Longinus 14Th ( Declare of The War )
Naruto Masashi Kishimoto
High School DxD Ichie Ishibumi
Warning : AU, OOC, OC, TYPO, Semi Canon, dan Lain – lain
DemiDevilNaru, SmartNaru
Chapter 13 : Sona Sitri, My First Female Friend ( Peace Treaty, Leviathan Student, and Disaster )
Sona dan Serafall saat ini berada dalam ruangan khusus yang berada di dalam ruang OSIS. Ruangan khusus itu menjadi kamar pribadi Sona selama Sona berada di bumi, hari telah mulai gelap dan kedua kakak beradik itu sedang bersiap untuk menghadiri pertemuan. Sona masih melepas kacamatanya, sejatinya sebagai iblis ia tak membutuhkan kacamata tersebut. Kacamata itu ia gunakan sebagai properti yang juga menyimpan beberapa perlengkapan khusus yang dapat ia gunakan dalam keadaan terdesak. Sona melihat Serafall sekali lalu melihat kembali ke pintu dan kembali lagi ke Serafall, raut keraguan terpatri jelas pada wajah porselennya. Tak dapat menahan lebih lama lagi, Sona memilih bertanya
" Onee – sama ... dimana Naruto – kun ? " Serafall menoleh ke arah adiknya sebentar, seulas seringai kecil muncul di bibir ranumnya. Saat ini, ia telah berpakaian formal selayaknya wanita karir pada umumnya, dengan setelan jas hitam dan juga rok hitam hingga ke lutut sama sekali tak melunturkan pesona bahagia dari dalam diri Serafall Leviathan
" Ah, So – tan mencari Naru – tan huh ?! Apa kau ingin menyatakan cinta atau yang lainnya hehe " Serafall terkikik geli begitu melihat semburat merah pada wajah adiknya. Ia senang menggoda Sona, karena dengan begitu Sona dapat sedikit rileks dan bertingkah seperti gadis seusianya. Ia menyayangi Sona, adiknya, melebihi apapun di dunia ini, dan ia ingin agar adiknya itu dapat menjalani masa mudanya dengan bahagia. Maka dari itu, begitu mendengar berita bahwa adiknya dan Sirzech diserang oleh Kokabiel, darahnya mendidih dan ia segera memerintahkan Naruto untuk menolong Sona walaupun pada saat itu Naruto tengah berada dalam misi, namun untungnya, Naruto dapat menenangkan gurunya tersebut dengan mengirimkan Sasuke. Yap, Sasuke lah yang mengakhiri nyawa dari sang Cadre Kokabiel, Vali hanya datang untuk membawa tubuh Freed dan Valper untuk diinterogasi lebih lanjut.
" I – ini tak seperit yang kau pikirkan Onee – sama. Hanya saja, Naruto – kun hari ini datang kemari sebagai ajudanmu. Namun, menjelang pertemuan aku masih belum melihatnya kembali " Sona memuji dirinya dalam hati begitu menemukan alasan yang terdengar cukup masuk akal. Serafall tersenyum kecil, memilih untuk tak melanjutkan menggoda adiknya. Ia merapikan pakaian cosplayernya dengan menggunakan sihir sebelum menjawab Sona.
" Ia berada di klub Rias – tan. Kau tahu bukan ? Naru – tan telah lama tak berjumpa dengan Gasper – kun. " Sona mengangguk kecil. Pewaris Sitri itu meraih kacamatanya yang tergeletak pada meja rias.
" Sudah waktunya Onee – sama. Kuyakin Ravel – san, beserta Rias dan Peeragenya telah menunggu di luar. Aku akan bertemu dengan peerageku untuk memastikan tak ada kesalahan "
" Jangan terlalu memaksakan diri So – tan " saran Serafall, ia berbalik dan kembali menatap Sona. " Ah, So – tan ... " Sona yang telah bersiap pergi menoleh kembali ke kakaknya dengan alis yang terangkat " Tangkap " Sona dengan patuhnya menerima intruksi tersebut menangkap sebuah kunai bercabang tiga yang jelas Sona ketahui milik siapa.
" Mengapa kau memberikanku kunai Naruto – kun One – sama ? "
" Hanya untuk berjaga – jaga. Hati – hati So – tan " jawab Serafall yang telah kembali dengan sifat kekanak – kanakannya.
XoX
Naruto dan Ravel saat ini berada di ruangan klub ORC bersama dengan Koneko dan Gasper. Ravel setelah insiden batalnya pertunangan antara Gremory dan Phenex, telah menjadi perwakilan resmi Phenex atas teritory Kuoh. Lord Phenex dan Lord Gremory yang setelah insiden itu bertemu dan mengadakan rapat kembali, dan akhirnya mereka sepakat akan satu hal, Kuoh akan dipecah menjadi milik dari 3 Pillar yakni Sitri, Gremory, dan Phenex. Yang mana Phenex memperoleh setengah teritory dari Kuoh, tentunya hal ini tak lepas dari pengaruh Sirzech yang merupakan Lucifer dan mengadakan kegiatan tersembunyi untuk menekan Phenex agar menerima persyaratan tersebut.
Sebagai Lucifer, Sirzech tak akan menyerah jika kalah dalam perdebatan di depan panggung. Begitulah dunia politik, jika kau tak dapat memenangkan perdebatan di khalayak ramai, maka kau masih senjata rahasia kau dapat bermain di belakang panggung, hingga menunggu saat yang tepat untuk menusuk pemeran utama dari belakang.
" Ravel apa kau yakin ingin tetap berada di sini ? Bukankah kau merupakan perwakilan Phenex atas teritory Kuoh ? " tanya Naruto setelah berbincang sedikit dengan Gasper. Koneko hanya duduk di samping Gasper tersenyum kecil melihat interaksi antara Naruto dan Gasper.
" Aku akan ke sana setelah menerima pemberitahuan dari Sona – san. Lagipula, harus ada seseorang yang mengingatkan dirimu "
" Mengingatkanku ? " Naruto memiringkan kepalanya tak mengerti, Ravel harus menahan perasaannya untuk berteriak kecil dan mencubit pipi Naruto begitu melihat keimutan dari ekspresi yang Naruto ciptakan. Sudah menjadi hal yang naluriah, bahwa perempuan memiliki kelemahan akan hal – hal yang imut, dan Ravel tak menyangka Naruto dapat menciptakan ekspresi demikian.
" Ravel ? Ada apa denganmu ? Wajahmu memerah ... apa kau sakit ? " Gasper dan Koneko sweatdrop di tempat mendapati wajah Ravel semakin memerah begitu Naruto menyentuhkan dahinya dengan dahi Ravel yang telah membeku atas tindakan tak terduga tunangannya sendiri.
