Longinus 14Th ( Declare of The War )

Naruto Masashi Kishimoto

High School DxD Ichie Ishibumi

Warning : AU, OOC, OC, TYPO, Semi Canon, dan Lain – lain

DemiDevilNaru, SmartNaru

" Kau terlambat, Wakilku ! " ujar Ophis datar yang saat ini sedang digendong bridal style oleh seseorang yang terselimuti armor Sekiryuutei.

Sosok misterius akhirnya menampakkan diri dalam pertempuran, ia akan membawa pertempuran di Venesia menuju klimaks nya.

.

Chapter 25 : Ophis, the Lonely Dragon ( Hero Faction Downfall and Naruto Cames to Rescue )

Ketegangan masih terus berlanjut begitu sosok misterius yang biasa disapa sebagai wakil Ophis itu menurunkan Ophis dengan perlahan. Armor merah Sekiryuutei nya mengkilat diterpa cahaya bulan, dalam sekejap suasana di dimensi itu berganti menjadi malam. Cao – Cao menatap pada Georg hanya menemukan pemilik Dimension Lost yang membuat dimensi ini menggeleng pelan, jawabannya telah pasti.

" Suasana malam lebih menengangkan untuk bertarung, benar kan Cao Cao?!" sosok misterius itu memulai dengan perlahan. Hanya dengan fenomena singkat saja, ia menunjukkan bagaimana penguasaannya terhadap Longinus yang ia duplikat.

" Kita telah setuju, bahwa kami Hero Faction akan menangani Ophis. Mengapa kau menganggunya ? "

Cao Cao mencoba bernegosiasi, ia masih belum yakin dapat mengalahkan sosok wakil ini. Terlebih,ia telah ceroboh dengan membiarkan sosok misterius ini menduplikat Longinus yang berada di kelompok mereka. Jika dijumlahkan dengan kemungkinan sosok ini memiliki 8 Longinus, yakni True Longinus, Dimension Lost, Telos Karma, Annihilation Maker, Regulus Nemea, Incrinate Anthem, Innovate Clear, Boosted Gear .

Bukannya takut, Cao Cao hanya bersikap rasional. Rencananya setelah berhasil menyegel separuh atau bahkan tiga perempat kekuatan Ophis. Ia akan menggunakannya untuk membunuh orang ini, eksistensi dan kemampuannya begitu berbahaya dan lagi sosoknya yang begitu misterius membuat ia termasuk dalam daftar teratas untuk segera dihabisi

" Aku tak se naïf itu untuk percaya pada kalian. Mengenai perjanjian itu, aku sepakat karena tidak ingin perhatian dunia tertarik padaku. "

Cao Cao mengerti maksudnya. Tidak seperti Hero Faction, sosok misterius ini tidak begitu dikenal dalam ranah supranatural. Hanya petinggi – petinggi mitologi dan orang – orang penting yang mengenalnya sebagai wakil Ophis. Jika terdengar kabar, bahwa sosok semisterius itu pergi untuk menyelamatkan Ophis, akan memancing hal yang tidak menyenangkan dari mitologi besar yang berprasangka buruk padanya.

" Jadi, hasil akhirnya telah jelas. Kita akan bertarung " ujar sosok tersebut. Permata hijau di sarung tangan merahnya menyala terang, mendengungkan Boost berkali - kali

" Serang dia dengan Samael selagi ia masih menggunakan Boosted Gear, Georg ! " Cao Cao meneriakkan perintahnya kepada Georg dengan lantang. Tanpa adanya jeda waktu, sulur hitam Samael segera melesat menuju sosok itu.

Boost

Sulur itu bergeser perlahan, memanjang hingga akhirnya hanya tertanam pada dinding yang jauh di belakang mereka. Sulur hitam besar itu tak berhenti di sana, bagian yang berada dekat dengan sosok itu menumbuhkan beberapa sulur kecil yang mengancam untuk menjerat pemuda itu.

Namun, sekali lagi

Boost

Sulur – sulur kecil itu berbelok, tak satupun mengenai sosok tersebut.

" Georg, kepung dari dua arah ! Tak seperti pengguna aslinya, ia benar – benar dapat menggunakan Boosted Gear hingga tak hanya menggunakan kemampuan Boost untuk menambahkan kekuatan tapi juga untuk menambah vector dari serangan. "

" begitu ya ! " Georg mengikuti intruksi Cao – Cao. Sulur – sulur kecil itu menumbuhkan sulur – sulur lain nya yang menjalin satu sama lain hingga berbentuk seperti jaring laba – laba yang begitu padat.

GLUP

Suara khas menelan terdengar begitu sulur itu berhasil memerangkap ia yang dipanggil Wakil Ophis. Sebelum Georg dan Cao Cao dapat bernafas lega, mereka dikejutkan dengan api ungu yang dengan cepat membakar sulur – sulur tersebut.

" Membaralah Incrinate Anthem ! Bakar semua kejahatan di dunia ini ! " teriak sosok itu lantang, hingga akhirnya sosoknya memperlihatkan dirinya kembali dimana api ungu menyelimuti armornya yang masih utuh. Setelah bebas dari sulur – sulur Samael, sosok misterius ini menatap Cao Cao dengan mata armor hijaunya yang bercahaya. Mengabaikan Samael yang meraung – raung karena api keunguan terus membakar sulurnya. Untuk menghentikan api tersebut, Georg terpaksa membuat Samael menarik semua sulur gelapnya sehingga Vali yang semula terperangkap kini baring terlentang, ia dalam keadaan sekarat.

" Sayang sekali, tidak ada roh Ddraig dalam Boosted Gear ini sehingga membuat racun Samael tak berpengaruh bagiku ! "

" Kalau begitu … " Cao Cao menundukkan sedikit tubuhnya, dan dalam sekejap ia berada di depan sosok tersebut dengan tombak emasnya yang siap menembus armor merah tebal tersebut.

TRANG

Sayang sekali, usaha Cao Cao kembali gagal karena telah sosok itu telah mengantisipasi gerakan itu dengan memodifikasi cakar dari gauntlet itu menjadi tombak suci True Longinus.

" Keparat ! " rutuk Cao Cao menyadari sosok itu menggunakan duplikat longinusnya.

