Longinus 14Th ( Declare of The War )

Naruto Masashi Kishimoto

High School DxD Ichie Ishibumi

Warning : AU, OOC, OC, TYPO, Semi Canon, dan Lain – lain

DemiDevilNaru, SmartNaru

Chapter 20 : Kunou, My Cute Wife ( New Queen of Kyoto and Catasthrope : Learn New Ability )

Tennis Court , Kuoh Academy

Jam pulang sekolah Kuoh Academy hari ini tidak seperti biasanya, para siswa yang biasanya berkumpul di ruangan klub masing – masing ataupun pulang ke rumah memilih berkumpul di halaman belakang, menonton pertandingan tenis antara ketua klub tenis dan guru magang popular yang baru mengajar di akademi mereka selama 3 bulan dari balik pagar – pagar kawat.

Pertandingan telah berlangsung hampir satu jam, dan sekarang telah memasuki set terakhir dimana posisi mereka berimbang, sang ketua mengenggam kemenangan atas dua set pertama sedangkan sang guru berhasil bangkit dari keterpurukan dengan memenangkan set 3 dan 4. Set 5 merupakan penentuan, memang peraturan pertandingannya berbeda dengan tenis pada umumnya, karena sang guru beralasan bahwa ia tidak terlalu mahir dalam permainan ini.

" Aku baru tahu Naruto – san pandai bermain tenis, apa anda mengetahui ini sebelumnya, Kaichou ? " Tsubaki memperbaiki posisi kacamatanya untuk melirik Kingnya yang bersampingan dengannya. Di sekeliling mereka terdapat anggota – anggota OSIS lain, selain itu tak jauh dari kerumunan mereka terdapat pula kelompok Rias ditambah Le Fay yang datang bersama dengan salah satu pemain tenis yang menjadi tontonan mereka saat ini.

Sona menggelengkan kepalanya kecil " Yang kutahu ia hanya pandai bermain catur. Tapi, aku tak heran ia dapat mengungguli Kiyome Abe – san mengingat ia memiliki tingkat keberuntungan sekelas dewa. Aku masih jelas mengingat bagaimana dulu ia berhasil membuat salah satu kasino di Hongkong bangkrut … " Heiress Sitri itu memandang kosong ke atas seraya pikirannya mundur ketika mereka masih berusia 10 tahun dimana terdapat ingatan dimana Kushina menepuk antusias punggung putra semata wayangnya karena membawa uang dalam jumlah yang begitu besar.

Tsubaki menepuk pelan pundak Sona. Gadis itu menunjuk sisi kiri Sona begitu mendapat lirikan mata yang diikuti alis terangkat. Sona mengikuti petunjuk Queennya, bibirnya mengeluarkan desahan paham begitu melihat Rias dan kelompoknya beserta Le Fay mendekat.

" Lama tak berjumpa Le Fay – san, Asia – san … bagaimana dengan Osaka ? " Sona menyapa terlebih dahulu kepada dua gadis pirang yang berada dalam kelompok Rias. Rias sedikit menunjukkan ekspresi tak suka karena sapaan Sona ini membuatnya harus teringat bahwa sebentar lagi Asia akan keluar dari kelompoknya.

Tanpa menyadari perubahan ekspresi kingnya, Asia tersenyum lebar yang terlihat begitu tulus. " Lama tak berjumpa Kaichou – sama, Osaka begitu besar, beruntung Le Fay – san , Seekvaira – san, dan Ravel – san selalu bersedia untuk mengantarku berkeliling hingga aku tak mudah tersesat. Kushina – baasan juga begitu lembut dan penuh kasih sayang, aku merasa nyaman di sana seminggu ini "

Sekali lagi, Asia sama sekali tak menyadari kata – katanya telah membuat mood anggota Gremory menjadi buruk. Mereka masih berharap Asia dapat bersama mereka namun seperti yang disepakati dengan Dulio, semenjak seminggu yang lalu Asia telah meninggalkan Kuoh untuk tinggal bersama dengan Naruto dan peeragenya. Asia juga turut dipindahkan ke Osaka Senior High School, sebuah sekolah bergengsi yang menjadi tempat yang sama bagi Seekvaira, Ravel, Le Fay, dan Reni menuntut ilmu. Tentunya sama seperti Sona dan Rias, Seekvaira menggunakan sekolah ini sebagai kamuflase untuk menyembunyikan aktivitas supranatural pada kalangan manusia biasa.

Sona mengangguk kecil dengan ekspresi impasif untuk menunjukkan ia senang mendengar kabar tersebut. Pandangan sang ketua teralih ke tengah lapangan kembali begitu mendengar riuh penonton, gerakannya ini diikuti oleh para iblis muda lainnya. Nafas mereka kembali tertahan begitu melihat seorang siswi yang berasal dari klub tenis yang mana menjadi wasit dalam pertandingan itu mengumumkan skor

45 - 45

Deuce 7

" Uohh, Kiyome – san benar – benar dibuat kewalahan. Bahkan sampai harus memasuki deuce 7. Rally berikutnya akan menjadi penentuan " gadis bersurai coklat kemerahan dengan gaya rambut menyerupai gurita, Tomoe Meguri, Knight dari Sona menyerukan komentarnya dengan heboh. Di sebelahnya terdapat seorang gadis berperawakan kecil dengan surai coklat yang dikuncir twintail juga menunjukkan kehebohannya dengan melakukan gerakan – gerakan acak guna menarik perhatian dari satu – satunya pawn laki – laki Sona, Genshirou Saji.

" Aku tidak terlalu mengerti dengan pertandingan ini, tapi hanya dengan melihat bagaimana gerakan mereka … aku tahu mereka berdua berkompeten " Xenovia yang biasanya kalem juga ikut mengomentari.

