Longinus 14Th ( Declare of The War )

Naruto Masashi Kishimoto

High School DxD Ichie Ishibumi

Warning : AU, OOC, OC, TYPO, Semi Canon, dan Lain – lain

DemiDevilNaru, SmartNaru

Chapter 11 : Raiser Phenex, My Future Brother – In – Law (Strongest Youth, Rules, and Revelation Main Antagonist)

Pertunangan Antara Rias Gremory dan Raiser Phenex dengan ini saya nyatakan dibatalkan.

Raiser mengumumkan pembatalan pertunangannya dengan senyum lebar di wajahnya.

Lord Gremory bertatapan sebentar dengan Lord Phenex, dalam diam kedua pemimpin Pillar tersebut mengangguk untuk merundingkan hubungan mereka paska pembatalan pertunangan tersebut. Lord Gremory tentunya kecewa karena kehilangan salah satu teritori dan juga terkekangnya kebebasan dan hak dari putrinya yang juga berperan sebagai pewaris Pillar yang saat ini ia pegang. Maka dari itu, ia harus bekerja ekstra membangun kembali hubungan untuk dapat memberikan tahta Gremory nantinya kepada Rias tanpa cela.

Sirzech yang diliputi kekecewaan hanya berjalan pelan menuju adiknya, memberikan senyuman pahit sekilas sebelum akhirnya memandu adiknya keluar menuju ruangan tempat keluarga mereka berkumpul. Atas kejadian ini, mereka membutuhkan waktu keluarga untuk merundingkan nasib Rias ke depannya. Grayfia mengikuti Sirzech setelah memberikan pandangan impasifnya sebentar kepada Naruto yang hanya tersenyum ramah.

Ravel ditemani ibundanya berjalan dengan anggun menuju podium tempat Naruto dan Raiser berada, Ruval mengikuti ayahnya untuk merundingkan hubungan antara Phenex dan Gremory. Ruval merupakan Heir dari Phenex, dan usianya sudah cukup dewasa sehingga ia selain mengikuti rating game juga terbiasa terlibat dengan urusan – urusan vital Phenex.

" Raiser – kun dan Naruto – kun, kerja sama yang bagus ... " Naruto dan Raiser serentak menoleh Lady Phenex yang tersenyum lembut kepada mereka. Kedua iblis pirang tersebut hanya mengangguk dengan sedikit semburat merah. Ravel yang awalnya tersenyum mengubah ekspresinya menjadi datar dan tatapan itu ia berikan pada tunangannya.

" Kau tentu mengerti apa dampaknya perbuatanmu malam ini akan masa depanmu Naruto – kun ? "Naruto meneguk ludah seketika mendapat pertanyaan tersebut. Yah, ia dapat dijatuhi hukuman paling berat yakni pengusiran jika memang para tetua tak berpihak padanya, karena telah dengan kurang ajarnya mengkritik serta menentang Lucifer yang merupakan lambang kemutlakan pemerintahan Meikai.

" Aku mengerti, Ravel. Namun, kau tak perlu khawatir. Setelah ini, aku akan menuju para tetua untuk berunding dengan mereka, aku akan menerima penawaran dari mereka. " Ravel terdiam sebentar mengingat penawaran dari para tetua pada Naruto, hanya beberapa detik matanya melebar mengingat penawaran tersebut.

" Kau yakin ? " tanya Ravel ragu. Raiser dan Lady Phenex hanya diam saja melihat perbincangan antara Ravel dan Naruto, penawaran tersebut telah Phenex ketahui dan mereka telah memberikan izin pada Naruto untuk memenuhi tawaran tersebut, yang perlu Naruto selesaikan hanyalah pada Ravel. Karena, tanpa persetujuan dari Ravel maka Naruto akan kesulitan untuk memenuhi tawaran tersebut.

" Kalau kau bersedia, maka aku akan memenuhinya. Kaa – chan juga akan senang mendengar kabar ini " Ujar Naruto santai dengan menyelipkan tangannya pada saku jubahnya. Ravel diam sesaat, ia menghela nafas panjang. " Sepertinya tak ada pilihan lain, apa kau telah memperbincangkan hal ini pada Kunou – san ? " Naruto hanya mengangguk.

" Ia mengizinkanmu ? " dan jawaban yang sama kembali Ravel terima.

" Kalau begitu, aku tak masalah. Kau telah banyak berkorban untuk Pillarku, kupikir sedikit berkorban untukmu cukup impas " Naruto tersenyum tipis mendengar hal tersebut. " Terima kasih Ravel " tangan Naruto naik mengelus singkat surai pirang tunangannya tersebut sebelum berpaling menuju Raiser dan Lady Phenex.

" Raiser dan Lady Phenex, saya permisi dulu "

Sring

Ravel masih membelakangi ibu dan kakaknya yang telah siap mengejeknya. Raiser maju terlebih dahulu menepuk pundak adiknya. " ah, tak dapat berbicara apa – apa ya. Adikku memang manis " rona merah di wajah Ravel semakin kentara.

" Ah, aku jadi teringat masa muda. – " Belum sempat Lady Phenex melanjutkan godaannya, Ravel telah duluan berteleport dengan lingkaran sihirnya kembali ke apartemen Agares yang berada di Osaka menghasilkan tawa geli dari Raiser dan lady Phenex atas tingkah malu – malu dari adik/putrinya.

