Longinus 14Th ( Declare of The War )
Naruto Masashi Kishimoto
High School DxD Ichie Ishibumi
Warning : AU, OOC, OC, TYPO, Semi Canon, dan Lain – lain
DemiDevilNaru, SmartNaru
Chapter 10 : Raiser Phenex, My Future Brother – In – Law ( The Intervension. Tension Between Strongest Youth and Fake Lucifer)
Ruangan aula Phenex telah dipenuhi oleh iblis – iblis elit semenjak tengah hari walaupun waktu pelaksanaan pertunangan antara Raiser dan Rias akan diadakan tepat tengah malam. Pesta pertunangan sangat megah, tak heran karena salah satu pihak yang bertunangan merupakan salah satu pewaris Pillar yang merupakan Pillar Lucifer saat ini berasal. Namun, jika dibandingkan dengan pesta pernikahan lainnya di Meikai pesta tersebut tergolong biasa untuk seorang pewaris Pillar, hal yang anehnya adalah banyaknya jumlah tetua yang datang pada acara tersebut.
Tetua iblis merupakan sosok – sosok yang berpengalaman dalam militer maupun politik. Kekuatan mereka memang tak dapat dibandingkan dengan keempat Maou, namun pengalaman militer mereka jauh diatas empat Maou. Mereka terdiri dari beberapa iblis yang mengecap sendiri pahitnya Great War dan juga beberapa mantan kepala klan.
Rias telah berada di ruangan rias keluarga Phenex dengan beberapa iblis dan Venelana sendiri yang meriasnya. Wajah ayunya sama sekali tak bersemangat walaupun pesta megah ini diselenggarakan teruntuk padanya, tentu siapa yang dapat bahagia jika ia harus bersanding dengan orang yang tak ia cintai, lagi ia benci keberadaannya. Sementara itu, Raiser tidak diketahui keberdaannya ia tak kelihatan dimana – mana bahkan tidak mementau beberapa budak Gremory dan Phenex bekerja sama untuk mempersiapkan pesta sekaligus menjamu para tetua yang telah terlebih dahulu datang.
Pada ruangan penjamuan tetua Meikai, para tetua yang berjumlah 10 orang telah duduk pada kursi mewahnya ditemani secangkir limun kehijauan.
" Kalian semua sadar bukan situasi politik sekarang ini ? " Tetua yang duduk paling ujung memulai obrolan dengan sedikit berbasa – basi, ia meneguk limunnya sedikit menunggu respon dari tetua yang lain.
" Yah, tak ada yang dapat kita perbuat. Dibandingkan kita, mereka berdua lebih terkenal dan berpengaruh dalam pikiran rakyat Meikai. Kita hanya dapat memilih berpihak pada yang membawa tujuan lebih kepada mereka. " Tetua lain menyahut dengan nada tanpa semangat, ia memilih untuk memutar – mutar pelan gelasnya, tatapannya yang tajam tertuju pada permukaan limun yang naik turun atas perbuatannya. Sedetik kemudian, permukaan limunnya beriak akibat peningkatan output energi dari salah satu tetua dan seluruh mata tetua tertuju pada tetua yang duduk tepat di tengah, gelas limunnya telah pecah dan limunnya telah menguap hanya akibat tekanan energinya. Namun, sama sekali tak ada yang terintimidasi, ekspresi mereka datar dan menganggap hal tersebut bukanlah ancaman.
" Memang benar. Kehadiran Lucifer baru dan Strongest Youth menjatuhkan harga diri para tetua di hadapan rakyat Meikai. Tak dapat dipungkiri, kita sekarang hanyalah simbol bagi rakyat Meikai bahwasanya demokrasi dan politik masih berjalan. Namun ... "
" Tak perlu kau jelaskan kami juga mengerti, Zekram – sama " Tetua yang kedua bicara memotong ucapan dari tetua yang paling disegani di Meikai, yakni Zekram Bael yang masih menjabat sebagai kepala keluarga Great King Bael, pillar tertinggi kedua setelah Lucifer. Ia adalah iblis yang hampir seribu tahun memimpin Bael.
" Kita tak dapat berbuat apa – apa. Pertunangan antara Raiser Phenex dan Gremory Rias dipastikan akan batal. Sirzech Lucifer dan Uzumaki Naruto memiliki tujuan yang sama akan hal itu, namun terdapat beberapa poin yang berbeda, dimana Sirzech berusaha untuk menjatuhkan kesalahan pada Raiser sementara Naruto berusaha membela Phenex. Aku dengan tegas mendukung Naruto, ia telah menandatangani kontrak untuk mengikuti program iblis murni kita, Ajuka – sama dan Serafall – sama bahkan ikut membantu Naruto untuk mewujudkan program kita. " lanjutnya dengan senyuman tipis.