" Ara ara, Naruto – san terlihat lebih seksi dengan tubuh yang berkeringat itu … lihatlah betapa banyak siswi yang hanya fokus menatap tubuhnya fufufu " komentar nyeleneh datang dari Queen Rias, namun jika direview kembali pernyataan itu sangat benar. Hampir semua siswi yang menonton pertandingan itu lebih terfokus pada sosok Naruto hal ini tergambar dari kepala mereka yang hanya terus terpaku pada Naruto bukan pada bola yang terus hilir mudik lapangan akibat rally panjang yang kembali terjadi.

" Anda kurang tepat, Akeno – senpai " kali in semua perhatian tertuju pada Issei dimana satu – satunya Pawn rias itu berdrii dengan posisi berwibawa, kedua tangannya menyilang di depan dada semakin menunjukkan kharismanya sebagai lelaki, tentu saja gayanya itu akan banyak menarik perhatian wanita jika saja tidak terdapat aliran darah pada hidung tersebut. Sudah pasti, pemuda itu mengkhayalkan sesuatu yang mesum.

" Ara ara, bisa kau sebutkan apanya yang kurang tepat, Issei – kun ? " tanya balik Akeno, walaupun ia dapat menebak apa yang ada dalam pikiran pemuda mesum tersebut.

Issei mengusap mimisannya dengan gerakan yang dibuat – buat menjadi cool, iris coklatnya mengilat begitu menyampaikan pendapatnya " Pertandingan ini merupakan pertandingan yang luar biasa, bukan hanya menyuguhkan permainan yang begitu hebat antar kedua pemain, tetapi juga pertandingan ini memberikan pemandangan yang indah bagi seluruh penonton. Lihatlah Kiyome Abe – san, lihatlah da – "

Buak

Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Issei telah terkapar tak sadarkan diri

" Mesum dilarang disini " ujar Koneko menepuk – nepuk kecil tangannya setelah memberikan pelajaran kesopanan pada senpainya yang mesum. Yang lain hanya menggeleng – gelengkan kepala sejenak, menyerahkan urusan pemulihan Issei kepada Kiba seraya semuanya kembali menatap pertandingan Tenis yang semakin memanas.

Para siswi yang menonton berteriak riuh begitu jagoan mereka, sang guru magang harus tersungkur karena menggunakan pukulan voli untuk mengembalikan bola Kiyome yang seharusnya keluar. Pukulannya itu tidak terlalu kuat hingga hanya mendarat tak jauh dari net, Kiyome memanfaatkan hal itu dengan melakukan pukulan drop shot hingga bola kasti kembali menyulitkan lawannya yang harus bergerak cepat mengembalikannya dengan pukulan lob sehingga melambung jauh ke belakang lapangan.

Kiyome tersenyum lebar melihat bola kasti itu tepat pada jangkauan raketnya, dalam gerak lambat ia mulai melompat diiringi pekikan girang para siswa yang mendapatkan pemandangan kedua dada gadis itu bergoyang lembut karena gerakan tersebut.

" Finish ! "

Teriak Kiyome memberikan pukulan smash yang menukik dan menyilang sempat membingungkan lawan namun masih dapat dikembalikan dengan pukulan backhand.

" He- hebat! Naruto – sensei masih bisa menahan pukulan Overhead Smash dari Ketua ! " bisik kagum mulai mengudara pada sesama anggota klub tenis. Mereka kagum karena belum pernah melihat ketua mereka hingga tersudut seperti ini, dan terlebih dapat menahan pukulan Overhead Smash dari ketua … mereka tak habis pikir sejenius apa guru magang mereka ini.

Yang mereka ketahui, Naruto Uzumaki merupakan guru magang yang memiliki jadwal mengajar selama 10 jam selama seminggu di Kuoh Akademi, guru magang popular ini berbarengan masuk dengan salah seorang guru lainnya, Azazel. Dalam perkenalannya, Naruto hanya menyebutkan bahwa ia masih harus menyelesaikan pendidikan Doktoralnya, dan memilih Kuoh Academy sebagai lokasi untuk melakukan penelitian bagi disertasinya. Pribadi Naruto yang gampang bergaul, ramah, dan easy going ditunjang ketampanan wajahnya membuatnya menjadi guru popular di Kuoh Academy.

Kiyome menghela nafas panjang, staminanya benar – benar terkuras sekarang. Dalam hati ia mengutuk Naruto karena telah membohonginya pada awal pertandingan. Dalam pertandingan satu jam ini mereka telah melakukan rally hingga 5 kali, dan itu benar – benar menguras tenaganya, Naruto sendiri terlihat baik – baik saja bahkan setelah mengembalikan pukulan – pukulan menyilang dan smash terakhirnya.

" Naruto – sensei … mengapa kau berbohong di awal pertandingan ? " Kiyome mengajukan pertanyaan begitu menyadari Naruto menuntunnya ke dalam rally lembut, yang cocok untuk dijadikan momen untuk mengobrol.

" Hm ? " Naruto bergumam tak mengerti, masih mengatur permainan agar menjadi santai untuk menghemat tenaga setelah sempat menegangkan pada rally sebelumnya.

" Anda mengerti maksud saya sensei … " Kiyome tak ambil pusing untuk menjelaskan. Ia yakin guru magang akademinya itu mengerti apa yang ia maksud.

" Jika aku mengatakan bahwa aku mahir kau pasti menolak mekanisme pertandingan yang kuajukan. "

" Itulah pertanyaannya ! Mengapa anda menginginkan permainan seperti ini ? dalam mekanisme umum, anda tak perlu bersusah payah mengalahkanku ! " Kiyome membalas dengan nada membentak diikuti pukulan keras yang kembali menyilang, sepertinya ace Tenis Kuoh Academy itu kembali ingin memanaskan situasi pertandingan.