" Siapa sangka kita akan bertarung dengan Wakil Ophis ?! " Cao Cao hanya dapat berteriak menyampaikan rasa frustasinya.

Balance Break : Polar Night Longinus Chakra Valdine

Tombak di tangan Cao Cao dengan cepat mengurai dengan cepat membentuk 7 mustika yang berbentuk bola. Salah satu mustika dengan cepat membentuk sebuah tombak kembali di tangan Cao Cao dan hanya dengan menambah sedikit tekanan, duplikat True Longinus milik sosok tersebut hancur berantakan.

Sekali lagi, sosok itu berhasil menghindar dengan menteleport Cao Cao ke samping Georg. Di belakang tubuhnya terdapat 7 bola yang persis seperti milik Cao Cao.

" Kau ternyata dapat menggunakan Balance Break juga, bahkan menggunakan Atsusa Ratana " ujar Cao Cao dengan suara menggeram. Atsusa Ratana merupakan kekuatan yang memungkinkan pengguna True Longinus untuk menteleport seseorang atau penggunanya sendiri. Sedangkan serangan yang ia berikan tadi merupakan Chatsuka Ratana, kekuatan yang mampu merusak segala jenis senjata.

" Bagaimana Cao Cao ? Aku tidak dapat menahan Samael lebih lama lagi … " Georg yang telah berhasil memadamkan api Incrinate Anthem bertanya dengan tubuh berkeringat, di belakangnya lingkaran sihir emas yang membawa sebagian besar tubuh Samael yang tersegel di dasar Cocytus berkedut – kedut, karena mana yang membuat lingkaran sihir tersebut mulai berkurang.

" Berikan aku waktu 10 menit untuk mengalahkan orang ini "

" Baiklah, kalau begitu aku akan membantumu dengan ini " Dari ketiadaan, sebuah buku tebal muncul di tangan Georg, pada bagian pembatasnya terdapat sebuah rantai raksasa yang mengalungkan dirinya pada leher Georg.

Itu adalah Grimoire Georg. Untuk menyalurkan sihirnya, seorang penyihir biasanya memiliki tiga metode, yakni menggunakan tongkat, grimoire atau bahkan tubuhnya sendiri jika telah memiliki penguasaan yang tinggi.

Sebagai keturunan dari Johann Georg Frause, manusia yang membuat sebuah kontrak dengan iblis legendaries, Mephisto Pheles, ia memiliki bakat akan sihir yang luar biasa. Dalam usia mudanya, ia telah menguasai Norse Magic, Demonic Spells, Fallen Angel Spells, Black Magic, White Magic, Fairy Magic, Dragon Gate Magic Circle, dan Fire Spells. Semua pengetahuannya akan sihir tersebut tercatat dalam grimoire miliknya.

Fire Spells : Leol Zenith

10 kobaran api membesar di sekitar Georg mengambil bentuk seekor singa jantan yang tengah mengeram. Ke sepuluh singa api tersebut serentak membuka mulut mereka menghembuskan nafas api yang luar biasa panas dan semuanya menuju sosok tersebut.

Melihat 10 kobaran api yang pastinya dapat membakarnya hidup-hidup tak membuat sosok tersebut gentar. Dengan mengayunkan tangannya sekali ke bawah, sebuah dinding api keunguan terbentuk tak jauh di depan sosok tersebut menghalangi kobaran api yang berada dalam jalurnya.

" Aku masih belum selesai " teriak Georg, Grimoire di tangannya bergerak sendiri membuka lembaran – lembaran lain.

Fairy Magic : Water Breath

3 pusaran air muncul di hadapan Georg mengantarkan sebuah pusaran air raksasa yang bergerak menuju dengan arah yang berbeda, satu menyerang dari depan, sementara dua lainnya menyebar ke kanan dan kiri.

Baru ingin membuat pertahanan lainnya, sosok itu terkejut ketika menemukan tubuhnya tak dapat bergerak, melirik ke samping Georg ia menemukan mata Cao – Cao yang berwarna keperakan sedikit mengkilat.

' Mata dari Medusa huh ?! '

" Begitu ternyata permainan kalian … Georg menyerang, dan Cao-Cao menghentikan gerakanku. Namun sayang, aku dapat menggunakan Inovate Clear ku hanya dengan pikiran "

Seakan membuktikan kata-katanya, empat buah pilar besi segera berdiri di sekitarnya, keduanya dengan cepat melebar membentuk sebuah kubus yang melindungi sosok itu.

Brrzz

Suara desiran air yang berada di bawah kakinya membuat sosok itu mengernyit, dan ia tak dapat berbuat apa – apa begitu pusaran air yang muncul dari bawah kakinya menghantam tubuhnya keras hingga melubangi kubus besinya.

' Dia mengatur agar satu pusaran datang dari bawah tanah ?! ' batin sosok tersebut tak percaya.

" Kemudian, ini serangan penutupnya. Selanjutnya kuserahkan padamu Cao Cao " bisik Cao Cao, membuka lembaran lain dari Grimoirenya.

Norse Magic : Lightning Garden

Tanpa adanya lingkaran sihir maupun awan hitam, sebuah badai petir terjadi di sekitar sosok tersebut yang telah tergenang akibat serangan air sebelumnya. Badai itu terus menyambarkan petir, layaknya serangan milik Indra, walaupun tenaganya masih jauh dibandingkan dewa tersebut.

Ophis yang berada di daerah serangan tersebut hanya membentuk kekkai untuk melindungi dirinya sendiri, tak mempedulikan wakilnya yang terkena serangan telak.

Menggunakan Atsusa Ratana, Cao Cao menteleport dirinya menuju sosok misterius yang sedang dalam keadaan buruk, armor tebalnya terbuat dari besi yang merupakan konduktor bagi listrik. Dan lagi di tambah dengan air yang membasahinya, telah jelas serangan petir sebelumnya berdampak banyak padanya.

" Kau tamat ! "

Kuncup pada tombak True Longinus terbuka lebar menghantarkan energy suci yang begitu besar dan tombak itu berhasil menembus tubuh sosok tersebut tepat di jantungnya.

' Aku menang ! ' batin Cao Cao tersenyum lebar.

