Longinus 14Th ( Declare of The War )

Naruto Masashi Kishimoto

High School DxD Ichie Ishibumi

Warning : AU, OOC, OC, TYPO, Semi Canon, dan Lain – lain

DemiDevilNaru, SmartNaru

Chapter 16 : Asia Argento, Poor Girl that I wanted to save ( Apperentice of Beelzebub Vs Descendant of Beelzebub)

At Vatican

Vatikan, sebuah negara kecil yang wilayah kekuasaannya dikelilingi tembok di dalam kota Roma, Italia. Sebuah kota yang menjadi basis kekuatan dari fraksi Angel atau Tenshi berkuasa dan menyebarkan ajaran Bibble di tanah manusia, tak hanya itu, Vatikan merupakan territory terbesar bangsa Tenshi di muka bumi ini berbeda dengan iblis dan da – tenshi yang lebih banyak mengklaim territory di muka bumi. Kedaulatan, atau kekuasaan negara berada di tangan Paus Fransiskus, yang menjalankan tugas – tugasnya berdasarkan tuntunan dan pedoman dari Michael, sang Archangel sendiri. Terlebih dari itu, Vatikan merupakan pusat pelatihan dan markas terbesar Exorcist, ksatria gereja yang memegang sumpah setia untuk menjalankan kehidupan dunia sesuai dengan bimbingan Injil.

Paus, dan ksatria gereja ini menjalankan kegiatan administrasinya di Gereja terbesar di Vatikan, yang juga merupakan gereja terbesar di dunia. Di aula gereja tersebut, terlihat seorang pemuda bersurai pirang dengan pakaian exorcistnya melangkah tegap menuju tempat sang Paus berdiri, ruangan itu sangat sepi di sore hari itu. Setelah sampai 5 langkah di belakang Paus, pemuda itu berlutut, mencomot lollipop yang sedari tadi ia hisap selama perjalanan kemari.

" Hamba telah kembali, Paus – sama "

Pemuda yang menerima sikap hormat itu membalikkan badannya, air wajahnya terlihat begitu bersahaja dan berbahagia, dan mulutnya masih berkomat – kamit merapal doa dan pujian kepada God of Bibble. Senyuman tipis terulas pada wajah tampannya yang telah mulai berkerut karena dimakan usia.

" Dulio – kun, selamat datang. Michael – sama sangat ingin berjumpa denganmu " Sepintas ucapannya selesai, Dulio berdiri menundukkan kepalanya hormat ketika seberkas cahaya hadir di belakang tubuh sang Paus, cahaya itu semakin membesar hingga menyilaukan mata dan membuat ruangan yang semula gelap tersebut menjadi begitu terang.

Dulio membuka matanya hanya untuk disuguhi pemandangan seorang pemuda tampan dengan pakaian mewah, dan tak lupa 6 pasang sayap merpati putih di belakangnya tengah tersenyum kharismatik kepadanya. Paus telah meninggalkan ruangan itu ketika Dulion menutup matanya, sehingga kini pemuda yang dijuluki the Strongest Exorcist tersebut hanya berdua dengan Archangel Michael, sang tangan kanan God of Bibble.

" Terimalah salam dari hamba Michael – dono. " Dulio sekali lagi mengambil sikap berlutut, kali ini diikuti dengan gerakan mencium cincin di jarinya.

" Salam Dulio – kun, senang dapat berjumpa kembali denganmu. " senyum kharismatik dari Michael semakin berkembang, dan Dulio telah kembali berdiri walau masih dengan sikap hormat.

" Kesenangan ini milik hamba, Michael – dono. "

" Hentikan keformalan ini Dulio – kun, aku hanya berbincang ringan denganmu hari ini " Michael berjalan pelan menuju kursi yang berada pada deret yang paling depan, tangannya menepuk pelan kursi di sampingnya, isyarat kepada pemuda pirang lainnya untuk duduk, dan Dulio dengan patuh menurutinya.

" Jadi, ada apa Michael – sama ? " Dulio menggantikan panggilannya karena telah diperintahkan untuk mengabaikan keformalan, lollipop yang tinggal setengah pun kini berakhir kembali dimulutnya. Bibirnya tersenyum kecil ketika rasa manis dari permen tersebut memenuhi mulutnya.

" Apa kau mengingat Uzumaki Naruto – kun, iblis muda yang membuat keributan pada gereja kecil di pinggiran kota Roma 3 tahun yang lalu ? " Dulio berhenti mengemut lolipopnya, tatapannya menerawang sebentar sebelum akhirnya mengangguk.

" Jika yang anda maksud, Uzumaki Naruto pemegang Declare of War yang menjadi rival Zenith Tempest ku, hamba yakin masih mengingatnya … itu salah satu pertarungan terberat dalam hidupku "

" Itu benar. Terkait akan hal itu, pada pertemuan pembentukan aliansi beberapa waktu lalu aku bertemu kembali dengannya … " Michael menggantung ucapannya untuk melihat reaksi Dulio, tak mendapati reaksi mencolok, Archangel itu melanjutkan.

" Azazel – dono menanyakan pendapatnya mengenai pembentukan aliansi ini sebagai salah satu pemegang Longinus berbakat era ini. Hal ini juga berlaku untukmu, aku ingin mendengar pendapatmu mengenai pembentukan aliansi 3 fraksi Injil ini " ujar Michael menyampaikan titahnya tanpa nada memerintah dan provokatif.

" Hamba mengerti. Zenith Tempest dan Declare of War merupakan dua Longinus High – tier yang kedudukannya berada di atas Ddraig dan Albion sekalipun, tentunya tak mengherankan para petinggi menginginkan pendapat kami … " Dulio melepaskan lolipopnya yang telah habis, mematahkan sebentar stik lollipop itu, penggila manisan itu meraih satu lagi lollipop dari saku bajunya dan mulai mengemutnya lagi sementara matanya terus terpaku pada patahan stik di tangan kirinya.

