Longinus 14Th ( Declare of The War )

Naruto Masashi Kishimoto

High School DxD Ichie Ishibumi

Warning : AU, OOC, OC, TYPO, Semi Canon, dan Lain – lain

DemiDevilNaru, SmartNaru

Chapter 19: Le Fay Pendragon, My Girlfriend ( Confession, The Evil God : Loki, and Armageddon Team )

Seminggu setelah kasus Diodora, tim Gremory ditunjuk untuk mengawali kunjungan dari Dewa Odin yang merupakan dewa ketua dari Mitologi Norse di Eropa Utara. Odin tidak datang sendirian, ia dikawal oleh seorang ksatria Wanita atau Valkryie yang memiliki perawakan cantik dengan surai silver semampainya, dengan tubuh yang dibalut oleh pakaian bisnis semakin membuat wanita itu terlihat elegan. Selain dari pihak iblis, Odin juga menerima pengawalan dari pihak Da – tenshi dan Tenshi yakni dengan kehadiran Azazel, Barakiel, dan juga Irina yang merupakan gadis Brave Saint atau Malaikat Reinkarnasi.

Rombongan itu diangkut dengan menggunakan kereta yang melayang terbang di udara karena ditarik oleh seekor kuda perang raksasa berkaki delapan, Slepnir. Barakiel membawa Yuuto, Xenovia, dan Irina untuuk berjaga – jaga di luar sedangkan yang lainnya di dalam kereta untuk menjaga atau bahkan mengobrol dengan dewa ketua tersebut untuk mengisi kebosanan selama perjalanan menuju Takamagahara, tempat para dewa Shinto berada yang menjadi destinasi kunjungan Odin.

" Kau tahu bocah gagak, sebenarnya aku merasa kecewa dengan pengawalan ini, terutama dari pihak iblis " seorang dewa dengan perawakan kakek tua yang memiliki rambut dan jenggot putih panjang serta menggunakan penutup mata pada mata kirinya menyampaikan keluhan ini kepada Azazel yang duduk di kanannya, sementara itu gadis Valkryie yang menjadi pengawal Odin hanya menganggukkan kepala kecil menyetujui keluhan dewa ketua mitologinya.

Azazel tertawa kering dengan memberikan tatapan menenangkan kepada Rias yang mulai terbakar emosi.

" Apa maksudmu, kakek tua ? Bukankah Sirzech sampai mengutus sendiri kelompok adiknya dan lihatlah komposisi tim ini sangat menarik bukan ? " Odin mendengus mendengar balasan dari Azazel. Memang harus ia akui, tim yang diutus menjadi pengawalnya itu tergolong lengkap, memiliki penyerang jarak dekat maupun jauh, pemulih, support, dan bahkan Sekiryuutei yang merupakan salah satu Longinus Mid-tier, namun …

" Kukira, kalian akan mengutus Golden Boy untuk mengawalku. Ah, aku baru ingat, bocah itu mungkin sedang menghabiskan bulan madunya dengan istri Youkainya itu. Ia pasti menyesal tak mengundangku, padahal aku memiliki beberapa tips dan trik jitu untuk menaklukkan istri di malam pertama " Odin mengutarakan kalimat terakhirnya dengan dengusan bangga yang tanpa ia sadari membuat seluruh gadis di sana menatapnya jijik sementara Issei terlihat bersemangat untuk bertanya.

" Tidak mungkin, bocah itu tidak akan mengerti. Aku berani bertaruh ia hanya akan terbengong jika kau benar – benar memberikannya tips dan trikmu itu, kakek tua " ejek Azazel.

" Ano … Azazel – sensei … siapa yang dimaksud Odin – dono, dengan Golden Boy ini ? " tanya Asia yang terlihat sama sekali tak mengetahuinya, tentunya ia tidak pernah mendengar nama itu sebelumnya berbeda dengan anggota peerage Rias lainnya yang telah mendengar ini pasca pembatalan pertunangan Gremory dan Phenex.

" Apa aku salah dengar gadis kecil ? Kau tak mengenal bocah ini ? Kupikir seluruh iblis mengenal namanya " ujar Odin menampilkan ekspresi terkejut yang dibuat – buat.

" Ia iblis baru, kakek tua … " tukas Azazel memendam rasa geram untuk menonjok wajah dengan ekspresi terkejut itu. Ia tersenyum kembali menatap Asia untuk meredakan rasa kesalnya " Golden Boy ini adalah Uzumaki Naruto … kau pasti mengenalnya bukan ? Terlebih setelah insiden Diodora seminggu yang lalu " Wajah Asia merona mengingat kejadian satu minggu yang lalu, akan tetapi ia segera tersentak begitu menyadari sesuatu.

" Tu – tunggu … itu berarti Naruto – san … telah menikah ? " Tanya Asia dengan nada putus asa yang membuat Issei dan yang lainnya ikut tersentak ketika menyadari hal ini, terlebih Rias merasa begitu terkejut sekarang. Rias merupakan Heiress dari Pillar Gremory, sungguh memalukan jika calon kepala salah satu Pillar penting di Meikai tak mengetahui berita heboh ini.

" Ya. Ia telah menikah dengan putri dari ratu Kyoto,Kunou – hime sama. Selain itu, ia memiliki 3 tunangan selain Ravel Phenex yang ketiganya merupakan Heiress dari Pillar mereka masing – masing. Yah, mungkin Sirzech lupa memberitahumu Rias karena pertunangan ini terjadi dengan cepat dan beberapa kejadian buruk akhir – akhir ini pasti membuat kakakmu itu sibuk " jelas Azazel.

" Tu – tunggu dulu … Niisan tidak mungkin tidak memberitahukanku hal ini. Terlebih Valerie masih .. " Gasper yang sejak awal berada dalam kotak keluar setelah mendengar penjelasan konfirmasi dari Azazel.

" Yah, kenyataannya memang begitu Gasper. Pernikahan itu merupakan wujud dari ikatan politik antara Meikai dan Kyoto. Pernikahan itu seharusnya terjadi setelah mereka genap berusia 21 tahun namun ada beberapa faktor yang membuat pihak tetua Meikai dan Kyoto memajukan tanggal pernikahan mereka. Pernikahannya hanya berlangsung sederhana, dan lagi tidak banyak pihak yang diundang. Makanya berita ini tidak begitu disebarluaskan mengingat pihak Meikai dan Kyoto berniat mengadakan pesta yang mewah untuk mengundang pihak – pihak lainnya " Azazel menjelaskan apa yang ia dengar dari Ajuka karena jujur saja, ia juga terkejut dengan berita ini ketika Ajuka pertama kali memberitahunya. Odin menggosok – gosok dagunya menemukan bahan kejahilan super mesum ketika melihat Asia menundukkan kepalanya.

" Oh Hei … gadis manis mengapa kau terlihat patah hati begitu bukankah bocah itu memiliki tugas untuk membangkitkan Pillarnya yang berarti ia butuh banyak istri untuk memberikannya keturunan. Lagipula kau memiliki surai pirang indah yang dimiliki oleh gadis bocah itu, aku yakin jika kau sedikit agresif, bocah itu pasti menerimamu " Asia melebarkan matanya mendengar saran dari Odin, dewa ketua Mitologi Norse yang terkenal dengan kemesumannya yang sebanding atau bahkan melebihi Azazel. Kakek tua itu mulai menyeringai begitu melihat mata Asia mengkilat seperti menemukan tujuan hidup baru.

" Odin – sama … sepertinya saran – "

" Anda benar Odin – dono. Aku hanya harus lebih agresif ! " tukas Asia memotong protes dari gadis Valkyrie yang hanya dapat menggeleng – gelengkan kepalanya mendengar Odin tertawa terbahak – bahak melihat iblis muda nan polos terpengaruh saran nyelenehnya.

" Itu baru namanya semangat ! " Odin berpaling pada Valkryie di sampingnya " Kau harus meniru semangatnya ini Rosseweise. Tak elok jika kau kalah darinya " Pii Rosseweise memerah mendengarnya.

" Itu bukanlah hal yang pantas untuk dipersaingkan "

Rias menatap sendu Asia yang sekarang tersenyum lebar menanggapi beberapa saran nyeleneh dari Odin untuk mendekati Naruto, beberapa kali Rosseweise akan menginterupsi jika Odin memberikan saran yang terlalu ekstrim sedangkan Azazel hanya tertawa menanggapi kepolosan Asia.

Tak aka nada yang menyangka, jika gadis polos ini merupakan saudari dari Exorcist terkuat, Dulio Gesualdo. Ah, mengingat nama itu membuat Rias memijit pelipisnya. Seminggu yang lalu, Dulio meminta izin memindahkan Asia ke peerage Naruto karena menganggap pemuda itu lebih dapat menjaga adiknya dibanding Rias. Asia awalnya menolak ide ini karena telah nyaman dalam tim Gremory walaupun hati kecilnya gembira mendapat celah untuk lebih berdekatan dengan pemuda yang ternyata telah lama bersembunyi di balik bayangan untuk melindunginya. Dulio beralasan keselamatan Asia akan terancam karena banyak pihak yang telah mengetahui bahwa Asia merupakan adik dari Exorcist terkuat, bukan tidak mungkin sekelompok Rogue Exorcist menangkap Asia hanya untuk balas dendam kepada kakaknya.

