang tidak diinginkan. Ia mengeratkan pegangannya pada kunai tersebut. Pilihannya cukup mudah, ia dapat meraih Reni dan Ravel untuk berteleport sekarang namun hal itu membuat Tengu akan kewalahan. Maka ia memilih hal lain.

" Ravel – san , Reni – san. Aku memiliki rencana ... " Ravel dan Reni bersamaan menghentikan serangan mereka. Belum sempat para pemberontak melakukan gerakan, Seekvaira terlebih dahulu mengaktifkan kemampuan sihirnya membuat para pemberontak tak dapat bergerak.

" Reni – san bekukan mereka dengan longinusmu dan Ravel – san hancurkan mereka dalam sekali serang dengan sihirmu yang paling kuat " Ravel dan Reni segera melaksanakan intruksi tersebut, hawa dingin mulai menjalari seluruh ruangan itu dan dalam beberapa detik para pemberontak dan seluruh ruangan itu telah berganti menjadi padang es.

Berbanding terbalik dengan bagian bawah ruangan itu yang dingin, langit – langit ruangan tersebut berubah menjadi sangat panas, beberapa material bangunan yang gosong berjatuhan dan ketika seluruh atensi berfokus ke atas mereka hanya dapat melebarkan mata mereka. Ravel berdiri dengan anggunnya, satu tangannya di atas membentuk bola api raksasa sehingga membuat sosok Ravel begitu kecil dibandingkan serangannya.

" Reni – san, Seekvaira – san aku siap " ujar Ravel. Bola apinya membentuk jilatan – jilatan api layaknya matahari namun dalam versi mini. Satu kata jika bola itu mendarat, ruangan negosiasi tersebut hanya akan berubah menjadi abu.

Tengu menyeringai melihat bola api tersebut. Ia tak menyangka para iblis muda yang ditunjuk membantu mereka memiliki kemampuan yang cukup baik, Naruto saja sudah membantu untuk memulihkan Yasaka, itu ia dapatkan dari Kunou, sekarang Phenex muda ini dapat membentuk bola api raksasa yang setara dengan milik Kunou, sang pewaris tahta Kyoto.

Dengan gerakan cepat, Tengu menahan satu sabetan pedang Danzo ke Ravel. Danzo tentunya tak akan membiarkan serangan dalam skala tinggi itu mengenai para bawahannya. Ia harus menahan Tengu dan Kunou selama mungkin di tempat ini.

" Sekarang, Phenex muda " Tengu menyelimuti dirinya sendiri dengan senjutsu dalam skala tinggi. Reni telah kembali ke sisi Seekvaira dan Kunou, bersamaan dengan Kunou ia membentuk kekkai untuk bertahan dari efek ledakan milik Ravel.

" Baik, Terima ini " Bola api raksasa tersebut melesat cepat menabrak para pemberontak yang sama sekali tak dapat bergerak karena telah dibekukan oleh Reni. Es tipis yang membekukan ruangan tersebut segera meleleh dan begitu bola api itu bersentuhan dengan tanah ...

BUMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

Ledakan besar terjadi. Memanfaatkan asap dari perpaduan serangan tersebut, Seekvaira memanggil Ravel dan segera menggunakan kunai Naruto untuk menteleport mereka kepada ketua tim, Naruto sendiri.

Sring

Danzo mendecih tak senang setelah mengkonfirmasi dari senjutsunya kalau Kunou telah lolos. Satu tebasan dari pedang Susano'onya menghapus seluruh debu dan asap yang menutupi area pertarungannya. 10 meter berjarak darinya, Tengu dengan pakaian yang kebanyakan telah terbakar oleh ledakan tadi masih berdiri dengan gagah, sayap gagaknya terbentang lebar dengan masing – masing tangannya yang mengenggam katana berwarna kehitaman.

" Baik, mari kita mulai duel ini ... " ujar Tengu sambil merilekskan bahunya.

XoX

Pusat Kyoto, reruntuhan istana Yasaka

" Naruto – sama ... sebenarnya apa yang terjadi? " salah satu youkai penjaga mendekat kepada Naruto yang telah bersama dengan 4 klon lainnya. Youkai itu berjenis macan, dari pakaiannya terlihat ia memegang jabatan tinggi dalam kemiliteran Kyoto.

