Longinus 14Th ( Declare of The War )
Naruto Masashi Kishimoto
High School DxD Ichie Ishibumi
Warning : AU, OOC, OC, TYPO, Semi Canon, dan Lain – lain
DemiDevilNaru, SmartNaru
Chapter 23 : Fight With 2 Gods, The Truth About Minato Namikaze, and Sekiryuutei Deaths.
Replika Kyoto
Pertarungan mulai menapaki titik puncak begitu Tim Gremory bersama Ravel dapat membuat para pemimpin Hero Faction cukup kerepotan.
Siegrifierd contohnya, pemuda tampan bersurai silver itu hanya dapat mendengus tak suka begitu melihat salah satu pedang kebanggaannya, pedang Gram telah terlepas dari tangannya dan tertancap di tanah tak jauh darinya. Xenovia dan Yuuto yang berada di depannya menyeringai masih dalam posisi selesai menebas. Kombinasi kecepatan dan kekuatan dari Knight tersebut berhasil membuat Siegrifierd kehilangan senjata utamanya.
" Kheh … kalian pikir aku akan kalah setelah kehilangan pedang Gram ?! Aku masih memiliki pedang lainnya "
Sring
Yuuto dengan kecepatannya segera melesat cepat ke belakang Siegrifierd menunjuk pedangnya ke leher sang pengguna sebagai ancaman untuk tak mematerialisasikan pedangnya.
" Satu gerakan janggal, maka kami tak segan memutus kepalamu ini " Xenovia juga telah berada di belakang, Durandal ikut berada di belakang leher Siegrifierd mengancam pemuda bersurai silver itu.
" Sial! " umpat Siegrifierd.
Berbeda dengan rekannya, Heracles menguasai jalannya pertarungan.
" Huahaha, sudah kubilang bukan gadis kecil ?! Aku tak akan segan – segan menyakiti kalian jika menghalangi jalanku " ujarnya tertawa pongah setelah membuat Koneko terpental ratusan meter.
" Koneko – chan ! " Asia dan Akeno berteriak bersamaan melihat tubuh gadis rook itu melewati mereka.
" Sial! Asia – san pergilah menyusul Koneko – san. " Asia mengangguk cepat menuruti intruksi Saji, satu – satunya pria di kelompok Sitri itu mendecak kesal karena tak dapat banyak membantu sebab harus menahan Yasaka. Dan lagi, ia sekarang berada dalam keadaan genting dimana sulur – sulurnya mulai melemah sebagai akibat Yasaka yang aktif memberontak.
Heracles mendengus begitu merasakan sengatan kecil pada tubuh kekarnya, irisnya menatap nyalang pada Akeno yang melayang di udara dengan sepasang sayap kelelawarnya. " Apa kau ingin bernasib sama dengan gadis mungil tadi ?! "
" Aku tak akan memaafkanmu karena telah menyakiti Koneko – chan ! " Akeno membentuk lingkaran sihir dalam ukuran besar yang membentuk gumpalan awan hitam di langit sekitar Heracles.
" Terimalah Holy Lightning ! " Teriak Akeno lantang diikuti guntur yang mengerikan dan diakhiri oleh petir kekuningan skala besar yang menghanguskan daerah sekitar Heracles berdiri. Asap hitam masih mengepul di tempat Heracles berdiri. Akeno berharap cemas salah satu serangan terkuatnya dapat melumpuhkan pemimpin Hero Faction yang memiliki kekuatan fisik di atas rata – rata ini. N Normalnya, lawan dengan kekuatan fisik merupakan kelemahan baginya yang lebih terspesialisasi dalam sihir dan serangan jarak jauh.
Hybrid Fallen Angel itu menyipitkan matanya begitu melihat baying samar dari balik asap gelap tersebut, dan dalam sekejap sebuah bongkahan batu raksasa melesat cepat ke arahnya. Beruntung, dengan refleks tinggi Akeno segera menghancurkan batu tersebut, akan tetapi serangan tak berhenti di sana .. batu – batu raksasa lain terus bersusulan. Akeno mulai bermanuver di udara untuk menghemat energinya.
" Khahaha … jangan lari kau kelelawar kecil ! "
' Tidak bisa terus begini ! ' batin Akeno berteriak panik, hingga tak menyadari Heracles telah menyusulnya terbang dengan sepatu tenaga jetnya. " Gyahaha, Kena kau ! " iris Akeno melebar mendapati kepalan tangan Heracles dalam gerakan cepat hampir menyentuh wajahnya.
" ARrggh " Heracles meraung kesakitan dan segera mendarat. Kepalan tangannya yang sebelumnya ingin memukul Akeno terlihat mengalami luka bakar yang cukup cepat. Queen dari Rias mengerjapkan matanya berkali – kali, masih mencerna apa yang baru saja terjadi.
" Seharusnya kau selalu fokus ketika bertarung, Akeno – senpai " teguran dari seseorang di belakangnya membuat Akeno terperanjat, dan barulah ia menyadari bahwa kini dirinya berada dalam sebuah bola api.
Suara jentikan jari terdengar samar di antara semaraknya pertarungan itu, Akeno melihat ke belakang mendapati Ravel bersedekap dada dengan beberapa pakaiannya yang tergores.
" Ara terima kasih Ravel – sama fufufu … anda terlihat seksi dengan pakaian begitu "
" Hentikan itu dan fokuslah bertarung ! Kau beruntung, aku dan Rias – Nee sama telah mengalahkan gadis pirang itu terlebih dahulu "
" Ara bukannya kau juga gadis pirang ravel – sama fufufu " Akeno masih melanjutkan godaannya.
" Akeno ... " geram Ravel dengan nada yang mulai memberat.
" Ah, maaf Ravel – sama aku hanya ingin mencairkan suasana. Ngomong – ngomong kemana buchou ? "
" Ia tengah membuat sihir pengekang untuk musuh yang telah kami kalahkan. Kemungkinan, ia akan pergi membantu Sekiryuutei "
XoX
Unknown Dimension.
" Apa kalian berpikir hanya 5 dari kalian ini sanggup menghadapiku, sang Dewa yang tergolong Top 10 Strongest Beings in The World ? "
" Grok, Tentu saja Indra – sama. Akan kami perlihatkan Grok, kekuatan dari tiga bersaudaran pengawal Biksu Thong grok " Seekor youkai babi dengan tubuh gempal menyahut keras, ia memutar – mutar penggaruk besarnya dengan akrobatik.
" Demi ajaran guru dan menjaga hubungan persaudaraan. Hamba Wu Chin, akan siap melawan anda Indra – sama " seorang pemuda dengan tubuh kekar dan kepala plontos ikut menyahut. Perlahan tubuhnya membesar membentuk raksasa pasir.
" Anda yang terlebih dahulu berusaha mengacau pada teritoriku, yang mulia Indra. Aku tak kan segan melawan anda ! " Yasaka berteriak menyatakan sumpah perangnya, ia pun kini telah bertransformasi menjadi Kyuubi.
Dan terakhir, Sasuke dengan wujud Susano'onya yang lengkap membentuk visualisasi dari Tengu, makhluk legendaries Jepang. " Aku hanya memiliki satu alasan, yakni untuk menjadi Demi – God terkuat ! "
" Mah … mah sebenarnya aku tidak berniat mengkhianatimu Indra – sama. Akan tetapi, Kyoto adalah tanah kebanggaan kaumku. Tak kan kubiarkan kau merusaknya. " Sun Wukong mengeluarkan tongkatnya.
Indra tertawa pongah mendengar semua alasan itu. " Dan kalian semua akan tewas secara menyedihkan karena alasan itu " Awan – awan hitam berkumpul di sekitarnya, dan seketika petir raksasa yang membentuk pilar menerpa nya, membentuk sebuah tombak solid.
" Nah … mari kita mulai " ujar Indra tersenyum maniak.
" Aku maju duluan, kera bau Grok " Baji, Youkai Babi itu melebarkan telinga nya hingga menyerupai sepasang sayap dan melesat cepat menuju Indra.
" Kemarilah, dan akan kujadikan babi panggang ! " Baji melemparkan penggaruk terlebih dahulu, seketika jarak hanya tinggal 5 meter dari Indra, penggaruk itu dengan cepat berubah ukuran menjadi raksasa.
TRANG
Indra menepis nya bahkan tanpa dengan melihat. Tombaknya menghunus ke depan begitu Baji mentransformasi dirinya menjadi babi liar raksasa yang memiliki gading cukup besar.
Krang!
