Longinus 14Th ( Declare of The War )

Naruto Masashi Kishimoto

High School DxD Ichie Ishibumi

Warning : AU, OOC, OC, TYPO, Semi Canon, dan Lain – lain

DemiDevilNaru, SmartNaru

Chapter 22 : Kunou, My Cute Wife ( Awakening and The Beginning of World Chess Tournament )

Kyoto

Ibukota pemerintahan Kyoto pada hari itu kembali bergejolak, setelah 3 tahun yang lalu, Orochimaru yang bekerjasama dengan Danzo memimpin gerakan Kudeta untuk mengambil alih tampuk kepemimpinan dari Yasaka. Saat ini, ancaman kembali datang berupa agresi oleh Hero Faction dengan tujuan bodoh yakni memperlihatkan keunggulan manusia di kalangan makhluk supranatural.

Pemerintahan Youkai Kyoto sehari sebelumnya telah mengambil tindakan untuk mengevakuasi para penduduk ke pulau – pulau terdekat, sebut saja Osaka, Hokkaido, dan lain – lain. Sehingga saat ini yang tersisa di kota Kyoto hanyalah pasukan prajurit kota Kyoto dipimpin langsung sang ratu baru, Kunou dan didampingi pula oleh tim Rias, Sona, dan Seekvaira yang datang sebagai bantuan dari pihak iblis.

Pasukan tempur itu dibagi menjadi dua kelompok. Pertama, merupakan kelompok garis depan yang akan berurusan dengan para pemimpin Hero Faction dan bertujuan utama, menyelamatkan sandera yakni Yasaka Kyuubi, dan kedua, merupakan kelompok bertahan yang akan berurusan dengan segala jenis ancaman dari Hero Faction untuk mempertahankan kota Kyoto.

Seluruh Tim Rias bersama dengan Saji, Ravel, dan Asia, serta Kunou tergabung ke dalam kelompok pertama. 10 nama itu sedang berdiri tegak menunggu di atas gerbang istana Kyoto yang kokoh. Pertempuran sudah dimulai sejak pagi dimana pasukan goliath dan makhluk – makhluk hitam menyerupai bayangan terus berdatangan berusaha memporakporandakan bangunan Kyoto.

" Oi, Hyodou … entah mengapa aku merasa nerves sekarang … " Saji, yang baru pertama kali terjun dalam pertempuran besar seperti ini mengungkapkan apa yang ia rasakan kepada Issei yang di sampingnya.

" Kau tenang saja Saji. Yang hanya perlu kau lakukan hanyalah menjerat mereka dengan Sacred Gearmu dan selanjutnya serahkan padaku ! " ujar Issei penuh percaya diri seraya menampilkan gauntlet naga merah di tangan kirinya.

" Kheh … aku tak akan membiarkanmu mengambil peran terlalu banyak dalam cerita ini. Akan kuperlihatkan apa yang Naruto – san dan Azazel – sensei ajarkan beberapa bulan terakhir ini " Saji ikut memamerkan sacred gearnya yang berupa gauntlet kehitaman dengan beberapa sulur keunguan yang mulai menampakkan diri.

Mendengar nama iblis yang pernah membuatnya babak belur tanpa usaha terus membuat Issei tertegun. Dan lagi, ia penasaran kemana perginya sosok Naruto begitu istrinya dalam keadaan genting seperti ini. Tak mungkin bukan prodigy mekkai itu menyembunyikan diri karena ketakutan.

" Bersiap semuanya " Issei tersentak keluar dari lamunannya begitu mendengar intruksi dari Kunou yang begitu lembut namun penuh ketegasan. Ia menoleh ke samping mendapati Buchou dan yang lainnya terpaku pada pemandangan di langit. Irisnya melebar begitu melihat kabut – kabut hitam yang mengepul membentuk sebuah portal dimensi.

" Salam wahai bangsa siluman " Sapaan yang diberikan dengan teriakan menggelegar segera menghentikan segala pertempuran yang sedang terjadi. Semua mata tertuju ke langit, perlahan seorang pemuda bersurai hitam dengan armor perang China yang terus – terussan menepuk gagang tombak emas pada pundaknya sendiri keluar dari portal tersebut diikuti tiga orang lainnya. Orang pertama adalah seorang gadis bersurai pirang yang mengenakan jirah perang, di kedua tangannya tergenggam sebuah pedang panjang khas para ksatria Eropa, ia adalah Jeanne, satu – satunya gadis yang menjadi pimpinan dari Hero Faction. Selanjutnya, orang kedua dan ketiga merupakan pemuda. Pemuda yang pertama berbadan kekar dengan wajah sangar, ia sama sekali tidak membawa senjata di tubuhnya, hanya saja kedua tangannya terus meremas satu sama lain menunjukkan hasrat bertempur yang telah tak tertahankan, ia Heracles. Terakhir, pemuda tampan bersuraikan perak yang membawa sebuah pedang beaurakan kegelapan yang sanggup menghantarkan perasaan merinding pada semua orang di sana, ia adalah Sigrifierd yang tengah tersenyum maniak dengan tatapan terfokus pada pedang raja iblisnya, Gram.

" Akhirnya kalian datang juga … Kupikir kalian terlalu takut dengan hanya mengirim para monster " Kunou membalas menyapa. Kedua tangannya bersilang di bawah dada dengan tatapan yang terus terpaku pada Cao – Cao.

Cao – Cao masih dengan mengetukkan gagangnya menatap remeh Kunou " Maaf saja Ratu, sebenarnya kami tak berminat melawanmu. Sedari tadi, kami menunggu kedatangan Raja dari Kyoto, yakni suamimu sendiri. Melawan prodigy sepertinya pasti akan membuat ini lebih menyenangkan. Akan tetapi … " Cao – Cao berhentik menepukkan gagangnya, memutarnya dengan cepat hingga bagian ujungnya tepat menunjuk Kunou " Sayang sekali, ia tidak datang untuk melihat kehancuran istri dan teritorinya "

Kunou tertegun sebentar, akan tetapi gurat percaya diri tak pernah luntur dari wajahnya. Dalam hitungan singkat, sebuah senyum kecil bertengger di sana sebelum melebar menjadi senyum keyakinan " Sejak awal Kyoto tak pernah memiliki raja. Suami dari Ratu Kyoto bukanlah raja, dan lagi Naruto – san tak perlu berada di sini hanya untuk menumpas kelompok kecil yang kau pimpin ini "

" Oho … ucapan sombong dari sang ratu. Kalau begitu, akan kuperlihatkan seberapa besar kekuatan kelompok ' kecil ' ini " Kabut yang membelakangi tubuh mereka melebar dan meninggi, tak lama kemudian sebuah energy kekuatan yang begitu luar biasa segera dirasakan oleh penduduk Kyoto, semuanya menatap cemas pada kabut yang bergetar di atas sana, dan setiap insane tak bisa menahan nafas mereka, begitu kepala rubah muncul di sana lengkap dengan sebuah bola energy kehitaman.