" Sebagai salah satu korban peperangan, hamba muak akan hal itu. Peperangan hanya akan mendatangkan luka, trauma, dan akhirnya korban berjatuhan kembali. Siklus kebencian akan terus berputar dan merusak dunia ini cepat atau lambat jika tak ada niatan damai dari pihak – pihak penghuni dunia. "

Michael mengangguk mengerti, Archangel itu mengetahui masa kecil kelam yang dihadapi Dulio yang tidak diketahui banyak orang. Dulio adalah anak sebatang kara yang kehilangan anggota keluarganya akibat perang, para biarawati gereja menemukan bocah malang itu mengemis di pinggiran kota Roma, dan atas welas asih dari para biarawati itulah Exorcist terkuat ini dapat diadopsi dan dibesarkan di gereja Vatikan.

Pada awalnya, Dulio diperlakukan seperti anak – anak yang diadopsi gereja lainnya, disayang dan dibesarkan selayaknya dalam keluarga sendiri, akan tetapi sebuah insiden terjadi yang membuka mata para petinggi gereja akan potensi dari bocah pirang tersebut. Atas dasar hal itu, Dulio dipromosikan untuk bergabung dengan pasukan ksatria gereja atau lebih dikenal Exorcist di usianya yang baru menginjak 6 tahun.

Dulio menjalani latihan keras hingga membuatnya mencapai titik sekarang, titik yang mana ia diakui di dunia sebagai The Strongest Exorcist, dan eksistensinya semakin popular ketika dunia mengetahui bahwa ia memegang Zenith Tempest, Longinus terkuat kedua setelah True Longinus.

" Hamba selalu mendukung jalannya perdamaian. Terlepas dari buruknya kenyataan dunia, hamba akan berusaha keras untuk mewujudkan jalan tersebut " Michael mengangguk senang atas idealism dari pengikutnya tersebut. Hati Dulio begitu murni seperti anak kecil, ia juga sebenarnya mengetahui dibalik perjalanan rutin Dulio untuk meneliti mengenai manisan di seluruh dunia, Dulio sering kali mencari anak – anak yatim piatu yang hidup sebatang kara di seluruh dunia. Ia mendonasikan uangnya yang diterima dari gereja kepada anak – anak malang tersebut agar mereka tak mengalami kehidupan seperti Dulio dahulu.

" Aku senang mendengar pendapatmu Dulio – kun. "

" Maaf jika hamba menyela Michael – sama, tapi bolehkah hamba mengetahui bagaimana 'ia' sekarang ? " Michael mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Dulio ini, hanya 2 detik, Archangel itu menyadari siapa yang dimaksud oleh pemuda pirang di sampingnya.

" Aku tidak mengetahui pasti. Saat ini ia menjadi iblis dari keluarga Gremory, Pillar dari Lucifer saat ini berasal. Kelihatannya ia memiliki beberapa teman sekarang, dan Naruto – kun masih menepati janjinya walaupun ia masih bergerak dalam bayangan "

" Hamba senang mendengar kabar itu. Jika tidak, pertarungan kami 3 tahun yang lalu mungkin akan terjadi kembali "

" Jika bisa aku berharap kalian tidak berseteru saat kalian bertemu kembali. Heaven tingkat 1 saja porak poranda atas pertarungan kalian walaupun tidak ada dari kalian yang menggunakan Longinus. Beruntung Gabriel datang di saat yang tepat, jika tidak Heaven tingkat 1 pasti telah musnah sekarang "

" Hamba tak dapat berjanji. Anda mengetahui bukan takdir dari kedua Longinus kami ?! saat ini hamba akan berusaha menghindari konflik, namun itu tak membatasi hamba untuk berkembang. Terlebih kudengar ia menghabisi keturunan Leviathan sejati tanpa berkeringat "

" Itu benar. Uzumaki Naruto – kun memang benar – benar berada di level yang berbeda sekarang … " Michael berhenti sebentar, iris birunya melirik sebentar patahan stik lollipop yang kini telah raib karena digenggam begitu keras oleh Dulio

" Tapi, aku yakin jika kalian berdua bertempur sekali lagi, pertarungan itu bahkan akan lebih menakjubkan dari pertarungan kedua naga surgawi. Terlebih kudengar kau telah berlatih sihir Olympus dan Norse bukan ? "

" Itu benar Michael – sama. Hamba tak mengerti ini, tapi … " Dulio mengigit keras Lolipop yang terisa di mulutnya sambil tersenyum lebar. " Memiliki rival sepertinya benar – benar membuatku bersemangat ! "

Michael hanya dapat tersenyum sambil berharap tak ada kehancuran berarti ketika kedua prodigy ini berseteru satu sama lain.

XoX

Kuoh Academy.

Occult Research Club (ORC) Room

Rias memijit pelipisnya pelan untuk meredakan ketegangan yang sedang berlangsung dalam peeragenya kini. Ketegangan itu bermula setelah ia bertanding Rating Game dengan sahabat sekaligus rivalnya, Sona Sitri. Rating Game yang berakhir dengan hasil seri itu benar – benar membuat Rias menjadi jengkel, padahal ia memiliki kelebihan kekuatan dari segi anggota peeragenya, namun kejeniusan Sona yang memanfaatkan keteledorannya mengakibatkan hasilnya seri.

Namun, hasil rating game itu bukanlah pemicu ketegangan dalam peeragenya. Melainkan Asia Argento, bishopnya itu diculik oleh Diodora Astaroth setelah Rias beberapa kali menolak tawaran Trade dari pewaris Astaroth tersebut. Gadis bersurai merah itu meringis ketika mengingat kembali peringatan yang langsung Naruto sampaikan secara telepati kepadanya setelah pertemuan iblis muda.

" Berhati – hatilah dengan Diodora. Ia mengincar bishopmu !"

" Buchou, aku akan pergi menyelamatkan Asia ! " Rias tersentak dari pikirannya setelah mendengar teriakan Issei. Pemuda bersurai coklat itu yang paling tidak dapat menahan emosi setelah mendengar kabar bahwa gadis pirang dalam peerage Rias itu diculik.

" Tenanglah Ise – kun, kita semua akan pergi untuk menyelamatkan Asia. Namun, sebelum itu kita perlu rencana " saran Akeno menggantikan Rias yang terlihat begitu frustasi akan keadaan ini.

" Akeno senpai benar, Ero senpai. " Celetuk Koneko. Yuuto juga turut memberikan anggukan atas saran yang disampaikan oleh Queen Rias.