" Arrgh … sial gadingku ! " Indra hanya menyeringai miring mendengar rintihan Baji. Tentu saja, gading dari Youkai itu bukanlah tandingan dari tombaknya yang tercipta dari ribuan volt petir alami. Ia memutar tombaknya, hingga mata tombaknya itu menghunus tepat pada Baji yang meringkuk di depannya.
Namun belum sempat menusuk Youkai Babi tersebut, gangguan kembali datang berupa tongkat emas raksasa yang berniat menghantamnya. Sekali lagi, Dewa itu menepis serangan itu dengan mudahnya.
" Tch Tch dasar kera nakal … kau pikir tongkat tahi mu ini bisa apa ?! " Sun Wukong masih melayang di atas memberikan kekuatan tambahan untuk menekan tongkat emasnya yang hanya ditahan dengan ujung tumpul dari tombak Indra.
" Kheh, tombakmu itu memang luar biasa Indra – sama. Tapi, kau lupa bahwa aku tak bertarung seorang diri "
Wu Chin dan Sasuke dalam mode raksasa mereka masing – masing serentak mengayunkan kepalan tinju raksasa menuju Indra, yang telah membentuk pula tombak petir di tangan kirinya. Membentuk garis horizontal, tombak itu kembali menahan serangan yang menuju pada sang Dewa.
Indra mengeluarkan senyuman mirip penuh ke aroganan melihat keempat serangan dapat ia tahan dengan mudah.
" Belum selesai Indra – sama " Yasaka dalam wujud Kyuubi nya entah sejak kapan telah berada di paling depan, hanya meter dari Indra. Berbeda dengan yang lain, Yasaka kali ini mengumpulkan energy kegelapan di depan moncongnya, membentuk sebuah bulatan energy yang kental akan daya hancur.
Indra masih belum bergerak, sama sekali tak gentar atas ancaman yang datang dari Youkai terkuat.
Bijuudama
Sedetik begitu Yasaka melepaskan teknik penghancurnya, Wu Chin dan Sasuke segera menarik tangan mereka, Sun Wukong juga bergerak cepat mengambil Baji yang masih sedikit merintih menjauh dari Indra.
" Meledaklah ! " teriak Yasaka mengeluarkan tatapan berbinar begitu melihat lawan mereka sama sekali memiliki kesempatan untuk menghindar. Dewa penguasa Svargaloka itu tersenyum maniak mendengar tawa Yasaka, kedua tombaknya ia gabungkan menjadi tongkat panjang, dan dalam gerakan yang begitu cepat, ia menepis Bijuudama itu menggunakan tongkatnya hingga terpental jauh ke belakang dan menghasilkan ledakan besar jauh di belakang.
" Kalian tak berpikir, serangan sampah seperti itu untuk melukaiku bukan ?! " tanya Indra congak. Melihat Sun Wukong yang paling dekat dengannya, Indra segera melemparkan tongkatnya tersebut begitu cepat sehingga legenda Youkai itu hanya dapat memilih bertahan menggunakan tongkat saktinya.
Sepintas terlihat sebuah laser biru yang menabrak tongkat tersebut sebelum sampai pada dua legenda Youkai itu yang menyebabkan ledakan besar diikuti asap tebal.
DUARRRRRR
" Kakak Pertama!/ Sun Wukong! " teriak Wu Chin dan Yasaka bersamaan melihat Sun Wukong dan Baji berada dalam asap tebal tersebut.
WUSSH
Dalam sekali kibas, asap tebal itu menyingkir menunjukkan Sun Wukong dan Baji yang telah kembali berdiri di samping Sasuke. Keduanya masih dapat berdiri, walaupun setengah tubuh mereka menderita luka bakar hebat.
" Kerja bagus Uchiha! Jika tidak karena pedang petirmu, tongkat emasku pasti telah hancur " ujar Sun Wukong
Sasuke hanya mendengus. Dengan Sharinggannya ia dapat memprediksi gerakan Indra, dan dalam waktu sempit tersebut, ia melemparkan pedangnya.
Prok Prok
" Kerja sama yang bagus … kerja sama yang bagus ! " Indra memberikan tepuk tangan mengejek. Di sekitarnya telah dikelilingi dengan lingkaran sihir yang mengeluarkan percikan petir sesekali.
" Apa kalian telah siap untuk kalah ?! "
Mendengar itu, Sasuke tersenyum miring, Susano'o nya membentuk dua pedang petir kembali, sepasang sayap raksasa di punggungnya membentang ke belakang " Sudah kukatakan bukan ?! Kami di sini untuk memperbudakmu ! "
Dalam waktu yang bersamaan saat Sasuke mengepakkan sayapnya, Indra melepas puluhan ribu volt dari salah satu lingkaran sihirnya. Uchiha terakhir itu hannya menepis teknik Indra menggunakan pedangnya. Tak ingin kalah, kali ini 5 lingkaran sihir di sekitar Indra bersinar terang, tidak seperti sebelumnya kali ini listrik yang dimuntahkan dalam bentuk laser.
Melihat itu, Sasuke dengan cepat terbang ke atas, namun laser itu tetap mengejarnya walaupun Sasuke telah terbang dengan beberapa gerakan manuver. Terlebih, saat ini Indra juga tengah menghadapi tiga bersaudara Youkai yang mengawal biksu ke barat. Serangan petir yang dikeluarkan Indra seakan memiliki nyawa sendiri, dan telah benar – benar ditargetkan untuk menyerang yang ditargetkan.
Yasaka tak tinggal diam, ia juga terus menyemburkan api kepada Indra yang masih dapat dengan santai menghindari setiap serangan yang ditujukan padanya, bahkan beberapa kali dewa itu membalas dengan menembakkan laser dari jari – jarinya yang beberapa kali membuat Baji dan Wu Chin harus terdorong mundur.
Indra melompat pelan menghindari sapuan dari pengawal setianya, Baji yang telah bertransformasi kembali menjadi babi liar raksasa telah berada di udara siap menyundulnya, namun dengan apik, ia memutar tubuhnya dan memberikan tendangan menukik pada punggung Baji hingga membuat Youkai Babi itu terbenam di lantai. Akan tetapi, dewa itu sedikit lengah, serangan di udara tak berhenti di sana. Wu Chin telah membentuk tangannya menjadi palu raksasa lalu berhasil menghantam Indra hingga terpental sekitar 10 meter, tak berhenti di sana Yasaka yang telah memprediksi itu telah tepat berada di belakang Indra, dengan ke Sembilan ekornya menyatu untuk membanting sang Dewa
BUM
Indra tak berkutik, tubuhnya segera terhempas. Berhasil dengan serangan kombo mereka, keempat Youkai itu kembali pada posisi awal, begitu melihat Indra mengeluarkan teknik hingga membuat seluruh langit area dimensi itu tertutupi oleh awan badai.
" GUAHAHAHAH ini menyenangkan ! Bahkan aku tidak mendapatkan begitu banyak kesenangan seperti ini saat menghadapi Loki ! "
Awan – awan badai di sekitar mereka mulai mengeluarkan guntur, beberapa kilat mulai terlihat.
" Terima – " ucapan Indra terputus begitu merasakan kesakitan tiada tara yang menembus perutnya.
STAB
" ohok! " Dewa penguasa Svargaloka itu jatuh berlutut mengeluarkan air liur begitu banyak begitu menyadari sebuah panah terbentuk dari petir raksasa telah menancap dirinya.
" Terima kasih atas energinya dewa bodoh " Keempat Youkai yang terkejut melihat keadaan Indra berpaling ke atas menemukan Sasuke yang mana Susano'o nya tengah mengenggam sebuah senjata yang seperti busur, terlihat sebuah anak panah yang menyerupai tombak raksasa tengah digenggam erat, dan petir – petir dari awan badai itu pun terserap ke dalamnya.
" Berkat kau aku dapat mengeluarkan teknik sekuat ini ! "
Sasuke kembali menembakkan panah tersebut, tidak ada suara, karena frekuensinya suaranya melebihi apa yang dapat didengar oleh para makhluk.
Electro Maxima
Namun, kali ini Indra berhasil menahan serangan tersebut. Teknik yang pertama kali ia keluarkan merupakan serangan petir yang dapat menyerap petir lainnya, alhasil serangan itu menyerap panah petir Sasuke memperkuatnya dan langsung menuju Sasuke.
DUAAAAAAAAAAAARRRRRRRR
Ledakan terbesar terbentuk di langit dimensi tersebut membuat dimensi itu bergetar hebat.
