Longinus 14Th ( Declare of The War )
Naruto Masashi Kishimoto
High School DxD Ichie Ishibumi
Warning : AU, OOC, OC, TYPO, Semi Canon, dan Lain – lain
DemiDevilNaru, SmartNaru
Chapter 14 : Sona Sitri, My First Female Friend. ( New Problem, Gray, and Troublesome )
Underworld
Underworld yang menjadi rumah bagi Akuma dan Da – tenshi pada malam harinya tak terlihat begitu berbeda dengan keadaan siang, hanya langit ungunya sedikit menggelap dari biasa dengan beberapa bintang layaknya di dunia manusia yang menghiasi mendampingi 7 bulan yang memang sedari dulu telah ada dan bahkan dapat dilihat jelas walaupun sedang siang.
Bintang- bintang itu merupakan ciptaan dari Ajuka Astaroth atau kini disebut sebagai Maou Beelzebub setelah pihak Anti Satan ( New Devil ) memenangkan Civil War hingga memaksa para Old Satan menetap di daerah terasing Meikai. Masih membahas tempat terasing di Meikai, tepatnya di tengah hutan terdapat sebuah gua, begitu gelap dan memberikan kesan yang pantas untuk iblis, mengerikan. Di pintu gua tersebut seekor naga bersisik biru terlihat duduk santai dengan menyandarkan kepalanya pada lipatan kedua kaki depannya. Naga itu merupakan Tiamat, Dragon King terkuat dan sekarang merupakan familiar dari Ajuka yang bertugas untuk menjaga pintu gua tersebut yang merupakan laboratorium milik Ajuka yang terbesar.
Di dalam laboratorium tersebut dipenuhi dengan tabung – tabung raksasa yang menyimpan berbagai tubuh makhluk hidup, di bagian tengah terdapat super computer yang memiliki monitor raksasa tepat di depan monitor tersebut terdapat Ajuka yang duduk bersandar pada kursinya. Kedua irisnya fokus pada data – data algoritma yang hadir dalam monitornya.
" Hasilnya persis seperti yang Azazel berikan padaku. Sepertinya aku harus berhenti menyangkal fakta ini, akan tetapi makhluk apa sebenarnya dia … " bisik Ajuka pada dirinya sendiri. Maou tercerdas itu menekan satu tombol pada super komputernya dan computer itu nonaktif segera. Ia bangkit berdiri, dan mulai berjalan menuju sisi timur laboratorium yang dipenuhi rak – rak buku. Ajuka tersenyum sendiri begitu melihat rak – rak buku itu mulai berdebu karena Naruto yang biasanya menghabiskan waktu di sana telah jarang datang akibat harus memenuhi syarat akhir untuk menjadi Lord Uzumaki.
Ajuka tersentak begitu mengingat sesuatu yang penting setelah memikirkan Naruto. Ia mulai berjalan keluar gua. Ia tak dapat berteleport dalam gua tersebut karena ia telah memasang segel untuk menghindari siapapun memasuki guanya tanpa izin.
" Tiamat … aku akan ke Abaddon Mansion sebentar. Tolong jaga tempat ini seperti biasa " pesan Ajuka. Naga biru itu seketika berubah menjadi gadis cantik dan seksi yang memiliki surai biru muda. Ia melompat girang ke Ajuka yang bersiap untuk berteleport " Apa ini terkait dengan Naru – chan ? " Tanya Tiamat girang, Naruto merupakan sosok adik kecil baginya, dan terkadang Tiamat ikut membantu Naruto berlatih.
" Kau benar Tiamat, aku pergi dulu "
" Ha'i hati – hati dan jangan lupa bawalah Naru – chan kemari, sudah sangat lama aku tidak menggodanya hihihi " Ajuka sweatdrop mendengar kikikan Tiamat, ia menggeleng – gelengkan kepalanya dan segera menghilang mengabaikan pesan terakhir familiarnya.
XoX
Kuoh Akademi
Keadaan begitu tegang saat ini, masih belum ada yang melakukan gerakan paska deklarasi Ophis. Selang beberapa detik tersebut, Sasuke diam – diam telah mengaktifkan Sharinggannya dan menyadari ada hal yang janggal. Tak ingin terlalu lama berspekulasi, Sasuke mengaktifkan kemampuan Tsukoyomi dari Sharingannya, pemuda demi-god itu memperoleh sedikit lagi petunjuk begitu melihat ke direksi Naruto. Tanpa bersuara ia melepas tekniknya pada Ophis dengan cepat.
Enton : Kagutsuchi
Ophis melompat mundur begitu area di sekitar Naruto dilindungi oleh api kehitaman yang begitu panas. Sasuke memanfaatkan kesempatan itu untuk mendekati Kingnya, memberikan tepukan teguran pada pemuda pirang tersebut untuk melepas teknik musuh " Sadarlah Dobe, ini ilusi "
Sharingan
Sasuke berhasil melepas ilusi area yang begitu kuat itu dengan kemampuan khusus dari iris merahnya. Seluruh makhluk supranatural bahkan para pemimpin sekalipun sama sekali tak menyadari bahwa mereka telah diserang oleh Ilusi yang begitu kuat, keadaan kembali begitu semula persis seperti saat – saat Naruto membunuh Katarea. Vali masih berada di samping Azazel dengan tatapan shok.
" Di atas " ujar Koneko, ia yang menggunakan senjutsunya pertama kali menyadari adanya musuh. Tanpa banyak bersuara makhluk supranatural lainnya ikut menengadah menemukan seorang pemuda yang begitu dikenali oleh Naruto dan Sasuke.
" Cukup lama bagimu untuk menyadariku teknik yang sebelumnya Uchiha Sasuke. " Pemuda asing yang menggunakan jubah serba putih yang menutupi tubuhnya dari kepala hingga tubuh itu memulai perbincangan. Dari jubah putihnya itu hanya terlihat sepasang sinar merah yang sepertinya berfungsi sebagai mata, jubah putihnya tidak polos terdapat beberapa ornament seperti garis lengkung dan lurus yang membentuk pola tertentu.
Sasuke tak menjawab ucapan pemuda tersebut, sibuk mengenggam katananya. Demi – god itu bersiap jika saja terjadi lagi serangan tiba – tiba ataupun sihir ilusi area seperti sebelumnya. Berbeda dengan yang dahulu, ilusi yang barusan terlihat begitu nyata dan tak dapat dibatalkan dengan mudah, berkat dukungan Grayfia ia berhasil mematahkan ilusi tersebut. Jika tanpa sharingan, ia juga tak akan menyadari bahwa mereka semua telah terjebak dalam ilusi.
" Yare – yare, ada apa ini ? Mengapa bisa makhluk sepertimu datang ke pesta kami tanpa undangan dan tanpa pemberitahuan huh ? " Azazel bertanya dengan nada santainya walaupun gestur nya sama sekali tak sesuai dengan nada bicaranya.
