Longinus 14Th ( Declare of The War )
Naruto Masashi Kishimoto
High School DxD Ichie Ishibumi
Warning : AU, OOC, OC, TYPO, Semi Canon, dan Lain – lain
DemiDevilNaru, SmartNaru
Chapter 12 : Sona Sitri, My First Female Friend ( New Threat )
Flashback 3 Years ago
Sona mengerutkan keningnya, iris violet indah yang tersembunyi oleh sepasang lensa kacamata itu terus bergerak menyusuri sepapan kecil bidang catur memperhatikan setiap posisi dari bidak catur putih yang menjadi lawannya. Satu sisi bibirnya terangkat begitu ia mulai menspekulasi akan gerakan ke depannya yang akan dilakukan lawannya.
Jari mungilnya menggeser bidak Bishop menuju H8. Dan ia menegakkan kembali postur tubuhnya sambil bersedekap dada begitu gilirannya selesai.
" Bishop ? " Sona mengangguk memberikan konfirmasi atas kebingungan pemuda di hadapannya. Pemuda bersurai pirang itu mengerutkan keningnya sebentar lalu melihat sekilas setiap posisi dari bidak milik Sona, belum ada yang tereliminasi sama sekali berbeda dengannya yang telah kehilangan 3 bidak, yakni bishop dan 2 pawn.
" Ini tidak sepertimu yang biasanya Naruto – kun " komentar Sona melihat Naruto cukup lama berpikir untuk membalas strateginya, biasanya Naruto hanya memandang sekali selama 5 detik dan langsung membuat gerakan yang tak Sona duga.
" Mungkin keterampilan anda semakin meningkat Sona – sama " balas Naruto menggeser salah satu pawnnya. Iris Sona menyipit melihat gerakan tersebut.
' Apa ia memberiku celah, tapi tunggu ... biasanya ini hanya jebakan ' batin Sona. 1 menit berikutnya gadis itu habiskan hanya untuk memprediksi gerakan Naruto ke depannya jika ia memajukan salah satu pawnnya.
Naruto menopang dagunya sebentar menatap lama wajah Sona yang begitu fokus pada papan catur di hadapannya. Sona merupakan teman perempuan pertamanya, Seekvaira tidak dapat dihitung karena Naruto tak mengakui iblis sangar itu merupakan perempuan sebab ia sama sekali tak menemukan sisi kelembutan perempuan dalam diri Seekvaira.
" Apakah Serafall – sama masih lama ? " tanya Naruto masih menunggu Sona untuk melakukan gerakan dalam gilirannya.
Sona mengangkat kepalanya dan menatap Naruto dengan pandangan blank. Naruto hanya mampu sweatdrop melihat ekspresi tersebut datang dari pewaris Sitri yang anggun di hadapannya. Sering kali Sona melupakan tujuan awal dari kedatangan Naruto ke Mansion Sitri. Yah, hal itu terjadi karena Sona memiliki obsesi untuk mengalahkan Naruto dalam catur, Naruto satu – satunya iblis di Meikai yang belum ia dapat kalahkan dalam pertarungan strategi tersebut, dengan Seekvaira mereka selalu berakhir imbang.
" Sera – Neesama masih sibuk dengan proposalnya " jawab Sona berbohong untuk menahan Naruto lebih lama.
" APAAA ? SERA – SAMA AKAN MENIKAH ?! " Sona sweatdrop mendengar teriakan panik dari Naruto. Sementara itu, Naruto yang merupakan fans dari Serafall mulai berencana untuk menyelidiki siapa iblis jantan beruntung yang akan menjadi suami dari gurunya, ia harus menguji terlebih dahulu apakah iblis jantan tersebut pantas untuk bersanding dengan gurunya. Naruto manggut – manggut memuji rencananya.
" Proposal tugas Naruto – kun, bukan proposal pernikahan " Sona memperjelas.
" Ah, begitu .. " gumam Naruto sambil menghembuskan nafas lega.
" Giliranmu, Naruto – kun " Naruto melihat ke papan catur dan mendapati Sona telah mengambil gerakan. Naruto mulai menjalankan strateginya dan pertandingan catur tersebut berakhir seperti biasa, Naruto mengalami kemenangan. Namun, terdapat satu kalimat dari Sona yang sampai saat ini belum dapat ia pahami.
" Selamat kau memenuhi kualifikasiku, Naruto – kun ". Sona saat itu tersenyum kecil saat mengatakannya, gadis itu tak memberi kesempatan kepada Naruto untuk bertanya, ia segera meraih pergelangan tangan Naruto dan menarik Naruto menuju ruangan kerja kakaknya.
.
"-ou"
"Kaichou"
Sona mengerjapkan matanya mendengar panggilan tersebut, ia segera menoleh ke Tsubaki yang memanggilnya.
" Ah, ada apa Tsubaki ? " Tsubaki sang Queen hanya menghela nafas panjang.
" Anda memikirkan Naruto – sama lagi ? " Semburat merah mulai muncul pada pipi pualam Sona.
" A- Apa yang kau maksud ? " Sona merutuk dirinya yang kehilangan ketenangan hingga membalas godaan dari queennya dengan nada terbata.
" Tenang saja, Kaichou. Naruto – sama akan hadir sebentar lagi bersama dengan Serafall – sama " Tsubaki menyeringai kecil ketika melihat wajah dari Kingnya semakin memerah. Tsubaki telah menjadi queen dari Sona semenjak Sona berusia 10 tahun, tentunya Tsubaki telah memahami tingkah laku Sona dengan sangat baik, ia juga sangat loyal, dan hal yang paling Sona senangi adalah Tsubaki dapat berperan ganda yakni sebagai Queen maupun sebagai sahabat.
" Ini tidak seperti yang kau pikirkan, Tsubaki " Sona masih mencoba membantah, walau wajah memerahnya telah mengagalkan seluruh pembelaannya.
" Terlebih bukankah ada sesuatu yang hendak kau laporkan padaku ?, Tsubaki " Sona mencoba mengalihkan topik dan hal itu berhasil dengan Tsubaki yang kembali ke mode strictnya.
" Maaf saya sempat melupakannya Kaichou ... Pagi ini saya melihat kehadiran Lucifer – sama dan Grayfia – sama di sekitar ruangan Gym bersama dengan Hyodou – san dan peerage Rias – sama lainnya. "
" Ah, Lucifer – sama dan Grayfia sama datang kemari ya ? Tidak mengherankan jika mengingat Lucifer – sama begitu ingin melihat kerja keras Rias dan juga kondisi Rias setelah sempat bertarung dengan Kokabiel. " komentar Sona pada dirinya sendiri.
" Tsubaki .. " Sona dan Tsubaki berhenti berjalan di lorong yang sepi.
" Aku ingin agar kau memberitahu para anggota OSIS lainnya untuk mengamankan aktivitas akademi seperti biasanya, terutama untuk Saji. Kau harus mengingatkannya untuk berprilaku sopan mengingat pertemuan 3 fraksi akan dilaksanakan malam ini di Akademi Kuoh. " Tsubaki mengangguk mengerti, ia berbalik ke belakang bersiap menjalani perintah Kingnya, normalnya hal itu dapat ia sampaikan hanya dengan sihir komunikasi namun dengan padatnya lingkungan akademi hari ini, Tsubaki memilih untuk langsung menemui satu persatu anggota OSIS.
" Ayo cepat ke ruangan Gym! " Tsubaki berhenti melangkah begitu teriakan para siswa laki – laki di dekat awal lorong mendominasi semua suara di akademi tersebut. Terdengar derap langkah kaki yang terburu – buru.
