Longinus 14Th ( Declare of The War )
Naruto Masashi Kishimoto
High School DxD Ichie Ishibumi
Warning : AU, OOC, OC, TYPO, Semi Canon, dan Lain – lain
DemiDevilNaru, SmartNaru
Chapter 10 : Raiser Phenex, My Future Brother – In – Law ( The Battle For Strongest Queen and Birth of Real Antagonist )
Raiser menatap ke sekeliling tempat ia berada sekarang, matanya menyipit begitu ruangan yang tak begitu besar itu dalam keadaan penuh, penuh yang berarti banyaknya buku – buku dan kertas yang bertumpukan pada kertas tersebut. Di bagian tepi ruangan tersebut tepatnya disamping ranjang yang berada pada pojok ruangan sebuah meja kayu dikelilingi tumpukan buku membuat sebuah pagoda. Pandangan sekitarnya membuat putra bungsu Phenex tersebut sweatdrop seketika.
" Oi, Naruto apa – apaan dengan kertas – kertas tak berguna ini ? " teriaknya. Yah, ia sekarang berada di apartemen Agares, lebih tepatnya di kamar Naruto. Naruto menatap balik Raiser dengan mengintip dari sela – sela tumpukan buku di belakang tempatnya duduk, tangannya masih tetap mencatat walaupun tatapannya diarahkan pada Raiser.
" Seperti yang kau lihat, aku sedang mengerjakan Tesisku " Ujar Naruto santai. Alis Raiser berkedut mendapati nada tersebut datang dari Naruto. Ia menutup matanya dan dengan signifikan hawa di ruangan itu menghangat dan dalam sekejap seluruh tumpukan kertas dan buku tersebut terbakar menghasilkan teriakan frustasi dari Naruto.
" Oi, Raiser apa maksudmu hah ?! Kau tahu aku membutuhkan waktu berapa bulan hanya untuk mengumpulkan data – data tersebut ? " maki Naruto mencengkram kerah baju Raiser sambil mengoncang – goncangkan tubuh putra bungsu tersebut.
" Nafas Naruto ... nafas " ujar Raiser lemah ketika cengkraman dari Naruto membuat jalur nafasnya terhalang. Ia merupakan iblis api, tingkat ketergantungannya terhadap oksigen lebih tinggi dari yang lain.
" Oh, maaf " Naruto melepskan cengkramannya menteleport satu kursi dan segera memberi kesempatan bagi Raiser untuk duduk. " Kheh, kukira aku akan mati tadi " keluh Raiser menghirup oksigen sebanyak mungkin.
" Oi, apa tidak ada minuman untukku ? " Alis Naruto berkedut lagi mendengar sindiran halus Raiser itu, dalam sedetik satu meja kecil dilengkapi dengan dua gelas jus jeruk beserta sepiring cookies hadir di antara mereka.
" Begitu dong " gerutu Raiser segera mencomot satu Cookies. " Ah, aku minta maaf atas kertas – kertas tadi, jujur itu menganggu pemandangan " ujar Raiser tanpa nada bersalah, ia bahkan tak memperlihatkan gestur menyesal.
" Ha ... " Naruto menghela nafas lelah. " Ya sudahlah, aku dapat menyelesaikannya nanti. Ada apa ? " tanya Naruto.
" Apa salah calon kakak ipar mendatangi calon adik iparnya ? Adikku yang polos harus diawasi secara ketat karena telah berhubungan dengan orang idiot sepertimu! " jawab Raiser dengan nada kasual dan juga seringai menggoda.
" Oi, jangan membuatku terdengar seperti pedofil yang mengincar kesucian Ravel, bodoh. " teriak Naruto tak terima.
" Kau yang mengatakannya sendiri " Raiser membalas dengan kalem, terus mencomot cookies selagi pembicaraan terjadi.
" Yah, terserah. " ujar Naruto acuh. Ia melirik satu cookies yang tersisa, tangannya bergerak untuk meraih cookies tersebut namun sebelum itu tangan Raiser lebih cepat mengambilnya. Naruto menatap Raiser yang memberikannya pandangan menantang dengan tangan memaju mundurkan cookies menuju mulutnya.
Seringai terbentuk di wajah Naruto, seberkas emas segera menyelimuti cookies tersebut dan diteleport menuju mulut Naruto.
" Kau terlalu dini untuk bermain itu denganku " ujar Naruto dengan seringai kemenangan. Sementara Raiser hanya terkekeh.
" Kau sama sekali tak berubah walaupun telah satu tahun berlalu ... ah biar kukoreksi sekarang kau lebih mirip seperti Seekvaira, lengket dengan buku dan kertas – kertas merepotkan itu " ujar Raiser dengan pandangan menerawang, ia melirik ke sekeliling begitu satu pikiran melintas di otaknya.
" Dimana Ravel ? " Naruto mengangkat alisnya bingung.
" Ia di ruang tengah bersama Kunou dan Kaa – chan memasak sesuatu "
" Ah, mendekatkan diri pada calon mertua dan calon sesama istri tunangannya huh ? Cerdik juga ... seperti yang diharapkan dari adikku " bisik Raiser sambil memasang senyum aneh dan menggosok – gosok dagunya. Naruto hanya mengacuhkannya sama sekali tak tertarik mengetahui isi pikiran Raiser.
" Ah, aku telah menonton pertarungan Rating Gamemu, kerja yang bagus. Maaf, aku tak dapat banyak membantu." Raiser mengibas – ngibaskan tangannya begitu mendengar nada menyesal pada kalimat terakhirmu.
" Bicara apa kau ? Dengan mengizinkan tunanganmu untuk menjadi bishop sementaraku itu sudah sangat membantu "
" Yah, kurasa Ravel tak akan tinggal diam dan tetap memaksaku mengizinkannya untuk membantu saudara laki – lakinya tercinta ini " balas Naruto meneguk jusnya setengah.
" Semuanya sesuai dengan yang kita rencanakan " Raiser tiba – tiba berucap dengan nada serius. " Jadi ia benar – benar terpancing ? Tak kusangka kau berbakat dalam bersandiwara " Naruto membalas dengan pandangan meremehkan.