" Tenang saja aku datang dengan damai. Tujuanku sudah kusampaikan melalui teknik yang sebelumnya. Tentu kalian paham bukan ? " Pertanyaan dari pengacau itu memberikan intimidasi yang begitu kentara pada seluruh anggota aliansi tiga fraksi.
" Maaf saja, sampai saat ini aku belum tertarik untuk bergabung dengan organisasi tak jelas kalian. Tim ku telah memiliki tujuan sendiri yakni menjelajahi dunia dan lagipula saat ini masih banyak daftar orang yang ingin kukalahkan khukhu " Vali menolak dengan enteng ajakan dari wakil Khaos Brigade tersebut, hal itu juga sekaligus memberikan penjelasan kepada seluruh anggota aliansi terutama Azazel bahwa ia sama sekali tak terlibat dalam Khaos Brigade sebagaimana yang telah ditampilkan dalam ilusi sebelumnya.
" Sampaikan pada Ophis jawabanku sama seperti sebelumnya " Naruto ikut menyuarakan penolakan atas tawaran kedua dari Ophis yang disampaikan oleh wakilnya tersebut. Pembawa pesan itu tak menunjukkan reaksi yang berlebihan hanya saja sinar mata merahnya sedikit meredup mendapati dua penolakan beruntun itu.
" Begitu ya … sayang sekali " tangan kanan pemuda tersebut terangkat dan para pemimpin telah bersiaga jika saja perwakilan organisasi teroris itu berniat menggunakan jalan kekerasan untuk mencapai tujuannya, akan tetapi belum sempat bagi siapapun bertindak, satu kilatan emas yang hadir di belakang pemuda itu menghentikan seluruh tindakan antisipasi yang disiapkan para pemimpin.
Sring
Dalam satu kilatan emas, Naruto telah berdiri di belakang sosok tersebut dengan tubuh yang terselimuti oleh aura keemasan. Iris matanya berubah menjadi perpaduan antara biru dan emas, itu merupakan perubahan Naruto di kala ia memasuki mode subspesies balance breakernya. Mode yang memberikannya kemampuan berteleport ke mana saja asalkan dapat dijangkau dengan pandangan matanya.
" Jangan bergerak ! " desis Naruto berbahaya seraya menempelkan ujung lancip dari kunai bercabang tiganya pada leher pemuda tersebut. Hanya dengan sedikit tekanan, kepala musuh akan segera terpisah dari tubuhnya.
" Turunkan tanganmu dan berlututlah " Intruksi dari Naruto hanya menjadi angin lalu bagi sosok yang ia ancam, ia masih dengan enteng mengangkat tangan kanannya ke atas dan pemuda pirang itu tak segan – segan menebas kepala musuhnya itu.
Jrashh
Kunai cabang tiga itu meleleh begitu api keunguan melapisi tubuh pemuda tersebut. Menyadari begitu bahayanya api itu bagi entitas iblis sepertinya, Naruto berteleport ke samping Serafall.
Sring
" Kau baik – baik saja Naru – tan ? " Tanya Serafall dengan nada khawatir, tatapan khawatir juga datang dari anggota tim Naruto, Seekvaira, dan Sona.
" Saya baik – baik saja Sera – sama, anda tak perlu khawatir " Serafall menghela nafas lega dan kembali menatap serius ke udara pada musuh yang jubahnya kini telah dilapisi oleh percikan – percikan api keunguan. " Tak akan kubiarkan kau mengalahkanku seperti dulu lagi Uzumaki Naruto "
" Baiklah aku hanyalah seorang pembawa pesan. Pesan sudah kusampaikan maka aku akan kembali … ah aku ingat bahwa aku masih memiliki pesan terakhir – " Pemuda itu memotong ucapannya sendiri begitu ia merasakan tubuhnya mulai kaku, matanya melirik ke tubuhnya dan mendapati es yang mulai merambat dari kakinya. Tak sampai di sana, sebuah bulatan power destruction yang terbagi dua masing – masing dari kanan dan kiri muncul dan mulai bergerak untuk menjepitnya.
DUARRRRRRRRRRRR
Hanya sekejap bulatan itu kembali menyatu membuat ledakan yang begitu besar akan tetapi bola power destruction itu masih melayang di udara menghasilkan aliran listrik yang mengerikan.
" Well … well … serangan yang luar biasa dari dua Maou, pantas saja Old Satan dapat kalian tumbangkan, karena pemimpin Anti – satan merupakan mutan – mutan seperti kalian Sirzech dan Serafall "
" Tapi, sayang sekali keberuntungan berada di tanganku " Seluruh mata para generasi muda terbelalak melihat pemuda itu muncul tanpa luka ataupun lecet sama sekali di atas teknik milik Sirzech. Sebuah kilatan emas hadir pada tangan pemuda itu dan ia segera menebaskannya kepada serangan milik Sirzech, alhasil serangan itu hancur tanpa bersisa.
" Sudah kukatakan bukan … aku datang kemari dengan damai dan tentunya aku juga ingin perpisahan yang damai. Aku kemari hanya membawakan pesan dari pemimpin kami Ophis. "
"Seranganmu meleset Sirzech … " komentar Azazel bosan.
" Kau benar entah mengapa aku kehilangan fokusku di detik – detik terakhir " Sirzech mengeluhkan hal tersebut, entah mengapa di detik – detik terakhir eksekusi tekniknya ia kehilangan fokusnya mendadak, seperti pikirannya berubah menjadi kosong seketika.
" Telos Karma, aku yakin itu berkat tiruan dari Longinusku " deduksi Sasuke.
Michael sedari tadi berusaha bersikap tenang. Akhirnya setelah melihat bahwa mereka akan kesulitan jika harus menangani pemuda misterius itu apalagi berada di bumi yang menjadi rumah bagi manusia membuatnya mulai melunak untuk bernegosiasi. " Jika begitu, silakan bagimu untuk menyampaikan pesan terakhirmu itu dan kami akan membiarkanmu pergi "
" Anda sangat bijaksana Michael – dono, aku sudah menantikan itu datang dari bibirmu " respon perwakilan organisasi teroris itu tanpa beban. " Ophis menginginkanmu Uzumaki Naruto untuk melepaskan segel yang kau gunakan pada Longinus Innovate Clearku. Jika tidak, maka ia akan datang kemari mengambil paksa seluruh Longinus yang berada di tempat ini "
Naruto menghela nafas panjang. Setelah memperoleh anggukan dari para pemimpin Naruto mengirimkan seberkas aura emas yang segera memasuki tubuh pemuda tersebut. Seluruh peserta aliansi juga tak keberatan dengan keputusan yang telah Naruto ambil, melawan Ophis yang bahkan kekuatannya menyetarai God of Bibble akan menjadi masalah yang besar memang terdapat kemungkinan kecil kemenangan akan tetapi resiko kehancurannya lebih tinggi sehingga untuk saat ini mereka lebih memilih berdamai, toh Khaos Brigade cepat atau lambat akan segera dibasmi.