" Ravel – san ! "

" Ha'I Kunou – chan "

Ravel segera melebarkan sayap apinya terbang membawa Kunou melayang bersamanya. Kedua gadis pirang tersebut segera merentangkan tangan bersama .

Combination Technique : Flame Majesty Hell Shield

Kecemasan mulai meluntur begitu sebuah perisai api raksasa teknik gabungan Kunou dan Ravel berada dalam lintasan dari bola energy kehitaman milik kepala rubah tersebut.

Bijuudama

Di saat yang bersamaan kepala rubah itu menembakkan Bom Bijuunya ke perisai panas tersebut, dan ….

BUMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

Ledakan besar kembali tercipta dengan asap putih yang mengepul. Pasukan Kyoto segera menghembus nafas lega begitu melihat Ravel dengan telatennya bermanuver di udara sambil membawa ratu mereka.

" Cukup Ravel – san, mulai dari sini aku dapat melakukannya sendiri " ujar Kunou merogoh sakunya, mengeluarkan sebuah bidak Queen keemasan kemudian meletakkan di depan dada, memberikan akses pada bidak itu untuk memasuki dirinya.

Plok Plok Plok

" Mengagumkan ! Mengagumkan ! Kerja sama yang apik dari kalian berdua ! " Cao – Cao memberikan tepukan mengejek pada kedua gadis yang sedang melayang dengan sepasang sayang masing – masing.

" Kheh … kau terlalu banyak berbasa – basi Cao – Cao, lebih baik kita mulai pertarungannya sekarang ! " seru Heracles gusar.

" Baiklah – baiklah … mari kita mulai permainannya "

Sebuah kabut tebal muncul di kelompok garis depan, mentransfer mereka dengan cepat tanpa memberikan kesempatan untuk melawan.

Ia menatap ke bawah kepada Tengu yang meneriakkan nama ratu nya dan juga pada kelompok Seekaira dan Sona yang meneriakkan tim Rias.

" Baiklah, selamat bersenang – senang dengan boneka kami. Kami akan masuk ke permainan utama terlebih dahulu huahaha " Keempat pemimpin Hero Faction itu segera terbungkus oleh kabut tebal tersebut tanpa menyadari adanya berkas emas yang menyusup ke sana.

" Sona – san dan yang lain , tetap berwaspada. Aku mengerti kau khawatir pada Gremory – san dan timnya serta yang lain, tapi pertempuran di sini masih terus berlangsung " Seekvaira yang dipercaya sebagai komando untuk pasukan iblis, mencoba mengarahkan.

Melawan para Goliath memang kasus yang mudah hanya saja, Goliath yang mereka lawan kali ini diselimuti oleh bayangan – bayangan hitam yang terus meregenerasi tubuh Goliath yang telah mereka tumbangkan, selain itu ada juga monster – monster raksasa berukuran 100 meter yang benar – benar terbuat dari bayangan hitam, dan monster ini benar – benar tak dapat dibunuh. Tak terhitung jumlah pasukan Kyoto yang tumbang karena tak sanggup menghadapi monster yang terus beregenerasi.

Tengu terus menyerang dengan kedua katana nya yang telah dialiri api yang membentuk spiral tajam. Tak terhitung jumlah monster ataupun Goliath yang telah ia giling dengan katana nya, akan tetapi setiap targetnya it uterus beregenerasi.

DUAKKK

Tengu terseret ke beberapa meter ke belakang begitu, monster yang ia belah segera beregenerasi dan memukulnya keras. Beruntung ia sempat menyilangkan kedua tangannya di depan wajah untuk mengurangi rasa sakit.

" Sial, benda hitam itu … kuyakin itu produk dari Longinus " gerutu Tengu.

" Kau benar Tengu – san, ini teknik Annihilation Maker " Seekvaira membalas dengan tenang. Di sekelilingnya, terdapat 4 golem tanah yang terus melindunginya dari para monster ataupun Goliath. Sementara itu di dekatnya, Reni tengah melayang di udara dengan kelima lingkaran sihirnya yang terus menembakkan sihir elemen, Le Fay berulang kali menembakkan laser ketiadaannya dari sapu sihir yang ia tunganggi, sementara itu Ilya, dengan wujud surai perak kehitaman dan tubuhnya yang menghitam terus menyerang secara brutal para monster. Dalam konsep balance breakernya, ia menjadi layaknya Kuroryuu itu sendiri sehingga serangan apapun akan segera menghilang begitu menyentuh tubuhnya.

Melihat kombinasi serangan dari tim Seekvaira membuat tim Sona yang melihatnya hanya dapat tertegun. Tim yang hanya terdiri dari 4 gadis itu sanggup menahan beratus – ratus monster tanpa kesulitan yang berarti, sedangkan di sini, mereka yang berjumlah hampir 10 orang kesulitan untuk menghadapi jumlah lawan yang sama seperti 4 gadis itu.

" Seekvaira ! Salah satu dari kita harus pergi untuk menghentikan pengguna Annihilation Maker. Benda hitam ini tak kan pernah berhenti beregenerasi jika penggunanya tak dihentikan ! " seru Sona yang masih terus menyerang menggunakan sihir airnya. Pewaris Sitri itu segera melebarkan sayapnya untuk menghindari kepungan dari para monster. Lingkaran sihir biru di depan dadanya terus menembakkan panah – panah air yang melesat cepat hingga melubangi tubuh para target, tapi terus saja monster ataupun Goliath itu beregenerasi.

" Kau benar Sona ! Akan tetapi, jika salah satu dari kita pergi terlalu lama, pertahanan Kyoto akan melemah. "

Sona menutup matanya perlahan. Mencoba memikirkan kembali solusi untuk situasi sekarang " Seekvaira, berikan aku 5 menit, dalam tenggang waktu itu, aku berjanji atas nama Sitri akan menumbangkan pengguna Annihilation Maker. "

Para budak Sona hanya diam mendengar kesungguhan dalam setiap kata yang dilontarkan King mereka. Selama ini, mereka belum tahu sekuat apa King mereka, karena Sona lebih memilih mengandalkan otaknya untuk bertarung, tetapi ketika mendengar King nya memilih untuk turun tangan sendiri menghadapi seorang pengguna Longinus sudah cukup menggambarkan seberapa besar kekuatan pewaris Sitri tersebut.