" Bagaimana kau yakin ini bukan permainan politik ? Tentu kau sadar maksud dari bocah itu ketika satu tahun yang lalu ia menantang Grayfia Lucrifuge ! " Zekram membalas sengit. Semua tertua diam, yap hanya para Maou dan tetua serta beberapa iblis kritis yang mengerti arti sebenarnya tindakan Naruto. Itu bermaksud mendeklarasikan keberadaan dan kekuatan Naruto saat itu, Naruto secara tak langsung menyatakan bahwa ia kuat, cerdas, dan paham atas situasi politik Meikai. Naruto menyatakan bahwa ia tak dapat dijadikan boneka bagi Meikai, ia memiliki pandangann sendiri, dan ia tak takut untuk menentang para tetua.
" Kudengar ia telah menciptakan evil pieces baru ... namun, tak ingin menerapkannya secara luas. Apa kalian mengetahui alasannya ? " Tetua yang lain mengalihkan topik.
" Untuk menampung jenis yang sama dengannya ... " tetua yang pertama kali bicara membalas cepat.
" Ia telah memiliki 4 anggota, 2 merupakan tunangannya dan 2 lagi merupakan makhluk campuran yakni demigod dan dhampir. Walaupun itu hanya masih isu namun aku yakin hal itu 90% benar. "
" Tch ... " salah satu tetua mendecih dan ia bangkit berdiri.
" Kalau begitu, bukankah sudah pasti. Uzumaki Naruto harus secepatnya kita tindaklanjuti. Jika tidak ia akan menjadi ancaman " Tetua tersebut merupakan tetua yang gila akan ideologi kemurnian dari iblis, ia adalah sebagian dari iblis Meikai yang masih memandang jelek terhadap makhluk berdarah campuran seperti Naruto.
" Menindaklanjuti ? Bagaimana jalannya Purgatory – san ? Seminggu yang lalu ia telah diangkat menjadi Ultimate – Class Devil, belum lagi dari catatan misinya ia belum pernah gagal bahkan saat harus berhadapan dengan makhluk – makhluk setingkat dewa. " Tetua tersebut terdiam dan kembali duduk.
" Intinya apa yang harus kita lakukan ? " tanya Tetua tersebut setelah menenangkan emosinya.
" ... " Ruangan tersebut hening seketika sebelum akhirnya keheningan itu diakhiri dengan masuknya satu budak iblis dari Phenex.
" Mohon maaf atas kelancangan hamba. Namun, pesta sebentar lagi akan dimulai. Anda semua dipersilakan untuk menempati kursi VIP yang telah kami sediakan. " Zekram mengangguk mendengar laporan tersebut, dan segera berdiri.
" Tak perlu panik. Kita lakukan seperti biasa, mencari keuntungan dari segala situasi. Untuk sekarang fokuslah satu hal pada satu waktu ".
XoX
BUUUUUUUUUMMMMMMMMMMMMMMMMMM
Ledakan dalam skala luas meratakan seperempat dari hutan Amazon, asap mengepul tinggi di tepi – tepi hutan yang tak terkena ledakan tersebut terlihat kelompok – kelompok makhluk yang bentuk tubuhnya tak jelas, seperti adanya Lamia, Goblin, Minotaur, dan lainnya yang mereka semua merupakan iblis liar. Jumlah mereka mencapai ratusan dan mengingat sebelumnya ada ledakan besar di sana terdapat ratusan pula yang terlebih dahulu terpanggang.
Asap mulai memudar dan pemandangan di hadapan kelompok iblis liar tersebut hanyalah 2 gadis pirang dan satu pemuda pirang pula.
" Aku mengutukmu Sirzech Lucifer " gerutu pemuda pirang dengan nada kanak – kanak yang membuat kedua gadis pirang hanya dapat menggelengkan kepalanya.
" Dibanding menggerutu, alangkah baiknya kau bersiap Naruto – san, Iblis liar setingkat High Class Devil dalam jumlah ratusan masih menunggu untuk diselesaikan " Peringatan datang dari gadis pirang yang mengenakan topi kerucut, Le Fay Pendragon. Sayap mekanik yang merupakan perwujudan dari Kuroryuu terus ia kenakan dan dengan cepat ia menembakkan laser ketiadaannya namun dapat dihindari maupun ditahan oleh iblis liar tersebut.
" Le Fay – san jangan terlalu serius. Aku telah cukup memiliki Ravel dan Seekvaira yang strict untuk memperingatiku – aawww. " tepat ketika Naruto menyelesaikan kata – katanya ia mengaduh kesakitan menerima injakan dari gadis pirang di sebelahnya, Naruto menatap gadis tersebut dan memberikan pandangan bertanya 'apa masalahmu ? ' yang hanya dibalas dengan ' hanya ingin saja ' oleh gadis pirang yang menginjak kakinya.