" Yah, sebenarnya Gremory itu saja yang terlalu percaya diri. Cukup dengan menggodanya sedikit ia telah berpikir bahwa aku benar – benar ingin mempersuntingnya. Yah, walaupun sebenarnya aku tak akan menolak jika ia benar – benar ingin menikah denganku. Tentunya tubuhnya itu akan menyenangkanku Muehehehe ... " Naruto sweatdrop seketika mendapati ekspresi mesum Raiser, ia hanya bersyukur Raiser memiliki siscon tingkat tinggi sehingga tak akan menarik Ravel ke dalam haremnya.
" Kami memenangkan rating gamenya seperti yang diprediksi. Mereka memang dikatakan sebagai tim yang kuat mengingat siapa saja anggotanya tapi pengalaman dan kerja sama mereka masih sangat berantakan. Aku yakin tanpa bantuan Ravel, kami juga dapat mengalahkan mereka. " Raiser mengepalkan tangannya, terdengar arogan memang namun Naruto sependapat. Tim Rias sekarang tengah sibuk dibicarakan di dunia bawah sebagai tim yang memiliki potensi apalagi setelah mendengar Rias membangkitkan Sekiryuutei di dalam peeragenya dengan mengorbankan 8 bidak Pawn.
" Ya, dan satu – satunya cara yang tersisa bagi Gremory untuk lepas dari kontrak ini hanyalah melalui Lucifer – sama. Aku sangat yakin, ia akan datang dengan menggunakan kekuasaannya untuk melakukan intervensi " Naruto mendongak ke atas menatap langit – langit kamarnya dengan pandangan menerawang.
" Karena itulah ... kehadiranmu begitu penting. Bayangkan situasi dimana The Strongest Youth yang menjadi kandidat terkuat Lucifer menantang Lucifer sendiri. Yah, walaupun setahun yang lalu kau sudah cukup menggemparkan Meikai menantang Grayfia – sama. Jujur, pertama kali mendengar itu ... aku mulai mempertanyakan kau jenius atau idiot ? Dia veteran perang , dan kau ... yah tapi setidaknya kau berhasil membuatnya tersudut " Naruto tersenyum tipis mendengar cerocosan Raiser. Memang, berita mengenai pertarungannya dengan Grayfia satu tahun yang lalu kembali menjadikannya sorotan Meikai.
" Yah, sebenarnya aku hanya ingin menguji sejauh kemampuanku ? dan Grayfia – sama merupakan lawan yang pantas "
" Oke, kembali ke topik. Apa kau dapat hadir ? Tou – sama juga memerintahku untuk membujuk kau hadir tentunya bersama Ravel. Kau tahu sendiri alasannya bukan ? " Naruto mendesah panjang mendapati kedipan menggejek dari Raiser.
" 90% aku akan hadir namun terlambat. Lucifer – sama sepertinya telah membaca keadaan ini, ia mengirimku untuk misi tepat pada acara pertunanganmu. Namun, tenang saja ... dari deskripsinya misi tersebut sangat mudah aku dapat mengirim klonku ke sana. " Penjelasan Naruto membuat Raiser menghela nafas lega.
" Baiklah jika begitu " Raiser bangkit berdiri sambil merilekskan tubuhnya. " Senang berdiskusi denganmu Naruto ... sampaikan salamku untuk Ravel " ujar Raiser begitu merasakan aura kedatangan adiknya dari arah pintu Naruto.
Krieet
Tepat ketika pintu tersebut terbuka sedikit, Raiser telah menghilang dalam lingkaran sihirnya. Ravel mengerutkan alisnya memandang setitik api yang dari lingkaran sihir kakak laki – lakinya, ia membiarkan pintu tersebut terbuka sedikit memberinya akses masuk.
" Ada apa Raiser – Nii – sama datang kemari ? " Naruto meneguk tegukan terakhir dari jus jeruknya sambil memberi isyarat kepada Ravel untuk duduk pada kursi yang ditinggalkan Raiser.
" Ia hanya datang untuk mengundangku ke pertunangannya satu minggu lagi " jawab Naruto menjawab setelah meneguk tetes terakhir dari jus jeruknya. Ravel menyipitkan matanya melihat gelas dan piring yang terdapat pada meja kecil itu, kedutan kecil terbentuk di bibirnya ketika mengenali gelas dan piring tersebut, namun ia memilih mengabaikannya sebentar.
" Aku telah mendengar Tou – sama mengenai hubungan antara Phenex dan Gremory yang sedikit merenggang atas sikap dari Rias - Neesama, dan juga rencana antara kau dan Nii – sama. Apa kalian yakin dengan rencana kalian ? Aku tahu penduduk Meikai sekarang menganggapmu sebagai Strongest Queen karena berhasil menyudutkan Grayfia – sama setahun yang lalu. Namun, tetap saja .. " Ravel menggantung ucapannya, gestur tubuhnya menunjukkan keraguan dan Naruto menangkap hal itu, setahun menjadi tunangan gadis itu, membuat Naruto dapat memahami beberapa sifat dan sikap Ravel. Ia tersenyum lembut, lalu membalas.
" Tak masalah. Aku sudah punya rencana cadangan. Lagipula, aku akan mendebat Lucifer – sama sebagai bagian dari Phenex, bukan Strongest Youth. Kau tak perlu khawatir " Ravel masih terlihat ragu, namun pandangan yang ia terima dari Naruto cukup membuatnya yakin, yakin pemuda yang ia cintainya dapat diandalkan untuk berbagai hal.
" Baiklah, cukup untuk itu. Artinya kau dan aku akan datang bersama ke pesta tersebut ? Aku juga tak perlu membantu Okaa- sama bukan mengingat kalian bertujuan untuk menghentikannya. " Ujar Ravel mengkonfirmasi pikirannya. Anggukan kecil Naruto berikan, dan Ravel menyeringai.
" Ne ... Naruto – kun kau tahu, aku sepertinya mengenal piring dan dua gelas ini. Ah ~ aku ingat ini cookies yang tadi aku, Kunou – san, dan Obaa – san buat. Kami sempat kebingungan ketika ketiga benda ini hilang " Keringat dingin mengalir dari pelipis Naruto begitu merasakan aura kedatangan dua orang yang dimaksud Ravel di balik pintu kamarnya.
Pintu tersebut terbuka pelan memperlihatkan Kunou dan Kushina yang tersenyum manis, namun aura kekuatan mereka mengatakan hal lain.