Seekvaira tersenyum tipis " Lakukan apa yang kau suka, kutu buku. "

" Uhm, terima kasih Mecha – Onna "

" Sebelum itu … " Seekvaira menjeda ucapannya, memanggil Le Fay yang tepat terbang dengan sapu sihir di dekatnya " Le Fay – san temani lah Sona – san. Kuberikan kalian 5 menit untuk mengalahkan pengguna Annihilation Maker ini.

" Ha'I ha'I Seekvaira – san " Le Fay dengan semangatnya menembakkan laser ketiadaan dalam konsentrasi tinggi hingga menghapus sejenak para monster yang menghambat jalurnya menuju Sona.

" Ayo kita berangkat Kaichou – san "

" Ha'I mohon bantuannya Pendragon – san. Bisakah kau membantuku membentuk formula sihir untuk melacak target kita ? "

" Siap, Kaichou – san "

Selepas kepergian kedua gadis itu. Reni segera memasuki Balance Breakernya.

Sebuah patung es raksasa berwujudkan dewi segera berdiri dengan elegannya. Tongkat es raksasanya segera diketukkan di lantai dan dalam sekejap, kota Kyoto berubah menjadi padang es.

" Untuk sementara, kita dapat beristirahat dengan membekukan mereka bukan ? " ujar Reni memperbaiki letak rambutnya yang sedikit menghalangi pandangannya karena hembusan dingin dari uap beku patung es nya.

" Kheh, kenapa tidak dari tadi saja gadis kecil ? " gerutu Tengu berusaha menormalkan nafasnya karena terlalu lama menggunakan teknik pedang api nya.

" Maaf Tengu – san, untuk memasuki balance breaker ini membutuhkan waktu cukup banyak dan konsentrasi energy yang besar. " sahut Reni masih di pundak raksasa es nya.

Gadis pirang itu menatap jauh ke pusat kota Kyoto.

" Cepatlah Fay – chan, So – san , aku tak dapat menahan mereka terlalu lama " bisiknya.

XoX

" Kemana perginya yang lain ?! " Issei dan Saji serentak berteriak histeris begitu menyadari tak ada orang lain selain mereka kelompok depan dan pihak pimpinan Hero Faction.

" Tenanglah, Ise – kun, Saji – kun … yang lain tidak kemana – mana. Karena kitalah yang ditransfer … " Jelas Akeno dengan senyum lembut.

" Eh ? " Kedua pemuda bego itu hanya dapat bergumam tak mengerti.

" Issei – kun dan Saji – kun, apa kalian ingat saat kabut hitam itu menyelimuti kita ? " Kedua pemuda itu dengan polosnya mengangguk menjawab pertanyaan Yuuto. " Nah, kabut itu mentransfer kita kemari "

" Eh, tapi ini terlihat seperti Kyoto … " bisik Saju masih ragu dengan penjelasan Yuuto.

" Tak diragukan lagi, ini kemampuan Dimension Lost, mereka menciptakan dimensi yang begitu serupa dengan Kyoto. Intinya ini serupa dengan dunia cermin " Jelas Ravel masih terbang berdampingan dengan Kunou.

" Jadi, mereka mentransfer kita agar mengurangi jumlah musuh ya … pengecut juga mereka ! " hardik Xenovia telah mengenggam durandalnya.

" Tetap tenang semuanya dan jangan bertindak gegabah. " Rias ikut bersuara. Keadaan begitu hening saat ini, dan mereka masih di posisi awal sejak ditransfer kemari.

Koneko dan Kunou sebagai youkai serentak melebarkan mata mereka begitu merasakan energy tipis namun mengerikan yang mengarah ke mereka.

" Menghindar ! " teriak keduanya serentak

SYuuut

Para anggota kelompok depan dengan tanggap berpencar mendengar intruksi tersebut. Semuanya menahan napas ketika melihat sekelebat laser kehitaman melewati mereka dan berakhir menghancurkan tiruan istana Kyoto di belakang mereka.

DUAAARRR

" Oho kalian sempat menghindar rupanya … " Perhatian para kelompok garis depan segera teralih pada sumber suara yakni Cao – Cao beserta 3 bawahannya dimana mereka sedang berdiri dengan angkuh di atas kepala Yasaka yang bertransformasi menjadi bentuk Kyuubi.

" Okaa – sama ! " teriak Kunou tak terima melihat ibunya menjadi layaknya peliharaan bagi Hero Faction.

" Khahaha, berbeda dengan Yamata No Orochi dahulu. Kali ini, aku benar – benar mengendalikan Yasaka Kyuubi. Sekarang, rasakanlah lagi kekuatannya. "

" BEDEBAH ! " teriak Issei. Ia segera memulai perhitungan untuk memasuki balance breakernya. Sementara tim Gremory yang lain mulai menyebar untuk mengepung Yasaka yang tengah dikendalikan.

" Pawn dari Sitri, gunakan sacred gearmu untuk menahan Yasaka – sama sampai dapat dipulihkan. Yang lainnya alihkan perhatian Yasaka – sama untuk memberi kesempatan bagi Pawn Sitri. Sekiryuutei, hajar Hero Faction " Ravel mulai menunjukkan kemampuannya dalam membuat strategi. Ia pernah sekali bekerja sama dengan tim Gremory dan Sitri ketika penyerangan Kokabiel di Kuoh Akademy beberapa bulan yang lalu, dan dengan data terdahulu itu, ia bisa membuat strategi yang lebih efektif untuk setiap anggotanya.

" Kunou – chan, kau dan aku akan membantu Sekiryuutei. Asia – san tetap di belakang dan gunakan familiarmu untuk mempertahankan diri "

" SIAP ! " Rias dan Akeno serentak mengeluarkan kekuatan masing – masing untuk melumpuhkan Yasaka. Xenovia dan Yuuto juga telah berlari mengitari empat kaki Yasaka sambil memberikan tebasan – tebasan cepat.

" Baiklah, aku siap ! " Issei yang telah masuk Balance Breakernya mulai membentuk bola energy kehijauan yang diarahkan ke kepala Yasaka.

Dragon Shot

Melihat bola energy yang diarahkan kepada mereka sama sekali tak membuat Cao – Cao gentar, dengan erat ia mengenggam tombaknya dan begitu bola energy mendekat, ia memukul bola energy tersebut menggunakan punggung dari mata tombaknya hingga bola itu meledak di udara.