Pemuda itu menyeringai lebar lalu melihat tubuhnya yang telah disinari aura emas redup. " Terima kasih atas kerja samanya … dan sampai jumpa di pertarungan berikutnya. Declare of War, Sekiryuutei, Hakuryuukou, Telos Karma, Absolute Demise, dan Slash Dog kalian semua akan berada dalam genggamanku khukhu "
Krak Krak
Langit yang berada di sekitar pemuda itu retak secara perlahan sebelum membuka celah dimensi. Tidak ada satupun yang bergerak untuk menginterupsi begitu tubuh itu tersedot ke dalam retakan itu.
" Yah kurasa yang tadi itu adalah kekacauan terakhir malam ini. Vali, Tobio kita pulang ! " Azazel yang pertama kali bereaksi akan kejadian tersebut. Da – tenshi mesum itu menganggap sudah tak ada yang perlu diperbincangkan, persetujuan aliansi telah ditandatangani, dan mereka hanya perlu melakukan pertemuan sekali lagi tentunya dengan susunan kepemimpinan yang lengkap untuk membahas langkah menumpas Khaos Brigade.
" Anda benar Azazel – dono. Kami juga akan undur diri, Lucifer – dono, Leviathan – dono, dan semuanya. Irina – san, sebaiknya anda ikut bersama kami terlebih dahulu, besok anda akan bergabung dengan Kuoh Akademi sebagai perwakilan dari Heaven. " Michael dan Gabriel ikut undur diri, 6 pasang sayap di masing – masing punggung Michael dan Gabriel membawa kedua malaikat itu melayang ke udara menuju rumah asal mereka, Heaven.
Azazel beserta kedua muridnya juga terlebih dahulu menghilang tanpa pamitan resmi.
" Serafall … aku akan kembali ke Meikai sekarang untuk membahas ini dengan para tetua. Bagaimana denganmu ? "
" Ha'i aku juga akan kembali ke Mansion Sitri bersama So – tan. Naru – tan kau juga harus ikut denganku, Aju – tan pasti sudah di sana " Naruto menunjuk dirinya sendiri dengan ekspresi bodoh.
" Eh ? Memangnya aku salah apa Sera – sama ? "
" Tidak – tidak, Naru – tan tak memiliki salah apa – apa hanya saja ada beberapa hal yang ingin kami berdua bicarakan "
" Ah begitu baiklah. Tapi bolehkah aku membawa beberapa anggotaku ? " balas Naruto menatap Sasuke dan Ravel.
" Tentu saja. Selagi kau bersiap maka aku dan So – tan akan berangkat dulu. Sampai jumpa lagi Naru – tan "
" Tsubaki aku akan kembali besok, jika aku terlambat aku ingin kau mengorganisir anggota OSIS untuk melakukan pekerjaan rutin mereka seperti biasa " pesan Sona sebelum berangkat dengan kakaknya bersamaan dengan Sirzech yang membawa serta istrinya.
Naruto mengerutkan alisnya melihat Sirzech tidak membuat kegaduhan terlebih dahulu dengan bersikap manja pada adik perempuannya. ' Mungkin ia masih harus berusaha mengembalikan kewibawaannya pasca pembatalan pertunangan kemarin ' batin Naruto. Pemuda pirang itu hanya mengangkat bahunya acuh. Ia berjalan menuju Rias dan Issei yang masih memapah Gasper yang belum sadarkan diri.
" Gremory – sama, Sekiryuutei sampaikan salamku untuk Gasper, aku masih memiliki beberapa urusan. Tenang saja, dalam waktu dekat kita akan berjumpa kembali. " Naruto memberikan senyuman kecil melihat wajah Gasper yang seperti terlelap dalam mimpi yang indah, iris birunya bergulir pada Asia sebentar menatap lama gadis pirang tersebut sebelum akhirnya kembali pada anggota Tim dan juga Kingnya.
Tepat ketika Naruto akan melangkah pada mereka, Issei bersuara.
" Naruto – san … "
" Apa sosok tadi begitu kuat ? Apa kau yakin dapat mengalahkannya ? " Issei melanjutkan pertanyaannya tanpa menunggu Naruto untuk berbalik. Ekspresi yang lain ikut tegang, tentunya mereka menyadari dari pecakapan singkat tadi bahwa Naruto pernah berhadapan langsung dengan perwakilan organisasi teroris yang selamat setelah menerima serangan dari kedua Maou.
" Ia jauh lebih kuat dari tiga tahun yang lalu. Aku hanya dapat mengatakan bahwa kita beruntung ia hanya datang sebagai pembawa pesan. Untuk mengalahkannya, aku yakin bersama yang lain aku dapat melakukannya. Kau tak perlu mengkhawatirkannya " jawab Naruto lancar tanpa ada keraguan dan melanjutkan kembali langkahnya menuju Seekvaira.
" Yo Seekvaira … maaf menganggu waktumu menyusun Mecha ya hehe " Gadis pirang yang menjadi King dari Naruto itu tak mengambil pusing untuk menjawab sapaan aneh Naruto. " Apa kau ingin agar aku membujuk Obaa – san agar tak memarahimu lagi setelah mendengar kabar ini ? "
" eh ? Ketahuan ya ? " bisik Naruto pelan dengan ekspresi seperti anak kecil merajuk. Naruto kembali menatap balik Kingnya kali ini dengan binar memohon yang terpampang jelas pada kedua iris birunya.
" Kumohon .. "
" Hentikan itu, kau terlihat sangat menjijikkan sekarang! " bentak Seekvaira keras.
" Ayolah Mecha – Onna " Naruto masih terus membujuk. Alis gadis pirang berkacamata itu berkedut mendengar julukan tersebut. Jarinya memijit pelipisnya sebentar, memiliki Queen dengan sifat kekanak – kanakan seperti Naruto benar – benar menguras energinya.
" Tidak. Terlebih anggap ini sebagai balasan atas memanggil kami seenaknya. "
" Ya itu benar Mael – kun, kau tahu Obaa – san dan kami sedang di teras dan menggelar upacara minum teh di saat kau menteleport kami mendadak " Reni ikut menyuarakan penolakannya.
" Kau juga Reni – san ! " Naruto berteriak frustasi, tatapan memohon Naruto tujukan pada Le Fay " Le Fay – san aku mohon. "
" Ha'i tak masalah Naruto – san. Aku yakin Kushina – sama akan mengerti " Naruto berteriak kegirangan menerima persetujuan dari gadis pirang muda tersebut. " Ah, terima kasih Le Fay – san kau memang berbeda dibanding dengan ketiga gadis kuning itu, mereka jahat " Ujar Naruto yang kini telah berada di samping Le Fay memberikan tatapan mengejek pada Reni, Ravel , dan Seekvaira.
" Hentikan itu dobe. Kau masih memiliki agenda bersama dengan Serafall – sama, Ajuka – sama, dan lagi mendampingi Kunou – hime di Kyoto. " tegur Sasuke yang mulai jengah atas perdebatan kekanak – kanakan ini.