XoX

Naruto meneguk ludah berat ketika ia berada di depan pintu tempat para tetua berkumpul. Para tetua tersebut masih berada di aula Phenex, jelas sekali mereka menunggu kedatangan Naruto.

Krieet

Hawa kekuatan yang begitu berat segera menyambut kehadiran Naruto. Seluruh tetua sontak memandang kepadanya dengan seringai. Zekram Bael yang berada di tengah menyeringai paling lebar dengan segelas wine merah di tangannya ia memutar – mutar wine tersebut mendramatisir suasana.

" Jadi, kau menerima penawaran kami Naruto – kun ? " Naruto memejamkan mata sejenak. Ia mengambil tiga langkah mendekat. Tatapannya berubah dingin, dan ia arahkan langsung pada Zekram. Zekram sama sekali tak terintimidasi, ia veteran perang yang jauh berpengalaman di banding Lucifer, anak muda seperti Naruto tak akan membuatnya gentar.

" Terima kasih karena anda tidak menginterupsi rencana saya. Sesuai dengan perjanjian, saya akan menerima seluruh penawaran anda dan melanjutkan proyek iblis menggantikan Raiser – kun. " Seluruh tetua menyeringai lebar mendengar ucapan Naruto, mereka puas berhasil mengikat iblis muda terkuat dalam rencana mereka.

" Tak perlu berterima kasih Naruto – kun. Ini politik, tak ada yang benar atau salah. Yang ada hanyalah pencapaian tujuan masing – masing, cerdik dan licik merupakan keharusan dalam berpolitik. Kuyakin Serafall dan Ajuka – sama mengajarkanmu hal tersebut bukan ? " Tetua Purgatory membalas dengan sarkasme.

Naruto menggerutu dalam hati, namun ia memilih tersenyum untuk membalas pendapat dari tetua Purgatory tersebut.

" Baiklah Naruto – kun, ini kontraknya. Tenggang waktumu hanya satu tahun, jika kau berhasil maka Uzumaki resmi menjadi salah satu dari 72 Pillar namun jika tidak ... " Zekram menggantung ucapannya, memberikan pandangan yang sangat mengerikan pada Naruto.

" Akhir bagimu ".

" Aku tahu itu " Naruto menjawab singkat. Kontrak yang Zekram tawarkan merupakan kontrak dengan sihir tingkat tinggi. Sekali menyetujui kontrak tersebut maka yang harus dilakukan adalah mematuhi kontrak tersebut, tak ada jalan kembali.

Tangan Naruto terangkat dan dalam waktu singkat seberkas sihir milik Naruto masuk ke dalam kontrak tersebut sebagai wujud dari Naruto yang telah menyetujui menjalankan kontrak tersebut.

Zekram tersenyum lebar. " Kami menantikan hasilnya Naruto – kun " Naruto mendecih dalam hati sebelum akhirnya membungkukkan badan sebentar lalu meninggalkan ruangan tersebut.

XoX

' Ah mereka ya ... ' batin Naruto ketika jalannya dihalangi oleh 5 iblis muda yang begitu ia kenal. Akeno, Issei, Koneko, Kiba, dan Asia yang bersembunyi di belakang Akeno menutup jalan Naruto dengan ekspresi datar mereka.

" Uzumaki – sama ... " Akeno memanggil ketika merasa keheningan telah terlalu lama terjadi. Naruto mengangkat alisnya sebagai isyarat untuk sesama queen tersebut melanjutkan.

" Kami tidak terima atas perbuatan anda kepada Rias. "

' Sudah kuduga ' batin Naruto malas. Naruto bersedekap dada dengan alis yang masih terangkat.

" Lalu ? " Dapat Naruto rasakan Kiba dan Koneko telah berwaspada dengan mengeraskan kuda – kuda mereka. Mereka bertiga yang telah lama menjadi bagian Rias tentunya tahu sepak terjang Naruto di Meikai. Akeno berdehem sebentar untuk mencairkan suasana tegang.

" Kami ingin meminta anda untuk meminta dan memohon maaf kepada Rias – buchou " Naruto masih dengan ekspresi sebelumnya.

" Kenapa aku harus melakukannya ? " tanya Naruto innocent. Issei maju selangkah memberikan punggungnya kepada sesama anggota peerage. Gauntlet dan tangan naga nya masih di sana, namun sama sekali tak memberi intimidasi kepada Naruto.

" Pertama kali melihatmu ... kupikir kau berbeda dengan Yakitori itu, Kupikir kau berbeda dengan penduduk Meikai lain yang memandang rendah ekstensi lain. Namun ... " Naruto diam menunggu, pandangannya tetap pada Issei yang ekspresinya telah tertutup oleh bayangan poninya.

" Aku tak terima. Semua yang kau perbuat pada Buchou malam ini, tak dapat kuterima. Kupikir kau berbeda akan tetapi semuanya salah. Kau sama saja dengan Yakitori itu, iblis murni yang gila akan tahta dan kekuasaan "

Naruto tersenyum tipis mendengar gerutuan Issei. " Lalu apa bedanya denganmu ? " Issei mendongak melihat Naruto yang sedikit lebih tinggi dibandingnya. Naruto tak memberikan Issei kesempatan berbicara, ia segera melanjutkan.