" Lebih baik kita cepat menyelesaikan misi ini Naruto – kun, pesta pertunangan Nii – sama 10 menit lagi akan dimulai " Ravel membentangkan sayap apinya dan mulai terbang dan menembakkan bola – bola api dalam ukuran raksasa untuk melakukan eksekusi dengan cepat, Le Fay juga ikut terbang dengan sayap mekaniknya, ratusan lingkaran sihir terbentuk di hadapannya dan keseluruhannya merupakan sihir penghancur. Kedua gadis pirang yang mahir dalam sihir tersebut berkombinasi dan berkolaborasi menggunakan teknik – teknik sihir dengan daya destruktif tinggi untuk menyerang. Namun, lawan mereka merupakan iblis setingkat High Class Devil, tentunya hanya serangan seperti itu saja tak akan mempan.
Sring
Naruto bertelepot menuju sekelompok iblis liar yang berlindung dalam sebuah kekkai, satu lingkaran sihir dengan cepat mentransfer pedang pendek ayahnya yang mana sekarang telah memiliki desain baru pada gagangnya.
" RAUUUUUUUUU " Ketika melihat kehadiran Naruto, dua iblis liar yang berada paling belakang segera bergerak maju untuk menghadang Naruto akan tetapi hal itu dapat Naruto hindari dengan bergerak menyamping memanfaatkan sela di antara mereka dan dengan cepat menebaskan pedangnya.
Ketika pedang tersebut menebas mereka, tidak terdapat darah tapi mereka dapat merasakan bahwa demonic power mereka secara drastis menyusut sebelum akhirnya menghilang. Itu merupakan salah satu proyek dari Naruto dan Ajuka, pada gagang pedang Naruto ditambahkan sebuah alat yang dapat langsung menyerap dan menormalkan kembali iblis liar, Naruto yang mengajukan ide tersebut dan Ajuka membantunya karena tertarik atas ide muridnya. Namun, tentu saja tak semua iblis liar yang dapat dinetralkan kembali, ada kelompok iblis liar yang akal pikirannya benar – benar telah terhasut oleh kebencian dan hasrat untuk menjadi kuat sehingga menjadikannya benar – benar iblis sejati secara psikis maka atas kasus tersebut Naruto memilih mengeliminasinya.
Jrash
Satu kelompok kembali tumbang dan Naruto terus menggunakan taktik tersebut dimana serangan skala luas milik Le Fay dan Ravel menjadi pengalih perhatian dan ia menghabisi satu kelompok. Walaupun terdapat beberapa kelompok yang mengetahui taktik tersebut mereka tak dapat berbuat apa – apa karena Kuroryuu menebarkan aura ketiadaan di antara kedua gadis itu sehingga semua serangan yang ditujukan ke para gadis hanya akan menjadi anulir sedangkan berurusan dengan kecepatan dan kekuatan Naruto sangatlah tidak mungkin.
Trang.
Naruto tersenyum meremehkan ketika pedang kecilnya bertabrakan dengan kapak raksasa Minotaur. Tekanan yang diberikan minotaur itu sangatlah kuat namun Naruto dengan simpel mentransfer pedangnya ke dimensi lain hingga menembus kapak tersebut tepat ketika hampir mencapai leher dari Minotaur ia mengembalikan pedangnya ke dimensi semula sehingga tepat menebas leher dari minotaur tersebut.
Sring
Naruto menghilang kembali menghindari serangan dari teman sekelompok minotaur lain, ia menghilang lalu muncul dan menyerang kemudian menghilang lagi. Atas taktik lari dan serangnya tersebut Naruto berhasil membantai seluruh iblis yang tersisa. Ravel dan Le Fay menghentikan bombardir sihir mereka dan melayang turun mendekati Naruto yang telah berlutut menghela nafas panjang.
Ravel menatap Le Fay sebentar menyampaikan kata – kata tanpa adanya ucapan yang keluar dari bibir mungilnya, dan hal itu didapat ditangkap dengan baik oleh Le Fay yang tersenyum kecil dan secara diam – diam telah menghilang menggunakan lingkaran sihirnya.