" Kombinasi yang bagus " Cao Cao dan Georg melebarkan mata mereka mendengar suara tersebut datang dari belakang Georg. Sosok tersebut, kini telah berada di belakang Georg dengan telapak tangan terbuka pada tengkuk magician itu. Sosok yang ditusuk oleh Cao Cao mengeluarkan cahaya terang sebelum akhirnya bertransformasi menjadi orbs bulat yang bergerak cepat menuju sekitar sosok tersebut.

" Untuk sekarang, aku akan mengambil Samael "

Lingkaran sihir Samael segera dilingkupi oleh kabut perak, dan dalam sekejap keberadaan Samael tak dapat dirasakan lagi.

" Samael dibebaskan dari Cocytus! " Georg berteriak tak percaya. Keadaan di arena semakin tak menentu. Kemudian, sosok tersebut menghantamkan telapak tangannya pada tengkuk Georg, mengantarkan Magician itu kepada kegelapan seketika.

" Brengsek ! " umpat Cao Cao melihat hasil jerih payahnya bernegosiasi dengan Hades dan Indra tak menghasilkan apa – apa. Ditambah lagi, salah satu bawahannya yang dapat diandalkan, telah tumbang terlebih dahulu.

" Wakilku, sembuhkan naga putih itu. " Ophis menunjuk Vali yang walaupun dalam keadaan sekarat, dengan tubuh yang dilumuri darah masih mencoba untuk berdiri.

" Sial ! Dalam keadaan seperti ini, aku tak akan mampu untuk melindungi siapapun ! " rutuk Vali

" Dia naga yang baik " tambah Ophis. Sosok itu hanya mengangguk, dan sekejap ia berada di depan Vali.

" … " Ophis dan Cao Cao hanya diam melihat bagaimana sosok itu hanya menyentuh sebentar permata keunguan yang terlepas dari armor putih Hakuryuukou. Kemudian, ia berjalan mendekati Cao Cao, sama sekali tak melakukan sesuatu terhadap Vali.

" Aku sudah tak perlu mendengarkan perintahmu lagi Ophis ! " ujar sosok itu datar. Perlahan topeng wajahnya terbuka menampilkan sebuah sosok yang asing bagi Cao-Cao. Kulit wajahnya terbagi rata menjadi dua, sebelah kiri segelap malam, sedangkan kanan begitu pucat layaknya mayat. Rambutnya jabrik berwarna hijau, matanya bulat berwarna kuning yang memberikan tatapan lurus.

" Untuk kalian Hero Faction, selama Ophis menghilang aku membantu Rizevim mengambil keputusan dan keputusan pada rapat terakhir kami adalah membinasakan Hero Faction karena telah mengingkari kehendak dari Khaos Brigade "

Kabut tipis muncul di sekitar Cao Cao, dan kemudian 3 tubuh milik Siegrified, Heracles, dan Jeanne muncul di sana dalam keadaan tak bernyawa. " Bagaimana mungkin ?! " pekik Cao Cao tak percaya.

Namun, belum sempat untuk memikirkan lebih jauh, pemimpin Hero Faction itu tersentak begitu merasakan tekanan kekuatan yang begitu mengerikan. Pupilnya melebar begitu menyadari bahwa tekanan itu berasal dari Ophis yang telah dipenuhi aura gelap.

"Dragon Beam !"

Cao Cao tak sempat berbuat apa – apa ketika berhadapan dengan muntahan energi padat dari naga tanpa batas. Begitu energy penghancur itu menyentuhnya, itu menjadi akhir dari Cao Cao.

Atau itulah yang ia pikirkan.

PRANG!

Cao Cao tersentak begitu merasakan dunianya seperti runtuh seketika, pupil matanya masih melebar, dan ia masih dapat melihat wajah asli dari sosok misterius tersebut yang kini tersenyum licik padanya.

DUG

Tanpa sadar, Cao Cao jatuh terduduk dengan air liur yang mengalir perlahan dari mulutnya. Beberapa detik kemudian ia jatuh tak sadarkan diri.

Sosok itu tersenyum puas melihat bagaimana korban dari ilusinya. Yap, semua yang disaksikan Cao Cao sebelumnya merupakan ilusi semata.

" Sejak kapan kau memasukkannya ke dalam ilusi ? " tanya Ophis dengan nada bosan.

" Tentu saja setelah aku memperlihatkan wajah ini. " jawab sosok itu ringan. Ia menatap Ophis lurus " Aku tak main – main ketika mengatakan bahwa aku tak perlu lagi menuruti perintahmu, Ophis ! "

Ophis menghela nafas pelan " Kalau begitu, selamat ! Kau terjebak " Sebuah benda berkilauan melayang cepat dari tubuh Ophis. Sosok itu memicingkan matanya untuk menyadari bahwa benda itu adalah sebilah kunai yang bercabang tiga.

Dan,kemudian sebuah kilat kuning terlihat menjatuhkan seseorang yang mendarat dengan sempurna di lantai. Sosok itu tercengang dengan pemandangan pemuda yang baru saja tiba tersebut, namun hanya sebentar karena berikutnya ia menampilkan senyum lebar yang terkesan physco

" UZUMAKI NARUTO ! " teriaknya bersemangat

" Yo, kita bertemu kembali dan kulihat koleksi Longinusmu jauh bertambah " Naruto dengan jubah Uzumaki nya yang berkibar di belakang menyapa balik.

" Uzumaki Naruto ! Kali ini Declare of War akan jatuh padaku !" sosok itu menyeringai lebar

" Tugasmu sudah selesai Zetsu atau harus kupanggil Innovate Clear. Aku akan mengumpulkan Longinus yang tersisa " Pupil sosok yang kini diketahui sebagai Zetsu itu melebar, mulutnya sudah mulai membuka untuk bertanya darimana Naruto mengetahui namanya, namun segera ia batalkan ketika mengulang kembali kata – kata Ophis

" Kalau begitu, selamat ! Kau terjebak "

' Mereka telah merencanakan ini ! ' batin Zetsu

" Kuyakin, kami tak perlu menjelaskan segala sesuatu lagi bukan ? Namun, sebelum aku benar – benar membunuhmu. Aku harus menyapa kekasihku terlebih dahulu " Naruto dengan santai berbalik, di mana terlihat Le Fay terbang ke arahnya menggunakan sapu terbangnya. Begitu mengetahui Naruto melihatnya, pupil Le Fay melebar

" Naruto – san ! " teriak Le Fay tak percaya.