" Dilarang berlari di koridor !" Bentak Sona segera menghentikan kegaduhan sesaat tersebut. Para siswa serentak menoleh kepada Sona dan serentak pula merinding mendapati tatapan tajam dari ketua OSIS mereka yang sangat disiplin.
" Ah, maaf Kaichou dan Fukukaichou " salah satu siswa meminta maaf dengan menggaruk tengkuk belakangnya.
" Ada apa kalian terburu – buru, apakah ada masalah ? " tanya Tsubaki.
" Tidak ada masalah Fukukaichou, hanya saja beberapa siswa menemukan adanya gadis bercosplay di ruangan Gym "
Tsubaki segera menatap Sona dengan pandangan prihatin begitu melihat wajah Sona sedikit memucat.
" Cosplay ? Bagaimana ciri – cirinya , ciri khusus ! " Sona bertanya dengan nada menuntut semakin membuat para siswa tak nyaman mendapati tatapan yang mengerikan dari ketua osis mereka.
" Kudengar gadis itu berpakaian penyihir berwarna pink ... " Sona diam menunggu kelanjutan deskripsi dari salah satu mahasiswa yang kelihatan bingung untuk mendeskripsikan lebih lanjut, salah satu siswa yang berada paling ujung segera menyeletuk.
" ah, ada yang mengatakan bahwa gadis itu bersama dengan lelaki pirang dan gadis itu membawa tongkat sihir dengan ujung berbentuk bintang "
Tanpa aba – aba yang jelas, Sona segera berlari menuju ke ruangan Gym setelah mengenali ciri – ciri tersebut. Tsubaki menggelengkan kepalanya melihat reaksi dari Kingnya, lalu kembali berhadapan dengan para kerumunan siswa yang bingung akan tindakan tak biasa dari Sona.
" Kalian kembalilah ke kelas. Jam pelajaran pertama akan segera dimulai "
Para siswa hanya dapat mematuhi sambil mengeluh atas perintah Tsubaki tersebut. Tsubaki melihat dengan ekor matanya kerumunan siswa itu kembali ke kelas sebelum akhirnya mengejar Sona. Ia mendapati Sona berdiri kaku di depan pintu ruangan Gym.
" Ada apa Kaichou ? " tanya Tsubaki kepada Sona yang hanya memberikan tatapan janggal. Ekspresi tak nyaman dan terganggu jelas terlihat di wajah oval Sona ketika mereka merekognisikan beberapa aura iblis di dalam ruangan itu, terdapat Sirzech, Grayfia, Rias lengkap dengan anggotanya serta Saji yang berada di pinggir ruangan sedangkan di tengah ruangan tepat di kerumunan para siswa terdapat dua iblis dengan pancaran aura yang hampir sama kuat, itu Naruto dan Serafall.
Sona mengambil nafas panjang sebelum akhirnya membuka pintu tersebut.
" APA YANG KALIAN LAKUKAN DI SINI ? JAM PERTAMA AKAN DIMULAI 15 MENIT LAGI, KEMBALI KE KELAS KALIAN MASING – MASING ! "
Dalam sekejap, kerumunan para siswa segera menghilang mendengar teriakan nyaring dari Sona.
" So – tan! " Serafall yang segera menyadari kehadiran adik tercintanya segera berlari menuju Sona yang mengambil nafas panjang dan segera mengulurkan tangannya ke depan tepat mengenai kepala kakaknya sehingga membuat kakaknya tak dapat memeluknya.
" Ada apa So – tan ? Bukankah kau juga merindukan kakakmu ini juga ? " Serafall terus melakukan gerakan – gerakan asal selagi ditahan Sona.
" Nee – sama tenanglah dan bersikap selayaknya orang dewasa " Sona memperingati dengan air keringat terus mengalir dari dahinya.
" Ta – Tapi aku hanya ingin menunjukkan rasa rinduku ... " Serafall berhenti bergerak dan mendekati Sona yang lebih tinggi darinya, tatapannya melembut dengan air mata yang mulai mengumpul di iris violetnya.
" Tidak, kau hanya berusaha mempermalukanku Nee – sama " Sona sama sekali tak terpengaruh atas ekspresi Serafall.
Tsubaki tersenyum sesaat begitu melihat interaksi antara Sona dan Serafall, irisnya berpindah kepada Saji yang telah berjalan mendekati Naruto yang masih berada di tengah ruangan.
" Siapa kau ? " Tsubaki merutuk kebodohan Saji di dalam benaknya, ia pun segera melangkah mendekati Saji dan memberikan satu tepukan keras di ubun – ubun sang Pawn.
" Saji, perhatikan sikapmu " tegur Tsubaki
" Ta- tapi Fukukaichou ... siapa orang ini ... bisa saja dia orang yang ingin berniat jahat pada Kaichou bukan ? " Saji bertahan dengan mengeluarkan alasan yang ia pikirkan cukup masuk akal walaupun dengan nada terbata.
" Kau tahu ... menanyakan nama orang lain dan membicarakannya di belakangmu itu sungguh tidak sopan. Yah, tapi mau bagaimana lagi ... " Saji berpaling menuju Naruto, menemukan tangan kanan Naruto telah terulur ke arahnya.
" Uzumaki Naruto, mohon bantuan ke depannya " Saji terlihat ragu sesaat sebelum akhirnya membalas jabat tangan tersebut.
" Genshirou Saji bukan ? Pemilik Vvitra saat ini, salah satu dari 5 Dragon King. Tipikal Sitri ... " Saji hanya dapat membuka mulutnya merasa bingung akan pernyataan dari Naruto, ia bahkan belum memperkenalkan dirinya dan Naruto telah mengetahui dua poin penting dalam ekstensinya sebagai anggota Sona, apakah dia cukup terkenal ? itulah pikiran narsis Saji.
Naruto tersenyum tipis mendapati ekspresi bingung Saji, namun tak memilih untuk bertindak terlalu jauh, ia melepaskan jabat tangan tersebut dan mengambil langkah mendekati Sirzech, Grayfia dan tim Rias yang berada di tak jauh darinya.
" Lucifer – sama, Grayfia – sama senang bertemu dengan anda " Naruto menunduk sedikit memberikan sapaan. Sirzech dan Grayfia hanya mengangguk dengan senyuman yang dipaksakan, tentunya mereka masih belum bisa melupakan perbuatan Naruto yang mengagalkan semua rencana mereka dalam pertunangan Rias. Atas perbuatan Naruto, sempat terjadi guncangan politik di Meikai, dan Sirzech harus bekerja sangat keras untuk mengembalikan citranya sebagai Lucifer walaupun masih belum menunjukkan hasil yang cukup signifikan.
" Gremory – sama juga, senang bertemu dengan anda " Naruto memberikan senyuman tipis kepada Rias dan anggota timnya yang dianggap oleh tim Rias selain Xenovia sebagai seringaian mengejek.
" Kulihat anda menambah satu anggota, Rias – sama " Naruto berkomentar begitu melihat Xenovia yang berdiri di samping Asia. Setitik aura emas muncul pada iris biru kanan Naruto.
" Xenovia Quarta, ksatria Gereja yang berada di bawah bimbingan Griselda, prajurit terkuat kedua di Gereja setelah Dulio Gesualdo. Pemegang Durandal dan sebelumnya memegang Excalibur Destruction sebelum berpihak ke bangsa Iblis " Xenovia dan seluruh tim Rias hanya dapat terbengong mendengar informasi yang diberikan Naruto atas Xenovia seratus persen tepat.
" Kemampuan analisismu sangat berkembang Naruto " Sirzech memberikan komplimen.