" Naruto – kun, kita harus berangkat sekarang. Pertunangan Nii – sama telah dimulai 10 menit yang lalu " Naruto menghela nafas panjang mendengar pemberitahuan Ravel, ia mengangguk lalu berdiri sebentar walau masih linglung akibat terlalu banyak menggunakan kemampuan sihir dan longinusnya. Naruto bertanya sebentar tentang keberadaan Le Fay yang dijawab singkat oleh Ravel dan dengan satu kilatan kuning mereka berdua menghilang dari tempat itu. Dari balik bayangan hutan yang tersisa keluar sekelebat bayangan, ia menatap sebentar keadaan hutan tersebut sebelum menjentikkan jarinya. Hanya sedetik, hutan itu telah rimbun kembali, dan sosok itu semakin menghilang dalam bayangan – bayangan pohon hutan.
XoX
" Keperawanan Buchou milikku " Naruto dan Ravel facepalm seketika,saat kehadiran mereka dibalik pintu ruangan aula tersebut disambut oleh teriakan dari Issei yang telah berhasil menerobos penjagaan ketat dari Phenex. Begitu mereka berdua mendengar perintah Raiser kepada para penjaga untuk menangkap Issei dan sesaat kemudian kegaduhan dimulai, Naruto hanya dengan tatapan mata memberikan perintah kepada Ravel untuk berteleport menuju keluarganya agar dapat menjelaskan bahwa ia telah hadir dan siap menjalankan rencana pembatalan pertunangan tersebut.
Ravel mengangguk dan dalam sekejap ia telah diteleport Naruto yang telah terlebih dahulu sebelumnya memberikan kunai teleportnya pada Lord Phenex. Naruto masih diam di tempat, aura emas dalam jumlah cukup banyak menelusuri ruangan tersebut, selagi mendengar keributan di dalam yang dilakukan oleh para anggota Peerage Rias yang telah membantu Issei untuk menumbangkan para penjaga, Naruto menyelidiki semua kejadian sebelum ia datang dan menyeringai kecil ketika mendapati beberapa jejak energi dari tokoh yang berperan penting dalam sandiwaranya beberapa saat lagi. Dan tokoh itu kemudian mengeluarkan suaranya pertama kali.
" Raiser – kun, Issei – kun datang kemari atas undangan dariku " Naruto secara diam membuka pintu tersebut tanpa bersuara dan tanpa mengeluarkan sedikitpun aura kehidupan. Ia memanfaatkan seluruh atensi para penduduk Meikai yang terarah pada Sirzech untuk membentuk klon yang juga bersembunyi di balik pintu yang terbuka lebar sedangkan dirinya yang asli menyusup melalui barisan paling ujung menuju ke podium acara.
" Anda mengundangnya kemari ? Mengapa anda mengundang rendahan itu kemari Lucifer – sama ? " Raut wajah Raiser sedikit tertekuk, irisnya bergerak ke kiri dan ke kanan mencoba mencari sahabat pirangnya. Raiser melirik sedikit ruangan kecil tempat keluarganya berkumpul, irisnya melebar sedikit mendapati adik tercintanya telah berdiri di samping ayahnya yang tersenyum tipis. Raiser menyeringai kecil sebagai balasan atas petunjuk dari ayah dan adiknya itu. Ia mulai bermonolog menunggu aksi Naruto.
" Begini Raiser – kun. Rias – chan merupakan adik ku satu – satunya, rasa sayangku kepadanya begitu besar sehingga untuk menyerahkannya kepada seseorang. Aku harus yakin bahwa orang itu benar – benar berkompeten maka dari itu aku mengusulkan rating game untuk melihat kapabilitasmu, namun rating game yang lalu kurang membuatku puas. Maka dari itu, aku ingin sekali lagi meyakinkan diriku bahwa kau adalah kandidat terkuat untuk menimang adikku ini. Jalannya adalah dengan mengalahkan Sekiryuutei, Hyodou Issei – kun " tunjuk Sirzech pada Issei yang mengangkat tangan kanannya yang telah bertransformasi menjadi tangan naga sebagai efek pengorbanan Issei untuk meraih Balance Breaker secepat mungkin.
" Meikai akan menilai apakah kau pantas ? Pertarungan antara Immortal Phenex dan Red Emperor Dragon ! " ujar Sirzech mendramatisir situasi.
" Maaf menyela ... Lucifer – sama " suara dengan nada tenang dan kalem tersebut hadir pada ujung kanan podium, di sana Naruto telah berdiri dengan postur tegap lengkap dengan jubah kebangsawanannya. Ia mengangkat tangan kanannya ke atas sembari mendekati Sirzech, tatapan matanya bertemu sebentar dengan Grayfia yang berada di belakang Sirzech, terdapat sedikit pembicaraan tanpa suara ketika mata sesama Queen tersebut bertemu. Grayfia mencoba mengintimidasi Naruto namun hal itu sama sekali tak direspon oleh Naruto, ia melewati Grayfia seakan Strongest Queen itu bukanlah siapa – siapa.