Naruto mengembalikan pukulan tersebut dengan pukulan Lob untuk melambungkan jauh ke kiri belakang, masih berusaha memperlambat permainan. " Bukan kemenangan yang kuincar. Aku hanya ingin mengajukan sesuatu kepadamu. Kau ingin mendengar ? "

Iblis pirang itu tersenyum kecil begitu pukulannya dibalas dengan pukulan Lob pula yang menandakan Kiyome tertarik. Pukulan ini dilakukan agar Kiyome dapat memiliki waktu untuk melihat sekitar, dan gadis itu pastinyatelah menyadari adanya kekkai di sekeliling lapangan tenis tersebut yang mencegah pihak luar mengetahui apa yang mereka perbincangkan di luar.

" Katakan Naruto – sensei ! " Naruto membalas dengan pukulan ringan. Mengendalikan ritme permainan kembali menjadi santai " Aku ingin meminta kau mengajarkanku dan gadis yang kemari bersamaku keahlian untuk menjinakkan monster "

" gadis yang kemari bersamamu ? " Tanya Kiyome dengan alis terangkat.

" Gadis pirang dengan cosplay penyihir di kubu Gremory " kembali pukulan Lob diterima Naruto.

Naruto tersenyum begitu melihat Kiyome tersenyum kecil setelah ia mengembalikan bola tersebut.

" Aku tak tahu mengapa kau menginginkan keahlian yang sama denganku. Aku akan dengan senang hati mengajarkanmu dan gadis itu, tapi dengan satu syarat … "

" Katakan ! " ujar Naruto tegas yang diikuti keantusiasan sehingga kondisi berbalik dimana Naruto mulai menekan pertahanan Kiyome.

" Aku mendengar kabar bahwa kaulah yang membatalkan pernikahan Rias dengan tunangannya, aku menginginkan kau membatalkan pertunanganku juga, tapi dengan cara kau berpura – pura menjadi kekasihku "

Naruto mengerutkan alisnya " Apa harus ? "

" Ah, pria yang setia huh ? Aku mengetahui bahwa kau telah menikah dan memiliki hubungan dengan Kaichou – " Kiyome memberikan kedipan nakal kepada Naruto. Sona, Asia dan Le Fay melihat hal tersebut menyipitkan mata mereka. Sona tanpa mengeluarkan aura hitam mengerikan di sekitar tubuhnya yang membuat Tsubaki panik dan terus berusaha menenangkan kingnya tersebut, pikiran – pikiran buruk berkecamuk dalam otak sang Heiress begitu ia tak dapat mendengar percakapan mereka berdua di dalam.

" Aku mengetahuinya setelah memaksa Kaichou bicara saat ia mengatakan kau ingin bertanding denganku. Dan lagi, gadis yang kemari bersamamu ini, pasti juga punya berhubungan denganmu. Tak kusangka, kau playboy Naruto – sensei "

Ekspresi poker face ditunjukkan Naruto atas godaan Kiyome " Kau boleh menganggapku Playboy, Kiyome – san, tapi asal kau tahu saja … aku memperlakukan para gadis dengan hormat. Berbeda dengan impresi playboy yang ada dalam otakmu. "

" Santai saja, Naruto – san. Aku mengerti bahwa kau berbeda dengan iblis jantan lainnya. Maka dari itu, aku meminta bantuanmu. Awalnya aku berniat memohon bantuan dari Hyodou – san mengingat ia adalah Sekiryuutei tapi …. Kemesumannya membuatku jijik "

Naruto terkekeh hambar mendengar hal ini, andai saja Issei tidak mesum ia tidak harus melalui ini.

" Baiklah, aku akan membantumu Kiyome – san. Tapi, kau harus menjelaskan situasinya begitu permainan ini selesai ! "

XoX

Kyoto

Istana Yasaka

Yasaka, wanita pirang yang masih menjabat sebagai ratu Kyoto itu mengurut pelipisnya. Sesekali, ia melirik ke sepasang muda – mudi yang duduk dengan posisi seiza di depannya. Gurat kekecewaan jelas terlihat dari wajah ayunya. Tangan kirinya naik untuk mengurut pelan pelipis kirinya yang terasa berdenyut sedikit setelah mendengar bahwa rencana dadakannya kemarin gagal.

" Biar kuulangi, kalian masih kukuh tidak ingin memiliki momongan sekarang ?! " Pertanyaan itu keluar diiringi dengan ekspresi masam dari Yasaka. Gadis pirang yang mendengar pertanyaan itu menggeliat gelisah, tatapannya terus pada lantai tatami, dengan kedua telapak tangannya yang sibuk memutar – mutar cangkir batu berisikan teh hijau hangat yang sama sekali belum diminum.

Di sampingnya, seorang pemuda pirang meneguk ludahnya kecil. Pemuda itu menyengir untuk meredakan kekecewaan dari sang mertua namun sama sekali tak memiliki efek.

" Begitulah Yasaka – Kaa – sama. Kunou – hime dan aku telah sepakat untuk tidak berhubungan seks sampai kami berusia minimal 21 tahun. Mengingat kondisi politik Kyoto dan Pillarku sekarang, kupikir ini merupakan keputusan yang bijaksana "

" Ayolah ! Hubungan seks bukan hanya bertujuan untuk melanjutkan keturunan ! Saat aku seusia kalian, ayah Kunou – hime telah – "

" Okaa – sama ! " Kunou berteriak kecil untuk menghentikan untaian kata – kata mesum yang akan keluar dari bibir ibunya, wajahnya sudah sangat memerah. Untuk pertama kalinya, ia menegak teh hijau yang disuguhkan pelayan kepadanya.