Ia mengenal Naruto setelah para klon Naruto hadir memberi bantuan untuk menghadang pasukan Chimera yang hadir untuk membantai para pasukan Youkai.

" Ceritanya panjang. Lebih baik, kalian mengevakuasi penduduk ke tempat yang aman terlebih dahulu. Untuk hal ini, biarkan kami mengundur waktu " balas Naruto, masing – masing dari klonnya mengenggam erat satu kunai, dan ia kembali memasuki subspesies balance breakernya.

Sring

Satu kilatan kuning hadir di samping Naruto dan tanpa harus melihat Naruto tahu siapa yang datang. Para rekannya bersama dengan Kunou.

" OKAA – Sama " teriak Kunou. Gadis itu berniat mendekati sang ibunda namun Naruto hadir di depannya menghalanginya jalan.

" Ada apa Naruto – san ? Kenapa kau menghalangiku? " tanya Kunou sedikit kesal akan perbuatan Naruto.

" Maaf, Kunou – hime sebaiknya anda menjauh dari sini. Yasaka – sama sekarang dalam kondisi kendali penuh. Kami mohon ikut evakuasi seperti kami " Youkai macan yang sebelumnya berbincang dengan Naruto memohon sambil membentuk sikap berlutut.

" Jangan bercanda, Taiga – san. Ibuku di sini, dan yang harus aku lakukan adalah bertarung atas nama bangsa Youkai. " tolak Kunou secara tegas. Ia segera memberi perintah untuk mengevakuasi penduduk ke tempat perlindungan dan hal itu secara cepat dipatuhi oleh Taiga membuat Naruto sweatdrop seketika.

' saat aku memerintahnya, ia masih sempat untuk menolak. Kharisma seorang pewaris memang berbeda '.

" Oi, Dobe. " Satu perempatan terbentuk di pelipis Naruto mendengar panggilan kasar tersebut.

" Jangan panggil aku bodoh, Uchiha – Teme. Ingatlah tanpa aku, kau sudah mati di sana " bentak Naruto.

" Tidak, nyatanya kau memang bodoh. Sudahlah, apa kau memiliki rencana untuk berhadapan dengan itu ... " Sasuke menunjuk malas Yasaka yang terus meraung, sepertinya pemimpin Youkai itu masih berusaha untk melawan kendali penuh atas dirinya.

" Tidak, aku tak punya ide saat ini. Tapi ... mungkin kita bisa mengandalkan longinusmu "balas Naruto sambil meletakkan jarinya di dagu.

" Longinusku ? " Ulang Sasuke, ia yakin salah mendengar ucapan Naruto. Seekvaira dan yang lain hanya diam.

" Tunggu, kau Uchiha Sasuke kan ? bagaimana kau bisa ada di sini ? bukannya seharusnya kau bernegosiasi denganku ? " Kunou baru menyadari Sasuke bersama mereka setelah perbincangan sebentar dengan Naruto, ia terlalu fokus pada ibunya.

" Yah, dalam perjalanan aku dihadang oleh ular tua itu, dan disekap. Tapi, aku berhasil lolos dan pergi mengejarnya karena telah menemukan fakta bahwa ialah dibalik pembantaian keluargaku. " jawab Sasuke.

" Soal itu ... " Naruto menelan ludah sedikit sebelum beradu pandangan pada Sasuke. " Ucapan Orochimaru, ada benarnya ... secara tak langsung kehadiranmu membawa kesialan bagi orang sekitarmu " Sasuke menyipitkan matanya mendengar ucapan Naruto.

" Apa maksudmu ? "

" Itulah kemampuan Longinusmu, Telos Karma. Ia mengambil seluruh keberuntungan orang lain dan memberikannya kepadamu yang pada akhirnya membawa kesialan bagi setiap orang yang keberuntungannya kau ambil. Kau pasti tak menyadarinya, Itachi atau kakakmu adalah orang yang paling dekat denganmu bukan ? secara tak sadar kau terus menyerap keberuntungannya hingga membawa ia pada takdir sial. Bukti keberuntunganmu adalah kau mampu mencapai tahapmu sekarang dalam usia muda. Lagipula kudengar kau membangkitkan satu level Sharinggan tanpa melalui tahapan Uchiha lain. Itu semua adalah perbuatan Telos Karma "

" Bohong, aku adalah dewa. Tak mungkin aku memiliki sacred gear. " Sasuke menolak dengan nada dingin.