" Kupikir Issei benar. Duduk menunggu di sini tak akan menghasilkan apa – apa. Lebih baik kita segera menuju ke Mansion Astaroth, dan mencari Asia ! " Xenovia menyatakan pendapatnya yang sepaham dengan Issei. Ia merupakan bidak Knight Rias yang direinkarnasi tepat sebelum pembentukan aliansi terjadi. Selain Issei, gadis ini sama sekali tak dapat menahan emosinya.

" Ha … Kita tidak dapat langsung saja pergi ke sana tanpa bukti yang kuat. Walaupun aku sangat yakin pelaku penculikan ini adalah Diodora "Rias akhirnya bersuara atas pendapat para anggotanya.

" Ano … buchou. " Rias memandang sebentar pada Gasper yang sedari tadi diam. Pemuda Crossdress itu terlihat ragu – ragu, ia menggeser – geser posisi duduknya berkali – kali sebelum akhirnya menatap tepat di mata Kingnya.

" Kalau tak salah Asia – senpai memiliki kunai khusus Naruto – nii bukan ? " Rias mengangguk, ia masih mengingat Asia pernah menunjukkan kunai Naruto yang ia miliki setelah pembentukan aliansi tersebut.

" Apa kau berpikir meminta bantuan Naruto – san untuk mencari Asia , Gasper – kun ? " Gasper menggeleng kecil atas pertanyaan Rias.

" Tidak Buchou. Naruto – nii sama sekali tak ada hubungannya dengan ini. Kita harus menyelesaikan masalah tim kita sendiri. Yang ingin kukatakan, kita dapat menggunakan Kunai Naruto – nii untuk melacak keberadaan Asia – senpai bukan ? "

" Itu ide yang bagus Gasper – kun " tukas Akeno. Setelah mendapat anggukan dari Rias, gadis itu mulai melacak keberadaan Asia. Sebagai Queen, ia memiliki kapasitas dan kemah"iran akan sihir jauh dibanding yang lain.

" Dugaan kita benar, Buchou. Asia – chan berada di salah satu daerah Astaroth. " ujar Akeno setelah selesai melacak keberadaan Kunai Naruto

" Rekam itu Akeno. Kita dapat menjadikannya sebagai bukti " Rias menjawab dan bangkit dari kursinya, menatap satu persatu anggotanya.

" Kita akan pergi menyelamatkan Asia sekarang " ujar Rias.

" Yosh "

XoX

" Hah … akhirnya aku memiliki waktu lenggang " Naruto menghela nafas panjang, punggungnya tersandar pada sofa di apartemen Agares. Sudah sangat lama ia tidak menghabiskan waktu bersantai di apartemen ini karena semenjak 3 bulan lalu, ia lebih banyak tinggal di Meikai, di istana Uzumaki yang masih dalam tahap pembangunan.

" Naruto – kun ! " Panggilan bernada feminim tersebut segera membuat Naruto menegakkan postur tubuhnya, sudah sangat lama ia tak mendengar suara ini, suara yang berasal dari satu – satunya iblis di Meikai yang ia takuti. Iblis tersebut adalah ibunya sendiri, Kushina Uzumaki.

" Ada apa Kaa – chan ? Putra semata wayangmu ini sangat lelah tahu ! " rengek Naruto manja. Kushina bersedekap dada di hadapan putranya. Satu kakinya menghentak lantai berulang kali menunjukkan betapa kesalnya wanita bersurai merah itu akan kelakuan anaknya.

" Jangan mengeluh seperti itu Naruto – kun. Ingatlah ! kau sudah dewasa sekarang, bukankah lebih baik kau menghabiskan waktu dengan tunanganmu di sela lenggang seperti ini " Naruto menutup matanya meresapi saran ibunya, saran itu membuatnya mengingat kembali ucapan Ravel seminggu yang lalu di Kyoto. Entah kebetulan atau memang telah diatur, saran ibunya dan ucapan Ravel memiliki beberapa kesamaan.

" Ah, Kaa – chan be – " tepat ketika Naruto hendak berdiri untuk menuju ruang tamu tempat dimana Seekvaira dan yang lainnya berada, Sasuke telah muncul di depan kedua iblis tersebut, membawa sebuket bunga akasia kuning yang disodorkan kepada Naruto.

" Untukmu " Sasuke menyodorkan buket bunga tersebut dengan ekspresi dan nada datar.

" APA – APAAN INI ?! TTEBANE! " Dua pemuda itu tak dapat berbuat apa – apa ketika masing – masing batok kepala mereka menerima jitakan Kushina.

.

" Ugh, Ini salahmu teme … " rutuk Naruto mengelus pelan lebam – lebam di wajahnya, di sampingnya Ravel hanya dapat menggeleng – gelengkan kepalanya sambil terus mengusapkan benjol dan lebam di kepala tunangannya dengan minyak urut.

" Hn" Sasuke mendengus, keadaannya tak jauh berbeda dengan Naruto. Namun, malangnya tak ada seorangpun yang membantunya mengoles lebam dan benjolnya seperti Naruto.

" Jadi, bisa jelaskan apa hubungan kalian ini ? " Kushina bersedekap dada. Tak jauh di belakangnya, ada Seekvaira, Reni, dan Le Fay yang terlihat ngos – ngosan karena hampir setengah jam menenangkan ibu satu anak itu untuk tak membunuh kedua pemuda di apartemen Agares tersebut.

" Ini semua salah paham. " dengus Sasuke, wajahnya masih berkeringat dingin dan pemuda setengah dewa itu selalu membuang muka ketika iris onyx nya bertemu dengan iris violet Kushina, sekarang ia mengerti mengapa sosok Kushina begitu mengerikan bagi Kingnya.

" Asal kau tahu saja, Teme. Aku ini normal … NORMAL ! " bentak Naruto.

" Diam Dobe, kau semakin memperkeruh suasana " Sasuke balas membentak dengan memberikan tatapan tajam melalui irisnya yang telah berubah sepekat darah.

" Tapi, aku sungguh tak menyangka, Uchiha – kun memiliki hubungan seperti itu dengan Mael – kun "

" Menjauh kau dari Naruto – kunku, kau DEWA GAY ! "

Reni dan Ilya ikut berkomentar, walaupun pada kasus Ilya, ia memberikan ancaman keras.

