Longinus 14Th ( Declare of The War )
Naruto Masashi Kishimoto
High School DxD Ichie Ishibumi
Warning : AU, OOC, OC, TYPO, Semi Canon, dan Lain – lain
DemiDevilNaru, SmartNaru
Chapter 24 : Ophis, the Lonely Dragon ( Rise of Hero Faction and Beginning War in Vanessa )
Heaven Tingkat 7, Taman Eden
Taman Eden, sebuah tempat di Heaven tingkat 7 yang keindahannya tiada tara. Konon, di taman inilah pertama kalinya manusia diciptakan oleh God of Bibble, dan pada saat itu pula, God of Bibble memerintahkan kepada seluruh malaikat ciptaannya untuk bersujud di depan sang manusia pertama. Semua malaikat mematuhinya, namun terkecuali satu malaikat, Lucifer sang tangan kiri God of Bibble. Saat ditanyakan alasan mengapa ia tak bersujud di depan manusia, Lucifer menjawab bahwa ia hanya tunduk dan patuh pada God of Bibble sebagaimana sedari awal God of Bibble menciptakannya. Taman itulah yang menjadi saksi Lucifer didepak dari Surga hingga akhirnya membentuk ras baru, iblis. Pada taman ini pula, sepasang manusia pertama tergoda oleh rayuan Samael hingga memakan buah Kurdi, buah pengetahuan dan menyebabkan manusia didepak pula dari surga.
Lupakan tentang sejarah tersebut, kini pada salah satu pendopo di tengah taman Eden, figure – figure penting dari 3 fraksi telah berkumpul untuk mengadakan rapat pertama kalinya setelah pembentukan aliansi mereka di Kuoh. Dari pihak Malaikat, telah berkumpul keempat Seraph : Michael, sang Archangel sekaligus tangan kanan God of Bibble, saudarinya Gabriel, dua saudara lainnya Uriel dan Raphael; Malaikat jatuh seperti biasa diwakilkan oleh Azazel, namun saat ini ia datang berdampingan dengan Sahariel, salah satu peneliti di Grigory dan Shemhazai, salah satu petinggi Grigory, pihak Iblis membawa seluruh Maou selain Falbium.
" Yah, seperti namanya tempat ini benar – benar indah, namun walaupun begitu tetap saja aku tak merasa nyaman. "
Michael tersenyum kecil atas pujian sarkatis Sirzech.
" Tentu saja begitu Lucifer – dono. Kendati, saya telah mengotak – atik sistem Heaven untuk dapat menerima keberadaan iblis dan da – tenshi di tempat ini, kodrat kesucian pasti akan menepis keberadaan kegelapan. "
" Mah – mah, bukankah seharusnya kau telah 'jatuh' Michael ? Mengotak – atik sistem peninggalan Ayah sembarangan " sindir Azazel sedikit menyesap anggur merahnya.
" Bukan begitu Azazel – dono. Michael – nii melakukan ini untuk kebaikan dunia sepeninggal Ayah " Gabriel kali ini membalas.
" Melihat kembali tempat ini membuatku sedikit bernostalgia " Azazel berkomentar dengan pandangan menelusuri setiap wajah dari pimpinan 3 fraksi.
" Tentu saja Shemhazai, mau bagaimanapun dahulu Heaven adalah rumah kita " Azazel membalas santai dengan wajah yang sedikit bersemu, efek mabuk dari anggur merah itu sepertinya telah ia rasakan.
" Bukankah lebih baik kita mulai pertemuan ini. Anda mengatakan memiliki ide untuk menangani Khaos Brigade bukan Azazel – dono ? " Uriel memotong basa – basi yang dimulai Sirzech tadi. Tatapannya lurus pada gubernur da – tenshi yang sesekali memberikan tatapan mesum pada dada Gabriel dan Serafall.
" Bahkan kau tak berubah sama sekali Uriel ! Masih tetap serius seperti dahulu !" Azazel tertawa terbahak – bahak begitu melihat kedutan di wajah mantan rekan sesama malaikatnya dulu.
" Mou ! Azazel – chan berhenti bercanda. Sebentar lagi, acara Mahou Shojou akan dimulai ! " Serafall yang sedari tadi diam berteriak memprotes, tak seperti saat rapat di Kuoh, ia kembali menggunakan pakaian cosplayer penyihir warna pinknya lengkap dengan tongkat sihirnya yang sempat membuat Sirzech dan Ajuka yang datang bersama gadis tersebut malu.
Protes dari Serafall sama sekali tak membuat Azazel berhenti. Shemhazai hanya dapat menghela nafas, lalu menepuk pundak pimpinan rasnya tersebut. " Ingatlah saat ini kita tengah dalam rapat khusus Azazel "
" Kheh, kalian semua tak asyik " Azazel merengut atas peringatan wakilnya di Grigory itu. Melirik ke pimpinan lain, ia hanya dapat menghela nafas melihat raut keseriusan di setiap ekspresi wajah mereka.
" Maaf untuk tingkahku tadi. Baiklah, seperti yang kita ketahui Khaos Brigade mulai menunjukkan warnanya sebagai organisasi teroris yang membahayakan perdamaian yang baru saja kita bentuk ini. "
" Tindakan Hero Faction baru – baru ini saja sudah cukup meyakinkan kita bahwa Khaos Brigade merupakan organisasi teroris yang mengancam keharmonisan antar Mitologi dunia saat ini.. Rias – chan sampai saat ini masih belum sadarkan diri, dan kami tidak dapat melacak keberadaan Issei – kun yang menghilang entah kemana sejak dua hari yang lalu " Sirzech mencengkram erat tangannya sendiri, menahan emosinya yang naik begitu mengingat keadaan adik kesayangannya.
Azazel mendesah malas, namun tatapannya tajam ke depan " Aku mendengar desas desus bahwa terjadi konflik internal dalam Khaos Brigade, konflik yang mengarah pada penentuan pemimpin dari kelompok teroris tersebut "
" Penentuan pemimpin dari Khaos Brigade ? Apa maksudnya Azazel – dono ? " Gabriel mewakili yang lain.
" Tunggu dulu, jika mengingat kembali … pria misterius yang mengaku sebagai Wakil Ophis jelas mengatakan bahwa tujuan Khaos Brigade didirikan untuk menumbangkan Great Red bukan ? " Sirzech ikut menuangkan kebingungannya.
" Itu dia Sirzech ! " Kepala Azazel bersandar pada lipatangan tangannya sekarang " Semenjak mendengar desas desus ini satu bulan yang lalu, aku telah mengirimkan ribuan intel dan hanya informasi kecil yang kami peroleh. Ajuka, Serafall .. bisa kalian katakan alasan Uzumaki Naruto saat ini masih di tahan di Rumania ? "
Serafall mendelik dengan tatapan berbahaya " Apa hubungannya desas desus itu dengan Naru – tan ? Apa – " Ajuka mengangkat tangannya di depan bibir Serafall, menggantikan Maou Leviathan itu untuk menjawab Azazel.