Setelah beberapa perdebatan alot, Asia setuju untuk dipindahkan ke peerage Naruto namun setelah Rating Game untuk generasi muda berakhir, Asia beralasan ingin membalas budi atas jasa – jasa Rias selama ini kepadanya. Dulio menyetujui ini dengan syarat Asia harus tinggal bersama dengan Naruto di Osaka, dan hanya akan mengikuti Rias jika terdapat pertemuan penting yang memaksa Rias mengumpulkan seluruh anggota peeragenya.

Rias tak dapat berbuat apa – apa selain menyetujui hal itu, citra Gremory sebagai Pillar yang memperlakukan baik budak mereka akan hancur jika Rias tak berpikir panjang. Tentunya otak liciknya sebagai iblis berpikir bahwa perjanjian ini hanya akan bersifat sementara, gadis itu akan menemukan cara untuk mempertahankan Asia dalam kelompoknya.

DUAARRR

Kereta yang mereka tumpangi bergetar kencang setelah bunyi ledakan tersebut, mereka yang berada di dalam tersentak dan mengerutkan kening mereka mendengar kegaduhan di luar. Issei melihat keadaan di luar dari jendela yang tepat berada di sisinya.

" Ada masalah di sana, Barakiel – san, Yuuto , dan Xenovia dalam posisi bertarung " dengan tergesa ia membuka jendela tersebut dan segera keluar dari dalam kereta kemudian di saat yang sama memulai perhitungan Balance Breakernya.

Semuanya mengikuti Issei keluar dari kereta dan tengah melayang di udara, hanya Issei, Asia dan Gasper yang masih bertahan di tepi kereta. Rosseweise melebarkan matanya begitu melihat sosok yang menganggu perjalanan mereka.

Sosok itu merupakan pria muda tampan yang memiliki tatapan yang tajam. Pakaian yang ia kenakan serupa dengan jubah yang Odin gunakan, meski warna utamanya adalah hitam. Dan lagi ia membawa aura gelap di sekitar tubuhnya yang memberikan sensasi tak menyenangkan bagi yang lain

" Salam semuanya, perkenalkan aku adalah Loki, dewa jahat dari Eropa Utara. Senang bertemu kalian semua "

Deklarasi Loki membuat semuanya menjadi waspada.

" Ternyata kau Loki – dono. Tak kusangka kau datang ke tempat ini. Apa kau memiliki urusan dengan kami ? kau tentu tahu bukan kereta yang baru saja kau serang ini juga menampung Dewa Ketua dari Mitologimu, Odin – dono ?! " Azazel bertanya dengan tenang.

Loki bersedekap dada " Tidak banyak yang ingin yang kulakukan. Odin – dono, dewa ketua kami meninggalkan Valhalla, kediaman kami untuk bersentuhan dengan golongan – golongan lain. Ini akan menghambat tujuan ragnarok ku. Dan itu tidak dapat kuterima "

Iris mata Azazel mengkilat berbahaya " Kau cukup sombong untuk menyatakan itu di tempat ini, Loki "

Loki membalas tatapan tajam Azazel itu dengan pandangan meremehkan " Kau hanyalah gagak bau dan rendahan. Biasanya aku menolak untuk bertemu dengan bangsamu, namun apa boleh buat – kalian dan Odin akan merasakan hukuman dariku "

" Tunggu dulu, aku hanya ingin bertanya satu hal sebelum ketegangan di sini semakin berkembang … " Azazel mengeratkan kepalan tangannya " Apa tindakanmu ini terkait dengan Khaos Brigade ?! "

Loki mendecih tak suka " Jangan kau mencampur adukkan opiniku dengan organisasi teroris konyol itu. Aku kemari atas keinginanku sendiri. Ophis tidak ada sangkut pautnya dalam hal ini "

" Yah beginilah permasalahan yang Eropa Utara miliki bocah gagak. Kau tahu … orang bodoh pun dapat kau temukan pada kalangan dewa sekalipun " ujar Odin mengelus jenggot panjangnya.

" Loki - dono! Tindakanmu sudah melampaui kekuasaanmu ! Anda harus membuat pernyataan dalam rapat resmi ! " dalam sekejap, Rosseweise telah mengenakan armor perangnya setelah mengatakan hal itu pada Loki. Loki mendengus bosan.

" Gadis tempur perawan sepertimu tak pantas untuk menghalangiku. " Iris tajamnya berpindah kepada Odin " Aku bertanya padamu Odin, apa kau masih berniat melakukan sesuatu yang berada di luar dunia Norse kita ?"

" Yah berbicara dengan Sirzech dan Azazel lebih menyenangkan daripada denganmu. Aku juga ingin tahu lebih tentang Shinto, dan mereka juga tertarik dengan Yggdrasil kita. Setelah kami membuat perdamaian, aku bermaskud untuk menukar budaya dengan mengirim pembawa pesan masing – masing "

Loki tersenyum angkuh mendengar itu " Sungguh tindakan yang bodoh. Dan lagi … sepertinya kau sudah menduga kedatanganku kemari, lihatlah komposisi dari pengawalmu. Ah sayang sekali walaupun ada saudara dari Lucifer masa kini, Gubernur dan petinggi Da – tenshi, bahkan Sekiryuutei di sini … mereka tidak ada apa – apanya sebab hanya Mjolnir yang dapat melumpuhkanku ! Thor tidak berada di sini untuk menghadapiku huahaha "

" Berisik kau Dewa brengsek ! " umpat Issei yang telah selesai mengumpulkan energy penghancurnya dan dengan cepat meluncurkannya kepada Loki.

Dragon shoot

Beberapa berkas sinar muncul di sekitar Loki yang bertransformasi menjadi lingkaran yang besarnya sebanding dengan Dragon Shoot Issei.

DUAARRRR

Issei dan yang lain hanya diam menunggu asap dari ledakan itu menghilang. Dalam satu kibasan tangan, asap mengepul itu menghilang menunjukka Loki yang mengangkat tangannya ke atas setelah mengibas asap di sekitarnya. Penampilannya sama sekali tak berubah, bahkan tak ada debu yang menempel pada jubahnya.

" Oi .. oi aku belum selesai tertawanya. Bahkan Sekiryuutei menjadi dungu setelah direinkarnasi menjadi iblis huh ?! dan lagi Odin apa kau tak berlebihan menggunakan pengawal sebanyak ini ? Kau sadar bukan berapapun jumlah mereka tanpa Mjolnir, mereka bukan apa – apa ! "

" Telingaku sudah tua, aku sulit mendengar kata – kata kasarmu " balas Odin tak peduli.

Mendengar balasan Odin, mata Loki berkedut " Yah aku mengetahui itu … " Ia menjentikkan jarinya " Tenang saja, aku memiliki terapi untuk telinga tuamu itu. Mengaumlah putra tercintaku ! "

Dalam kesunyian malam setelah teriakan Loki, distrorsi ruang tercipta di udara tepat di atas Loki.

" ugh "

Belum selesai ruang distorsi itu terbuka sepenuhnya, para remaja telah mengerang merasakan sensai dingin yang membius tubuh mereka. Hal seperti ini bukan hanya terjadi para remaja, bahkan para petinggi seperti Azazel dan Odin juga ikut merasakan. Azazel dengan muka berkeringat bergumam gugup melihat seekor serigala perak besar yang keluar dari sana.

" Ini gawat, Issei jaga jarakmu dari dia. Kalian semua, jangan berani menyentuh serigala itu ! "

Serigala itu mengambil langkah di udara.

" Nah kakek tua, inilah terapimu " Loki tersenyum bangga " Mengaumlah Fenrir ! "

" GRAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA "

Dalam kesunyian malam, Serigala itu meraung ganas, raungannya mendominasi semua suara yang ada pada malam itu dan pada setiap indra pendengaran makhluk di dunia. Hembusan angin kencang tercipta dari aumannya membuat semua yang di sana berusaha keras bertahan dengan posisi mereka.

" Nah, mari kita mulai " Loki tersenyum sadis.

XoX

" Tidak bisa ! " Naruto menolak tegas permintaan yang datang dari tim Vali yang malam itu tiba – tiba mengunjungi ruangan kerja di istana Uzumakinya.

" Ah, ayolah Naru – chi. Kami hanya meminjam Le Fay semalam saja, boleh ya ? " Mendengar pengulangan permintaan dengan nada menggoda itu sama sekali tak membuat Naruto mengalihkan pandangannya dari beberapa berkas dokumen yang ia kerjakan.

" Oi kucing garong ! aku kan sudah bilang godaanmu tidak ada artinya bagi Naruto ! " satu – satunya gadis dalam Tim Vali mendengus kasar mendengar teguran dari pria bersurai hitam yang mengenakan armor perang china. Pria yang menerima dengusan itu membuang muka pada sofa panjang yang berada tak jauh dari meja kerja Naruto melihat intens pada tiga gadis pirang yang sejak awal kedatangan mereka telah berada di ruangan ini.

" Dan lagi, menggoda pria di depan dua tunangannya … " Pria muda itu menatap kembali gadis tersebut dengan pandangan kasihan " Aku benar – benar prihatin akan kerusakan otakmu "

" KHIH … AKU BENAR – BENAR INGIN MENCAKAR MULUT LANCANGMU PRIMATA ! " gadis itu membentak keras dengan tangan yang berpose mencakar serta sikap tubuh yang menunduk persis seperti seekor kucing yang siap memangsa buruannya.