" Apa bedanya Raiser denganmu ? Kalian berdua sama – sama iblis jantan yang tenggelam dalam nafsu kalian. Jangan berpikir, aku mengambil tindakan tanpa berpikir terlebih dahulu. Kau tidak lebih baik dibanding Raiser, kau memandang wanita hanya sebagai pemuas, piala kebanggaan, indikator dari kesejahteraan. Kau tahu ... " Naruto menggantung ucapannya seraya memajukan kepalanya mendekati telinga Issei.

" Aku paling membenci tipe dari ekstensi seperti itu " Issei mundur teratur mendengar nada dingin dari ucapan terakhir Naruto.

" Untuk permintaan kalian, aku menolaknya. Gremory pantas akan hal tersebut, jika ia sebegitu inginnya untuk lepas dari hubungan ini maka ia harus melaluinya dengan jalan yang adil bukan bersembunyi dibalik ketiak Lucifer – sama. Sebagai kepala Pillar baru, aku berniat untuk menjalin hubungan dengan Gremory. Tentunya aku tak ingin mitra kerja di masa depanku memiliki tabiat manja seperti Rias Gremory saat ini, cepat atau lambat giliran kaum muda untuk memimpin Meikai. Kelembutan hanya akan membuat para pewaris menjadi lunak, maka dari itu aku menawarkan metode baru, metode tengah. Aku menanam sebuah benih, ketika benih itu tumbuh menjadi pohon dan berbuah manis maka akan banyak orang yang mengikutiku, bahkan mengembangkannya lebih baik dariku. Inilah awal dari revolusi versiku, dengan mulai menghentikan sebagian kecil dari kesalahan Meikai. " Naruto bermonolog ria sambil melihat ekspresi dari para penontonnya. Akeno, Kiba, dan Koneko terlihat mengangguk tanda memahami dan menyetujui pemikiran Naruto, sedangkan Issei terlihat sedikit asap keluar dari kepalanya karena tak mampu mencerna ajaran Naruto dan terakhir Asia, gadis polos itu hanya memiringkan kepalanya dengan ekspresi bingung. Gadis itu menangkap dan mengerti apa yang dimaksud Naruto, namun tak tahu harus bereaksi seperti apa. Naruto tersenyum lalu menghentikan monolognya, memberikan pertanyaan hanya untuk memastikan analisa dari ekspresi penontonnya.

" Apa kalian mengerti ? " Akeno mengangguk singkat. Namun, tatapannya berubah seketika.

" Kami mengerti perbuatan anda, Naruto – sama. Namun, tetap saja sebagai keluarga Rias Buchou kami tak terima atas perbuatan anda. "

Naruto mulai jengah akan negosiasi ini. Ia masih ada pertemuan lain, dan ia tahu negosiasi damai tak akan berakhir dengan cepat maka dengan melirik sebentar arlojinya, Naruto memberikan pandangan datar ke 5 iblis di depannya.

" Kalian tahu, jadwalku sangat sibuk hari ini. Namun, aku sangat menghargai keloyalan. Kuberi waktu kalian satu menit, jika kalian dapat menyentuh atau membuatku bergeser dari tempatku berdiri sekarang. Maka, aku berjanji akan mengabulkan permintaan kalian. Ah, tenang saja jika aku bertahan dengan menyentuh kalian, itu berarti aku juga kalah. Duel yang adil bukan ? " Akeno melihat sebentar ke arah teman – temannya. Melihat konfirmasi dari Kiba, Koneko, dan Issei, Akeno mengembalikan tatapannya pada Naruto.

" Anda berjanji bukan ? " Naruto mengangguk dan dalam sekejap Kiba telah berada di hadapannya. Tangan kanannya terulur ke depan.

Peerage Rias segera tersenyum melihat kecepatan Kiba, namun ketika ujung jari telunjuk kiba menyentuh Naruto, Kiba berakhir hanya dengan menembus Naruto. " Ah, kau melewatiku. Itu berarti kau belum menyentuhku bukan ? " Naruto menjawab dengan nada polos. Koneko segera maju dan melompat tinggi lalu memberikan pukulannya. Hal yang sama kembali terulang, Koneko hanya melewati Naruto dan menghasilkan lubang kecil di belakang lantai tempat Naruto berdiri. Akeno tersentak begitu ia mengingat teknik Naruto, Naruto merupakan pemegang longinus berafinitas ruang dan waktu. Yang berarti, Naruto sekarang mentransfer dirinya ke dimensi lain.

" Waktu kalian telah berjalan 6 detik lho " Naruto memperingatkan dengan nada mengejek. Akeno menggertakkan giginya dan segera bertransform menjadi Miko petir. Asia menjauh dari Akeno begitu merasakan sedikit sengatan di sekitar tubuh Akeno.

" Yuuto – kun, Koneko – chan, dan Ise – kun kita serang secara bersamaan " perintah Akeno.

" Baik " Issei dengan gauntlet naga merahnya telah meningkatkan kekuatannya sebanyak 10 kali. Ia maju dengan kecepatan sebanding dengan Kiba. Sementara Koneko berada paling dekat dengan posisi Naruto mengkonsentrasikan tenaga pada tinjunya. Naruto mengangkat kedua tangannya ke sisi kiri dan kanan.

" Strategi yang cukup bagus " bisik Naruto ketika melihat petir kuning dari Akeno beserta gabungan serangan yang lain terarah padanya. Ia memprediksi Akeno berpikir jika Naruto harus melakukan transfer secara berurutan karena itu teknik dari serangan beruntun yang mereka pilih. Namun, hal itu salah tapi Naruto memilih menyimpan rahasia tersebut dengan menahan menggunakan teknik lain.