" Semuanya berkat bimbingan dari Ajuka – sama, Lucifer – sama " Naruto memilih merendah menanggapi komplimen Sirzech. Ia kembali menatap Rias
" Gremory – sama, bolehkah saya bertemu anggota peerage anda yang sekarang berada di ruangan klub. Sudah setahun ini aku tidak bertemu dengannya " Issei, Asia, dan Xenovia bingung akan permintaan Naruto, mereka melihat ke sekeliling dan mendapati seluruh anggota Rias telah berada di ruangan tersebut, jadi siapa yang dimaksud Naruto.
Sementara itu, Rias hanya tersenyum kecil. Ia memang kecewa akan tindakan Naruto saat pesta pertunangannya namun Naruto juga memiliki andil besar dalam hidupnya.
" Tentu, Naruto – san. Namun, sayangnya aku tak dapat melakukannya sekarang, karena setelah ini aku memiliki jam Ekonomi yang mana aku berbagi kelas dengan Akeno, Sona, dan Tsubaki. Apakah kau keberatan untuk memberi kami sedikit waktu ? " Naruto menggeleng pelan sebagai balasannya. Naruto lalu berjalan menghampiri Serafall yang telah selesai berdebat dengan Sona.
Naruto berbisik kepada Serafall setelah Serafall membuat sihir kedap suara di antara mereka berdua. Sona menaikkan alisnya melihat hal itu, ia belum pernah mendapati kakaknya merahasiakan sesuatu darinya.
Sona dan yang lainnya hanya hening memberikan murid dan guru tersebut berinteraksi. Sirzech dan Grayfia hanya berekspresi datar, mereka telah mengetahui apa yang direncakan Naruto dan Serafall.
" Baiklah, Naru – tan. Ayo kita pergi, Aju – tan dan Azazel pasti telah menunggumu... Sir – tan dan Fia – tan apa kalian juga akan ikut ? " tanya Serafall kepada Sirzech yang hanya memberikan gelengan pelan.
" Aku percayakan kepada kalian untuk masalah itu, sangat jarang bagiku untuk melihat aktivitas Rias – chan di akademi " tolak Sirzech, dan Grayfia tak perlu ditanyakan ia akan terus menempel pada Sirzech.
" Baiklah, kalau begitu kami pergi dahulu. Levia – tan dan Naru – tan berangkat " Dua lingkaran sihir berwarna biru dan orange segera menenggelamkan kedua ekstensi tersebut.
Sona menghembuskan nafas panjang begitu melihat kakaknya pergi.
" Kalian lebih baik kembali ke kelas sekarang. Jam pertama sudah dimulai "
XoX
Naruto saat ini berada dalam sebuah ruangan hotel, hotel Leviathan tepatnya yang merupakan milik Serafall pribadi. Hotel tersebut dibangun untuk membantu Serafall mengawasi tugas Sona di Kuoh, sebagai seorang kakak ia sangat menyayangi adiknya dan terus berusaha membantu adiknya dari jauh, ia paham Sona tak ingin dimanjakan oleh pengaruh kakaknya sebagai salah satu Maou maka dari itu, Serafall hanya berada di Kuoh dalam waktu – waktu khusus.
Di dalam ruangan mewah tersebut berkumpul ekstensi – ekstensi terkuat dari ketiga fraksi Bibble, diantaranya dari Meikai terdapat Ajuka Beelzebub dan Serafall yang duduk santai pada sofa sebelah kiri, selanjutnya dari Grigory, Azazel duduk dengan gaya malas di sofa sebelah kanan ditemani dengan Vali yang bersandar di dinding belakang tak jauh dari sofa Azazel dan juga Tobio yang berdiri tegap di samping Azazel, terakhir yang menduduki sofa di tengah merupakan Michael, petinggi dari Heaven saat ini, ia hanya sendiri tidak dikawal oleh siapapun dan terakhir Naruto yang berdiri menghadap pada tiga sofa tersebut seperti seorang tersangka dalam pengadilan.
" Nah, bocah ... cepat jelaskan maksudmu mengundang kami kemari ! " perintah Azazel dengan nada malas.
" Baiklah sebelumnya saya berterima kasih karena para petinggi sekalian telah bersedia memenuhi undangan saya " Naruto menundukkan kepalanya sebentar lalu kembali mengangkatnya memberikan tatapan yang serius.
" Maksud saya mengundang anda kemari karena saya ingin meminta izin para petinggi untuk berhadapan dengan teroris yang sungguh berbahaya " Michael, Ajuka, dan Serafall mengangkat alis mereka penasaran akan maksud Naruto sementara Azazel mulai mengubah sikap duduknya, ia mengetahui maksud Naruto.
" Apa yang kau maksud Khaos Brigade ? " Michael bertanya memastikan.
" Bukan ... Teroris ini lebih berbahaya dibanding kelompok tersebut " Para penghuni ruangan tersebut selain Azazel melebarkan mata mereka. Mereka para petinggi tentunya telah mendengar rumor mengenai Khaos Brigade yang mana merupakan kelompok teroris yang dipimpin sendiri oleh Ophis, Uroboros Dragon, Naga yang kemampuannya bahkan ditakuti oleh God of Bibble dan sekarang Naruto berujar bahwasanya terdapat satu teroris yang lebih berbahaya dibanding Khaos Brigade.
" Naruto – kun, apakah ini terkait dengan ditemukannya kau dalam kondisi sekarat 3 bulan lalu di hutan Bael ? " tanya Serafall dengan nada prihatin. Fakta ini menyentak Vali dan Tobio, mereka mengetahui bahwasanya Naruto itu sangat kuat dan mendengar bahwa sosok sekuat Naruto dapat sekarat 3 bulan yang lalu berarti terdapat musuh yang kuatnya melebihi Naruto, apakah itu terorisnya ? Vali tersenyum maniak menerima fakta tersebut, ia menemukan satu lagi orang yang harus ia lawan.
" Benar Serafall – sama, maaf aku harus berbohong saat itu. Aku ingin mencegah kepanikan meluas dan mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu. " Naruto menundukkan kepalanya sebentar.
Serafall tersenyum kecil
" Tak masalah Naruto – kun, aku dan Aju – tan menyadari bahwa saat kau mengatakan kau dan Sairaorg – kun diserang oleh Bahamuth liar di Hutan Bael itu merupakan kebohongan. " Ekspresi dari Serafall melembut " lagipula, aku selama ini tak pernah menganggapmu sebagai murid. Aku melihatmu sebagai adik laki – laki yang selalu ingin kumiliki " Naruto sontak menatap wajah Serafall yang tersenyum berusaha menyamankan Naruto, pria pirang itu bertatap pula pada Ajuka yang hanya tersenyum tipis memberikan konfirmasi bahwa apa yang ia rasakan serupa dengan Serafall. Ikatan mereka bertiga telah melebihi guru dan murid, Kedua Maou itu telah menganggap Naruto sebagai keluarga mereka sendiri itu semua berkat kepribadian Naruto yang menarik orang lain untuk peduli padanya.
" Bah, cukup dengan drama melankolinya. Naruto, bisa kau lanjutkan ? " Azazel menginterupsi mengetahui jika ia tak turun tangan maka inti dari pertemuan ini tak akan tersampaikan.
" Terima kasih, Azazel – dono. Yap, seperti yang kukatakan sebelumnya aku ingin meminta izin kepada para petinggi untuk mengurus sendiri masalah Teroris yang satu ini – "
" Bagaimana kau dapat mengurusnya Naruto – kun ? Bukankah kau dibuat sekarat olehnya ? " tanya Michael ragu.
" Memang benar begitu Michael – dono. Namun, hasil akhir dari pertarungan tersebut adalah kemenanganku sebab semenjak pertarungan itu, ia telah kehilangan kemampuan Longinusnya utamanya. "
" Utama ? " beo seluruh penghuni ruangan tersebut terkecuali Azazel. Azazel menghela nafas panjang lalu mengambil alih penjelasan.