" BUKTIKAN KUCING HITAM ! " tak mau kalah, pemuda itu memanggil tongkat emasnya yang ia putar – putarkan secara akrobatik di sekeliling tubuhnya.

Vali yang sejak awal bersandar pada tembok di samping pintu masuk bersama Arthur Pendragon mendengus kasar melihat perdebatan konyol kedua anggotanya. Ia melirik ke Arthur hanya untuk kembali mendesah lelah mendapati keturunan Raja Arthur itu sedang menatap menerawang pada gadis pirang kecil yang duduk diapit oleh gadis pirang lainnya pada satu – satunya sofa di ruang kerja Naruto.

" Hentikan perdebatan konyol kalian Bikou, Kuroka ! Kita tidak memiliki banyak waktu di sini ! " Vali memijit batang hidungnya melihat tegurannya hanya berdampak kecil karena kedua youkai itu masih saling menatap sengit satu sama lain.

Arthur berhenti melamun begitu mendengar teguran Vali, hanya dengan melihat gurat frustasi pada ketua kelompoknya, pemuda bersurai pirang itu maju selangkah. Ia berdehem pelan untuk menarik perhatian Naruto.

" Naruto, aku sangat menghargai kekhawatiranmu akan keselamatan adikku. Aku menjamin padamu bahwa adikku akan baik – baik saja selama misi ini, kami juga berencana hanya akan meletakkannya pada tim support membantu tim Sitri untuk mentransfer pasukan penyerang dan Loki pada dimensi yang telah disiapkan Beelzebub – sama "

Le Fay yang menjadi objek dalam perbincangan ini hanya dapat menggeliat kecil dalam duduknya karena merasa tak nyaman akan ketegangan yang lahir setelah penjelasan kakaknya. Gadis itu berteriak kecil ketika mendapat tepukan ringan pada punggungnya, tepukan itu berisi semangat dan menenangkan, dan Le Fay hanya dapat tersenyum kepada Seekvaira yang memberikan tepukan tersebut. Berbeda dengan yang lain, Seekvaira merupakan pribadi yang mendukung orang – orang terdekatnya dengan perbuatan, bukan kata – kata manis seperti yang biasa digunakan banyak iblis, dan lagi lidah tajam sang heiress dari Agares itu telah menjadi rahasia umum hingga mengharapkan kata – kata manis keluar dari gadis itu mendekati mustahil.

Naruto dan Arthur masih terus melakukan kontak mata, kedua pria pirang itu sama sekali tak ingin mengalah dalam menunjukkan ego mereka dalam perdebatan kecil ini, dan akhirnya setelah 10 menit keheningan melanda, Naruto memutus kontak matanya dengan dengusan kecil.

' Mengapa aku harus terus berurusan dengan orang – orang Sis – con atau Daughter – con ! ' rutuk Naruto dalam batinnya. Jikalau di tinjau balik, rutukan Naruto ini benar adanya. Seekvaira dan Reni memiliki ayah yang mengidap Daughter – con, Le Fay dan Sona memiliki kakaknya yang sis – con, dan bahkan Ravel lebih parah karena ayah dan kakak – kakaknya menaruh perhatian lebih pada bungsu Phenex tersebut.

" Apa kau menganggap kami tak dapat melindungi Le Fay, Naruto ? " Vali yang sedari tadi diam memberikan pertanyaan yang sejak awal penolakan Naruto bersarang dalam otaknya. Pertanyaannya ini sukses membuat seluruh perhatian menuju Lord Uzumaki itu.

" Kau salah Vali. Aku yakin Azazel – dono telah merancangkan ini dengan matang. Kekuatan gabungan dari dua Heavenly Dragon, tim Gremory yang memiliki Stats terlengkap, didukung oleh Barakiel – dono, dan informasi dari Valhalla, tak ada alasan bagiku untuk meragukan bahwa kalian dapat mengalahkan Dewa Loki. "

" Lalu mengapa kau menolak permintaan kami ? Bahkan tanpa menanyakan hal ini sebelumnya pada Le Fay ? " tukas Bikou yang menatap sebentar pada Le Fay sebelum mengembalikan pandangannya pada Naruto.

Naruto tersenyum kecil atas pertanyaan Bikou. Lord Uzumaki itu membubuhkan tanda tangannya pada berkas dokumen terakhirnya hari itu lalu kemudian menatap Le Fay. " Karena aku mengenal Le Fay – san. Le Fay – san adalah gadis yang lugu dan polos, ia akan segera menerima permintaan ini tanpa memperhatikan kondisinya belakangan ini "

" Kondisinya ? Apa Le Fay sakit ?! " Mendengar alasan Naruto membuat Arthur begitu cemas hingga tak dapat menyembunyikan kecemasan itu dalam nada bicaranya.

" Tidak – tidak Nii – san. Le Fay baik – baik saja, Nii – san tak perlu cemas. Naruto – san hanya salah paham … " Le Fay yang menerima tatapan khawatir berlebihan dari kakaknya hanya dapat menyangkal pernyataan Naruto dengan gerakan panik. Kedua tangannya melambai cepat diikuti gelengan kepala yang mana wajahnya telah amat memerah mengetahui Naruto memperhatikannya.

" Ara ? Apa Naruto – san begitu memperhatikan Le Fay ? " Naruto mengerutkan alisnya atas pertanyaan jebakan dari Kuroka, tanpa pikir panjang ia mengangguk.

" Tentu saja, aku memperhatikannya. Le Fay – san merupakan temanku, ia bagian dari hidupku dan memang selayaknya harus mendapat perhatian dariku bukan ? "

Ravel dan Seekvaira menepuk dahinya bersamaan setelah mendengar kata – kata Naruto sedangkan tim Vali hanya dapat sweatdrop atas pernyataan Naruto ini. Le Fay menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya yang telah merona padam, akan tetapi selain itu ia juga berusaha menyembunyikan gurat kekecewaan atas pernyataan Naruto.

Naruto melihat gurat itu dan berpikir ulang, ia mendesah panjang lalu memfokuskan pandangannya pada Le Fay.

" Le Fay – san … " Membutuhkan waktu yang cukup lama bagi Le Fay untuk merespon panggilan Naruto, ia baru berani menatap pemuda itu setelah berhasil menormalkan detak jantungnya dan menghilangkan rona merah pada pipinya walaupun rona merah itu masih ada dan terlihat jelas.

" Bagaimana pendapatmu ? apa kau ingin bergabung dengan mereka ? "

Le Fay menganggukkan kepalanya pelan " Aku ingin bergabung dengan tim Arthur – niisan. Sudah cukup lama semenjak aku menghabiskan waktu dengan Nii – san "

Arthur tersenyum kecil mendengar keputusan adiknya, sementara Naruto menghela nafas panjang.

" Nah, Naru – chi kau sudah dengan sendiri bukan keputusan Le Fay – chan ? Jadi, apa kami boleh pergi ? "

" Aku tak dapat menolak lagi jika Le Fay – san sendiri ingin bergabung. Untuk proteksi tambahan, aku akan meninggalkan ini " Naruto menjawab pertanyaan Kuroka dengan meletakkan tangannya pada pundak gaun penyihir yang dikenakan Le Fay, sinar emas redup terbentuk di sana mematri sebuah aksara.

" Keberadaan Kunaiku telah diketahui secara luas sekarang, maka aku berinovasi dengan aksara universal. Walaupun lebih banyak menguras energy, aku hanya ingin menjamin keselamatan Le Fay "

" Kau tahu ? jika kau begitu benar – benar mengkhawatirkan Le Fay kau juga dapat ikut dalam misi ini ! si tua Bangka Odin pasti senang jika mendengar kau ikut dalam pasukan pengawalnya " celetuk Vali mengerutkan alisnya.

Naruto mengibas – ngibaskan tangannya sebagai penolakan atas saran Vali. " Aku tidak keberatan untuk ikut, namun aku mempunyai misi penyusupan bersama Sasuke malam ini, aku hanya akan meninggalkan satu klon di sini. Aku perlu menjaga energiku jika tak ingin tewas sia – sia karena ketahuan masuk tanpa izin ke daerah terisolasi "

" Kau ingin ke menemui gadis Vampire di Rumania itu bukan ? " Seekvaira menatap langsung pada Naruto memberi isyarat pada Queennya untuk menjawab jujur.

" Yah, sudah cukup lama aku tak mengunjungi Valerie. Akan tetapi itu bukan tujuan utama, aku memiliki misi lain super rahasia yang diberikan oleh Ajuka – sama " Naruto menekankan kata ' Super Rahasia ' dengan kedipan mata main – main.

" Apa ini berkaitan dengan pesan yang disampaikan Vampire bernama Elmen – san kepada Sasuke seminggu yang lalu Naruto – kun ? " Ravel yang sejak awal kedatangan tim Vali berdiam diri menunjukkan diri dengan pertanyaannya.

" Tidak terlalu berhubungan, namun jika misi Ajuka – sama ini berhasil maka urusanku dengan Elmen – san juga akan selesai. "

" Baiklah, hati – hati dalam perjalananmu dan semoga sukses dengan misimu " Mendapati perhatian dari Bishopnya, Naruto tersenyum dan menepuk pelan surai pirang Ravel. Lord termuda itu kembali menatap tim Vali.

" Vali, kau dan anggotamu berangkatlah terlebih dahulu. Aku akan mengantar Le Fay ke sana nanti ! "

" Tunggu ! aku ingin di sini lebih lama lagi, aku akan menyusulmu nanti Vali " ujar Arthur.