Shinra Tensei

Petir kuning Akeno yang melesat terlebih dahulu tertahan oleh sesuatu kasat mata. Terjadi sedikit peraduan sebelum akhirnya petir kuning tersebut hancur berkeping – keping. Issei dan Kiba serta Koneko tak dapat berbuat apa – apa ketika secara mendadak tubuh mereka tertarik oleh sebuah medan gravitasi yang begitu kuat untuk menjauhi tubuh Naruto.

BRAKK

" – gah " Kiba, Koneko, dan Issei sama – sama mendesah kesakitan ketika tubuh mereka terbanting keras ke lantai.

" Apa sudah selesai ? masih ada 40 detik lho "

Issei berdiri pertama.

' Ddraig, saatnya menggunakan balance breaker ' batin Issei memberitahu partnernya.

' Kau tahu resikonya Aibou. Dan, kupikir walaupun dengan balance breaker sempurna, kau tak memiliki peluang untuk berhadapan dengannya. Tapi, ya sudah. Waktumu hanya 10 detik. Manfaatkanlah '

' Arigatou, Ddraig ' Issei mengangkat gauntlet merahnya ke atas.

[ Boost boost boost boost ]

[ Boosted Gear Balance Breaker : Boosted Gear Scale Mail ]

Naruto menyeringai kecil melihat penampilan Issei saat ini, dengan armor merah futuristik dan berkilauan, penampilan Issei terlihat cukup badass.

Issei segera melesat dengan kecepatan lebih tinggi dibanding sebelumnya untuk memberikan pukulan namun sama seperti sebelumnya, Issei hanya melewati Naruto.

" Aku masih memiliki teknik lain " teriak Issei. Issei berhenti tak jauh di belakang Naruto, tangan kanannya terulur ke depan dan dalam waktu singkat sebuah bola energi kehijauan terbentuk.

' Uhm, Dragon Shot. Sebenarnya aku dapat mentransfer atau membiarkannnya saja lewat. Namun, memberikan sedikit terapi mental sepertinya cukup untuk memberikan mereka pelajaran. ' batin Naruto.

Dragon Shot

Akeno menggeleng – gelengkan kepala melihat serangan Issei. Hal itu sama sekali tak berguna mengingat Naruto dapat membiarkan serangan itu hanya menembusnya. Namun, gerakan dari Issei segera membuatnya terperangah.

Naruto tersenyum kecil melihat gerakan Issei. Ia telah memprediksi serangan seperti itu, namun ia ingin memberikan Issei sedikit terapi mental dengan mulai bersandiwara seakan ia terjebak dalam taktik Issei. Dalam armornya Issei menyeringai melihat Naruto membiarkan serangannya melewatinya, dalam keadaan tubuh tersebut dilewati oleh serangan Issei berpikir memberikan serangan fisik akan berdampak pada Naruto. Maka, ia maju dengan cepat ke samping Naruto siap memberikan uppercut pada dagu Naruto.

" Taktikmu telah terbaca " bisik Naruto. Naruto dengan simpel memundurkan kepalanya. Tangan kirinya terlulur pada bola energi yang telah melewatinya.

Bansho tenin

Issei hanya dapat terperangah begitu melihat serangan miliknya tertarik ke arah mereka. Ia mengetahui bahwa serangan tersebut hanya akan menembus tubuh Naruto dan akan berakhir menghantam ... dirinya.

Duar

Ledakan kecil mementalkan Issei setelah termakan oleh serangannya sendiri. Issei telah menggunakan balance breakernya selama 6 detik. Dengan susah payah, Sekiryuutei itu kembali berdiri.

" Aku masih akan mencobanya "

Dragon Shot

Serangan yang sama kembali ditembakkan.

" Aku tak seperti yang kau katakan ... " Naruto mengarahkan kedua tangannya pada Koneko, Kiba, Akeno dan Asia yang masih jadi penonton. " Aku tak terlalu sombong untuk berpikir bahwa aku dapat meremehkanmu begitu saja "

Bansho tenin

Keempat iblis tersebut terkejut ketika merasakan tubuh mereka tertarik ke depan Naruto. Yap, Naruto menjadikan keempat iblis tersebut sebagai perisainya.

" Sialan ! " Issei bergerak secepat mungkin untuk membatalkan kekuatannya namun sebuah begitu ia ingin menyentuh serangannya sendiri menjadikan dirinya sebagai tameng bagi teman – temannya. Serangan tersebut melewatinya persis seperti kejadian pada Naruto, dalam gerakan lambat terlihat mata Issei berpaling pada Naruto dengan tatapan tak percaya. Iris coklatnya melebar mendapati gerakan bibir dari Naruto.

' Bodoh '

BUMMMMMMM

Issei jatuh berlutut begitu ledakan besar mementalkannya. Ia berusaha bangkit dengan tubuh tanpa armornya. Ia sama sekali tak terluka atas ledakan tersebut namun mentalnya jatuh melihat serangannya mengenai teman – temannya dan mereka dalam keadaan begitu buruk dengan luka bakar dimana – mana.

" ah, masih tersisa 5 detik " Naruto menyahut. Issei berjalan pelan menuju teman – temannya, pandagannya putus asa dan ketika ia telah sampai di hadapan Naruto dengan tangan gauntletnya ia meninju Naruto berharap dengan satu gerakan terakhirnya itu dapat menyentuh Naruto. Dan ...