"Tch, penganggu ! " decak Zetsu, namun ia tak berbuat apa – apa. Ia masih berdiri di tempat yang sama seakan memberi waktu bagi Naruto dan Le Fay untuk bertukar sapa.

" Tadi, Uchiha – san tiba – tiba datang membantu pertarungan kami. Ia bilang Naruto – san ingin bertemu denganku. Ja – jadi … " Le Fay sedikit tergagap menjelaskannya, karena ia tak terlalu mengerti dengan keadaan saat ini.

" Tenanglah Le Fay. Aku yang mengirim Sasuke – teme untuk kemari membantu kalian. " balas Naruto, menangkap kedua bahu kecil Le Fay. " Nah, sekarang bisa kau rawat sebentar Vali. Ia sudah kupindahkan agar lebih dekat dengan Ophis. Segila apapun pertarungan kami nanti, Ophis akan melindungi kalian "

" Jangan membuatku terdengar sebagai babysitter dari dua orang itu " sela Ophis

Naruto terkekeh pelan. Namun kekehannya terhenti begitu merasakan sesuatu yang lembut menyentuh pipinya, semburat merah menjalar pada pipinya menyadari Le Fay mencium pipinya. " Anggap saja sebagai jimat keberuntungan " ujar Le Fay menundukkan kepala untuk menyembunyikan semburat merah di wajahnya.

Dengan tepukan lembut pada pundaknya, Le Fay telah duduk di samping Ophis dan tubuh Vali yang tengah sekarat.

Naruto kembali memandang Zetsu yang balik menatap dengan pandangan bosan.

" Maaf membuatmu menunggu " ujar Naruto, dan Zetsu mengangguk. Mereka serentak melompat mundur dengan memasang sikap waspada masing – masing. Aura emas mulai menyelimuti tubuh Naruto sedangkan Zetsu kini bagian armor dari Sekiryuuteinya mulai merombak diri.

" mari kita mulai ! " teriak mereka berdua bersamaan.

XoX

The Shining Golden Fox God Ray

Mode ini merupakan salah satu bentuk terkuat yang sampai saat ini Naruto kembangkan. Ia memadukan kemampuan Longinus Declare of War dan Regulus Nemea nya dengan senjutsu yang ia pelajari dari bangsa istrinya, youkai. Aura emas menyelimuti wujudnya yang kini serupa dengan youkai Kyuubi. 9 ekor emasnya melambai – lambai, matanya terlihat sedikit terang, jubahnya emasnya kini hanya sebatas dada dengan rajutan kepala singa jantan di bagian depan pundak, cakar – cakar tajam juga tumbuh pada masing – masing tangannya. Dengan mode ini, ia mampu mengalahkan Loki dengan mudah. Sebuah mode yang dapat membuat Serafall dan Ajuka bersamaan mengeluarkan True Form mereka. Prodigy, sebuah gelar yang benar – benar pantas dipegang Naruto atas pencapaiannya selama ini.

Zetsu mengetahui betul untuk menduplikat semua longinus, hambatan terbesarnya adalah pemuda di depannya ini. Setahun yang lalu, ia telah gagal menduplikat Longinus Naruto dan bahkan dipermalukan hingga menjadi abdi Ophis. Namun tak masalah baginya, berpura – pura selama setahun mengabdi pada Ophis untuk menambah koleksi Longinusnya. Ophis yang datang memungutnya, ia tak pernah sekalipun meminta belas kasihan pada dewi naga itu, jadi tak ada rasa sungkan ataupun penyesalan ketika ia akan bertindak di luar kehendak Ophis.

Penampilan Zetsu saat ini, terlihat cukup rumit. Lengan kirinya diselimuti armor merah Sekiryuutei sementara armor lengan kanannya berwarna putih dengan permata keunguan seperti boosted gear pada kepalan tangannya. Armor bagian dada dihiasi oleh kepala singa jantan emas, bagian punggungnya terdapat api keunguan yang membentuk lingkaran. Terakhir, wujudnya seakan dikelilingi oleh kabut tipis. Benar – benar pengkombinasian Longinus yang sempurna.

Keduanya menatap satu sama lain, dan dengan aba-aba yang tak jelas keduanya melesat menuju satu sama lain. Zetsu mengambil ancang – ancang untuk tangan kanannya memukul. Tangan kanannya yang memiliki kemampuan Longinus Divine Dividing merupakan pilihan yang cocok menurutnya untuk memulai pertempuran ini, jika Naruto tersentuh, ia akan leluasa untuk membagi kekuatan pemuda tersebut. Ia tak perlu takut kelebihan batas, sebab ia memang energy itu dapat disalurkan pada longinus – longinus lain yang memiliki kemampuan ofensif tinggi.

' Divine Dividing huh ?' batin Naruto berspekulasi setelah melihat Zetsu memundurkan lengan kanannya untuk memberikan ayunan pukulan yang keras nantinya.

" Habis kau ! " seru Zetsu melancarkan pukulannya, tenaganya tidak main – main, pukulan itu menghantarkan tekanan angin yang membuat beberapa reruntuhan di sana terhembus. Namun, serangan itu hanya menembus Naruto.

Setelah Naruto benar – benar menembusnya, Zetsu menoleh " Kemampuan ruangmu benar – benar merepotkan, namun kau ceroboh … kini aku telah menduplikat Longinusmu ! "

" Kalau begitu tunjukkan ! " balas Naruto dengan senyum menantang.

Mereka kembali melesat menuju satu sama lain, melihat bagaimana Naruto akan menggunakan kemampuan ruang untuk menembusnya lagi, Zetsu segera bersiap untuk melaksanakan hal yang sama, namun …

Naruto tetap menembusnya.

Zetsu terperangah, ia tak mengerti. Seharusnya, Naruto tidak dapat menembusnya tadi.

Naruto memanfaatkan celah tersebut untuk membentuk ratusan kunainya yang dilontarkan bersamaan.