Vali mendengus kecil karena telah didikte oleh dua pemuda pirang ini.

" Tak masalah bagiku, jangan sampai terlambat Arthur dan Naruto " Kuroka dan Bikou mendekati Vali, dengan lingkaran sihir teleportasi dari Kuroka, ketiga anggota tim itu pergi.

" Nah, aku bersama Ravel dan Seekvaira akan pergi untuk memberikan Quality time kepadamu dan Le Fay, Arthur " Le Fay tersenyum kecil atas pengertian Naruto, ia memang telah cukup lama tidak memiliki waktu berdua dengan kakaknya. Ia berharap dapat mencurahkan sedikit kemurungan dalam hatinya dengan berbincang singkat dengan satu – satunya saudara kandungnya itu.

" Maaf Naruto, jika kau tak keberatan … aku ingin kita mengobrol … empat mata " Arthur menekankan dua kata terakhirnya dengan melirik 3 gadis pirang di ruangan itu. Ravel dan Seekvaira hanya mengangkat bahu acuh, menuruti keinginan kakak Le Fay itu dengan menghilang menggunakan lingkaran sihirnya kemungkinan kembali ke apartemen Agares di Osaka untuk membantu Kushina.

" Le Fay, aku ingin kau juga meninggalkan kami berdua. " Le Fay menatap bingung pada kakaknya, sedikit lambat ia menganggukkan kepalanya kecil dan mulai melangkah keluar ruangan setelah menerima anggukan dari Naruto.

BLAM

Pintu itu berderit nyaring diiringi teriakan kecil Le Fay yang terkejut akan kenyaringan bunyi dari pintu yang tak sengaja ia banting. Namun suara itu sama sekali tak menganggu Naruto dan Arthur.

" Baiklah Arthur, silakan duduk dulu. Apakah ada hal yang begitu penting hingga kau bicara pribadi denganku ? " Naruto memulai basa – basi dengan mengulurkan tangannya kepada sofanya, Arthur hanya mengangguk sekilas dan melangkah menuju sofa Naruto bergabung dengan Naruto yang telah duduk terlebih dahulu.

" Tidak ada hal penting Naruto, aku hanya ingin kau menjelaskan lebih detail mengenai keadaan Le Fay. Kau bilang ia murung seminggu terakhir ini bukan ? "

Naruto mengangkat alisnya bingung, pertanyaan Arthur ini bukannya lebih tepat jika ditujukan langsung pada adiknya sendiri. Jari Naruto mengetuk pinggiran sofa sambil mengingat gerak – gerik Le Fay setelah kasus Diodora

" Jika kau hanya melihat sekilas, kau tak akan menemukan apa yang salah dari Le Fay – san. Awalnya aku hanya sedikit curiga melihat Le Fay tidak terlihat bersemangat seperti biasanya namun Kaa – chan juga membenarkan akan perilaku murung Le Fay akhir – akhir ini, lebih dari sekali Kaa – chan menemukan adikmu itu terbengong ataupun melakukan perbincangan kecil dengan Ravel, Seekvaira. Setelah mendengar itu, aku meminta Kaa – chan untuk langsung menemui Le Fay – san akan tetapi setelah mendengar cerita Le Fay, aku lihat Le Fay jadi semakin murung dan begitu menanyai Kaa – chan, ia hanya mengatakan bahwa Le Fay sedang dalam masa transisi dari anak – anak menjadi gadis remaja, itu normal katanya. "

Arthur mengangguk mengerti. Alisnya tertaut beberapa detik lalu kembali menatap Naruto, terdapat raut penasaran di wajahnya

" Apa kau bisa menceritakan kasus Diodora ? Vali tidak menjelaskannya begitu detail "

Naruto menganggukkan kepalanya dan mulai menceritakannya dimulai dari peran terselubungnya untuk melindungi Asia semenjak masih di kota Roma, lalu berpindah kepada pertemuan iblis muda dimana ia memperingatkan Rias akan Diodora dan akhirnya mengenai pertarungan yang mengharuskan Naruto membunuh Shalba Beelzebub sedangkan Sasuke harus bertempur dengan Sekiryuutei. Dalam kasus itu tak ada korban, hanya tim Gremory yang luka – luka karena harus melawan Diodora yang memanfaatkan ular Ophis untuk meningkatkan kemampuannya dan juga Ravel yang pingsan pada akhir misi penyelamatan tersebut yang Naruto sebutkan karena kelelahan merawat anggota Gremory. Ia tak menjelaskan kedatangan wakil Khaos Brigade, karena hal itu diluar dari kasus Diodora.

" Begitu ya … aku mengerti situasi yang dihadapi Le Fay saat ini " Naruto menatap Arthur dengan antusias, ia telah banyak memikirkan kemungkinan apa yang sedang menimpa Le Fay saat ini namun belum juga dapat mengambil kesimpulan.

Arthur memejamkan matanya " Nah, Naruto … aku ingin menanyakan satu hal ini kepadamu. Jawabanmu akan menentukan apakah kesimpulanku tepat …. Selama ini bagaimana kau memandang Le Fay ? "

Naruto mengerutkan alisnya, ia memandang Arthur cukup lama sebelum akhirnya mendesah menemukan Arthur serius dengan pertanyaannya. Jarinya semakin cepat mengetuk pinggiran sofa " Aku bingung memilih ungkapan untuk menjawab pertanyaanmu. " Arthur menatap lama Naruto yang telah membuang muka ke langit – langit " Sederhananya aku ingin menjaganya selayaknya janjiku padamu, kupikir aku memandangnya sebagai seorang adik karena kau menitipkan keselamatan adikmu padaku "

Arthur terlihat masih belum puas, maka ia memberikan satu pertanyaan lagi " Jika saja, aku tidak pernah memintamu berjanji padaku untuk melindungi Le Fay. Apa kau akan memperhatikannya seperti sekarang ? "

Naruto menatap Arthur seakan berteriak ' Apa kau bercanda ?! '

" Tentu saja tidak ! Le Fay – san merupakan temanku, dan teman adalah bagian dari hidupku. Tanpa harus kau pinta pun, aku pasti akan melindungi Le Fay, karena ia temanku yang begitu berharga "

Mendengar jawaban tegas dari Naruto membuat Arthur tersenyum tipis.

" Baguslah kalau begitu. Aku senang mendengarnya " Arthur bangkit berdiri dan mulai berjalan meninggalkan Naruto, 10 menit telah berlalu dan ia harus segera kembali pada kelompoknya namun ia senang 10 menit yang ia habiskan bersama Naruto sama sekali tidak sia – sia.

Kriett

Arthur memandang terakhir kali pada Naruto dengan memegang kusen pintu.

" Aku hanya memiliki satu saran untukmu Naruto. Kau harus memikirkan kembali bagaimana caramu memandang Le Fay. Aku dan dia akan begitu senang jika kau dan dia bisa dalam hubungan yang lebih dari pertemanan "

Blam

Arthur tersenyum tipis setelah menyampaikan pesannya, ia mendongakkan kepalanya hanya untuk kembali tersenyum menemukan adiknya yang hanya berjarak 15 meter dari sana, dan lagi melihat bagaimana rona merah yang menjalari wajah adiknya, sudah pasti adik manisnya itu mendengar dan mengerti maksud terakhir ucapannya.

" Nii – san … " panggil Le Fay rendah setelah berhasil mengatasi kegugupannya. Gadis itu terpekik kecil ketika kakaknya berlutut di depannya menyelipkan rambutnya di belakang telinganya dan lalu membisikkan kata – kata yang semakin membuatnya gugup.

" Tenang saja Le Fay, kau hanya harus menyatakannya " Arthur tersenyum tipis melihat adiknya mengangguk mantap walau wajahnya merona merah.

XoX

" Na – naruto – san ! " Naruto menoleh pada Le Fay, masih dengan jari – jarinya yang menggelitiki dagu dari seekor ThunderBird biru yang hinggap di tepian balkon ruang kerjanya. Tangan Naruto yang lain mengenggam sebuah perkamen panjang yang Le Fay yakini sebagai surat.

" Ah, Le Fay … apakah ini sudah waktunya bagimu untuk berangkat ke Kuoh ? " Naruto menggulung perkamen tersebut setelah membaca semua isinya. Perkamen itu hanyalah surat untuk menjaga komunikasi antara Naruto dengan tunangan lain yang jarang bersamanya seperti Sona dan Kuisha, selain itu, Naruto rutin seminggu sekali mengunjungi kedua gadis tersebut, mengobrol sebentar, dan nyatanya ia berhasil membangun hubungan yang lebih dekat dengan Kuisha, hal itupun mulai membuat curiga bahwa Naruto menjalin hubungan dengan Quennya. Berita pertunangannya dengan Kuisha memang belum sampai di telinga Sairaorg yang sibuk berlatih karena jadwal Rating Game yang semakin padat.

" Be – belum Naruto – san … hanya saja ada yang ingin kusampaikan kepada Naruto – san … " Naruto menghentikan gerakan jarinya yang menggelitiki dagu familiarnya. Atensinya sekarang benar – benar terfokus pada Le Fay yang sejak awal memanggilnya terus menundukkan kepalanya. Ia menatap langit senja Meikai sejenak, lalu menghela nafas memberikan isyarat bagi Le Fay untuk melanjutkan.