Dari ledakan tersebut, sosok Sasuke jatuh dengan cepat. Aura Susano'o yang melindunginya telah hilang. Dengan sigap, Yasaka berhasil menangkap tubuh Uchiha terakhir itu sebelum sempat jatuh ke tanah.
Sun Wukong menggertakkan gigi nya, begitu melihat Indra perlahan berdiri. Dengan luka tusuk dari panah petir Sasuke yang perlahan beregenerasi hingga benar – benar pulih seperti sedia kala. Melirik pada Sasuke, Uchiha terakhir itu dipenuhi luka bakar, namun masih dapat mempertahankan kesadarannya.
" Ini adalah akhir bagi kalian ! Aku akan mengeluarkan seperlima energiku dalam serangan ini "
Electro Maxima
Sebuah teknik yang sama, namun dengan kuantitas energy yang jauh lebih besar ditembakkan oleh Indra. Jika serangan itu tak ditahan atau dihindari oleh mereka hasilnya telah jelas mereka akan berakhir dalam kematian.
Menyadari itu, Wu Chin segera membentuk ratusan tembok pasir untuk menahan laju serangan tersebut. Tentu saja, serangan itu tetap meluncur cepat bahkan Bijuudama yang ditembakkan Yasaka tak berpengaruh apa – apa. Sun Wukong mengeratkan kepalan tangannya, sebuah keputusasaan mulai menyelimuti kelompok tersebut.
" Setelah ini, kalian mengerti mengapa kami pantas disebut sebagai DEWA ! "
Serangan petir penghancur itu telah berada dalam jarak satu meter. Sun Wukong dan yang lainnya hanya dapat melapisi tubuh mereka dengan senjutsu sebagai langkah perlindungan terakhir. Dalam keputus asaan tersebut, Sun Wukong melebarkan matanya begitu sebuah kilatan kuning, yang memberikan serangan untuk menahan serangan Indra.
Rey Space : Black Hole
DUARRRRRRRRRRRRRRR
XoX
Sebelumnya, di area pertempuran Naruto dan Loki.
Loki merilekskan lehernya, sama sekali tak terpengaruh setelah melihat perwujudan Naruto.
" Tak peduli tahapan Longinus apa yang kau miliki saat ini. Lumpur tetaplah sampah di lautan. Jangan bermimpi untuk menandingi kilau dari kami, para Dewa yang agung. " Dari ketiadaan, sebuah proyektil sihir membentuk sebuah tongkat yang memiliki ujung runcing, pada bagian tengah ujung runcing tersebut terdapat sebuah batu yang mengeluarkan cahaya kebiruan (Persis seperti tongkat Loki di Avengers 1 )
" Kunou – hime mundurlah terlebih dahulu. Keringatmu terlalu mahal untuk diteteskan hanya demi membunuh dewa bodoh ini " Kunou mengangguk kecil, walaupun dalam hati masih menahan kesal karena Naruto mengambil kesempatan untuk meraba pantatnya.
" Oi oi berhenti bertindak romantis dan mengejekku rendahan. Memiliki istri seorang ratu Kyoto sepertinya cukup membuatmu besar kepala. "
" Mah, setidaknya aku pernah menikah. Tak hanya tidur dengan sembarang gadis. Ah, jangan – jangan kau dibayar untuk tidur dengan banyak gadis ya … julukan dewa gigolo pasti tepat untukmu Loki – sama ~ "
" Kau sungguh pandai memancing emosi bocah. Mari selesaikan ! " Loki yang pertama melesat, dengan tongkatnya terhunus menuju dada Naruto yang hanya mengangkat tangannya.
3 Ekor Naruto langsung melesat ke depan menghalangi langkah Loki yang dapat dengan mudah Dewa itu hindari, Hanya sedetik ia telah berhasil berada di samping kiri Naruto tepat di titik buta sang iblis muda yang membuat mata Kunou melebar. Ratu baru Kyoto itu dapat melihat dengan jelas seringai sadis Loki yang langsung menebaskan bagian tajam dari tongkatnya untuk membelah dua suaminya.
Namun, tebasan itu hanya melewati Naruto seakan tubuh sang pemuda itu hanyalah angin lalu. Kunou menghembuskan nafas lega melihat hal itu sementara Loki menyipitkan matanya merasakan bahaya yang datang, tanpa melihat ia melompat mundur membuat jarak antara ia dan musuhnya sekitar 50 meter. Seringai di wajahnya tak pernah luput begitu melihat 3 ekor Naruto hanya berakhir merusak lantai tempat ia berdiri sebelumnya.
" Kau lebih leluasa mengirim dirimu ke dimensi lain huh ?! Kalau begitu bagaimana jika aku terus membombardirmu dengan serangan energi dan saat bersamaan menyerang fisik ?! " Loki merealisasikan dugaannya dengan menciptakan 4 lingkaran sihir di depannya yang secara terotomatis menembakkan laser – laser keunguan yang memiliki daya rusak tinggi, tak berhenti di sana adik dari Dewa Thor itu juga ikut melesat menuju Naruto tanpa sedikitpun terpengaruh oleh serangan yang ia keluarkan.
3 Ekor lain yang muncul membantu 3 ekor yang pertama. Naruto tersenyum tipis melihat bagaimana Loki yang dikenal sebagai Dewa Valhalla yang jenius dalam strategi mulai menunjukkan sisi kekeraskepalaannya karena kesombongan dan amarahnya.
6 Ekor yang sekarang berada di sekitar Naruto, bergerak aktif untuk menahan, menghilangkan, dan bahkan mengubah arah dari serangan – serangan Loki, beberapa kali Loki juga harus menghindar begitu salah satu ekor yang ia saksikan sendiri dapat menghilangkan serangannya mengincarnya.
Tanpa bersuara, dan hanya melalui pikiran 4 lingkaran sihir di belakang Loki bergabung membentuk lingkaran sihir yang jauh lebih besar, diameternya menjadi dua kali lipat dari sebelumnya dan tanpa aba – aba yang jelas lingkaran sihir itu memuntahkan sebuah laser raksasa yang melesat lurus menuju Naruto dan Loki.
DUAAAARRRRRRRRRR
Ledakan hebat kembali mengguncang dimensi tersebut, kawah yang sebelumnya diciptakan Naruto telah tiada karena sekelilingnya telah rata kembali, dan daerah yang menjadi jalur serangan tersebut terbakar hingga gosong, hanya satu diameter kecil di sekitar Naruto yang tak terjadi apa – apa.
Loki yang bersembunyi di balik tanah mendecih tak senang begitu melihat Naruto mulai membuka ke Sembilan ekor yang melindungi pemuda pirang itu dari serangannya.
" Kheh bahkan serangan tak terduga dengan kapasitas mana besar juga tak berguna huh … tapi aku mengerti satu hal. Ekor – ekormu saat ini bukan hanya perwujudan dari kemampuanmu menyerap senjutsu melainkan mewakili setiap spesialisasi dari Longinus yang kau miliki. Aku telah mendengarnya dari wakil Ophis, bahwa saat ini kau memiliki 3 Longinus. "
" Nah, aku hanya memiliki 1 Longinus. Keberuntungan membuatku dapat menggunakan kemampuan dari 2 Longinus lainnya " ujar Naruto tenang, ke Sembilan ekornya berayun – ayun ria di sekitarnya.
Loki mengeratkan genggaman pada tongkatnya dan kembali menunjuk Naruto " Kalau begitu, akan kuhajar kau hingga babak belur, dan dengan tongatku ini akan kujadikan kau budakku untuk menambah kekacauan di dunia ini Huahahaha "
Naruto dan Kunou hanya dapat memasang wajah blank mendengar tawa menjijikkan dari Loki.
Batu permata yang berada di tengah tongkat Loki menyala terang cukup membuat Naruto berkedip karena kilauannya, dan dalam waktu sesingkat itu Loki telah melesat hingga berjarak 1 meter dari lawannya. Dengan gerakan cepat ia mengangkat tinggi tongkatnya ingin menebas vertical Naruto dari depan.
Trang
Dewa itu mendecih kesal setelah menerima senyuman mengejek dari lawannya pasca berhasil menahan tebasan Loki. Salah satu ekor di belakangnya telah bergerak untuk menyerang Loki, namun sebelum itu terjadi sebuah lingkaran sihir yang bergerak sendiri mengeluarkan puluhan laser dengan kecepatan tinggi pada ekor tersebut. Hal yang sama terjadi pada ekor – ekor lain, total terdapat 9 lingkaran sihir yang bergerak aktif menyerang setiap ekor Naruto, membuatnya sibuk sehingga memaksa Naruto untuk bertarung fisik.