" Ah, kau benar Sasuke. Kau dan Ravel ikutlah bersamaku, aku ingin menjemput Kunou – hime terlebih dahulu sebelum kita menemui Ajuka – sama dan Serafall – sama "
" Baiklah. Silakan pimpin langkahnya Naruto – kun " respon Ravel sementara Sasuke hanya mendengus. Naruto berdiri berdampingan dengan Ravel dan Sasuke. " Baiklah kami pergi dulu, sampai berjumpa nanti di pertemuan iblis muda. "
Kilatan kuning menjadi tanda bahwa Naruto bersama dua anggotanya telah pergi.
" Gremory – san, maaf atas kekacauan itu tadi atas nama Agares aku sungguh menyesal harus bertingkah seperti itu di depan anda " Seekvaira membungkukkan sedikit badannya.
" Geez … kau selalu ketat seperti Sona ya … sudah berulang kali bukan aku memintamu memanggil nama depanku saja. Ah, dan satu lagi aku sama sekali tak mempermasalahkan keributan tadi. Aku tak menyangka kau begitu dekat dengan para anggotamu " jawab Rias yang komplit dengan komentar pula.
" Terima kasih atas pengertiannya Rias – san, kurasa begitulah cara yang tepat untuk menjalin hubungan baik bersama para anggotamu bukan ? " Seekvaira tersenyum kecil menerima anggukan cepat dari penerus Gremory, ia berpaling pada Ilya dan dua Magician kontrak Naruto.
" Kita kembali, Obaa – san pasti kesepian saat kita pergi "
" Ah padahal aku ingin bersama Naruto – kun " protes Ilya. Ketiga gadis pirang itu mengabaikan protes itu dan bersiap berteleport. Rias hanya dapat tersenyum kecil melihat hanya mereka yang tersisa di tempat itu, alisnya sedikit berkedut begitu menyadari bahwa ia yang tersisa untuk membereskan kekacauan di Kuoh Akademi ini.
" Uhmm Buchou " Rias tersentak dari pikirannya begitu mendengar suara gadis yang memanggilnya dengan ragu – ragu. " Ada apa Asia ? " Tanya Rias melihat satu – satunya gadis pirang di timnya terlihat ragu – ragu sejenak. Iris blue green nya terus mengekori tangan mungil Asia yang mengambil sesuatu dari saku roknya.
" Apa ini milik Naruto – san ? Aku tak mengerti bagaimana, tapi saat aku tersadar benda ini telah berada dalam saku rok ku " Rias melebarkan matanya melihat Kunai bercabang tiga khas milik Naruto yang berada di tangan Asia, tatapannya kembali pada tempat Naruto berdiri sebelumnya.
Pewaris muda Gremory itu berpikir sejak kapan Naruto meletakkan kunai itu pada saku Asia. " Kau dapat menyimpannya Asia, aku tak terlalu mengenal Naruto – san akan tetapi setahuku di antara seluruh iblis muda di Meikai ia adalah yang terkuat dan paling misterius. Terkadang ia bisa sangat baik dan juga jahat di waktu yang sama. Kau memerlukan otak yang jenius untuk dapat memahami apa yang berada dalam pikirannya "
" Bagaimana bisa kau berpikir bahwa Naruto – san merupakan orang yang baik Buchou ? Ia bahkan telah menyerang dan merugikanmu dan belum lagi setelah pertunangan tersebut, ia menyerang kami " Issei terbakar emosi mendengar pernyataan Rias tersebut.
" Issei – kun, kau harus mengingat bahwa Naruto – san sama sekali tak pernah berkeinginan untuk melawan kita. Ia telah memperingatkan kita untuk tak menghalanginya dan tapi kita malah memprovokasinya, jika hal itu sampai ketahuan di tangan pemimpin, Buchou akan mendapat masalah " tegur Yuuto.
" Apa yang dikatakan Yuuto benar. Walaupun aku kecewa atas keberpihakan Naruto pada Raiser pada pertunangan sebelumnya, aku telah memahami mengapa Naruto – san mengambil langkah tersebut, ia hanya ingin melindungi temannya walaupun temannya itu brengsek sekalipun. Kau tahu, Gasper dapat berada bersama kita adalah hasil dari campur tangan Naruto – san. Jadi berhentilah berpikiran negatif, aku yakin Naruto – san memiliki alasan tersendiri yang tak dapat kita duga "
" ara ara kau terdengar seperti sangat mengagumi Naruto – san Buchou fufufu "
" Diam Akeno! " teriak Rias frustasi akan komentar Queennya yang selalu berakhir dengan godaan. " Ha … simpan energi kalian untuk perbincangan ini, kita masih harus memulihkan keadaan Kuoh Akademi … Tsubaki – san mau kah kau ikut membantu ? " Tsubaki mengangguk kecil atas pertanyaan Rias. Dan dengan berakhirnya perbincangan singkat itu, mereka segera bekerja sama memulihkan keadaan Kuoh Akademi.
XoX
Mansion Sitri
Sitri merupakan salah satu Pillar dari 72 Pillar iblis murni yang masih bertahan hingga saat ini. Mereka dikenal dengan kelihaian dalam sihir manipulasi elemen air, yang bahkan lebih mengejutkan lagi Serafall Leviathan yang telah melepas status pewarisnya kepada adiknya karena mengambil kursi Maou mampu mengkombinasi elemen air dan angin dengan begitu terampil membentuk manipulasi yang jauh lebih mengerikan manipulasi rahasia umum, kendali Serafall atas es begitu mengerikan hingga mampu membentuk teknik Celcius Cross Trigger yang membuat membekukan satu benua bukanlah hal yang mustahil. Akan tetapi, bukanlah Maou ini yang akan kita bahas … melainkan Sona Sitri, pewaris dari Sitri.
Sona Sitri merupakan gadis yang ketat, serius, dan teliti. Akan tetapi dibalik sifat kerasnya itu, ia perhatian akan orang – orang yang berada di sekitarnya, gadis itu berangkat ke kota Kuoh untuk menemani Rias karena ia tahu tabiat Rias dan tak bisa berhenti khawatir hingga membuatnya tak ingin meninggalkan sahabat atau rivalnya sendiri sebelum sahabat atau rivalnya itu menemukan orang yang tepat untuk memandu Rias.
Kejeniusan yang sepertinya menjadi nilai plus bagi Sitri juga berada dalam dirinya, walaupun memiliki kendali sihir yang masih berada di bawah kakaknya, ia berhasil digolongkan sebagai Five Strongest Youth bersama dengan Rias, Sairaorg, Seekvaira, dan Naruto hanya dengan mengandalkan kejeniusan otaknya dalam menilai situasi yang memungkinkannya menyusun strategi yang bahkan dapat menyetarai musuh yang memiliki kemampuan jauh di atasnya. Berkat kejeniusannya itu juga dahulu ia berhasil membebaskan dari pernikahan yang diatur oleh para tetua kepadanya.