" Sudah kubilang ini cuma salah paham " Teriak Sasuke melenceng dari karakter biasanya. Pemuda bersurai hitam itu bahkan telah berdiri dari duduknya, dadanya kembang kempis karena berusaha menahan emosinya.

" Ma .. ma Uchiha – kun tenang dulu … mungkin kau dapat menjelaskannya kepada kami " Saran Le Fay diikuti Sasuke dengan kembali duduk di sofa, ia melirik sebentar buket bunga akasia kuning yang masih utuh di sampingnya.

" Setelah menonton Rating Game antara Tim Gremory dan Tim Sitri, aku memperoleh panggilan kontrak dari Rumania. "

" Rumania ? " beo semuanya yang hanya dijawab anggukan oleh Sasuke.

" Yap, tapi panggilan ini bukan dari fraksi Tepes, melainkan dari fraksi Carmillia. Kau ingat dia bukan Dobe ? gadis vampire bersurai pirang yang mirip boneka itu ? "

" Ah, Elmen – san kah ? Tentu aku mengingatnya. "

" Ya, setelah berdiskusi sebentar dengannya. Ia memintaku untuk mengundangmu ke fraksi Carmillia karena ada hal penting yang perlu disampaikan mengingat kau adalah perwakilan Meikai yang dahulu membuat kontrak dengan bangsa Vampire. Pada akhir pertemuan tersebut, gadis itu menitipkan buket ini untukmu kepadaku "

" Oh begitu … " Sasuke mendengus mendapati respon polos dari Naruto dan Kushina. Ia menjadi sweatdrop ketika melihat Kushina sama sekali tak merasa bersalah malah menyeringai kepada anaknya.

" Ne … ne Naruto – kun, apa kau mengetahui arti dari bunga Akasia ? "

" Sial, sainganku bertambah satu lagi ! siapa gadis Elmen – san ini ? " rutuk Ilya ketika mengerti makna bunga akasia.

" Eh ? Kenapa memangnya bukan dengan Akasia ? " Tanya Naruto polos.

" Perasaan terpendam. " bisik Le Fay ketika mencoba mengingat arti bunga tersebut. Naruto menatap lama gadis tersebut, mengira Le Fay akan melanjutkan penjelasannya, akan tetapi setelah lima menit Le Fay masih saja bisu.

" Etto – le Fay – san jadi apa maksudnya bunga Akasia ? "

" A – aku kurang tahu, Naruto – san "

" Cari saja sendiri di internet " ujar Seekvaira.

" Mou, itu merepotkan. Aku yakin kalian para gadis lebih mengetahui artinya "

" Pemalas ! "

" A- " Naruto menghentikan ucapannya ketika sebuah sengatan kecil hadir dalam otaknya, bayangan sebuah kejadian di Meikai melintas cepat di kepalanya. Semua yang berada di dekat Naruto menatap janggal akan ekspresi Naruto yang langsung berubah serius.

" Diodora berulah kembali … " desis Naruto langsung bangkit berdiri setelah memberikan penjelasan singkat pada Ravel, ia menjentikkan jarinya dan dalam sekejap jubah panjang dengan lambang Uzumaki menyelimuti tubuhnya hingga ke mata kaki. Pemuda pirang itu beralih kepada pemuda lain yang masih duduk di sampingnya dengan mengangkat satu alis.

" Sasuke, kau tidak ada kerjaan bukan ? Ikut aku ke Meikai, ada urusan yang perlu kita selesaikan " Sasuke mengangguk mengerti adanya keadaan darurat jika melihat ekspresi kingnya yang tiba – tiba serius.

" Kau yakin hanya akan membawa Uchiha – kun ? " Tanya Ravel khawatir.

" Saat ini situasi sangat genting, aku akan menteleport beberapa dari kalian jika dibutuhkan. Ah, satu lagi Ravel, tolong jelaskan keadaan ini pada yang lain " Naruto dan Sasuke menghilang dengan kilatan kuning sebelum sempat mendengar protes dari iblis betina lainnya. 3 iblis betina dan 2 gadis Magician secara serentak menatap Ravel untuk meminta penjelasan.

" Etto … aku mulai dari mana ya .. " gumam Ravel mulai memikirkan kombinasi kata untuk dapat menjelaskan masalah Naruto seefisien mungkin.

XoX

Istana Diodora yang semulanya berdiri megah kini telah memiliki beberapa lubang, lantainya juga kini memiliki beberapa puing bangunan selain karpet merah panjang, dan tak jauh dari sebuah singgasana emas terdapat dua iblis jantan yang saling berseteru satu sama lain.

Iblis jantan yang pertama adalah pemuda bersurai hitam yang terlihat tidak terlalu berusaha dalam pertarungan ini, satu tangannya terulur ke depan membentuk lingkaran sihir hijau yang membentuk sebuah dinding kasat mata yang dihantam terus menerus oleh iblis jantan lainnya yang berselimutkan armor merah Crimson tebal dengan lengan kanan yang menghantam dinding tersebut dihiasi oleh permata hijau yang terus mengeluarkan bunyi mekanik ' Boost ' pertanda meningkatkan kekuatan dari pemilik longinus tersebut setiap 10 detiknya.

" Hentikan ini naga menjijikkan ! Kau tentu sadar, levelmu jauh berada di bawahku sang iblis sejati ! " ujar Diodora penuh percaya diri karena melihat pukulan Issei yang sama sekali tak merobohkan pertahanannya. Issei sama sekali tak mendengar kata – kata Diodora, kedua tangannya masih sibuk menghantam dinding kasat mata tersebut, iris hijau armornya bersinar berkedip – kedip menandakan kesadaran sang pemegang Longinus semakin tenggelam.

" Issei – san hentikan ! Kau hanya melukai dirimu sendiri ! " teriak Asia sekeras mungkin, akan tetapi teriakannya bernasib sama dengan kata – kata Diodora dan teriakan persuasif lainnya dari anggota tim mereka, Issei sama sekali tak mendengarkan.