" NARUTOOO " teriak dua gadis dan satu wanita itu dengan masing – masing tangan kanan terangkat membentuk ancang – ancang.
PLAK
XoX
" Ugh, kalian berlebihan ... " keluh Naruto mengelus dua pipinya yang berwarna kemerahan, satu klon ia bentuk untuk menulis ulang tesisnya yang dibakar oleh Raiser, sementara itu Ravel yang duduk di ranjang Naruto hanya mengangkat bahunya dengan ekspresi tanpa dosa.
" Aku tak heran, Seekvaira – san bisa jadi seperti sekarang, mengingat teman kecilnya sepertimu " Naruto cemberut ketika ia disalahkan atas kepribadian Kingnya, Seekvaira memang strict dari lahir jangan salahkan dia atas kesalahan gen itu.
Namun, Naruto hanya menyuarakan hal itu di dalam otaknya, ia memandang ke luar jendela,nasehat dari Ravel semakin memudar dari pendengarannya begitu alam kesadarannya memasuki ingatan akan salah satu pertarungan terbesar yang ia alami.
Flashback
Naruto dan Grayfia berdiri berjauhan dan saling bertatapan dalam jangka waktu yang cukup lama. Alasannya belum ada dari mereka yang bergerak adalah menunggu Sirzech menyelesaikan membuat Kekkai untuk mempertahankan ruang latihan Gremory. Ruang latihan itu menyerupai dimensi tempat Rating Game berlaga, dan mereka memilih sebuah ruangan putih yang kosong yang tak diketahui betapa luasnya.
" Kuingatkan sekali lagi, duel ini tidak ditujukan untuk saling membunuh. Begitu salah satu pihak tak dapat melanjutkan pertarungan, maka duel selesai " Peringatan Sirzech hanya dibalas anggukan oleh kedua pihak. Sirzech muncul dari lingkaran sihirnya setelah selesai memasang Kekkai, jujur ia tertarik untuk melihat pertarungan antara istrinya dengan iblis muda yang namanya tengah melejit di kalangan tetua Meikai.
Mulai
Sirzech menjadi wasit kali ini, ia segera memulai duel tersebut. Grayfia hanya bersedekap dada dengan tampang impasifnya, menunggu Naruto membuat gerakan. Iris dari Strongest Queen itu menyipit ketika cahaya emas mulai menelusuri area bertarung, dan ketika cahaya emas itu memudar ia mendapati Naruto dalam posisi waspada dimana masing masing tangannya memegang kunai bercabang tiga dan terdapat pula satu kunai yang ia gigit.
" Aku mulai Grayfia – sama " Naruto melemparnya kedua kunai dari tangannya, Grayfia mengetahui kemampuan Kunai tersebut sebagai media teleport Naruto, maka ia membuat lingkaran sihir teleportasinya pada lintasan kunai tersebut meneleport kunai tersebut sejauh mungkin.
" Teknik seperti itu tak cukup " ujar Grayfia masih dengan nada impasifnya, Naruto meringis sedikit mengetahui seluruh tekniknya dipahami oleh Grayfia. Tak punya pilihan lain, Naruto mendekat dengan cepat menuju Grayfia hanya mengandalkan kemampuan iblisnya, lingkaran sihir milik Grayfia terbentuk hanya melalui perintah pikiran, puluhan lingkaran sihir tersebut tertanam secara acak pada tanah sekitar Grayfia berdiri sebelum menghilang menyesuaikan dengan lantainya dengan itu ia dapat membekukan targetnya tanpa diketahui.
Namun, Naruto mengetahui segala teknik dari Grayfia juga. Hal itu ia dapatkan dari perpustakaan Sitri yang mana terdapat tulisan Serafall sendiri mengenai pertarungannya dengan Grayfia untuk memperebutkan gelar Leviathan. Aura emas menyelimuti demi-devil itu dan dengan itu ia dapat melihat betapa rapatnya perangkap Grayfia dan semua itu hanya memberikannya satu jalur yang Naruto yakin telah disiapkan Grayfia untuk serangan terakhir. Terbang merupakan hal percuma, karena lingkaran sihir itu memiliki sensor hingga ke udara. Maka, Naruto memilih ...
Maju menghadapi tantangan Grayfia. Ia melaju cepat pada jalur yang telah disediakan oleh Grayfia.
' Bodoh' Batin Grayfia ketika melihat Naruto mengikuti jalur yang ia buat, satu lingkaran sihir transparan segera terbentuk di depannya.
" Berakhir " bisiknya dan dari lingkaran sihir itu sebuah laser pembeku dalam intensitas tinggi melesat cepat menuju Naruto yang hanya berjarak dua meter darinya. " Belum " balas Naruto, seluruh aura emas menyelimuti Naruto dan akibatnya ... laser itu menembusnya. Dengan itu, ia dapat maju terus walaupun mengeluarkan banyak energinya. Aura emas dikompres lagi menjadi sepasang kunai bercabang tiga yang Naruto tancapkan pada sekeliling Grayfia. Mengetahui teknik itu, Grayfia membekukan kunai - kunai itu lalu menghancurkannya selagi bersiap akan serangan frontal Naruto, satu lingkaran sihir muncul lagi membentuk sebuah monster es.
Sring
Naruto berteleport menuju tempat kunainya pertama berada sebelum dihancurkan Grayfia membuat Grayfia melebakan matanya karena tak menyangka Naruto dapat tetap berteleport walaupun medianya telah dihancurkan. Yah, hal yang tak disadari oleh Grayfia adalah terdapat satu aksara kecil di lantai tersebut yang dibentuk oleh Kunai Naruto sebagai media teleportasi. Naruto tak dapat selamanya menggunakan aura emas untuk menyelimutinya, lawannya adalah satan class yang memiliki demonic power dalam jumlah besar.
" Perhitungan anda salah, Grayfia – sama " Monster es milik Grayfia memiliki kecerdasan sendiri dan segera bermanuver untuk menyerang Naruto namun hal itu telah disiasati Naruto dengan cara menteleport monster itu menuju kunainya yang telah dibuang oleh Grayfia.
Sring
Tanpa ada gangguan lagi, Naruto segera memulai serangan frontal yang membuat Grayfia menghindar sebelum akhirnya mengangkat tangannya membentuk lantai menumbuhkan duri – duri es pada lintasan Naruto, Naruto mensummon pedang pendek milik ayahnya dan dengan terampil memotong duri – duri tersebut sambil terus mendekati Grayfia.