" kheh … serangan yang percuma "

" Itu tidak percuma ! " Issei dengan cepat muncul di depan mereka dengan tinju yang telah ditingkatkan 5 kali

[boost boost boost boost boost Explosion ]

DUAKKKK

Tinju keras itu ditahan oleh Heracles sukses membuat Issei melebarkan matanya. " Begitu ya … kau menggunakan Dragon Shotmu sebagai umpan, jadi ini tujuanmu. Tapi, kekuatan tinjumu masih kurang " Heracles mengambil ancang – ancang untuk memukul balik, akan tetapi sebuah fenomena yang mengejutkan terjadi, begitu tubuh Issei mendadak hanya melewati Heracles.

" A – Apa yang terjadi ? " tanya Issei dalam kebingungan. Cao – Cao yang melihat itu menyeringai kecil dengan ekspresi gelap.

" Jadi, akhirnya kau datang juga … Uzumaki Naruto ! "

Tap Tap

Seluruh mata terfokus pada sosok yang berjalan pelan menghampiri Asia. Jubah emas yang ia gunakan dengan lambang pusaran tertiup angin. " Maaf, aku menganggu pesta kalian. Tapi, aku tak dapat berdiam diri melihat sekutuku diserang " ujar Naruto. 10 berkas keemasan hadir di tangannya membentuk 10 kunai cabang tiganya yang masing – masing berada di jari.

" Rencana yang bagus Ravel. Namun, maafkan aku karena akan merubahnya sedikit. Kalian semua terkecuali Genshirou Saji dan Asia Argento fokuslah menyerang Hero Faction. Genshirou Saji, tetap di posisimu, dan mulai gunakan sacred gearmu untuk mengikat Yasaka – Kaa – sama setelah mendapat tanda dariku ! "

" Baik !" ujar serentak para kelompok garis depan.

" Seperti kami akan membiarkannya ! " Heracles dan Sigrifierd segera melompat untuk menahan Naruto, akan tetapi 4 sosok telah terlebih dahulu menahan mereka.

" Pedang Gram huh ? Sepertinya itu cocok untuk dihancurkan Durandal ! "

Sigrifierd mendecih tak senang begitu Yuuto dan Xenovia menghadanginya.

Sementara itu Heracles hanya tertawa pongah melihat Akeno, dan Koneko di depannya dengan posisi bertarung.

" Minggir kalian dua gadis kecil, aku tak akan segan – segan walaupun kalian perempuan ! "

" Akeno, Koneko berhati – hatilah. Dari pertarungan singkat Issei tadi, jelas ia memiliki ketahanan tubuh yang luar biasa " intruksi Rias was – was, saat ini ia berdua Ravel juga sudah berhadapan dengan Jeanne.

" Ha'I buchou "

Melihat hanya tinggal satu target yang tersisa, Issei dan Kunou segera melesat menuju Cao – Cao yang terbang melayang dengan kemampuan Hatsutei Ratana nya.

" Kheh, sudah kusangka, pertarungan akan berakhir seperti ini. Namun, tak masalah … karena Yasaka – sama bukanlah senjata utama kami ! "

" Diam kau ! Bedebah ! "

Issei yang pertama kali sampai segera melakukan beberapa pukulan dengan gerakan brutal, akan tetapi tak ada satu pun serangannya yang mendarat pada Cao – Cao, pemimpin Hero Faction itu dengan terlatih menghindari semuanya.

" GRAOOOOOOOOO "

Raungan Yasaka terdengar jelas begitu tubuh raksasanya terkekang oleh puluhan rantai yang dikeluarkan 10 kunai Naruto yang mendarat di sekitarnya.

" Sekarang Saji ! "

" Ha'I Naruto – san ! "

" GRAOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO "

Yasaka terus memberontak begitu sulur – sulur ungu Sacred Gear Saji mulai mengekangnya. Berbeda dengan rantai Naruto, sulur Saji selain menyerap energy juga turut memberikan kutukan yang semakin membuat target sulit bergerak.

Melihat mertuanya yang benar – benar terkekang oleh sulur Saji membuat Naruto membuang nafas lega. " Kuserahkan Yasaka – kaa – sama padamu Saji. Aku akan pergi membantu yang lain. "

" Baik, Naruto – san berhati – hatilah ! "

Selepas kepergian Naruto, Asia dan Saji hanya dapat tertegun setelah melihat sang guru magang dengan mudahnya membantu mereka untuk mengekang Yasaka.

" Kekuatan dari Prodigy memang tak dapat dianggap remeh … " bisik Saji, dan Asia hanya dapat mengangguk cepat. " Oh, dan satu lagi Asia – san, aku juga masih dapat melindungimu selagi menahan Yasaka – sama di sini, jadi tenang saja dan pulihkan semua yang terluka. Kau mengerti ? "

" Ha'I, terima kasih Saji – san "

Sementara itu, pertempuran antara Kunou dan Issei melawan Cao – Cao telah memasuki ke babak baru begitu Naruto hadir di samping istrinya. Cao – Cao segera melompat mundur sejauh mungkin begitu iris hitamnya menangkap Naruto berada di dekatnya.

" Oh, apa aku begitu menakutkan hingga kau melompat begitu jauh Cao – Cao ? " tanya Naruto dengan senyum innocent

" Mah, aku tidak takut. Hanya berwaspada saja. Sebenarnya, aku sangat menantikan saat – saat dimana aku dapat bertarung denganmu. Namun, saat ini aku dalam misi. Tak kan kubiarkan siapapun menganggu rencanaku. "

" Begitu ya …. Sayang sekali. Sekarang bukan waktu yang tepat " Naruto berpaling pada Issei.

" Sekiryuutei, aku yang berada di sini hanyalah sebatas klon yang keberadaannya akan musnah begitu energy yang asli habis. Dengan keadaan seperti ini, aku tak akan mampu mengalahkannya. Karena itu … "

Issei tersentak begitu pundaknya menerima tepukan hangat dari iblis muda terkuat itu " Aku ingin kau menunjukkan sejauh mana Sekiryuutei dapat meraung. "

" Ha'I sir " teriak Issei spontan.

" Oi – oi Prodigy Makkai, kau semakin membuatku terlihat sampah di sini dengan menyerahkanku pada yang lain " gerutu Cao – Cao yang telah mengeluarkan ke 7 bola Ratana nya, ia benar – benar memasuki balance breaker setelah mengira akan berhadapan dengan Naruto.

" Maaf saja Cao – Cao. Tapi, sebagai sesame jenius tentu kau mengerti siapa yang kuincar "

Iris mata Cao – Cao menajam " Begitu ya … sepertinya terdengar menarik juga. Akan kuizinkan kau lewat, pertarungan antar sesama pengguna dimensi tempat. "

" Kunou – hime ikutlah bersamaku. Saatnya menyelamatkan Kaa – sama "

" Maaf, tapi aku tak akan membiarkanmu memperoleh bantuan, Uzumaki Naruto. Bersinarlah Itsutei Ratana ! " Salah satu bola putih bersinar terang dan dampaknya, Kunou kehilangan mode iblisnya.