" Kau pikir aku begitu bodoh untuk terus terpengaruh oleh ekor bodohmu itu rendahan ! " memanfaatkan sisi licin dari tongkatnya, Loki berhasil memberikan luka gores kecil pada bahu kanan Naruto. Melihat celah terbuka itu, Loki terus menyerang dengan brutal, setiap peraduan senjata terjadi ia selalu memanfaatkan sisi licin dari tongkatnya untuk mengubah jalur senjatanya hingga berhasil memberikan 12 goresan di tubuh Naruto. Setiap Naruto berusaha menjauh, maka Loki akan langsung mendekat dan menyerang secara brutal kembali.
Trang
Kunou yang melihat bagaimana Loki mendominasi pertarungan itu melebarkan matanya karena suaminya kembali jatuh pada trik yang sama.
Loki tersenyum licik mendengar peraduan antar senjata mereka kembali terjadi, melihatwajah Naruto yang berkerut membuatnya semakin yakin untuk menyerang langsung. Seperti sebelumnya, ia memanfaatkan sisi licin dari tongkatnya, dan kembali –
Jrash
Pikiran Loki blank sesaat, iris hitamnya melebar melihat sebuah pedang yang kini tertancap di bahu kanannya.
" Arrggh "
Loki dengan segera melakukan tendangan melayang yang berhasil diblok Naruto dengan menyilangkan tangannya di depan dada. Namun, hal itu telah cukup untuk Loki melompat menjauh. Pedang yang menancap di bahu nya terjatuh karena lompatannya itu dan dengan segera pedang itu diraih salah satu ekor Naruto dan membawanya kembali untuk digenggam sang pemilik, menunjukkan Naruto menggunakan dua pedang.
" Teknik pedang yang bagus Loki – sama. Namun, teknik itu hanya akan menjadi boomerang jika lawanmu menggunakan dua pedang "
" Begitu rupanya ?! Kau sengaja membuatku memberi beberapa luka gores padamu sehingga membuatku berpikir bahwa aku berada di atas angin dan dalam kondisi yang tepat kau segera mensummon satu pedang di tanganmu memanfaatkan tubuhku yang condong ketika ingin menggoresmu sekali lagi, tangan kirimu bebas untuk menusuk bahuku dari bawah. "
' Dan lagi pedang yang menusukku adalah senjata Longinus Canis Lykaon. Lukanya begitu dalam dan sangat sulit untuk beregenerasi. '
Tambah Loki dalam batinnya. Harus ia akui, keadaannya sekarang benar – benar terjepit, ia memang memiliki mana melimpah hingga mampu sedari tadi melakukan serangan – serangan sihir berbasis energy dalam kapasitas besar. Namun, lawannya kali ini hanya dengan menggerakkan ekornya saja telah mampu untuk menepis salah satu kekuatan terkuatnya.
" Apa kau masih memiliki teknik lainnya Loki – sama ? Waktuku tipis di sini " ujar Naruto bersedekap dada, ke Sembilan ekornya masih terus aktif menahan setiap serangan dari lingkaran sihir Loki. Kedua pedangnya ia tancapkan ke tanah.
"Brengsek kau ! " Loki kembali berniat menyerang dengan mengangkat tangan kanannya akan tetapi sebelum hal itu terjadi sebuah kesakitan yang luar biasa ia rasakan pada tangan kanannya yang sedang mengenggam tongkat pusaka nya.
Sring
Hanya dengan melihat kilat kuning itu, Loki menyadari bahwa kesakitan itu datang dari tangan kanannya yang telah terpisah dari tubuhnya. Dewa itu hanya dapat meringis mendapati tatapan menusuk dari wajah Naruto yang sedikit terciprat dari tangannya yang telah putus.
BUAAK
Naruto menendang keras perut Loki, membuat sang Dewa untuk jatuh berlutut. Kepala Dewa itu mendongak, tangan kirinya naik ke atas membuat ke Sembilan lingkaran sihirnya berkumpul menjadi lingkaran sihir berukuran raksasa yang kini tengah memayungi daerah sekitar mereka.
" Jangan pikir aku kalah rendahan ! "
Tepat, ketika Loki berpikir akan melepas teknik penghancurnya. Lingkaran sihir itu memudar begitu saja.
" Sepertinya kau lupa siapa guruku Loki – sama " ujar Naruto sarkatis, ekspresi innocent ia tunjukkan begitu mengangkat tangan kanannya, dimana jari telunjuk, tengah, dan manisnya tengah memasukkan formula pada sebuah lingkaran sihir kecil. Loki melebarkan matanya melihat hal itu.
" Selamat tinggal, Loki – sama " bisik Naruto rendah, dengan kedua tangannya yang bergerak hendak menepuk.
Clap Stunner
Mulut Loki terbuka lebar, namun tak ada suara terikan yang keluar. Perlahan tubuhnya jatuh tertelungkup dengan mulutnya yang mengeluarkan busa – busa kecil. Satu tepukan tangan dari Naruto mematikan fungsi otaknya.
Iblis muda yang telah berhasil mengalahkan Loki itu bernafas tersendat – sendat. Perlahan aura emas yang menutupinya menghilang, dan ia juga jatuh terduduk. " Membangkitkan salah satu mode terkuat, membentuk beberapa avatarasu,dan lagi menggunakan Kankara Formula. Tubuhku benar – benar akan kehabisan energy sekarang "
Kunou tersenyum kecil melihat hasil pertarungan itu. Ia berjalan pelan menuju Naruto yang masih belum menyadari kehadirannya. Istri Naruto itu meraih tongkat dari tangan Loki yang terpotong dan membawanya kepada sang suami.
" Ini tujuan utamamu untuk melawan dewa Loki bukan ? " ujar Kunou mengulurkan tongkat tersebut pada Naruto yang akhirnya menyadari sang istri telah berada di sampingnya. Narutomengambil tongkat tersebut dan setelah memeriksanya sebentar, ia menyimpannya pada dimensi penyimpanannya. Menatap kembali istrinya, ia telah disuguhkan sebotol air mata Phenex dan juga selembar sapu tangan.
Naruto menerima itu dengan senyum kecil, dan langsung menegak air mata Phenex. Tangannya yang memegang sapu tangan itu naik untuk bergerak cepat mengusap keringat yang membanjiri wajahnya, akan tetapi gerakannya terhenti begitu Kunou menangkap tangannya. Gadis rubah itu tersenyum lembut membalas tatapan bingung Naruto, dan kemudian gadis itu mulai menuntun tangan Naruto untuk mengusap bulir – bulir keringat itu dengan perlahan.
" Kau selalu memaksakan dirimu Naruto – san … pantas saja Seekvaira – san dan Ravel – san selalu menasihatimu. Kushina – Kaa sama juga pasti akan marah jika melihat keadaanmu seperti ini Naruto – san "
" Eh? " Kunou melepaskan genggaman tangannya pada Naruto, lalu berdiri dengan kedua tangan yang mendarat di sisi pinggang rampingnya.
" Jangan cuma 'eh' saja Naruto – san ! Kau harus lebih memperhatikan kesehatanmu sendiri, aku tahu kau cukup kuat untuk berhadapan dengan Loki – sama, namun dengan keadaanmu saat ini kau hanya membunuh dirimu secara perlahan " Kunou melanjutkan nasihatnya, melihat sang suami yang telah tertunduk dengan sebuah anggukan kecil membuat gadis itu menghela nafas.
' Benar seperti yang dikatakan Ravel – san. Sifat keras kepala Kushina – kaa sama diwariskan padanya '
" Terima kasih Kunou – hime atas kekhawatiranmu dan …. maaf karena tadi tanpa izin menyentuh bokongmu " ujar Naruto tersenyum kecil, yang mana pada bagian akhirnya ia memalingkan wajah dan menggaruk pelan pipinya yang bersemu merah.
Hal itu sudah cukup membuat Kunou bungkam, niatan untuk melanjutkan ceramahnya segera terhenti.
" Y – yang terpenting kau mengerti kesalahanmu dan jangan mengulanginya lagi " Kunou mengutuk dirinya sekarang, bisa – bisanya ia tergagap di depan suaminya sendiri. Naruto tersenyum kecil, dan melompat bangkit. Dalam satu jentikan, tubuh Loki menghilang begitu saja, diteleport entah kemana.
" Masih terlalu cepat untuk bersantai Kunou – hime. Musuh berikutnya jauh lebih berbahaya " Naruto mengulurkan tangannya kepada istrinya, bermaksud untuk membawanya dengan berteleport.