" Hangatnya normal. Apa aku perlu memanggil Raiser kemari untuk menggantikanmu ? "
" A- ah tidak perlu. Kupikir aku hanya gugup akan pertemuan nanti. " Ravel berkilah cepat, ia bereaksi cepat untuk menormalkan detak jantungnya. Naruto hanya mengangguk dengan ekspresi bego kembali membuat Gasper dan Koneko sweatdrop
' ia idiot akan wanita ' batin kedua iblis itu bersamaan.
" Nii – san kau tak berubah sama sekali. Pantas Valerie sedikit frustasi akan tingkahmu " Gasper bergumam dengan nada miris, namun masih dapat ditangkap oleh Naruto.
" Valerie frustasi akan tingkahku ? Apa kau tak salah Gasper – kun? Aku yang frustasi akan tingkahnya karena setiap kali aku ke sana ia selalu memaksaku untuk crossdress sepertimu. " balas Naruto sengit. Ia masih ingat beberapa bulan yang lalu, saat – saat ia masih belum diangkat sebagai Lord Uzumaki dan dapat berkeliaran bebas. Ia pergi ke Rumania untuk mengunjungi Valerie yang kesepian setelah Gasper Naruto selamatkan ke Meikai. Ia masih ingat dengan jelas bahwa ia harus lari mengelilingi istana menghindari Valerie yang terus memaksanya untuk memakai dress orange. Mengingat itu membuat Naruto merinding seketika.
" Ah, Nii – san terkait Valerie. Bagaimana kabarnya ? " Naruto melunakkan tatapan matanya begitu Gasper bertanya mengenai hal itu. Telapak tangan kanannya mendarat pada surai pirang pudar milik Gasper memberikan sedikit elusan di sana.
" Sasuke baru 3 bulan yang lalu mengunjunginya. Ia sehat dan terus menanyakan kabarmu, ia berharap kau dapat menjadi pria yang hebat di sini. " Gasper tersenyum lebar mendengar hal tersebut.
" Aku benci untuk merusak reuni kalian. Namun, Sona – san telah memberiku pemberitahuan bahwa pertemuan akan segera dilaksanakan. " ujar Ravel dengan nada menyesal. Naruto dan Gasper mengangguk mengerti, dengan cepat Naruto meraih tangan Ravel dan menteleport mereka berdua ke ruangan rapat.
Selepas kepergian Naruto dan Ravel, Koneko menoleh ke arah Gasper yang menyentuh surai pirangnya yang telah dielus Naruto dengan senyum kecil di wajahnya.
" Gasper – kun, apakah Naruto – san selalu begitu ? Apakah ia memang selalu hangat ? " Gasper mengangguk cepat.
" Naruto – niisan merupakan pria yang tangguh. Suatu hari nanti, aku akan menjadi pria sepertinya " jawab Gasper dengan mata berbinar.
Koneko tercenung mendengar hal itu, ia bingung akan sikap Naruto. Pada saat pertunangan Rias dan Raiser, Naruto mengeluarkan aura suram, aura yang menjanjikan penderitaan yang kelam bagi orang lain. Namun, melihat interaksi di antara Naruto dan Gasper dan orang – orang lain di sekitarnya ia merasakan aura yang Naruto keluarkan begitu hangat dan nyaman.
' Sebenarnya iblis seperti apa anda Naruto - san ? ' tanya Koneko dalam batinnya sendiri.
XoX
Sring
Naruto dan Ravel muncul bersamaan di samping Sona yang telah bersiap dengan Rias dan peerage mereka. Tsubaki menjadi satu – satunya yang menemani Sona dalam pertemuan tersebut, sementara anggota peerage Sona yang lain telah dipulangkan akibat kelelahan mengatur semua pertemuan ini.
" Maaf kami terlambat, Sona – sama, Gremory – sama, dan Tsubaki – san " Naruto menundukkan kepalanya sebentar pada tiga wanita tersebut yang hanya memberikan anggukan kecil isyarat tak keberatan akan keterlambatan Naruto dan Ravel.
" Naruto – kun, sepertinya kau telah harus masuk ke dalam, Serafall – sama bersama pimpinan lain telah berada di dalam. " ujar Sona yang segera dipatuhi oleh Naruto. Ia menghilang dalam kilat kuningnya sekali lagi.
" Wauw ?! Kemampuan seperti apa itu ? " ujar Issei terkejut, saat pertama kali kedatangan Naruto dan Ravel juga ia dan Asia hanya dapat membuka rahang mereka karena Naruto tiba – tiba telah berada di samping Sona tanpa menggunakan lingkaran sihir teleportasi atau sebagainya.
" Itu merupakan kemampuan Longinus Naruto – san. Ia dapat berteleport kemana saja asalkan ia memegang medianya, Issei – kun " jawab Akeno.
" Atas kemampuannya tersebut, ia memperoleh nama sebagai The Golden Boy, Meikai no Kogane Senkou, dan lain – lain. " tambah Yuuto.
Issei tertegun sejenak, ia tak berpikir bahwa sosok Naruto yang mulai ia benci sejak pertunangan Rias dan Raiser dapat sekuat itu, terlebih usianya sama dengan Buchou – nya namun terdapat jurang lebar yang memisahkan kekuatan mereka.
" Tak perlu berbasa – basi lagi, Onee – sama telah memberikan intruksi agar kita masuk. Ravel – san berjalanlah sejajar denganku dan Rias " Ravel mengangguk kecil dan mengikuti intruksi Sona, Tsubaki berada di belakang Sona sementara itu, para peerage Rias terkecuali Koneko dan Gasper yang berada dalam ruangan klub berbaris rapi di belakang Rias. Issei sepertinya menyadari posisinya dalam pertemuan penting tersebut.
Para iblis muda yang baru saja memasuki ruangan tersebut hanya dapat meneguk ludah kasar begitu disuguhi oleh aura kekuatan yang begitu dahsyat. Di ruangan yang hanya berukuran 10x10 meter tersebut terdapat sebuah meja bundaran yang memisahkan para pemimpin. Di sebelah kiri merupakan pihak iblis yang mana Sirzech dan Serafall telah didampingi masing – masing oleh ajudan mereka, the Strongest queen dan The Strongest youth dari Meikai, Grayfia Lucrifuge dan Uzumaki Naruto. Tak jauh dari pihak iblis yang berada pada tengah meja adalah Azazel yang duduk dengan gaya semrawutan didampingi oleh dua murid terkuatnya, Ikuse Tobio sang Slash Dog dan juga Vali Lucifer sang Hakuryuukou. Dan terakhir yang berada di sebelah kanan, Michael dan Gabriel yang masing – masing didampingi oleh ajudan mereka, Michael dengan ajudannya, Irina Shidou, ksatria gereja berpotensi yang kini memegang Excalibur Mimic mendampingi Gabriel.