Tubuh gadis bermahkota pirang itu kedinginan, selain karena ketakutan ia juga merasakan kedinginan dari udara Meikai yang dipenuhi oleh aura negatif sebab tak mengenakan sehelai pakaianpun untuk menutupi tubuhnya. Ini merupakan perbuatan Issei yang menggunakan Dress Break untuk melepaskan dirinya dari kekangan teknik Diodora, ketika Rias mengintruksikan para anggotanya untuk kembali, Diodora yang tak ingin kehilangan targetnya segera menyerang seluruh anggota Rias dengan tembakan Demonic power missal dan terkonsentrasi tinggi hingga menyebabkan Koneko dan Yuuto tumbang dalam keadaan tak sadarkan diri untuk menyelamatkan Rias dan Akeno.

Sebagai serangan terakhir, Diodora memberikan serangan mental dengan menceritakan bahwa ia lah iblis yang disembuhkan Asia yang membuat mantan biarawati itu diusir dari gereja dan berakhir pada gereja terbengkalai di Kuoh. Diodora tertawa terpingkal – pingkal ketika menjelaskan bahwa ia telah merencanakan untuk membiarkan Raynare membunuh Asia sehingga memberinya kesempatan untuk mereinkarnasikan gadis itu, membuat dirinya terlihat bagai pahlawan di depan gadis itu sebelum akhirnya melecehkan dan merusak kepribadian gadis malang itu hingga menjadi budak nafsunya semata.

Xenovia yang pertama kali termakan emosi dengan menyerang brutal dan tanpa pikir panjang menggunakan Durandalnya, serangan barbar itu dengan mudah ditepis bahkan penerus Astaroth itu memberikan serangan balik yang membuat mantan ksatria gereja itu kesulitan bergerak.

Atas cerita miris Asia dan melihat bagaimana satu persatu temannya dilukai oleh Diodora, Issei segera mengaktifkan Balance Breakernya tanpa pikir panjang dan dalam emosi labil sehingga membuatnya tanpa sadar tenggelam dalam Juggernaut Drive, sebuah bentuk terakhir dari Longinus yang memiliki kesadaran. Bentuk itu merupakan bentuk terkuat namun sayangnya mempertaruhkan nyawa dari pemilik karena menarik kesadaran pemilik untuk semakin jatuh ke dalam Longinusnya.

Krak

Diodora mulai jengah dengan ini semua, ia ingin cepat menyelesaikan hasratnya pada Asia sebelum penganggu sebenarnya datang. Iblis itu mengetahui ada sosok dibalik bayangan yang selalu datang untuk mengagalkan rencananya terhadap Asia, sosok yang berperan memindahkan Asia ke Kuoh dan juga mengatur secara licin agar mantan Biarawati itu direinkarnasikan ke dalam Gremory, Pillar yang terkenal dengan kepiawaian dan kehalusan mereka mengurus para budaknya.

Memanfaatkan titik keretakan yang dibuat oleh Issei, Diodora melemahkan dinding kasat matanya bersiap untuk menjebak Sekiryuutei tersebut, tepat ketika Issei menggunakan dua booster di punggungnya untuk mempercepat lajunya ke Diodora, iblis bersurai hitam itu menyeringai licik, dinding kasat mata di kiri dan kanan Issei segera menyatu. Hasilnya ? tubuh Sekiryuutei itu terjepit dan hanya dapat meronta kasar.

" Huahaha, sudah kubilang ! Kau hanyalah naga menjijikkan, Dungu ! "

Prang

Diodora melebarkan matanya melihat tekninya dihancurkan oleh Issei yang telah membentangkan sayap naganya. Total terdapat 3 pasang sayap, dan masing – masing sayap itu memiliki meriam di tengahnya yang telah bersinar kehijauan siap meledakkan energy naga yang begitu besar.

" Asia – senpai ! Gunakan kunai Nii – san ! " teriak Gasper melihat keadaan yang semakin memburuk. Ia khawatir senpainya yang kini dalam keadaan lepas kendali akan menimbulkan beberapa masalah. Bukan keselamatan Diodora yang ia pikirkan, tapi keselamatan wilayah Astaroth, jika seandainya penerus Astaroth itu mati dan pihak Pillar mereka menuntut Rias maka mereka masih dapat membela dengan menunjukkan bukti bahwa iblis itulah yang terlebih dahulu memulai perkara, akan tetapi jika tuntutannya mengenai kerusakan wilayah Astaroth, mereka akan kesulitan untuk membela diri.

Asia tanpa bersuara menuruti perintah Gasper. Berbeda dengan dhampir itu, mantan biarawati itu hanya mementingkan keselamatan dari Diodora, ia mengerti bahwa iblis itulah yang menjadi sumber dari penderitaannya beberapa tahun belakangan ini, namun hati sucinya menolak untuk menaruh dendam dan benci pada iblis jantan tersebut.

BUUMMMMMMMMMMM

Rias yang sedari tadi hanya memperhatikan Akeno, Yuuto, dan Koneko tersentak mendengar ledakan tersebut. Iris biru kehijauannya melebar ketika melihat 6 laser hijau Issei terserap oleh kunai yang dilempar oleh Asia.

" GRAOOOOOOOOOO " Issei meraung keras melihat serangannya tak berguna telah bersiap untuk sekali lagi menembak, akan tetapi kunai milik Naruto yang masih melayang itu segera bersinar terang.

DUAKK

Diodora dan Issei sama – sama terlempar ketika sinar terang dari kunai itu semakin meredup. Berbeda dengan Diodora yang hanya terlempar menghantam dinding, Issei terpental jauh setelah melubangi dinding timur Diodora.

" Kau berlebihan Dobe " bisik Sasuke melihat tendangan Naruto.

" Tidak juga, lihatlah "

SRINGGGG

Satu laser hijau dengan cepat menuju Naruto, dan entah sejak kapan Naruto telah memegang Kunai yang dilemparkan Asia. Pemuda pirang itu meluruskan kunainya ke depan sejajar dengan laser Issei dan tanpa aba – aba laser Issei yang sebelumnya diserap kunai itu meluncur bertabrakan dengan serangan Issei yang barusan hingga menyebabkan ledakan besar di luar yang sanggup mengguncang bangunan tersebut.

" Dobe, biar aku yang mengurus naga itu ! Aku sama sekali tak memiliki pengetahuan tentang pemulihan untuk mereka yang berada di sini ! "

" Kau yakin ? Ia berada dalam mode terganas lho ! " Mendapatkan pertanyaan yang mengandung kekhawatiran dan keraguan tersebut membuat Sasuke menyeringai kecil.