Kunou mengangguk paham, ia meraih uluran tangan Naruto dan mengenggamnya erat " Akan kuperlihatkan hasil dari ajaran Ophis seminggu terakhir ini ! "
Sring
XoX
Indra berhenti tertawa begitu melihat ledakan besar yang harusnya membunuh semua lawannya kini terserap oleh sebuah benda yang tak ia mengerti. Irisnya menyipit begitu melihat dua figure baru yang datang, keduanya saling bergandengan tangan. Dimana sosok pria diselimuti aura keemasan sementara sosok gadis mengeluarkan aura putih pekat.
Aura putih yang menyelimuti Kunou semakin pekat begitu ia melihat sekeliling dimana Kaa – samanya tengah jatuh berlutut dalam keadaan lemas, 3 Youkai legenda lain keadaannya hampir menyamai sang ibu sementara Sasuke kini telah berdiri walaupun masih sedikit bergetar.
" Kunou kah … Kaa – sama senang kau selamat " Yasaka yang pertama kali menyadari kehadiran putrinya tersenyum kecil. Mendengar itu, Kunou berlutut dan menuntun ibu nya untuk rebahan " Beristirahatlah sebentar Kaa – sama "
Naruto melirik Sun Wukong, Baji, dan Wu chin satu persatu sebelum tatapan jatuh pada sang Knight dalam evil pieces nya. Dapat ia lihat Sasuke telah kembali prima setelah meminum sebotol air mata Phenex yang entah ia dapat darimana.
" Aku mendapatkannya dari pasar gelap sebagai antisipasi " ujar Sasuke seakan mengerti jalan pikiran Naruto.
Naruto tersenyum lebar " Baguslah, dengan begitu kau dapat membantuku bukan ? "
Sun Wukong yang mendengar itu melebarkan matanya " Naruto, lebih baik kita mundur dulu. Kami bertiga tak dapat membantumu dengan optimal "
Naruto menggelengkan kepalanya pelan " Tak perlu khawatir Sun Wukong – sama. Kami yang tersisa di sini akan memberikan waktu yang cukup bagi kalian ber empat untuk beristirahat. Untuk nanti, kita akan memperbudaknya "
" Oi – oi kau mengatakan itu tepat ketika aku berada di hadapan kalian ! " hardik Indra.
" Ta –"
" Sudahlah kera tua. Ikuti saja ucapan Naruto, terlebih kondisimu saat ini jelas menunjukkan kau butuh istirahat. Kami akan memberikan kalian 10 menit untuk memulihkan diri " Sasuke memotong cepat usaha Sun Wukong, pemuda itu berdiri di samping Naruto saat ini dengan katana nya yang telah tak tersarung.
Kunou dengan aura putihnya yang kini mengeluarkan tekanan besar juga ikut berdiri di samping suaminya. Naruto yang melihat istri dan knightnya telah bersiap tersenyum lebar dan segera berteriak " KITA MULAI ! "
Naruto dan Sasuke segera melesat cepat menuju Indra yang telah kembali membentuk sepasang tombak petirnya. Sasuke yang pertama sampai segera menebaskan katana nya yang telah ia selimuti dengan amaterasu, usahanya ditepis oleh Indra yang memiringkan tombaknya hingga membuat sang Uchiha sedikit bergeser dan dalam momentum pendek itu, Indra sempat menendang perut Sasuke hingga membuat Uchiha itu terseret mundur beberapa meter, dan saat itu pula Naruto datang menggunakan Canis Lykaon nya untuk menebas tombak tersebut. Indra menggunakan tombaknya yang sebelumnya ditebas Sasuke untuk menahan serangan tersebut. Dengan tombaknya yang mulai terselimuti oleh api amaterasu membuat Naruto hanya melompat mundur, namun keduanya tak menyerah begitu melihat Indra membuang tombaknya yang benar – benar telah dilalap amaterasu, mereka bersamaan menyerang, ancaman yang datang dari depan dan belakang tak membuat Indra gentar, dalam waktu yang amat pendek, tepat sebelum masing – masing senjata Naruto dan Sasuke menyentuhnya ia menunduk, membuat serangan serentak itu gagal. Dan kemudian, yang tak disangka adalah dari pundak Indra tumbuh sepasang tangan kekar yang segera menangkap pergelangan kaki Naruto dan Sasuke.
" Sial ! " umpat Naruto dan Sasuke bersamaan. Indra tanpa membuang waktu segera membenturkan kedua pemuda tersebut dan melempar mereka jauh. Tak berhenti di sana, ia turut melemparkan tombak petirnya.
DUAARRR
Sebelum sempat mencapai Naruto dan Sasuke, tombak itu meledak terlebih dahulu begitu bertabrakan dengan sebuah uap tebal. Indra melebarkan matanya melihat ke depan, mendapati Kunou yang telah bertransformasi menjadi Kyuubi berbulu putih." Kau melupakanku Indra – sama " ujar Kunou menyusutkan kembali tubuhnya pada ukuran manusia, surai pirangnya telah menjadi putih layaknya salju.
" Bagaimana mungkin kau memiliki aura naga dalam tubuhmu rubah kecil ?! " tanya Indra tak percaya. Kunou tentunya tak akan menjawab hal itu, ia segera menghembuskan api dalam intensitas besar.
Berbeda dengan Yasaka yang menghembuskan api berwarna orange yang begitu panas, Kunou menghembuskan api yang berwarna putih yang menyebarkan aura dingin dan sesak.
' Lebih baik aku menahannya terlebih dahulu ' batin Indra menembakkan beberapa tombak petir. Penguasa Svargaloka itu kembali melebarkan matanya taktala tombak – tombaknya membeku begitu bersentuhan dengan api Kunou, dan perlahan tombaknya menyusut hingga membuat ledakan kecil.
sring
Iris mata Indra dengan cepat menangkap kilatan kuning tersebut, dan dalam sekejap Naruto telah membawa Sasuke dan Kunou lebih dekat pada Indra. Iris sang Dewa dapat menangkap terdapat aksara aneh di lantai yang pernah Naruto injak.
Rasengan Barrage
Naruto menyerang terlebih dahulu, tak tanggung – tanggung ke Sembilan ekornya telah mengenggam masing – masing gumpalan energy senjutsu sebesar bola sepak.
Indra menahan tiga ekor yang menyerang dari depan menggunakan tombak petirnya yang dipegang Horizontal, 3 lainnya juga ditahan menggunakan yang sama di belakang sementara sisanya ia tahan menggunakan lingkaran sihirnya di kiri dan kanan.
" Mati ! "
Sasuke yang entah sejak kapan telah melompat tinggi dengan katana terbalutkan amaterasu yang menghunus ke bawah. Indra tak berbuat banyak, hanya mengeluarkan siulan sebuah Barrier berbentuk kubus segera menyelimutinya mementalkan Sasuke dan Naruto yang berada di dekatnya.
Naruto dan Sasuke berhenti terdorong begitu masing – masing mereka menancapkan senjata mereka pada lantai, kini yang berada paling dekat dengan Indra hanyalah Kunou yang kembali menghembuskan api putihnya.
Indra melompat keluar dari kekkainya begitu melihat kekkainya mengalami hal yang sama dengan tombaknya begitu bersentuhan dengan api putih Kunou.
" Kheh, jika kau hanya dapat menyemburkannya, maka hanya yang perlu kulakukan hanyalah menghindar ! "
" Sayang sekali, aku tidak hanya dapat menyemburkannya " Kunou merentangkan kedua tangannya ke depan, aura putih segera menyelimuti kedua tangannya dan dengan cepat percikan api keputihan menyelimuti kedua tangannya membentuk rupa seekor naga yang memiliki telinga rubah.
" Fox Dragon Mode, adalah sebutanku untuk kekuatan Kunou – hime saat ini. Berkat latihan dengan Ophis, ia dapat menyinkronkan energy alami naga dan youkai Kyuubi hingga membentuk kemampuannya sendiri. Dalam mode ini, kekuatan Kunou – hime sejajar dengan para Beast God. Yang artinya, Kunou – hime adalah ratu terkuat Kyoto sepanjang masa " jelas Naruto bersedekap dada. Senyuman bangga terpatri di wajahnya begitu melihat istrinya itu mulai melesat maju menuju Indra.
" Kau tidak akan membiarkan istrimu bertarung sendirian bukan Dobe ? " tanya Sasuke sarkatis, konsentrasi amaterasu yang menyelimuti pedangnya meningkat hingga melebihi ukuran pedangnya sendiri.