" I – ini tentang menjaga prinsip Okaa – sama. Lagipula, kami telah sepakat. Aku rasa tidak ada hal yang perlu diributkan. Terlebih, Naruto – san bukankah kau masih ingin membahas kelanjutan dari perbincangan kita kemarin " ujar Kunou dengan terburu – buru, terlihat jelas berusaha mengganti topik pembicaraan.

" Baiklah, aku akan menyerah untuk hari ini. " Yasaka mendengus kecil. Ia mengembalikan pandangannya dari sang putri ke menantunya sendiri yang sepertinya baru saja menghela nafas lega.

" Seperti yang kukatakan kemarin Kunou – hime, Yasaka – sama. Ada pihak tertentu yang ingin merusak aliansi antara Kyoto dan Meikai. "

" kau sudah mengatakannya Naruto – kun. Itulah mengapa aku sengaja memakan umpan dari Hero Faction bukan ?! Kaa – sama ingin mendengar penjelasan rencanamu, bukannya kaa – sama meragukanmu, hanya saja … "

" Hamba mengerti Kaa – sama " Naruto dengan tenang memotong ucapan mertuanya. Iris matanya mengilat penuh keseriusan " Kaa – sama pasti mengetahui bahwa petinggi – petinggi dari Hero Faction merupakan para pemegang Longinus High – tier dan rumor mengatakan bahwa mereka dilatih langsung oleh Indra – dono, dewa perang dari Nirvana. Aku sangat yakin, dapat merasakan hawa keberadaan Indra – dono tersembunyi di suatu tempat di Kyoto, bersama dengan seorang dewa lain yang tiba – tiba menghilang pada rencana kudetanya sendiri "

" Dewa jahat dari Nordik, Loki putra dari Odin – dono … apa dia yang kau maksud Naruto – san ? " bahu Kunou melemas mendapati anggukan dari suaminya tersebut. Kebobolan pihak pertahanan mereka karena tidak menyadari kedatangan Loki dan Indra benar – benar mencoreng nama baik Kyoto, dan lagi Kyoto masih dalam tahap pemulihan setelah kudeta pada awal pertemuan dirinya dengan suaminya ini, jika benar kedua dewa ini akan melakukan invasi ke daerah mereka, Kunou gelisah akan keselamatan wilayah dan rakyatnya.

" Jika benar Loki mengikuti Indra, apa tujuannya ? " Yasaka yang telah berpengalaman dalam hal politik pun tak habis pikir mengapa putra dari dewa ketua Nordik itu malah menurunkan ego mengikuti rencana dari dewa lain.

" Aku kurang mengetahuinya " Naruto mengenggam cangkir tehnya sedikit keras sehingga terbentuk retakan kecil di sana " Tapi, aku mendengar sebuah berita mengejutkan sewaktu di Rumania, yang membuatku mengambil keputusan untuk kemari, meninggalkan klonku dan Sasuke di sana sebagai tawanan karena misi infiltasi kami gagal akibat Rizevim Livan Lucifer "

Yasaka dan Kunou melebarkan mata mereka mendengar nama yang Naruto sebutkan.

" M – mau apa iblis tua itu ?! Untuk berpikir mendengar namanya kembali … sepertinya situasi dunia akan semakin tidak jelas ke depannya " Yasaka mengurut pelipisnya, hanya dengan mendengar nama putra dari iblis sejati itu sudah sangat membuatnya pusing.

" Jadi, apa maksudmu dengan berita mengejutkan Naruto – san ? " Kunou tidak mengetahui langsung betapa bahayanya Rizevim, namun ia pernah membaca beberapa literasi yang menjelaskan putra dari Lucifer tersebut dan lagi melihat reaksi dari ibunya, sudah pasti iblis satu ini akan sangat merepotkan.

" Rizevim Livan Lucifer saat ini menjadi pemimpin dari Khaos Brigade. "

" A – apa ?! " Ibu dan anak pemimpin Kyoto itu berteriak tak percaya.

" Itu benar. Aku memperoleh info ini dari yang sumber terpercaya "

" Ka – kalau begitu … bagaimana dengan Ophis ? Tidak mungkin bukan, ia menyerah begitu saja tahtanya direbut ? " Yasaka berusaha tenang, nafasnya memburu mendengar kabar yang begitu buruk ini. Kunou juga menunjukkan wajah yang dipenuhi konflik, hanya menunggu beberapa hari lagi ia akan resmi menjadi ratu Kyoto, dan untuk berpikir ia akan menanggung beban politik seberat ini. Sebelum kegelisahan sempat memenuhinya, Kunou tersentak begitu merasakan genggaman lembut pada tangan kanannya.

Yasaka hanya tersenyum kecil melihat wajah panik putrinya ketika menerima interaksi fisik dari menantunya tersebut. Niatya ia ingin menggoda mereka, namun memikirkan informasi yang baru saja disampaikan menantunya …

" Kunou, untuk sementara aku akan tetap menjadi Ra – "

" Maaf Karena aku menyela ucapanmu Kaa – sama. Tapi, aku sudah memiliki rencana, dan aku mengumpulkan Kaa – sama dan hime di tempat ini, karena aku ingin mempertemukan kalian dengan sumber informasi yang kusebutkan tadi " Naruto melepaskan tautan tangannya pada istrinya, ia berdiri hingga tak sempat melihat sedikit gurat kecewa dari istrinya tersebut.

Lingkaran sihir keemasan dengan lambang Uzumaki mulai terbentuk pada lantai tatami tersebut tak jauh dari Naruto, dan dari sana pula sebuah aura mencekam mulai hadir menyelimuti ruangan tersebut.

Yasaka dan Kunou bahkan hingga kesulitan bernafas hanya dengan aura tersebut.