" Sial ! " Naruto segera membawa Kunou dengan Bridal Style begitu melihat Cao – Cao telah melakukan serangan dengan salah satu bola putihnya yang membentuk semacam makhluk yang bersifat layaknya petarung.

" Sekiryuutei berhati – hatilah .. ia memiliki 7 kekuatan dari masing – masing bola putih di belakangnya. Itu kemampuan spesial dari Polar Night Longinus Chakra Valdine nya " peringat Naruto terakhir.

" Ma … ma … ia benar – benar meninggalkanku dengan dungu ini " Bola putih yang gagal menyerang Naruto tadi melebar memunculkan banyak lagi makhluk – makhluk petarung. Issei melebarkan matanya begitu melihat 10 makhluk itu menatapnya nyalang.

" Bah, untuk sementara akan kulihat bagaimana caramu bertarung dengan Kahabatei Ratana ku "

Tinggalkan sejenak, medan pertempuran yang sedang memanas tersebut. Di sisi lain kota Kyoto, seorang anak kecil dengan malasnya menguap bosan. Anak itu menyamankan posisi duduknya yang masih menyandar di sebuah pohon besar tanpa memperhatikan sekelilingnya, sebab di dalam keadaan santai tersebut, terdapat bayangan hitam menyerupai ular raksasa yang berbaring mengitarinya seolah sedang melindungi bocah itu.

" Mah, Cao – Cao – san benar – benar membuatku bosan dengan menunggu di sini " gerutu kecil bocah itu, tak menyadari di dahan pohon terdapat dua sosok yang sedang mengamatinya.

" Tak salah lagi Sona – san, dia pasti yang pengguna Annihilation Maker. Aura kekuatannya jelas datang dari sini " bisik Le Fay mengenggam sapu nya.

" Cukup mengejutkan melihat sang penggunanya yang masih begitu muda telah mampu menguasai Longinusnya hingga tahap yang dapat membuat kita kerepotan. Le Fay – san, gunakan meriam Kuroryuumu untuk menghapuskan sejenak ular raksasa tersebut, yang perlu kita lakukan hanyalah membuatnya tak sadarkan diri "

" Ha'I dimengerti Sona – san. " Le Fay membentuk lingkaran sihir pemanggilan " Kuro – chan kemarilah " dari lingkaran sihir tersebut, seekor naga kecil melata melingkari pundak Le Fay dan segera bertransformasi membentuk sepasang sayap dan meriam di pundak kecil Le Fay.

" Baiklah kalau begitu, aku mulai Sona – san ! "

Le Fay dengan cepat terbang menukik ke bawah dan segera menjadi incaran bagi ular yang mengitari bocah itu.

" Khehe … akhirnya ada juga lawan yang datang kepadaku. Bermainlah bersamaku Onee – san " bocah itu membentuk sekawanan burung elang kehitaman untuk mendukung ular hitamnya.

" maaf saja, tapi Onee – san masih memiliki banyak pekerjaan " Le Fay dengan mudahnya menghancurkan ular yang mengincarnya menggunakan meriam di pundaknya sementara itu sekawanan elang itu dapat ia hancurkan dengan menciptakan ledakan besar dari sihir apinya. Namun, walaupun begitu, terlihat makhluk – makhluk hitam itu kembali beregenerasi.

" Hehe, seperti – "

" Maaf nak, tapi permainanmu berakhir di sini "

Sona muncul dari belakang bocah itu memerangkap sang bocah menggunakan sihir airnya yang membentuk sulur – sulur air yang mencekik leher sang bocah begitu kuat hingga jalur nafasnya terhenti, dan akhirnya bocah itu pingsan.

" Kerja sama yang bagus, Le Fay – san " Sona berkacak pinggang begitu melihat sang Bocah telah terbaring. " Terima kasih Sona – san. Sebaiknya bocah ini kita bawa untuk proses interogasi " ujar Le Fay yang terbang mendekat, Sona mengangguk kecil dan mulai menunduk untuk meraih tubuh bocah itu, namun sebelum sempat itu terjadi … sebuah pusaran dimensi telah terlebih dahulu mentransfer anak itu.

" Dia hilang ?! " Sona dan Le Fay serentak berbisik ragu. " Ini seperti kekuatan … wakil dari Ophis. Sona – san, berbahaya jika kita terus di sini "

Sona mengangguk setuju dan secepat mungkin mentransfer dirinya bersama Le Fay menggunakan lingkaran sihir Pillarnya.

" Kheh … kalian kubiarkan lepas … karena memang bukan targetku " Pemuda berjubah putih itu mendecih begitu melihat dua gadis itu pergi. ' Memanfaatkan rencana Hero Faction untuk menambah jumlah Longinus yang kuduplikat akan sangat menguntungkan ' batinnya, membawa dirinya kembali menghilang.

XoX

" Memperbudak kami huh ? " Indra terkekeh kecil " Sebuah kata – kata yang begitu berani datang dari pecahan dewa rendah sepertimu, Uchiha " Sang Penguasa Nirvana berkacak pinggang. Mata di dahinya mulai terbuka, dan seketika dimensi itu bergetar merasakan begitu besar energy sang Dewa.

Indra menutup kedua matanya, dan iris dari mata ketiganya melebar begitu Indra menarik nafas panjang. Sebuah tawa pongah kembali tercipta begitu, dewa berkulit merah itu membuka kedua matanya. " Aku melihatnya … kemenanganku dan kehancuran Kyoto tidak lebih dari satu jam lagi "

Naruto dengan santai melangkah ke depan. Kedua tangannya tersembunyi di balik sakunya " Waktu merupakan makhluk 4 dimensi yang kekal, akan tetapi di dalam waktu sendiri terdapat fenomena yang menggerakkan sebuah takdir. Apa kau telah mengerti dengan benar arti dari kemampuan Reading Future mu itu, Indra – sama ? "

" Kau membuat ini terdengar seperti kelas fisika yang membosankan, Golden Boy. Dan lagi, aku masih penasaran bagaimana kau dapat kemari bersama istri dan mertuamu. Akan kuampuni kalian, setelah kalian memenuhi rasa penasaranku. "

Naruto menyeringai kecil " Itu siasat yang simpel. Aku, Kunou – hime, dan Yasaka – Kaasama yang berada di sana merupakan Klon dariku, Ophis lah yang membuat klonku memiliki penampilan dan aura yang sama seperti Kunou – hime dan Yasaka – Kaa – sama "

Iris Indra menajam " Jadi, kau ingin bilang Yasaka yang di sana palsu ? "