Rapat 3 fraksi itupun dimulai dengan Serafall yang mempersilakan Rias, Sona, dan Ravel sebagai korban selamat untuk menjelaskan apa yang menjadi perkara dari pertemuan tersebut. Rias sebagai sasaran utama dari serangan Kokabiel berada satu langkah di depan para iblis muda lainnya. Rias menjelaskan kronologisnya saat pertama kedatangan Kokabiel yang mana Kokabiel mendeklarasikan tujuannya yakni memprovokasi pihak iblis dan tenshi untuk memulai Great War jilid 2 dengan membunuh 2 adik Maou, Iblis Phenex, Sekiryuutei, dan para ksatria gereja yang mengenggam Excalibur.
Pertarungan pada awalnya berjalan mulus dengan kepemimpinan Rias yang disupport oleh kemampuan membuat strategi Ravel, mereka berhasil mengimbangi kekuatan Kokabiel kendati terdapat jurang antara kekuatan dan pengalaman. Akan tetapi, segalanya tak sesuai ekspektasi begitu Kokabiel memanggil dua Cerberus membuat konsentrasi tim Rias terpecah belum lagi kehadiran Freed dan Valper semakin memperburuk suasana. Di tengah gentingnya suasana tersebut, Sona memerintahkan Tsubaki untuk menghandle sesaat kekkai sementara ia menghubungi kakaknya untuk menghindari kemungkinan Ravel dan Rias beserta peeragenya tewas.
Serafall memerintahkan Naruto yang saat itu berada di Kyoto untuk memberikan support kepada Sona, karena ia jika ia turun tangan sendiri maka akan lebih memicu konflik antara da – tenshi dan akuma. Naruto segera menteleport Sasuke bersama dengan Reni yang saat itu berada di Osaka untuk menolong mereka, ia tak dapat pergi karena berada dalam perjanjian politik.
Kehadiran Reni dan Sasuke menjadi titik balik penyerangan, dimana mereka lebih dapat mengakomodasikan strategi – strategi yang Ravel buat, hanya membutuhkan waktu 10 detik, Kokabiel tumbang setelah menerima tebasan energi dari Susano'o Sasuke. Reni mengambil tindakan penghabisan dengan membekukan Kokabiel beserta Freed dan Valper. Tepat ketika Vali datang, mereka segera menyerahkan tiga makhluk tersebut pada sang Hakuryuukou.
Sona dan Ravel hanya maju untuk mengkonfirmasi apa yang dikatakan Rias tepat dan tak kurang sama sekali membuat alis Rias berkedut karena dua gadis jenius itu mengambil keuntungan dari penjelasan panjangnya.
" Begitu ya, kerja bagus para iblis muda, dan keputusan yang tepat Leviathan – dono, Naruto – kun " Serafall hanya tersenyum kecil sementara Naruto menundukkan badannya sebentar lalu memberikan permintaan maaf singkat.
" Maaf, saya tak dapat hadir secara personal pada insiden tersebut. Hari itu saya berada di Kyoto dalam hubungan bilateral antara Akuma dan Youkai. "
" Ya, itu bukan masalah yang besar Naruto. Aku juga merasa bersalah akibat kelakuan salah satu bawahanku kalian semua menjadi kerepotan. Dan lagi Vali ... mengapa kau terlambat ? " Komentar Azazel sekaligus bertanya pada Vali yang berada di sampingnya.
" Aku tiba ketika Sasuke – san dan Reni – san telah berada dalam kekkai tersebut. Melihat kedatangan mereka berdua, aku yakin bahwa keberadaanku sudah tak dibutuhkan lagi. Maka, aku hanya duduk menonton " Jawab Vali santai tak merasa bersalah sama sekali.
" Ehem ... " Seluruh atensi tertuju pada Sirzech yang berdehem guna menarik perhatian dari para peserta rapat. Sirzech menatap Azazel dengan pandangan datar lalu bertanya " Bagaimana penjelasanmu atas penyerangan Kokabiel ini Azazel ? "
" Kau membutuhkan penjelasan apa lagi Sirzech ? Bukankah Vali telah mengatakan pada adikmu bahwa tindakan Kokabiel merupakan keinginannya sendiri, kau lihat aku bahkan mengerahkan wakilku sendiri untuk menangani Kokabiel. Kokabiel saat ini telah dibekukan di Cocytus, ia tak akan menganggu sementara Freed dan Valper telah kami kurung dalam tahanan kami. Ah, aku juga telah menemui adikmu secara pribadi kemarin dan menjanjikan mereka sesuatu sebagai bentuk pertanggungjawaban "
Terang Azazel panjang lebar namun masih dengan santai.
" Azazel – dono sepertinya anda kurang menangkap maksud sepenuhnya dari Lucifer – dono. Saya menangkap beliau bermaksud menanyakan mengapa hal ini dapat terjadi ? " Michael meluruskan arah rapat itu kembali.
" Ah, kalau mengenai itu ... kalian tentu tahu bagaimana sifat dari para da – tenshi bukan. Banyak yang kurang puas akan keputusanku untuk mempertahankan gencatan senjata, sebagian dari mereka gila akan pengakuan, dan Kokabiel merupakan yang paling fanatik. Dengan kharismanya ia menarik beberapa da – tenshi untuk mengikuti jejaknya. Yah, namun semua masalah internal itu telah berhasil kutumpas. Kalian tenang saja, kejadian yang sama tak akan terjadi lagi. Aku jamin " Tak ada satupun dari para petinggi yang tenang walaupun telah mendengar ucapan Azazel sendiri.
" Kami berharap yang terbaik ke depannya dari anda Azazel – dono " Gabriel memutuskan untuk mempercayai Azazel akhirnya.
" Aww ... thanks Gabriel – chan " jawab Azazel dengan nada menggoda yang membuat sebagian peserta rapat diserang rasa mual.
" Cukup dengan masalah Kokabiel. Mari kita bergerak ke agenda utama kita " ujar Serafall membingungkan para iblis muda. Agenda utama ? Mereka hanya mengetahui bahwa pertemuan atau rapat itu diadakan untuk membahas tindakan Kokabiel, namun mendengar pernyataan dari Serafall membuat mereka kebingungan.
" Agenda utama ? " bisikan Rias tertangkap oleh Azazel. Gubernur da – tenshi itu menjawab kebingungan dari para iblis muda.
" Rias – chan dan kalian semua tentunya telah memahami sedikit bagaimana situasi antara tiga fraksi saat ini bukan ? " Rias mengangguk atas pertanyaan awal Sirzech. Sirzech memberikan senyuman kecil lalu melanjutkan.