" A – aura ini … tidak mungkin ? " bisik Yasaka, tidak berani untuk membayangkan dugaannya tepat. Sayangnya deklarasi menantunya membenarkan dugaannya.

" Maaf, membuatmu menunggu Ophis "

Seorang gadis bersurai hitam panjang dengan tubuh mungil yang dibalut pakaian Gothic Lolita menatap tanpa ekspresi kepada dua Youkai betina yang menatapnya dengan ekspresi terkejut dan takut.

Iris hitam kelabu sang naga mendarat pada Kunou, membuat Kunou tanpa sadar meneguk ludah begitu merasakan energy yang begitu besar dan kelam tertuju padanya.

" Aku mengharapkan lebih darimu, istri Uzumaki Naruto " ujar Ophis impasif. Ia berjalan pelan meninggalkan lingkaran sihir tersebut.

" E - eh ?! " Kunou hanya dapat terpekik kecil menyuarakan kebingungannya.

Naruto menggaruk – garuk belakang kepalanya melihat ekspresi dari mertua dan istrinya itu. " Maaf karena telah mengejutkan kalian, Kaa – sama dan hime " Lord termuda berpaling pada Ophis setelah menyampaikan permintaan maaf padanya.

Ophis menatap sebentar Naruto lalu berpaling kepada dua Youkai Kyuubi di ruangan itu " Uzumaki Naruto pasti telah menjelaskan secara singkatnya. Aku di sini akan menjelaskan lebih lanjut mengapa Hero Faction kemari … "

Jari telunjuk Ophis naik menunjuk Yasaka " Ia menginginkanmu, lebih tepatnya energimu untuk membuka portal menuju celah dimensi sehingga mereka dapat memanggil Great Red untuk menghabisiku "

" G – Great Red ?! Apa mereka gila ?! " pekik Yasaka tak percaya, ini benar – benar sudah tak waras, di luar akal sehat. Satu – satunya yang wajar di sana adalah kemungkinan Ophis terbunuh karena harus bertarung dengan eksistensi terkuat sepanjang masa lainnya, Great Red.

" Mereka memang gila " Ophis mengangguk tanpa ekspresi.

" oi oi, jika kau mengejek mereka setidaknya berekspresilah sedikit " protes Naruto, gemas dengan kelakuan sang naga tanpa batas.

" Aku tidak mengejek mereka. Itu memang kenyataan, ide gila mereka itulah yang membuat kedua dewa bodoh itu tertarik. Bahkan aku telah mendengar Indra telah bersekongkol dengan Hades, jika saja rencana ini gagal "

" Hades ?! A – apa ia berniat membebaskan … "

" Itu benar. Samael. Kutukan bagi bangsa naga " Ophis menyebut nama tersebut dengan kebencian mendalam, dimana terdapat sedikit nada takut di sana.

" Sekarang Kaa – sama dan Hime mengerti bukan ? Keadaan dunia ke depannya akan semakin kacau, dan semuanya akan bermula dari Kyoto ini. " ujar Naruto mengacak pelan surai pirangnya.

Ophis menatap Naruto tanpa ekspresi " Uzumaki Naruto di depan kalian ini hanya memiliki sepertiga kekuatan penuhnya. Ia telah membagi rata kekuatannya dalam setiap klon, satu klon di Rumania, satu di tempatku , dan terakhir di Kuoh. Dengan kekuatan yang sekarang dan dalam keadaan terbagi pula mustahil baginya untuk berhadapan langsung dengan dua dewa tersebut "

" Tunggu Naruto – san, kau mengatakan di awal bahwa ada pihak yang ingin merusak hubungan Kyoto dan Meikai. Apakah mereka adalah pihak ini ? " tanya Kunou mulai bingung dengan alur pembicaraan ini.

" Mereka akan memulai invasinya satu minggu dari sekarang. Tepat pada study tour Kuoh Akademi yang membawa tim Rias Gremory dan Sona Sitri kemari. Mereka berencana untuk menghabisi kalian, lalu meninggalkan Kyoto yang dalam kekacauan tanpa jejak sehingga dunia internasional akan mengecap bahwa pihak iblis lah yang menghancurkan Kyoto " Naruto menutup mata sambil menggertakkan giginya.

" Ditambah dengan sikap para pemimpin dua kubu yang masih mengedepankan ego. Pihak Meikai yang tertekan akan mengeluarkan pernyataan penghentian hubungan … yah sebenarnya itu hanya prediksiku, tapi kita juga harus berantisipasi. "

" Jika benar begitu bukankah lebih baik untuk menghentikan mereka sekarang ? Kenapa kau malah meminta mereka diizinkkan masuk ? apa – tunggu … " Kunou menghentikan rentetan pertanyaan begitu matanya melebar menyadari sesuatu. Ia semakin meyakini dugaannya begitu melihat wajah Naruto yang menyeringai

" Kau ingin membalik keadaan, mengeratkan hubungan dengan menggerakkan para iblis untuk membantu Kyoto, dan membentuk tim rahasia untuk mengurus kedua dewa tersebut "

Ophis tersenyum kecil mendengar kata – kata Kunou.

" Kau ternyata memiliki insting politik yang tajam. Kutarik kembali ucapanku sebelumnya mengenai statusmu sebagai istri Uzumaki Naruto " Kunou hanya terdiam dengam semburat merah pudar.