" Ikatan politik yang dulu bangsa Iblis jalin dengan bangsa Vampire melalui Naruto – kun hanya terjalin secara sepihak pada pihak Carmillia, Pihak Tepes hanya mengakui adanya perjanjian gencatan senjata. Karena itulah, kehadiran Naruto dan Sasuke – kun di sana dianggap sebagai mata – mata dari pihak Carmillia. Dan, mereka masih ditahan untuk jangka waktu yang tidak diketahui "
" Mengejutkan sekali " bisik Sahariel pelan, namun cukup untuk menarik perhatian dari semua pimpinan di sana. " Maksudku, Uzumaki Naruto dan Uchiha Sasuke dikenal sebagai iblis yang sangat jarang gagal melaksanakan misi, terlebih itu terkait dengan infiltrasi. Cukup mengejutkan, begitu mendengar dua prodigy tersebut dapat tertangkap oleh bangsa Vampire yang teknologinya masih jauh di bawah, dan bahkan kemampuan sensorik di bawah kaum Youkai " jelas Sahariel.
Azazel menjentikkan jarinya " Inilah hubungannya dengan Khaos Brigade, Serafall. Beberapa intelku yang terakhir mengirim informasi bahwa ada kemungkinan pemimpin Khaos Brigade saat ini adalah " Gubernur Da – tenshi itu menarik nafas panjang " Putra Bintang Fajar, Rizevim Livan Lucifer "
Reaksi dari para Maou hanya dapat terbelalak, Sirzech mulai tak nyaman dengan sikap duduknya mendengar nama dari iblis yang ia copot titelnya. Ajuka dan Serafall juga hanya dapat meneguk ludah mengetahui ada kemungkinan iblis tua nan licik itu mulai ikut campur untuk mengacaukan dunia ini "
" Kejadian Tepes itu terjadi satu bulan yang lalu bukan ? Itu bertepatan dengan desas desus bahwa pemimpin Khaos Brigade diganti. Untuk memastikan hal tersebut, aku kembali mengutus murid sekaligus wakilku, Vali Lucifer sang Hakuryuukou untuk menyelidiki ini bersama kelompoknya sejak setengah bulan yang lalu, dan sampai sekarang belum ada kabar dari mereka "
" Azazel – dono " Michael memulai dengan berdiri tegap, senyum kharismatik tak pernah luput dari wajahnya. " kami menghargai segala tindakan anda dan Grigory, namun saya merasa anda tidak terlalu melibatkan kami di sini. Maaf jika aku berprasangka buruk, apakah kau tidak percaya pada aliansi ini ? "
Gubernur da – tenshi hanya terkekeh kecil, masih dengan sikap santai ia berdiri " Bukan begitu saudaraku Michael. Belakangan ini, aku melihat bagaimana Heaven dan Makkai sedang disibukkan oleh konflik – konflik dunia. Makkai yang diserang oleh salah satu pemimpin Old Satan Shalba Beelzebub, sedangkan Heaven yang masih harus berbenah akibat kabar God of Bibble tewas dibeberkan oleh Kokabiel. Jika aku tidak menghargai aliansi ini, maka aku tak akan menyampaikan semua yang telah Grigory dan kami perbuat "
" Begitu kah. Terima kasih atas penjelasannya Azazel – dono " Michael kembali duduk begitupula Azazel. " Berdasarkan informasi yang kami peroleh ini, kami mengajukan usul untuk pembentukan kelompok yang khusus untuk membasmi Khaos Brigade. " Shemhazai berusaha mencairkan suasana.
" Kelompok itu nantinya akan terdiri dari anggota aliansi. Jika kalian semua setuju, maka dalam waktu dekat kita dapat merekomendasikan nama – nama untuk menjadi anggota kelompok tersebut, dan biarkan mereka menentukan nama dari kelompok tersebut " Azazel menambahkan.
" Sekali lagi, kau membuat keputusan terlebih dahulu Azazel " Raphael untuk pertama kali mengeluarkan suaranya dalam rapat ini. Seraph itu hanya mengangguk kecil pada Michael menyatakan persetujuannya.
" Ide yang sangat brilian untuk keadaan saat ini " tukas Sirzech, jujur saja ia mulai muak atas kelakuan Khaos Brigade terlebih sejak kasus Diodora yang bahkan membuat salah satu Bishop adiknya berpindah tangan, bahkan sekarang adik kesayangannya itu masih terbaring pasca menjadi sandera dari Hero Faction.
" Kami juga tak melihat alasan untuk menolak rencana yang anda tawarkan Azazel – dono " Michael tersenyum tipis, kemudian menatap Serafall dan Ajuka " Dengan mendengar informasi dari Azazel – dono tadi, sepertinya pihak Iblis harus lebih gencar lagi mengusahakan pembebasan Uzumaki Naruto dan Uchiha Sasuke, kebebasan mereka akan memberi cahaya terang bagi kita "
" Jika benar Rizevim saat ini berada di Rumania, aku tak akan terkejut Naruto – kun dan Uchiha – kun bakal susah untuk dilepaskan. Namun, kami telah mengusahakan yang terbaik. Didampingi pihak Carmillia, kami masih terus mengusahakan pembebasan kedua warga kami tersebut " balas Ajuka tenang.
Azazel yang merasa sudah tak ada lagi yang perlu dibicarakan berdiri bersama dua da-tenshi yang mendampinginya " Kurasa sudah tidak ada lagi yang perlu kita rundingkan. "
" Anda benar Azazel – dono " Michael ikut berdiri begitupula Sirzech dan 2 Maou lainnya.
" Pertemuan selanjutnya berarti akan membahas anggota dari kelompok pembasmi Khaos Brigade, bukan ? " konfirmasi Sirzech ditanggapi anggukan kepala oleh semuanya. Satu persatu, para tamu itu mulai bepergian begitupula 3 Seraph lain hingga menyisakan Michael, Ajuka, dan Azazel.
" Michael – dono, aku ingin meminta izinmu atas akses menuju perpustakaan Vatikan " Ajuka langsung menyampaikan apa yang membuat ia menahan diri di sini.
Michael menyipitkan matanya, menyembunyikan keterkejutannya atas permintaan Ajuka. Melirik pada Azazel, ia dapat mengetahui bahwa gubernur da – tenshi itu memiliki tujuan yang sama dengan Beelzebub masa kini tersebut.