' Mungkin dengan ini, aku dapat mengetahui apa yang menganggunya dan aku harap aku dapat membantunya ' batin Naruto.

" Aku ingin minta maaf "

" Ha ? " Naruto segera bereaksi atas permintaan maaf Le Fay dengan melongo.

" Kenapa kau minta maaf Le Fay – san ? " Sekarang Naruto benar – benar tak mengerti apa yang menimpa gadis ini dan benar – benar berharap salah satu penyihir kontraknya ini akan memberi penjelasan.

" Aku minta maaf karena selama ini aku selalu merepotkan Naruto – san. Sebagai penyihir kontrak Naruto – san seharusnya aku meringankan beban Naruto – san, namun dalam berbagai misi Naruto – san selalu memberikan support padaku. A – aku seperti orang tak tahu diri yang selalu bergantung pada Naruto – san, padahal Naruto – san memiliki banyak tanggung jawab. Dimulai dari mendampingi Kunou – hime mengatasi politik Kyoto yang sedang panas, misi yang seringkali mengancam nyawa dari Ajuka – sama maupun Serafall – sama, masalah politik pelik dalam promosi Pillar Uzumaki, aku … aku … - "

" Kau ini bicara apa ? Kau merepotkanku ? aku selalu merasa tertolong dengan kehadiranmu di sisiku. Dengar Le Fay, jangan mempermasalahkan masalah kecil seperti ini, oke ? "

" Masalah kecil ?! Bagaimana Naruto – san bisa mengatakan masalah politik yang menyakiti jiwa anda, mengancam keselamatan anda sebagai masalah kecil ?! Jangan mengatakan sesuatu hanya untuk menyenangkan aku Naruto – san, aku mengerti bahwa kau sudah terlalu banyak berkorban, bahkan promosi Pillar ini hanyalah untuk mewujudkan impian Kushina – baasan dan melindungi kami dari pengaruh iblis kelas atas lainnya bukan ? "

Naruto tertegun untuk pertama kalinya atas bentakan Le Fay, pemuda pirang itu menggaruk surai pirangnya lemah lalu memberikan senyuman menyejukkan pada penyihir kontraknya.

" Lalu aku harus bagaimana ? aku hanya ingin kau menganggap dirimu bersalah. Sudah jelas ini bukan salahmu "

" Ba – bagaimana bisa " Le Fay menggeleng – gelengkan kepalanya. Gadis itu mulai merasakan tenggorokannya serak hingga ia menelan ludahnya sendiri. " Aku selalu merepotkan Naruto – san selama ini, bahkan setelah mengetahui semua beban Naruto – san, aku sama sekali tak membantu malah menambah beban pikiran Naruto – san dengan kemurunganku seminggu ini "

" Berhenti menyalahkan dirimu Le Fay ! " Naruto tertegun kembali ketika melihat air mata telah mengenang di pelupuk mata gadis itu, dan entah mengapa Naruto sama sekali tak menyukai ekspresi ini pada wajah penyihir pirang itu. Naruto masih dapat menangkap nada bersalah dari ucapan Le Fay dan raut menyesal pada wajah menunduk Le Fay.

" Dengar Le Fay, kau benar mengenai semuanya … namun aku hanya ingin kau tahu bahwa aku merasa bahagia dengan semua tanggung jawab ini, kau tahu mengapa begitu Le Fay – san ? "

Le Fay menegakkan kembali kepalanya, dengan ragu ia menjawab dengan apa yang ada di kepalanya saat itu " karena itu bagian dalam hidupmu … "

" Tepat ! dan kau juga adalah bagian dari hidupku "

" A – apa ? " Le Fay dengan cepat menatap iris biru Naruto dengan wajah ragu.

" Kau adalah temanku, tentunya kau adah bagian dari hidupku pula. Oleh karena itu, aku tak pernah merasa keberatan harus direpotkan olehmu "

Le Fay terpaku di tempatnya, air mata yang telah mengenang pada pelupuk matanya turun membuat jalur pada pipi putih pualamnya. Naruto tak berbuat apa – apa untuk menghentikan tangisan gadis itu karena mengetahui setiap tetes air matanya sekarang menggambarkan perasaan bahagia berbeda dengan yang sebelumnya.

" Jangan pernah untuk menyalahkan dirimu kembali Le Fay, kau adalah temanku yang begitu berharga, wajar bila aku memperhatikan dan mengkhawatirkan kondisimu " tangan Le Fay bergerak mengusap air matanya yang masih terus tumpah, semilir angin sejuk yang dibawa akibat perubahan senja menjadi malam sama sekali tak membuat keduanya kedinginan akibat kehangatan akan hubungan mereka sekarang.

" Naruto – san … " Le Fay tak dapat menahan kebahagiaannya lagi, dalam satu hentakan keras dan cepat Le Fay memeluk tubuh Naruto hingga topi penyihirnya terjatuh.

Naruto tersentak akan tindakan terduga Le Fay, beruntung ia berhasil menyeimbangkan dirinya hingga tak berakhir jatuh dari Balkon ruang kerjanya. " Terima kasih Naruto – san, kau juga adalah bagian dari hidupku, aku hanya ingin selalu berguna bagimu "

Ekspresi Naruto melembut, tangannya meraih puncak kepala Le fay yang bersandar pada dadanya memberikan elusan pelan pada surai pirang gadis tersebut sambil menganggukkan kepalanya yang juga telah mendarat pada kepala Le Fay.

Mereka bertahan dalam posisi itu dalam beberapa menit, Naruto mengangkat kepalanya begitu merasakan geliat tak nyaman dari gadis dalam pelukannya.

Ini situasi yang bagus, pikiran itu segera berkecamuk dalam otak Le Fay jadi ia segera mendongak menatap penuh pada wajah Naruto yang hanya dalam satu jinjitan dapat ia raih.

" Naruto – san, sebelum kau mengantarku … apa aku sama berharganya seperti Kunou – hime, Ravel – san, Seekvaira – san, Sona – sama, dan Kuisha – san ? "

Naruto merasakan ada yang mencurigakan pada pertanyaan Le Fay kali ini, namun memilih mengabaikannya dan menjawab dengan spontan.

" Tentu saja ! aku menganggap kalian semua sebagai teman – temanku yang begitu berharga yang harus kulindungi " Naruto tersenyum lebar dengan mata tertutup saat menyampaikan jawabannya. Mendengar itu, Le Fay tersenyum misterius dan dengan satu jinjitan, bibirnya bertemu dengan bibir Naruto. Mereka berciuman untuk pertama kalinya dengan latar suasana malam dimana bulan besar Meikai tepat menjadi backgroundnya.

Detak jantung Naruto berhenti untuk sesaat ketika kembali ia tersentak dengan tindakan terduga Le Fay, ia kembali terkejut ketika merasakan lidah Le Fay memasuki mulutnya yang masih terbuka karena tak siap dengan ciuman tiba – tiba itu.

Tak jauh berbeda dengan Naruto, Le Fay juga merasa terkejut dengan sikap spontan lidahnya yang segera mengklaim mulut Naruto, detak jantungnya yang semakin meningkat sama sekali tak ia pedulikan seiring lidahnya yang masih terus melumat rasa dari saliva pemuda yang ia kecap, semua perasaannya ia tuangkan pada ciuman panas tersebut, rasa kesal dan penantian panjang membuat Le Fay mendominasi ciuman tersebut. Ingatan akan interaksi intim antara Naruto dan Ravel semakin membuatnya melumat bibir, terlebih sensasi hangat dan basah dari bibir Naruto benar – benar membuat gadis itu menggila. Le Fay melepaskan pagutannya begitu merasa sesak, ia segera menundukkan kepalanya yang sudah pasti merah padam karena menyadari tindakan nekatnya barusan.

" L – le fay – san … " Naruto tak tahu harus berbuat apa, semua perasaan yang Le Fay salurkan dalam ciuman itu dapat ia rasakan dan jujur saja ia tak tahu harus berbuat apa – apa.

" Aishiteru Naruto – san … " Ekspresi Le Fay melembut, bahunya ikut turun ketika berhasil menyampaikan perasaannya ini. Mendapati Naruto sama sekali tak bereaksi, Le Fay memberanikan diri menatap kembali wajah Naruto, hatinya bersorak gembira ketika menemukan wajah Naruto memerah atas pernyataan cintanya.

" Le Fay – san .. aku – "

" Ka – kami telah merundingkannya. Kunou – hime, Ravel – san, dan Seekvaira – san tak keberatan jika Naruto – san menjalin hubungan dengan gadis lain, Kushina – baasan juga mengatakan bahwa ia akan mendukungku jika kau membalas perasaanku. " Naruto mengedip – ngedipkan matanya tak percaya, lalu membuang nafas panjang

" Kau tahu Le Fay – san, sejak kecil aku selalu berpikir hanya setia untuk mencintai satu wanita … tak pernah terpikir sekalipun dalam hidupku aku akan memiliki pasangan hidup yang banyak. " Naruto memberikan senyuman pahit kepada Le Fay yang masih setia mendengarkan dengan ekspresi yang tak tertebak.