Sirzech tegang sebentar mendapati Naruto datang ke pesta pertunangan tersebut walaupun ia telah sengaja memberikan deskripsi misi yang salah agar Naruto kehabisan waktu untuk menyelesaikan misi tersebut. Namun, dalam sekejap ia kembali pada kewibawaannya dan senyum ramah terbentuk di wajahnya.
" Ah, Naruto – kun. Kau terlambat dari kepulangan misimu, ini tidak seperti dirimu yang biasa. Apakah ada masalah ? " Naruto meringis sebentar lalu membuat senyum bodoh.
" Yap. Ada sedikit kesalahpahaman dalam penjelasan misi sebelumnya. Namun, aku telah mewaspadainya terlebih dahulu dengan membawa bishop dan Contracted Magicianku "
" Ah, penuh persiapan seperti biasanya Naruto – kun "Rias mengangkat alisnya merasakan hawa janggal di antara Naruto dan kakaknya. Ia sedikit meringis ketika Naruto hadir untuk menyela perkataan kakaknya, Naruto merupakan iblis muda yang diperhitungan di dunia Meikai, atas dirinya pandangan atas kaum Demi – Devil di Meikai mulai bergerak menuju arah yang positif, Naruto juga berkat bimbingan dari Serafall memiliki kemampuan negosiasi tinggi yang membuat Agares, Pillar yang menaungi Naruto dapat terus mempertahankan predikatnya sebagai Pillar kedua tertinggi setelah Great King Bael, walaupun tak semuanya berkat Naruto karena Seekvaira juga memegang andil yang cukup besar.
Sehari setelah hari dimana Naruto menantang Grayfia, banyak orang yang menobatkannya sebagai Strongest Queen, namun Naruto selalu menolak gelar tersebut karena ia memang saat itu belum mampu menandingi Grayfia. Grayfia memulai pertarungan kurang serius, jika istri Lucifer itu telah serius dari awal maka akhir dari pertarungan tersebut akan jauh berbeda.
" Lucifer – sama, hamba tadi mendengar bahwa anda mengatakan anda kurang puas atas performa dari Raiser – kun pada Rating Game lalu ... apa itu benar ? " Sirzech bersedekap dada lalu mengangguk yakin.
" Jika benar begitu, maka anda adalah pria yang kata – katanya tak dapat dipegang " Putusan dari Naruto mengejutkan seluruh Meikai. Seekvaira, Sona, Tsubaki, Ravel hanya dapat facepalm mendengar pilihan kata Naruto yang terlalu kasar, jika tidak karena kejayaannya dan statusnya sebagai murid dari dua Maou sudah pasti Naruto akan dijebloskan dan dihukum seberat mungkin karena menghina Maou. Ah, bicara tentang Maou, dari Yondai Maou, hanya Sirzech yang hadir sedangkan yang lain disibukkan dengan urusan politik Maou, lagipula acara tersebut telah dihadiri oleh para tetua dan lagi acara tersebut hanya pertunangan belum penggabungan pillar secara sah yang harus dihadiri oleh tamu penting seperti mereka.
Lady Agares berusaha menenangkan putrinya sementara Lord Agares telah keluar dari ruangan aula membawa serta Kushina yang telah masuk dalam mode amarah mendengar putranya menghina salah satu Maou.
Naruto sempat bernafas lega ketika merasakan aura ibunya menjauh. Satu – satunya iblis di Meikai yang dapat membuat Naruto bergidik ketakutan hanyalah Kushina Uzumaki, ibunya sendiri. Sirzech termenung sebentar mendengar ucapan Naruto yang menjurus pada hinaan tersebut, ia terkekeh mendapati untuk pertama kalinya dalam ratusan tahun ia dihina kembali, bahkan oleh iblis yang jauh lebih muda darinya.
" Bukan begitu Naruto – kun. Seperti yang kujelaskan sebelumnya, performa Raiser – kun pada rating game lalu belum meyakinkanku bahwa ia mampu melindungi adikku. "
" Lalu kenapa memilih Sekiryuutei ? Jika kau benar – benar ingin mengetes kemampuan Raiser. Kau dapat memilih banyak orang, seperti Shouji Okita – san. Apa anda berpikir ancaman dunia sekecil itu ? " balas Naruto cepat.