" Kalian tentunya pernah mendengar tentang Innovate Clear bukan ? " Azazel menerima anggukan sebagai jawaban atas pertanyaannya. " Itulah yang dimiliki oleh Teroris tersebut, bahkan ia mencapai tingkatan tertinggi yang sama sekali tak dapat diduga. Dengan Longinus itu, ia mampu untuk membuat Longinus lainnya "
Penjelasan singkat Azazel tersebut segera membuat semua orang terkejut. Sekarang, mereka paham bagaimana pengguna Longinus sekuat Naruto dapat dibuat sekarat oleh Teroris tersebut.
" Untuk lebih jelasnya, aku akan menceritakan kembali pertarunganku 3 bulan yang lalu " ujar Naruto.
Flashback 3 Months Ago
At Bael Forest
" Kau bercanda ... kau melebihiku " ujar Naruto ketika bintik emas pada iris birunya mendapati 4 artefak longinus dalam tubuh pemuda berjubah tersebut.
" Setidaknya kita sama-sama memiliki longinus lebih dari satu bukan ? Yah, walaupun Canis Lykaon secara fisik bukan milikmu " Sepasang jet hadir di belakang punggungnya dan menenmbakkan api untuk memberikan dorongan ke depan mempercepat langkahnya mendekati Naruto, seiring langkahnya tersebut tinju dari tangan kanannya terus mengkompres api ungu dalam konsentrasi tinggi. Dapat dipastikan entitas iblis seperti Naruto akan langsung musnah jika bersentuhan dengan tinju tersebut.
Naruto masih berdiri diam tak mengambil tindakan, 5 ekor rubahnya melambai – lambai lembut, tunggu 5 ? Bukankah Naruto memiliki 9 ekor, hal ini disadari oleh pemuda tersebut namun terlambat baginya untuk bertindak, dari dalam tanah 4 ekor tersebut segera menukik membentuk 4 pilar.
Odama Rasengan
Dan masing – masing ekor tersebut membawa bola senjutsu dalam konsentrasi tinggi yang berukuran sebesar bola basket.
Duar
Debu tipis menghalangi penglihatan Naruto begitu keempat rasengannya segera menghantam musuhnya yang juga dapat ia tangkap segera mengkompres api ungu di sekitar tubuhnya untuk menahan serangan tersebut. Keempat ekornya dengan mudah menghancurkan tanah yang membelenggu mereka, sehingga kini kembali berada di sisi Naruto dengan 5 ekor lainnya yang terus bergerak konstan. Ekor itu seakan menjadi pertahanan dinamis bagi Naruto.
Dras
Sebuah panah api keunguan berhasil Naruto tahan dengan mudah menggunakan dua ekornya yang membentuk Rasengan kembali. Iris shapphire Naruto masih terus mengobservasi kemampuan musuh.
" Yah, sudah kuduga ... ini tak akan semudah melawan yang lain ? " keluh pemuda itu menurunkan lengannya yang sekarang telah berbentuk seperti busur panah.
" Apa kau termasuk dalam Khaos Brigade ? " tanya Naruto.
" Untuk pertanyaanmu itu, jawabannya adalah mungkin. Ophis telah menawarkan posisi tangan kanannya di Khaos Brigade, namun aku belum memberikan jawaban. Kheh, organisasi itu tidak terlalu menarik bagiku. Apa kau telah selesai dengan basa – basinya ? " Naruto menyipitkan matanya begitu satu bintik emas di iris birunya menangkap lambang Scope di dada pemuda tersebut.
Selaras meriam hadir kembali pada lengan kanan pemuda tersebut, namun tidak seperti sebelumnya. Meriam itu menghadirkan sebilah pedang terang, yang Naruto yakini terbentuk dari cahaya.
" Serangan energi sepertinya tidak terlalu berdampak padamu, maka aku akan mengambil serangan langsung " Naruto tak mengambil pusing dan segera melancarkan 3 ekornya untuk maju menahan laju pemuda tersebut. Namun, ada hal yang aneh setiap gerakan Naruto menjadi terbatas dan entah mengapa Naruto menjadi begitu sial. Seperti, tiba – tiba ia tergelincir oleh permukaan tanah di sekitarnya atau mendadak kehilangan fokus atas kendali senjutsunya. Sehingga membuat musuhnya mudah mendekatinya.
" Bocah menjauh darinya " Naruto melompat jauh ke belakang untuk menghindari tebasan tersebut, mematuhi peringatan Kurama.
' Telos Karma huh ? ' batin Naruto mengingat laporan Sasuke. Naruto mendecih sebentar sebelum mengeluarkan sebuah badge. Pemuda itu hanya memberikan pandangan singkat pada Naruto sebelum akhirnya kembali menyerang, sepasang jet di belakang punggungnya untuk mempercepat langkahnya menuju Naruto.
Lengan kanannya yang berujung pada Light Saber terhunus ke depan berniat untuk menusuk tepat ke tubuh Naruto. Kali ini Naruto menggunakan kedua ekornya yang telah membentuk rasengan untuk menahan laju pemuda itu, tak seperti sebelumnya Naruto meraih kontrol tinggi atas dua ekornya. Dengan jumlah yang lebih sedikit, Naruto berhasil untuk lebih berkonsentrasi sehingga mampu membuat pemuda itu tertahan cukup lama hanya untuk melakukan beberapa gerakan manuver untuk menghindar dari permainan ekornya.
' Tidak bisa begini terus ' batin pemuda itu mulai terdesak akan kelihaian ekor Naruto. Dari pundak kanannya terbentuk sebuah meriam yang segera menembakkan seberkas serangan berbasis cahaya menuju Naruto. Tentunya hal itu sia – sia, satu ekor Naruto hadir untuk menahan serangan tersebut.
" Bagaimana kalau ini ? " sebuah meriam tebentuk pula pada kirinya. Tak seperti sebelumnya, pemuda itu menembakkan peluru – peluru cahaya dengan kecepatan tinggi dari kedua meriam di pundaknya. Membuat hujan peluru cahaya pada area tersebut. Hal yang membuat Naruto terkagum, adalah pemuda itu melakukan serangan tersebut selagi menghindari kedua ekor Naruto, kali ini Naruto menggunakan 6 ekornya sekaligus untuk membentuk sebuah rasengan yang berukuran sangat besar untuk menahan hujan peluru tersebut.
Cho odama Rasengan
Trang trang trang
Seluruh peluru cahaya yang bersentuhan dengan rasengan raksasa itu segera menguap menunjukkan betapa tinggi konsentrasi yang Naruto berikan pada rasengan tersebut.
" Bocah, sudah cukup bagimu untuk bermain bertahan. Aku yakin kau telah banyak mendapatkan data tentangnya bukan ? "
' Yah, hanya beberapa yang dapat kugunakan untuk mengalahkannya. Namun, Kurama hanya untuk memastikan ... apakah yang kupikirkan benar ? ' ujar Naruto. Yap, ia telah memiliki beberapa spekulasi atas kemampuan musuh di hadapannya ini.
" Ho ... menarik. Kau meminta bantuanku dalam analisis huh ? Ini sangat jarang. Namun baiklah ... " Naruto menghindari sebuah tebasan melintang dari Light Saber itu ketika pemuda itu berhasil lolos dari dua ekornya, masing – masing dari kesembilan ekornya kini mengenggam rasengan biasa untuk bertarung fisik dengan pemuda tersebut.
Namun meskipun begitu, Naruto membagi fokusnya untuk bertarung sekaligus mendengar penjelasan Kurama.