Harapannya terkabul. Naruto menangkap tinjunya sambil berkata. " Maaf, waktu kalian telah habis " ujar Naruto memperlihatkan arlojinya." Namun, aku masih ada sedikit urusan dengan Ddraig." Naruto mentransfer aura emasnya yang berisi ingatan akan penawaran langsung kepada Ddraig. Ia melepaskan tinju Issei lalu memberikan 4 botol kecil air mata Phoenix.

" Berikan itu pada mereka. Mereka akan sembuh total seperti sedia kala. " Issei melebarkan matanya menerima perlakuan tersebut dari Naruto. Kaisar naga merah itu terkejut akan reaksi Naruto, ia kira Naruto sebagai teman Raiser memiliki kelakuan yang sama, yakni arogan, kasar, dan perilaku buruk lainnya. Akan tetapi, tindakan Naruto di depannya ini mementalkan semua pandangan buruknya terhadap Naruto.

Naruto mengerti pandangan Issei tersebut, ia merengutkan alisnya lalu segera membuka mulutnya untuk menepis segala pikiran Issei.

" Jangan berpikir aku seorang yang mulia. Aku melakukan ini hanya kasihan kepada kalian, jujur saja ... bagiku kalian adalah tim yang paling menyedihkan di Meikai " Issei termakan oleh ucapan Naruto. Ia mulai menggeram dan kembali ingin menghajar Naruto, begitu tangan bergauntletnya telah berada 5 cm di depan wajah Naruto, dengan satu gerakan kecil dan cepat Naruto memutar balik keadaan, tangan gauntlet Issei telah berada di depan wajahnya sendiri dengan tangan kanan Naruto yang mencengkram bagian sikunya. Hanya satu dorongan kecil dari Naruto maka tinjunya akan bersarang di wajahnya sendiri.

" Jika kau tak terima atas pernyataanku, maka jadilah kuat. Berhentilah bangga akan nama dan keluarga King kalian. " Naruto melepaskan cengkaraman tangannya dengan memberikan sedikit dorongan dan hasilnya Issei terseret ke belakang sejauh 50 meter. Naruto hanya tersenyum keji melihat raut ketakutan dan tak percaya dari wajah Issei. Kepala Pillar termuda itu membalikkan badannya lalu menghilang dengan kilat emasnya.

Issei meneguk ludahnya berat, tubuhnya bergetar merasakan aura dingin yang datang dari Naruto. Akan tetapi begitu mendengar desahan kesakitan dari teman – temannya ia segera menelan segala ketakutannya, melangkah cepat untuk menuangkan air mata Phoenixnya kepada teman – temannya. Dalam waktu beberapa detik teman – temannya telah pulih dan sadar kembali.

" Ise , ada apa ini ? " Issei bergetar mendengar suara feminim tersebut. Pawn itu tak menggubris panggilan tersebut, ia hanya membantu teman – temannya untuk mengambil sikap duduk, derap langkah 3 pasang kaki terdengar mendekati mereka, saat pundaknya menerima sebuah sapuan hangat Issei kembali bergetar dan dengan gerakan cepat ia berbalik lalu memasang sikap Seiza dengan menundukkan kepalanya dalam.

" Maaf Buchou, aku masih terlalu lemah. Aku bahkan terlalu lemah untuk menjaga kehormatan anda " Rias, Sirzech, dan Grayfia terkejut akan permohonan maaf mendadak dari Issei.

" Tidak, Ise – kun. Kau tak bersalah, tidak ada dari kalian yang bersalah " Rias berusaha menenangkan pawn satu – satunya itu, ketika Issei membuka mulutnya untuk kembali meletakkan kesalahan pada dirinya, Sirzech angkat bicara.

" Rias – chan benar Ise – kun. Kedatanganmu kemari telah menunjukkan betapa loyalmu kepada Kingmu. Hari ini kau memang gagal, namun ... suatu hari kau harus berjanji kau dapat melindungi adikku ini " Issei mendongak menatap ekspresi kalem dari Sirzech, walaupun ia masih dapat menangkap Maou Lucifer itu masih kecewa akan kejadian sebelumnya.

" Pasti, aku pasti akan melindungi Rias – buchou, baik itu fisik maupun psikisnya. Lucifer – sama dapat mengandalkan saya. " Sirzech tersenyum lembut mendengar tekad Issei, ia berpaling kepada Rias yang telah menahan tangisnya melihat kesetiaan pawn nya itu.

" Arigatou Issei – kun " bisik Rias. Sirzech tersenyum kecil melihat adiknya, namun sedetik kemudian ia memandang ke depan memikirkan sesuatu

' Apa yang sebenarnya ada di pikiranmu Uzumaki Naruto ? '

XoX

Naruto kini berada di apartemen Agares yang berada di Osaka, ia duduk di tepian kasurnya menatap ke arah pemuda lain yang duduk di tepian meja belajarnya. Naruto mengerutkan alisnya mendengar laporan dari pemuda bersurai raven yang merupakan Knightnya itu.