Zetsu mulanya diam mencoba berkonsentrasi untuk membiarkan kunai – kunai itu menembusnya, namun refleksnya segera menyadari bahwa hal itu tak akan terjadi hingga ia melepaskan api keunguan di punggungnya untuk membakar habis semua kunai Naruto. Jika dibiarkan, Naruto dapat dengan mudah berteleport dan itu akan membuatnya kewalahan.

' Aku masih tak mengerti … mengapa mendadak aku tak mampu menduplikat longinusnya ! '

Naruto mendekati Zetsu dengan cepat,dalam waktu sekejap masing – masing tangannya telah mengenggam pedang. Tangan kanannya memegang Longinus Canis Lykaon sedangkan pedang peninggalan ayahnya berada di tangan kiri. Begitu berada dalam jarak tebasannya, Naruto segera mengayunkan Canis Lykaon dengan kekuatan penuh mengantarkan sebuah energi kegelapan.

Niatnya, Zetsu hendak melawan serangan tersebut dengan melakukan serangan yang sama. Namun, sekali lagi ia tidak dapat menduplikat longinus tersebut. Sehingga terpaksa mengeluarkan True Longinus dari soket gauntlet Boosted Gear nya.

Kedua energy suci dan gelap itu bertabrakan di udara, saling menghancurkan satu sama lain hingga tak bersisa sama sekali. Dari sana Naruto segera menyerang dengan gerakan cepat. Canis Lykaon nya menebas horizontal hendak memutus leher Zetsu namun masih dapat ia tahan menggunakan True Longinus nya.

Boost

' Kena kau ! ' batin Zetsu.

Dengan tambahan kekuatan tersebut, True Longinus segera mengeluarkan energy suci yang begitu besar hingga membuat Naruto yang notabene iblis terpaksa melompat jauh ke belakang jika tak ingin terluka parah karena energy tersebut.

True Longinus Balance Break : Polar Night Longinus Chakra Valdine

" Ia tetap dapat menggunakan Balance Break walaupun dalam keadaan bergabung huh … menarik ! " bisik Naruto mengayun – ayunkan Canis Lykaon nya untuk mengantarkan serangan – serangan energy gelap untuk menghancurkan energy suci dari True Longinus.

' Aku harus menghindar dari kemampuan Chatsuka Ratana, yang katanya mampu menghancurkan segala senjata, yah walaupun kemampuan itu belum pernah dilancarkan pada longinus. ' batin Naruto melihat sekarang, 6 bola – bola putih berada di sekitar Zetsu.

Sedangkan tombaknya masih tetap utuh di soket Boosted Gear.

' Apakah itu Chatsuka Ratana ?! ' Naruto mulai berspekulasi.

Boost : Speed

Zetsu dalam sekejap telah memangkas jaraknya dengan Naruto. True Longinus nya melaju dengan cepat hendak menusuk dada lawan.

Trang

Naruto berhasil menghalaunya menggunakan pedang peninggalan ayahnya. Zetsu tidak terlalu peduli, ia melancarkan serangan berikutnya menggunakan lengan kirinya. Sekali lagi, Naruto menahannya menggunakan Canis Lykaon posisi Naruto jadi menyilang saat ini. Dalam jarak sedekat ini, Naruto mencoba memberikan sapuan pada tungkai Zetsu untuk memberi jarak.

Penetrate

Naruto melebarkan matanya, mendengar bunyi mekanik tersebut. Penetrate merupakan salah satu kemampuan Boosted Gear yang membuat penggunanya mampu menembus pertahanan apapun.

Zetsu tersenyum kemenangan, berpikir ia akan dapat melukai Naruto pertama kali.

Betapa salahnya pikirannya kesekian kalinya, ia berakhir hanya menembus tubuh Naruto.

" Ya, Penetrate memang dapat menembus segala pertahanan namun, tak ada gunanya jika aku memmindahkan tubuhku ke dimensi lain bukan ?! " ujar Naruto menjawab kebingungan Zetsu.

" Kali ini, aku akan menyerang. Bersiaplah Zetsu ! " Naruto mengadahkan tangannya, pusaran energy mulai terbentuk di sana, bersamaan pula dengan 9 ekor lainnya. Semuanya membesar dalam tempo yang bersamaan hingga menjadi sebesar bola sepak.

Dalam satu kedipan, Naruto telah berada di samping kanan Zetsu. 9 Ekornya yang terlebih dahulu meghancurkan ke Sembilan pusaran energy itu melancarkan sebuah terpaan angin luar biasa, namun semua terpaan angin itu seolah terhapus oleh keberadaan kabut tipis di sekitar Zetsu.

' Dimension Lost sebagai pertahanan seperti yang kuduga ! ' batin Naruto.

Naruto tak menyerah, ia masih memiliki Rasengan di tangannya. Berbeda dengan 9 lainnya, Naruto melesatkan serangan itu dengan tangannya sendiri. Zetsu melompat ke kiri, secara refleks menyilangkan tangan kirinya ke depan dada untuk mempertahankan diri.

Divide

Naruto meringis begitu melihat serangannya mulai menciut karena teknik Hakuryuukou tersebut. Dengan ukurannya yang hanya sebesar bola kasti Naruto tetap melesatkan serangannya yng mendarat pada lengan kiri Zetsu memaksa Zetsu untuk terseret mundur hingga beberapa meter.

[ Multiple Clone ] : Activation

Dari ketiadaan, 9 klon Naruto muncul di sekitar Naruto.

Mereka semua berpenampilan layaknya Naruto biasa tanpa adanya mode Shining Golden Fox God Ray. Mereka semua membawa masing – masing satu kunai.

" 9 sosok dirimu tak berarti apa – apa di depan longinus – longinus ini ! " teriak Zetsu.

Dari dalam tanah, duri – duri besi tumbuh dan meninggi hendak menusuk Naruto beserta seluruh klon nya. Ketanggapan Naruto membuat tak ada satupun dari mereka yang menjadi korban. Mereka semua kini berdiri santai di puncak lancip dari duri tersebut.

' Dia benar – benar dapat menggunakan seluruh Longinus. Ini akan lebih sulit dari yang kupikirkan ' batin Naruto menatap tajam Zetsu.

" Maju! " Dengan aba – aba itu, seluruh klon Naruto maju secara acak.