Begitu jarak mereka terpotong cepat, dua lingkaran emas terbentuk di masing – masing tangan grayfia membentuk pedang es futuristik.
Ting
Peraduan pedang menghasilkan dengungan bunyi tinggi. Naruto menghentikan peraduan tersebut dan segera menunduk menghindari tebasan pedang Grayfia yang lain, di kala menunduk ia berusaha menghancurkan keseimbangan lawannya dengan memberikan tendangan pada kaki Grayfia namun hal itu dapat Grayfia hindari hanya dengan memundurkan sedikit posisi kakinya. Naruto tak menyerah dengan terbentuknya jarak atas bergesernya posisi Grayfia ia melemparkan kunai yang sedari ia gigit ke atas melewati kepala Grayfia.
Sring
Naruto muncul lagi di atas dengan posisi kepalanya bertatapan langsung dengan Grayfia dan sekali lagi menebaskan pedangnya. Grayfia dengan mudah menahan serangan itu, menggunakan tangannya yang kosong ia menangkap tubuh Naruto yang melayang di udara sebelum membantingnya ke lantai.
Sring
Kedudukan Naruto digantikan oleh monster es yang sebelumnya Naruto teleport. Saat menteleport monster es itu ia juga memasang aksaranya sehingga dapat menggunakan monster itu sebagai senjata. Bantingan Grayfia terbukti berbahaya begitu monster es itu hancur membuat Naruto bernafas lega atas keputusannya.
Sirzech mengelus dagunya melihat awal pertarungan tersebut. Jurang kekuatan dan pengalaman yang jauh dapat Naruto siasati dengan kepiawaian penggunaan longinus dan strateginya. Ia mengingat ini pertama kalinya, Grayfia harus bertarung fisik setelah melawan Serafall beratus – ratus tahun yang lalu.
Grayfia melebarkan matanya sebentar sebelum tersenyum kecil, namun senyuman itu luntur digantikan dengan pandangan yang berfokus pada Naruto yang berjalan mendekat kepadanya.
" Sudah waktunya untuk serius bukan Grayfia – sama ? " tanya Naruto sambil menggaruk – garuk belakang kepalanya, dua kunai yang telah diteleport Grayfia telah berada di masing – masing tangannya. " Ya, pada awalnya aku berpikir kau hanya iblis muda yang besar kepala atas perhatian. Namun, sekarang harus kuakui, kau berbeda dan telah berpikir panjang sebelum menantangku. Baiklah, Uzumaki Naruto. Kita selesaikan ini " Dua pedang es futuristik kembali terbentuk pada Grayfia, dengan ukuran yang lebih memanjang dan mengeluarkan aura es. Grayfia menebaskan satu pedangnya ke udara kosong dan udara di sana membeku. Grayfia mendemonstrasikan sedikit kemampuannya.
" Kau siap ? " Naruto menundukkan badannya mengambil posisi siaga dan dengan anggukan ia membalas pertanyaan Grayfia. Sedetik kemudian, Grayfia telah berada di depannya menggunakan pedang esnya untuk langsung menebas vertikal Naruto. Naruto menghindar ke samping menghindari serangan tersebut mengingat pedang tersebut juga membekukan udara yang ditebas bergerak ke belakang hanya akan membekukannya, menggunakan teknik teleportnya tidak terlalu efektif untuk serangan gabungan fisik dan energi.
Grayfia menggunakan pedang di tangan kirinya untuk menebas Naruto lagi, namun terus dihindari. Pertarungan terus berlanjut seperti itu dimana Grayfia menebas dengan gaya tak beraturan dan Naruto dengan instingnya berhasil menghindari semua serangan tersebut walaupun harus menerima beberapa goresan dan luka beku di beberapa bagian tubuhnya. Memilih untuk menyerang Naruto membenturkan kunainya pada pedang es Grayfia bermaksud menteleportnya namun kunainya terlebih dahulu membeku. Dan kesempatan itu digunakan oleh Grayfia untuk menebas Naruto hasilnya Naruto membeku.
ZESSS
Grayfia mundur dan menghilangkan pedang esnya melihat Naruto yang telah berubah menjadi patung es. Namun, ia belum mundur, puluhan lingkaran sihir bergerak mengelilingi patung tersebut begitu merasakan peningkatan energi di dalam diri Naruto.
' Kurama, sekaranglah waktunya untuk mengalirkan semua senjutsunya ' batin Naruto.
" Kheh, kau tak perlu mengatakannya, bocah "
Krak krak.
Iris Grayfia menyipit begitu mendapati keretakan pada es yang menyelimuti Naruto, lingkaran sihirnya berputar bersiap menembakkan laser pembeku begitu retakan tersebut siap untuk menghancurkan es nya.
Prang
ZRINGGG
Tepat ketika es tersebut pecah, Grayfia melompat mundur sejauh mungkin dan menembakkan seluruh laser pembekunya yang dilengkapi pula dengan beberapa material sihir yang terbentuk dari es.
" Grayfia – chan bukannya kau berlebihan ? " Sirzech menautkan alisnya begitu mendapati Grayfia masih menatap ke arah Naruto sebelumnya berdiri. Beberapa detik berlalu, dan kawasan Naruto sebelumnya telah ditutupi oleh embun sebagai hasil dari dinginnya laser pembeku dan serangan – serangan es Grayfia. Dan yang membuat Sirzech tertegun adalah mendapati fakta bahwa ia diabaikan oleh istrinya sendiri dan juga pandangan dari istrinya itu, pandangan ketika pertama kali mereka bertemu di medan perang, begitu fokus akan targetnya.
Srek
Bunyi aneh itu mengundang perhatian suami istri iblis terkuat di Meikai. Dari embun yang pekat itu terlihat bayangan 9 ekor yang melambai – lambai. Dan hanya dalam sekejap seluruh ekor itu bersatu menyapu embun pekat tersebut memperlihatkan kondisi Naruto saat ini, kulitnya memucat akibat udara dingin, 9 ekor dan sepasang telinga rubah membuat baik Grayfia dan Sirzech tertegun. Itu ciri – ciri Youkai Kyuubi, bagaimana mungkin ? Mereka hanya mendengar bahwa Naruto Demi-devil yang peranakan dari manusia dan iblis.