Naruto tersenyum lebar menanggapi itu dan kemudian berteriak " Tentu saja tidak ! "
Sring
Indra semakin kewalahan begitu Naruto dan Sasuke muncul di samping Kunou, membantu gadis rubah itu dalam bertarung. Setiap serangan dari Naruto dan Sasuke dapat ia tahan dengan mudah, namun jika Kunou yang menyerang ia segera menghindar cepat.
Indra melesat jauh ke belakang sambil melontarkan bola – bola petir yang sangat destruktif.
Kunou dengan segera menggunakan api putih di tangannya untuk menghentikan bola – bola tersebut, tak semua dapat ditangani Kunou, sebab bola itu bergerak sendiri menargetkan masing – masing dari mereka.
Sasuke segera membentuk Susano'o nya, masih dalam wujud setengah badan yang mengenggam sebuah senjata layaknya busur, begitu tangan Susano'onya itu bergerak belakang, menarik tali busur seluruh bola petir di sekitarnya segera terserap membentuk anak panah yang segera ditembakkan menuju Indra.
Fuuton : Rasen Shuriken
Berbeda dengan yang lain, Naruto harus menghancurkan bola – bola petir itu menggunakan varians baru dari rasengannya. Ketika menyerap senjutsu, secara tak langsung ia menjadi seekor Youkai Kyuubi, dan elemen yang ia miliki dalam keadaan tersebut merupakan angin. Dari konsep tersebut, Naruto mengembangkan rasengannya.
" Keparat! "
Indra naik pitam melihat keadaan musuh yang mulai mendominasi jalannya pertarungan. Dalam situasi tersebut, tekanan energy yang Indra keluarkan begitu besar hingga sanggup membuat dimensi tersebut bergetar hebat dan membuat Naruto, Sasuke, dan Kunou sedikit terpengaruh. Tekanan energy itu pula membuat seluruh langit di dimensi tersebut memanas dan akhirnya awan badai kembali tercipta diikuti guntur yang membuat suasana semakin horror.
" Terimalah hukuman atas kebodohan kalian semua "
Terlihat petir – petir mulai mengumpul pada satu awan yang menyelimuti daerah mereka berdiri saat ini.
" Apiku tak akan cukup untuk menetralisirnya Naruto – san ! " ujar Kunou
" Berteleport juga percuma, daya rusaknya mencakup seluruh dimensi ini. Dan terlebih aku tak dapat meninggalkan yang lain di sini "
" Pilihan satu – satunya hanyalah melindungi diri sendiri " bisik Sasuke membangkitkan kembali Susano'o humanoidnya. Kunou juga telah bertransformasi menjadi Kyuubi berbulu putih dan mulai menyelimuti dirinya sendiri menggunakan ke Sembilan ekornya. Naruto menggertakkan giginya mulai berpikir bagaimana melindungi Yasaka, Sun Wukong, Baji , dan Wu Chin.
" Jangan menunggu untuk diserang ! " teriakan itu membuat Naruto tersentak, matanya melebar begitu melihat Baji dalam wujud babi raksasanya melesat cepat melewati dirinya. Sun Wukong yang terbang dengan awan emasnya menyusul " Kami akan menghambat ia mengeluarkan teknik penghancur pamungkasnya itu Naruto, dalam tenggang waktu itu, aku percaya kau dapat membentuk keputusan yang lebih baik "
Sun Wukong mencabut beberapa bulu di kepalanya dan dengan pelan menghembuskannya membentuk ratusan klon dirinya. " Misinya adalah hentikan Indra – sama ! "intruksi Sun Wukong
" Siap ! " seluruh klon Sun Wukong segera mengenggam tongkat mereka masing – masing membentuknya dalam ukuran paling besar dan serentaknya menghempaskannya menuju Indra yang masih berdiri tenang. Kekkai keunguan segera menyelimutinya dan membuat segala upaya itu gagal, Kunou yang melihat itu berniat membantu namun sebelum itu sempat terjadi, satu awan besar segera menembakkan petir raksasa mengelilinginya membuat ia terperangkap.
" Kali ini tak akan kubiarkan serangga kecil sepertimu menganggu ! "
TRANGG!
Kekkai itu masih tetap bertahan kokoh walaupun sebuah panah astral kebiruan menabraknya keras. Indra tersenyum sadis pada Sasuke begitu mengenal panah tersebut.
" Kalau begitu aku yang akan melakukannya ! " Sasuke terus menembakkan panahnya berulang kali, namun semuanya terpental.
" Akan kubantu Uchiha – kun ! " Yasaka yang telah beristirahat datang membantu membombardir kekkai tersebut bijuudamanya. Namun, tetap saja kekkai itu tetap berdiri kokoh.
Angin, kilat, dan guntur di sekitar mereka menunjukkan bahwa persiapan akan teknik pemusnah pamungkas Indra telah benar – benar siap.
" Wu Chin – sama, selimuti seluruh daerah ini dengan pasirmu ! " itulah keputusan yang Naruto buat. Tanpa berniat menolak, Wu Chin segera mematuhinya menguraikan pasir yang membangun tubuh raksasanya dan bergerak untuk menyelimuti semua daerah di sana termasuk menyelimuti para rekannya.
" Bodoh ! " Indra berteriak sadis " pasir – pasir itu tak berguna bagi petir agungku. Rasakanlah kematian yang sesungguhnya "
Dalam satu hentakan tangan ke bawah, sebuah petir yang layaknya pillar biru yang turun dari langit dengan cepat turun. Frekuensinya melebihi apa yang dapat diterima oleh telinga setiap makhluk dan akhirnya
Ledakan besar menjadi akhirnya
DDDUUUUAARUARRRRRRRRRRRRRRR
Suasana hening seketika, dimensi yang memiliki luas satu benua itu hancur berantakan, sebuah kehancuran yang tak terbayangkan. Dan di tengah kehancuran tersebut, Sosok Indra masih berdiri tegak dengan senyuman puas melebar di wajahnya. Kekkai yang kini berwarna kemerahan perlahan retak dan dengan cepat menghilang. Menatap sekelilingnya hanya terdapat debu – debu hasil dari petirnya yang menghancurkan segala batuan yang menyusun lantai tersebut.
" Kalian lihat bukan ?! aku men – Apa ini ?! " Sahutan kemenangan itu tergantikan oleh jerit ketidakpercayaan begitu melihat debu dan pasir di sekitarnya mulai menggerogoti tubuhnya, memerangkap tubuhnya.
" Rencananya berhasil seperti yang kau buat Naruto – san " Indra mengernyit begitu sebuah suara datang dari pasir yang memerangkapnya. Melirik ke atas, ia dapat melihat pasir yang membelenggunya membentuk tubuh Wu Chin yang berbentuk sedang mengenggam dirinya.
Dari ketiadaan, Naruto dan yang lain melompat keluar. Aura emas yang menyelimuti tubuh Naruto telah menghilang, begitupula Kunou dan Sasuke yang telah kembali seperti semula. Dari semuanya, terlihat Naruto yang paling lemas.
Melihat itu, Indra akhirnya paham
" Aku tahu sekarang ! Pasir di akhir tadi hanya untuk menutup pandanganku. Dalam waktu singkat kau menteleport yang lain selain Wu Chin ke dimensi lain. Tujuannya agar Wu Chin memanfaatkan pasir – pasir yang melimpah di sini akibat seranganku. "
" Kau benar sekali Indra – sama. Sejak awal, Wu Chin – sama tidak banyak terlibat pertarungan karena kuminta untuk menghemat energy untuk melakukan strategi terakhir ini " balas Naruto mengkonfirmasi dugaan Indra dengan nafas terputus – putus.
" Sayang sekali bocah ! Walau dengan pasir sebanyak ini, tetap tak akan mampu … " Indra mulai mengumpulkan lagi awan hitam dan dalam sekejap pilar Listrik menghantam dirinya membuat tubuhnya dipenuhi oleh energy listrik akan tetapi dalam sekejap aliran listrik itu menghilang dan berbalik menyentrum Indra.
Naruto dengan nafas tersengal menyeringai miring melihat keadaan Indra " Kau tahu Indra – sama, semua elemen di dunia ini tidak bekerja secara mutlak. Walaupun kodratnya, petir dapat menghancurkan tanah, namun belum ada sejarah bumi hancur oleh petir. Seluruh pasir – pasir di sini menyerap energy petir tersebut, dan Wu Chin – sama dapat dengan mudah mengubah bentuk alirannya menjadi aliran statis yang berbalik menyentrummu "
Dalam keadaan tersetrum dari segala sisi, Indra menggertakkan giginya melihat seringai tersebut. Irisnya mengikuti gerakan Naruto yang mengeluarkan tongkat Loki dan menyerahkannya pada Sasuke.