" Sebelum pertemuan ini diadakan kami telah saling berdiskusi satu sama lain, berpikir untuk menghentikan gencatan senjata dan membangun kembali hubungan antar makhluk ciptaan Bibble. "
" Singkatnya kami berpikir untuk berdamai dan membentuk aliansi. Namun, pembentukan tersebut tak hanya dapat disahkan jika para pemimpin tidak ditemukan dalam satu ruangan begini. Nah, Michael, Gabriel, Sirzech, dan Serafall ... aku mendengar keputusan final kalian akan hal ini " Azazel menjelaskan lalu melontarkan pertanyaan tersebut dengan pandangan serius, sikap duduknya juga telah ia luruskan dan matanya menatap para pemimpin dengan ekspresi serius. Sesuatu yang sangat jarang ditemukan pada pribadi Azazel.
" Kami dari Tenshi tak pernah keberatan akan hal tersebut. Tak penting usul kedamaian berasal dari mana, hal ini juga membantu kami untuk menyebarkan ajaran Ayah kepada para manusia " jawab Michael. Gabriel hanya memberikan senyuman kecil atas kesamaan pendapatnya dengan Michael.
Sirzech dan Serafall bertatapan sebentar. Mereka telah membicarakan ini dengan para tetua dan para pemimpin 72 Pillar lainnya. Mereka semua telah memberikan mandat kepada kedua Maou tersebut untuk memutuskan di tempat. Serafall memberikan senyum kecil pada Sirzech yang segera dipahami oleh Maou Lucifer tersebut. Sirzech dan Serafall telah menjadi sahabat sejak mereka belia, mereka sama – sama menderita Sis – con karena mereka tidak ingin kedua adik yang mereka sayangi kehilangan masa muda mereka, dan mereka juga tak menginginkan mengorbankan masa muda adik mereka untuk perang. Cukup mereka saja yang menderita akibat perang, kedua sahabat karib tersebut memiliki pandangan yang sama akan hal itu.
Sirzech mengangguk dengan senyum kecil pula.
" Kami dari Akuma juga telah bosan akan peperangan. Great War dan perang saudara di Meikai ratusan tahun terus membawa luka besar bagi kaum kami. Sebagai Maou terpilih, kami ingin menjamin masa depan dimana para generasi muda dapat tumbuh selayak mungkin. Maka dari itu, kami setuju akan usulmu Azazel. " Azazel tersenyum simpul mendengar pernyataan dari Michael dan Sirzech, akan tetapi senyum itu luntur begitu ia mendaratkan atensinya pada pemuda pirang di samping Serafall.
" Uzumaki Naruto ... " Naruto mengangkat alisnya mendengar Azazel memanggil namanya secara lengkap. Biasanya gubernur mesum itu hanya memanggilnya bocah atau nama depannya saja.
" Tak dapat dipungkiri lagi saat ini, bahwa kau merupakan salah satu pemegang Longinus yang begitu berbakat. Aku ingin mendengar pendapatmu akan perdamaian ini! "
Para iblis muda memandang kepada Naruto yang telah memejamkan matanya. Vali dan Tobio juga ikut memperhatikan gerak – gerik dari pemuda pirang tersebut. Bagi iblis muda mereka hanya melihat ini sebagai pertanyaan biasa namun bagi Naruto yang telah memiliki pengalaman dalam dunia politik, ia mengetahui bahwa ekstensinya telah dicurigai dan dapat berubah menjadi ancaman. Lagi, Azazel tak mengajukan pertanyaan, jika diteliti kembali kata – kata Azazel mengandung perintah, sebuah keharusan.
Naruto tersenyum simpul begitu mendapat satu jawaban yang cocok.
" Aku tak mengerti mengapa anda menginginkan pemikiran saya mengenai perdamaian ini. Pertama, aku sama sekali tak menentang perdamaian ... " Naruto berdiam sebentar mengambil jeda untuk melihat ekspresi dari para pemimpin dan ia melihat seluruh pemimpin terkecuali Serafall memberi gestur padanya untuk melanjutkan.
" Namun, aku juga tak berpikir untuk menerimanya. Anda semua tentu mengetahui mengenai kemampuan Longinus yang kumiliki dan lebih penting lagi nama dari Longinusku ini. Peperangan merupakan suatu proses pembelajaran, perang memang hanya membawa luka namun luka itu memberikan pelajaran baru. "
" Intinya kau tidak berpihak pada perdamaian bukan ?! " Azazel menginterupsi.
" Anda salah menangkap poin saya Azazel – dono. Maksud saya adalah jika saya tak berada dalam keadaan untuk berperang maka saya tidak akan berperang. Namun, jika perang merupakan suatu keharusan maka hamba hanya dapat siap untuk melaksanakannya. Tentunya aku lebih ingin berdamai, tapi sayang dunia tak seindah itu " ujar Naruto dengan pandangan menerawang pada bagian akhir kalimatnya.
" Aku mengerti. Jalan pikiranmu rumit seperti biasanya " simpul Azazel dengan pandangan yang sulit diartikan.
Deg
" [ Forbidden Balor View ] " desis Azazel begitu melihat Tsubaki beserta seluruh peerage Rias terkecuali Issei kaku tak bergerak. " Uhm sepertinya dhampir yang berada dalam keluargamu dalam bahaya, Rias " ungkap Azazel melihat ke arah Rias dengan pandangan prihatin. Michael melihat ke sekeliling dan tersenyum begitu mengetahui siapa saja yang tidak terkena dampaknya, kendati ia terkejut tiga iblis muda dapat bertahan dari pengaruh sacred gear Gasper.
" Banyak dari yang kita tak terpengaruh teknik ini. Naruto – kun, Vali – kun, dan Tobio – kun, Issei - kun terlindungi longinus mereka masing – masing. Sedangkan aura suci Excalibur melindungi Irina – san. Namun, aku terkejut begitu melihat kalian bertiga dapat bertahan dari pengaruh ini " tunjuk Michael pada Sona, Ravel, dan Rias.
Ravel dan Sona hanya bertatapan sebentar sebelum mengeluarkan sebuah kunai bercabang tiga. " Kami yakin benda ini melindungi kami dari pengaruh Gasper – kun " jawab Sona, ia memberikan senyum kecil sekilas kepada kakaknya yang hanya menyeringai kecil. Kini Sona mengerti apa yang kakaknya maksud.
Rias terlihat berpikir sejenak sebelum akhirnya membalas. " Kemungkinan karena sebelumnya tanpa sengaja aku menyentuh Gauntlet Issei. Tapi bagaimana ini, aku tak dapat membiarkan Gapser – kun dalam bahaya. " ujar Rias khawatir. Sirzech memberikan senyum menenangkan sebentar. " Rias – chan dan Issei – kun pergilah ke tempat Gasper – kun. Yang lain dapat menangani tempat ini. "
" Gremory – sama, izinkan klon saya ikut anda. Terlebih saya mengingat rook anda Toujou Koneko berada di dekat Gasper bukan ? Anda dapat melakukan gerakan spesial tersebut untuk menghemat waktu dan sekaligus menyelamatkan rook anda. " usul Naruto. Ia berjalan pelan menuju Asia dan hanya dengan tepukan singkat pada pundaknya, aura emas menyelimuti tubuh Asia membawa kembali kesadaran Asia.