" Sangat hebat Grayfia – sama. Jika tanpa senjutsu aku pasti sudah sekarat sekarang " Grayfia memasang ekspresi impasif kembali ketika melihat beberapa luka di tubuh Naruto memulih dengan sendirinya. " Kita tingkatkan levelnya sekarang Grayfia – sama " Naruto melaju lebih cepat dari sebelumnya dan segera menggunakan tiga ekornya untuk menyerang, Grayfia kembali membentuk pedangnya namun dua ekor lain Naruto segera mencengkram pergelangan tangan Grayfia mencegah ia untuk bertahan. Lingkaran sihir terbentuk di sekeliling Grayfia untuk menembakkan laser pembeku namun dalam sekejap lingkaran sihirnya menghilang. Grayfia melebarkan matanya ketika melihat lingkaran sihir kecil di jari kiri Naruto, itu seperti Kankara Formula, kesadaran menyentaknya begitu Sirzech berkomentar.
" Benar – benar murid dari Ajuka, huh ? " tangan kanan Naruto membentuk sebuah pusaran senjutsu.
4 ekor lain yang tersisa segera mencengkram bagian tubuh Vital dari Grayfia mencegah Strongest Queen itu untuk menghindar.
" Teknik yang baru kukembangkan. Rasengan " Grayfia membentuk sihir pertahanan pada perutnya yang menjadi sasaran dari serangan Naruto. Naruto segera melepaskan seluruh cengkaramannya pada Grayfia mengirimkan Grayfia terpental cukup jauh akibat teknik barunya.
" satu sama Grayfia – sama " ujar Naruto, 9 ekornya melambai – lambai akan hembusan angin dari terpentalnya tubuh Grayfia. Lingkaran sihir besar terbentuk di tempat Grayfia dari dalamnya, monster – monster berbagai bentuk yang terbuat dari es meraung keras. Naruto bersedekap dada memberi gestur santai walaupun 5 monster raksasa mendekatinya.
" Kita lihat bagaimana kekuatan senjutsu " Satu monster berbentuk golem sampai terlebih dahulu, tangan raksasanya membentuk duri – duri yang tajam dari es untuk menghajar Naruto. Untuk menahan tinju tersebut Naruto hanya mengacungkan jari kelingkingnya.
DASS
Lantai yang Naruto tempati amblas ke bawah akibat tekanan dari tinju tersebut. " Hanya segini ? " tanya Naruto dengan nada remeh, ia memberikan tekanan balik membuat golem tersebut mundur dan ia segera melompat memberikan satu pukulan di dada.
PRANGG
Dan sukses menghancurkan satu monster, monster lain berbentuk ular naga meraung dan segera meliukkan tubuhnya untuk mengikat Naruto. " Menyerap energi huh ? " Ujar Naruto ketika ia merasa kaku karena senjutsunya mulai diserap. " Kuberitahu saja ... " bisik Naruto meningkatkan output senjutsunya dan efeknya ular naga itu mendadak kaku dan perlahan tubuhnya membatu " mengendalikan senjutsu itu sulit "
BRAKKK
Naruto menggunakan kesembilan ekornya melepaskan belenggu dari ular naga itu, ketiga monster lain mulai bergerak bersama untuk melawannya. Sang pirang hanya menyeringai merentangkan kedua tangannya ke depan membentuk sebuah pusaran senjutsu yang semakin membesar ukurannya.
Odama Rasengan
Pusaran senjutsu itu membentuk rasengan dalam ukuran 10 kali lebih besar dari yang biasa dan Naruto dengan berteleport menyerang titik – titik terlemah dari seluruh monster tersebut hingga dapat menghancurkannya hanya dalam sekali serang.
Grayfia berjalan pelan mendekati Naruto, sama sekali tak ada perubahan ekspresinya ketika melihat seluruh monsternya dikalahkan dengan mudah. Yah, lagipula ia mengeluarkan monster – monster tersebut hanya untuk memberinya sedikit waktu untuk memulihkan diri dari serangan berbasis senjutsu.
" Sepertinya senjutsumu sebentar lagi akan berakhir " Naruto terkekeh mendengar deduksi Grayfia.
" Ya, kau benar Grayfia – sama. Aku baru mempelajarinya seminggu yang lalu, tentu masih terbatas waktu " dan benar saja 9 ekor dan telinga rubah Naruto menghilang. " Kau membuatku kagum, Uzumaki Naruto, namun ... " Embun mulai mengepul di aula tersebut, Naruto melebarklan matanya ketika mendapati sensasi dingin yang begitu menderita, begitu gelap, sanggup untuk membekukan segala makhluk di aula tersebut bahkan Sirzech telah berada dalam True Formnya untuk dapat bertahan dari serangan Grayfia itu.
" Ini adalah akhirnya. Teknik ini hampir menyerupai Celcius Cross Trigger milik Serafall – sama ,yah walaupun aku tak dapat mengkonsentrasikannya sepertinya. Namun, aku tak dapat menyebut diriku sebagai Strongest Queen jika ratusan tahun kulalui tanpa ada perubahan. Salah satu teknik terbaruku Ice World . " Naruto, mengigil hebat merasakan tubuhnya mulai membeku. Kulitnya mulai memucat bahkan setelah melapisi dirinya dengan demonic power sekalipun tak terlalu membuahkan hasil. Berteleport akan percuma, kalau ia memilih untuk menyembunyikan dirinya ke dimensi lain,itu hanya akan membuang waktu dan energinya.
" Jangan pikir, aku selesai di sini Grayfia – sama. Aku telah memikirkan banyak hal sebelum menantangmu. Dan aku telah berhasil mencapai salah satu tingkat tertinggi Longinusku. Anda yang pertama Grayfia – sama, jangan membuatku kecewa." Aura emas dalam jumlah dan konsentrasi tinggi menyelimuti daerah sekitar Naruto membuat sebuah lingkaran – lingkaran spiral yang menjunjung tinggi ke udara, energi yang dikeluarkan sanggup untuk membuat aula tersebut bergetar walaupun Sirzech telah memasang Kekkai pertahanan tinggi di tempat tersebut.