" Jika boleh tahu, mengapa anda menginginkannya ? "
" Aku dan Azazel merasakan bahwa dalang dibalik semua ini masih menjadi misteri, dan jawabannya ada pada manuskrip yang ditulis sendiri oleh God of Bibble. "
" Manuskrip yang ditulis oleh Ayah ?! " pekik Michael tak percaya. Spontan ia langsung bereaksi " Tidak mungkin ! Bahkan, aku tak pernah dapat menerjemahkan bahasa yang dipakai Ayah dalam manuskrip tersebut. Lagipula, sejak Great War pecah beratus – ratus tahun yang lalu, keberadaan Manuskrip itu tidak diketahui. Kepala Perpustakaan bahkan membunuh dirinya sendiri ketika dipaksa menyampaikan dimana letak manuskrip tersebut "
Azazel menghembuskan nafas berat " Jadi, kita kembali ke titik nol Ajuka "
" Sepertinya begitu Azazel. Walaupun aku tak sependapat, aku rasa jalan terakhir hanyalah dengan mengikuti rencanamu. "
Michael mengerutkan alisnya mendengar perbincangan kedua jenius di hadapannya. " Rencana apa yang kalian maksud ini ? "
Azazel dan Ajuka hanya memberikan keheningan sebagai jawaban bagi Michael " Ini masih belum saatnya bagi kau untuk tahu, Michael. " Azazel dan Ajuka serentak berteleport kembali ke laboratorium mereka masing – masing.
XoX
Unknown Dimension, Ophis Team Base.
Ophis sedang dalam kondisi mood yang baik, oleh karena itu ketika melihat sekali lagi anggota terbarunya hanya mengirimkan seorang avatarsu ia hanya tetap diam dan menghampiri avatarasu tersebut untuk menyampaikan kemajuan rencana mereka.
" Seperti yang kau inginkan Uzumaki Naruto, aku telah menyimpan jiwa Hyodou Issei dan Ddraig sebelum mereka benar – benar tewas. " Ophis memberikan dua bola kaca yang berisikan cahaya kuning pada Naruto.
" Dan juga, aku mengawetkan tubuh Hyodou Issei sebelum benar – benar rusak. Kau dapat mengambilnya di laboratorium. Ah, Alucard juga telah selesai dengan permintaanmu untuk menggabungkan tubuh bocah tersebut dengan sedikit daging dariku dan Great Red " tambah Ophis menunjuk kepada Alucard yang tengah melambai – lambaikan tangan kepada mereka.
" Terima kasih Ophis. Ini membuatku memenuhi satu janjiku pada Ddraig. Dengan tubuh naga, ia akan berkembang jauh lebih pesat dan berguna bagiku. "
Vhisnu yang mendengar itu mengangkat alisnya, tertarik. " Kau membuat kontrak dengan salah satu Two Heavenly Dragon ? "
" Tidak hanya pada salah satu, Vhisnu – dono. Hamba membuat perjanjian pada Ddraig dan Albion. Perjanjian bahwa mereka akan membantuku dalam melawan ' Dia ', tentunya mereka langsung setuju setelah aku menawarkan untuk membebaskan jiwa mereka dari sistem Sacred Gear "
Informasi ini kembali menyentak Vhisnu dan Alucard, Ophis tak bergeming. Ia tetap menatap lurus Naruto.
" Kau yakin mengerti apa yang kau tawarkan pada mereka, bocah ? "
" Tentu saja, Alucard – dono. Aku telah mengetahui banyak mengenai sistem Sacred Gear dari Manuskrip yang ditulis sendiri oleh The God of Bibble "
" Manuskrip yang bahkan keberadaannya tidak diketahui pihak Heaven ? Bagaimana kau melakukannya, Uzumaki Naruto ? " Vhisnu kembali bertanya, ia semakin tertarik begitu mendengar informasi ini.
" Vhisnu-dono, Alucard – dono, sepertinya anda melupakkan di dalam diriku bersemayam Declare of War, perwujudan Waktu dan Ruang yang maha sempurna. Tentu saja, aku dapat menemukan Manuskrip tersebut, dan berkat itu pula, aku mengetahui tentang eksistensi – Nya " Naruto nyengir begitu melihat ekspresi Vhisnu dan Alucard yang seperti habis tertipu oleh kekonyolan bocah.
" Cukup dengan hal itu, Apa kau ingin membangkitkan mereka sekarang ? " tanya Ophis.
Naruto mengangguk, dengan begitu Ophis berlalu menuju Laboratorium diekori oleh Naruto yang berkata ingin melihat prosesnya.
Melihat tubuh Issei yang terendam cairan kimia dalam sebuah tabung besar membuat Naruto nyengir. Perlahan aura emas mulai menutupi matanya, memperlihatkan bagaimana perut Issei yang seperti ditambal oleh sesuatu, dan dari tambalan tersebut ia dapat merasakan aura naga yang kental.
" Jika rencanamu ini berjalan lancar, maka Hyodou Issei tak lagi menjadi Hybrid Devil – Human, melainkan Hybrid Devil – Dragon. Apa kau tak masalah dengan itu ? "
" Tenang saja Ophis. Dengan tubuhnya setelah rencanaku sukses, maka ia akan mampu berhadapan seimbang dengan Vali yang merupakan keturunan langsung Lucifer. Sekali lagi, aku telah menepati janjiku pada Ddraig dan Albion untuk menyediakan kekuatan bagi para host mereka dalam pertempuran terakhir mereka. "
Ophis memandang diam Naruto. ' Kemampuannya membuat rencana itu sungguh berbahaya. Bukan tak mungkin, ia akan membuat rencana lain dalam rencanaku. Uzumaki Naruto, kau cukup mengerikan '
Ophis melepaskan dua bola transparan yang berisikan energy dari Issei dan Ddraig, kedua bola transparan itu dengan cepat meluncur menembus tabung tersebut dan akhirnya menyatu pada tubuh Issei membuat cahaya yang begitu terang hingga menghancurkan tabung tersebut.
Naruto dan Ophis hanya tetap diam, tak menghindar dari serpihan – serpihan kaca atau percikan cairan dari tabung yang pecah tersebut. Iris mereka tak menyipit sama sekali melihat cahaya yang begitu terang menyelimuti tubuh Issei. Begitu cahaya tersebut memudar, Issei yang semula melayang di udara segera jatuh ke lantai begitu keras hingga menghasilkan suara benturan.
" Prosesnya berjalan dengan sukses. Ia hanya tak sadarkan diri " ujar Ophis.
Naruto menghampiri Issei yang masih baring telungkup, dengan mudah ia membopongnya.
" Baiklah, aku akan mengantarkannya ke wilayah Gremory. "
" Apa tak masalah membiarkanmu terlihat bebas di Underworld di saat dirimu yang asli masih terpenjara di Rumania ? "
" Nah, tak masalah. Itu juga salah satu bagian dari rencanaku. "
Ophis menaikkan alisnya penasaran, akan tetapi Naruto hanya tersenyum tipis menghilang dalam kilatan kuningnya membawa serta tubuh Issei.