Melihat itu, salah satu orb putih dari True Longinus membelah diri membentuk bala tentara sejumlah 50, 5 kali lipat jumlah klon Naruto. Sebelum maju meuju masing – masing klon, sebuah benda hitam layaknya lender melapisi pasukan tentara tersebut.

Menggabungkan teknik Kahabitei Ratana dengan Annihilation Maker.

50 tentara itu memiliki kemammpuan yang tidak main-main !

Setiap 5 tentara melesat menuju masing – masing klon sedangkan 5 sisanya melesat menuju Naruto yang asli.

" Naruto – san ! " Pupil Le Fay melebar melihat bagaimana Naruto dalam keadaan terjepit sekarang.

" Tenang saja " Ucapan Ophis itu membuat Le Fay yang masih memulihkan Vali menoleh padanya.

Magician muda itu hanya dapat memasang wajah kikuk kala menemukan dewa naga itu kini tengah meminum susu yang entah ia dapat darimana dengan santainya.

Ophis yang merasakan Le Fay menunggu jawaban darinya hanya berkata " Naruto tak akan mati sebelum bertemu ayahnya. Ia telah berjanji untuk itu bukan ? "

" Ta- tapi ayah Naruto – san bukannya telah – "

" Ia akan menyampaikan kebenarannya kepada kalian semua setelah keadaan memungkinkan " potong Ophis cepat.

Le Fay mengangguk lambat – lambat, memandang sekali lagi pada Naruto. Setelah 2 tahun mengenal Naruto, ia mengakui masih banyak tentang keluarga Naruto yang tidak ia ketahui. Seekvaira saja yang sejak bayi mengenal Naruto mengaku tidak mengetahui apa-apa perihal ayah Naruto. Mengapa klan Uzumaki hanya menyisakan Kushina sendiri. Mungkin, Naruto telah menemukan jawabannya dan semua ini ia lakukan untuk … Le Fay sendiri juga masih belum mengerti mengapa Naruto melakukan semua ini !

Kembali ke sisi Naruto, masing – masing tangannya kini telah memegang pusaran energy yang melebarkan angin tipis di sekitarnya hingga berbentuk seperti shuriken.

Naruto dengan cepat memindahkan satu energy tersebut ke tengah pasukan bala tentara tersebut yang segera memusnahkan mereka hingga ke titik – titik terkecil dalam sekejap. Kemudian, berikutnya ia muncul di belakang Zetsu.

' Aku masih ingin mencoba satu hal ! ' batin Naruto.

Zetsu yang menyadarinya segera berbalik dan melompat mundur, kepala singa jantan di dadanya membuka memperlihatkan gumpalan energy yang siap dimuntahkan menuju Naruto.

Tangan kanan Naruto yang kosong sekarang juga mengumpulkan energy.

Dalam aba – aba yang tak jelas keduanya melepaskan serangan tersebut hingga bertabrakan di udara. Energi penghancur yang sama – sama berasal dari Regulus Nemea itu membuat reruntuhan itu begitu terang. Di tengah saling menekan tersebut, Naruto melemparkan pusaran energy yang berada di tangan kirinya sehingga membuat ia sempat terseret ke belakang karena kehilangan fokus sesaat.

' Dengan sedikit Dimension Lost di sisi tubuhku tak akan cukup untuk menahan serangan itu ! ' teriak batin Zetsu waspada. Dengan cepat ia memusatkan seluruh kabut Dimension Lost nya pada titik yang diserang Naruto dan di sanalah …. celahnya terbuka.

Dalam efek slow motion, Zetsu melebarkan matanya begitu melihat salah satu klon berada di dekat lengan kanan tubuhnya dengan pusaran energy di kepalan tangannya.

Divide

Tak seperti dugaan Naruto, Zetsu masih memiliki trik lainnya untuk bertahan. Akan tetapi, Zetsu juga salah jika mengira serangan Naruto berhenti sampai di sana. Klon itu menghilang digantikan oleh sebuah lingkaran sihir yang segera melesatkan puluhan kunai bercabang tiganya.

Beberapa kunai itu masih dapat ditahan menggunakan Incrinate Anthem nya namun karena terlalu banyak penganggu, fokusnya melemah hingga serangan Regulus Nemea Naruto berhasil mengungguli miliknya yang membuatnya terpental cukup jauh. Seluruh bala tentara Zetsu pun kini telah berhenti menyerang karena pemiliknya yang sedikit terluka.

" Bagaimana bisa, salah satu klonnya melarikan diri 5 bala tentara Kahabitei Ratana ?! "bisik Zetsu dengan geram. Armor di dadanya rusak parah, dan perlahan bala tentara dari Kahabitei Ratana menghilang dengan sendirinya, begitupula 6 bola orb di belakang tubuhnya.

' Ia juga memasang segel pada serangan terakhir tadi hingga membuatku tidak bisa menggunakan Regulus Nemea, True Longinus, dan Annihilation Maker ! ' Pupil Zetsu melebar menyadari ia tak dapat mengeluarkan kemampuan dari tiga Longinus yang terkena dampak langsung laser Regulus Nemea milik Naruto tadi.

" Bagus Naruto! Hanya perlu mengurus Boosted Gear, Divine Dividing, Incrinate Anthem, Innovate Clear, dan Dimension Lost saja " Kurama dalam benak Naruto tersenyum lebar menonton pertarungan dari hostnya.

Zetsu merombak kombinasi Longinus yang menyelimuti tubuhnya, Boosted Gear dan Divine Dividing yang semula hanya mewakili masing – masing tangannya, mulai menyelimuti bagian kiri dan kanan tubuhnya, sehingga kini armornya berwarna merah dan putih. Pada pundaknya, tumbuh sepasang sayap kebiruan yang mana pada tiap bagian ujungnya merupakan senapan. Api Incrinate Anthem tetap berada di punggungnya, hanya saja kini, bentuknya mengitari sayap kebiruan tersebut. Terakhir kabut tipis Dimension Lost menebal dan mengitari tubuh layaknya syal para dewa dan makhluk suci.

Balance Break : Boosted Dividing Scale Mail.

Naruto melebarkan matanya mendengar dengung mekanik tersebut.