" Spekulasimu sangat tepat. Ia dapat menduplikat Longinus lain berkat Longinus Innovate Clear. Aku yakin pada awalnya ia hanya memiliki Longinus tersebut. Longinus itu merupakan longinus penciptaan yang lebih baik dibanding Annhilation Maker, namun belum ada hingga kini yang berhasil menguasainya setingkat dengannya maka dari itu, Longinus itu dianggap cacat. Tingkat penguasaannya pasti melebihimu mengingat ia bahkan dapat menduplikat Longinus lain. Cara ia menduplikat masih belum kuketahui, namun jika dilihat dari kasus sebelumnya. Kemungkinan besar caranya adalah ia melihat bentuk dan cara kerjanya. Aku yakin sampai saat ini ia belum bisa menduplikat kemampuanku karena ia hanya melihat bentukku yang berupa aura emas tanpa mengerti cara kerjaku. Bah, cara kerja kemampuanku sangat kompleks maka dari itu walaupun ia selalu mengikutimu, hal itu belum cukup baginya untuk mengetahui cara kerja dari kemampuanku "
Naruto terkekeh dalam hati mendapati kalimat terakhir partnernya penuh akan kesombongan diri. Akan tetapi, Naruto menyetujui sebagian analisis dari partnernya tersebut. Ia masih memiliki beberapa hipotesis yang menunggu untuk dipecahkan.
' Terima kasih, Kurama. Selanjutnya serahkan padaku ' ujar Naruto.
" Ah, satu lagi. Jangan menggunakan kemampuanku di dalam garis penglihatannya. Hanya sebagai tindakan antisipasi " Saran Kurama dengan nada malas. Ia yakin Naruto sudah mengetahui hal tersebut, akan tetapi ia senang melihat Naruto sedikit kewalahan untuk terus bertarung sekaligus berbincang dengannya.
Naruto mengangguk singkat, dan segera ia melanjutkan pertarungan kembali dengan fokus penuh, ke sembilan ekornya kini telah menghilang karena senjutsunya telah berakhir. Perlu waktu bagi Kurama untuk mengumpulkannya terlebih Meikai merupakan tempat yang dipenuhi aura negatif, maka laju pengumpulan aura positif senjutsu lebih lama dari biasanya. Naruto meraih pedang kecil andalan warisan dari ayahnya dan segera mengkompres pedang tersebut dengan demonic power.
Ting
Pemuda itu menyeringai kecil mendapati demonic power Naruto terkikis ketika bertemu dengan unsur cahaya dari pedangnya. Tangan kiri Naruto bergerak ke belakang punggungnya mengkompres aura emas menjadi sebilah kunai bercabang tiga. Naruto merupakan petarung tipe teknik, ia terbiasa untuk menghindari pertarungan fisik terlalu lama walaupun ia telah memiliki teknik bertarung khas yang diturunkan sendiri oleh Sun Wukong kepadanya.
Pemuda itu memberikan tekanan lebih pada peraduan kedua pedang mereka sehingga membuat Naruto sedikit terdorong ke belakang, kuda – kudanya juga sedikit mengendur dan hal itu ditangkap oleh pemuda itu dengan gerakan cepat dan terlatih kaki pemuda itu menendang lutut Naruto berniat menjatuhkan kuda – kuda Naruto namun hal itu tak terlalu berarti karena Naruto telah melatih diri untuk bertahan atas serangan tersebut, tangan kiri Naruto kembali ke depan bergerak menghunuskan langsung kunai bercabang tiganya ke hidung musuhnya. Dengan refleks yang tinggi, pemuda itu mundur sedikit menghindari serangan tersebut, memberi celah bagi Naruto untuk menginjak kedua kaki pemuda tersebut, lengan kanannya yang merupakan light saber entah kapan telah terpotong oleh Naruto dan pemuda itu hanya dapat melapisi dadanya dengan armor tebal ketika Naruto kembali mendaratkan serangan pada tubuhnya.
BUAKK
' Tch ' Naruto menggerutu melihat tinjunya tidak terlalu memberikan hasil. Armor tebal di dadanya itu berhasil menahan tinju Naruto walaupun harus menderita kerusakan fatal. Lengan kanan pemuda itu kembali tumbuh seperti tangan manusia biasa.
" Aku menangkap Telos Karma tak bereaksi padamu. Itu berarti hanya satu kau menggunakan Sihir Jammer yang menghapus segala serangan yang berbasis imajinasi, yakni Imagine Breaker. Benda ciptaan dari Orochimaru atau Yamata No Orochi. Namun, melihat serangan langsung dari benda yang dibentuk oleh Innovate Clear tidak menghilang ketika bersentuhan denganmu. Itu berarti, Imagine Breakermu tak sesempurna milik Orochimaru, itu hanya menghapus keberadaan serangan yang berbasis energi dan juga sepertinya itu tak berpengaruh pada serangan berskala besar. Intinya itu masih cacat, tidak sebaik Sacred Gear Canceller milik Rizevim Livan Lucifer. "
Naruto merasa takjub akan lawannya kali ini. Ia belum pernah mendapat lawan seperti ini. Musuhnya ini merupakan lawan yang ia tunggu sejak dahulu, lawan yang dapat memberikan analisis dan kemampuan hampir tepat. Intinya, pemuda itu hampir menyerupai Naruto, pengguna otak dibandingkan otot.
Bintik emas Naruto kembali menangkap lambang seekor singa hadir pada pemuda tersebut.
' jangan bilang ?! ' batin Naruto meneguk ludah, harapannya tak terkabul begitu melihat sebuah kapak emas futuristik hadir di tangan pemuda itu. Tangan kanan dari pemuda itu yang mengenggam kapak itu terangkat ke atas dan Naruto telah melompat jauh ke belakang.
" Kau tak akan bisa lari, Uzumaki Naruto ! " teriak pemuda itu segera menebaskan kapak itu pada udara kosong mengantarkan tebasan emas yang membelah bumi seiring jalurnya mendekati Naruto. Sebuah lingkaran sihir kecil hadir di tangan Naruto, itu merupakan kankara formula. Dalam waktu setahun, Naruto berhasil memahami seluruh konsep dari Kankara Formula, namun ia belum bisa menggunakannnya sebaik Ajuka, setiap ia memasukkan satu formula tersebut maka seperempat energinya akan terbuang secara percuma.
Naruto memasukkan dua formula ke dalam kankara formula. Ia dapat merasakan tubuhnya menjadi lelah seketika mendapati setengah energinya telah hilang. Akan tetapi, energinya yang hilang itu terbayar ketika melihat tebasan emas itu berbalik arah menyerang penggunanya.
' Sial ' Pemuda itu membentuk sebuah pertahanan menggunakan Innovate Clearnya.
DAR DAR DAR
Pertahanan – pertahanan yang diciptakan pemuda itu tak berarti apa – apa, bahkan ketika tebasan emas itu masih berjarak satu meter pertahanan itu telah hancur terlebih dahulu.
' Sial kenapa tak dapat dihentikan ' batin pemuda itu berusaha menghentikan tekniknya. Naruto menyeringai melihat hal tersebut, formula pertama yang ia masukkan adalah formula vektor yakni mengubah arah serangan dan formula keduanya merupakan pengambil alihan. Artinya serangan itu menjadi milik Naruto bukan hanya dikembalikan begitu saja.
Pemuda itu menggeram ketika melihat gerakan bibir Naruto secara lambat yang berarti
' MATI '
Naruto menyipitkan matanya begitu melihat simbol Holy Cross pada dada musuhnya. Dan secara mendadak, energi dari pemuda itu meningkat drastis. Naruto menggeram hebat begitu melihat tubuh pemuda itu kini telah dilapisi oleh armor emas milik Regulus, di sekitarnya api ungu membentuk lingkaran api padat guna menahan serangan yang Naruto kembalikan.