" Nah Ophis, apa kau juga merasakannya ? " Vhisnu berjalan pelan menghampiri Ophis dari pintu masuk laboratorium, Alucard yang berjalan di sampingnya hanya memasang senyum maniak.
" Tak perlu khawatir. Sampai saat ini, ia tidak bertindak terlalu jauh dari rencanaku. Jika ia melewati batas, aku akan dengan segera mengakhirinya " ujar Ophis datar, namun aura kekuatannya meningkat walaupun tak mampu untuk menganggu Vhisnu.
" Selanjutnya apa ? Kau ingin kembali ke tim Hakuryuukuo itu ? " Alucard bertanya dengan senyum lebar yang memamerkan deretan gigi runcingnya.
" Untuk saat ini, hanya itu yang dapat aku lakukan. Khaos Brigade telah bergabung untuk memanfaatkanku, dan Vali Lucifer bersama tim nya yang menyadari itu segera membawaku lari walaupun terus dikejar oleh Hero Faction."
" Nah, kau tahu naga loli … berdua dengan dewa kharismatik ini sangat membosankan. Kapan kami memulai debut kami ? "
" Sebentar lagi Alucard. Sebentar lagi … " Ophis mengucapkan kalimat terakhirnya dengan bisikan lirih, untuk pertama kalinya terdapat emosi yang dipancarkan dari dua iris hitamnya. Vhisnu yang menyadari itu hanya tersenyum kecil.
XoX
Hero Faction Base
Georg berjalan tergesa – gesa menuju kerumunan pasukan Hero Faction yang saat ini sedang berdiri di hadapan pemimpin mereka, Cao Cao. Begitu melihat keberadaan salah satu orang penting dalam kelompok mereka itu, para pasukan Hero Faction segera memecah barisan, memberi jalan bagi pemegang Longinus Dimension Lost berdiri sejajar dengan pemimpin mereka.
Georg dengan senyuman lebarnya menghampiri pemimpin mereka, membisikkan beberapa kata lalu menyerahkan sebuah gulungan, dengan lambang Olympus di sana. Cao Cao ikut tersenyum lebar melihat lambang tersebut dan setelah mendengar bisikan Georg, ia tertawa kharismatik. Kemudian menyampaikan pada seluruh pasukan mereka, sebuah kabar bahagia tersebut.
" Samael telah kita dapatkan, dan posisi Ophis telah berhasil kita temukan. Misi kali ini tidak boleh ada celah. Jika Ophis telah berada di tangan kita, bahkan Indra – sama pun bukan lagi tandingan bagi kita ! " Cao – Cao memberikan pidatonya di depan seluruh anggota Hero Faction dengan semangat membara. Ia juga memasukkan sugesti untuk melepaskan diri dari tekanan Dewa Indra, tentu saja yang namanya makhluk hidup selalu ingin hidup bebas, terlepas dari segala tekanan pihak luar. Dan ia menyadari betapa besar hasrat anggota mereka agar dapat melepaskan diri dari Indra, atau bahkan membalas perbuatan sewenang – wenang dari Dewa Penguasa SvargaLoka tersebut.
" Namun bagaimana dengan musuhnya ? kelompok Vali walaupun kecil memiliki orang – orang tangguh " Salah satu pasukan mengajukan kekhawatirannya, dan ini membuat sebagian pasukan di sana menyadari bahwa terdapat kelompok yang berkualitas tinggi yang akan menjadi penghalang bagi mereka.
Cao – Cao menyeringai " Aku yakin dapat dengan mudah menumbangkan Vali Lucifer. Namun, untuk anggota yang lain kalian tak perlu cemas. Karena Leonardo dan George telah berhasil menyelesaikan serum manusia super yang kita butuhkan. " Sebagai bukti atas ucapan pemimpin mereka, Leonardo dan Cao – Cao menunjukkan sebuah suntikan yang berisi serum berwarna kehijauan.
" Serum nya telah diperbanyak sesuai dengan jumlah kita semua. Serum ini dapat meningkatkan kekuatan kalian 10 hingga 100 kali lipat. Dengan kekuatan sebesar itu, aku yakin bangsa kecil pun dapat kita babat habis " Georg menambahkan dengan senyuman tipis di wajahnya. Tentu saja, ia hanya menyampaikan informasi bagusnya untuk menaikkan semangat para pasukan. Resiko dari peningkatan kekuatan secara singkat tersebut tentu akan membawa pengaruh yang berbeda bagi tiap individu, tergantung pada tingkat imunitas individu masing – masing. Rata – rata serum ini hanya dapat digunakan sekali satu hari. Kelebihan pemakaian dapat membuat tubuh pengguna meledak karena kelebihan energy. Tentu saja, resiko itu masih disimpan oleh para pemimpin.
" Dan lagi, dengan mata ini … semuanya akan menjadi mudah " Cao – cao menunjukkan mata kanannya yang berwarna keperakan. Mata kanannya kini telah digantikan dengan mata Medusa, walaupun tak memiliki kemampuan seperti medusa dalam legendanya. Mata itu ia dapatkan dari Hades sebagai hadiah atas janjinya untuk memberikan sebagian energy Ophis yang akan ia tarik paksa menggunakan Samael. Sebagian energy Ophis itu tentunya dapat menjadi katalis yang bagus untuk meningkatkan kekuatan sang Dewa, bahkan mungkin mampu membuatnya menyeimbangi kemampuan Dewa Ketua Olympus, Zeus.
Sebuah suara dari perangkat di telinga Georg bordering kecil membuat pemuda itu menyeringai.
" Cao – Cao, Tim Vali telah berhasil memasuki jebakan kita. Sekarang mereka terperangkap dalam dimensi buatan yang telah kubuat setelah dikejar seminggu penuh oleh Heracles, Jeanne, dan Siegrifierd. "
" Hero Faction, ini adalah titik klimaks perjuangan kita. Mangsa kita telah terperangkap dalam jebakan. Momentum ini dapat kita gunakan untuk menunjukkan sejauh mana ras manusia dapat melangkah di dunia supranatural ! "
XoX
Dimensi Tiruan Venesia
" Tidak ada gunanya Vali, kita benar – benar telah terjebak dalam dimensi ini "
Vali mendengus tak senang mendengar laporan dari salah satu rekannya, Kuroka. Setelah setengah bulan yang lalu, ia menerima misi dari Azazel untuk menyelidiki keadaan Khaos Brigade yang dalam desas – desus nya terjadi pergolakan internal. Arthur yang mengetahui Naruto dan Sasuke ditahan di Rumania, mengajak adiknya untuk ikut serta dalam misi ini sekaligus mengumpulkan informasi mengenai keadaan Naruto yang dicurigai penahanannya terkait Khaos Brigade.