" Kau harus lebih waspada Naruto ! Kali ini, ia mengkombinasikan dua Balance Break Longinus. Yang aku tak habis pikir, kedua kekuatan yang ia kombinasikan seharusnya tidak mungkin untuk bersatu ! "

Naruto mengangguk kecil mendengar peringatan dari Kurama.

Boost : Speed

Explosion

Zetsu dengan sosoknya dalam sekejap menghilang. Kecepatannya menyetarai teknik teleport Naruto dalam wujud Subspesies Balance Breaknya. Sosoknya telah berada di depan Naruto, bersiap mengayunkan tinju dari tangan kirinya.

Naruto masih dapat mengikuti kecepatan dengan matanya, dan berkat refleks ia masih dapat menahan pukulan Zetsu.

Sayangnya, pukulan tersebut merupakan jebakan.

Naruto terdorong mundur karena harus menahan ayunan tinju Zetsu menggunakan lengan kanannya. Pupil pemuda pirang itu melebar kala menyadari lengan mana yang Zetsu gunakan untuk menyentuhnya tadil

Divide

Seiring bunyi tersebut, kekuatan Naruto telah dibagi setengahnya. Kerugian bagi Naruto, dengan energy sebanyak itu ia dapat menggunakan Kankara Formula dua kali.

Divide

Kembali, kekuatan Naruto dibagi.

Divide

Naruto mulai merasakan begitu tubuhnya melemas, aura emas yang menyelimuti tubuhnya pun mulai memudar.

Zetsu yang melihat itu menyeringai lebar.

" Ini yang terakhir ! Divide ! "

Dengan kekuatan Naruto yang kembali dibagi, aura emasnya menghilang sempurna bersamaan dengan energy senjutsunya. Ia tak lebih dari iblis biasa saat ini. Naruto pun jatuh lemas karena energinya dibagi terus dalam waktu singkat.

' Sial! ' batin Naruto berteriak geram.

" Untuk sekarang … " Naruto mencoba menciptakan sebuah kunai khasnya untuk setidaknya dapat bertarung. Namun sebelum dapat berbuat banyak, 4 pilar besi muncul mengurungnya. Keempat pilar itu menyala biru dan dengan cepat melancarkan aliran listrik pada Naruto yang tak dapat mengelak.

" Naruto – san ! "

Terdengar lagi Le Fay berteriak. Kali ini Ophis tak menyahut apa – apa. Matanya menatap tajam pada area pertarungan.

" Akan kuselesaikan dengan ini "

Sayap biru terang yang menunjukkan energy yang dikumpulkan hasil dari membagi kekuatan Naruto perlahan memudar begitu sayap tersebut mengarah ke depan, dimana setiap laras senapan dari ujung sayap tersebut menyala terang.

Boost Boost Boost Boost …. Transfer

Tak tanggung – tanggung, Zetsu ikut mentransfer peningkatan kekuatan dari Boosted Gear pada setiap senapan itu. Konsentrasi kekuatannya meningkat tajam. Sinar kuning cerah mulai menutupi selaras senapan.

" Salah satu serangan terkuatku saat ini …. Holy Longinus Cannon ! "

Dua energy cahaya dengan konsentrasi tinggi menembak langsung pada pilar yang memerangkap Naruto. Dalam gerakan lambat, Ophis dan Le Fay dapat melihat bagaimana serangan itu menyentuh tanah sebelum akhirnya meledak, membuat reruntuhan itu rata dengan tanah seketika, langit malam yang gelap di dimensi itu menjadi bersinar terang layaknya di siang hari. Le Fay dan Ophis beruntung mereka sedang duduk sehingga tak perlu khawatir harus terjengkang karena getaran dari serangan tersebut.

Begitu cahaya itu padam, dapat dilihat di sekitar dimensi tempat mereka berada, terdapat kubah gelap. Itu Kekkai buatan Ophis yang membuat dimensi itu tetap bertahan kendati menerima serangan yang dapat menghancurkan satu benua milik Zetsu.

Le Fay yang tadi sempat menutup matanya refleks karena silau atas sinar serangan itu, melebarkan pupilnya. Air mukanya terlihat begitu khawatir karena tak menemukan setitik benda apapun di sekitar mereka.

" I – ini tidak mungkin … " bisik Le Fay mulai terisak.

Dari udara, Zetsu melayang dengan armornya yang masih utuh, tanpa ada lecet sama sekali. Armor bagian wajahnya perlahan memudar memperlihatkan wajahnya yang tengah menyeringai lebar.

" Aku menang ! "

Benarkah begitu ?!

XoX

" Rias … kau dapat mendengarku ?! " Rias mengenal suara itu. Akeno Himejima, tak salah lagi Queennya itu yang pasti bertanya padanya tadi. Ia tak tahu bagaimana khawatirnya sahabat sekaligus Queennya itu, namun dari nada pertanyaannya, ia telah dapat menebak dan itu membuatnya sedikit senang.

Rias tak memiliki cukup tenaga untuk merespon pertanyaan itu dengan ucapan, jadi ia hanya dapat membalasnya dengan menggerakan jarinya, walaupun harus bersusah payah.

" Jari Buchou bergerak, Akeno – senpai " Ia mengenal suara itu juga. Ia yakin sekali suara itu milik anggota terbaru peeragenya, Xenovia, si mantan pendekar Gereja. Terdengar sedikit suara bising, dan Rias mulai dapat mengenali satu persatu suara yang berada di sekitarnya.

Ada Koneko, Yuuto, bahkan Gasper …. Namun ia sama sekali tak mendengar suara Issei.

" Koneko – chan, segera hubungi perawat untuk kemari. Aku akan mengabari Lucifer – sama ! " intruksi Akeno segera dipatuhi Koneko. Setelah melihat rook Rias itu meninggalkan ruang rawat Rias selama sebulan ini, Akeno membuat lingkaran sihir untuk mengabari Sirzech.

.

" Rias Gremory – sama telah berhasil melewati masa – masa krisisnya. Hanya butuh istirahat sebentar dan sedikit Air Mata Phoenix sudah cukup membuatnya bugar seperti sedia kala. Tubuh iblis murni memang jauh lebih awet dibandingkan manusia " jelas Healer terbaik yang Mekkai miliki. Ia atas perintah Sirzech bertanggung jawab penuh atas kepulihan Rias dan Issei pasca mereka menjadi tawanan Hero Faction.