" Kau meremehkanku. Akan kuperlihatkan bagaimana dewa akan menjinakkan naga merah itu " tanpa menunggu balasan, Sasuke mengekstrak senjutsunya atau cakranya ke dalam konsentrasi tertinggi membentuk aura keunguan yang mengambil bentuk setengah badan dari seorang samurai.

" Aku pergi ! "

" Kheh dasar tukang pamer ! " rutuk Naruto ketika melihat Sasuke secepat kilat telah menghilang. Mempercayakan amukan Sekiryuutei pada Knightnya, Naruto berbalik menatap Diodora yang telah selesai memberikan sumpah serapah pada Sasuke karena menendangnya.

" Kau lagi Uzumaki ! " Diodora menggerutu sambil berjalan pelan menuju Naruto yang telah menyipitkan matanya, tangan dari iblis Astaroth itu terkepal begitu erat menahan emosi ketika Naruto tiba – tiba memunggunginya dan berjalan santai menuju tim Gremory berada.

Syut

TAk

DUARR

" Aku akan menyelesaikan urusanku denganmu nanti, Diodora " bisik Naruto tanpa emosi setelah menepis serangan sihir Diodora yang kembali melubangi istana tersebut. Tak mendapati respon yang berarti, Naruto kembali melangkah dan berhenti tepat di depan Asia, pemuda pirang itu menarik nafas panjang sambil menutup matanya dan dengan gerakan pelan melepas jubahnya dan menjatuhkannya tepat di mahkota pirang gadis tersebut.

" Pakailah … " ujar Naruto pelan melanjutkan perjalanannya menuju Rias yang berada paling belakang dari seluruh anggotanya.

" Arigatou Naruto – san … " gumam Asia pelan namun cukup didengar iblis pirang tersebut.

" Sepertinya kau tidak terlalu mendengarkan peringatanku Gremory – san " Rias tersentak akan kata – kata Naruto ini, pandangan yang Naruto berikan mengingatkannya akan keberpihakan Naruto akan Phenex pada malam pertunangannya dahulu.

" Sudah kuduga kau akan ikut campur lagi Uzumaki … tapi kali ini, kau tak akan dapat mengacaukan rencanaku lagi. Cukup sudah kau membuatku repot atas kerja samamu dengan Gereja hingga membuat buruanku ini berakhir pada Gremory, cukup sudah semua tindakanmu yang mengacaukan rencanaku. Dengan kekuatan Ophis ini … kau akan tamat ! " Naruto menghela nafas panjang mendengar sesumbar Diodora. Pemuda pirang itu memejamkan matanya sejenak sebelum akhirnya 3 berkas emas hadir di sekitarnya menghadirkan Ravel, Le Fay, dan Ilya.

" Kau lagi – lagi menteleport kami paksa. Kau harus menghentikan kebiasaan burukmu ini Naruto – kun ! " gerutu Ravel.

" Maaf Ravel, Ilya, dan Le Fay … dapatkah kalian memulihkan dan melindungi kelompok Gremory sementara aku menyelesaikan urusanku. "

" Tentu saja … jangan memaksakan dirimu ! " Ravel bersedekap dada membalas senyuman kecil dari Naruto. Ia masih menolak untuk menatap iris biru tunangannya ketika mereka berselisihan karena Naruto kembali bergerak ke garis depan.

" Kheh … aku akan membuatmu membayar mahal karena telah mengabaikanku dan membuatku kerepotan untuk memenuhi hasratku atas mantan biarawati itu … "

" Naruto – san … " Naruto menghela nafas panjang, ia melirik sebentar Asia dan memberikan senyuman kecil untuk menenangkannya.

" Kau tak ingin menyerah Diodora ? Tentunya kau mengerti bukan aku saja yang bergerak untuk melindungi gadis ini ! "

" Pihak gereja tak memiliki kekuasaan untuk mengacaukan rencanaku di Meikai, hanya kau yang berpotensi mengacau rencanaku. " Diodora melangkah mendekat, ia kembali berpaling pada Asia memberikan senyuman kecil yang terlihat aneh " Tenang saja Asia – chan setelah ini aku pastikan kita akan memiliki malam yang indah. Tentunya setelah aku menghabisi kelelawar kecil yang selalu menganggu kita ini khukhukhu "

" Mundurlah Argento – san, pulihkan teman – temanmu "

Diodora mendecih dan secepat kilat menerjang Naruto, gerakan tiba – tiba itu dengan mudah Naruto hindari hanya dengan menggeser posisi tubuhnya menjadi miring ke kiri 45 derajat. Iblis Astaroth itu kembali menyerang dengan serangan fisik lainnya yang mana hampir semua bagian tubuhnya yang dapat digunakan untuk beradu fisik dilapisi oleh sihir berkonsentrasi tinggi yang pastinya bersifat sangat merusak.

Naruto yang menjadi target dari serangan brutal, amatir, dan tak terarah itu hanya melapisi tangannya dengan demonic power tipis, untuk menangkap beberapa pukulan atau tendangan Diodora, bahkan beberapa kali Naruto berhasil menjatuhkan pewaris Astaroth tersebut dengan gerakan – gerakan lincah yang biasa terlihat pada seni beladiri asia timur.

" Aku sepertinya pernah melihat gaya bertarung Nii – san di suatu tempat … " bisik Gasper, ia kini sedang duduk selojoran di lantai setelah menyadarkan Yuuto dan Koneko.

" Itu Jeet – Kuno Do, bentuk Wing – chun yang dikembangkan oleh Martial Artist asal Hongkong, Bruce Lee. " ujar Yuuto, ia mengetahui gerakan Naruto itu setelah beberapa kali melihat bagaimana pola Naruto menyerang.

" Sun Wukong – sama yang mengajarkan itu padanya .. kurasa itu terjadi setelah insiden Kyoto 3 tahun yang lalu " celetuk Le Fay dengan ekspresi menerawang, ia juga ikut membantu Naruto sebagai Magician Contract untuk menumbangkan Kudeta yang dipimpin oleh Yamata No Orochi.