Kehadiran Le Fay tentunya semakin membuat Tim Vali lebih baik, Magician muda itu akan mempermudah misi pengintaian mereka dengan kemampuan sihirnya. Hanya dalam seminggu, misi mereka membuahkan hasil dengan Ophis yang bersama mereka, namun masalah besar datang begitu berita itu tersebar membawa pandangan buruk bagi tim mereka dari dua Mitologi besar yakni Svargaloka dan Olympus.
Kedua Mitologi tersebut menganggap keberadaan Ophis sebagai pemimpin Khaos Brigade dengan tujuan melawan Great Red bukanlah ancaman serius. Great Red didaulat sebagai Makhluk Terkuat Sepanjang Masa, hanya bintang pengkiamat, Trihexa lah yang mampu menandingi The True Dragon tersebut. Jadi, jika Ophis berada dalam sebuah kelompok dengan tujuan yang kemungkinan keberhasilannya sangat sangat kecil, tentunya ia bukan ancaman. Berbeda halnya begitu kedua mitologi ini mendengar bahwa Vali dan timnya membawa Ophis, mereka menganggap bahwa Vali yang merupakan keturunan Lucifer dan diketahui kemaniakannya akan pertarungan akan memanfaatkan Ophis untuk mengembangkan kekuatan terbaru, yang kemungkinan besar dapat mengacaukan keseimbangan dunia saat ini.
Memanfaatkan kecemasan dari dua mitologi itu, Hero Faction mendeklarasikan akan ' menyelamatkan ' Ophis, pimpinan mereka. Dengan dukungan dari kedua mitologi besar tersebut, terjadi lah kejar – kejaran antara tim Vali dan Hero Faction yang akhirnya berujung di Venesia, sebuah kota pelabuhan yang tak berjauhan letaknya dengan Vatikan.
" Vali – sama, mereka datang ! " Le Fay memperingatkan, Kuroryuu yang melata di dekatnya mendesis begitu sebuah kabut tipis mengelilingi majikan dan kelompoknya. Seluruh anggota Vali segera membentuk posisi lingkaran dimana masing – masing mereka menghadap ke depan dan setiap punggung mereka yang bersentuhan membentuk lingkaran dimana Ophis berdiri.
" Salam, Vali Lucifer " Kabut tipis yang beada di depan Vali memudar memperlihatkan Cao Cao dengan secarik kain yang menutupi mata kanannya. Tombak Suci Pembunuh Tuhan kebanggaannya berada di pundaknya seperti biasa. Selepas kehadirannya, kabut – kabut itu mulai memudar memperlihatkan ratusan anggota Hero Faction yang merupakan manusia yang memiliki Sacred Gear ataupun kemampuan khusus bersikap siaga. Berdiri di dekat Cao Cao adalah para anggota kepercayaannya seperti Jeanne, Siegrifierd, Leonardo, dan Heracles.
Ophis yang berada dalam penjagaan tim Vali menatap polos pada Cao – Cao " Cao Cao ingin menangkapku ? "
Mendengar itu, Cao Cao berjalan mendekat membuat Vali dan Bikou yang paling dekat semakin waspada. " Itu benar Ophis, kami membutuhkanmu tapi bukan kau yang 'sekarang'. "
" Kau tak akan bisa menangkapku Cao Cao "
Cao Cao tak membalas atas kata – kata Ophis selanjutnya, ia hanya memutar – mutar tombaknya dan pada akhirnya menghunuskan pucuk tombaknya yang telah terbuka ke depan.
SYUTT
BUAG
Bikou telah terpental bahkan sebelum bergerak, digantikan Cao – Cao yang telah menusuk perut Ophis dengan tombaknya. " Bersinarlah Tombak yang membunuh Tuhan ! "
Bersamaan dengan semakin dalamnya tombak itu menembus perut Ophis, cahaya yang sangat menyilaukan terpancar membuat Kuroka panik, beruntung Le Fay segera mengumamkan mantra yang membentuk kabut hitam pekat beracun untuk membendung cahaya suci tersebut. Hal itu pula memaksa para anggota Vali untuk menahan nafas.
Tak lama kemudian, cahaya itu memudar bersamaan dengan kabut hitam Le Fay.
Tombak suci masih menusuk perut Ophis, namun tak ada darah yang mengalir dari sana, bahkan tak ada raut kesakitan dari wajah Ophis.
" Seperti yang diharapkan dari Naga Tanpa Batas, bahkan dengan menggunakan setengah kekuatan God of Bibble yang tersegel dalam tombak suci ini tak dapat melukaimu "
Cao Cao mencabut perlahan tombaknya meninggalkan lubang menganga di perut Ophis yang dalam sedetik telah kembali seperti semula. Melihat itu, Cao Cao hanya menyeringai seraya mengetuk – ngetukkan tombak ke pundaknya, ia kembali pada anggotanya.
Ophis hanya diam, tak berniat membalas serangan Cao Cao. Hal itulah yang membuat Cao Cao berani mengambil resiko untuk menyerang eksistensi yang disebut sebagai yang terkuat di dunia ini, Ophis tidak memiliki ketertarikan untuk bertarung terkecuali pada Great Red.
" Kerja bagus Le Fay " ujar Vali, memuji atas tindakan gadis itu yang membuat mereka tidak terluka karena cahaya suci dari tombak suci milik Cao Cao.
Cao Cao membuat ekspresi menantang " Vali Lucifer, bagaimana jika kita bertarung untuk memperebutkan Ophis ? "
Mendapat tantangan seperti itu membuat Vali menyeringai " Le Fay, kau dapat mengeluarkan segala peliharaan yang kau miliki, dan pastikan melepaskan limiter mereka, biarkan mereka mengamuk sepuasnya di sini "
" Ha'I Vali – sama " Le Fay mengeluarkan dua lingkaran sihir yang memunculkan seekor serigala perak dan sebuah raksasa batu. Kehadiran serigala perak itu sempat membuat para anggota Hero Faction tertegun begitu mengenal bahwa serigala itu adalah Fenrir, anak dari Loki yang dikabarkan telah berhasil ditangkap. Entah bagaimana ceritanya, Fenrir dapat berakhir di tangan Le Fay.
Sementara itu, satu lagi peliharaan yang Le Fay miliki adalah raksasa batu yang bernama Gogmagog, sebuah senjata Olympus yang mereka temukan ketika berkelana di celah dimensi.
Terakhir, Kuroryuu mini yang menggeliat di samping telah bertransformasi menjadi bentuk seorang bocah laki – laki. Berbeda dengan wujud manusia ketika pertama kali berhadapan dengan Naruto beberapa tahun yang lalu.
Fenrir yang telah keluar mengaum kencang. Bersama dengan Gogmagog dan Kuroryuu, ketiga peliharaan Le Fay itu segera menyerang pasukan Cao Cao. Menanggapi hal tersebut, Leonardo membentuk ratusan makhluk anti- monster untuk menghadapi ketiga makhluk tersebut dibantu oleh anggota Hero Faction lain dan Grim Reaper yang dipinjamkan oleh Hades.