Pagi ini, seluruh anggota keluarga Sona berada di ruangan tamu. Di ruangan yang luas, mewah, dan megah itu didominasi warna biru yang telah menjadi symbol bagi Sitri, pernak – pernik di ruangan itu terlihat elegan dan teratur, beberapa maid terlihat hilir mudik hanya untuk mengantarkan beberapa biscuit dan gelas teh untuk menjamu beberapa tamu yang datang pagi itu.
Di ruangan itu selain terdapat Lord dan Lady Sitri beserta kedua putrinya, masih ada wajah – wajah lain seperti Kushina Uzumaki yang datang bersama Seekvaira dan Lord Agares, terdapat Naruto yang duduk berdampingan dengan Kunou dan Ravel, terdapat satu sisi kosong di kiri Ravel akan tetapi Sasuke memilih untuk berdiri di sekitar sofa yang diduduki Kingnya, selain itu juga terdapat Ajuka membawa serta 3 iblis bersurai pirang. Dua iblis pirang yang dibawa Ajuka merupakan pemuda yang terlihat berada di usia 20 an ke atas walaupun faktanya kedua pemuda itu merupakan ayah dan anak, sedangkan iblis pirang terakhir adalah gadis yang berada di usia yang sama dengan Naruto, surai pirang lurusnya dikuncir ke belakang Ponytail, ia duduk anggun didampingi oleh kakak dan ayahnya, gadis itu Kuisha Abaddon. Terakhir, sosok yang paling penting duduk di tengah pada sofa yang dikhususkan untuk satu orang, iblis yang begitu tua yang kekuatannya dikatakan menyetarai Yondai Maou, dan secara De Facto masih dihormati oleh para iblis melebihi Yondai Maou sekalipun, ia adalah Zekram Bael.
" Sepertinya semua telah hadir … baiklah dapatkah kita mulai pertemuan ini ? " Ajuka memulai perbincangan setelah melihat tak ada lagi maid – maid yang berdatangan ke tempat tersebut.
" Kau sudah melihatnya bukan ? Silahkan saja mulai Beelzebub – sama, aku hanya menjadi pengawas pada pertemuan ini " jawab Zekram mewakili seluruhnya.
" Baiklah sebagaimana yang telah kita ketahui, beberapa bulan yang lalu muridku ini … " Ajuka menunjuk Naruto yang hanya tersenyum kecil " telah dipromosikan untuk membangun kembali Pillar Uzumaki menjadi salah satu dari 72 Pillar. Tentunya promosi ini datang tidak tanpa resiko kepada Uzumaki Naruto sendiri yang walaupun telah berbuat banyak dalam hal politik dan militer bagi Meikai. Pihak Agares memberikan syarat bahwa Naruto hanya dapat merekomendasikan dirinya sendiri untuk menjadi bagian Uzumaki dan Kushina Uzumaki akan tetap menjadi bagian dari Agares, dan para pemimpin beserta Yondai Maou sepakat memberikan syarat untuk Naruto memiliki ikatan minimal bersama 4 Pillar lainnya agar dapat menjadi Lord Uzumaki, ikatan ini merupakan ikatan tetap yang bersifat khusus bukan sederhana seperti kerja sama saja. "
" Ajuka – sama … Izinkan saya melanjutkan penjelasan anda " Naruto menginterupsi begitu melihat Ajuka terdiam sesaat. Mendapati anggukan dari salah satu gurunya itu, pemuda pirang itu berdehem sebentar lalu melanjutkan "Sebelumnya saya memohon maaf hingga harus mempertemukan ketiga klan lain bahkan hingga Zekram – sama untuk hadir di sini, saya sangat berterima kasih atas kesempatan yang anda semua berikan. Seperti yang telah disebutkan oleh Ajuka – sama, secara de – facto saya telah menjadi Lord Uzumaki, akan tetapi sebagaimana biasanya yang terdapat dalam aturan kuno para iblis, para pendiri Pillar harus memiliki istri yang mendampinginya dalam menjalankan politiknya dengan Pillar – pillar lain. Dalam hal ini, saya telah memiliki Kunou sebagai istri sah dan Ravel Phenex yang masih menjadi tunangan saya, akan tetapi dalam kasus saya yang merupakan pembangkitan dari Pillar Extra, para tetua menambahkan beberapa syarat yakni membentuk ikatan minimal bersama 4 Pillar lainnya. Saya telah menjalin ikatan dengan Phenex dan dengan ini berkeinginan untuk membangun ikatan bersama 3 Pillar lainnya, yakni Sitri, Agares, dan Abaddon. "
Seekvaira, Sona, dan Kuisha hanya dapat tersentak menyadari maksud dari Naruto. Akan tetapi tidak ada dari ketiga gadis itu yang ingin menyuarakan pendapat mereka, untuk pertama jawaban atas negosiasi Naruto ini akan dilakukan oleh para Lord atau orang tua mereka sendiri.
" Naruto – kun, kami menyambut baik tawaran yang kau bersama kedua gurumu itu sampaikan. Sejatinya kami tak akan keberatan jika putri kami, Sona , bersanding denganmu. Serafall telah mendidikmu dengan baik, dan kau juga telah berteman baik dengan putri kami. Tapi, walaupun begitu semua keputusan akan kami serahkan kepada putri kami sendiri. Nah, Sona bagaimana pendapatmu ? " Lord Sitri sebagai tuan rumah yang pertama membalas. Sona yang menerima izin bicara dari ayahnya itu tersenyum kecil, wajahnya masih merona, sejatinya ia telah menyadari ini saat kedatangan kakaknya ke Kuoh Akademi pada tempo hari.
" Saya ingin memastikan satu hal sebelum benar – benar memberikan jawaban atas tawaranmu ini Naruto – kun. " Sona menjeda sebentar meraih ketenangannya dan memberikan tatapan yang datar pada Naruto yang didampingi oleh istri dan tunangannya.
" Kunou – hime dan Ravel – san … bagaimana pendapat anda mengenai ini ? Apakah anda dapat menerima kehadiran saya dalam hubungan kalian ? " Kunou dan Ravel berpandangan sebentar, mereka berdua tahu bahwa saat – saat ini akan datang, saat dimana mereka harus merelakan pria yang mulai mereka cintai untuk dimiliki gadis lain mengingat potensi yang dimiliki pemuda pirang tersebut. Maka dari itu, saat ini Ravel sama sekali tak ditemani anggota keluarga Phenex, karena ia telah memiliki jawabannya sendiri yang telah dikonsultasikan terlebih dahulu jauh sebelum mereka mengatur pertunangannya dengan Naruto.
" Jujur saja Sona – san, saya masih tak rela jika memang benar – benar harus dimadu. " Kunou memulai, ia mengambil langkah itu setelah menyadari bahwa status hubungannya dan Naruto telah meningkat hingga ke tahap yang lebih serius. Mereka telah resmi menikah beberapa bulan lalu, tepatnya seminggu sebelum penyerangan Kokabiel, maka dari itulah Naruto tak dapat menolong mereka karena harus mengurus pernikahannya yang dikebut oleh tetua Kyoto dan Meikai.