BUAKK

Diodora terseret ke belakang beberapa meter setelah menerima tendangan tepat di ulu hatinya, jujur rasanya sangat sakit walaupun ia telah melapisi tubuhnya dengan sihir terkuat. Ia bahkan kesulitan bernafas sekarang. Dalam batinnya ia mengutuk murid kakaknya ini, matanya memicing melihat tak ada gurat lelah dari kepala Pillar Uzumaki tersebut.

" Ba- bagaimana bisa kau sekuat ini ? Bahkan dengan kekuatan Ophis … aku tak bisa … "

" Bukan ia yang kuat, tapi kau lah yang terlalu lemah ! " suara itu memotong tuturan frustasi dari pewaris Astaroth, mereka semua yang berada di sana menyipitkan mata mereka ketika melihat ribuan lebah yang datang entah darimana menyusun diri membentuk seorang pemuda bersurai coklat muda di samping Diodora.

Pemuda itu berwajah tampan, surai coklat mudanya panjang dan dibiarkan terurai begitu saja layaknya perempuan, jubah hitam yang ia gunakan semakin menambah kesan maskulin dan bangsawan dari pemuda tersebut dan terakhir yang membuat mereka semua tersentak adalah lambang pada sayap beberapa lebah yang masih beterbangan di sekitarnya.

" Akhirnya anda menampakkan diri juga, Shalba Beelzebub " ujar Naruto ringan.

" Ho … kau mengenalku ? Tak begitu mengherankan ketika mengingat bahwa kau adalah murid dari iblis rendahan yang mencuri gelar leluhurku "

" Ho … lihatlah dirimu … keturunan Beelzebub sejati. Apa aku harus membuatmu sama seperti rekanmu, Katarea ? " balas Naruto tanpa emosi bahkan di akhir ucapannya saat menyebutkan salah satu korbannya pemuda pirang itu menyeringai mengejek.

" Sepertinya guru busukmu itu tak mengajarkanmu bagaimana berbicara yang baik huh ? "

" Benar ! Ajuka – sama hanya mengajarkan untuk berbicara baik pada orang yang pantas .. dan kau tak pantas untuk itu …"

" Aku muak dengan pembicaraan ini, ayo akhiri ! " bentak Shalba tak bisa menahan emosi lebih lama lagi, lebah – lebah yang berada di sekitarnya berkumpul membentuk lingkaran sihir di depannya.

Ngungg

Seluruh iblis yang berada di sana terkejut ketika serangan yang dimuntahkan bukanlah Demonic Power melainkan cahaya. Seorang iblis pureblood mengeluarkan serangan berbasis cahaya yang menjadi kelemahan bagi bangsa iblis ? hal ini sungguh membuat iblis muda tak habis pikir, akan tetapi Naruto yang menjadi target utama dari serangan tersebut hanya mengaktifkan lingkaran keemasan yang menutupi seluruh bagian belakang tubuhnya.

' Mari bermain – main sebentar padanya. Aku ingin lihat batas kemampuannya ' batin Naruto tersenyum miris karena melihat serangan ini tak ubahnya seperti anak kecil.

" Kau menyerap seranganku ? " Tanya Shalba retoris.

" Beelzebub – sama, akan lebih baik jika kita menggabungkan kekuatan untuk melawan Uzumaki ini. Hamba rasa dengan cara ini kita akan lebih cepat untuk menghabisinya " Alis Shalba berkedut mendengar saran dari adik iblis yang telah merenggut gelarnya.

" Kau merendahkanku bocah ! " Diodora tersentak mendengar bentakan tersebut, belum sempat berbuat apa – apa sebuah Light Saber telah bersarang di jantungnya.

" A- argh " para iblis yang berada di sana melebarkan mata mereka karena sama sekali tak menangkap gerakan Shalba, mereka hanya sadar ketika mendengar erangan sakit dari pewaris Astaroth tersebut.

" Brengsek " geram Naruto, dengan cepat tubuhnya terbungkus oleh aura emas, ia memasuki mode subspesies balance breakernya. Tak mencapai waktu satu detik, ia telah berteleport di antara Shalba dan Diodora.

Shalba membuktikan ketangkasannya dengan gerakan tenang mengulang kembali serangan berbasis cahaya yang kali ini kecepatannya semakin ditingkatkan.

Namun serangan itu berhenti di udara secara serentak sebelum sempat menyentuh secentipun tubuh Naruto. Shalba tak perlu terlalu lama berpikir mengapa fenomena itu dapat terjadi setelah melihat lingkaran sihir kecil di ujung jari telunjuk kanan Naruto. Tanpa banyak omong, Naruto menghilang kembali membawa Diodora menuju kelompok Gremory di belakangnya.

" Tolong sembuhkan dia … ini masih belum terlambat " ujar Naruto, menyerahkan dengan pelan tubuh Diodora yang masih berusaha sekeras tenaga untuk tetap sadar.

" Jangan sok pahlawan kau Uzumaki … " Diodora menyampaikan makian itu dengan nafas tersendat.

" Jika kau memiliki tenaga lebih untuk memaki lebih baik kau simpan untuk dirimu sendiri " tukas Ravel menggantikan tunangannya. Gadis itu berpaling pada tunangannya yang telah berbalik menatap Shalba.

" Jangan berlebihan Naruto – kun … "

Naruto mengangguk kecil atas pesan Ravel, ia kembali berjalan ke hadapan Beelzebub yang telah membatalkan tekniknya.

" Kankara Formula huh ? Kau sama menjijikannya dengan gurumu, si iblis Astaroth itu "

" Tutup mulutmu ! Iblis manja gila kehormatan sepertimu yang bahkan menggunakan perangkat murahan seperti Reverse Instrument tak berhak untuk bicara seperti itu kepada Ajuka – sama .."

" Brengsek kau bocah ! Kau benar – benar akan mati hari ini ! "

" Cukup bicaranya, tunjukkan jika kau benar – benar Beelzebub ! " Shalba termakan provokasi Naruto kembali menembakkan serangan yang sama, harus Naruto akui ia mulai bosan akan serangan ini, ia berharap besar dengan omong besarnya itu terdapat sedikit variasi serangan yang membuat Naruto sedikit menikmati pertarungan ini.