Naruto menjentik jarinya begitu santai " Tepat! Semenjak kehadiran Hero Faction di Kyoto dan keberadaan Loki – sama yang menghilang secara misterius, aku telah mengendus adanya bau kejanggalan. Dan kemudian, Vhisnu – sama memberiku perintah untuk … mengembalikanmu kea rah yang tepat "

" Vhisnu huh ? Huahaha, tak kusangka aku tertipu hingga seperti ini. Tak akan kubiarkan kau bersama yang di sini keluar hidup – hidup. Akan kurebut Longinusmu, dan menantang Vhisnu. Dan lagi, kedatangan kalian kemari pasti karena Uchiha busuk ini telah mempengaruhi George atau memasukkannya ke dalam ilusi. "

Indra mengangkat tangannya ke atas, dan semua yang disana segera berwaspada begitu melihat dari tangannya itu terbentuk aliran listrik. Sasuke bahkan telah membentuk Susano'onya setengah badan, dengan posisi membidik sebuah panah astral raksasa.

" Kheh … dengan satu serangan ini, kubinasakan kalian semua ! "

Maxima Electic

Indra Arrow

Dalam tempo yang bersamaan, Sasuke melepaskan panahnya pula yang telah diliputi oleh api amaterasu. Loki dan Indra tersenyum meremehkan begitu melihat ukuran serangan Indra jauh lebih besar akan tetapi, senyum mereka luntur begitu sebuah keanehan terjadi.

" Bagaimana bisa aku di sini ? " bisik Loki dan Indra bersamaan begitu mendadak mereka berada pada lintasan serangan. Indra yang hanya tinggal secenti saja akan bertabrakan dengan panah astal Sasuke sementara Loki telah terpental ribuan kilometer karena menjadi target serangan Indra.

DUAAARRRRRRRRRRRR

Ledakan maha dahsyat yang membuat sebuah cekungan raksasa terjadi di depan mata mereka. Terlihat samar dari asap yang mengepul tersebut, sesosok tubuh yang melompat keluar, dan sosok itu berdiri dengan tenang di depan ketujuh makhluk tersebut walau dengan pakaian Compang – camping. ' Begitu ya … dalam mode emas nya itu, si Golden Boy dapat mentransferku dan Loki secara cepat. Akan tetapi … ' batin Indra menatap intens Naruto dan Sasuke yang tersenyum kecil.

" Begitu ya … ini menarik ! " Tawa pongah Indra mendominansi semua suara yang ada, sebelum sempat melanjutkan ucapannya, Naruto telah terlebih dahulu mentransfer sang dewa bersama 5 rekan lain yang ia bawa meninggalkan ia dan Kunou .

" Kunou – hime ! Tetap bersamaku, kita akan menghadapi Loki – sama. Indra – dono akan kuserahkan kepada kalian berlima " Naruto menunduk dengan gestur meminta Kunou untuk naik ke punggungnya. Iris keduanya menyipit begitu mendengar suara decitan listrik.

Zrrt

DUAARRRR

Naruto segera melompat tinggi ke udara dan menggunakan konsep gravitasinya sehingga dapat terbang bebas di udara. Kedua tangannya masih menahan paha Kunou yang telah ia gendong di belakangnya, untuk sementara ini, Kunou tak akan dapat bertarung karena kemampuannya telah dihilangkan oleh Cao – Cao.

" Kunou – hime, belitkan kakimu pada pinggangku dan berpegangan dengan erat. " Kunou segera mengikuti instruksi suaminya. Dan sekali lagi, sebuah laser dengan cepat mengarah pada mereka, namun sekali lagi pula Naruto berhasil menghindarinya, Kunou spontan berteriak kecil terkejut ketika Naruto menghindar dengan kecepatan tinggi.

" Sial, dengan asap hasil ledakan tadi. Aku tidak dapat melihat terlalu jelas keberadaan Loki – sama. Dan lagi, apa – apaan asap ini ? Aku tak bisa menghilangkannya. " rutuk Naruto karena Loki masih terus menyerang dengan bersembunyi dalam balutan asap.

" Kemungkinan besar, Loki menggunakan sihir Norse nya untuk menahan asap – asap ini. Berhati – hatilah akan kemungkinan adanya racun, Naruto – san ! " iblis pirang itu mengangguk cepat mendengar peringatan istrinya selagi terus menghindar dari serangan jarak jauh Loki.

" Graooo "

" Naruto – san, di belakangmu ! " Naruto segera melayang lebih tinggi lagi mendapat pemberitahuan dari istrinya. Iris matanya melebar begitu melihat 3 ekor serigala perak melayang di tempat sebelumnya ia berdiri.

' Nyaris saja '

" Huahaha … bagaimana caramu menghadapiku Golden Boy dengan kehadiran Fenrir dan kedua putranya huahaha … apa aku juga perlu memanggil naga Migradosmr ? Guahahaha "

" Sial ! " teriak Naruto merasa kesal mendengar ejekan Loki. Ketiga serigala perak itu meraung kembali dan mulai kembali mengejar Naruto dan Kunou yang terbang semakin jauh.

" Kurama, aku butuh bantuanmu ! "

" Kheh, sudah cukup lama semenjak kau meminta bantuanku dalam pertempuran bocah. Baiklah, apa maumu ? "

" Untuk sekarang, aku membutuhkan supportmu dalam konsep gravitasiku selagi aku memfokuskan pada konsep ruangku. " ujar Naruto berusaha memperjelas, sesekali tubuhnya harus menerima luka gores karena harus menghindari tiga serigala pembunuh Dewa dan juga laser dari Loki.

" Bah, mengapa kau tidak langsung menyelesaikannya dengan menggunakan Balance Breaker Evolution mu ? " Kurama dengan malasnya memprotes permintaan hostnya.

" Nah, kau tentu mengerti kan mengapa aku memilih mengalahkan dewa arogan itu dengan mode ini " Naruto tersenyum miring setelah mengeluarkan pertanyaan retorisnya.

" Merepotkan saja ! Baiklah, sudah cukup lama semenjak aku tidak bertarung ! "

Iris mata Naruto segera diliputi warna emas, ia yang sebelumnya selalu melarikan diri kini melangkah maju mendekati ketiga serigala yang meraung keras melihat mangsa mereka malah mendekat.

" Kurama, naikkan gaya gravitasi dari benda apa saja yang kusentuh hingga ke titik 500 % " Naruto memulai siasatnya, iris matanya terfokus ke depan berusaha mencari keberadaan sang Dewa.