" Eh ? Apa yang terjadi ? " bisik gadis tersebut. Naruto hanya berlalu melewati gadis tersebut dan membentuk seorang klon tepat di samping Rias. Rias mengangguk kecil akan usul Naruto, sebelum berteleport ia memberikan penjelasan sekaligus motivasi singkat bagi Asia yang masih bingung.
" Asia keadaan begitu genting saat ini. Tenagamu sangat diandalkan, kau mengerti ? " Asia mengangguk kecil dan Rias telah pergi.
" Ha ... beginilah jika ingin berdamai. Banyak saja orang – orang bodoh yang ingin menganggu " gerutu Azazel. Langit yang berada di luar menggelap begitu sebuah lingkaran sihir raksasa yang mentransfer puluhan ribu penyihir hadir melayang di depan gedung Akademi Kuoh. Para pemimpin bertatapan sebentar sebelum mengangguk bersama.
" Vali, dapatkah kau mengurus tamu tak diundang yang ada di sana ? " Vali tanpa suara segera membentangkan kedua sayap putihnya dan terbang memecahkan kaca jendela ruangan tersebut. Michael hanya memberikan senyum kecil pada Irina yang segera Irina mengerti, secara tiba – tiba sepasang sayap merpati hadir pada punggung Irina dan gadis gereja itu mengikuti Vali untuk melawan para penyihir.
Empat kilatan kuning muncul di sebelah Naruto memperlihatkan Seekvaira, Le Fay, Ilya dan Reni. " Maaf merepotkan kalian, tapi dapatkah kalian mengurus para Penyihir di sana. Aku yakin dalang di balik semua ini masih bersembunyi. "
" Bukan masalah Naruto, namun lain kali jangan menteleport kami secara tiba – tiba seperti ini " Seekvaira memberikan glare ringannya sebentar pada Naruto sebelum memerintahkan Ilya untuk mengikutinya. Le Fay dan Reni yang menjadi Contracted Magician Naruto hanya tersenyum kecil sebentar sebelum mengikuti yang lain.
" Heh ... Naruto apa kau yakin para gadismu dapat mengalahkan mereka ? " tanya Azazel dengan nada menggoda.
" Sasuke juga telah berada di bawah. Anda tenang saja Azazel – dono, mereka dapat diandalkan " jawab Naruto mengabaikan godaan Azazel.
" Bisa kita lanjutkan negosiasi perdamaiannya. Kupikir kita hanya harus mengesahkannya saja sebelum ada pihak lain yang menganggu kembali " tegur Michael. Namun, belum sempat pemimpin lain menjawab sebuah lingkaran sihir muncul di belakang Michael mengirimkan demonic power yang terarah langsung pada ketiga pemimpin kendati serangan yang terarah pada Serafall lebih terkonsentrasi.
Tobio dengan mudah menggunakan kemampuan pedangnya untuk mementalkan setiap serangan tersebut ke sembarang arah melindungi Azazel dan Michael sementara Naruto hanya bertindak simpel yakni menteleport serangan yang mengarah pada Sirzech dan Serafall ke dunia lain.
" Leviathan ... " bisik Sirzech dan Serafall begitu mengenali simbol tersebut. Dari lingkaran sihir hitam itu, seorang wanita paruh baya berkacamata dengan paras yang berbanding terbalik dengan usianya keluar dengan gaya sensual.
" Hai para pemimpin sekalian ... kalian telah salah mengirim undangan bagi pihak iblis. Seharusnya kalian mengirim padaku, Katarea Leviathan, Maou Leviathan sejati "
" Apa maumu kemari Katarea ? " tanya Sirzech. Azazel dan Michael tak mengambil tindakan, ini merupakan masalah internal bagi kaum iblis.
" Tentu saja untuk menolak perdamaian. Sebagai keturunan Maou sejati, aku menolak untuk bersekutu dengan malaikat jatuh yang kotor dan dengan malaikat yang munafik "
" Kau tak ingin menyerah ? " tanya Sirzech lagi. Katarea tertawa meremehkan " Kau mungkin merupakan iblis yang kuat Sirzech, tapi kau bukanlah yang terkuat. Hari ini, aku akan membunuh kau dan Serafall lalu kembali mengambil tahtaku yang telah kalian rebut. " Katarea melemparkan sebuah energi peledak yang dengan mudah Naruto teleport keluar hingga ledakan masif itu malah berbalik menghancurkan beberapa lintasan sihir dari penyihir.
" Brengsek kau iblis muda " gerutu Katarea. Naruto maju ke depan selangkah. " Anda tak pantas untuk berhadapan dengan Sera – sama, biarkan saya sebagai muridnya untuk melawan anda. "
" Oi Naruto kau yakin ? Ia berbeda dengan musuh – musuhmu sebelumnya " Naruto mengabaikan peringatan Azazel tersebut. Sementara Katarea memberikan tawa meremehkan. " Jangan sombong anak muda, kendati kau begitu terkenal di Underworld tak berarti kau mampu untuk menghadapiku. "
" Kita tidak akan tahu sebelum mencoba bukan ... Sera – sama saya permisi dulu " Serafall tersenyum kecil sebagai izin bagi Naruto. Katarea semakin kesal begitu mendapati fakta bahwa ia diabaikan, satu lagi mantra peledak ia lesatkan dan Naruto kembali menghentikannya namun kali ini dengan Kankara Formula.
" Ruangan ini terlalu kecil bagi kita Katarea – san. Mari kita bertarung di tempat lain " Naruto menjentikkan jarinya dan mereka berdua ditransfer menuju langit luas di luar yang mana para pasukan penyihir telah berhasil dikalahkan semuanya.
Sirzech memberikan seringai kecilnya lalu menatap masing – masing pemimpin. " Sudah tidak ada yang menganggu lagi bukan ? Mari kita lanjutkan. Dan setelahnya kita dapat melihat penampilan gratis dari Naruto – kun "
XoX
Ruangan Klub ORC
Rias, Issei, dan klon Naruto tiba dengan pemandangan yang tak dapat disangka oleh Rias dan Issei. Mereka semula mengira bahwa Gasper dalam keadaan bahaya atau terluka serius hingga membuat Dhampir itu mengaktifkan sacred gearnya namun pemandangan di depan mereka membuat mereka harus menelan bulat – bulat segala prediksi tersebut. Di ruangan klub terdapat 8 penyihir – dalam keadaan tak sadarkan diri- terlentang berserakan dengan luka – luka berat dan tak jauh dari mereka terdapat sosok yang mereka yakini sebagai Gasper. Gasper saat ini tengah diselimuti oleh aura kehitaman yang membuat surai pirangnya menggelap, mata kirinya berwarna merah darah dan terlihat samar terdapat pola jarum jam yang berhenti dari mata kiri tersebut. Gasper hanya menatap kosong ke arah mereka. Begitu satu erangan datang dari Gasper, Issei dan Rias terlonjak mendapati Gasper berniat menyerang mereka.