Yasaka menggosok dagunya mulai mengerti situasi

" Jadi, mengapa kau menyela keputusanku untuk tetap berkuasa menjadi ratu … kau ingin agar aku menjadi umpan bagi mereka ?! Tak kusangka kau setega itu pada mertuamu sendiri Naruto – kun "

Naruto kelabakan mendapat tatapan membunuh dari Youkai terkuat tersebut. Ia berdehem sebentar berusaha tenang agar dapat meluruskan kesalahpahaman dalam diri mertuaya. "Tentu saja tidak Kaa – sama. Untuk itulah Ophis datang kemari "

Ophis mengangguk. Ia berjalan mendekati Yasaka " Dengan teknik ruang Naruto, ia akan membuat klonmu, dan aku akan menyuplai energinya menjadi titik yang sangat menyerupaimu sehingga pihak musuh tak akan menyadarinya dan eksperimen itu dipastikan akan gagal. "

Yasaka mengangguk paham. Namun masih ada satu lagi yang mengganjal dalam pikirannya " Apa Ophis juga akan ikut bertarung dengan dua dewa itu ? "

Ophis menggelengkan kepala " Aku tak dapat melakukannya. Kami masih memiliki rencana lain untuk membereskan kekacauan dunia saat ini, dan keberadaanku sekarang harus benar – benar dirahasiakan "

" Rencana lain ?" Kunou mengulangi dua kata itu dengan nada dan tatapan menuntut pada suaminya.

" Aku akan menyampaikannya setelah masalah ini selesai, hime "

" Jikalau begitu, mustahil bagi kita untuk berhadapan dengan mereka "

" Kau tenang saja, Yasaka " sebuah suara baru menampik keraguan Yasaka, mereka sontak menatap ke arah jendela menemukan youkai kera dengan armor perang china berwarna emas sedang sibuk memainkan tongkat emasnya.

" Anda datang juga Sun Wukong sensei " Naruto menyambut kedatangan guru martial arts nya itu dengan senyum sumringah. Sun Wukong tersenyum kecil membalas sambutan muridnya, mendapati wajah Yasaka yang masih penuh keraguan, Sun Wukong melanjutkan ucapannya.

" Aku mengerti keraguanmu Yasaka. Untuk berhadapan dengan Indra – sama, bahkan bagiku itu adalah hal yang mustahil. Tapi, kau tenang saja … aku telah menghubungi saudara – saudaraku. Mereka berdua ditambah dirimu sudah cukup untuk melawan Indra – sama "

" Untuk Loki, aku yang akan menghadapinya Kaa – sama. Aku akan meminjam Mjolnir tiruan dari Thor – dono " Naruto menambahkan untuk memperkuat kepercayaan Yasaka.

Yasaka menghela nafas panjang. Tatapannya menajam " Tidak ada yang perlu kuragukan lagi, tapi untuk sekarang aku ingin mendengar rencananya dengan detail ".

XoX

Sona mengelus pelipisnya, dengan ekspresi impasif tangan kanannya sibuk mengusap bulir – bulir keringat yang mengucur deras dari tunangan pirangnya yang telah terbaring tak berdaya di sofa ruang kerjanya. Ia telah memerintahkan Tsubaki untuk mencegah orang lain memasuki ruang kerjanya karena Naruto membutuhkan istirahat yang tenang, dan lagi sebelum tunangannya ini tumbang akibat kelelahan, ia telah berpesan untuk berdiskusi privat dengan Sona. Jadi, Sona sama sekali tak merasa bersalah jika harus melarang yang lainnya mengkhawatirkan Naruto. Ayolah, ia juga tunangan Naruto, dan sudah cukup lama tak berjumpa. Ia harus menelan kekecewaannya begitu menyadari yang datang kemari hanyalah klon Naruto, karena Naruto masih harus mengatasi konflik politik di Kyoto.

" Maaf mengecewakanmu dan merepotkanmu, Sona – sama … " Naruto menangkap pergelangan tangan Sona yang semula mengusap dahinya. Dengan pelan ia bangkit mengambil posisi duduk, Sona yang semula berlutut di samping sofa juga telah mengikuti langkah si pirang hingga mereka duduk bersampingan di sofa lebar tersebut.

" Aku tidak bisa mengatakan ' tak masalah ' sekarang. Namun, yang pasti aku mengerti situasimu dan sudah cukup bersyukur kau mau mengirimkan klonmu kemari dibanding familiarmu. " Sona membuang mukanya ke samping, menyembunyikan rona merah wajahnya dari tatapan si pirang. Naruto terkekeh pelan melihat prilaku Sona, sedikit tsundere namun cukup manis jika mengingat bagaimana prilaku normal Sona.

Sona mengembalikan pandangannya pada sang tunangan begitu mendengar kekehan Naruto. Senyum kecil mulai terbentuk di bibirnya begitu ia menyadari Naruto mulai mengurangi kekakuan dalam hubungan mereka.

" Apa kau telah memperoleh apa yang kau inginkan dari pertandinganmu dengan Kiyome Abe – san ? "

Naruto mengangguk cepat. " ya, Kiyome – san telah sepakat untuk melatihku dan Le Fay. Terima kasih, maaf karena aku baru sempat mengatakannya sekarang "

Sona menatap lembut pada Naruto yang menunduk dalam kepadanya sekarang. " Baguslah kalau kau mengerti. Jangan diulangi lagi ! "

Pemuda pirang itu mengangkat kepalanya mendapati nasihat dari adik gurunya itu. Senyum lebar terbentuk di wajahnya yang dibalas senyuman anggun oleh sang ketua OSIS. Sona bangkit berdiri terlebih dahulu

" Nah, Naruto – kun sebelum kita kembali menemui yang lainnya. Aku ingin memastikan satu hal … " Naruto meneguk ludanya mendengar keseriusan yang terpatri pada setiap kata dari tunangannya.

" Apa kau telah mengetahui perasaan Le Fay kepadamu, - tunggu biar kuralat, apa kalian berdua telah memiliki hubungan sekarang ? " Naruto tanpa berpikir mengangguk kecil. " Maaf mengecewakan anda sekali lagi Sona – sama " sekali lagi, Naruto menundukkan kepalanya, raut menyesal dan nada bersalah benar – benar terlihat dari tindakannya sekarang.