" Kheh, aku mengerti. Berikan aku pertunjukkan yang menarik bocah ! "

Kedua putra Fenrir, Skoll dan Hati yang pertama kali bergerak menuju Naruto. Kedua serigala itu melesat cepat menuju Naruto seakan sedang berlari di udara, dengan taring pembunuh Tuhan yang amatanya begitu suaminya sama sekali tak mengambil tindakan bertahan, nafasnya tercekat ketika kedua serigala itu melompat untuk segera memangsa dan selanjutnya ia bernafas lega begitu kedua serigala itu hanya bergerak menembus dirinya dan sang suami. Tak berhenti sampai di sana, Skoll kembali berniat menyerang, dengan cakarnya yang melesat hendak merobek tubuh Naruto. Akan tetapi, Naruto sekali lagi membiarkan serigala itu lewat dan sebelum dapat kembali menyerang, ia memberikan tepukan keras pada serigala perak itu.

TUK

BUMMMMM

Skoll dengan cepat menukik jatuh hingga tubuhnya terbenam ke tanah. Terlihat samar dari atas, serigala itu meringis kesakitan dan berusaha untuk dapat keluar dari lubangnya, akan tetapi usahanya sama sekali tak membuahkan hasil. Hati, yang bergerak dengan instingpun berakhir sama begitu Naruto muncul di sampingnya dan memberikan tendangan kapak.

Hal itu terjadi berkat Kurama yang mengikuti intruksi Naruto. Normalnya, Subspesies balance breaker hanya mampu untuk mengaplikasikan satu konsep dari Longinus Declare of War, namun berkat bantuan Kurama, Naruto dapat menggabungkan konsep ruang dan gravitasi dalam satu mode subspesies, dan lagi konsep gravitasi pada dasarnya merupakan pengembangan dari konsep ruang yang telah ia kuasai 3 tahun yang lalu. Skoll dan Hati harus terus bertahan jika tak ingin tubuh mereka meledak karena terus ditekan gaya gravitasi yang meningkat hingga 500 % atau setara 5 kali lipat dari gaya gravitasi normal.

Seberkas aura emas muncil pada kedua tangan Naruto, memadat membentuk kunai khasnya. Sang Prodigy tersenyum remeh membalas geraman yang sedari tadi terus keluar dari Fenrir. " Kau targetku selanjutnya, anjing putih ! "

" GRAOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO ! "

Fenrir melepaskan auman yang sanggup menggetarkan dimensi itu kembali. Serigala besar itu melesat kencang, dan dalam sepersekian detik, jarak yang mencapai ratusan kilometer itu terpangkas dengan serigala itu yang telah membuka lebar – lebar rahangnya.

TING

" Kheh, bagus juga " Kunou menahan nafasnya begitu Naruto berhasil menahan kedua taring Fenrir menggunakan kunainya. Fenrir mengeluarkan suara eraman yang mengerikan, dan salah satu kakinya naik hendak mencakar, akan tetapi Naruto terlebih dahulu memutar kunainya hingga menggores gusi Fenrir. Serigala perak raksasa itu meraung keras dan tak dapat berbuat apa – apa begitu Naruto menendangnya keras ke bawah. Sama seperti kedua anaknya, Fenrir melesat cepat ke bawah terpengaruh peningkatan gravitasi, akan tetapi serigala itu masih dapat bergerak walaup perlahan.

" Kheh, sudah kuduga itu saja tak akan cukup untuk serigala pembunuh Tuhan. Maka dari itu, kau juga akan menjadi targetku " Aura emas dengan cepat muncul di belakang tubuh Naruto memadat membentuk kunainya dan semuanya dilesatkan menuju Fenrir.

Serigala perak itu meraung keras tak berdaya begitu hampir 10 buah Kunai mendarat pada tubuhnya. Dan, selanjutnya Fenrir menghilang dalam kilatan kuning, melirik ke bawah pada tempat Skoll dan Hati yang terlihat di sana hanyalah potongan – potongan daging berhamburan.

" Dan yang tersisa … "

Sring

Naruto dan Kunou menghilang dalam kilatan kuning muncul tepat di atas Loki yang terbelalak. Tangan Naruto bergerak cepat meraba pantat istrinya yang menghasilkan teriakan kecil dari istrinya atas sentuhan tidak terduga itu.

JITTTTTTT

Tanpa adanya temponya, Naruto dan Kunou segera melesat turun menghantam Loki dengan tekanan keras. Maksud Naruto menyentuh istrinya adalah untuk meningkatkan gaya gravitasi dari istrinya yang sedang ia gendong yang pastinya akan membuatnya ikut terjatuh pula dan langsung menimpa tubuh Loki. Jika ia yang mengendong istrinya menerima peningkatan gravitasi maka tekanan yang ia berikan ke bawah akan lebih tinggi sehingga daya hancur dari serangannya juga luar biasa.

BUMMMMMMMMMMMMMm

" Kurama buat tubuh Kunou – hime seringan kapas dan mulai sekarang hentikan kontrolmu atas konsep Gravitasinya "

Naruto melompat keluar dari kawah yang ia ciptakan hanya menggunakan konsep sederhana gravitasinya. Melirik ke dasar celah itu, Loki terbaring dengan tidak elitnya dan sesekali meraba perutnya yang serasa kebas karena lutut Naruto menekannya hingga membentuk kawah ini.

" Itte – tte – tte pundakku terasa begitu sakit sekarang – Adauuuw " Belum sempat menyelesaikan keluhannya, Naruto harus mengerang kesakitan karena sang istri dengan tidak berprikemanusiaannya terus menarik telinga dan rambut pirangnya.

" Naruto – san mesum ! " teriak Kunou dengan wajah memerah pekat.

" ARGGH, cukup dengan semua ini …. Sadarilah bahwa perbedaan eksistensi kita layaknya bumi dan langit. Aku adalah dewa, sebuah mutiara indah dan kemilau yang berada jauh di dasar lautan yang mana telah menempa diri dengan tekanan tinggi sedangkan kalian, makhluk rendahan layaknya lumpur kotoran di dasar lautan. " Loki berteriak dengan keras.

Mendengar teriakan Loki itu, ekspresi Naruto menggelap, perlahan ia turun dan kembali berdiri di tanah. Kunou yang masih digendongnya sedikit khawatir melihat perubahan sikap sang suami.

" Lumpur di lautan ya … sepertinya kau benar Loki – dono " Loki tersenyum puas mengira bahwa serangan mental yang ia berikan berpengaruh pada pemuda pirang itu.