" Sepertinya ia lepas kontrol " bisik klon Naruto berjalan santai ke depan Rias dan Issei yang masih bingung akan kondisi Gasper. Rias dan Issei memperhatikan dalam diam begitu dengan gerakan lambat tangan klon tersebut yang telah berwarna keemasan menangkap leher Gasper yang melesat ke arahnya dan tanpa ragu membanting tubuh dhampir itu ke lantai. Rias berniat untuk memprotes perlakuan kasar Naruto atas Gasper namun terhenti begitu melihat aura hitam yang menyelimuti Gasper perlahan terhisap ke dalam tangan emas klon Naruto.
" Tenang saja Gremory – sama, Gasper – kun akan baik – baik saja. Ah, akibat menyerap energi gelap Gasper tadi, aku akan kehilangan ekstensiku sebentar lagi. Jadi kembalilah ke ruangan rapat dan menjadi iblis muda yang baik. Kalian paham ? " Issei menggertakkan giginya mendengar nada menggurui dari klon Naruto.
' Baik klon maupun aslinya sama saja. Sama – sama menyebalkan ' batin Issei. Sementara Rias mengangguk kecil dan mengambil langkah untuk memeriksa keadaan Gasper. " Bagaimana dengan para penyihir ini ? " tanya Rias mengembalikan pandangannya pada klon Naruto yang mulai memudar. " Sudah kukatakan bukan, kalian hanya perlu kembali ke atas. Di bawah sini merupakan tugasku " Rias mengangguk sekali lagi dan mengambil sikap untuk menggendong Gasper akan tetapi Issei lebih tanggap dengan mengambil Gasper terlebih dahulu dalam gendongannya. Sang Sekiryuutei itu memberikan pandangan terakhir pada klon Naruto yang keberadaannya hanya terlihat tubuh bagian atasnya saja.
" Saat di pertunangan kemarin, aku telah salah menilaimu. Naruto – san ... aku akan bertambah kuat dan bila waktunya tiba aku akan menghajarmu " Klon Naruto hanya memberikan senyuman tipis sebelum dirinya benar – benar memudar. Rias yang mendengar deklarasi Issei hanya tersenyum tipis dan menepuk pelan surai coklat dari pawnnya tersebut. " Kalau begitu kau harus latihan yang begitu keras, karena Naruto – san telah jauh berada di atasmu Ise "
" Ha'i Buchou " Issei mengangguk mantap dan berdiri di samping Rias bersiap untuk berteleport.
Sementara itu, di luar gedung Kuoh Akademi, puluhan ribu penyihir yang semula memadati langit sekitar Kuoh telah menghilang dan terlihat banyak penyihir yang telah ditangkap dan ditahan dengan menggunakan sihir khusus. Mengapa mereka tidak dimusnahkan langsung ? Alasannya adalah keberadaan Reni yang mengatakan bahwa ia akan mendiskusikan masalah para penyihir tersebut dengan ayahnya. Puluhan ribuan penyihir kelas menengah sekalipun dapat diselesaikan dengan kehadiran tiga pemegang Longinus muda yang berbakat, yakni Uchiha Sasuke, Lavinia Reni, dan Vali. Belum lagi dihitung dengan bantuan dari Ilya dan Le Fay yang kedua memegang KuroRyuu sang naga ketiadaan. Akan tetapi dari semua peran tersebut, Seekvaira mengambil peran penting sebagai pemimpin yang membuat strategi sehingga setiap serangan yang dikeluarkan efektif dan tak terbuang sia – sia. Irina yang datang lebih lambat hanya dapat menonton bagaimana kelompok tersebut seperti telah terlatih cukup lama melawan ribuan penyihir seakan mereka tak ada apa – apanya.
" Naruto – kun ! " pekikan kecil Ilya mengalihkan tatapan Seekvaira dan gadis itu hanya dapat mendengus kasar begitu mendapati Naruto tengah berhadapan dengan wanita paruh baya yang memiliki aura setingkat dengan Ultimate High Class Devil. Le Fay dan Reni beserta Vali telah berniat untuk ikut menyusul Naruto namun ditahan oleh Sasuke.
" Kalian tak perlu menyusulnya. Ia tak meminta bantuan bukan ? Berarti ia telah meyakini bahwa ia sanggup untuk melawan wanita tersebut. Lebih baik kalian mengistirahatkan tubuh masing – masing. Kurasa malam ini akan menjadi begitu panjang " Sasuke memberikan penjelasan panjang yang membuat Reni dan Le Fay berkedip – kedip tak menyangka, Sasuke menaikkan alisnya atas reaksi kedua gadis tersebut.
" Ah, tak biasanya Uchiha – kun berbicara sebanyak ini " Reni menjawab kebingungan Sasuke dengan nada menggoda menghasilkan dengusan berat dari Sasuke. " Uhm sebenarnya aku enggan mengikuti saranmu Sasuke – san. Namun, aku akan mengikuti saranmu jika kau berjanji kita akan berduel lagi setelah ini "
Sasuke hanya mengangguk. Ia dan Vali telah sering berduel dan seringkali hasilnya berakhir seimbang. Walaupun dari kedua belah pihak sama sekali belum all out dalam duel mereka.
" Nah, Katarea – san dapatkah kita memulai duel ini ? " Naruto bertanya sambil merilekskan pergelangan tangannya. Katarea mendecih. " Dengar bocah, aku tak memiliki urusan denganmu. Aku akan menghabisimu dengan cepat di sini dan selanjutnya mentormu yang jalang akan kuhabisi karena berani mengambil tahtaku. "
" Kau sebut apa tadi Serafall – sama ? " tanya Naruto dengan senyum Innocent namun nadanya dingin. Katarea sedikit terganggu akan ekspresi Naruto, akan tetapi kesombongan segera memenuhi dirinya dan ia mulai menggali kuburannya sendiri.
" Jalang, apa – "
Buak
Naruto tak memberi kesempatan untuk Katarea berbicara lebih banyak. Ia tak terima begitu mendengar mentornya yang begitu ia hormati dihina begitu rendah oleh wanita gila tahta di depannya itu. Katarea terseret mundur beberapa meter akan tamparan ringan Naruto, kendati tamparan tersebut hanyalah bersifat teguran namun itu menghasilkan ruam merah pada pipi keputihan Katarea.