" Aku terkejut kau memelihara Fenrir, Le Fay " ucap Arthur yang masih tak habis pikir, serigala dengan taring pembunuh Tuhan itu dapat dijinakkan oleh adiknya.
" Sebenarnya Naruto – san lah yang terlebih dahulu berusaha menjinakkannya Nii – sama, aku hanya membantu Naruto – san sehingga Fenrir menjadi milik kami berdua. Cukup sulit jika kami sebelumnya tidak belajar cara menjinakkan monster dari Kiyome Abe – san dan keluarganya. "
" Ara ~ Sebenarnya, aku baru saja mendapat bahan untuk menggodamu Le Fay – chan tapi mengingat situasi kita sekarang … " Kuroka yang awalnya tersenyum menggoda berganti serius " Kita harus menyelesaikan ini secepatnya "
Cao Cao menatap lekat pada kelima anggota Vali, " Kheh tak kusangka gadis itu sampai memiliki Fenrir. Keadaan kembali tak terduga, Georg kita percepat rencana untuk mengubah Ophis sesuai yang kita inginkan "
" Kau terlalu percaya diri Cao – Cao. Apa kau akan menggunakan 'Pemakan Naga' yang kau sebut kartu as mu itu ? Dugaanku sang ' Pemakan Naga ' ini adalah pemilik sacred gear atau kemampuan terspesialisasi membunuh naga atau bahkan Longinus baru "
Cao Cao mengeleng – gelengkan kepalanya, menyalahkan ucapan Vali.
" Dugaanmu salah Vali. ' Pemakan Naga' bukanlah ciptaan kami, ia adalah eksistensi yang diciptakan sendiri oleh God of Bibble "
" Apa kau yakin, Cao Cao ? " tanya Georg.
Dan anggukan kecil dari Cao Cao membuat Georg segera membuat lingkaran sihir raksasa di belakang tubuhnya. Guncangan keras segera menggetarkan daerah sekitar mereka, bahkan beberapa bangunan di sekitar mereka mulai runtuh.
Vali masih bersikap tenang, walaupun tubuhnya merinding merasakan tekanan dan hawa intimidasi dari lingkaran sihir raksasa di belakang Georg.
"Hawa kehadiran ini ….. Hasrat begitu jahat yang ditujukan pada semua naga "
Albion ikut bersuara dengan suara bergetar. Sang Kaisar Naga Putih ketakutan, menunjukkan betapa mengerikannya kartu As Cao Cao itu.
Kemudian bayangan besar mulai muncul pada lingkaran sihir tersebut, namun yang terlihat hanyalah kepala, sayap,tubuh dan sebuah salib.
Momen ketika tubuh itu terlihat jelas membuat setiap anggota Vali menahan nafas. Hanya dengan melihat penampilan sosok tersebut saja, mereka telah dapat membayangkan rasa sakit yang dialami sosok tersebut.
Albion yang pertama kali mengenalinya " Makhluk ini … Tak kusangka kalian begitu ambisius hingga membawa makhluk ini. Apa kalian melepas segelnya di Cocytus ?! " Suara Albion terdengar bergetar, bercampur antara kemarahan dan rasa takut.
Cao Cao dengan senyum bangganya maju selangkah " dikatakan sebagai racun God of Bibble, ada pula yang mengatakannya sebagai niat jahat dari God of Bibble. Makhluk terlarang yang membujuk manusia untuk memakan buah pengetahuan. Kejahatan pertama yang diadili God of Bibble dan masih terus berjalan hingga sekarang. Sambutlah, Samael ! Malaikat yang dikutuk oleh God of Bibble dan membenci naga dan ular. Yah … naga yang dalam sejarah telah dimusnahkan. "
" Begitu ya ? Lalu sekarang apa ? Kau ingin ia untuk memangsa Ophis " tanya Vali retoris.
" Tepat. " Cao Cao menunjuk ke Ophis, kemudian berteriak lantang " Samael ! Mangsa dia ! "
OOOOOOOOOOOOOOOOOO
Dengan lolongan kesakitan tersebut, sesuatu melesat cepat menuju Ophis. Begitu tim Vali tersadar, mereka hanya menemukan blok hitam yang telah menelan keberadaan Ophis. Blok itu terhubung dengan tentakel yang berasal dari lidah Samael. Bunyi yang dihasilkan dari blok itu persis seperti sedang menelan sesuatu.
Kesimpulannya hanya satu : Samael sedang menelan Ophis.
Mencapai kesimpulan tersebut, Vali yang bertujuan melindungi Ophis tentunya tak tinggal diam. Sayap putihnya menyembul dari punggungnya dan seketika apa yang berada di sekitarnya terbagi dua. Namun, Kemampuan Half Dimension itu tak memberi efek pada Samael.
Tak berhasil dengan kemampuan Albion, Vali menggunakan energy iblis nya untuk menciptakan serangan petir yang cukup kuat, namun serangan itu malah terserap oleh tentakel Samael.
" Kalau begitu … " Kuroka dan Le Fay yang melihat serangan langsung terhadap Samael gagal langsung berinisiatif menyerang sang pemanggil, Georg. Tangan mereka telah bersinar siap menembakkan serangan menuju Georg. Akan tetapi, belum sempat mencapai target, serangan itu terlebih dahulu musnah ditebas oleh rapier yang dipegang gadis pirang anggota Hero Faction.
Jeanne yang baru saja menepis serangan Le Fay dan Kuroka tersenyum menantang, mengajak mereka untuk bertarung di tempat lain. Tantangan tersebut tak dapat mereka tolak.
Bikou dan Arthur yang mencoba cara yang sama pun kini telah digiring oleh Heracles dan Siegrifierd untuk mencari arena lain menyisakan Vali, Cao Cao, Georg, dan Samael yang masih dalam proses menelan Ophis.
" Kalau begini terus … " Sebelum sempat mengambil keputusan, Vali dikejutkan oleh suara Albion dalam dirinya.
" Vali, lebih baik segera menggunakan Juggernaut Drive … Ingat, informasi dari Naruto tentang kemampuan Balance Breakernya. Terlebih, aku merasakan ada yang aneh pada mata kanan nya. "
" Aku mengerti, Albion. "
" Aku Seekor Naga yang akan – "
" Tak akan kubiarkan! " Cao Cao segera menyela dengan menarik cepat pembalut mata kanannya. Begitu Vali melihat iris perak Cao Cao tanpa sadar, gerakannyaterhenti.
" Itu mata Medusa ! Walau tidak memiliki kemampuan aslinya, sepertinya itu mampu membuat lawan membatu beberapa saat "
" Sial! Tak kusangka, ia masih menyimpan senjata lain ! " rutuk Vali yang hanya dapat menggerakkan bibirnya, walaupun harus susah payah.