" Tidak, Okita – kun merupakan lawan yang terlalu berat untuk Raiser – kun. Aku memilih Issei – kun sebab ia merupakan pemegang Longinus dan plus ia berada dalam peerage Rias – chan. Tentu hal yang wajar bukan bagi pawn nya untuk melindungi kingnya karena Rias – chan sedari awal menentang hubungan yang diatur ini ? "
" Pendapat anda sangat benar Lucifer – sama ... " Sirzech menyeringai mengira ia berhasil memenangkan perdebatan singkat tersebut. " Namun, " Seringai Sirzech luntur seketika digantikan dengan alis yang tertekuk " Apa yang Raiser dan Sekiryuutei dapatkan atas hal ini ? "
" Jika Raiser – kun menang maka ia mendapat restuku untuk mempersunting adikku bahkan dengan seluruh anggota peerage adikku yang lain. Sedangkan Issei kun aku mengabulkan apapun keinginannya jika dapat mengalahkan Raiser – kun "
" He ... jadi jika Sekiryuutei menginginkan Gremory untuk ia persunting anda tak keberatan ? " Sirzech terdiam sesaat.
" Tentu " Nada ragu terselubung begitu rapi dalam ucapan Sirzech namun dapat Naruto tangkap berkat kemampuan politik yang telah ia asah setahun yang lalu. Ia dapat melihat binar mata Issei ketika mendengar ucapan tersebut datang dari Sirzech sementara itu ia melirik Rias dan mendapati wajah Rias telah memerah, itu bukan malu melainkan gusar akibat perdebatan yang membuat ia menjadi sebuah barang perebutan.
" Kalau begitu, anda tidak konsisten dengan pernyataan pertama anda. Anda bilang, anda ingin menyerahkan adik anda pada orang yang dapat anda percayai untuk melindunginya namun jika begitu, maka Gremory akan dalam bahaya karena Sekiryuutei di sana ... " Naruto menunjuk Issei yang menunjuk dirinya sendiri. Dalam sekelebat, tangan kanan Issei bergerak secara refleks meninju ke belakang namun walaupun begitu Issei tetap terlempar ke tengah podium dan Naruto menangkapnya dengan mudah lalu melanjutkan kata – katanya.
" Lemah .. " Para iblis Meikai hening seketika mendapati satu Naruto telah berada di tempat Issei sebelumnya berdiri. Itulah alasan mengapai tangan kanan Issei yang telah menjadi milik Ddraig refleks menyerang ke belakang, hal itu untuk menahan serangan Naruto namun nyatanya klon Naruto tanpa menggunakan demonic power untuk melapisi tinjunya mampu membuat Issei yang bertahan dengan tangan naganya terpental. Dan lagi, tak ada satupun yang menyadari klon tersebut sebelumnya, bahkan tidak untuk anggota peerage Rias yang sedari lama berdiri di dekat Issei.
" A- apa yang terjadi ? " bisik Issei masih belum menangkap kejadian yang menimpanya. Tiba – tiba saja, Ddraig menarik tangan kanannya ke belakang dan seketika ia terlempar dan ditangkap oleh iblis pirang asing yang telah menganggu aksinya. Ia ingin berontak untuk melawan Naruto namun kesadarannya menghilang bersamaan dengan bisikan Naruto di telinganya.
" Ayo bertemu dengan Ddraig "
Hamparan api luas menjadi latar tempat Issei dan Naruto berdiri, dan dari hamparan api tersebut kepala seekor naga merah dengan mata hijaunya yang mengerikan memberikan pandangan intimidasi kepada Naruto.
" Bagaimana kau bisa ke sini, Akuma ? " Ddraig bertanya dengan nada penuh penekanan.
" Ah, kau mirip dengan Albion, yah hanya saja kau merah dan dia putih. " Bukannya menjawab Naruto malah memandang Ddraig dengan mata berbinar – binar. Ia sama sekali tak terintimidasi oleh tatapan Ddraig.
" Akuma ... " desis Ddraig.
" Ha'i ha'i. Aku mengerti, dasar naga tak sabaran " gerutu Naruto. Ia menjentikkan jarinya dan seketika Issei menghilang. Tidak, lebih tepatnya Naruto dan Ddraig yang berpindah.
" Kurama huh ? Aku tak menyangka esensi tua sepertinya masih hidup " komentar Ddraig melihat dimensi dimana sekarang ia berada.
" Aku memiliki sedikit penawaran untukmu. Jika kau ingin, dengarkanlah ... aku telah mendiskusikan hal ini juga pada Albion. " Ddraig terdiam sebentar.
" Lanjutkan Akuma ... "
" Tidak, aku tak dapat melakukannya sekarang. Kita akan bertemu sebentar lagi, setelah pertunangan ini kubatalkan, kuyakinkan padamu bahwa kau akan sangat tertarik dengan penawaranku ini. Maka jangan menganggu politikku " Naruto menjentikkan jarinya sekali lagi, dan kali ini ia kembali ke ruangan pesta dimana para iblis hanya menatap aneh pada Naruto dan Issei yang tiba – tiba tak sadarkan diri.