Sona masih mempertahankan ekspresi seriusnya. " Kau tidak mengecewakanku Naruto – kun … " Naruto mengangkat kepalanya, menatap ragu pada iris violet Sona. " Jika kau ingin tahu mengapa ? Karena aku yakin, keputusan yang kau ambil telah kau pikirkan baik dan buruknya. Apa Le Fay – san juga menceritakan perasaan gadis lainnya kepadamu ? Jangan tanya bagaimana aku bisa tahu, anggap saja itu intuisi seorang gadis "

Naruto melongo sebentar akibat ucapan terakhir tunangannya, akan tetapi hanya sebentar sebab senyum kecil menghiasi wajahnya. " Terima kasih karena telah menaruh keyakinan besar kepadaku Sona – sama. dan … untuk yang terakhir, kau benar. Itu sedikit membuatku bingung harus melakukan apa "

Sona tak dapat menahan hasratnya untuk tertawa kecil begitu melihat tingkah canggung Naruto. Naruto yang ia kenal merupakan pribadi yang hyperaktif, tenang dalam mengambil keputusan … tapi sikap Naruto di depannya sekarang ini benar – benar berbeda. Menyadari Naruto menatap aneh padanya, Sona menutup mulutnya dengan bahu yang masih bergetar berusaha meredakan tawa.

" Maafkan aku, Naruto – kun. " Sona menggeleng – gelengkan wajahnya yang makin memerah karena menahan tawa. " Aku tidak bermaksud menertawakanmu. Hanya saja, aku selalu mengenalmu sebagai sosok pemikir yang tenang dalam mengambil keputusan. Kau tenang saja, kuyakin kau dapat membuat keputusan yang tepat suatu hari nanti. Tapi, saran dariku apapun keputusanmu nantinya jangan sampai ada hati yang terluka, kau mengerti ? "

Naruto mengangguk kecil " Terima kasih Sona – sama. Ah, ini mengingatkanku, bagaimana dengan proses pembangunan sekolah rating game mu di wilayah Agares ? "

Sona kembali duduk dengan ekspresi sumringah. Kedua tangannya tertangkup menjadi satu di depan dada. " Prosesnya benar – benar berjalan lancar. Aku telah memperoleh izin berkat Seekvaira. Rencananya, aku akan menamainya Auros Academy. Sekolah itu akan resmi dibuka begitu event Rating Game berakhir …. Oh iya, Naruto – kun, aku memiliki permohonan untukmu menjadi salah satu tenaga pengajar nantinya di sana, apa kau mau ? "

Naruto meneguk ludah berat, ekspresi Sona memelas hingga membuatnya benar – benar menggemaskan sekarang. Pemuda pirang itu memikirkannya sejenak dan segera menganggukkan kepalanya " Tentu saja aku bersedia Sona – sama. Namun, aku ingin mendengar penjelasan lebih lanjut mengenai apa yang harus kuajarkan. "

Sona mengangguk antusias. " Nah, kalau begitu mari kita menemui yang lain. Le Fay – san dan Asia – san dari tadi terlihat sangat mengkhawatirkanmu "

XoX

Crunch

" Oi oi berhentilah mengunyah apel itu … bunyi renyahnya membuatku kesal kau tahu ?! " pria dewasa dengan wajah rupawannya merutuk kesal seraya memberikan pandangan membunuh kepada pria dewasa lainnya yang duduk tak jauh darinya.

Crunch

Pria dewasa yang menerima rutukan itu sama sekali tak menggubris, ia masih tetap mengunyah apel merahnya. Ia baru menggubris tatapan pria lain di di tempatnya sekarang berada setelah menghabiskan apelnya hanya dengan 3 gigitan.

" Kau berisik sekali Indra ! " Pria dewasa itu membalas dengan makian.

" Ini membosankan kau tahu ! Aku sudah sangat tak sabar dengan Ragnarok ! Aku peringatkan kau agar benar – benar menjaga ucapanmu kepadaku saat kau menghentikan rencana kudetaku kepada Odin beberapa waktu lalu ! "

Pria dewasa yang merupakan dewa Indra itu tersenyum sinis mendapati ancaman pada akhir kalimat dari lawan bicaranya.

" Apa kau mengancamku, Loki ?! "

" Tentu, atau kau terlalu bodoh untuk menganggap itu pujian ! "

BLAARRRRRRRR

Loki dengan cepat melayang di udara, menyelamatkan diri dari ledakan yang terjadi pada tempatnya duduk. Iris mata menatap kelam pada Indra yang masih duduk tenang di bangkunya.

" Kheh, bahkan untuk menghindari seranganku kau harus bergerak terlebih dahulu. Sadarilah tempatmu, aku ini masih tergolong sebagai Top Ten Strongest Existence in the World, sedangkan kau … bah "

Loki jelas menyadari perbedaan kekuatan mereka. Dewa di depannya ini dapat disejajarkan dengan Thor, salah satu dewa terkuat dan mitologinya dan merupakan saudara angkatnya yang tak kekuatannya tak pernah dapat ia raih. Kendati menyadari perbedaan tersebut, ego Loki sebagai dewa menolak untuk dilecehkan seperti ini.

Kumpulan laser keunguan mulai terbentuk di sekitar sang dewa nordik. Itu merupakan sihir Nordik, sihir termutakhir yang ada di dunia, pemunculannya tidak memerlukan Kristal, lingkaran sihir atau apaupun hanya menggunakan pikiran yang menunjukkan betapa dahsyatnya pengendalian Loki akan sihir Mitologinya.