" Maaf Vali Lucifer, Juggernaut Drive mu akan menghancurkan dimensi buatan ini seketika. Tapi, tenang saja, aku adalah orang yang adil. Sebagai balasan atas kecuranganku sekarang, aku akan memberi informasi tentang tujuan kami "
Cao Cao perlahan menghampiri Vali dengan mengetuk – ngetukkan tombak pada bahunya.
" Tujuan kami tak muluk – muluk. Kami, bangsa manusia hanya ingin bereksperimen, untuk mengetahui sejauh mana manusia dapat berlaga di dunia supranatural yang gila ini. Rencana ini dimulai karena kami lelah ditekan oleh Indra – sama, maka dari itu kami menguji idealisme Hero Faction tentang makhluk superior, ' Dapatkah manusia mengalahkan naga tanpa batas dan bahkan menjadikannya sebagai boneka ? ' "
Vali mengerti yang dimaksud Cao Cao, tak lebih Hero Faction hanya menginginkan Ophis untuk menjadi simbol atau mascot untuk menarik mereka – mereka yang memiliki kekuatan spesial atau bahkan sacred gear menarik untuk menjadi pasukan Hero Faction. Dan maksud mereka untuk mengubah Ophis adalah untuk menjadikan Ophis seperti yang mereka inginkan, bukan seperti sekarang yang tak bisa mereka prediksi jalan pikirannya.
" Licik juga kalian ! Siapa saja yang terlibat dalam eksperimen ini selain Hades ? "
" Shishishi, maaf saja aku tak dapat menyebutkan semuanya. Tapi, aku yakin kau dapat menduga dari bos baru Khaos Brigade yang sedang didesas – desus kan itu "
Mendengar itu, wajah Vali mengeras " Iblis tua itu … aku pasti akan membunuhnya ! "
Entah karena efek stun mata Cao Cao yang telah habis atau karena gejolak energy Vali di saat marah, Vali kembali dapat bergerak. Menyadari itu, Vali segera memasuki Balance Breakernya untuk memberikan serangan pada Cao Cao yang tak mungkin dapat menghindar saat ini.
OOOOOOOOOOOOOOOOO
Sayang sekali, sebelum itu sempat terjadi, seiring dengan teriakan pilu Samael sebuah benda dengan cepat melesat menembus dada Vali hingga membuat armor balance breakernya rusak seutuhnya. Blok hitam mulai menyelimuti tubuhnya, dan terlihat sebuah tentakel yang terhubung dengan lidah Samael.
" Kerja bagus Georg. Aku serahkan pengendalian Samael padamu seutuhnya " ujar Cao Cao mengetahui serangan itu berkat ulah Georg.
OOOOOOOOOOOOOOOOO
Samael kembali meraung, dan seketika blok hitam yang menyelimuti Vali meledak. Akibatnya tubuh Vali dipenuhi oleh darah.
" Cough "
Vali jatuh tertelungkup di lantai, dengan darah yang mengenangi tubuhnya. Cao – Cao hanya menyeringai melihat kondisi Vali " Ternyata tidak sulit untuk menumbangkan seseorang yang disebut Gubernur Da – Tenshi sebagai Hakuryuukou terkuat sepanjang masa "
" Cao Cao, lebih baik kau menghabisi Vali sekarang ! " Georg berteriak menyampaikan sarannya.
" Kau benar Georg. Ia dan rivalnya, Sekiryuutei saat ini benar – benar meningkatkan kekuatan mereka secara irregular. Beruntung, aku dengar Sekiryuutei telah dibunuh oleh Wakil Ophis. Kau pasti kesepian setelah ditinggal oleh rivalmu, maka dari itu aku juga akan membuatmu menyusul Sekiryuutei "
Cao Cao meluruskan tombaknya pada batok kepala Vali. Ujung tombak tersebut terbuka, dan Cao – Cao dengan perlahan melepaskan tombaknya, membiarkannya jatuh untuk menembus kepala Vali.
Akan tetapi, sebelum itu sempat terjadi sebuah bunyi mekanik berdengung dari blok hitam yang menyelimuti Ophis.
Boost
Cao Cao terkejut melihat tombaknya bergeser jauh hingga hanya menusuk lantai kosong.
Moment berkutnya, ribuan pedang tercipta di belakang Ophis yang masih terselimuti blok hitam, dan semua pedang itu meluncur cepat memutus tentakel di mulut Samael hingga melepaskan Ophis.
" Kau terlambat, Wakilku ! " ujar Ophis datar yang saat ini sedang digendong bridal style oleh seseorang yang terselimuti armor Sekiryuutei.
Sosok misterius akhirnya menampakkan diri dalam pertempuran, ia akan membawa pertempuran di Venesia menuju klimaks nya.
XoX
Rumania
Tepes Castle
Rizevim hanya dapat tertawa pahit begitu melihat dua tahanannya yang paling berbahaya saat ini berdiri di hadapannya dengan sikap santai.
" Ugyagyagya … bagaimana kalian dapat keluar dari tahanan tersebut, dan menemukan pak tua ini dalam ruangan pribadinya ? "
Sasuke menatap tajam Rizevim, tangannya terus berada pada katana nya, siap menarik benda tajam itu untuk memutus leher Rizevim jika melihat indikasi iblis tua gila itu ingin bertindak macam – macam.
" Kau pikir kami cukup bodoh untuk menjelaskan bagaimana spesifikasi kemampuan kami " Naruto membalas dengan senyum innocent.
" Kau akan menerima balasan atas perbuatanmu yang membuatku harus mendekam di tempat dingin itu hingga satu bulan lama nya, pak tua " Berbeda dengan Naruto, Sasuke mengancam dengan katana yang terhunus ke depan.
" Well well … kalau begini – "
" Jangan macam – macam " rizevim hanya dapat menyeringai tipis begitu Sasuke telah berada di belakangnya, ia dapat merasakan Kusanagi yang digenggam Sasuke hanya berjarak beberapa centi dari lehernya.
" Begitu rupanya, kalian dapat menemukanku disini karena kau pirang ! Kau pasti telah memasang aksara teleportmu pada tubuhku bukan ? "
Rizevim masih bersifat santai, sama sekali tak terperdaya oleh ancaman tersirat Sasuke.
Tatapan iblis tua itu kini menajam pada Naruto " Jadi, apa yang kau inginkan dari iblis tua sepertiku bocah ? Aku tahu, kalian akan langsung membunuhku jika tak yang kalian inginkan dariku "
" Seperti yang diharapkan dari iblis tua penjilat sepertimu. Itu benar, aku menginginkan sebuah kerja sama "
" Apa ? "
" Ya, kerja sama. Aku telah mengetahui rencanamu mengenai Trihexa, dan aku menawarkan kerja sama. "
" Uhm, ini menarik. Murid dari Ajuka – kun yang cinta perdamaian malah menawarkan kerja sama pada pemimpin organisasi yang menginginkan kekacauan " Rizevim terkekeh sarkatis. Setelah selesai dengan kekehannya, Rizevim menatap Naruto " Bisa kau jelaskan makna kerja sama ini ? "
" Kau membangkitkan Trihexa untukku, dan aku akan memberimu perlindungan selama prosesnya. Bagaimana ? cukup adil bukan ? " tanya Naruto masih dengan senyum innocentnya.