" Itulah kasus unik yang terjadi padamu. " Naruto mengangkat bahunya cuek. Matanya mulai berwarna emas.

" Konsep ruang dari Longinusku tak pernah salah. Aku dapat melihat sendiri aura Telos Karma mengalir padamu. Dan mungkin kau tak menyadarinya, tapi silakan kau pukul aku " Sasuke menuruti perintah itu tanpa perintah dua kali, dan ia terkejut ketika tinjunya hanya melewati Naruto.

" Aku telah mengubah diriku dan orang sekitarku untuk berada pada dimensi keempat selama kita berdekatan. Kau masih belum menguasai kemampuanmu itu maka jika aku dan yang lain masih berada di dimensi ketiga maka seluruh keberuntungan kami akan kau serap. Hal inilah juga yang membuatmu selamat dari serangan Orochimaru, karena kau tanpa sadar menyerap keberuntungan Orochimaru. " Naruto melanjutkan penjelasannya lagi.

Syut

Satu misil Ular menembus tubuh Naruto begitu saja. Membuat atensi mereka kembali terfokus pada Orochimaru yang telah berhasil menjinakkan Yasaka sepenuhnya.

" Huh Longinusmu begitu menarik kelelawar kecil. Setelah semua ini selesai aku akan mengambil tubuhmu untuk diperiksa hahahaa " Ctak

Satu lingkaran sihir dalam skala besar menyelimuti kota Kyoto. Dari langit Kyoto yang terang muncul pula piringan hitam, dan dari sana berjatuhan para Chimera.

" Sudah tak ada lagi jalan keluar bagi kalian. Selamat berpesta dengan para peliharaanku – " Ucapan Orochimaru terputus karena dalam sekejap tubuhnya telah terlempar beberapa ratus meter, syok atas serangan tiba – tiba itu, Naruto memfokuskan pandangannya pada atas kepala Kyuubi dan ia tersenyum lebar melihat sosok tersebut.

" Kalian semua urus Kyuubi. Aku akan berhadapan dengan Orochimaru " ujar sosok tersebut.

" aku ikut denganmu. Aku yang akan membunuhnya atas perbuatannya pada keluargaku " balas Sasuke.

" Yah terserah kalian saja. Aku yakin kombinasi antara Uchiha dan Great Victory Buddha, Sun Wukong akan sangat mengesankan. Aku akan datang membantu kalian jika urusanku dengan Kyuubi telah selesai. Seekvaira dan Reni dapatkah kalian membantu youkai penjaga mengurus para Chimera ? " Naruto mengambil kepemimpinan, yah karena memang ia yang ditunjuk sebagai pemimpin misi tersebut. Seekvaira dan Reni serentak menganggukkan kepala mereka dan berlalu menuju ke tempat para penduduk berlindung.

" Kunou – sama dan Ravel tunggu aba – aba dariku. Pertarungan akan dimulai sekarang " ujar Naruto ketika melihat Yasaka membentuk bola padat kehitaman.

TBC

Yo, saya kembali setelah berhasil lolos dari beberapa tugas. Untuk fic yang lain kemungkinan akan menyusul namun saya tak janji karena tugas dan kegiatan yang menumpuk. Untuk bagian pertarungan Naruto membantu para Youkai penjaga kuskip aja karena aku hanya membuat arc ini dalam tiga chapter. Dan Sasuke punya Longinus juga yaitu Telos Karma, ini asli dari Canon ya. Bisa kalian cari di google tapi aku telah menambahkan penjelasannya disini

Untuk Harem, aku enggak janji. Bisa slight, bisa juga harem beneran. Tergantung bagaimana ke depannya. Untuk kemarin yang buat daftar cewek yang udah jatuh kepada Naruto, yap itu benar sekali, dan akan terus bertambah. Rencanaku sih sekitar 10 gadis, tapi kita lihat situasi dulu karena aku paling susah membuat adegan romance hehe.

Di sini muncul lagi satu chara kuat, yakni Sun Wukong. Kekuatannya di Canon begitu tinggi normalnya ia setara dengan Yasaka namun akan ada variabel – variabel yang membuat ia kewalahan menghadapi Orochimaru. Jadi silakan dibaca aja chap depannya hehe.