" Aku selalu menganggap pria yang mencintai lebih dari satu gadis merupakan pria yang brengsek. Pria yang tak bisa menetapkan hatinya untuk satu orang gadis dahulunya kuanggap lebih rendah dari sampah. Namun, aku hanya menatap itu semua dari satu sisi, aku tak menatap ke sisi lainnya dimana terdapat suatu kondisi yang mana pria dapat mencintai lebih dari satu gadis merupakan tindakan mulia " Iris biru Naruto kali ini benar – benar bertatapan langsung dengan milik Le Fay, berbeda dengan yang sebelumnya kini jaraknya lebih dekat karena Le Fay masih berada dalam pelukannya.

" Apa jika aku menerima cintamu, aku tergolong pria brengsek Le Fay – san ? "

Le Fay menggeleng – gelengkan kepalanya kecil.

" Jujur saja Naruto – kun, kau pria brengsek ! Tapi seperti yang kau katakan pada sisi lainnya terdapat suatu kondisi yang mengharuskan seorang pria harus membagi cintanya kepada banyak gadis untuk tujuan mulia. Bukankah tujuanmu adalah untuk membangkitkan kembali Pillar Uzumaki, yah sebenarnya Pillarmu ini telah bangkit namun hanya secara de yure, secara de facto anggotanya hanya terdiri atas kau dan Kunou – hime serta anggota peeragemu yang lain yang bisa dihitung dengan jari. Aku tak mengerti se – detailnya mengenai politik ini Naruto – kun, namun kami para gadis yang mencintaimu mengerti dan rela kau untuk membagi cintamu "

" Tu – tunggu, kau bilang kami para gadis ? Apa maksudmu masih ada yang lain, selain kau dan istri serta tunanganku ? "

Le Fay menganggukkan kepalanya polos. " Ya, aku yakin Reni – san juga menaruh perasaan padamu begitupula Ilya. Dan lagi gadis Vampire yang kau panggil Elmen – san itu secara tak langsung telah menyatakan cintanya padamu dengan kiriman bunganya, bunga itu berarti cinta rahasia. Selanjutnya mungkin Asia – san … ah, satu lagi aku pernah mendengar bagaimana interaksimu dengan gadis bernama Valerie Tepes, dan Ravel – san pernah mengatakan bahwa Valerie juga menyukaimu "

" Be – begitu ya ? " Le Fay terkikik geli melihat wajah Naruto yang mulai memerah mendengar ucapannya. Secara perlahan ia melepaskan pelukannya pada Naruto, dan mundur beberapa langkah.

" Na – naruto – san apakah dengan begini kita sudah menjadi … " Le Fay meremas erat tepian roknya membuatnya begitu menggemaskan di mata Naruto sekarang " Yap, kita sekarang sepasang kekasih. Jadi ajari aku untuk mencintaimu seperti yang kau inginkan " Naruto melengkapi jawaban Le Fay " Tapi, dapatkah kita merahasiakan hubungan ini dulu, aku ingin mendiskusikannya kepada yang lain terlebih dahulu " Le Fay mengangguk cepat.

" Tak masalah Naruto – san. Dari awal tujuanku hanyalah untuk menyampaikan perasaanku ini padamu, aku tak pernah berharap lebih seperti kau berniat membalas perasaanku " Naruto tersenyum kecil, lalu meraih tangan kecil Le Fay mengenggamnya erat.

" Langkah pertama yang benar Naruto – san " Naruto hanya tersenyum kecil dan mereka berdua menghilang dalam satu kilatan kuning.

XoX

Rumania

Istana Fraksi Carmillia, Ruangan Pribadi Ratu Carmillia

Dibalik kegelapan dan hawa dingin dari kota Rumania yang menjadi territory bagi bangsa Vampire, terdapat di kedalaman hutan yang diselimuti semak belukar berduri hingga membuat para manusia menghindari tempat tersebut terdapat sebuah pemukiman yang diyakini sebagai sangkar bagi para Vampire. Kendati mengetahui hal itu, hanya segelintir orang awam yang mengetahui bahwa fraksi Vampire telah terbagi menjadi dua yakni, Tepes dan Carmillia. Tepes merupakan fraksi Vampire yang mengagungkan kaum lelaki untuk menjadi penguasa sedangkan Carmillia merupakan kebalikannya. Kedua fraksi ini terlibat perang dingin beberapa tahun belakangan ini akibat kehadiran dua pemegang Sacred Gear dalam kubu Tepes yang menganggu keseimbangan kekuatan antara kedua fraksi Vampire. Salah satu Vampire, Gasper Vladi disepakati untuk menjadi bagian iblis setelah kedua fraksi sepakat membangun hubungan bilateral dengan fraksi Akuma yang tak dapat disangkal memiliki populasi terbanyak atas inovasi Ajuka Beelzebub dengan Evil Pieces nya.

Lupakan sejenak intro tersebut, dalam kemegahan istana sang ratu Carmillia sebuah simbol iblis terbentuk, simbol yang berupa lingkaran spiral emas yang mendatangkan dua pemuda bersurai pirang dan raven gelap.

" Akhirnya kalian tiba … " Naruto membungkukkan kepala hormat sementara Sasuke hanya mengangguk kecil untuk menyampaikan hormat atas ratu Carmillia. Ratu Carmillia tak sendirian menyambut kedatangan kedua iblis muda tersebut, dalam ruangan pribadinya itu juga terdapat gadis blondae berkulit pucat.

" Maaf, hamba baru dapat hadir seminggu setelah anda memanggil saya " Naruto membungkukkan kepalanya kembali. Ratu Carmillia melirik sebentar pada gadis blonde di sampingnya, lalu tersenyum tipis pada Naruto.

" Tak masalah Naruto – kun. Kami mengerti masalah yang kau hadapi seminggu yang lalu. Nah, karena kalian telah di sini, maka aku akan mulai menjelaskan situasinya … Elmen dapatkah kau menjamu tamu kita ini ? " gadis blonde itu mengangguk cepat.

" Silakan, Naruto – san, Uchiha – san … " Naruto dan Sasuke mengangguk kecil membuat langkah mereka menuju pojok ruangan dimana di sana telah terdapat satu set sofa, Ratu Carmillia duduk pada sofa paling belakang yang menengahi sofa lainnya sementara Naruto dan Sasuke duduk pada sofa panjang di sebelah kiri dan terakhir Elmenhide yang selesai mengantarkan beberapa kudapan berdiri di belakang Ratu Carmillia.

" Elmen, kau duduklah di sana … " Ratu Carmillia menunjuk sofa minimalis yang hanya muat untuk satu orang yang letaknya berhadap – hadapan dengan Naruto, sang Ratu mengedipkan matanya jahil begitu melihat sedikit gesture panik dari pengawalnya tersebut.

" Kau juga akan ikut membantu menjelaskan situasi ini kepada mereka " jelas Ratu Carmillia. Mendengar penjelasan tersebut, Elmenhide mengangguk kecil mengambil tempat yang telah atasannya berikan sambil mengutuk dalam hati akan sikap jahil dari pemimpin fraksi mereka.

" Baiklah Naruto – san, aku yakin sebelum kemari kau juga telah mengirimkan familiarmu untuk mencari informasi karena beberapa hari belakangan ini aku menemukan seekor Thunderbird yang terbang di sekitar perbatasan Tepes – Carmillia "

Naruto mengangguk kecil, " Tak banyak yang kuketahui Ratu, aku hanya menemukan beberapa gerakan janggal di kubu Tepes, aku bahkan mencatat beberapa pihak petinggi Tepes melewati garis batas tersebut tanpa membawa urusan penting. Asumsi awalku, ketegangan antara Tepes dan Carmillia kembali mengapung "

Ratu Carmillia tersenyum kecil " Kau benar dalam gambaran singkatnya Naruto – san. Akan tetapi, kami memanggilmu kemari karena kami ingin agar kau dan pihakmu … " Ratu Carmillia menatap penuh pada kedua pemuda iblis di hadapannya " Melakukan penyusupan ke daerah Tepes. "

' Seperti yang kuduga ' batin Naruto dan Sasuke bersamaan.

Ratu Carmilllia memberikan isyarat kepada Elmenhide untuk melanjutkan, gadis blonde itu harus menahan dirinya untuk tak terpekik begitu atensi Naruto mendarat padanya. Setelah beberapa detik berhasil menguasai ketenangan dirinya, Elmen melanjutkan penjelasan.

" Kami curiga fraksi Tepes berencana melakukan Agresi, 3 bulan terakhir Fraksi Tepes berhenti mengirim pembawa pesan kemari untuk mempertahankan jalinan komunikasi antar kedua fraksi. Kecurigaan kami semakin meningkat begitu mendengar kabar bahwa fraksi Tepes memiliki anggota keluarga yang memiliki Longinus dan bahkan terdapat rumor bahwa mereka bekerja sama dengan Khaos Brigade "

" Longinus ?! Kupikir hanya Gasper yang memiliki Sacred Gear dalam ras Vampire " bisik Sasuke pelan dengan ekspresi terkejut.