Hanya sebentar serangan itu berhenti, dan api ungu itu merayap mengelilingi armor emas tersebut.
" Untuk berpikir kau menekanku hingga harus menggunakan teknik ini ... Uzumaki Naruto ... kupastikan kau tamat hari ini " Gelombang api keunguan bergerak cepat menuju tempat Naruto berdiri sekarang, seluruh tanah, pohon dan batu – batuan yang dilintasi gelombang itu menguap seketika akibat panas dari api tersebut.
' ini buruk ' batin Naruto. Ia dapat menghentikan serangan tersebut dengan menggunakan kankara formulanya lagi namun itu hanya akan membuang energinya yang tinggal setenah sekarang ini. Butuh sekitar 15 menit bagi Naruto untuk memulihkan kembali energinya. Terbang ke udara juga bukan merupakan pilihan melihat musuhnya dapat mengontrol api tersebut dan itu juga dapat menarik banyak perhatian Meikai. Naruto diuntungkan dalam hal tersebut, namun ia segera mengurungkannya. Ia belum mendapat informasi yang cukup mengenai musuhnya saat ini.
" Tak ada jalan lain ... Kurama bersiaplah ! " Naruto mengektrak aura emas dari Longinusnya dalam konsentrasi tinggi hingga menyelimutinya. Ia memasuki sub spesies balance breakernya.
" Aku hanya tidak harus terlihat olehnya. Yang berarti aku harus sangat cepat ... " bisik Naruto dan segera menghilang ke udara, sebelum sempat terlihat oleh musuhnya Naruto kembali menghilang dan muncul di belakang pemuda dengan cepat menutup kedua mata sosok tersebut dan mengunci pergerakannya dengan satu jari yang berada tepat di belakang leher.
Pemuda itu memberontak namun Naruto masih tetap membisikkan sesuatu untuk menghentikan perbuatan melawan dari musuhnya.
" Jika aku menjadi kau, aku akan berhenti memberontak. Apakah kau belum sadar dengan apa yang sedang mengincar jantungmu saat ini ? " Pemuda itu berhenti bergerak, dan ia melebarkan matanya ketika merasakan terdapat sebuah benda yang bergerak pelan mengikat jantungnya. Ia mengetahui teknik tersebut, namun ia sama sekali tak menyadari kapan Naruto menggunakan teknik itu padanya.
" Sejak kapan ? " tanyanya dengan suara bergetar.
" Sejak pertama kali aku menendangmu. Dan lagi, deduksimu terhadap Imagine Breakerku kurang tepat. Aku membuatnya khusus untuk menghapus pancaran energi yang berasal dari Sacred Gear. Jadi, tidak semua serangan imajinasi, yang berarti sihir dapat digunakan "
Pemuda itu tak sempat memberontak ketika ia merasakan 5 benda tajam yang menusuk dirinya dari belakang, ia tak dapat melihat sekarang namun ia dapat merasakan 5 benda tajam itu membentuk formula sihir pada tubuhnya.
" A- apa yang kau lakukan brengsek ?! " tanya pemuda itu lagi ketika merasakan Naruto menggunakan kankara formula. Walaupun dengan mata yang tertutup namun kemampuan sensornya sangat tinggi.
" Hanya mengambil kembali apa yang menjadi milikku dan sekaligus memberikanmu sedikit bonus " balas Naruto. 5 benda tajam yang menembus pemuda itu merupakan pedang hasil pembentukan Jin, yang sedari awal bersembunyi dalam bayangan Naruto. Tentunya Naruto ikut membantu Jin dengan menambahkan konsep ruang Longinusnya sehingga ia dapat membuka inti dari kekuatan Innovate Clear milik pemuda itu. Dan ia tak terkejut ketika mendapat artefak berbentuk Jam dan rubik berada dalam tubuh pemuda itu.
" Bagaimana bisa ? Ia tidak melihatmu bukan ? " Tanya Kurama, dan ekstensi kuat itu menerima jawabannya dari Naruto melalui penjelasan Naruto pada lawannya sendiri.
" Aku sudah menduganya. Kau tidak bisa menduplikat longinus hanya dengan melihat atau mengerti cara kerjanya. Tapi kau juga harus merasakan serangan dari Longinus itu sendiri. Maka dari itu kau memilih mengambil Incrinate Anthem dari Walburga terlebih dahulu bukan ?! " Pemuda itu meneguk ludahnya ketika mendengar deduksi tepat dari Naruto.
" Kau selama ini selalu mengawasiku. Aku yakin dengan kemampuan analisismu kau mampu untuk mengerti kinerja dari Longinusku. Namun, kau masih belum bisa menduplikatnya artinya masih ada syarat lain yang paling utama. Dan itu adalah serangan dari Longinus itu ditargetkan padamu " Naruto menggunakan kankara formulanya untuk menarik kembali duplikat longinusnya dan Canis Lykaon. Yah, secara tiba – tiba Canis Lykaon juga telah terduplikat yang berarti kemampuan duplikat itu berjalan secara otomatis. Satu formula kembali Naruto masukkan untuk menyegel Innovate Clear dan Telos Karma.
" Brengsek! " bentak pemuda itu yang masih belum dapat berbuat apa – apa. Namun tanpa sadar, aura dari Regulus Nemeanya ditransfer ke Naruto. Itu berbahaya, seseorang tidak dapat memiliki kedua energi yang begitu besar dalam tubuh mereka. Canis Lykaon berada di luar tubuh Naruto sehingga tidak menganggu peredaran energi Naruto.
Naruto mulai merasakan efeknya, terlebih ia telah hampir kehabisan seluruh energi yang ia miliki setelah memasukkan dua formula kembali. Yang berarti saat ini ia hanya memiliki sedikit energi saja untuk bertahan.
" Bertahanlah bocah, aku merasakan beberapa Skuadron iblis menuju kemari " Teriak Kurama, namun Naruto tak dapat berbuat apa – apa, ia segera mundur dengan meremas jantungnya yang terasa seperti terbakar. Pemuda itu memanfaatkan kesempatan itu untuk memberikan tinju pada pipi Naruto hingga membuat pemuda pirang itu terpental dan mendarat keras pada batang pohon.
" Ahahaha ... kau memang telah menyegel sebagian kemampuanku. Namun, aku tetaplah pemenangnya. " tawa pemuda itu dengan senyum maniak. Ia mengenggam ujung rantai Naruto yang terhubung ke jantungnya.
" Bagaimana kau menghadapi ini, Uzumaki Naruto ? " Api keunguan mengalir melalui rantai tersebut, bukah hanya mentransfer Regulus Nema, tapi ia juga ingin sekaligus membakar tubuh Naruto dari dalam.
Kurama tak tinggal diam, ia segera mengeluarkan aura emasnya untuk menahan laju api keunguan tersebut. Namun, karena itu Kurama tak dapat menahan keberadaan Regulus Nemea dalam tubuh Naruto.
" Bocah, hanya ada satu jalan bagimu untuk selamat saat ini "
Naruto hanya diam, ia tak bisa fokus pada apa yang dikatakan Kurama. Tidak ketika ia merasakan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
" Bulatkan tekadmu bocah. Sama seperti dahulu ketika kau meyakinkanku "
Naruto hanya mendengar samar – samar saran dari Kurama. Ia tak dapat lagi menjerit, energinya mulai mengikis dan jika tak berbuat apa – apa, hanya dalam waktu satu menit maka Naruto akan tewas seketika, meledak akibat kelebihan energi.