Balance Breaker
Spiral aura emas itu meluas menerjang seluruh hawa dingin di ruangan tersebut mengantarkan seluruh teknik Ice World menuju dimensi lain tanpa terkecuali hingga suhu kembali normal seperti biasa. Hal itu sukses membuat Sirzech dan Grayfia terperangah, belum lagi penampilan Naruto saat ini. Naruto diselimuti dengan aura emas, rambut pirang berantakannya berdiri dan menjadi warna emas, iris dan skleranya seluruhnya berwarna emas, kulitnya yang dahulunya pucat merekah pink dan terdapat aura emas yang membentuk jubah panjang hingga ke mata kakinya, tangan Naruto terbungkus oleh sarung tangan dengan beberapa aksen hitam. ( Hampir Menyerupai Mode Bijuu Naruto )
Declare of War : Conqueror of Space and Time.
Grayfia berekspresi impasif begitu seluruh aura emas menghilang, menatap pemandangan Naruto tanpa adanya emosi. Ribuan lingkaran sihir terkumpul di depannya segera menembakkan laser pembeku.
Pause
Serangan tersebut berhenti di udara seakan terdapat sesuatu yang menahannya. Pause merupakan salah satu teknik dari waktunya, mengendalikan fenomena – fenomena yang terjadi hampir menyerupai teknik Agares. Grayfia menyadari itu dan segera melesat menuju Naruto untuk memberikan serangan frontal.
Namun ketika tinju berlapis esnya mencapai Naruto, ia hanya melewatinya dan ia mendengar suara mekanik dari tubuh Naruto.
Play
Grayfia segera membentangkan sayapnya untuk menghindari laser pembekunya yang tiba – tiba melesat lagi. " Anda menjadi sangat lambat, Grayfia – sama " Baik, Grayfia dan Sirzech terkejut mendapati Naruto telah berada di belakang Grayfia. Mereka adalah iblis yang telah bertarung di banyak peperangan, dan Sirzech sangat yakin bahwa matanya terus terpaku pada Naruto dan ia sama sekali tak melihat Naruto bergerak, yang berarti teleportasi. Namun berbeda dengan sebelumnya, Naruto bahkan tak menghasilkan kilatan kuning seakan sosoknya benar – benar menghilang dan muncul di tempat lain tanpa adanya gejala.
Buag
Satu pukulan mendarat pada perut Grayfia menghantarkan sang Strongest Queen jauh ke kiri ruangan namun Naruto tak berhenti di sana ia muncul kembali di tempat Grayfia berhenti dan memberikan pukulan frontal lagi. Begitu seterusnya hingga terakhir Naruto memberikan Uppercut yang mengirim Grayfia melayang ke udara sebentar sebelum Naruto memberikan tendangan kapak untuk membanting tubuh Grayfia ke lantai menghasilkan kawah raksasa yang membuktikan betapa besar tenaga yang Naruto berikan untuk serangan itu.
Naruto muncul kembali di tepi kawah tersebut bersedekap dada menatap ke bawah tempat Grayfia berdiri. 5 menit semenjak Naruto memasuki balance breaker dan Sirzech harus mengakui ini pertama kalinya dalam ratusan tahun ia melihat istrinya tak berdaya dalam suatu pertempuran, Grayfia bahkan tak sempat hanya melapisi tubuhnya dengan demonic power untuk bertahan dari serangan Naruto. Dapat dipastikan jika Grayfia hanyalah middle ataupun High Class Devil biasa ia telah tewas.
" Sampai membuatku berantakan seperti ini ... " Nada dari suara Grayfia terdengar berbeda, nada ini bertentangan dari dirinya yang biasa kalem dan cenderung impasif. Nadanya itu menggambarkan kemurkaan, kesenangan, perasaan tertarik. Harus Grayfia akui, ia menikmati pertarungan ini, instingnya sebagai iblis golongan lama yang gila berperang berteriak bahagia mendapati lawan tangguh seperti Naruto.
" Uzumaki Naruto ... aku akan menunjukkan True Formku kepadamu! " Sirzech melebarkan matanya begitu merasakan peningkatan output energi yang dikeluarkan Grayfia terakhir kali istrinya seperti ini adalah ketika perebutan tahta Leviathan, lingkaran spiral es biru kehitaman mulai menyelimuti Grayfia, suhu kembali mendadak turun namun sama sekali tak mempengaruhi kedua iblis jantan yang berada dalam ruangan yang sama.
Swush
Grayfia melayang di udara dengan irisnya yang berganti merah, surai silvernya menggelap dan taring muncul dari sela bibirnya. Penampilannya bertambah elegan dengan sepasang sayap kelelawar lebar yang terbentuk dari es, pakaian maidnya telah berganti menjadi gaun futuristik yang semuanya terbentuk dari es. Kukunya memanjang dan menajam dan itu juga terbuat dari es.
" Tak kusangka, Serafall – sama dan Ajuka – sama sangat berhasil mendidik anak didik pertama mereka. " Naruto mengabaikan komentar Grayfia dan segera menghilang ke belakang Grayfia. Memberikan sebuah pukulan yang dilapisi dengan aura emas, namun ketika tinjunya bertemu dengan tubuh Grayfia, aura emasnya membeku dan ia segera mundur ke belakang menghilangkan aura emasnya untuk menghindari sentuhan dari tubuh Grayfia.
" Jadi begitu ? Maksud True Formu itu adalah kau adalah Freezer itu sendiri, bahkan dapat membekukan aura sihir dan sacred gear. Teknik yang luar biasa, namun ... " Naruto menunjuk bagian punggung dari Grayfia yang ia berikan pukulan.
" Hal itu tak terlalu efektif pada konsep ruang dan waktu Longinusku " Grayfia bersedekap dada menanggapi deduksi Naruto. Hal itu memang benar, terlihat sedikit lebam pada punggungnya karena tinju Naruto yang berarti kemampuan waktu Naruto mengikis usia dari sihir Grayfia, hal itu mungkin dilakukan Naruto dalam balance breakernya namun masih terbatas buktinya Naruto tidak dapat menggunakan Fuinnya selagi menggunakan konsep waktu longinusnya karena itu hanya akan membuat Fuin percuma. Semua ekstensi di dunia ini baik itu makhluk hidup maupun benda mati memiliki usia, dan Naruto dengan konsep waktu dari longinus dalam balance breakernya mampu mengikis waktu tersebut hingga dapat melemahkan atau bahkan menghancurkannya.