" Ia mengincar Longinus ? "

" Hn "

Sasuke mendengus sebagai jawaban. Setelah kejadian dimana tiba – tiba ia diserang dengan ilusi tingkat tinggi hingga membutuhkan Sharinggan untuk menganulirnya, demi-god itu mencari tahu apa yang terjadi dengan membaca ingatan dari para penduduk desa yang telah ia pulihkan terlebih dahulu. Ia masih belum mendapat gambaran siapa orang tersebut, tapi hanya dengan melihat gestur dan apa yang dibisikkan sosok tersebut, Sasuke percaya bahwa orang itu siapapun dia mengincar pemegang Longinus.

" Bagaimana dengan telos karma mu ? Apa terjadi sesuatu ? Kau tahu maksudku ? " tanya Naruto beruntun

Sasuke menggeleng.

" Awalnya aku berpikir jika mungkin Longinusku telah ia curi atau menghilang dariku. Namun, saat aku kembali ke Grigory dan meminta Azazel memastikannya. Azazel mengatakan tak terjadi apa – apa. "

Naruto mengangguk sambil mengelus dagunya lambat – lambat.

" Aku penasaran apa tujuannya. Longinus bukan satu kesatuan seperti Bijuu yang merupakan komponen dari Shinjuu, apa ia berniat membuat senjata baru ? Namun, mengingat ia mampu menjebakmu kupikir ia cukup berbahaya. " Sasuke mengangguk, ia berpikiran sama seperti Naruto. Ia beruntung dapat selamat karena memiliki Sharinggan untuk menganulir ilusi tingkat tinggi tersebut.

" Ah, terdapat keanehan lainnya. " Naruto mengangkat alisnya memberi tanda untuk Sasuke melanjutkan informasinya.

" Hutan yang menjadi tempat misimu dari Lucifer – sama "

" Ada apa dengan hutan itu ? Kau telah memulihkannya kan ? Maaf, aku buru – buru untuk pesta pertunangan Raiser " potong Naruto cepat menghasilkan perempatan imajiner di dahi sang Uchiha terakhir.

" Jangan memotong ucapanku dobe " gerutu Sasuke dengan tangan yang bersiap menarik pedangnya

" Apa begitu caramu berbicara dengan Kingmu – teme " Naruto balas menggerutu dengan mengambil bantalnya sebagai senjata untuk melawan pedang Sasuke.

" Ha ... " Sasuke menghela nafas panjang. Kingnya sama sekali tak berubah walaupun telah memiliki 2 gadis sebagai tunangan, sepertinya kedua gadis itu masih belum bisa mengubah tabiat idiot dari Kingnya ini. " Dengar, saat aku datang ke hutan tersebut ... aku tak menemukan sama sekali kerusakan. "

" Ha ? "

" Yap, aku sama sekali belum memperbaiki apapun. Aku telah memastikan di sekitar dan sama sekali tak menemukan bekas pertarungan. Pemulihannya bahkan jauh lebih baik dari biasa yang kulakukan "

" Itu berarti ... " Naruto menggantung ucapannya lalu melebarkan matanya.

" Benar, kemungkinan ada sosok yang telah mengamatimu sedari awal. Ia pasti memulihkan keadaan hutan itu untuk memberikan petunjuk kepadamu tentang keberadaannya. Sepertinya ia sama sekali tak takut denganmu " Naruto mengangguk dalam diam. Sasuke juga ikut diam. Hening melanda begitu lama

" Jadi ... apa yang akan kau lakukan ? " Sasuke memutuskan untuk menghentikan keheningan tersebut.

" Untuk saat ini tidak ada. Azazel – Ojii – sama lebih berkaliber dalam mencari data dibandingkan aku, maka aku akan menyerahkan hal ini kepadanya. Kau telah memberitahunya bukan ? " Sasuke mengangguk.

" Ah, bagaimana dengan 'dia' ? Apa Rumania masih melarangnya keluar ? " Naruto mengalihkan perbincangan.

" Dia baik – baik saja, tidak berubah semenjak 1 tahun yang lalu. Ia masih kekanak – kanakan, sama sepertimu. Ah, ia masih menyimpan bidak bishop yang kau berikan padanya 3 tahun yang lalu, ia mengatakan sambil merona merah bahwa bidak bishop itu merupakan kenang – kenangan terindah darimu " jawab Sasuke dengan datar, walaupun sedang membahas sedikit romansa.

" Uhm " Naruto mengangguk polos sama sekali tak menyadari adanya bumbu romansa dalam cerita Sasuke. " Kuharap mereka tak terlalu mengekang dia. Perjanjian dengan mereka hanya membuatku berhasil membawa Gasper – kun ke Meikai "

" Kalau begitu, kau hanya harus menunggu bukan ? Saat waktunya nanti, kau akan datang dan menyelamatkannya bukan ? " Sasuke melompat kecil dari meja yang ia duduki, menepuk sedikit debu di pantatnya lalu melangkah meninggalkan kamar tersebut.

" Sasuke ... " Sasuke tersentak sebentar, Naruto hanya memanggil namanya begitu ada hal penting. Mereka telah biasa memanggil dobe atau teme satu sama lain. " berhati – hatilah ". Satu senyum tipis terukir pada bibir Uchiha terakhir tersebut, ini yang ia hargai dan hormati dari Naruto. " Hn " balasnya lalu meninggalkan apartemen Naruto, membantu Azazel untuk mencari data mengenai penyerangnya tempo hari.

Naruto mengambil sikap berbaring, ia tersenyum kecil setelah mendengar laporan Sasuke.

' Akhirnya kau muncul juga 'batin Naruto.