' Apa yang direncanakan mereka ?! '
Sasuke yang menerima tongkat tersebut hanya mendengus, dalam satu sentuhan Naruto ia telah berada di depan Indra tepat menusuk ujung runcing tongkat Loki pada dada Indra.
" Apa kau pikir pengaruh manipulasi dari tongkat Loki berpengaruh padaku ?! " Indra tertawa mengejek " Setelah ini semua selesai, energiku akan kembali seperti semula dan kalian semua akan binasa. Binasa dalam kematian yang sangat menyakitkan ! " sumpah Indra
Mendengar itu membuat Sasuke tersenyum miring " Sumpah serapahmu tak berguna bagi kami. Mengenai tongkat Loki ini kau memang benar, itu tak cukup. Maka dari itu aku akan menambahkan ini " Iris kanan Sasuke bergerak cepat membentuk pola bintang.
Mangekyou Sharinggan : Tsukoyomi
Boost from Telos Karma Balance Break : Infinite Luck
Mangekyou Sharingan : Infinite Kotoamatsukami
Perlahan iris Indra berubah mengikuti alur dari pola mata Sasuke.
" Kini kau menjadi budakku " bisik Sasuke yang dibalas anggukan kecil Indra yang hanya menatap kosong. Melihat itu, Naruto menghembuskan nafas lega, lalu melirik pada Yasaka.
" Kaa – sama , aku akan menteleportmu kembali pada Ophis. Ia akan menyelesaikan sisanya. Aku dan Sasuke akan kembali ke Rumania untuk tak menyebabkan kesalahpahaman. Terima kasih atas kerja samanya Sun Wukong – sama, Baji – sama, Wu – Chin – sama dan tentunya kau juga … Kunou – hime " Yasaka, Baji, dan Sun Wukong segera menghilang dari tempat tersebut diikuti Wu Chin yang baru saja melepaskan Indra. Menyisakan Naruto bersama Kunou dan Sasuke yang menjaga Indra yang tengah ia kendalikan sekarang.
Kunou mengangguk kecil " Bagaimana dengan keadaan kelompok Gremory – san, Ravel – san juga berada di sana bukan ? "
" Mereka berakhir imbang, Sigrifierd dan Jeanne kini berada di tangan para budak Gremory sedangkan Sekiryuutei dan Rias Gremory ditangkap oleh Hero Faction. Kendati menang, Cao – Cao harus kehilangan mata kanannya yang tertusuk cakar naga Sekiryuutei. George yang sebelumnya terkapar setelah menerima ilusi Sasuke datang di menit – menit terakhir untuk membawa Cao – Cao dan Heracles pergi. Ravel juga telah mengkonfirmasi apa yang disampaikan klonku ini, dan berkat klonku itu mereka juga telah kembali bergabung dengan pasukan lain di Kyoto yang telah menawan pula Leonardo, pemegang Annihilation Maker " jelas Naruto panjang.
" Situasi dunia ke depannya akan semakin tak menentu " bisik Naruto.
" Untuk sekarang, aku akan kembali ke Kyoto dan mendiskusikannya lebih lanjut bersama Tengu – san " Naruto mengangguk kecil seraya menteleport istrinya.
Sasuke yang sedari tadi diam, membuka mulutnya " Nah, sekarang perintah pertama apa yang kita ingin dewa ini lakukan ? " ujar Sasuke menunjuk Indra dengan jari jempolnya.
XoX
" Apa maksud anda dengan melanjutkan rencana kita Indra – sama ?! " Cao – Cao benar – benar tak percaya ini, ketika mereka tiba dalam keadaan tak lengkap dan membawa dua sandera dari bangsa iblis, dewa yang menjadi mentor mereka malah memerintahkan untuk melanjutkan misi mereka.
" Seperti yang kukatakan Cao – Cao. Jika kita tidak bergerak sekarang, gejolak dari mitologinya akan menganggu kita. Lihat saja hasilnya, hanya dengan kehadiran Golden Boy itu kalian sudah kewalahan bahkan hingga membuat 3 anggota kalian tertangkap. Bahkan kau Cao – Cao sampai kehilangan mata kananmu. " Cao – cao, George, dan Heracles meringis begitu menerima tatapan tajam dari Indra.
Menatap pada Issei dan Rias yang pingsan, Indra melanjutkan " Tapi, langkah kalian untuk menyekap dua ini cukup brilian. Maksudku, kalian pasti akan menjadi incaran bangsa iblis karena telah menawan adik dari Lucifer dan Sekiryuutei. Mah, taka pa … aku sangat senang dengan keadaan dunia saat ini " ujar Indra yang diakhiri dengan tawa pongah.
" Maaf Indra – sama, tapi sebelum kami melarikan diri karena kehadiran Yasaka dan tiga legenda Youkai lainnya, kami telah sepakat untuk melakukan serah terima tawanan 3 hari lagi. Bangsa Youkai yang sejak 3 tahun lalu membentuk aliansi politik dengan bangsa iblis pasti akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan mereka kembali " Cao – Cao merendahkan nada bicaranya begitu menyampaikan informasi tersebut, tentu saja kehadiran Yasaka dan 3 legenda Youkai lain menjadi berita buruk baginya yang telah kehabisan stamina melawan Sekiryuutei yang baru saja membangkitkan kemampuan untuk berpromosi tanpa izin dari King.
" Terlebih, tanpa Leonardo, Siegrifierd dan Jeanne kami akan kesulitan untuk melanjutkan rencana kita " tambah George.
Indra mendengus mendengar itu
" Aku akan memberikan kalian kesempatan sekali lagi. Jika pada misi selanjutnya, kejadian seperti ini kembali terulang … tak akan ada pengampunan ! " selepas itu Indra berbalik membuat seluruh anggota Hero Faction tidak melihat iris matanya yang berpola bintang.
XoX
Seperti yang diperjanjikan, serah terima tawanan itu berlangsung dengan cepat. Begitu memperoleh kembali anggota mereka, Hero Faction segera melarikan diri dengan longinus Dimension Lost George. Rias dan Issei yang masih dalam keadaan tak sadarkan diri segera di bawa ke pusat penyembuhan di pusat teritori Gremory. Sirzech dan maou lainnya segera memutuskan bahwa Hero Faction merupakan musuh yang harus dibasmi dan sama berbahaya nya dengan Khaos Brigade.
Melihat semua kejadian itu dalam kilas cepat di layar kaca dimensinya, Ophis tetap datar. Vhisnu dan Alucard yang menemaninya mengangkat alis mereka melihat sang dewi naga tanpa batas berdiri membentuk retakan dimensi.
" Apa sudah saatnya untuk melanjutkan rencana Ophis ? " tanya Vhisnu kharismatik.
" Benar. Kali ini, aku akan menggantikan klonku yang kutitipkan pada kelompok Vali. Sesekali berperan sebagai yang diincar cukup menarik juga " jawab Ophis lebar tak seperti biasa. Dalam sekejap tubuh gadis kecil itu telah tertelan oleh retakan dimensi.
Sementara itu, di tempat lain
Seorang pemuda berjubah putih, ia yang dikenal sebagai wakil dari Ophis menggoreskan tangannya pada udara kosong dan seketika sebuah celah dimensi terbuka melontarkan Issei yang matanya tertutup.
" Di – dimana ini ? Arrgghh " Sebelum sempat berbuat jauh, Issei mengerang sakit begitu sebuah tentakel hitam yang dari belakang menusuk jantungnya. Dan seketika pandangannya menjadi gelap.
" Terima kasih Hero Faction, karena telah menambah koleksi Longinus untuk kuduplikat " ujar pemuda tersebut mengangkat lengan kirinya yang dibalut gauntlet merah berpermata hijau besar di tengah.
.
Fokus berpindah pada Ajuka dan Azazel yang tengah mengobrol di ruang laboratorium Ajuka yang terletak di daerah Vatikan. Azazel yang baru pertama kali memasuki laboratorium itu memandang sekitar dan tak dapat menyembunyikan raut takjubnya.
" Well, aku selalu kagum kau dapat membuat laboratorium semegah ini di daerah musuh " ujar Azazel mengungkapkan kekagumannya, ia meneguk sedikit wine dari gelas kaca nya.