' Karena bagiku, kau adalah muridku satu – satunya. Yang akan memperlihatkan kepada dunia bagaimana jalan hidupku. Maka aku tak akan pernah menyerah untuk mendidikmu, Naruto – kun'
' Kau satu – satunya murid yang kumiliki. Banyak iblis muda hanya menatapku sebagai Maou, namun kau berbeda, iris birumu itu menunjukkan sisi kelammu. Kesepian, kau menatapku seperti seorang kakak, aku menyukai hubungan seperti itu, Naru – tan '
Declare Declare
Pemuda itu mengernyit ketika tubuh Naruto terselimuti oleh aura emas. Semakin lama sinarnya semakin terang, dan pemuda itu yakin hal itu bukanlah pertanda yang bagus.
" Tak akan kubiarkan " Pemuda itu kapaknya ke atas, kapak itu ikut mengeluarkan sinar emas yang berkilauan namun tak lama kemudian api keunguan turut bergabung pada kapak tersebut.
Incrinate Smash
Pemuda itu menebaskan kapak futuristiknya menghantarkan tebasan emas bercampur api ungu raksasa menuju Naruto. Namun, belum sempat itu terjadi sinar emas terlebih dahulu menyelimuti tubuh Naruto membentuk sinar spiral yang melindungi tubuhnya.
Balance Breaker : Evolution
Regulus Conqueror Space and Time Rey
Naruto membuka irisnya yang sekarang telah menjadi berwarna emas. Aura emasnya membentuk pakaian seperti seorang kaisar dengan lambang singa di dadanya, sebuah jubah juga kembali terbentuk dan tangan kanan Naruto mengenggam kapak yang serupa dengan pemuda tersebut.
" Tak kusangka kau dapat menggabungkan dua kekuatan tersebut. Kuyakin ketiadaan God of Bibble dalam mengatur sistem Surga mengakibatkan hal ini mungkin terjadi "
" Naruto – san, ini adalah pertama kalinya kita berada dalam situasi ini. Aku yakin waktu kita terbatas "
Naruto mengangguk menerima pendapat dari Kurama dan Regulus dari dalam kepalanya. Saat ia hampir mati, ingatan – ingatan akan gurunya hadir memenuhi kepalanya memupuk tekad baru hingga ia berhasil membuat tubuhnya menerima keberadaan Regulus. Dan hasilnya, ia mampu menggabungkan balance brekaer dari kedua longinus tersebut.
" Ti – dak mungkin! " bentak pemuda itu ketika melihat penampilan Naruto saat ini. Pemuda itu kembali menyerang Naruto dengan serangan sebelumnya.
Incrinate Smash
Naruto hanya berdiri diam di sana, kepala singa yang berada di dadanya terbuka lebar.
Rey Space : Black Hole
Bunyi mekanik dari dua suara berbeda menggema di udara begitu serangan berskala Excelsior milik pemuda itu menghilang seketika. Naruto menghembuskan nafasnya panjang ketika menggunakan teknik tersebut. Teknik itu merupakan penggabungan dari kemampuan offensif dari Regulus dan support dari Kurama. Dengan kemampuan serangan berskala tinggi dari Regulus yang dipadukan dengan konsep waktu Kurama, serangan itu merusak formula dari lawan, mengikis waktunya sekaligus menghancurkannya dari dalam. Hasilnya serangannya itu segera menghilang seakan terhisap oleh lubang hitam.
" Ti – tidak mungkin. INI TIDAK MUNGKIN ! " pemuda itu berteriak frustasi pada kalimat terakhirnya. Naruto menonaktifkan kemampuan Regulus dari balance breakernya, energinya yang tersisa tak cukup untuk menahan bentuk tersebut lebih lama, dan luka – luka ditubuhnya telah disembuhkan oleh Kurama yang segera mengalirkan senjutsu pemulihan ke seluruh tubuhnya.
" Kau tak dapat mempertahankannya huh ? Kupikir keadaan kita imbang kembali. Namun, aku masih dapat mengeluarkan serangan tadi sekali lagi. Kupastikan kau dapat menahannya kali ini ! "
" Salah, kupastikan kau tak akan menggunakan serangan itu kali ini " Naruto sontak menghilang, tak ada jejak dari auranya sama sekali, seakan keadaannya benar – benar ditelan kegelapan. Pemuda itu mengeratkan postur tubuhnya, ia sangat berwaspada, kedua irisnya terus bergerak mencoba mencari keberadaan Naruto dan ia berhasil menemukan Naruto yang muncul tiba – tiba di depannya dengan kedua tangan bersikap menepuk.
Clap Stunner
PAK
Tepat ketika pemuda itu akan menyerang Naruto, Naruto terlebih dahulu menggunakan tekniknya dengan menepuk kedua tangannya. Efeknya ? Aliran informasi dari otak segera terputus karena Naruto menghentikan aliran fenomena yang berada di otaknya. Teknik itu belum cukup untuk membunuh seseorang secara langsung sebab jantung bekerja secara otomatis begitu juga otot pada organ pencernaan dan pernafasan mereka bergerak secara otomatis. Jadi apa yang Naruto hentikan adalah kinerja otot lurik. Otot yang menggerakkan tulang, dengan matinya otak maka otot lurik juga ikut berhenti bekerja, otot tersebut merupakan otot yang bekerja atas kesadaran.
Memanfaatkan momentum tersebut, Naruto mengepalkan tinjunya mengkonsentrasikan demonic power dalam konsentrasi tinggi dan segera disarangkan pada perut pemuda itu yang tertutup oleh armor tebal keemasan.
DUARRR
Pemuda itu terpental begitu jauh dengan armornya yang perlahan – lahan retak, ia berhenti melaju ketika menabrak batas kekkai. Pemuda itu memuntahkan darah sangat banyak, pukulan biasa Naruto saja dapat membuat Issei yang bertahan menggunakan lengan naga terpental, bayangkan jika Naruto mengkonsentrasikan demonic powernya sekaligus dalam konsentrasi tinggi dan diarahkan pada satu objek, maka inilah yang terjadi walaupun dengan armor sekelas Longinus, tubuh bagian dalam juga ikut terkena tinju yang sangat mematikan pun tercipta.
Sring
Naruto telah melepas balance breakernya. Ia yakin serangan terakhirnya itu mampu membuat lawannya sekarat. Lagipula energinya telah hampir terkikis habis akibat tinju terakhirnya tadi. Naruto meraih pedang kecilnya dan berdiri di samping pemuda itu dengan menggantung pedangnya di udara bersiap menebas kepala dari pemuda yang telah tak sadarkan diri tersebut.
Duar
Naruto menghela nafas lega ketika ia secara refleks segera berteleport sejauh 100 meter dari tempat tersebut. Naruto tak tahu apa yang terjadi tiba – tiba saja ia merasakan tekanan energi yang begitu besar, sangat besar hingga tak dapat dideskripsikan dengan kata – kata.
Bintik emas pada iris biru Naruto menangkap bayangan hitam yang berada di samping pemuda itu menteleportnya entah kemana. Dan dalam sekejap, bahkan lebih cepat dibanding teleport miliknya bayangan hitam itu telah berada di sampingnya. Naruto segera mentransfer esensi tubuhnya ke dunia lain untuk menghindari serangan dari sosok tersebut.
" Kau menarik ... " Naruto melompat ke ranting pohon yang berada jauh di belakangnya. Ia menatap ke bawah melihat seorang gadis kecil dengan pakaian Gothic Lolita. Tak ada ekspresi pada wajahnya.
" Perasaan ini ... apakah kau Ophis ? sang Naga tanpa batas, pemimpin dari Khaos Brigade ? "
.