XoX

At Bael Forest, Underworld

Bael terkenal akan kekuasaannya yang jauh melebihi Pillar – pillar lainnya di Meikai. Tahta mereka sebagai Great King yang merupakan posisi kedua setelah Lucifer memberikan mereka teritory yang jauh lebih besar dan banyak baik itu di Meikai maupun di dunia manusia, bahkan tak jarang terdapat perusahaan – perusahaan raksasa di dunia manusia yang dijalankan oleh para iblis Bael. Kekuatan mereka juga jangan ditanya lagi, Sirzech Lucifer walaupun berasal dari Gremory namun tak dapat ditampik bahwa kemampuannya berasal dari darah Bael ibunya, Venelana.

Kini, tampuk kekuasaan Great King berada pada pundak seorang pemuda yang dahulunya memiliki masa lalu kelam, dihina bahkan diusir dari Pillarnya sendiri membuat Sairaorg berlatih begitu keras hingga berhasil mengambil kembali gelar pewarisnya setelah menunjukkan hasil latihannya yang mampu membuatnya menjadi Iblis murni termuda dan terkuat yang ada di Underworld tentu saja ia masih berada di bawah tingkatan Strongest Youth, Uzumaki Naruto yang saat ini telah menjadi Lord Uzumaki. Uzumaki Naruto merupakan salah satu dari sosok yang ingin Sairaorg kalahkan, maka dari itu saat dimana iblis muda seusianya sibuk memanjakan diri dengan segala kemewahan Pillar mereka, Sairaorg lebih sering menghabiskan waktu untuk berlatih di hutan Pillar Bael yang luasnya setengah pulau Jepang.

" Well, well ... " Sairaorg mendelik ketika mendengar suara samar – samar yang berada di belakangnya. Ia cukup terkejut mendapati dirinya sama sekali tak menyadari keberadaan orang tersebut, entah karena orang di belakangnya ini memang mahir dalam kontrol energi atau memang kesadaran dari orang tersebut sangat kecil karena dari nada suaranya, sosok di belakangnya terdengar seperti mabuk.

Sairaorg diam sesaat, mengambil posisi siaga namun tidak menampakkan offensif. Ia tidak bisa langsung menyerang orang tersebut, karena ia belum tahu apa yang diingin orang tersebut dan seberapa tinggi kemampuan dari calon musuhnya ini.

Srek

Tubuhnya segera berpaling ke arah sumber suara dan mendapati seorang pria berjubah putih dengan wajah yang tertutupi oleh Hoodie, jalannya sedikit sempoyongan dan beberapa bagian jubahnya terlihat terbakar.

" Ternyata tak mudah untuk menginfiltasi tempat ini " ujar orang tersebut, yah benar dia orang, manusia dengan hawa sacred gear. Sairaorg tidak terlalu mengetahui jenis apa sacred gearnya karena ia memang lebih mengedepankan aspek power dibanding strategi, berbeda dengan Sona, maupun Seekvaira.

" Apa tujuanmu menginfiltrasi wilayahku ? " tanya Sairaorg dengan nada berat, terdengar mengancam. Seberkas touki putih telah mengumpul bersiap jika akan terjadi pertempuran.

" Tidak ada disini huh ? Kupikir ia akan selalu lengket denganmu ? "

' Lengket denganku ? Siapa yang ia maksud ? Mungkinkah ... " Sairaorg mengerutkan alisnya masih mencoba mencerna informasi yang datang dari sosok tersebut walaupun informasinya masih sangat rancu.

" Bah, sepertinya tak ada jalan lain ... " Sairaorg bergerak cepat menerjang sosok tersebut begitu melihat tangan dari sosok tersebut bergerak menuju salah satu sisi jubah di badannya. Sairaorg bergerak sangat cepat, tangannya telah terlapis oleh touki putih dan ia bersiap meninju tubuh sosok misterius itu yang telah tak dilindungi oleh jubahnya karena telah dibuka sedikit.

Koak koak koak

Sairaorg melebarkan matanya begitu tubuh sosok tersebut berubah menjadi sekumpulan gagak yang berkicau nyaring dan mulai mengelilinginya. Suasana hutan yang sebelumnya sepi kini menjadi begitu kelam dengan langit Meikai yang mendadak berubah merah, Sairaorg semakin terkejut begitu mendapati tanah tempat ia berpijak telah raib dan sekarang ia mengambang di udara dengan diiringi oleh kicauan gagak yang semakin berdengung nyaring.

' ilusi huh ? ' batin Sairaorg. Ia mencoba untuk mengkonsentrasikan energinya untuk lepas dari serangan ilusi tersebut namun tak ada hasil, malah ia menjadi semakin panik begitu melihat jumlah gagaknya semakin banyak dan mulai mengelilinginya membuat sebuah bola dimana ia menjadi intinya. Energinya sama sekali tak dapat dikeluarkan, 5 gagak berkumpul di depannya membentuk sosok berjubah tersebut yang telah mengenggam sebuah salib dengan ujungnya yang tajam

" Mati " ujar sosok tersebut melemparkan salib tak dapat bergerak, matanya terus melebar mendapati salib tersebut semakin mendekatinya tepat ketika salib itu berada di hadapannya, dunia ilusi tersebut mendadak hening, terjadi beberapa retakan dari dunia tersebut sebelum akhirnya Sairaorg kembali sadar dengan posisi berlutut dan mata masih melebar.