Ajuka tersenyum kecil mendengar pujian tersebut " Aku senang dengan reaksimu Azazel. Tapi, kau tentu sadar maksudku memanggilmu kemari bukan ? "
Azazel terkekeh pelan lalu meletakkan segelas wine nya pada tepi meja di dekatnya " Jadi, apa kau mendapatkan informasi dari Lord Agares yang mengkonfirmasi kecurigaan kita ? "
" Masih tidak jelas. Tapi, aku yakin Minato Namikaze bukanlah manusia "
" Apa yang membuatmu yakin ? Jika dia bukan manusia bagaimana Naruto dapat memiliki Sacred Gear bahkan Longinus. Kushina Uzumaki 100% pureblood Devil bukan ? "
" Kenyataan itulah yang pertama membuatku tertarik dan curiga akan kehadiran Naruto, Azazel. "
Pria berponi pirang itu mengangkat alis, hanya dalam waktu singkat ia mengerti maksud Ajuka.
" Memang, aku tak pernah dengan Half Devil yang lahir dari Devil di pihak ibu. Bahkan Vali juga, ibunya adalah seorang manusia "
" Tepat sekali. Sistem reproduksi iblis membuat iblis betina hampir fertile, bahkan dalam beberapa research ku sebagian besar iblis betina mengalami masa subur 50 tahun sekali. Bahkan, dalam kasus iblis betina yang berhubungan badan dengan manusia yang menggunakan Longinus pun, kemungkinan untuk memiliki keturunan nol. "
" He … aku tak menyangka kau melakukan research yang seperti itu "
Ajuka hanya mendengus menanggapi ejekan Azazel " Aku melakukannya setelah mendengar sendiri dari Kushina – san bahwa ayah Naruto adalah manusia. "
" Dan lagi, perkembangan Longinusnya begitu cepat. Dalam 100 tahun terakhir, ia adalah pemegang Longinus yang berkembang paling cepat. Ditambah lagi, Longinus yang ia miliki merupakan Longinus yang informasinya begitu minim. Apakah kau mengerti maksudku Ajuka ? "
" Aku dan Sera telah menduga Naruto menyembunyikan sesuatu dari kami semenjak lama. Namun, berkat dekatnya hubungan kami, Sera selalu berusaha meyakinkanku bahwa itu tak benar. Akhirnya sparring terakhir kami 3 bulan yang lalu meyakinkan kami bahwa ada yang aneh pada Naruto – kun "
" Sparring terakhirmu ? "
" Yah, 3 bulan lalu aku dan Sera merasa bahwa telah cukup melatih Naruto – kun. Terlebih statusnya saat ini merupakan Ultimate High Class, dalam pertarungan itu Naruto mengeluarkan sebuah mode yang mengkombinasi segala potensi yang ia miliki yang ia sebut The Shining Golden Fox God Ray "
Ajuka melihat Azazel masih santai mendengar, walaupun sesaat ia dapat melihat jakun gubernur da-tenshi itu bergerak kaku.
" Mode itu memaksaku dan Sera untuk mengeluarkan True Form kami sejak awal pertarungan, dan membutuhkan waktu hampir seharian hanya untuk menumbangkan bocah tersebut. "
Azazel meraih gelasnya dan meneguknya dengan cepat. " Itu berarti informasi yang kuterima dari Rosseweisse barusan benar "
" Informasi bahwa Loki telah ditemukan dalam keadaan tak sadarkan diri. Saat dipindai gelombang otaknya hampir pada keadaan orang mati. Dan yang melakukan itu semua adalah .. "
" Muridku Uzumaki Naruto " potong Ajuka mendesah lelah. " Sepertinya tak ada cara lain Azazel … untuk menyelidiki ini kurasa kita butuh bantuan dari Michael "
Iris Azazel menyipit " Jangan bilang kau ingin – "
" Yap. Untuk mengetahui ini jalan termudah hanyalah mencari informasi di Perpustakaan Vatikan, di sana tersimpan buku yang dicatat sendiri oleh God of Bibble "
" Yare – yare dalam percakapan ini kau telah memotong ucapanku dua kali dan sekarang kau mengajakku untuk melakukan hal gila seperti ini ?! " Azazel merutuk sambil mengacak – acak surai hitamnya.
Namun, dalam sekejap tatapan matanya berubah tajam " Aku akan menjadikan itu sebagai konfirmasi. Untuk sekarang, aku memiliki rencana agar Naruto menunjukkan sendiri jati dirinya "
" Rencanamu untuk membangun sebuah kelompok khusus yang menangani Khaos Brigade itu ? "
" Ya. Dari sana aku bisa mengawasinya lebih dekat, dan mungkin dapat mengorek informasi lebih jauh "
Ajuka menggeleng – gelengkan kepalanya pelan sama sekali tak sepaham dengan Azazel.
XoX
Diehaseur Belial, iblis kelas Ultimate high Class yang telah menjadi langganan juara dalam rating game itu berjalan sendirian di koridor istananya. Iblis yang dijuluki sebagai Emperor itu terdiam pada persimpangan koridor, matanya menatap lurus pada pandangan kosong di belakangnya.
" Keluarlah " ucapnya lantang. Tak ada reaksi apapun.
Diehaseur memejamkan matanya, dan sekilas senyuman terbentuk begitu ia membuka kembali matanya.
" Keluarlah Uzumaki Naruto, aku tahu kau bersembunyi di sana " tunjuk Diehaseur di tepat pada dinding yang kosong. Hanya dalam sedetik, dinding yang ditunjuk Diehaseur bergejolak yang mempengaruhi ruangan di sekitar koridor tersebut hingga pada akhirnya sebuah replica dimensi terbentuk.
Diehaseur hanya menatap lurus pada pemuda pirang yang kini telah berdiri di depannya. " Mengapa kau membawaku kemari ? "
" Aku memiliki penawaran untukmu " ujar Naruto melemparkan secarik photo yang dengan tangkas ditangkap Diehaseur. Iris mata sang Emperor melebar melihat figure wanita dalam foto tersebut.
" Ba – bagaimana bisa ? ! "
" Ia aman bersamaku. Jika kau ingin bertemunya kembali, aku ingin kau menerima penawaranku "
" Lanjutkan "
" Aku ingin kau bersekutu denganku "
TBC
Yo, kembali lagi ni setelah hampir 3 bulan. Hmm hanya dapat menyampaikan permohonan maaf dan maklum dari para pembaca karena jadwal saya yang sangat padat di bulan November dan Desember kemarin. Sebagai wujud permohonan maaf itu, nih diberi fic super panjang 8K hehe, anggap juga sebagai hadiah tahun baru 2018. Saya tak ingin berpanjang lebar, di bawah ada cuplikan kelanjutannya.
Next in Longinus 14Th, Declare of War Chapter 24 : Ophis, the Lonely Dragon ( Rise of Hero Faction and Beginning War in Vanessa )
" Seperti yang kau inginkan Uzumaki Naruto, aku telah menyimpan jiwa Hyodou Issei dan Ddraig sebelum mereka benar – benar tewas. " Ophis memberikan dua bola kaca yang berisikan cahaya kuning pada Naruto.
" Dan juga, aku mengawetkan tubuh Hyodou Issei sebelum benar – benar rusak. Kau dapat mengambilnya di laboratorium. Ah, Alucard juga telah selesai dengan permintaanmu untuk menggabungkan tubuh bocah tersebut dengan sedikit daging dariku dan Great Red "
" Terima kasih Ophis. Ini membuatku memenuhi satu janjiku pada Ddraig. Dengan tubuh naga, ia akan berkembang jauh lebih pesat dan berguna bagiku. "
.
" Samael telah kita dapatkan, dan posisi Ophis telah berhasil kita temukan. Misi kali ini tidak boleh ada celah. Jika Ophis telah berada di tangan kita, bahkan Indra – sama pun bukan lagi tandingan bagi kita ! " Cao – Cao memberikan pidatonya di depan seluruh anggota Hero Faction dengan semangat membara.
" Namun bagaimana dengan musuhnya, kelompok Vali walaupun kecil memiliki orang – orang tangguh "
Cao – Cao menyeringai " Aku yakin dapat dengan mudah menumbangkan Vali Lucifer. Namun, untuk anggota yang lain kalian tak perlu cemas. Karena Leonardo dan George telah berhasil menyelesaikan serum manusia super yang kita butuhkan. "
" Dan lagi, dengan mata ini … semuanya akan menjadi mudah " Cao – cao menunjukkan mata kanannya yang berwarna keperakan.