" Kau benar. Tapi ... kau juga membutuhkan energi yang begitu besar bukan untuk teknik tersebut ? Apalagi ini penampilan pertama balance breakermu. Aku akui kau akan menjadi sangat berbahaya dalam waktu dekat, kesalahanmu adalah menantangku sekarang. " Grayfia mengepakkan sayap esnya menembakkan jarum – jarum es dalam jumlah besar menuju Naruto.
Naruto dengan mudah membiarkan jarum es itu melewatinya. Ia memandang ke samping Grayfia dan kembali menghilang di tempat yang ia pandang. Grayfia hanya melapisi sekitarnya dengan es, satu hal yang pasti ia gunakan untuk bertahan adalah esnya, ia akan menghalangi jalan Naruto. Ia akui bahwa ia tak akan dapat menandingi kecepatan Naruto dalam balance breakernya jadi yang ia lakukan simpel. Ia tak akan memberikan ruang Naruto untuk mendekatinya, begitu Naruto mendekat maka suhu dingin di sekitarnya akan segera membekukan Naruto.
" Sepertinya kita berada dalam keadaan imbang Grayfia – sama. Bagaimana jika kita selesaikan ini dengan satu serangan terakhir ? " tawar Naruto, yah ia menyadari baik ia maupun Grayfia hanya dapat bertahan. Ia akan segera membeku jika mendekati Grayfia, menggunakan serangan atribut sihir dari jarak jauh juga percuma sedangkan Grayfia tak dapat menyerangnya karena konsep ruang dan waktunya.
" Tidak sepenuhnya benar. Aku masih berada dalam kondisi prima, sedangkan kau ... mungkin hanya satu menit lagi dan balance breakermu akan berakhir. Namun, aku memberimu penghargaan atas keberanianmu dan pertarungan menyenangkan yang telah lama tak kudapatkan. Aku mengabulkan permohonanmu Uzumaki Naruto " Lingkaran sihir Lucrifuge dalam ukuran raksasa berdiri megah di hadapan Grayfia, lingkaran sihir itu menerang seiring dengan bertambah kompleksnya pola lingkaran sihir tersebut. Hal itu untuk mengurangi kegunaan Fuin dari Naruto, Naruto harus menyiapkan serangan balasan dan fuin bersamaan jika ingin berhadapan dengan serangannya, dengan kompleksnya sihir yang ia buat maka akan membuat Naruto kehabisan waktu.
Naruto menyadari hal itu, dan ia membentuk klon di sampingnya untuk menggunakan Fuin. Fuin yang pada klonnya untuk mengurangi intensitasi sihir Grayfia sedangkan yang padanya untuk meningkatkan sihirnya. Sebab longinusnya tak memiliki serangan destruktif, dan menggunakan Canis Lykaon bukan pilihan sekarang sebab Tobio sedang berada dalam masalah. Menggunakan kemampuan teleport dari longinusnya hanya akan membuang energi apalagi balance breakernya tak akan dapat bertahan lama. Maka Naruto menghentikan segera balance breakernya melompat sejauh mungkin ke belakang dan mulai meminta Kurama untuk menambahkan senjutsu pada sihirnya.
Lingkaran sihir Uzumaki terbentuk di atas kepala Naruto berukuran jauh lebih kecil di banding milik Grayfia namun konsentrasinya hampir sebanding.
Sirzech sweatdrop melihat dua Queen yang sedang melayang di udara tersebut. Bahkan akibat fokus bertarung mereka sama sekali tak menyadari bahwa mereka telah dipindahkan Sirzech ke arena Rating Game sebenarnya dimana seluruh warga Meikai telah berkumpul karena merasakan tingkat sihir yang sempat mengguncang seluruh Meikai ketika Naruto dan Grayfia sama – sama mengeluarkan kemampuan terkuat mereka.
Kushina, Ravel, Seekvaira, dan Sona hanya dapat menggerutu atas kenekatan Naruto sementara Sairaorg menatap Naruto tertarik, ia sudah mengetahui bahwa Naruto merupakan kandidat terkuat untuk Lucifer dan ia pernah menantang Naruto dan dengan mudah ia dikalahkan, lalu Naruto mengatakan bahwa Sairaorg tak perlu khawatir, Naruto tak pernah berkeinginan menjadi Lucifer. Naruto bahkan mendukung Sairaorg dan berjanji membantu melatih salah satu pawnnya yang merupakan Regulus Nemea, salah satu Longinus.
Lord Agares, Gremory, Sitri, Phenex , Bael dan seluruh ketua klan lain menatap pertarungan di depan mereka dengan wajah tertarik. Ajuka bersedekap dada sambil menenangkan Serafall yang terus berteriak panik melihat murid satu – satunya melawan rivalnya dahulu, Falbium yang biasa tertidur juga telah duduk di sebuah kursi khusus dengan pandangan terfokus pada Naruto.
" AYO KITA SELESAIKAN... "Naruto dan Grayfia berteriak bersamaan. Laser orange dari Naruto melesat terlebih dahulu dengan konsentrasi yang meningkat setiap detiknya sementara laser biru pembeku milik Grayfia walaupun terlambat sedetik namun meningkatkan kecepatannya seiring waktu berjalan walaupun konsentrasinya juga ikut menurun karena klon Naruto mengurangi intensitasnya dengan susah payah sehingga menguras energi Naruto lebih banyak lagi. Puncaknya seluruh penonton menahan nafas ketika melihat dua laser itu bertemu di tengah – tengah, Sirzech bahkan telah masuk dalam True Formnya untuk menghindari efek dari ledakan dua serangan tersebut.
Naruto mengetahui bahwa ia akan terluka jika terkena ledakan tersebut menggunakan seluruh energinya yang tersisa untuk menyembunyikan diri ke dimensi lain sementara Grayfia menyelimuti dirinya sendiri dengan kedua pasang sayapnya.
DUARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR
Ledakan yang dihasilkan bukan main, badai petir terbentuk di dalam dimensi tersebut yang menghantarkan guncangan hingga ke dunia nyata. Ajuka, sebagai pembuat sistem Rating Game turun tangan sendiri untuk mempertahankan dimensi tersebut.