" Nah, Issei – kun ... apakah kau masih ingin bertarung untuk rajamu ? " Issei ingin mengangguk namun dengan cepat kesadarannya diambil alih oleh Ddraig, dan Ddraig dengan menggunakan tubuh Issei menggeleng lalu menguras energinya dalam jumlah besar sehingga membuat Issei langsung pingsan. Sepertinya naga surgawi tersebut tertarik mendengar penawaran dari Naruto.
" APA YANG KAU LAKUKAN PADA ISSEI – KUN ? " Rias membentak Naruto seketika melihat pawn kesayangannya tumbang setelah sama – sama kehilangan kesadaran dengan strongest Youth tersebut.
" Bukan hal besar, aku menawarkan sesuatu yang lebih menarik baginya dibanding tawaran Lucifer – sama dan ia menyerah. " balas Naruto.
" BOHONG, ISSEI – KUN TAK MUNGKIN MENGKHIANATI KINGNYA ! " Naruto mengorek telinganya ketika mendapati bentakan dari Rias menganggu indra pendengarannya. Ia mengeluarkan tatapan dinginnya kepada Rias yang sukses membuat pewaris dari Gremory itu merinding seketika.
" Kau pikir kau siapa untuk membentakku huh ? " Rias merinding pada awalnya mendengar nada suara Naruto yang mengerikan dan lagi tatapan yang Naruto berikan seakan ia merupakan mangsa di hadapan predator yang telah haus akan darah. Namun, Rias menelan ketakutannya sebentar lalu menatap lagi ke arah Naruto.
" Seharusnya aku yang bertanya seperti itu ? Kau hanyalah Strongest Youth, kau tak memiliki hak untuk mendebat acara Pillar, kau tak memiliki hak untuk mendebat Maou, dan lagi kau tak memiliki hak untuk berkata tidak sopan pada iblis murni sepertiku yang bertahta sebagai pewaris salah satu pillar ... " ucapan dari Rias membuat para iblis Shock seketika mendapati Rias belum mengetahui akan kedudukan Naruto sekarang. Sirzech menggemeletukkan giginya ketika menyadari tujuan dari Naruto sebenarnya, yakni memancing emosi Rias. Ia berpikir pada awalnya Naruto hanya akan menyerangnya dengan kata – kata, ia yakin dalam hal politik ia masih dapat mengalahkan Naruto yang masih jauh pengalamannya dibandingkan dirinya yang merupakan Lucifer. Namun, hal ini benar – benar tak disangka, Naruto mengarahkan permainan politiknya pada Rias yang masih bau kencur.
" Rias – chan sepertinya kau terlalu fokus dengan rating game kemarin hingga melewatkan satu berita penting " Raiser terkekeh sebentar.
" Berita penting ? " ulang Rias dengan nada bingung.
" Ya, kau tahu. Seminggu yang lalu, para tetua telah memutuskan untuk membangkitkan satu Pillar ekstra ke dalam 72 Pillar utama dan sekaligus mengangkat satu iblis muda menjadi kepala klannya dengan masa percobaan 1 tahun. " Rias melebarkan matanya mendengar penjelasan singkat Raiser, jari telunjuk bergetar menunjuk Naruto.
" J- jangan bilang ... "
" Yap, calon adik iparku ini adalah iblis muda tersebut. Mulai sekarang kau harus memanggilnya Lord Uzumaki " ujar Raiser sambil menepuk punggung sahabat pirangnya dengan bangga.
" Calon adik ipar ? " Beo Rias dan sebagian besar iblis lainnya. Pertunangan antara Naruto dan Ravel hanya diketahui oleh para tetua, Maou, dan seluruh kepala Pillar. Sona dengan tipu muslihatnya berhasil mendapat informasi tersebut dari kakaknya, walaupun hal itu melanggar kode etik.
" Yap. Semua tuntutanmu terhadapku sebelumnya itu salah Gremory – san. Aku berhak untuk menginterupsi pesta pertunangan ini karena sebagai tunangan dari Ravel Phenex, aku telah diberikan mandat oleh Lord Phenex untuk menghentikan segala kekacauan, aku berhak untuk mendebat Maou karena jabatanku sebagai Kepala salah satu 72 Pillar menganggap bahwa Lucifer – sama telah ikut campur dalam urusan pillar. Maou tak memiliki hak bicara dalam urusan Pillar, ia diizinkan untuk membantumu sekali hanya karena ia memiliki ikatan darah denganmu tak lebih. Dan lagi ... " Naruto memberikan pandangan dingin sekali lagi kepada Rias " Aku memiliki hak untuk menghukummu sekarang atas perbuatanmu yang telah melecehkan nama salah satu 72 Pillar di hadapan publik mengingat kau masih pewaris dan High Class Devil, kau telah bertingkah kurang ajar pada iblis yang tingkatannya dua kali di atasmu. Karena itu, aku memberi kesempatan kepada Raiser untuk menghukummu" Raiser tersenyum lebar mendengar hal tersebut, rencana mereka berjalan sangat mulus.