" Kemungkinan besar pemiliknya adalah Valerie, aku dapat merasakan samar keberadaan Longinus itu setahun yang lalu. Namun, aku mengabaikannya karena energinya yang kabur. "

" Benar sekali Naruto – san, Valerie – san memiliki Longinus yakni Sephiroth Grail " Naruto memijat pelipisnya mendengar tambahan informasi dari Elmenhide ini. Ia membuang muka pada Ratu Carmillia " Jadi, anda menginginkan kami masuk ke dalam wilayah Tepes, memata – matai mereka, dan sekaligus mencari tahu kebenaran dari rumor yang beredar, Ratu ? "

" Kau membuatku terdengar licik, Naruto – kun. Lagipula ini juga menguntungkanmu, kau dapat reuni kembali dengan Valerie setelah 3 bulan putus kontak "

Naruto memejamkan matanya, jari – jarinya mulai mengetuk bantalan sofa yang ia duduki. Sasuke dengan ekspresi impasif hanya menunggu keputusan dari Naruto, ia tak memiliki ketertarikan tersendiri dalam misi ini. Jika bukan karena permintaan Naruto, Sasuke pasti lebih memilih mengunjungi Kyoto, kota kelahirannya dibanding mengurusi situasi Politik pelik di Kota yang dingin ini.

" Informasi yang kami butuhkan sudah cukup lengkap, kami akan berangkat sekarang juga " Naruto terlebih dahulu bangkit berdiri diikuti Sasuke. " Kita akan ke sana dengan jalan kaki, jika mereka ada hubungan dengan Khaos Brigade maka kemungkinan si pemuda misterius pembawa pesan Ophis itu telah mengantisipasi keberadaan aksara dan media teleportku di sana, berpindah dengan lingkaran sihir juga akan membuat kita mudah dilacak. "

" Tak perlu kau jelaskan juga, aku telah mengerti Dobe. " balas Sasuke ketus. Ia merasa diremehkan sekarang dengan penjelasan ini, sebelum dirinya bertemu dengan Naruto ia telah banyak melakukan misi seperti ini untuk mencari jejak kakaknya yang ia pikir telah membantai seluruh klannya.

" Maaf … maaf aku hanya memperpanjang cerita ini saja hehe " Naruto nyengir sambil menggaruk – garuk belakang kepalanya.

" Berhenti membuatmu terlihat semakin idiot, Dobe " tegur Sasuke facepalm.

" Maaf atas kekonyolan kami, Ratu Carmillia dan Elmen – san. " Ratu Carmillia mengangguk dengan senyum jahil begitu menyadari semburat merah tipis ketika Naruto berpadu pandang dengan Elmenhide. " Kami akan berangkat sekarang " pamit Naruto yang keluar ruangan bersama dengan Sasuke menggunakan teknik teleportnya.

Sepeninggal kedua pemuda tersebut, Ratu Carmillia menatap jahil pada Elmenhide yang termenung dengan ekspresi gunda di sana.

" Kau tenang saja Elmen, dari kelakuannya yang terakhir aku yakin ia telah mengerti makna dari bunga yang kau titipkan pada Uchiha – kun tempo hari. Ah ~ aku masih tak menyangka kau mengikuti saranku Elmen fufufu "

" Bu – bukan begitu Ratu … aku … aku hanya – "

" Kau hanya ingin memulai gerakanmu setelah mengetahui ia memiliki istri dan 4 tunangan bukan ? " Elmenhide mengangguk cepat tanpa sadar membenarkan tebakan sang Ratu yang membuat wanita muda pemimpin Carmiliia itu semakin melebarkan senyum jahilnya, akan tetapi senyum itu luntur digantikan senyum tulus khas wanita dewasa.

" Kau tenang saja, Elmen. Aku yakin kisah cintamu tak akan berakhir seperti milikku " ujar Ratu Carmillia berjalan menuju jendela besar di dekatnya yang tepat berhadapan dengan istana Tepes yang terletak jauh di selatang sana hingga dari tempatnya sekarang, Ratu Carmillia hanya mendapati siluet tipis dari istana tersebut yang ditutupi kabut dingin.

Sementara itu, Naruto dan Sasuke yang telah berhasil menyusup masuk ke dalam istana Tepes kini sedang bersembunyi di ruangan dapur.

" Bagaimana keadaan di Kuoh ? " Tanya Sasuke berbisik untuk mengisi keheningan selagi mereka menunggu celah untuk memasuki ruangan Valerie yang dipatroli ketat, kecurigaan akan adanya hal tak beres di sini meningkat.

" Cukup baik, Le Fay dan Sona – sama baru saja mengirimiku pesan bahwa misi dibatalkan karena Dewa Loki tak kunjung datang hingga rapat Odin – dono dengan pihak Takamagahara selesai "

" Begitu ya … cukup aneh untuk dewa jahat ambisius sepertinya tiba – tiba menghentikan rencananya. Tapi, lupakan itu bukankah kau memiliki keperluan lain ? " Naruto mengangguk membenarkan.

" Kau benar Sasuke. Aku akan bertukar dengan Avatarasu ku, tenang saja aku akan kembali dalam 10 menit. "

" Tak masalah. Pengamanan mereka telah mulai melonggar, aku akan mulai mengaktifkan Telos Karma ketika kau bertukar. " Sasuke tersenyum angkuh sukses membuat Kingnya sweatdrop.

" Kau telah keluar dari karakter biasamu … apa kau menyadari itu ? " Naruto melanjutkan ketika ejekannya hanya dibalas dengusan kasar oleh Sasuke. " Berhati – hatilah Sasuke, aku merasakan eksistensi yang perlu kau waspadai "

" Siapa itu ? "

" Rizevim Livan Lucifer, ia baru saja tiba beberapa menit yang lalu. Kau tentu paham, Telos Karma mu tak akan berguna di hadapannya " Sasuke meneguk ludahnya sendiri, alisnya mengerut dalam dan ia kembali menatap Naruto.

" Baiklah siasat kedua, aku akan menunggu dalam 10 menit untuk kau kembali. Avatarasu mu tak akan cukup untuk menembus pengamanan mereka jika benar kelelawar tua itu di sini " Naruto mengangguk setuju dan dalam sekejap aura keemasan menutup tubuhnya menggantikan dirinya dengan sosok Naruto lain yang mana terlihat aliran darah kering dari kedua telinganya.

XoX

Ophis Dimension

" Akhirnya kau bertukar dengan dirimu yang asli sekarang ? Darimana saja kau ? " Seorang pria dewasa yang berpakaian khas bangsawan eropa dengan iris merah menyala menatap nyalang pada Naruto.

" Aku mendapat misi untuk menyelusup ke wilayah Tepes, yang masih menjadi wilayah kekuasaanmu bukan, Alucard – sama ? " pria dewasa itu memandang tertarik pada Naruto, akan tetapi sebelum sempat bertanya lebih lanjut, Ophis menyela.

" Itu tidak penting. Bisakah kami melanjutkan situasinya, Avatarasu mu terus menyampaikan informasi yang kami sampaikan kepadamu bukan selama seminggu terakhir ini ? "

" Ya benar. Sangat menyakitkan memang merasakan setiap informasi memasuki otakmu dengan kecepatan tinggi walaupun aku dalam keadaan tertidur sekalipun tapi aku telah mengerti beberapa poin penting. "

" Bisa kau jelaskan ulang, iblis muda. Kami ingin melihat apa informasi yang kami berikan telah kau terima dengan baik " Dewa Vhisnu memberikan perintah dengan aura kharismatiknya. Naruto mengangguk hormat kepada salah satu dewa Trimutri tersebut.

" Pertama, Namikaze Minato atau ayahku hanyalah sebuah bentuk avatarasu yang begitu kompleks dari sebuah makhluk, atau dapat kupanggil dewa kuno yang bernama Ka – " Naruto mengernyit merasakan begitu panas otak dan telinganya sekarang, ia tak perlu cermin untuk mengetahui betapa banyak darahnya telah mengalir di telinganya, dan lebih daripada itu tubuhnya merasa limbung seketika seakan – akan energinya diserap hingga ke titik terkecil. Ophis menggerakkan ular – ularnya untuk mentransfer energy kepada Naruto. Reaksi seperti itu tidak hanya terjadi pada Naruto, Alucard dan Dewa Vhisnu juga ikut merasakannya walaupun efek pada mereka lebih ringan yang hanya membuat telinga mereka berdarah sedikit.

" Apa kau yakin bocah ini sanggup Ophis ? reaksinya bahkan tak jauh berbeda dengan Avatarasunya kemarin " Alucard memberikan pandangan kecewa pada Naruto yang masih berusaha memulihkan dirinya.

" Kau telah meragukan keputusanku dua kali Alucard. " ujar Ophis impasif.

" Apa kau dapat melanjutkan ? "

Naruto mengangguk kecil dan kembali berdiri " Menakjubkan, aku tak menyangka kutukan dari menyebut nama tersebut hingga begitu dahsyatnya. Jika bukan karena kau dan Kurama, aku pasti tewas hanya dengan mendengar namanya. "

Naruto berdehem dan kembali menjelaskannya " Ophis sebagai Guardian dari dimensi ini telah membentuk tim ini yang telah berusia lebih dari 10 tahun, selama ini kalian hanya menghancurkan peninggalan – Nya yang memungkinkan dirinya untuk bangkit kembali -"

" Berhenti di sana, aku ingin memperjelas bahwa aku tidak mencegahnya untuk bangkit kembali tapi aku ingin ia bangkit pada saat yang tepat … " sela Ophis dengan ekspresi terganggu.