DUAR Duar DUAAAAAARRRRR

3 Ledakan besar terbentuk pada tempat Indra berdiri, serangan itu datang dengan cepat bahkan yang hanya tertangkap oleh mata adalah sebuah kiltan ungu dan sedetik kemudian, ledakan yang bahkan dapat menghanguskan satu kota terbentuk.

Namun, ledakan seperti itu bukan apa – apa bagi Indra.

" Huahaha kau sebut itu serangan ?! Bagiku itu hanyalah ledakan kembang api bocah ! "

Dari tempat Indra berdiri sekarang, sama sekali tidak berubah jika kita hanya terfokus pada tempatnya duduk. Namun jika sudut pandang di geser lebih jauh dapat terlihat kerusakan fatal pada tempat yang mereka singgahi sekarang. Indra masih duduk di singgasananya yang ditopang selingkar tanah kecil yang telah dikelilingi kawah terjal berukuran raksasa.

Indra menjentikkan jarinya.

Blob

Bunyi menyerupai gelembung meletus mengudara dan sebuah kekkai berbentuk setengah lingkaran yang melindungi Indra akhirnya terlihat jelas. Sang dewa perang dari Nirvana bangkit dari singgasananya, membalas tatapan dari putra Odin.

" Akan kutunjukkan apa arti kekuatan itu, Loki ! "

Syut

Sebuah laser tipis meluncur cepat dari telunjuk Indra yang teracung ke Loki. Loki memiringkan kepalanya membiarkan laser itu meluncur jauh dan meledak di langit hingga mewarnai langit di sekitar mereka dengan cahaya kemerahan.

" Kheh jika hanya seperti I – " Loki menghentikan ucapannya begitu merasakan perih pada bagian tubuh yang dilewati oleh laser tersebut. Matanya terbelalak begitu melihat bahu kanan dan wajahnya telah tergores hanya tersentuh oleh angin di sekitar serangan Indra.

Namun, kembali bukannya takut atau gemetar. Loki tertawa keras.

" Ini benar – benar menyenangkan ! Mari kita bertarung lagi Indra, mari kita isi seminggu yang membosankan ini dengan pertarungan sebelum akhirnya kita bertarung final di panggung Ragnarok. ! "

" Aku sangat senang menerima tantanganmu Loki, namun … " Indra menoleh ke belakang menyadari seorang pemuda bersurai hitam yang baru saja memasuki dimensi yang ia ciptakan.

" Kheh, manusia dengan True Longinus rupanya ? Mau apa kau kemari ? Pergilah ! kau menganggu kesenanganku ! " rutuk Loki. Pemuda itu hanya menggeleng – gelengkan kepalanya.

Indra menatap bosan pada Loki sebelum mengalihkan pandangannya pada pemuda tersebut. " Ada apa Cao – cao ? apa ada masalah dengan eksperimennya ? "

" Tidak ada Indra – sama. Hanya saja … " Cao cao terlihat ragu untuk menyampaikan keluhannya.

" Hanya saja … kami mendeteksi keberadaan Uzumaki Naruto di Kyoto " lanjut Cao – cao begitu menerima tatapan penasaran dari kedua dewa tersebut. Kedua dewa itu hanya menyeringai.

" Oh, the Golden Boy yang melegenda itu huh ? Dia bukanlah masalah, kau tak perlu mengkhawatirkannya ! "

Cao cao terlihat ragu sesaat mendapat kata – kata arogan dari dewa yang mengajarkan prinsip Longinus kepada kelompok mereka. Akan tetapi, pemuda itu akhirnya menyerah dan mengangguk meninggalkan kedua dewa tersebut.

" Oi oi, Indra … bocah itu berbahaya kau tahu ?! "

" Tenang saja Loki. Aku yang akan mengatasinya " Indra dengan santainya mengibas – ngibaskan tangannya. Ia menatap Loki dengan pandangan menantang.

" Nah, bagaimana dengan pertarungan kita ? Apa kau masih ingin melanjutkannya ? "

Baik, Loki dan Indra sama – sama menyeringai.

TBC

Yo, Update yang benar – benar telat -_-. Baiklah aku akan membahas sedikit pertanyaan yang kuingat dari kolom review, untuk pertama Lemon, udah kupastikan gak ada. Untuk yang satu ini, silakan scroll ke bawah akan ada info menarik bagi kalian yang tertarik dengan beginian. Kedua, mengenai Konfilk Kyoto lagi, Konfilik Kyoto di awal fic itu merupakan intro untuk Konflik yang sekarang, konflik Rumania, pasti ada dong. Itu sih Naruto dan Sasuke udah jadi tawanan. Mengapa Naruto bisa ada di banyak tempat ? Jawabannya teknik Klon dan Avatarasunya. Nama Dewa Purba yang disebutkan Naruto ? Itu kemungkinan besar OC, tapi aku belum memutuskan. Dan di sini, sudah dimulai untuk permulaan masalah Arc Depan dimana Ophis yang akan menjadi centernya. Dan lagi, aku menambahkan lagi satu gadis yang jarang banget dipakai, Kiyome Abe seorang penjinak monster, tentunya ada alasan kuat aku mengeluarkan karakter ini. Untuk pair, kemungkinan akan ada 12 pair, tapi akan lebih sering dibahas pair Ravel dan Seekvaira ( Seekvaira akan diperdalam pada klimaks cerita )

Yap, sekarang masalah lemon. Setelah berunding, akhirnya aku sepakat bahwa author yang tak akan kusebutkan namanya itu akan membuat sebuah fic lemon yang menggunakan dasar dari fic ini. Jadi, gadis – gadisnya dari pair Naruto yakni 12 pair ini. Dipublishnya kapan ? ya tepat pas 12 Pair Naruto di fic ini diumumin lah, kalau gak spoiler nanti hehe :v XD.