"Dan setelah itu aku dipecundangi oleh Ophis, aku tak berdaya dibuat olehnya" Ajuka, Serafall, Michael, Vali, dan Tobio hanya dapat membulatkan mata mereka mendengar Naruto telah berhadapan dengan Ophis, salah satu ekstensi terkuat di alam semesta.
" Kau telah menceritakan semuanya dengan jelas, Naruto – kun. Namun permintaanmu itu masih harus ditunda terlebih dahulu. Dari ceritamu, Ophis membawa pemuda itu yang berarti sekarang besar kemungkinan ia bagian dari Khaos Brigade. " Michael menjelaskan pendapatnya.
" Apa yang dikatakan Michael – dono ada benarnya, Naruto – kun. Untuk saat ini lebih baik kita membicarakannya dengan para pemimpin mitologil lain, kehadiran Ophis sebagai sisi berlawanan pasti akan menggerakkan segenap dunia untuk berdamai." Ajuka memutuskan sambil memberikan pandangan bertanya pada Naruto.
" Dan ... apakah kau sekarang telah menjadi pemilik dari Regulus Nemea juga ? " Naruto mengangguk dan memperhatikan dirinya sendiri.
" Secara energi hal itu terjadi. Sekarang aku memiliki kemampuan Regulus Nemea walaupun itu hanya dapat kugunakan jika dipadukan dengan Declare of War. Aku tak dapat menggunakan kemampuan – kemampuan dasar dari Regulus Nemea. Ini seperti bentuk dari evolusi, entahlah aku masih kurang mengerti. "
" Ajuka dan Naruto, kita dapat menelitinya lain kali. Ini merupakan kasus yang sangat unik dan langka. Aku yakin ini pertama kalinya terjadi di dunia ini. Kau beruntung dapat bertahan Naruto " komentar Azazel menggosok dagunya. Ia masih terus terkagum mendengar laporan dari Naruto saat itu, tentunya pertama kali ia tak percaya namun aura dari Regulus Nemea memang telah bercampur di dalam tubuh Naruto, bukti itu tak dapat ia bantah lagi.
" Yah, hari telah gelap. Sebentar lagi pertemuan akan dimulai. Naruto, Serafall kalian pergilah ke Kuoh Akademi "
" Yah, aku bahkan sampai melupakan niat untuk menjenguk gasper – kun. " keluh Naruto. Serafall segera memberitahu Naruto untuk menjenguk dhampir yang merupakan adik angkat Naruto itu terlebih dahulu.
Michael menyusul untuk pergi terlebih dahulu. Ia perlu bertemu dengan Gabriel dan Irina yang menjadi pengawalnya sementara itu Azazel meminta Tobio dan Vali untuk pergi terlebih dahulu menyisakan Ajuka dan Azazel berdua dalam ruangan tersebut.
" Apa kau telah mendapatkan hasilnya ? " tanya Ajuka.
" Hn " jawab Azazel, ia berdiri dan melangkah menuju jendela menggeser jendela tersebut hingga membuat angin sepoi – sepoi membelai surai hitamnya.
" Sampai kapan kau ingin aku merahasiakannya ? " tanya Azazel balik. 6 pasang sayapnya telah terbentang dan segera ia kepakkan ketika mendengar jawaban dari Ajuka.
" Selamanya "
TBC
Yosh, ini jadwal update yang cukup lama. Aku hanya dapat meminta maaf karena aku sangat sibuk untuk persiapan UAS. Baiklah kemarin ada beberapa yang protes mengenai scene sebelumnya. Bahkan ada yang menyarankan Sirzech untuk berkhianat dari iblis. Nih, ya gua beri pendapat gua atas pendapat anda. Kalau Sirzech gitu, itu malah semakin memperlihatkan ia tak becus menjadi seorang pemimpin, masa hanya digituin aja ia langsung cengeng, ngambek, dan beralih melawan rasnya sendiri. Itu berarti menampakkan ia tak dewasa bukannya bertindak untuk meyakinkan bawahannya ia malah memilih lari dan membunuh para bawahannya. Itu tindakan pengecut namanya. Para peerage Sirzech telah kelas Ultimate lho, tapi kenapa gak diangkat jadi Lord ? Yah karena mereka hanya ngerjain misi militer sedangkan Naruto rookie tetapi udah ngerjain misi militer dan politik. Jadi yang mana kontribusinya lebih gede ? yah Naruto terlebih ia punya orang dalam yakni Ajuka dan Serafall maka hal itu mungkin terjadi. Fic depan akan membongkar satu lagi kandidat harem Naruto hehe, ada yang bisa nebak siapa ?
Untuk Naruto yang overpower nih udah kulihatin gimana kekuatan musuhnya nanti. Baru dua Longinus aja dipakai Naruto udah kewalahan gimana kalau dia berhasil ngumpulin semuanya ? Terlebih ada yang mengatakan Naruto mengalahkan Grayfia imposibble, nih kujelasin lagi. Rival Naruto itu Dulio Gesualdo, dia itu kuatnya gila bahkan digadang – gadang di canon sebagai pengguna Longinus terkuat yang dari segi power telah menyetarai Michael, sang tangan kanan Tuhan. Pikirkan itu ! Aku merancang adanya proses, dan aku tak ingin adanya penambahan kekuatan secara tiba – tiba seperti Issei di canon. Dengan alur seperti ini maka nanti ketika mereka berdua berhadapan maka hasilnya akan imbang.
Untuk Seekvaira, ia akan memperoleh bagiannya sendiri nanti. Untuk saat ini, kita fokus dulu ke setting Canon awal oke ? hehe. Dan di bawah sini aku nambahin lagi satu clue buat ayah Naruto silakan dibaca ya. :)
" Perasaan ini ... apakah kau Ophis ? sang Naga tanpa batas, pemimpin dari Khaos Brigade ? "
" Ya itu benar. Tak kusangka iblis muda sepertimu dapat mengenal ekstensi sepertiku. Ah ... kutarik kembali ucapanku dengan keberadaan makhluk itu di dalam tubuhmu hal itu tak mustahil. " Ophis terdiam sebentar seakan sedang berpikir sesuatu.
" Aku ingin kau bergabung dalam kelompokku " Naruto bingung seketika.
" Aku tak tertarik bergabung dengan organisasi teroris seperti Khaos Brigade " jawab Naruto tanpa ragu.
" Aku tidak bernegosiasi denganmu. Apa yang ada di dalam tubuhmu akan sangat membantu tujuanku ke depannya " balas Ophis telah mengeluarkan tekanan energi yang sangat gila, Naruto bahkan tak dapat bernafas olehnya.
" Kau menginginkan Kurama ? Tak a – "
" Bukan itu. " potong Ophis cepat. " Yang kumaksud adalah garis keturunanmu, kau unik " lanjut Ophis.
" Apa maksudmu ? "
" Kau akan mengerti bila kau bergabung denganku. Ini mengenai ekstensi dari ayahmu "
" Tou – san ? Jangan bercanda, ia hanyalah manusia. Apanya yang unik ? "
" Aku tak memiliki waktu banyak. Aku akan segera membawamu bersamaku. " Ophis tiba – tiba muncul di hadapan Naruto memberikan uppercut yang sangat cepat hingga mementalkan Naruto ke udara belum sempat berbuat apa – apa, Ophis kembali hadir di atasnya memberikan tendangan kapak.
Duar
Naruto pingsan seketika, ia telah kehabisan energinya.
Ophis berjalan mendekat meraih tubuh Naruto namun saat ia menyentuh tubuh Naruto terjadi sebuah keanehan. Ia tak dapat menyentuh tubuh tersebut.
" Kurama huh ? Sepertinya saat ini percuma. Aku akan datang kembali, kau aset yang sangat berharga "