" Tapi, saya dapat mengerti setelah berdiskusi bersama Naruto – san " Kunou memberikan pandangan lembut pada suaminya yang hanya tersenyum canggung. Naruto tak tahu harus berekspresi seperti apa lagi, ia benar – benar tak tahu harus bereaksi apa dalam keadaan seperti ini, akan tetapi ia perlu menyelesaikan ini untuk membangun kembali Pillarnya, sebagai salah satu impian yang ingin ia capai untuk kebahagiaan ibunya. " Tetua Kyoto dan tetua Meikai juga telah bertemu untuk mendiskusikan ini bersama dengan Kushina – Kaa – sama beserta Kaa – sama. Aku akan belajar menerima keadaan ini, dan yang kuharapkan hanyalah Naruto – san dapat berlaku adil pada kita semua nantinya "
" Sama seperti Kunou – chan, ada sedikit rasa tak rela begitu mendapati fakta ini. Tapi, Naruto – kun telah berjuang begitu keras untuk membela Nii – sama saat pertunangan antara Gremory dan Phenex 3 bulan lalu … " Ravel terdiam sebentar mengingat kejadian itu kembali, kejadian dimana Naruto mempertaruhkan karir, nama, dan bahkan nyawa untuk mendebat Sirzech atas nama klan Phenex dan dirinya " Saya tak dapat menjadi pasangan yang baik bagi Naruto – kun, jika tak dapat berkorban sepertinya pula. Tapi, tentunya aku berharap hal yang sama pula dengan Kunou – chan " Ravel menyelesaikan jawabannya dengan memberikan tatapan tajam pada tunagannya yang menghindari tatapan tersebut.
Sona tersenyum kecil mendengar jawaban tersebut. " Begitu kah ? " Gadis bersurai hitam itu menarik nafas panjang sebelum melepaskannya, senyum kecil yang begitu anggun gadis itu berikan pada Naruto " Saya tak melihat alasan untuk menolak tawaran anda Naruto – kun, dan berharap akan perlakuan yang setara darimu Naruto – kun "
Naruto menghela nafas lega mendengar jawaban itu " Anda tenang saja Sona – sama, saya akan berlaku adil dan juga tak mengekang anda untuk memiliki harem anda sendiri. Sejatinya saya sangat menghargai kaum wanita mengingat apa yang terjadi pada Kaa – chan dahulu "
Lord Sitri dan Sona secara serentak menandatangani perkamen yang terbaring di atas sebuah meja panjang kecil di antara para iblis tersebut. Serafall terpekik senang begitu melihat wajah adiknya yang telah dipenuhi rona merah, dan bersiap untuk menggodanya lebih lanjut begitu melihat kertas perkamen itu tertelan ke dalam ketiadaan sebagai tanda persetujuan itu telah resmi.
Selesai dengan Sitri, Agares memperoleh giliran selanjutnya untuk menjawab tawaran Naruto.
" Kami telah mengenalmu dengan begitu baik Naruto, kau lahir dan besar di lingkungan Agares. Jujur saja melepasmu untuk membangkitkan Pillarmu sempat membuat Agares bimbang, akan tetapi kami mengerti tujuanmu. Untuk tawaranmu itu akan kami serahkan kepada Seekvaira. " Lady Agares yang mengambil peran untuk memulai, Naruto dapat melihat kejujuran atas setiap kata dari figur yang ia telah ia hormati itu sedari kecil.
" Aku tak akan banyak berargumen, sama seperti Sona aku tak melihat alasan untuk menolakmu. Aku telah mengenalmu dari kecil, kau menyebalkan, idiot, jahil, dan memiliki sifat – sifat buruk lainnya, tapi … kau merupakan beberapa dari sedikitnya orang yang dapat kupercaya. "
Naruto tersenyum canggung mendengar jawaban Seekvaira yang dibumbui dengan ejekan tersebut. Ah, apa yang coba ia harapkan dari gadis yang tak memiliki sisi kelembutan itu. Gurat lega kembali menghiasi wajah Naruto begitu satu perkamen kembali disetujui hanya satu yang tersisa.
" tak perlu berbasa – basi, Uzumaki … Abaddon sangat menyambut baik tawaran ini dan kami menerimanya. Ajuka – sama sebelumnya telah menghubungi dan menjelaskannya pada kami " Kuisha melebarkan matanya begitu ia tak diberikan kesempatan berbicara oleh ayahnya sendiri, respon ini pun tertangkap oleh Naruto dan juga pemuda yang berada di samping gadis pirang tersebut.
Tatapan Naruto dan pemuda itu bertemu, dan Naruto bersumpah mendapati tatapan membunuh dari pemuda itu yang ditujukan padanya. Menyadari bahwa Kuisha berkemungkinan menerima tawaran ini atas keterpaksaan, Naruto segera menginterupsi.
" Maaf Abaddon – sama, tapi aku ingin mendengar pendapat dari Kuisha terlebih dahulu mengingat Kuisha – san lah yang nantinya akan menjadi partnerku, dan aku yakin hubungan ini tak akan berjalan mulus jika ada keterpaksaan dalam kedua belah pihak " Kuisha beralih menatap Naruto yang menekankan pada kalimat terakhirnya, hanya sesaat ia yakin Naruto memberikan senyuman dan kedipan isyarat untuk mengikuti alur yang diciptakan pelamarnya.
" Saya tak melihat itu diperlukan, dan saya yakin Kuisha mengerti situasi dari Abaddon sendiri. Dengan beraliansi dengan Uzumaki yang sebelumnya merupakan Pillar Extra memberikan kemungkinan yang lebih tinggi untuk dapat dipromosikan juga. " Lord Abaddon
" Abaddon … " Zekram menginterupsi dengan memanggil nama pemimpin dari Pillar yang dimaksud.
" Berikan kesempatan bagi Kuisha! bagaimanapun juga ia merupakan Queen dari cucuku, Sairaorg. Aku ingin mendengar pendapatnya " perintah Zekram, Kuisha yang mendapati pandangan dari kakek Kingnya itu tertuju padanya mengerti bahwa itu merupakan isyarat baginya untuk bicara.
" Terima kasih atas kesempatannya Zekram – sama. Saya menyambut baik tawaran aliansi ini, bagaimanapun Naruto – san merupakan pribadi yang baik, kami telah menjadi teman baik berkat Naruto – san yang mau turut membantu pelatihan bagi Regulus. Seperti yang dikatakan oleh Sona – sama maupun Seekvaira – sama saya sama sekali tak melihat alasan apapun untuk menolak hubungan tetapi, bolehkah saya menambah beberapa klausul dalam perjanjian ini ?"
Mendapati anggukan dari Naruto, Kuisha melanjutkan
" Saya menginginkan pendekatan terlebih dahulu, karena sebelumnya kita hanya mengenal sebagai partner bisnis dan bertarung. Hubungan kita hanyalah sebatas mengenal satu sama lain karena anda memiliki bersahabat dekat dengan King saya Sairaorg – sama. Dan tentunya harapan saya sama seperti yang lain menginginkan adanya perlakuan yang adil "
Naruto tersenyum kecil mendengar itu.