Semua serangan itu hanya Naruto tepis menggunakan Kankara Formula, menghentkannya sebentar di udara sebelum akhirnya mengembalikannya dengan konsentrasi dan kecepatan jauh lebih tinggi.

DUAARRRRRRR

Shalba beruntung berhasil menghindar di detik – detik terakhir, wajahnya berkerut dan pakaiannya telah compang – camping hanya untuk menghindari serangan tersebut. Rutukan dan kesombongan dalam hatinya semakin memprovokasinya untuk terus menyerang akan tetapi kebingungan melandanya ketika mendapati targetnya telah menghilang dari tempat ia berdiri sebelumnya.

" Di atas ! " Shalba spontan mendongak hanya untuk mendapati Naruto melayang di udara, di sekitarnya terdapat banyak sekali berkas – berkas emas yang perlahan membentuk kunai yang menjadi cirri khasnya.

" Apa kau berpikir kunai tumpulmu itu mempan melawanku ?! " Shalba mengumpulkan lebah ke depannya untuk membentuk Barrier yang akan berfungsi menepis seluruh kunai Naruto.

" Bodoh ! " teriak Shalba puas, ia menyeringai lebar melihat tak ada satupun kunai Naruto yang mampu menembus pertahanannya semuanya tertancap di lantai sekitarnya membentuk sebuah lingkaran.

" Kau lah yang bodoh. Dari sini, kematianmu telah jelas ! " Shalba terbelalak melihat musuhnya menghilang dalam kilatan emas …

Jrasshh

Otak Shalba berhenti bekerja seketika merasa nyeri pada bahu kanannya, irisnya semakin melebar mendapati luka sayatan lebar di sana.

" A – apa yang terjadi ? " Tanya Asia mewakili Shalba Beelzebub.

" Itu teknik teleportasi instan milik Naruto – kun ! " jawab Ilya dengan nada bangga.

" Atas teknik tersebutlah Naruto – san memperoleh gelar Meikai no Kogane Senkou. Musuh yang tak tangkas akan dibuat tak berdaya dengan teknik tersebut " Lanjut Le Fay, matanya berbinar redup ketika menjelaskan hal tersebut.

" Itu … kecepatan yang gila … " gumam Yuuto tak percaya, ia memang pernah mendengar seberapa cepatnya iblis muda terkuat itu, tapi melihatnya langsung benar – benar membuatnya tak percaya. Kecepatan miliknya yang disebut sebagai kecepatan dewa oleh Issei masih berada di bawah level Naruto.

" Sial ! " Shalba berusaha membentuk kubah pertahanannya dengan beberapa lebahnya, akan tetapi sekali lagi, sebuah sayatan terbentuk di pipinya.

" Percuma, sudah kubilang bukan ? dari sini aku yang memimpin pertarungan "

Sring

Sring

Sring

Para iblis muda terlebih kelompok Gremory hanya dapat menonton dengan wajah melongo, di depan mereka terjadi pertarungan berat sebelah, tak terhitung berapa luka sayatan yang mendarat pada tubuh Shalba, hell bahkan sang korban sama sekali tak memiliki kesempatan untuk bertahan.

DUAKKK

Naruto menyelesaikan serangan combonya dengan tendangan berputar hingga membuat Shalba berputar sebentar di udara sebelum akhirnya terjerembab keras pada lantai.

" TAk akan kumaafkan … tak akan kumaafkan …. TAK AKAN KUMAAFKAN ! " Shalba segera bangkit, akal sehatnya mulai geser menerima penghinaan ini, dan sekali lagi ia menyerang Naruto dengan teknik Reverse Instrument yang sama seperti sebelumnya.

" Aku sudah bosan dengan teknik ini ! " Naruto sekali lagi menghentikan serangan tersebut, kali ini serangan itu berhenti tak jauh di depan keturunan. Beelzebub.

" Sampai jumpa, Shalba ! " Shalba tak dapat berbuat apa – apa ketika serangannya dikembalikan dengan cepat kepadanya, dan tenaganya telah benar – benar terkuras sehingga hanya dapat pasrah menerima serangan cahaya yang menghantam tubuhnya keras, setiap serangan cahaya mendarat pada salah satu bagian tubuhnya, maka bagian tubuh itu akan terbakar persis seperti daging bakar sebelum akhirnya menjadi debu.

Naruto menutup matanya ketika melihat bagian tubuh Shalba terakhir berakhir menjadi debu. Secara perlahan tubuhnya merosot dengan nafas yang terengah – engah, ¾ energinya telah terkuras setelah menggunakan kankara formula 3 kali.

" Naruto – san ! " Asia yang berada paling dekat dengan Naruto segera menggunakan Twilight Healingnya. Hanya sebentar saja, Naruto bangkit berdiri mengenggam tangan gadis mantan biarawati itu untuk menghentikan teknik penyembuhnya.

" Arigatou Argento – san ! tapi, cukup sampai di sini, kita masih harus memeriksa Sasuke ! "

TBC

Oke, aku tahu ini merupakan update yang begitu telat. Aku hanya dapat meminta maaf karena disibukkan oleh beberapa hal di dunia nyata. Pada chapter ini memang sangat berbeda dengan yang kukatakan di chap sebelumnya, ini terjadi karena aku memang benar – benar tak dapat lagi menahan hasrat untuk mengeluarkan sang Rival, Dulio Gesualdo. Di chap ini juga aku menambahkan satu fakta lagi, yang mana Naruto dan Dulio pernah bertarung sebelumnya walaupun tanpa mengetahui bahwa mereka adalah rival yang ditakdirkan. Mengenai kemampuan Dulio, ia sekarang menguasai Olympus dan Norse Magic yang jauh lebih kuat dibanding sihir biasa, tentu saja saya masih akan menambah beberapa kemampuan lagi agar benar – benar sejajar dengan Naruto nantinya.

Untuk yang minta lemon Naruto x Kunou, maaf aku tak bisa membuatnya. Jika Lime atau Kiss masih bisa dipertimbangkan, akan tetapi jika lebih jauh saya rasa hanya akan menganggu plot. Pihak luar mengetahui mengenai tunangan dan istri Naruto ? akan terbongkar di chap depan. Fic – fic lainnya akan diusahakan untuk update secepatnya, doakan saja tak ada halangan hehe