" Berani kau menyentuh keturunan Leviathan, kau iblis sampah rendahan " Katarea mengamuk dan menembakkan demonic power dalam konsentrasi tinggi. Naruto tak bergerak di tempatnya membiarkan seluruh tembakan tersebut melewatinya, dan mentransfer beberapa demonic power terakhir untuk dikembalikan kepada Katarea.
" Kukembalikan milik anda " Katarea melotot begitu serangannya yang semula menargetkan Naruto berbalik ke arahnya, dengan sepasang sayapnya ia menukik ke bawah menghindari serangan tersebut. " Sebaiknya aku menyelesaikan ini dengan cepat " bisik Naruto, ia mulai diselimuti aura emas dan dalam sekejap ia berada dalam mode subspesies balance breakernya. Naruto berpindah ke belakang Katarea, dengan subspesiesnya penglihatan merupakan media nya untuk berteleport, selagi tempat tersebut dapat dijangkau matanya maka ia dapat berteleport sesuka hati.
Katarea mengetahui teknik tersebut. Ia membuat 4 lingkaran sihir di sekeliling tubuhnya dan menembakkan demonic power dalam konsentrasi, volume, dan laju berbeda untuk menghalangi Naruto mendekat.
" Longinusmu memang mengagumkan bocah. Namun, begitu aku mengerti cara kerjanya, Longinusmu hanyalah sampah " Naruto mengabaikan hinaan Katarea dan terus berteleport untuk menghindari sebuan demonic power, kelemahan dalam subspesies balance breakernya adalah ia tak dapat mentransfer esensi tubuhnya ke dimensi lain karena terlalu berfokus pada konsep teleport. Akan tetapi,Naruto memiliki cara tersendiri untuk mengatasi kelemahan tersebut, ia mengesktrak dua berkas aura emas di masing – masing tangannya untuk membentuk dua kunai khasnya dan dengan gerakan simpel ia menepis demonic power yang mengarah padanya dengan kedua kunai tersebut. Dampaknya ? benda yang bersentuhan dengan kunai tersebut menghilang dipindahkan ke dimensi lain.
" Anda tak belajar dari kesalahan pertama anda huh Katarea –san " Naruto membuat sebuah lingkaran emas pada empat penjuru yang mengeluarkan serangan serupa dengan Katarea sehingga serangan tersebut berakhir menjadi ledakan – ledakan kecil layaknya kembang api di sekitar Katarea.
' Sial ... ' batin Katarea begitu area penglihatannya tertutupi oleh ledakan di sekitarnya, ia dapat bertahan dari efek ledakan di sekitarnya menggunakan lingkaran sihir pertahanannya.
Syut
Mendnegar suara benda yang dilemparkan, tangan Katarea refleks untuk menangkap benda tersebut yang merupakan kunai milik Naruto.
Sring
Naruto muncul di depan Katarea dan dengan gerakan halus mengambil Kunainya yang berada pada Katarea, tangan kirinya telah mengkonsentrasikan demonic power dalam kapasitas menengah dan dengan gerakan cepat yang bahkan tak dapat ditangkap sepenuhnya oleh Katarea, ia telah terlempar dan merasakan perutnya kebas akan pukulan tersebut.
DUARR
Gedung kelas yang berada di bagian timur segera berlubang akibat pendaratan Katarea. Naruto perlahan melayang merendah tak jauh dari gedung tersebut, matanya menyipit begitu merasakan konsentrasi energi Katarea bukannya melemah malah semakin meningkat, irisnya mulai diselimuti bintik emas dan ia dapat melihat Katarea tengah meminum sebuah cairan dari seekor ular kehitaman yang telah ia sobek.
" Kau akan menerima akibatnya rendahan ... " desis Katarea mengeluarkan aura yang begitu kuat, membuat gedung yang telah kehilangan keseimbangannya tersebut benar – benar runtuh, debu tebal menutupi keberadaan Katarea dan Naruto segera menghindar ke kiri begitu matanya menangkap jari Katarea memanjang dan mengeras ingin menikamnya.
" RASAKAN ... RASAKAN ... RASAKAN ... RASAKAN ITU RENDAHAN HAHAHAHA " Katarea tertawa bengis begitu melihat Naruto terus menghindar dari serangannya, total terdapat 10 jari yang mengincarnya saat ini dan gerakan Manuver yang Naruto lakukan berhasil membuat Naruto hanya menerima beberapa luka gores kendati jari – jari tersebut telah diselimuti oleh energi iblis yang mematikan.
" Kau terus berceloteh mengenai kemuliaanmu sebagai keturunan dari Maou Leviathan terdahulu namun hanya untuk melawan murid dari penggantimu saja kau membutuhkan bantuan pihak lain ... keh menggelikan "
" Berisik ! Kau tak punya hak untuk mengomentariku di saat kau hanya dapat mengandalkan longinusmu itu " Serangan – serangan dari Katarea semakin cepat dan destruktif.
' Baiklah, jika ia berkata begitu ' batin Naruto begitu menghindari lagi dua jari yang mengincarnya dari depan dan belakang. Naruto menonaktifkan kemampuan Longinusnya hingga ia kembali seperti sebelumnya, dua jari mengincar Naruto dari depan akan tetapi tak seperti sebelumnya, Naruto menangkap kedua jari tersebut dengan tangan yang telah terselimuti energi demonic.
" HAAAAAAAAAA " Naruto berteriak nyaring begitu menarik kedua jari itu hingga membuat Katarea yang sedari tadi tak bergerak juga ikut terseret, Katarea berusaha menahan tarikan Naruto dengan menyerang Naruto dari segala arah akan tetapi Naruto dengan mudah menghindari serangan tersebut sambil terus menarik dua jari yang sedari tadi genggam.
Katarea tak mampu lagi menahan tarikan Naruto, ia mulai melayang dan dibantingkan keras ke tanah sebelum sempat mengepakkan sayapnya.
DUARRR
Kawah berukuran sedang terbentuk di tengah lapangan upacara Kuoh Akademi. " Aku akan mengakhirinya sekarang, dengan teknik terbaruku " Naruto menggunakan kembali subspesies balance breakernya. Kedua tangannya menyatu, kemudia tangan kirinya menengadah ke langit.
Bansho Tenin
Para pemimpin fraksi dan tim Naruto beserta yang lainnya hanya menatap bingung akan teknik Naruto karena setelahnya mereka tak melihat apapun yang terjadi. Katarea menyeringai sambil berusaha bangkit dari posisi tengkurapnya, tepat ketika ia berbalik, wajahnya dan seluruh penonton lain memucat mendapati di langit 2 buah meteor tengah mengarah pada Katarea.