" Cukup masuk akal Kuisha – san. Jika boleh aku menawarkan kita menandatangani perjanjian ini terlebih dahulu dan disana diberikan tenggang waktu hingga pertengahan rating game. Aku akan menagih jawaban resmi darimu setelah itu, sehingga kontrak ini benar – benar resmi " Kuisha mengangguk sama sekali tak merasa terbebani dengan penawaran Naruto.
Ajuka mengangguk puas atas kemampuan negosiasi Naruto, walaupun terjadi sedikit kendala, muridnya itu berhasil menanganinya sendiri, tak heran berkat Naruto pekerjaan Serafall menjadi lebih ringan.
" Jika tidak ada lagi yang ingin dibahas kami undur diri " Perwakilan dari Abaddon berdiri terlebih dahulu, Agares juga ikut undur diri dan Lord serta Lady Sitri harus pergi ke ruangan mereka mengurus kontrak ini dan juga persoalan lainnya. Kushina ikut pergi bersama dengan Agares, menyisakan Naruto, Kunou, Ravel, Sasuke, Ajuka, Serafall, dan Zekram.
" Kau berhasil anak muda, tak kusangka " ujar Zekram dengan nada bosan. Pernyataan ini membuat bingung para iblis selain Naruto. Pemuda kuning itu entah mengapa sejak kepergian iblis lain bergerak – gerak gelisah dengan sekali – kali memijit pelipis kepalanya.
" Anda berhutang padaku Zekram – sama " balas Naruto berusaha terlihat senormal mungkin. Ia memberikan isyarat kepada Kunou dan Ravel bahwa ia akan menjelaskan hal ini nanti. Zekram semakin menyandarkan punggung tuanya pada sandaran sofa mendengar balasan pemuda pirang itu.
" Yah, tapi tetap saja kau tak akan dapat melakukannya tanpa bantuan dari Beelzebub dan Leviathan. Tapi hutang adalah janji, dan aku akan menepati janjiku " Zekram berdiri tegak dan menepuk kedua tangannya seketika sebuah cahay merah pekat keluar dari dada Naruto. " Perjanjian kita telas selesai, senang bekerja sama denganmu Uzumaki Naruto " dengan itu iblis tua itu menghilang kembali ke Bael Mansion.
" Apa kau membuat perjanjian dengan Zekram – sama Naruto ? " Tanya Ajuka penasaran.
" Ha'I Ajuka – sama, akan kujelaskan nanti. Untuk sekarang, aku harus mengantarkan Kunou – hime kembali ke Kyoto. Ravel dapatkah kau pulang bersama dengan Sasuke ? "
" Tak masalah … tapi untuk apa kau ke Kyoto ? Seminggu lagi akan diadakan pertemuan iblis muda "
"Ah untuk itu Ravel – chan, Naru – tan sudah tak bisa mengikuti event itu lagi. Ia akan berpatisipasi dalam rating game melalui tim Seekvaira – chan " jelas Serafall.
" Eh mengapa begitu Serafall – sama ? Tak dapat dipungkiri Naruto – kun merupakan iblis muda yang paling kuat dan berpengaruh di Meikai saat ini " Tanya Ravel lagi.
" Naruto sekarang telah resmi menjadi Lord Uzumaki, ia bukan lagi tergolong iblis muda jika telah menjadi kepala Pillar. " Ajuka segera menjawab dengan singkat untuk menghindari pertanyaan berikutnya.
" Begitu kah ? " gumam Ravel sedikit kecewa, ia berharap dengan berada dalam peerage Naruto dapat ikut rating game namun mendengar hal ini harapannya pupus seketika.
" Akan tetapi kau tenang saja Ravel. Kau dapat mengikuti rating game ini dengan memasuki tim Seekvaira sebagai anggota tambahan. Kunou – hime dan Sasuke sudah mengatakan bahwa mereka tak ingin berpatisipasi dalam rating game. " Naruto memberikan penjelasan yang cukup membuat tunangannya itu menatapnya balik penuh harap. Pemuda pirang itu tersenyum lega mendapati senyum kecil di wajah Ravel, gadis itu pun berangkat menuju Osaka bersama dengan Sasuke.
" Ajuka- sama, Sera – sama aku sangat berterima kasih atas bantuan kalian. Aku undur diri terlebih dahulu " pamit Naruto dengan mengenggam tangan istrinya dan pasangan pirang itu lenyap dari tempat tersebut dengan kilatan kuning. Serafall dan Ajuka berpandangan sesaat, setelah yakin tak ada yang dapat mendengar mereka lagi, Serafall mengajukan pertanyaannya
" Aju – tan apa kau menyadari gelagat aneh Naru – tan tadi ? " Ajuka hanya menganggukkan kepalanya. " Mengenai Namikaze Minato, aku telah melakukan penelitian atas orang ini, akan tetapi aku sama sekali tak menemukan jejaknya, baik itu di dunia manusia maupun supranatural "
" Apa itu berarti Kushina – san berbohong ? " Serafall mulai berdeduksi. Ajuka mengangguk kembali.
" Kemungkinan itu ada, akan tetapi untuk sekarang aku ingin meneliti lebih lanjut lagi. Azazel mengatakan adanya kemiripan sel Naruto dengan dewa – dewa kuno, hal itu yang menyebabkan Naruto dapat menampung lebih dari dua Longinus. "
" Dewa – dewa kuno ? Seperti Zeus ? atau bahkan lebih kuno dari itu ? " Serafall bertanya kembali.
" Entahlah, hanya saja … aku mulai curiga akan tingkah laku Naruto akhir – akhir ini " bisik Ajuka dengan nada penuh keraguan, Serafall menundukkan kepalanya mendapati nada lain dari bisikan sahabatnya itu. Nada yang seakan berusaha menyangkal.
" Kita belum mendapat bukti yang cukup untuk saat ini … aku ingin terus percaya Naru – tan memiliki tujuan yang baik bagi banyak orang "
" Yah, aku juga menginginkan hal itu ".
XoX
Bedezze Abaddon mendecih kesal saat ini, ia tak ikut bersama ayah dan adiknya kembali menuju mansion Abaddon. Untuk mengembangkan karirnya di Rating Game, mantan pewaris Abaddon itu meninggalkan Pillarnya sendiri memberikan tahta pewaris kepada adiknya. Pemuda itu merupakan Ultimate Class Devil yang terus bertahan di tingkat ketiga pada kejuaraan, ia menganut kepercayaan iblis – iblis dewasa ini yakni iblis murni merupakan yang terbaik, oleh karena itu setelah mendengar adiknya yang notabene merupakan pewaris dari Pillarnya tempat berasal akan ditunangkan atau bahkan dinikahkan dengan Uzumaki Naruto, demi – devil yang menjadi kacung pemerintah membuatnya merasa terhina.
Atas perasaan tersebut, ia berdiri di sini berhadapan dengan pemuda yang berkemungkinan besar akan menjadi adik pirang it uterus bersedekap dada memberikan pandangan intimidasi yang sama sekali tak berpengaruh pada pemuda pirang lainnya.