" Seminggu yang lalu, Uzumaki Naruto juga telah dipromosikan menjadi Ultimate High Class Devil. " Grayfia entah sejak kapan telah berada di samping Rias membisikkan hal tersebut untuk mencegah Rias berbuat kesalahan lagi.
Rias mulai bergetar ketakutan ketika menerima fakta melirik kakaknya sebentar dan hanya dapat pasrah ketika melihat kakaknya menggelengkan kepala lemah. Yah, ia harus menerima semua konsekuensi atas perbuatannya, ia dan para peeragenya akan ... ma –
" Karena itulah, hukuman atas perbuatanmu itu pembebasan dari pertunangan ini "
Pikiran Rias blank seketika ketika Raiser menyebutkan hukuman tersebut.
" A – apa ? " Rias bertanya bingung mewakili seluruh iblis Meikai yang hadir dalam ruangan pesta tersebut. Raiser telah diketahui secara umum sangat berhasrat untuk menikahi dirinya, bukan rahasia umum pula Raiser merupakan hidung belang yang menganggap wanita sebagai pemuas nafsu duniawi saja dan tiba – tiba Raiser dengan segenap usahanya untuk menggaet Rias malah membatalkan tunangan tersebut menimbulkan tanda tanya besar.
" Yap, aku membatalkan pertunangan ini. Namun, dengan 3 kondisi. Pertama, Wilayah Kuoh yang menjadi teritory Gremory akan jatuh ke tangan Phenex. Kedua, Naruto dan Ravel akan hadir pada Kuoh Academy sebagai perwakilan Phenex dan terakhir setiap kau ingin memasukkan anggota ke peeragemu maka harus ada persetujuan dari Heiress Sitri, dan juga Naruto atau Ravel. Bagaimana Rias – chan ? Jika kau tak ingin, maka hukumanmu adalah menjadi mesin produksi keturunan bagi Phenex "
Para tetua yang berada pada ruangan khusus mengambil tindakan diam atas kondisi yang disebutkan oleh Raiser. Hal itu juga menguntungkan bagi mereka, dengan berkurangnya wilayah teritory dari Gremory maka kekuasaan Gremory yang mulai menginvasi karena kehadiran Sirzech Lucifer akan berkurang, kehadiran Naruto atau Ravel di Kuoh Academy juga dinilai menguntungkan sebab kedua iblis tersebut memiliki kemampuan negosiasi yang baik, apalagi mengingat jarak antara Kuoh dan Kyoto berdekatan sehingga dengan kehadiran Naruto di Kuoh akan membina hubungan antara Meikai dan Kyoto lebih baik lagi ke depannya.
Rias terdiam seketika, semua kondisi tersebut sangat tak menguntungkan baginya. Ia akan kehilangan teritori dan kebebasannya, namun jelas saja ia tak ingin berada dalam pelukan Raiser maka ia mengangguk sekali.
" Aku menyanggupi kondisi yang kau sebutkan " ujar Rias dengan lemah. Raiser dan Naruto tersenyum menang, dan Raiser segera maju ke depan podium tangan kanannya naik ke atas dan dengan suara lantang
" PERTUNANGAN ANTARA RIAS GREMORY DAN RAISER PHENEX DENGAN RESMI SAYA NYATAKAN DIBATALKAN "
XoX
Oke, di fic ini kita hentikan dulu pertarungan fisiknya. Waktunya saya memperlihatkan kapabilitas Naruto dalam pertarungan kata – kata, di sini saya menunjukkan status Naruto terbaru yakni Kepala Pillar Uzumaki namun masih dalam kuasa terbatas, untuk benar – benar mengesahkannya status terbarunya ini Naruto harus memenuhi beberapa ketentuan. Ketentuan tersebut akan dibahas pada chap selanjutnya, ah dan aku yakin beberapa reader dapat menebak ketentuan tersebut.
Chap selanjutnya, masih akan pada arc pertunangan Rias. Di chap selanjutnya saya sekali lagi akan memperlihaktan kemampuan Naruto setahun setelah bertarung dengan Grayfia dan juga pengeluaran petunjuk terbesar bagi antagonis utama. Jadi stay tune aja hehe.
Next Chapter : Raiser Phenex, My Future Brother – In – Law (Strongest Youth, Rules, and Revelation Main Antagonist)