" Sepertinya kau memang benar telah mengerti gambaran singkatnya Naruto – kun " Dewa Vhisnu berdecak kagum, ia bangkit dari kursinya " Kalau begitu, kau siap mendengarkan informasi tambahan dariku … "

Mendengar itu, Ophis kembali menyela

" Kau salah Vhisnu. Jika ia mendengar cerita ini lebih lanjut, eksistensinya akan langsung terhapus, ia berbeda denganmu dan Alucard. Kau adalah eksistensi tua yang pernah melihat sendiri wujudnya sedangkan Alucard adalah makhluk yang seimbang dengannya sebagai makhluk 4 dimensi walaupun dalam keadaan cacat, karena itulah kalian berdua kurekrut sebagai anggotaku. Aku yakin kalian mampu menahan kutukan akan eksistensi – Nya. "

" Kalau begitu mengapa kau merekrutku Ophis ? Aku mengerti, kalau aku merupakan keturunannya tapi melihat kenyataan bahwa aku bahkan bereaksi sama dengan makhluk lain ketika mengetahui tentang – Nya … " nafas Naruto sekarang terasa sesak, hanya dengan mengingat – Nya saja sudah membuat energinya terkuras. Beruntung, ular – ular Ophis terus mentransfer energy kepadanya.

" Itulah alasanku memanggil kehadiran dirimu yang original sekarang. Dengan berkahku, kau akan mampu menyelami kesadaran Kurama lebih jauh. Kemungkinan ini berhasil hanya fifty – fifty, namun ini layak dicoba. Setelah menguasai bentuk baru dari Kurama, aku yakin kau mampu bertransformasi menjadi makhluk 4 dimensi yang lebih baik dibanding Alucard " Alucard mendecih tak senang mendengar sindiran Ophis.

" Kalau begitu, aku siap ! " putus Naruto cepat dan tegas. Vhisnu menatap intens pirang pada iblis pirang itu, jika dilihat lebih teliti lagi terdapat raut simpati pada wajah tampan kharismatiknya.

' Walaupun ia memahami kondisi politik dunia, ia tetap saja anak polos yang sekedar ingin mengetahui ayahnya … '

Ophis berjalan mendekat dan berhenti pada jarak 15 cm, kedua tangan mungilnya terangkat ke atas selayaknya tengah berdoa. 4 ular yang membentuk pola persegi muncul pada lantai memerangkap tubuh Naruto. Bibir Ophis terbuka mengalunkan sebuah bahasa yang tak dimengerti, bahasa ras naga. Ular – ular disekeliling Naruto bereaksi dengan membuka lebar rahang mereka mengeluarkan bias kehitaman yang menutupi sekitar tubuh Naruto.

Deg

Sesak, otaknya serasa diremas sekarang. Hal ini bahkan lebih sakit ketika Kurama memaksa membuka formula pengekang pada otaknya dahulu. Kesadarannya ditarik paksa mundur untuk melihat sendiri peristiwa – peristiwa dunia dari hal kecil hingga menakjubkan secara cepat yang semakin membuat otaknya sakit.

DECLARE DECLARE

" BERHENTI ! "Bentak keras suara yang menggeram berat dan seketika pandangan Naruto menghitam. Sensasi kail yang menarik perutnya membuatnya kembali sadar.

Iris Naruto terbuka lebar, tungkainya segera melemah hingga memaksa pemuda itu jatuh berlutut. Deru nafas terburu – buru terdengar dari pemuda tersebut. Dengan perlahan Naruto menatap kembali ketiga eksistensi lain di tempatnya sekarang, alisnya mengerut begitu melihat sang legenda Vampire menatapnya dengan iris merah membola sedangkan Dewa Vshinu menatapnya dengan senyuman lembut penuh kharismatik sedangkan Ophis, ini paling aneh, gadis perwujudan tiada batas itu tersenyum kecil.

" Kau berhasil ! " tukas Ophis dengan nada puas.

XoX

Dinihari

Kyoto, Istana Yasaka.

Kyoto pada dinihari menawarkan suasana yang menenangkan. Angin sejuk khas musim gugur berhembus menyusuri daun – daun pohon menghasilkan melodi alam yang menenangkan, serangga – serangga pun ikut berbunyi menambah indah melodi ketika hari masih sepenuhnya gelap. Yasaka, sang Ratu tengah duduk pada lantai tataminya dengan menghembuskan pelan teh panasnya. Ia baru saja selesai mengadakan pertemuan dengan menantunya yang tiba – tiba datang berkunjung pada tengah malam, beruntung ia dan putrinya belum tidur. Menantu iblisnya itu berkali – kali minta maaf atas kunjungan mendadaknya tersebut, namun ia dapat memakluminya setelah mendengar kabar yang dibawa suami putri tunggalnya itu.

Ah, mengingat putrinya benar – benar membuat Ratu Youkai itu merasa tua. Bahkan dalam beberapa minggu lagi, ia akan turun dari posisinya karena putrinya, pewaris tahta Kyoto telah memiliki suami yang menjadi syarat utama untuk mengambil tampuk kepemimpinan. Yasaka cukup senang dengan kehidupannya, ia hanya memiliki satu keinginan tersisa yakni memiliki cucu pada usianya yang masih terbilang cukup muda untuk bangsa Youkai. Irisnya menyatap sendu pada bulan purnama begitu mengingat bahwa putrinya telah membentuk perjanjian dengan menantunya untuk tidak berhubungan sex sebelum berusia 21 tahun, sebuah perjanjian yang menghalanginya mendapat keinginan terakhirnya.

Namun, Yasaka masih bersyukur ia menerima penawaran kerja sama dari bangsa Iblis dengan cara menikahkan putrinya dengan kandidat iblis muda berbakat Meikai. Kunou, sebagai putrinya tidak memiliki teman lawan jenis dan sempat membuat Yasaka khawatir ketika melihat skap kaku dari putrinya saat menginjak masa – masa remaja. Sekarang ia yakin keputusannya benar, putrinya itu telah menaruh rasa pada iblis pirang tersebut terbukti dengan ia mendapati putrinya sesekali melirik Naruto dengan semburat rona merah pada wajahnya. Ia juga menangkap geliat tak nyaman dari putrinya ketika tak dapat berdudukan intin bersama suaminya. Ah, masa muda yang begitu menggairahkan, Yasaka dibuat mengenang masa mudanya melihat hal tersebut hingga tatapannya berhenti pada bulan purnama yang begitu terang walaupun waktu telah memasuki dinihari.

' Mengapa bulannya begitu terang hari ini ? ' batin Yasaka, sekian detik berikutnya wanita itu tersentak menyadari sesuatu.

"Bulan purnama …. Wajah dan lrikan matanya yang malu – malu ditambah geliat tak nyaman itu … ini pasti ! KUNOU SEDANG DALAM MUSIM KAWINNYA ?! " Yasaka terpekik senang pada akhir kalimatnya, sejurus kemudian sebuah seringai jahil dan mesum terbentuk di bibirnya.

" Aku harus memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan cucu sebagai teman bermainku khukhukhu …. "

Naruto menyusuri koridor istana Yasaka dengan wajah mengantuk, sesekali ia menguap panjang menahan kantuk. Setelah selesai mendiskusikan sesuatu dengan mertuanya ia permisi untuk menjemput Le Fay dan memberitahu ibunya bahwa ia akan menginap di Kyoto selama beberapa hari. Kini tujuannya hanyalah menuju ruang tamu yang menjadi kamarnya sekarang yang tepat bersebelahan dengan kamar Kunou.

Naruto kembali menguap panjang begitu langkahnya memasuki tempat kamarnya dan Kunou berada, ia merasa aneh ketika sebelum melewati koridor tersebut ia seperti merasa menembus kabut tipis yang membuatnya malah semakin mengantuk.

Duk

Ia bahkan hanya pasrah saja ketika tubuhnya tiba – tiba didorong memasuki kamar Kunou yang mana entah sengaja atau tidak sosok Kunou baru saja membuka pintu gesernya membuat ia terjatuh dengan tubuh terperangkap tubuh Naruto yang hanya dapat menatapnya sayu.

" Na – naruto – san ?! " pekik Kunou. Tubuh Kunou menggeliat tak nyaman, matanya berkali – kali menolak menatap langsung iris biru cemerlang Naruto yang menatap sayu ke arahnya, pipi pualamnya memerah luar biasa begitu tatapannya bergulir pada bibir Naruto.

" Kunou – hime … " darah Kunou berdesir kencang mendengar suami pirangnya itu memanggil namanya dengan nada yang entah mengapa terdengar begitu seksi di telinganya.

Tanpa disadari kedua sejoli tersebut, Yasaka yang bersembunyi di balik Koridor menyeringai lebar.

' Ayo lakukan Kunou ! dan keinginanku untuk memiliki cucu akan tercapai khukhu "

TBC

Oke, baiklah aku mengerti bahwa ini merupakan update yang begitu lama namun aku memiliki alasan. Pada fic ini, aku mengkhususkan pada genre romancenya dan pada beberapa deksripsi aku menambahkan pengembangan hubungan Naruto bersama gadis – gadis lain. Ini kulakukan untuk mempersingkat alur cerita,, yah karena perkuliahan akan dimulai dan diriku akan begitu sibuk untuk mengerjakan fic ini. Namun, jangan takut, fic ini merupakan prioritasku.

Aku juga minta maaf jika romance enggak terlalu berasa. Jujur saja, ini merupakan salah satu tantangan terberatku dalam menulis ( Jiah, malah curhat :v ). Kupikir cukup di sini romancenya, dan chap depan akan kembali menonjolkan Adventurenya, dimana konflik Kyoto kembali menjadi latar.

Chap selanjutnya : Kunou, My Cute Wife ( New Queen of Kyoto and Catasthrope )