" Jadi Bedezze –sama , apakah anda memiliki kepentingan pada saya ? " Naruto bertanya dengan nada formal untuk menyembunyikan ketidaknyamanan yang ia rasakan sebab diteleport secara paksa oleh juara tiga Rating Game itu.
" Uzumaki Naruto … aku ingin agar kau mencabut tawaranmu kepada adikku " Bedezze menyampaikan tujuannya tanpa basa basi. Naruto yang memperoleh serangan langsung itu hanya tersenyum innocent, lalu menatap daerah sekitarnya. Mereka berada pada gurun pasir yang berdekatan dengan letak Pillar Abaddon.
" Maaf Bedezze – sama, tapi aku tak dapat mengabulkan keinginan anda tersebut tanpa mengetahui mengapa anda menginginkannya " Naruto memutar balik pertanyaan, ia sengaja mengulur waktu untuk mengobservasi tempat karena ia meyakini sedari awal Bedezze tak berniat untuk bernegosiasi, cepat atau lambat akan terjadi pertarungan di tempat ini dan jika ia lengah bukan tak mungkin Bedezze dapat membunuhnya.
" Jangan berpura – pura polos … kau pasti mengerti maksudku. " Bedezze menunjukkan raut marah sebelum akhirnya irisnya melebar sepertinya menyadari sesuatu, seringai di bibirnya melebar begitu mendapatkan sebuah ide " Ah, maaf aku melupakan fakta bahwa iblis rendahan sepertimu akan sulit menangkap maksudku. Biar kuperjelas … " Naruto sama sekali tak menunjukkan reaksi atas hinaan awal tersebut.
" Kau yang hanya merupakan setengah iblis bermimpi untuk menikahi seorang putri dari salah satu Pillar … jangan bercanda. Ini bukan dunia dongeng, dimana gembel sepertimu berpasangan dengan para putrid kerajaan. Kenali tempatmu yang berada di titik terbawah, dan sadarilah bahwa kau hanya iblis yang terlahir dari wanita ja - " Bedezze memotong ucapannya sendiri untuk menahan serangan tiba – tiba Naruto.
" Hina aku sepuasnya tapi jangan kau hina ibuku. Ia jauh lebih mulia dibandingkan iblis gila tahta sepertimu " tegur Naruto masih dengan senyum innocent.
" Kheh kau memang rendahan beraninya menyerang ketika lawan lengah … sepertinya jalan kekerasan memang harus diambil jika berhadapan dengan rendahan sepertimu " ujar Bedezze melepas jubahnya. Pemuda pirang yang lebih muda itu belum melakukan apa – apa ketika Bedezze merilekskan lehernya.
" Aku mulai " Bedezze menyerang dengan tijuan cepat lurus kepada wajah Naruto. Naruto yang menjadi target tak bergeser sedikitpun untuk menghindari atau menahan serangan tersebut. Seringai Bedezze semakin lebar, dalam hati ia menguatkan keyakinannya bahwa ketenaran Naruto selama ini hanyalah rekaan dari Serafall dan Ajuka untuk menaikkan pamor dari kedua Maou tersebut.
Pikiran Bedezze tercekat begitu ia hanya melewati Naruto, tepat ketika ia telah benar – benar melewati Naruto, tangannya ditangkap dan ditarik begitu kuat dan kejadian selanjutnya tak dapat ia deskripsikan dengan kata – kata. Tiba – tiba saja ia merasakan sebuah pukulan mendarat pada perutnya yang mementalkannya hingga 100 meter lebih.
" Itu balasan atas hinaan yang kau berikan pada ibuku " gumam Naruto dingin, demonic power di tangan kanannya memadat menjadikan tangannya hitam mengkilat.
" SIALAN ! "
XoX
" Keluarlah … aku tahu sedari tadi kau di sana " perintah Ophis dengan nada impasifnya. Saat ini ia duduk di singgasananya di sebuah dimensi yang ia ciptakan sendiri. Sejak menerima laporan dari perwakilannya ke Kuoh Akademi, ia menyadari ada seseorang yang telah berhasil menyusup ke tempatnya dengan teknik penyusupan tingkat tinggi yang bahkan hanya membuatnya menyadari sosok tersebut.
Hening
Tak ada sahutan balasan dari sosok yang Ophis maksud.
" Aku yakin kau memiliki tujuan kemari walaupun kau hanya mengirimkan klon " Ophis melanjutkan ' bujukan ' nya agar sosok yang ia maksud keluar dari persembunyiannya. Dan usaha terakhirnya ini berhasil, kilatan emas hadir di depannya dan berdirilah sosok yang ia sebut sebagai asset yang begitu berharga.
" Pembawa pesan itu mengatakan kau menolak penawaranku, namun aku terkejut melihat kehadiranmu di sini. "
" Aku hanya mengatakan jawabanku sama seperti sebelumnya yakni tidak ingin bergabung dengan Khaos Brigade, tapi saat kau mengajakku bergabung, kau mengatakan kelompokmu … bisakah aku mengasumsikan kelompok itu bukanlah Khaos Brigade "
" Tepat "
" Kalau begitu … Ophis aku membutuhkanmu " Ophis masih berekspresi blank setelah mendengar permintaan tolong tersebut. Pemuda yang berdiri berhadapan Ophis itu bersumpah mendapati sang naga menyeringai kecil hanya untuk sesaat sebelum akhirnya bersuara.
" Selamat bergabung Uzumaki Naruto "
TBC
Oke, aku tahu ini merupakan Update yang begitu lama dan aku yakin Chap ini tidak begitu memuaskan. Akan tetapi, Chap ini penting karena di sinilah alur yang telah kubuat dimulai, Naruto telah memiliki istri sah dan secara resmi bergabung dengan Ophis. Sekarang pertanyaannya apa tujuannya ? Itu akan terbuka seiring berjalannya chap selanjutnya. Alasan keterlambatan update ini karena aku menyelesaikan rancangan kerangka alurnya dan dengan kerangka ini kemungkinan Fic ini akan selesai hingga chap 40 – an. Berikut daftar arc nya setiap arc akan mendapat minimal 2 chapter.
Asia Argento, poor girl that I wanted to save ( 2 chap )
Kunou, My Cute Wife ( Kyoto in Disaster , 3 chap )
Ophis, the Lonely dragon. ( Samael Got Killed, 3 chap )
Rating Game ( 3 chap atau lebih )
Dulio, my the strongest Rival ( 3 chap )
Rizevim Livan Lucifer ( Trihexa Awaken, 3 chap )
Naruto Uzumaki, the hero in shadow ( Naruto death, 3 chap )
Final ( Azazel cup, 3 chap )
Urutran arc nya kemungkinan akan seperti itu, aku telah menyesuaikan dengan alur di Canon yang telah mencapai Vol. 22. Aku berharap ini tak mengecewakan dan tentunya kritik serta saran selalu kuterima dan pertimbangkan.