Melihat asap mereda, Ajuka segera mentransfer keluar tiga iblis dari dimensi rating game tersebut. Pemadangan di depan mereka sontak membuat warga Meikai melebarkan mata mereka. Grayfia yang diselimuti oleh jubah Sirzech berdiri bersandar pada dada bidang suaminya menghela nafas terburu – buru menunjukkan kelelahan yang begitu besar ia alami sementara Naruto berada di pangkuan Ajuka dalam keadaan pingsan. Keadaan hening, seluruh warga Meikai bertanya – tanya mengenai apa yang sebenarnya terjadi walaupun telah disuguhi pertarungan yang luar biasa tersebut.
" Sirzech, Jelaskan apa yang terjadi ? " Ajuka mewakili seluruh warga Meikai bertanya sambil memberikan pandangan dingin pada Sirzech. Ia menyayangkan keputusan Sirzech untuk membiarkan kedua serangan itu bertemu, ia yakin Sirzech dapat menghentikan pertarungan tersebut secara sepihak dengan kemampuannya sekarang.
" Bukankah aku yang harus bertanya ? Bagaimana kau dan sera dapat melatih anak polos ini hingga menjadi monster seperti sekarang ? " gerutu Sirzech. Pandangan dingin dari Ajuka masih di sana, dan Sirzech segera memberikan pandangan yang berisi ' akan kujelaskan nanti '. Falbium dan Sera ikut menangkap maksud Sirzech, mereka mengerti bahwa reputasi Grayfia akan hancur jika penjelasan dilakukan di sana apalagi adanya tetua yang masih memandang Naruto dan Grayfia sebelah mata. Sebab Grayfia merupakan golongan Old- satan dan Naruto demi devil.
Namun, dari percakapan singkat itu para warga Meikai menangkap satu hal penting. Naruto berhasil membuat Grayfia, sang veteran perang dan strongest Queen tersudut hingga menunjukkan True Formnya.
End Flashback.
" Yah banyak hal yang terjadi ... " gumam Naruto tak menyadari Ravel yang memiringkan kepalanya bertanda tak memahami maksud Naruto. Satu perempatan timbul di dahi Ravel begitu menyadari satu hal, dan ia segera menarik telinga tunangannya.
" Jadi, dari tadi kau mengabaikan nasehatku hah ?! "
" Hiiiii "
XoX
Uchiha Sasuke, Knight dari Uzumaki Naruto. Untuk membayar jasa Naruto karena telah memberitahu kebenaran atas tragedi keluarganya yang berasal dari telos karma yang ada dalam dirinya ia rela direinkarnasikan sebagai iblis, walaupun ia senang mendengar bahwa evil pieces milik Naruto merupakan alat yang portable. Ia dapat mencabutnya sesuka hati selagi mendapat izin dari Naruto sehingga ia tak selamanya menjadi iblis, yah walaupun menjadi iblis tak begitu buruk. Ia mendapat banyak saran atas longinusnya dari Naruto dan Azazel. Dan disinilah ia, di kota kecil salah satu prefektur Jepang setelah berkonsultasi dengan pemimpin Da – tenshi yang mesum, Azazel.
Sasuke berjalan sendirian di tengah sepinya jalanan di sore hari sebuah perkampungan. Pandangannya masih datar begitu sosok pemuda berjubah putih tertangkap pada iris onyxnya. Pandangan mereka bertemu sebentar sebelum akhirnya Sasuke memilih menghentikan kontak mata tersebut lalu berjalan melewati pemuda tersebut.
" Telos Karma huh ? " Sasuke menghentikan langkahnya yang berjarak 1 meter dari pemuda tersebut. Ia menoleh ke belakang dan terkejut ketika mendapati pemuda tersebut seperti terdistorsi oleh sesuatu, tempat ia berdiri juga berguncang kuat hingga sebuah bayangan besar terbentuk di depannya. Sasuke tak dapat menahan dirinya untuk tak terkejut ketika melihat wajah kakaknya dari bayangan tersebut. Wajah itu berbeda dengan yang biasa ia lihat, wajah itu memberikan gestur tak senang dan benci.
" Kau yang bersalah Sasuke. Karena kau aku harus menanggung semua kesialan itu " Suara dari Itachi membuat Sasuke bergetar sebentar sebelum akhirnya menyadari sesuatu. Sasuke mengaktifkan Sharinggannya dan segala bayangan itu menghilang, dunianya kembali normal dengan perkampungan yang sepi dan Sasuke hanya dapat mengerutkan keningnya tak merasakan lagi hawa keberadaan dari pemuda berjubah tersebut.
" Dobe harus mengetahui ini " bisik Sasuke begitu dengan mata Sharinggannya ia menatap hampir seluruh warga di sana telah terbaring kaku dengan ekspresi mengerikan di wajah mereka.
Melirik jauh ke dalam sebuah bilik rumah dari salah satu warga, dapat terlihat seorang pemuda berjubah yang wajahnya tertutup oleh bayangan menyeringai kecil. Sebuah papan kecil dengan 14 slot berada di tangannya dan terdapat 3 slot yang telah terisi oleh artefak. Salah satu artefak itu bertuliskan ' Telos Karma '
Seringai kecil terbentuk diwajah pemuda tersebut. " 11 lagi "
TBC
Ok, sesuai judulnya. Arc ini berfokus pada Raiser. Namun, aku memasukkan dua unsur lain yakni pertarungan Naruto dan Grayfia serta kemunculan Antagonis utama. Yang kemarin request pertarungan Naruto dan Grayfia sebadass mungkin, yah kukatakan sampai disinilah kemampuanku. Mengenai Harem, saat pertemuan 3 fraksi akan disebutkan siapa saja yang pasti tunangan Naruto dan yang menaruh perhatian pada Naruto. Aku berikan clue sedikit, Naruto mendapatkan 5 tunangan, empat berambut pirang dan satu hitam. Akan ada alasan kenapa Naruto bisa punya 5 tunangan. Yang menaruh perhatian pada Naruto itu ada lima gadis, satu bersurai perak, empat pirang. Jadi totalnya ada 10 ... hal itu akan wajar jika nanti kubuka status Naruto ke depannya. Clue terakhir, harem Naruto datang dari Devil, Magician,youkai, dan ... vampire. Kuyakin kalian semua dapat menebaknya.
Selanjutnya untuk fic heavenly dragon killer akan update sebentar lagi sementara longinus balancer akan hiatus hingga fic ini mencapai chap 15 atau 20