Tak ada kata – kata yang keluar dari bibirnya, dan ia hanya dapat menangkap bayangan pawnnya, Regulus yang telah bertransformasi menjadi singa emas tengah berhadapan dengan sosok berjubah.

Regulus menggeram begitu melihat Kingnya pingsan, dengan satu hentakan dari kaki depannya, tanah dari hutan tersebut terbelah dua menghasilkan guncangan yang cukup keras namun tak mampu membuat sang sosok berjubah untuk jatuh, terlihat secara samar sebuah kekkai di sekeliling hutan tersebut sehingga getaran dan guncangan itu tak terasa pada bagian luar hutan.

" Kau terlalu emosian, kucing besar ... " Sosok berjubah itu mulai melompat ke salah satu pohon di belakangnya menghindari Regulus yang mulai bergerak untuk mencakarnya. " Karena kau telah direinkarnasikan sebagai iblis, maka serangan ini pasti berefek padamu ... " Sosok berjubah itu mengulurkan telapak tangannya ke depan dan dalam sekejap kobaran api ungu terbentuk dan sosok tersebut segera menembakkannya kepada Regulus yang bergerak cepat membawa tubuh Sairaorg karena mengetahui api ungu tersebut, itu api suci , sekali saja iblis menyentuhnya maka tamat riwayatnya.

" Incrinate Anthem huh ? " Sosok berjubah itu segera menoleh ke belakangnya dan menerima sebuah tendangan di dagunya hingga mementalkannya sangat jauh.

" Naruto – san ... " Naruto yang baru tiba tersebut menoleh kepada Regulus yang telah kembali ke dalam avatar bocah laki – laki. " Regulus, aku akan mentransfermu dan Sairaorg ke depan istana Bael sekarang, tak perlu jelaskan apa yang terjadi. Aku akan mengurusnya ... "

" Baiklah, Naruto – san. Terima kasih telah memenuhi panggilan anda " Naruto hanya mengangguk singkat sebelum akhirnya menteleport Regulus dan Sairaorg. Naruto mengambil pose duduk bersemedi sesaat dan sekejap 9 ekor rubah muncul dari belakang tubuhnya.

Summon : Canis Lykaon

Anjing hitam dengan tinggi hampir satu meter muncul di samping Naruto.

" Jin, tetaplah dengan bentuk avatarmu. Kali ini, kau akan menjadi support " Anjing itu hanya mengangguk singkat sebelum dirinya memudar menjadi seberkas bayangan yang bergabung dengan bayangan Naruto.

Seberkas aura emas menyelimuti pupil Naruto, kali ini ia mengkonsentrasikan matanya untuk mendapat visual lebih tinggi. Sosok berjubah yang Naruto tendang telah kembali ke hadapan Naruto, jarak mereka terpisah sekitar 100 meter, terlihat jubah putih dari sosok tersebut menerima banyak debu dan lecet di beberapa bagian.

" Kupikir untuk menyisakanmu terakhir, namun tak kusangka aku harus menghadapimu sekarang " gerutu sosok tersebut.

" Siapa kau ? "

" Ekstensi yang sama sepertimu ... " Naruto mengerutkan alisnya ketika visualnya menangkap 4 artefak longinus berada dalam tubuh sosok tersebut

" Jangan bercanda ... kau melebihiku " ujar Naruto menonaktifkan Declare of Warnya.

Pertarungan antara dua makhluk yang memegang Longinus lebih dari satu akan dimulai untuk menentukan takdir dunia ke depannya.

TBC

Oke, ini dia update terbarunya. Ada yang bilang gue buru – buru, yap itu benar namun itu masih dalam tahap normal. Terbukti, belum apa – apa aku sudah membuat Naruto langsung berhadapan dengan Main Antagonist, tentunya aku telah mempersiapkan sedikit kejutan untuk ke depannya. Hal ini terkait dengan pengembangan alur. Untuk yang protes kalau Naruto terlalu kuat padahal cuma dilatih 3 tahun, ni gua jelasin. Naruto disini udah aku rancang memiliki kecerdasan tinggi dan daya tangkap cepat dan lagi gurunya adalah dua Maou yang sangat cerdas tentu berbeda dengan Vali yang hanya diajari oleh Azazel, lagi Naruto melakukan latihan secara terus menerus dan langsung dihadapi dengan praktek nyata melalui misi – misinya. Terlebih lagi, jika anda ingin membuat perbandingan maka aku akan beri perbandingan baru, dalam light novelnya Issei mencapai tingkat Sirzech hanya dalam waktu setahun, lalu kalau dibandingkan lagi ke Naruto, Naruto dan Sasuke dalam waktu kurang dari satu malam tiba – tiba menjadi sekuat dewa. Nah, gimana kalau Naruto diberi sesuatu oleh Kurama yang merupakan esensi dari ruang dan waktu, mungkin bukan jika dalam waktu singkat Naruto sekuat itu ?. Ada yang bilang kalau aku ingin ganti pemeran utama, kuberi petunjuk sedikit saja, hal itu benar. Lebih tepatnya bukan mengganti pemeran utama tapi menonjolkan peran utama yang lain. Naruto mulai dari arc ini akan perlahan menjadi grey, aku memberi sedikit petunjuk atas sikap Naruto ini pada chap ini, ah mengenai ketentuan promosi status Naruto salah satunya aku yakin reader udah ada yang dapat menebak karena aku telah memberi kode keras di chap ini.