DUAR DUAR
Lapangan Kuoh Akademi rusak parah atas hantaman kedua meteor tersebut. Debu dan asap tebal menyatu di udara, beruntung pasukan tim Naruto yang dikoordinasikan Sona dan Seekvaira bergerak cepat untuk membangun Kekkai agar peristiwa itu tidak diketahui oleh manusia biasa.
Asap tebal masih terus menutupi area tersebut dan Sasuke mengambil inisiatif untuk menghilangkan asap tersebut dengan menebaskan pedangnya ke udara kosong, pandangan di depan mereka telah dapat disangka, Naruto dengan keadaan baik – baik saja berdiri di mulut kawah raksasa dan sudah dipastikan Katarea musnah.
Para pemimpin fraksi hanya tersenyum kecil dari dalam ruangan mereka, melihat hasil pertarungan yang telah dapat diprediksi tersebut. Akan tetapi ... semua ini belum selesai
Krak Krak
Seluruh ekstensi yang berada di Kuoh Akademi hanya dapat mengigil merasakan energi terkonsentrasi begitu dalam hadir bersamaan dengan hadirnya retakan dimensi di tengah langit kota Kuoh.
Sirzech, Serafall, Grayfia, Azazel, Michael, Gabriel, dan Naruto memfokuskan pandangan mereka begitu mereka mengenal pemilik dari energi tersebut.
Retakan di langit itu semakin melebar akan tetapi tak ada satupun yang bergerak untuk mencegah itu terjadi.
Prang
Seluruh ekstensi tersebut menahan nafas mereka begitu langit di atas mereka pecah berantakan seperti kaca dengan retakan yang berdiameter 5 meter lebih menunjukkan seorang gadis kecil yang didampingi oleh dua pemuda bersurai pirang dan hitam. Pria bersurai pirang yang berada di sebelah kanan gadis tersebut mengenakan pakaian bangsawan Eropa, dan sarung pedang di pinggangnya membuat beberapa orang melebarkan mata, itu Avalon, sarung pedang khusus yang diciptakan untuk menahan kekuatan dari Excalibur, sudah dipastikan dalam sarung pedang tersebut terdapat Excalibur Ruler, salah satu dari 7 pecahan Excalibur, sementara itu pemuda bersurai hitam dengan tampang malas ditambah gestur menopang sebuah tongkat emas di pundaknya.
" Nii – sama " bisik Le Fay begitu mengenali pemuda bersurai pirang tersebut.
" Katarea gagal ya ? " Gadis mungil itu melayang turun dengan ekspresi blanknya. Seluruh ekstensi yang berada di tempat tersebut segera mengerti bahwa gadis itu adalah sumber dari tekanan energi yang begitu dalam itu seakan tiada batasnya.
" K – kau Ophis bukan ? Apa yang kau lakukan di tempat ini ? " Azazel bertanya dengan nada bergetar, nada bergetar itu menunjukkan ketakutan dan juga keterkejutan. Seluruh iblis muda terkecuali Issei dan Asia menelan ludah mendengar nama dari gadis tersebut. Makhluk supranatural mana yang tidak mengetahui Ophis, Uroboros Dragon, naga yang kekuatannya tak terbatas dan diisukan membuat God of Bibble merinding ketakutan.
Ophis menunjukkan dua jarinya ke depan. " Aku hanya punya dua tujuan di sini. " Jari telunjuk Ophis bergeser menuju Vali. " Pertama, aku ingin membawa anggotaku kembali ". Seluruh mata tertuju pada Vali yang hanya tersenyum kecil, ia mengeluarkan sepasang sayap naganya dan terbang menuju retakan dimensi tersebut.
Terjadi perbincangan sebentar antara tiga pemuda tersebut yang tak dapat didengar orang lain. Terakhir pemuda bersurai pirang itu melihat sebentar pada Le Fay dan Naruto lalu memberikan senyuman kecil sebelum menghilang bersama dengan retakan dimensi tersebut.
" Kedua ... " Seluruh atensi kembali tertuju pada Ophis, kali ini Ophis tak menunjuk melainkan secara tiba – tiba hadir di depan Naruto. " Membawa asetku yang berharga ini "
TBC
Oke, saya tahu bahwa ini sangat terlambat dari jadwal update biasanya. Saya hanya dapat mengucapkan maaf atas hal tersebut, hal ini diakibatkan jadwal ujian saya yang begitu padat dan juga adanya masalah pribadi yang membuat saya galau dalam seminggu terakhir ( Sekarang masih #malah curhat). Untuk pertanyaan dari reviewer sebelumnya ada yang mengatakan bahwa Naruto jadi agak menyebalkan ... uhm itu ada tujuannya tersendiri dan telah kukatakan bukan bahwa Naruto akan menjadi gray pada beberapa arc ke depan. Hmm mengenai harem selanjutnya ... masih belum ada yang nebak benar nih hehehe ... Sebenarnya aku bermaksud mengeluarkannya di sini akan tetapi belum sempat yah mungkin di chap depan. Ah, untuk arc Sona ini akan ada 4 Chap, karena aku ingin menekankan pada awal konflik romance pada arc ini. Selanjutnya setelah ini akan lompat pada konflik Kyoto atau rating game, tergantung pada kondisi. Untuk mengenai misteri ayah Naruto, akan diungkap secara perlahan, enggak asyik dong kalau misterinya cepat terungkap hehe. Lalu masih ada reader yang mengatakan bahwa Naruto sepertinya overpower ... nih kujelasin singkat profilnya Dulio Gesualdo, Dulio merupakan yatim piatu yang diangkat oleh Gereja menjadi seorang ksatria sejak masih belia, ia memiliki kemampuan sihir, pedang, dan martial arts kelas atas yang sejajar dengan kelas Ultimate, bahkan Vali di canon pernah mengatakan bahwa Dulio merupakan satu – satunya pemegang Longinus yang sangat Vali ingin kalahkan, dalam Brave Saint ia mendapat kartu Joker yang berarti setara dengan Mutated dan jumlah sayap atau energinya setara dengan Michael, sang Archangel. Itu semua belum didukung oleh kecerdikannya mengingat ia merupakan pemimpin dari DxD. Canis Lykaon dan Regulus Nemea yang Naruto miliki penggunaannya terbatas, Naruto tak bisa menggunakan Canis Lykaon jika Tobio sedang menggunakannya sedangkan Regulus Nemea hanya dapat digunakan saat Balance Breaker. Terlebih, aku tak ingin membuat ini menjadi mainstream dimana Naruto bisa bertarung pedang imbang dengan Dulio, maka dari itu Naruto butuh Canis Lykaon untuk mengimbangi kemampuan berpedang Dulio. Nantikan saja pertarungan mereka nantinya yang saya prediksi akan keluar pada arc ini atau arc depan.