Setelah memberikan hormat sebentar pada Sirzech, Healer itu undur diri untuk menangani pasien – pasien lain.

Rias, sekarang ia telah sadar, dan dapat melihat dengan baik seluruh anggotanya, terkecuali Issei menatapnya dengan tatapan bahagia. Setelah dibantu Akeno, ia dapat duduk dengan menyandarkan punggungnya pada tepian ranjang.

" Ano, Onii – sama … dimana Issei – kun ? "

Suasana ruangan itu yang semula ringan berubah menjadi sendu. Para anggota Rias serentak menundukkan kepala mereka, menghindari tatapan dari King mereka. Rias menatap bingung sikap para anggota peeragenya. Baru saja, akan membuka mulut untuk bertanya Rias terdiam begitu Onii – sama nya menepuk pelan pundaknya.

" Rias … " Sirzech menghela nafas, memikirkan kombinasi kata – kata untuk tidak membuat Rias terguncang dengan apa yang akan ia sampaikan. Grayfia yang berada di belakangnya tak membantu banyak, ia hanya memberikan pandangan simpati pada Rias.

" Dengar – " Sirzech yang baru saja ingin menjelaskan berhenti begitu mendengar teriakan dari sosok yang tak mereka duga – duga.

" Buchou ! " Pintu ruang rawat Rias dibanting kasar, di sana Issei dengan pakaian kasualnya yang biasa menunduk sambil mengatur nafasnya. Beberapa bulir keringat terlihat membasahi wajah dan tubuhnya, sepertinya sosoknya berlari dari lantai dasar rumah sakit hingga ke lantai 20.

" Issei – kun/ san / senpai ! " teriak Rias, Sirzech, dan anggota peerage Rias lainnya tak percaya.

Sirzech mendekati Issei, ia menepuk pelan bahu Issei dan mencengkramnya halus membawa tubuh Issei mendekat padanya, dalam momentum singkat itu Sirzech mengajukan pertanyaan.

" Bagaimana kau bisa kemari ? Seminggu yang lalu kau hilang tanpa jejak "

" Hamba juga tak mengerti Sirzech – sama. Terakhir yang kuingat sebelum berakhir di depan rumah sakit ini adalah bagaimana sebuah tentakel hitam menusuk perutku. Aku merasa mati untuk kedua kalinya "

' Tentakel hitam ! ' batin Sirzech.

" Ada apa Onii – sama ? " Rias yang bingung dengan sikap Sirzech dan Issei bertanya kembali. Mendengar itu Sirzech segera berbalik hingga berhadapan kembali dengan Rias, tak lupa ia membuat Issei bersikap begitu pula. " Tidak apa – apa Rias. Aku hanya senang kau telah sadar. Setelah ini, berhati – hatilah. Ingatlah Onii – chan sangat menyayangi Rias – chan " Rias dan anggota peeragenya sweatdrop melihat kelakuan Maou Lucifer itu, sementara Grayfia menyipitkan matanya menyadari ada yang ditutupi oleh suaminya.

" Kalau begitu Rias, Onii – sama akan pergi dulu. "

Grayfia segera mengikuti Sirzech yang telah berjalan keluar ruang rawat. Saat berjalan di koridor yang sepi, Sirzech memanggil istri sekaligus Queennya itu.

" Grayfia … "

Melihat Grayfia yang hanya menatapnya membuatnya Sirzech melanjutkan.

" Siapkan lingkaran sihir teleportasi. "

" Kemana, Lucifer – sama ? "

Tatapan Sirzech menajam

" Tartarus. Sebelumnya hubungi Souji dan yang lain untuk bersiap. "

Grayfia mengangguk patuh, setelah membentuk sihir komunikasi untuk menyampaikan pada Souji, Knight Sirzech. Ia segera membuat lingkaran sihir yang membawa mereka menuju Tartarus, tak tanggung – tanggung mereka langsung berada di hadapan Dewa Hades.

" Aku kedatangan tamu yang tak biasa. Katakan, apa yang diinginkan dua kelelawar kecil ini hingga datang ke sarang burung hantu. " Hades masih dengan sikap santainya bertanya.

Sirzech menatap tajam Hades " Hades – sama, jika kau berkenan dapatkah kau mengantar kami ke Cocytus, tempat Samael berada ? "

" Satu – satunya cara bagi kalian untuk mengunjungi tempat itu hanya dengan kematian. Bagaimana ?! " Hades membalas dengan senyum menantang. Tekanan energinya mulai meningkat, yang membuat Grayfia sedikit gemetar karenanya.

Sirzech tetap berdiri tegak. " Haruskah begitu Hades – sama ?! " sosoknya mulai diselimuti oleh energy hitam dengan outline merah.

Dalam hitungan detik, dua serangan penghancur segera bertabrakan satu sama lain.

TBC

Yo, aku kembali dengan update fic yang ceritanya paling rumit menurutku. Oke, so aku yakin beberapa telah menebaknya, tapi akan kuperjelas lagi … Innovate Clear di sini kudesain sama seperti Regulus Nemea, Incrinate Anthem, mereka longinus mandiri yang tetap dapat bertahan walaupun tuan atau host mereka telah mati. Jadi, sosok misterius selama ini adalah Innovate Clear itu sendiri yang kusamakan karakternya sebagai Zetsu. Tujuan dia mengumpulkan semua Longinus ? Nanti, di chapter selanjutnya yang kemungkinan akan membongkar sebagian besar rahasia di fic ini. 5 Longinus masih bebas, yakni Declare of War, Zenith Tempest, Absolute Demise, Sepiroth Grail, dan Canis Lykaon. Dan, Sirzech memancing konflik dengan Olympus. Tentunya ini akan berpengaruh pada arc selanjutnya, yakni Rating Game. Pada chap selanjutnya, kemungkinan pada akhir akan disajikan pula interaksi antara Naruto dan Diehaseur. So, nantikan terus ya hehe. Oh, fic yang mau dijadwalkan untuk update selanjutnya adalah Heavenly Dragon Killer dan The Heirs.