" Adil palamu ?! " Hardik Rizevim " Aku yakin kau sama sekali tak mengerti begitu alotnya proses untuk membangkitkan bintang pengkiamat itu, kau hanya ingin memanfaatkanku bukan ?! "
Naruto nyengir tak berdosa " Bukankah kau juga sering melakukan itu pada orang lain, oh iblis tua yang licik ? "
Rizevim melototkan matanya, kemudian iblis tua itu itu tertawa terbahak – bahak. " Aku suka sikap licikmu bocah ! Sungguh mengingatkanku atas masa mudaku dulu. Baiklah, aku juga tak memiliki pilihan lain. Mengenai perlindungan itu, apa kau bermaksud bergabung dengan Khaos Brigade ? "
" Tentu saja tidak tua bangka. Organisasi teroris konyolmu itu suatu saat akan kuhancurkan ! Tenang saja, aku pria yang selalu menepati janjiku, perlindungan yang kuberikan tak akan pernah kau sesali "
Dengan itu, Naruto dan Sasuke menghilang dalam kilatan kuning.
Mereka muncul kembali dalam lingkaran sihir Uzumaki di lantai Kastil Carmillia, dimana Ratu Carmillia dan Elmenhide telah menunggu mereka.
Naruto yang pertama berjalan menghampiri dengan senyuman lebar di wajahnya.
" Misi infiltrasi kami berhasil, meskipun harus merelakan kami mendekam di tahanan mereka selama sebulan. "
" Aku masih tak menyangka kau benar – benar akan menggunakan taktik ini Naruto – kun " Ratu Carmillia menggeleng – gelengkan kepalanya pelan. Taktik yang ia sebutkan merupakan rancangan Naruto dan Sasuke dimana mereka akan sengaja tertangkap oleh pihak Vampire Tepes, dan membiarkan mereka menjadi tahanan. Setelah diyakini keduanya tak dapat bergerak, Naruto akan menyebarkan kabut emasnya ke seluruh istana secara hati – hati, sehari ia hanya dapat menyebarkannya per 100 m2. Hal itu lah yang membuatnya membutuhkan waktu hingga 1 bulan untuk menyebarkan seluruh kabut emasnya ke sekeliling istana Tepes. Kabut emas yang membuatnya dapat menjadi pengguna sensorik terbaik di dunia.
" Sebelum kemari, kami telah menemukan ruang dimana Valerie diisolasi. Namun, kami tak dapat masuk, penjagaan di sana sangat ketat. Dan lagi, Rizevim Livan Lucifer benar – benar berada di sana membuat kami para pemegang Sacred Gear sangat dirugikan " Sasuke menambahkan informasinya.
" Setelah ini, pihak Tepes pasti akan memaksa Gasper untuk kembali karena pihak iblis dipandang telah menyelewengkan kontrak dengan kaburnya kami berdua. "
" – Dan momentum itu dapat dimanfaatkan pihak Carmillia untuk masuk wilayah Tepes, dan mengakhiri konflik antar dua ras Vampire selama ini " Ratu Carmillia melanjutkan ucapan Naruto atas rencana mereka. Elmenhide yang mendengar betapa mulusnya rencana mereka berjalan hanya dapat tersenyum tipis.
Naruto mengangguk tipis, ia dan Sasuke telah duduk di sofa yang berhadapan dengan Ratu Carmillia. Elmenhide pun telah menyajikan pada mereka semangkuk sphagetti dan secangkir kopi hangat.
" Untuk sekarang, kita hanya dapat menunggu " Ratu Carmillia tersenyum tipis.
TBC
Untuk pertanyaan review sebelum – sebelumnya, saya tak bisa jawab semuanya. Dan misteri – misteri dari awal cerita sudah mulai saya tampilkan di sini, bagaimana Naruto mengetahui sosok yang dikutuk itu, dan jika anda lebih jeli membaca chap – chap sebelumnya, saya yakin reader dapat menduga apa kaitan antara Ayah Naruto dengan sosok terkutuk tersebut. Arc Ophis masih sama seperti arc lainnya hanya terdiri atas 3 chap, maka dari itu banyak kejadian yang kuskip. Adegan terakhir ini juga akan menjadi prolog bagi Arc Rumania setelah arc Ophis. Selesai dari Rumana, maka Arc Rating Game yang saya perkirakan sekitar 5 – 6 Chap, tergantung pada mood. Untuk keterlambatan update, saya hanya memohon maaf karena ada kesibukan di dunia nyata. Fic – fic lain akan diangsur update nya. Dan terkhusus Longinus Balancer, fic saya yang paling lawas kemungkinan akan update pada bulan Juli, menunggu Longinus 14 Th sampai pada bagian yang hampir sama dengan Longinus Balancer
Oh iya, ada satu pertanyaan yang membuat saya tertarik yakni yang mempertanyakan kenapa Naruto lebih ngandalin Longinus nya dibanding Kankara Formula. Begini, Kankara Formula itu belum Naruto kuasai sesempurna Ajuka, setiap penggunaannya menghabiskan maksimal ¼ dari energinya. Dan lagi, Naruto selalu menggunakan Kankara Formula pada lawan yang ia pikir cukup lemah, yang tidak perlu membuatnya bertarung serius ataupun pada serangan – serangan terakhir.
Berikut Cuplikan untuk chap depan :
" Siapa sangka kita akan bertarung dengan Wakil Ophis ?! " Cao Cao hanya dapat berteriak menyampaikan rasa frustasinya.
" Serang dia dengan Samael selagi ia masih menggunakan Boosted Gear Georg ! "
" Sayang sekali, tidak ada roh Ddraig dalam Boosted Gear ini sehingga membuat racun Samael tak berpengaruh bagiku ! "
.
" Samael dibebaskan dari Cocytus! " Georg berteriak tak percaya. Keadaan di arena semakin tak menentu.
" Sial ! Dalam keadaan seperti ini, aku tak akan mampu untuk melindungi siapapun ! " rutuk Vali
" Naruto – san ! " teriak Le Fay tak percaya.
" Yo, kita bertemu kembali dan kulihat koleksi Longinusmu jauh bertambah "
" Uzumaki Naruto ! Kali ini Declare of War akan jatuh padaku !"
" Tugasmu sudah selesai Zetsu atau harus kupanggil Innovate Clear. Aku akan mengumpulkan Longinus yang tersisa "
Chapter 25 : Ophis, the Lonely Dragon ( Hero Faction Downfall and Naruto Cames to Rescue )