" Namun, tahukah kau Loki – dono … jika di dasar lautan itu ada tiram … maka lumpur seperti kamipun akan menjadi mutiara yang dapat menyaingi mutiara kemilau dirimu. "

Naruto tersenyum kecil dan berbisik kepada istrinya sambil berjongkok agar istrinya dapat turun dari gendongan punggungnnya. " Terima kasih hime atas bantuanmu sebelumnya. Untuk sisanya serahkan padaku "

Loki menepuk – nepuk jubah bangsawannya yang sedikit berdebu dan melompat keluar dari kawah raksasa yang Naruto ciptakan. Iris matanya menyipit begitu melihat aura emas yang membentuk spiral di sekitar Naruto yang telah menggunakan senjutsunya.

" Ini salah satu bentuk terkuat yang baru kukembangkan Loki – dono … berbanggalah ! "

The Shining Golden Fox God Ray.

XoX

At Unknown Dimension

Ophis bersama dua rekannya, Vhisnu dan Alucard dengan santainya duduk pada singgasana masing – masing menonton dari sebuah layar raksasa, pertarungan antara Naruto dan Loki yang akan memulai babak baru yang lebih menegangkan.

" Khahaha, tak kusangka bocah itu sampai menyusun siasat seperti ini. Ophis kau benar – benar tepat dalam mengambil keputusan untuk merekrut bocah ini ! " Alucard tersenyum lebar, memamerkan deretan gigi runcingnya selagi meminum segelas darah segar.

Ophis tak bereaksi, ia hanya mendengus kecil dengan iris hitamnya yang terus terpaku pada tontonan di depannya.

Vhisnu dengan tenang menonton semua pertarungan sejak awal, senyum tipis ia keluarkan begitu layar memperlihatkan bagian Indra yang sedang berhadapan dengna 5 musuhnya. Ophis yang melihat atensi salah satu dewa Trimurti itu begitu intens memulai percakapan. " Apa kau masih kecewa atas tindakan dari saudara angkatmu ? "

" Tentu saja aku kecewa. Namun, tugasku adalah memelihara keseimbangan alam semesta, atas tugas inilah aku menerima tawaran bergabung dalam kelompok kecil ini. Dan lagi, atas berkat berkahku lah, Sakra atau kalian panggil Indra tak dapat menebak serangan Uchiha – kun tadi. Harapanku ke depannya dunia akan kembali stabil "

" Kehadiran sosok – Nya yang membuat dunia menuju kehancuran. Mah, aku lebih baik tak membahasnya sekarang ! " ujar Ophis memutar matanya begitu melihat telinga dari kedua rekannya telah berdarah hanya karena mendengar ia menyebut sosok terkutuk itu.

" Nah, Ophis kudengar … bocah ini telah menyusun rencana ke depannya. Apa semua persiapannya telah selesai ? " Alucard pulih terlebih dahulu mencoba mengalihkan topic.

" Persiapannya akan selesai tepat pada waktunya. Ia berkata padaku membutuhkan 3 bidak untuk melakukan rencananya. Ia hanya memberitahuku bidak pertama yang ia sebut sebagai pawn, yakni Hyodou Issei, sang Sekiryuutei. Selebihnya ia mengatakan membutuhkan bidak Knight maupun Queen atas rencananya. "

Alucard dan Vhisnu menautkan alis mereka mendengar itu. " Apa ia bermaksud bidak Evil Pieces nya ? "

Ophis mengangkat bahu tak peduli " Entahlah "

TBC

Oke, untuk sementara cukup di sini dulu hehe. Padahal aku berencana untuk menyelesaikan konfilk Kyoto di Chapter ini, namun menimbang itu bakalan panjang dan update bakalan lebih lama lagi karena jadwalku hanya kosong hari ini. Maka, aku akan mengupdatenya sekarang. Nah, buat chapter ini, gua coba gabungin pertarungan di awal, dan politiknya di akhir. Ada yang bisa menebak bidak Knight dan Queen dari rencana Naruto ? Khehe, dua peran penting akan mulai memasuki cerita chap depan.

Oh iya, banyak yang protes soal pairnya kebanyakan … yah untuk sekarang jawabanku masih sama, harem berjumlah 11 orang. Menurutku wajar aja karena Naruto dalam cerita ini iblis, Lord Uzumaki yang memang harus memiliki keturunan banyak untuk membangkitkan pillarnya lagi. Jika hanya berharap dari 5 pairnya sekarang, 4 gadis iblis yang susah hamil, bakalan gak tercapai tuh tujuannya hehe.

Tapi, tenang aja … aku masih coba memikirkannya lagi. Dan ada sedikit gambaran buat scene di chap depan di bawah ni. Monggo dilihat

" Apa kalian berpikir hanya 5 dari kalian ini sanggup menghadapiku, sang Dewa yang tergolong Top 10 Strongest Beings in The World ? "

" Grok, Tentu saja Indra – sama. Akan kami perlihatkan Grok, kekuatan dari tiga bersaudaran pengawal Biksu Thong grok " Seekor youkai babi dengan tubuh gempal menyahut keras, ia memutar – mutar penggaruk besarnya dengan akrobatik.

" Demi ajaran guru dan menjaga hubungan persaudaraan. Hamba Wu Chin, akan siap melawan anda Indra – sama " seorang pemuda dengan tubuh kekar dan kepala plontos ikut menyahut. Perlahan tubuhnya membesar membentuk raksasa pasir.

" Anda yang terlebih dahulu berusaha mengacau pada teritoriku, yang mulia Indra. Aku tak kan segan melawan anda ! " Yasaka berteriak menyatakan sumpah perangnya, ia pun kini telah bertransformasi menjadi Kyuubi.

Dan terakhir, Sasuke dengan wujud Susano'onya yang lengkap membentuk visualisasi dari Tengu, makhluk legendaries Jepang. " Aku hanya memiliki satu alasan, yakni untuk menjadi Demi – God terkuat ! "

" Mah … mah sebenarnya aku tidak berniat mengkhianatimu Indra – sama. Akan tetapi, Kyoto adalah tanah kebanggaan kaumku. Tak kan kubiarkan kau merusaknya. " Sun Wukong mengeluarkan tongkatnya.

Indra tertawa pongah mendengar semua alasan itu. " Dan kalian semua akan tewas secara menyedihkan karena alasan itu "

.

" Dimana ini ? " Issei dengan gelagapan melihat tempat ia berada sekarang. Iris matanya melebar begitu sebuah bayangan raksasa mendekat padanya, dan tanpa dapat ia hindari sulur gelap segera menembus dirinya.

" A – apa ini ?! "

" Terima kasih pada kalian Hero Faction … aku kembali memperoleh Longinus yang dapat kuduplikat "

Selanjutnya di Longinus 14th : Declare of War Chapter 23 : Fight With 2 Gods, The Truth About Minato Namikaze, and Sekiryuutei Deaths.